Aisyahrani 2

Seorang ibu yang dikira tidak waras oleh mereka, sebenarnya tidak terlalu parah penyakit nya. Hanya saja kadang sering kambuh, dan mengakibatkan ia selalu dipaksa untuk dikurung dikamar.

Pagi itu saat ia selesai mandi, ia melihat kakak nya Risma ada disana. Ia heran mengapa pula kakaknya itu ada disana? Bibirnya berkedut ingin bertanya, tapi tak berani.

Nanti dikira dirinya selama ini pura pura gila. Padahal memang itu kenyataan nya. Walaupun kadang ada suatu hal yang memicu amarah nya, ia sering kali mengamuk.

Bagi sebagian orang penyakit tidak waras itu adalah penyakit keturunan. Nyata nya tidak! Ada juga penyakit yang diakibatkan oleh trauma psikis.

Contohnya, ibu Aisyahrani ini. Ia mengalami gangguan jiwa karena trauma yang di alami nya. Penyakit psikis traumatis atau sering disebut dengan PTSD (Post-Traumatic-Stress-Disorder).

PTSD ( Post-Traumatic-Stress-Disorder) atau gangguan stress pasca trauma adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang bersifat traumatis atau sangat tidak menyenangkan.

Dengan kata lain PTSD merupakan gangguan kecemasan yang membuat penderitanya teringat pada kejadian traumatis.

(Sumber. Google.)

Tidak semua gangguan mental itu menyebabkan gila yang berkepanjangan. Kadang ada yang sudah diobati sembuh, dan ada juga walau sudah diobati tapi tetap seperti itu.

Semua itu tergantung dari penderita nya seberapa berat trauma yang dialaminya.

Ibu nya Aisyahrani ini, sebenarnya sudah lumayan sehat dari satu tahun yang lalu. Pasca kejadian yang merenggut nyawa suami tercintanya akibat keserakahan seseorang yang berujung pada kematian.

Ia sengaja berpura-pura gila agar putri semata wayangnya selamat dari orang suruhan yang dulu pernah mencelakai suaminya.

Ia terpaksa melakukan ini demi menyelamatkan putrinya. Ini adalah wasiat suaminya sebelum ia akhirnya meninggal.

Kebetulan hari ini, setelah ia disiapkan oleh kakaknya, ia masuk ke kamar membaca Al Qur'an. Hal yang sejak dulu tiada yang tau apa yang dikerjakan nya.

Diam-diam ia menguping, menempelkan telinganya pada daun pintu berharap bisa mendengar kan apa yang dibicarakan oleh mereka.

Terdengar jelas disana jika ia mendengar bahwa disana ada seorang pemuda. Karena penasaran ia membuka sedikit celah pintu, hanya matanya saja yang bisa melihat untuk mengintip.

Saat melihat pemuda itu serta seseorang disana ia membulatkan matanya. Ia begitu terkejut dengan kehadiran seseorang disana yang dulu pernah hadir dalam penyerangan terhadap dirinya beserta suaminya.

Ia ketakutan, cemas. Di dahinya keluar keringat dingin. Badannya menggigil. Rasanya trauma itu akan kembali lagi dalam ingatan nya setelah sekian tahun lamanya.

Apalagi saat ia mendengar, jikalau putri nya akan dilamar oleh pemuda itu. Keluarga pemuda yang telah membunuh suaminya!

Dengan sekuat tenaga ia mengumpulkan keberanian untuk menentang perjodohan itu.

Bismillahirrahmanirrahim.

Dengan langkah berat ia keluar dan membuka pintu dengan kasar serta menyentak putrinya disana.

'' Aisyahrani binti Muhammad Alamsyah!''

*****

Saat ingin memberikan secangkir teh kepada Fatih , Rani terjingkat kaget mendengar suara seseorang yang selama ini sangat dirindukan nya.

Saking terkejutnya Rani, ia sampai menjatuhkan cangkir yang berisikan teh ke lantai yang menimbulkan suara pecahan kaca.

Pyaaaarrrr

Bagaimana tidak terkejut, ibunya itu yang dianggap gila kini memanggil nama nya lengkap dengan nama ayahnya.

"Aisyahrani binti Muhammad Alamsyah!" sentaknya.

Rani mematung. Apakah ia tidak salah dengar? Jika yang memanggil nya tadi adalah ibunya? Benarkah itu?

Rani menoleh, matanya mengembun ingin menangis. Ia terpana melihat ibunya berdiri disana dengan wajah seram. Mata melotot dengan wajah yang memerah.

Rani berlari mendekati ibunya, lalu memeluk ibunya erat.

'' I-ibu...'' lirihnya dengan bercucuran air mata.

Begitu juga dengan Bude Risma dan dua orang yang sedang mematung disana.

Di-dia...

Fatih terpaku menatap wajah wanita itu. Ia terkejut melihatnya. Tak disangka wanita yang tadi menyentak putrinya , melepaskan putrinya dan pergi mendekati mereka berdua.

''Pembunuh!'' Sentaknya

Deg!

Seseorang disana membulatkan matanya. Ia terkejut melihat wanita paruh baya itu. Demikian juga dengan putra nya.

Bu-bukan kah wanita ini...

"Kau! pembunuh!" tunjuknya dengan mata memerah.

"Ka-kamu!'' tunjuk wanita itu. Ia tertegun melihat seseorang yang begitu dikenalnya.

''Pergi kau dari sini!! dasar pembunuh! kau sudah membunuh suamiku! kau pendosa! pergi kau dari sini! pergi!! pergii!!" jeritnya kuat.

Wanita tua itu tersentak mendengar ucapan wanita paruh baya itu. Sedangkan Rani, ia mematung.

Belum selesai dengan keterkejutan nya pada ibunya yang bisa memanggil namanya lengkap, sekarang dikejutkan lagi jika ibunya menuduh keluarga pemuda yang akan melamarnya pembunuh. Apa maksudnya ini?

Rani bingung. Bude Risma terpaku menatap adiknya yang bisa berbicara sadar tanpa ada rasa takut sama sekali.

Pembunuh? Apa maksud nya? Siapa pembunuh? Dan siapa yang dibunuh? gumam Bude Risma dalam hati.

Mereka semua termangu, sedangkan ibu yang dikira tidak waras ini mendatangi seorang ibu ibu disana yang berdiri melotot memandangi nya.

Tak disangka, ia melangkah dan medekati wanita itu. Tepat berada di hadapan wanita itu..

Plaakk!

Suara tamparan bergema di ruangan itu.

''Kau pembunuh! kau dan keluarga mu pembunuh!! karena kau! aku kehilangan suamiku!! kau yang telah merencanakan nya! pergi kau!! pergi!! aku tak mau berbesan dengan mu!! pergi!!!'' tunjuknya pada wanita itu.

Wanita itu gemetar kakinya, keringat dingin keluar dari sela porinya. Ia begitu terkejut, ketika mengetahui bahwa calon besannya itu adalah seseorang yang dulu pernah direncanakan untuk dilenyapkan olehnya.

Rani, Bude Risma, serta Fatih, mereka terkejut lagi melihat kebrutalan ibunya Rani.

Ibunya yang sedang dalam emosi tingkat tinggi, langsung saja menjambak rambut wanita tua itu. Ia menghardik nya beberapa kali serta menghempaskan nya ke tembok rumah mereka.

Darah bercucuran keluar dari pelipisnya.

''Aaakkhh..'' pekiknya ketika rambut serta kepala nya di hentak dengan bersama an.

''Pergi kau dari rumahku!! dasar pembunuh!! jika saja aku tidak menjerit waktu itu minta tolong! pastilah kau sudah membunuhku juga! wanita durjana! wanita gila harta!! pergi kau dari rumahku!!!'' pekiknya, seraya menghempaskan wanita tua itu kelantai hingga tersungkur.

Wanita tua itu terkulai lemas tak berdaya. Ia hanya bisa meringis menahan sakit di pelipis serta kepala nya.

Setan!! dasar wanita gila! hancur sudah reputasi ku disini! aku tak akan mengijinkan putraku menikahi gadis pembawa sial ini!! Apapun caranya, aku akan menghentikan nya!! dasar wanita gila..!! geramnya dalam hati.

Fatih yang melihat ibunya tersungkur, berlari dan memapahnya untuk berdiri dan duduk.

Sedangkan Bude Risma dan Rani mereka menahan ibu Rani yang mengamuk melihat wanita paruh baya itu.

'' I-ibu.. jangan begini.. nggak boleh Bu.. ibu nggak boleh seperti itu..'' tuturnya lembut.

Sedangkan wanita itu menatap nya tajam. Setajam silet. Matanya mengeluarkan aura yang begitu menakutkan.

Rani tersentak, ketika ibunya menarik nya menuju ke dalam kamar.

''Ibu!''

💕

Masih ada yang nunggu kah??

Maaf ya kemarin othor nggak up date? Kemarin bocil othor lagi demam, hari ini pun masih sama. Jadi othor nggak bisa pegang hp. Bisa, tapi cuma dua bab untuk cerita disebelah 😄😄 nggak untuk cerita yang ini.

Lumayan hari ini ada sedikit kemajuan. Dan Alhamdulillah udah mendingan.

Untuk menebusnya, othor akan update dua bab ya!

Khusus hari ini!

Waktu update tetap seperti biasa. Jangan lupa baca ya~

Terpopuler

Comments

Yuni Diaz Agiel

Yuni Diaz Agiel

🌹

2022-10-08

0

lihat semua
Episodes
1 Talak
2 Aisyahrani
3 Aisyahrani 2
4 Trauma nya kambuh lagi
5 Sarasvati Alamsyah.
6 Sepupu??
7 Menolak
8 Butuh Waktu
9 Nasehat Ibu untuk Rani
10 Masa lalu yang begitu kelam
11 Keluarga Fatih
12 Reza
13 Airin Rustamsyah
14 Dirumah Rani
15 Jawaban Rani
16 Mama dan Papa
17 Cerita Reza
18 Di jodohkan sejak kecil?
19 Shock
20 Dirumah Rani
21 Menikah dengan sepupu
22 Mertua
23 Mengamuk
24 Kebenaran dianggap kebohongan
25 Kenapa?
26 Ditikung Abang sendiri
27 Maafkan Abang, Dek..
28 Gagal
29 Tak sempurna
30 Makan malam
31 Bude alias Mama mertua
32 Liontin Berharga Untukmu dan Untukku.
33 Kepergian Reza
34 Foto profil
35 Ke pasar
36 Kemarahan Fatih
37 Rani Pergi
38 Diceraikan??
39 Sabar dan Tegar
40 Rahasia tersembunyi
41 Makam asli Ayah Alam
42 Cibiran tetangga
43 Kembali nya Reza
44 Mengabaikan
45 Marah
46 Menikah??
47 Mengamuk lagi??
48 Rani di kota Medan
49 Komplek Griya M
50 Tetangga baru
51 Makam ayah Alam
52 Rapuh
53 Liontin lagi
54 Penjelasan Reza
55 Bukti
56 Surat wasiat
57 Surat untuk Rani dan Reza.
58 Keputusan
59 Kabur
60 Istri Gilang
61 Pesan Rindu
62 Marah dan kecewa
63 Terpaksa
64 Karinita Bramantyo
65 Berbagi cerita dengan Gilang
66 Paket
67 Terpuruk
68 Kedatangan Paman Ali
69 Nasihat Alisa.
70 Ke rumah sakit
71 Sadar dari koma
72 Kedatangan Fatih
73 Memaafkan
74 Sah secara hukum tapi tidak sah secara agama
75 Mengalah untuk mendapatkan
76 Pelipur lara
77 Hidup Mandiri tanpa nya
78 Pertemuan pertama setelah sekian lama
79 Sesak
80 Pergi Dari hidupku!
81 Tidak mau!
82 Menyusul nya
83 Kembali ke Bogor
84 Meledak
85 Di bohongi
86 Bukan Pembawa Sial
87 Tuduhan tak berdasar
88 Teror
89 Teror 2
90 Dalang teror
91 Kembalinya Rani
92 Balas Dendam
93 Tak ada siapapun disini!
94 Diculik
95 Di sekap
96 Di sekap 2
97 Tertawa diatas penderitaan orang lain
98 Di pancing
99 Rekaman
100 Dapat!
101 Kesalahan dimasa lalu
102 Di buru sampai mati.
103 Jatuh ke dasar tebing
104 Tertembak
105 Keluar dari hutan
106 Masuk penjara
107 Pulang ke Medan
108 Undangan pernikahan
109 Pernikahan Rani dan Reza
110 Resepsi pernikahan Rani dan Reza.
111 Duda vs Janda
112 Bidadari surgaku
113 Janda kembang
114 Extrapart 1
115 Extrapart 2
116 Extrapart 3
117 Extrapart 6
118 Extrapart 7
119 Extrapart End
120 Pengumuman Novel baru udah rilis
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Talak
2
Aisyahrani
3
Aisyahrani 2
4
Trauma nya kambuh lagi
5
Sarasvati Alamsyah.
6
Sepupu??
7
Menolak
8
Butuh Waktu
9
Nasehat Ibu untuk Rani
10
Masa lalu yang begitu kelam
11
Keluarga Fatih
12
Reza
13
Airin Rustamsyah
14
Dirumah Rani
15
Jawaban Rani
16
Mama dan Papa
17
Cerita Reza
18
Di jodohkan sejak kecil?
19
Shock
20
Dirumah Rani
21
Menikah dengan sepupu
22
Mertua
23
Mengamuk
24
Kebenaran dianggap kebohongan
25
Kenapa?
26
Ditikung Abang sendiri
27
Maafkan Abang, Dek..
28
Gagal
29
Tak sempurna
30
Makan malam
31
Bude alias Mama mertua
32
Liontin Berharga Untukmu dan Untukku.
33
Kepergian Reza
34
Foto profil
35
Ke pasar
36
Kemarahan Fatih
37
Rani Pergi
38
Diceraikan??
39
Sabar dan Tegar
40
Rahasia tersembunyi
41
Makam asli Ayah Alam
42
Cibiran tetangga
43
Kembali nya Reza
44
Mengabaikan
45
Marah
46
Menikah??
47
Mengamuk lagi??
48
Rani di kota Medan
49
Komplek Griya M
50
Tetangga baru
51
Makam ayah Alam
52
Rapuh
53
Liontin lagi
54
Penjelasan Reza
55
Bukti
56
Surat wasiat
57
Surat untuk Rani dan Reza.
58
Keputusan
59
Kabur
60
Istri Gilang
61
Pesan Rindu
62
Marah dan kecewa
63
Terpaksa
64
Karinita Bramantyo
65
Berbagi cerita dengan Gilang
66
Paket
67
Terpuruk
68
Kedatangan Paman Ali
69
Nasihat Alisa.
70
Ke rumah sakit
71
Sadar dari koma
72
Kedatangan Fatih
73
Memaafkan
74
Sah secara hukum tapi tidak sah secara agama
75
Mengalah untuk mendapatkan
76
Pelipur lara
77
Hidup Mandiri tanpa nya
78
Pertemuan pertama setelah sekian lama
79
Sesak
80
Pergi Dari hidupku!
81
Tidak mau!
82
Menyusul nya
83
Kembali ke Bogor
84
Meledak
85
Di bohongi
86
Bukan Pembawa Sial
87
Tuduhan tak berdasar
88
Teror
89
Teror 2
90
Dalang teror
91
Kembalinya Rani
92
Balas Dendam
93
Tak ada siapapun disini!
94
Diculik
95
Di sekap
96
Di sekap 2
97
Tertawa diatas penderitaan orang lain
98
Di pancing
99
Rekaman
100
Dapat!
101
Kesalahan dimasa lalu
102
Di buru sampai mati.
103
Jatuh ke dasar tebing
104
Tertembak
105
Keluar dari hutan
106
Masuk penjara
107
Pulang ke Medan
108
Undangan pernikahan
109
Pernikahan Rani dan Reza
110
Resepsi pernikahan Rani dan Reza.
111
Duda vs Janda
112
Bidadari surgaku
113
Janda kembang
114
Extrapart 1
115
Extrapart 2
116
Extrapart 3
117
Extrapart 6
118
Extrapart 7
119
Extrapart End
120
Pengumuman Novel baru udah rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!