Menolak

''Jadi gimana?? Apakah kamu mau menikah denganku? secara kan kita sepupu?? dan lagi jika bukan aku yang akan menikahi mu, nggak akan ada lelaki lain yang bersedia menikahimu! Karena kamu terlahir dari rahim seorang wanita kurang waras. Jika pun ada lelaki lain yang ingin menikahimu, apakah mereka bersedia menerima keadaan yang ada pada ibumu?? Kalaupun ada, itu hanya aku! Aku ikhlas menerima mu apa adanya!'' serunya jumawa.

Deg!

Terlahir dari wanita kurang waras?? gila maksudnya?? gumam Rani dalam hati.

Rani mengepalkan tangannya. Matanya memerah, ingin sekali ia menghajar laki laki ini, hingga babak belur. Jangan lupakan siapa Rani, ia terkenal sebagai pemegang sabuk hitam taekwondo ketika ia dipesantren, dan juga ketika ia SMA.

Ingin ia rontok kan semua tulang belulang pemuda ini, jika bukan mengingat marwahnya sebagai seorang wanita. Dan juga pemuda ini adalah sepupu nya sendiri.

Cih! Sepupu? Sepupu macam apa yang tega menghina ibu nya sendiri di depan anaknya. Rani mengeraskan rahangnya. Wajahnya memerah menahan amarah.

Lain dengan Fatih, ia pikir Rani sedang malu-malu dengan nya, karena wajah Rani yang menampilkan semburat merah di pipinya. Pemuda itu tersenyum jumawa.

Rani sengaja menunduk. Ia tidak ingin menunjukkan kemarahannya pada pemuda itu. Ia berusaha menetralisir rasa amarah yang melesak di dadanya.

Berulang kali ia menghembuskan nafasnya. Berharap rasa amarah yang sedang melanda dirinya berkurang.

Astagfirullah al'adhim..

Berulang kali mengucap istighfar dalam hati. Dengan berat ia mendongak kan wajahnya menatap sepupu sekaligus calon suaminya. Ia tersenyum kaku seperti terpaksa.

Rani menghela nafasnya.

''Baiklah, kamu ingin mendengar bukan, apa jawaban ku dari pertanyaan mu itu??

Fatih tersenyum, tapi hanya sebentar saja senyum itu surut setelah mendengar perkataan Rani berikutnya.

''Aku menolak lamaran mu! sampai kapan pun aku tidak akan menikah! jika suamiku tidak menerima kekurangan yang ada pada ibuku, aku tidak akan menerimanya! Maaf! aku menolak lamaran mu!'' tegas Rani.

Fatih yang mendengar ucapan Rani, raut wajahnya berubah menjadi masam. Ia terkejut dengan penolakan Rani.

''Rani! kau hanya perempuan biasa! siapa yang mau menikah dengan wanita seperti mu yang hanya duduk dirumah! seharusnya kau berterimakasih padaku, karena aku masih menerima dirimu!'' sarkasnya pada Rani.

Rani sangat kesal dengan pemuda ini.

''Aku sudah bilang, aku tidak mau menikah denganmu! selama kau tidak mau menerima keadaan ibuku apa adanya, aku tidak akan menikah dengan mu! walaupun kau itu adalah sepupu ku! kau tak berhak mengatur tentang hidupku! selama ini kau kemana saja hah?! sejak aku dilahirkan, hingga saat ini apa pernah kau mencari tau keberadaan ku?? Apakah ada sedikit... saja rasa simpati dihati mu untuk ibuku?? Kau tak tau apapun tentang hidup ku Bang! jangan sekali-kali kau mengatakan yang tidak seharusnya tidak kau katakan!'' sentak Rani.

Ia begitu kecewa dengan sepupunya ini. Hidupnya selama ini sangat sulit, beraninya sepupunya ini mengatakan yang tidak-tidak.

Fatih tersentak dengan ucapan Rani, begitu juga dengan ibunya Fatih. Mulutnya menganga mendengar ucapan Rani.

''Cih! duduk dirumah cuma merawat orang gila saja merasa sok suci! seharusnya kamu sadar! jika anak saya ini masih mau menerima dirimu yang hanya perempuan tidak bisa apapun! kau taunya hanya duduk dirumah. Apa kau tau tentang bagaimana caranya mencari uang?? hah?! jangan sok belagu kamu!'' sarkas ibunya Fatih.

''Mama...'' tegur Fatih.

''Cukup Bude! Bude tau apa tentang diriku?! Jangan menuduhku seolah-olah Bude adalah orang yang suci! orang yang paling baik hatinya! apakah Bude sadar jika perkataan Bude tadi sudah menunjukkan siapa diri mu yang sebenarnya?!'' tukas Rani.

Ia geram sekali dengan wanita tua ini.

''Ranii!!!'' sentak Fatih.

Rani terjingkat kaget mendengar suara Fatih yang menggelegar di ruangan sempit itu. Bude Risma pun terkejut. Karena terkejutnya, ia beranjak keluar meninggalkan ibunya Rani yang sudah terlelap karena pengaruh obat, yang sengaja diberikan oleh Bude Risma sebelum ia tidur.

''Ada apa ini?? Mengapa kalian bertengkar seperti ini?? Ada apa Rani?? Kau Fatih! ada apa?? kenapa malah pada ribut ribut??'' tanya nya heran serta memandang Rani dan Fatih.

''Dasar gadis tidak tau di untung! sudah syukur ada yang menerima mu! malah kau tolak! mau jadi perawan tua kau! sebenarnya aku tidak ingin menerima gadis miskin seperti kau! jika bukan karena Fatih, maka aku tidak akan menerima mu!'' ujarnya ketus.

Bude Risma terkejut mendengar tuturan dari ibunya Fatih.

''Apa maksudmu Nia?? kenapa kau berbicara seperti itu pada ponakan ku? Ada yang bisa jelaskan tidak?!'' kesal Bude Risma.

''Tanyakan aja sama ponakan tersayang mu itu!'' ketus nya lagi.

''Rani!! ada yang bisa kamu jelaskan, Nak??''

Rani yang sedari tadi diam, semenjak disentak oleh Fatih, Rani memilih untuk diam. Karena Bude Risma bertanya, dengan terpaksa ia harus menjawabnya.

''Bude.. Rani menolak lamaran dari pemuda ini yang ternyata ia adalah sepupunya Rani dari sebelah ayah. Fatih anaknya pakde Rustam Bude!'' tegas Rani.

Membuat Bude terkejut.''A-apa?! Anaknya Rustam?? Rustam Abang sepupu Alam?? Kok bisa?!'' pekik bude Risma.

''Ya, Rani juga baru tau sekarang. Bahwasanya bang Fatih ini ponakan nya ayah! Sebelumnya Rani pun tak tau Bude! Sebenarnya dari pertama kali Rani melihat nya, Rani jadi mengingat pakde Rustam, yang fotonya ada di kamar ibu. Tapi Rani hanya diam saja. Takutnya tebakan Rani salah. Dan ternyata benar.'' Ujar Rani lirih.

Fatih yang melihat wajah Rani berubah menjadi sendu merasa bersalah. Bukan maksudnya ingin mengatai Rani seperti itu. Tapi ia tadi terlalu kasar terhadap ibunya.

Fatih menghela nafasnya.

''Maafkan Fatih Bude.. Fatih tak bermaksud demikian, hanya saja saya tadi khilaf! Maafkan Abang Rani??'' ujarnya menghiba.

Fatih berharap Rani mau memaafkan nya. Biarlah ia mengalah, asalkan gadis pujaan hatinya itu menerima lamaran darinya.

''Rani...'' panggilnya.

Rani hanya diam saja.

''Aisyah...'' panggilnya lagi

''Dek.. tolong maafkan Abang.. Abang nggak sengaja tadi membentak mu! Abang minta maaf ya Dek.. Abang beneran serius dengan kamu! Dari pertama kali kita bertemu waktu itu saat usia kamu delapan tahun, saat kau terjatuh dari sepeda terjun kedalam parit didekat rumah Bude Risma, Abang sudah menyukainya hingga saat ini! Abang sengaja menunggu sampai kau berusia dewasa. Abang selalu bertanya kepada Bude Risma tentang mu. Abang hanya mau kamu Dek.. bukan yang lain! jika Abang menginginkan yang lain, untuk apa Abang menunggu mu hingga kau dewasa. Abang serius dengan mu Dek! Tolong terima Abang ya.. Abang mohon..'' pintanya dengan sangat.

Berharap Rani menerima lamaran darinya.

💕

TBC

Episodes
1 Talak
2 Aisyahrani
3 Aisyahrani 2
4 Trauma nya kambuh lagi
5 Sarasvati Alamsyah.
6 Sepupu??
7 Menolak
8 Butuh Waktu
9 Nasehat Ibu untuk Rani
10 Masa lalu yang begitu kelam
11 Keluarga Fatih
12 Reza
13 Airin Rustamsyah
14 Dirumah Rani
15 Jawaban Rani
16 Mama dan Papa
17 Cerita Reza
18 Di jodohkan sejak kecil?
19 Shock
20 Dirumah Rani
21 Menikah dengan sepupu
22 Mertua
23 Mengamuk
24 Kebenaran dianggap kebohongan
25 Kenapa?
26 Ditikung Abang sendiri
27 Maafkan Abang, Dek..
28 Gagal
29 Tak sempurna
30 Makan malam
31 Bude alias Mama mertua
32 Liontin Berharga Untukmu dan Untukku.
33 Kepergian Reza
34 Foto profil
35 Ke pasar
36 Kemarahan Fatih
37 Rani Pergi
38 Diceraikan??
39 Sabar dan Tegar
40 Rahasia tersembunyi
41 Makam asli Ayah Alam
42 Cibiran tetangga
43 Kembali nya Reza
44 Mengabaikan
45 Marah
46 Menikah??
47 Mengamuk lagi??
48 Rani di kota Medan
49 Komplek Griya M
50 Tetangga baru
51 Makam ayah Alam
52 Rapuh
53 Liontin lagi
54 Penjelasan Reza
55 Bukti
56 Surat wasiat
57 Surat untuk Rani dan Reza.
58 Keputusan
59 Kabur
60 Istri Gilang
61 Pesan Rindu
62 Marah dan kecewa
63 Terpaksa
64 Karinita Bramantyo
65 Berbagi cerita dengan Gilang
66 Paket
67 Terpuruk
68 Kedatangan Paman Ali
69 Nasihat Alisa.
70 Ke rumah sakit
71 Sadar dari koma
72 Kedatangan Fatih
73 Memaafkan
74 Sah secara hukum tapi tidak sah secara agama
75 Mengalah untuk mendapatkan
76 Pelipur lara
77 Hidup Mandiri tanpa nya
78 Pertemuan pertama setelah sekian lama
79 Sesak
80 Pergi Dari hidupku!
81 Tidak mau!
82 Menyusul nya
83 Kembali ke Bogor
84 Meledak
85 Di bohongi
86 Bukan Pembawa Sial
87 Tuduhan tak berdasar
88 Teror
89 Teror 2
90 Dalang teror
91 Kembalinya Rani
92 Balas Dendam
93 Tak ada siapapun disini!
94 Diculik
95 Di sekap
96 Di sekap 2
97 Tertawa diatas penderitaan orang lain
98 Di pancing
99 Rekaman
100 Dapat!
101 Kesalahan dimasa lalu
102 Di buru sampai mati.
103 Jatuh ke dasar tebing
104 Tertembak
105 Keluar dari hutan
106 Masuk penjara
107 Pulang ke Medan
108 Undangan pernikahan
109 Pernikahan Rani dan Reza
110 Resepsi pernikahan Rani dan Reza.
111 Duda vs Janda
112 Bidadari surgaku
113 Janda kembang
114 Extrapart 1
115 Extrapart 2
116 Extrapart 3
117 Extrapart 6
118 Extrapart 7
119 Extrapart End
120 Pengumuman Novel baru udah rilis
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Talak
2
Aisyahrani
3
Aisyahrani 2
4
Trauma nya kambuh lagi
5
Sarasvati Alamsyah.
6
Sepupu??
7
Menolak
8
Butuh Waktu
9
Nasehat Ibu untuk Rani
10
Masa lalu yang begitu kelam
11
Keluarga Fatih
12
Reza
13
Airin Rustamsyah
14
Dirumah Rani
15
Jawaban Rani
16
Mama dan Papa
17
Cerita Reza
18
Di jodohkan sejak kecil?
19
Shock
20
Dirumah Rani
21
Menikah dengan sepupu
22
Mertua
23
Mengamuk
24
Kebenaran dianggap kebohongan
25
Kenapa?
26
Ditikung Abang sendiri
27
Maafkan Abang, Dek..
28
Gagal
29
Tak sempurna
30
Makan malam
31
Bude alias Mama mertua
32
Liontin Berharga Untukmu dan Untukku.
33
Kepergian Reza
34
Foto profil
35
Ke pasar
36
Kemarahan Fatih
37
Rani Pergi
38
Diceraikan??
39
Sabar dan Tegar
40
Rahasia tersembunyi
41
Makam asli Ayah Alam
42
Cibiran tetangga
43
Kembali nya Reza
44
Mengabaikan
45
Marah
46
Menikah??
47
Mengamuk lagi??
48
Rani di kota Medan
49
Komplek Griya M
50
Tetangga baru
51
Makam ayah Alam
52
Rapuh
53
Liontin lagi
54
Penjelasan Reza
55
Bukti
56
Surat wasiat
57
Surat untuk Rani dan Reza.
58
Keputusan
59
Kabur
60
Istri Gilang
61
Pesan Rindu
62
Marah dan kecewa
63
Terpaksa
64
Karinita Bramantyo
65
Berbagi cerita dengan Gilang
66
Paket
67
Terpuruk
68
Kedatangan Paman Ali
69
Nasihat Alisa.
70
Ke rumah sakit
71
Sadar dari koma
72
Kedatangan Fatih
73
Memaafkan
74
Sah secara hukum tapi tidak sah secara agama
75
Mengalah untuk mendapatkan
76
Pelipur lara
77
Hidup Mandiri tanpa nya
78
Pertemuan pertama setelah sekian lama
79
Sesak
80
Pergi Dari hidupku!
81
Tidak mau!
82
Menyusul nya
83
Kembali ke Bogor
84
Meledak
85
Di bohongi
86
Bukan Pembawa Sial
87
Tuduhan tak berdasar
88
Teror
89
Teror 2
90
Dalang teror
91
Kembalinya Rani
92
Balas Dendam
93
Tak ada siapapun disini!
94
Diculik
95
Di sekap
96
Di sekap 2
97
Tertawa diatas penderitaan orang lain
98
Di pancing
99
Rekaman
100
Dapat!
101
Kesalahan dimasa lalu
102
Di buru sampai mati.
103
Jatuh ke dasar tebing
104
Tertembak
105
Keluar dari hutan
106
Masuk penjara
107
Pulang ke Medan
108
Undangan pernikahan
109
Pernikahan Rani dan Reza
110
Resepsi pernikahan Rani dan Reza.
111
Duda vs Janda
112
Bidadari surgaku
113
Janda kembang
114
Extrapart 1
115
Extrapart 2
116
Extrapart 3
117
Extrapart 6
118
Extrapart 7
119
Extrapart End
120
Pengumuman Novel baru udah rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!