Seorang ibu yang dikira tidak waras oleh mereka, sebenarnya tidak terlalu parah penyakit nya. Hanya saja kadang sering kambuh, dan mengakibatkan ia selalu dipaksa untuk dikurung dikamar.
Pagi itu saat ia selesai mandi, ia melihat kakak nya Risma ada disana. Ia heran mengapa pula kakaknya itu ada disana? Bibirnya berkedut ingin bertanya, tapi tak berani.
Nanti dikira dirinya selama ini pura pura gila. Padahal memang itu kenyataan nya. Walaupun kadang ada suatu hal yang memicu amarah nya, ia sering kali mengamuk.
Bagi sebagian orang penyakit tidak waras itu adalah penyakit keturunan. Nyata nya tidak! Ada juga penyakit yang diakibatkan oleh trauma psikis.
Contohnya, ibu Aisyahrani ini. Ia mengalami gangguan jiwa karena trauma yang di alami nya. Penyakit psikis traumatis atau sering disebut dengan PTSD (Post-Traumatic-Stress-Disorder).
PTSD ( Post-Traumatic-Stress-Disorder) atau gangguan stress pasca trauma adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang bersifat traumatis atau sangat tidak menyenangkan.
Dengan kata lain PTSD merupakan gangguan kecemasan yang membuat penderitanya teringat pada kejadian traumatis.
(Sumber. Google.)
Tidak semua gangguan mental itu menyebabkan gila yang berkepanjangan. Kadang ada yang sudah diobati sembuh, dan ada juga walau sudah diobati tapi tetap seperti itu.
Semua itu tergantung dari penderita nya seberapa berat trauma yang dialaminya.
Ibu nya Aisyahrani ini, sebenarnya sudah lumayan sehat dari satu tahun yang lalu. Pasca kejadian yang merenggut nyawa suami tercintanya akibat keserakahan seseorang yang berujung pada kematian.
Ia sengaja berpura-pura gila agar putri semata wayangnya selamat dari orang suruhan yang dulu pernah mencelakai suaminya.
Ia terpaksa melakukan ini demi menyelamatkan putrinya. Ini adalah wasiat suaminya sebelum ia akhirnya meninggal.
Kebetulan hari ini, setelah ia disiapkan oleh kakaknya, ia masuk ke kamar membaca Al Qur'an. Hal yang sejak dulu tiada yang tau apa yang dikerjakan nya.
Diam-diam ia menguping, menempelkan telinganya pada daun pintu berharap bisa mendengar kan apa yang dibicarakan oleh mereka.
Terdengar jelas disana jika ia mendengar bahwa disana ada seorang pemuda. Karena penasaran ia membuka sedikit celah pintu, hanya matanya saja yang bisa melihat untuk mengintip.
Saat melihat pemuda itu serta seseorang disana ia membulatkan matanya. Ia begitu terkejut dengan kehadiran seseorang disana yang dulu pernah hadir dalam penyerangan terhadap dirinya beserta suaminya.
Ia ketakutan, cemas. Di dahinya keluar keringat dingin. Badannya menggigil. Rasanya trauma itu akan kembali lagi dalam ingatan nya setelah sekian tahun lamanya.
Apalagi saat ia mendengar, jikalau putri nya akan dilamar oleh pemuda itu. Keluarga pemuda yang telah membunuh suaminya!
Dengan sekuat tenaga ia mengumpulkan keberanian untuk menentang perjodohan itu.
Bismillahirrahmanirrahim.
Dengan langkah berat ia keluar dan membuka pintu dengan kasar serta menyentak putrinya disana.
'' Aisyahrani binti Muhammad Alamsyah!''
*****
Saat ingin memberikan secangkir teh kepada Fatih , Rani terjingkat kaget mendengar suara seseorang yang selama ini sangat dirindukan nya.
Saking terkejutnya Rani, ia sampai menjatuhkan cangkir yang berisikan teh ke lantai yang menimbulkan suara pecahan kaca.
Pyaaaarrrr
Bagaimana tidak terkejut, ibunya itu yang dianggap gila kini memanggil nama nya lengkap dengan nama ayahnya.
"Aisyahrani binti Muhammad Alamsyah!" sentaknya.
Rani mematung. Apakah ia tidak salah dengar? Jika yang memanggil nya tadi adalah ibunya? Benarkah itu?
Rani menoleh, matanya mengembun ingin menangis. Ia terpana melihat ibunya berdiri disana dengan wajah seram. Mata melotot dengan wajah yang memerah.
Rani berlari mendekati ibunya, lalu memeluk ibunya erat.
'' I-ibu...'' lirihnya dengan bercucuran air mata.
Begitu juga dengan Bude Risma dan dua orang yang sedang mematung disana.
Di-dia...
Fatih terpaku menatap wajah wanita itu. Ia terkejut melihatnya. Tak disangka wanita yang tadi menyentak putrinya , melepaskan putrinya dan pergi mendekati mereka berdua.
''Pembunuh!'' Sentaknya
Deg!
Seseorang disana membulatkan matanya. Ia terkejut melihat wanita paruh baya itu. Demikian juga dengan putra nya.
Bu-bukan kah wanita ini...
"Kau! pembunuh!" tunjuknya dengan mata memerah.
"Ka-kamu!'' tunjuk wanita itu. Ia tertegun melihat seseorang yang begitu dikenalnya.
''Pergi kau dari sini!! dasar pembunuh! kau sudah membunuh suamiku! kau pendosa! pergi kau dari sini! pergi!! pergii!!" jeritnya kuat.
Wanita tua itu tersentak mendengar ucapan wanita paruh baya itu. Sedangkan Rani, ia mematung.
Belum selesai dengan keterkejutan nya pada ibunya yang bisa memanggil namanya lengkap, sekarang dikejutkan lagi jika ibunya menuduh keluarga pemuda yang akan melamarnya pembunuh. Apa maksudnya ini?
Rani bingung. Bude Risma terpaku menatap adiknya yang bisa berbicara sadar tanpa ada rasa takut sama sekali.
Pembunuh? Apa maksud nya? Siapa pembunuh? Dan siapa yang dibunuh? gumam Bude Risma dalam hati.
Mereka semua termangu, sedangkan ibu yang dikira tidak waras ini mendatangi seorang ibu ibu disana yang berdiri melotot memandangi nya.
Tak disangka, ia melangkah dan medekati wanita itu. Tepat berada di hadapan wanita itu..
Plaakk!
Suara tamparan bergema di ruangan itu.
''Kau pembunuh! kau dan keluarga mu pembunuh!! karena kau! aku kehilangan suamiku!! kau yang telah merencanakan nya! pergi kau!! pergi!! aku tak mau berbesan dengan mu!! pergi!!!'' tunjuknya pada wanita itu.
Wanita itu gemetar kakinya, keringat dingin keluar dari sela porinya. Ia begitu terkejut, ketika mengetahui bahwa calon besannya itu adalah seseorang yang dulu pernah direncanakan untuk dilenyapkan olehnya.
Rani, Bude Risma, serta Fatih, mereka terkejut lagi melihat kebrutalan ibunya Rani.
Ibunya yang sedang dalam emosi tingkat tinggi, langsung saja menjambak rambut wanita tua itu. Ia menghardik nya beberapa kali serta menghempaskan nya ke tembok rumah mereka.
Darah bercucuran keluar dari pelipisnya.
''Aaakkhh..'' pekiknya ketika rambut serta kepala nya di hentak dengan bersama an.
''Pergi kau dari rumahku!! dasar pembunuh!! jika saja aku tidak menjerit waktu itu minta tolong! pastilah kau sudah membunuhku juga! wanita durjana! wanita gila harta!! pergi kau dari rumahku!!!'' pekiknya, seraya menghempaskan wanita tua itu kelantai hingga tersungkur.
Wanita tua itu terkulai lemas tak berdaya. Ia hanya bisa meringis menahan sakit di pelipis serta kepala nya.
Setan!! dasar wanita gila! hancur sudah reputasi ku disini! aku tak akan mengijinkan putraku menikahi gadis pembawa sial ini!! Apapun caranya, aku akan menghentikan nya!! dasar wanita gila..!! geramnya dalam hati.
Fatih yang melihat ibunya tersungkur, berlari dan memapahnya untuk berdiri dan duduk.
Sedangkan Bude Risma dan Rani mereka menahan ibu Rani yang mengamuk melihat wanita paruh baya itu.
'' I-ibu.. jangan begini.. nggak boleh Bu.. ibu nggak boleh seperti itu..'' tuturnya lembut.
Sedangkan wanita itu menatap nya tajam. Setajam silet. Matanya mengeluarkan aura yang begitu menakutkan.
Rani tersentak, ketika ibunya menarik nya menuju ke dalam kamar.
''Ibu!''
💕
Masih ada yang nunggu kah??
Maaf ya kemarin othor nggak up date? Kemarin bocil othor lagi demam, hari ini pun masih sama. Jadi othor nggak bisa pegang hp. Bisa, tapi cuma dua bab untuk cerita disebelah 😄😄 nggak untuk cerita yang ini.
Lumayan hari ini ada sedikit kemajuan. Dan Alhamdulillah udah mendingan.
Untuk menebusnya, othor akan update dua bab ya!
Khusus hari ini!
Waktu update tetap seperti biasa. Jangan lupa baca ya~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
Yuni Diaz Agiel
🌹
2022-10-08
0