ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
------ back to Story :
Fara mengajak semua orang berkumpul di ruang makan untuk menyantap sarapan yang telah disajikan oleh Hakim.
Lelaki Arab itu menyapa semua orang saat tahu jika kedatangan tamu di istana tuannya.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Aku belum pernah ke Timur Tengah sebelumnya. Makanan ini enak," ungkap Hugo terlihat menikmati hidangan yang disajikan dengan jumlah yang sangat banyak.
"Pasti Anda kerepotan. Kami minta maaf," ucap Robin tak enak hati karena jumlah makanan itu sangat banyak.
"Tenang saja. Hakim hanya memasak sehari satu kali. Beberapa makanan dipanaskan, tapi masih layak untuk disantap," jawab Fara tenang, tapi semua orang jadi terlihat ragu untuk menyantapnya.
"Aku sudah memastikan semua makanan itu aman untuk dikonsumsi. Jangan ragu untuk menikmatinya. Jika kalian mati, akan kulempar keluar benteng sebagai santapan para monster. Kasihan, mereka juga kelaparan," sahut Hakim santai, tapi ucapannya cukup menohok.
"Aku tak protes apapun. Aku menikmatinya. Terima kasih, Hakim," sahut Bruno, dan diangguki lelaki bersurban itu.
"Mm, Fara. Apakah ada petugas medis yang siaga? Aku khawatir dengan kondisi mata King D. Ia harus segera diobati," tanya Irina terlihat cemas dengan kondisi sang kekasih.
"Aku bisa mengobati. Aku belajar ilmu medis dari Yu Jie, paman Jeremy dan juga bibi Sandara," sahut Fara dengan wajah berbinar.
"Ah, baiklah. Kalau begitu, tolong antarkan aku ke ruang medis tempat tabung Rohan tadi disimpan, Chen. Aku rasa, Fara akan membutuhkan bantuanmu nanti. Kau tak keberatan 'kan?" tanya King D dengan mata masih terbalut perban.
"Ya, tentu saja. Ayo!" ajak Chen yang membantu King D berdiri dan memapahnya perlahan.
"Kau tetap di sini saja, Sayang. Makanlah yang banyak, setelah itu ... suapi aku," pinta King D yang membuat Irina tersipu malu karena semua orang menatapnya sambil menahan senyum.
"Oke," jawabnya sembari kembali duduk tak jadi mengantar.
"Sabar ... sabar ... cobaan menjomblo itu lebih menyakitkan ketimbang gigitan monster. Otong yakin itu," jawabnya seraya mengelus dada, tapi membuat beberapa orang terkekeh.
"Kau seperti ayahmu, Otong. Hah, lelaki itu. Benar-benar sebuah keajaiban yang langka. Sepertinya, ada beberapa darinya yang menurun padamu," sahut Hakim seraya menikmati Mashui*.
Obama Otong tampak bangga dengan pujian itu seraya mengelus kepala gundulnya. Orang-orang terkekeh.
*Mashui adalah hidangan kingfish yang dibakar dengan pelengkap saus lemon atau nasi lemon. Kingfish dibakar dengan rempah-rempah Oman seperti kapulaga, merica, jahe, bawang putih dan pala.
King D pergi meninggalkan ruang makan yang biasanya digunakan oleh para tentara Sultan menuju ruang medis ditemani Chen. Fara akan menyusul usai menyelesaikan sarapannya.
Namun tiba-tiba, wajah Fara berubah serius saat mendapati Lucas dan Fabio muncul dengan membawa banyak pisang dalam dekapan.
"Kalian dapat dari mana pisang-pisang itu?" tanya Fara langsung melotot tajam.
Semua orang menoleh ke arah dua lelaki yang baru datang dengan curiga.
"Ada rumah kaca yang menanam pisang-pisang ini. Semuanya hanya ditumbuhi oleh pisang! Rasa pisang ini sungguh enak! Oleh karena itu, kami bawa kemari," sahut Lucas tampak kagum.
BRANG!
Seketika, semua orang langsung menatap Fara tajam. Mereka melihat perubahan drastis dari gadis itu saat ia terlihat marah karena melotot pada Fabio dan Lucas.
Hakim seperti menyadari sesuatu dan dengan sigap mendatangi Lucas serta Fabio lalu mengambil semua pisang-pisang itu.
"Fara, Fara, dengar. Ingat apa yang mimi katakan? Kita harus berbagi. Seperti pisang-pisang ini. Memang sudah seharusnya dipanen, jika tidak, akan busuk dan itu akan menjadi percuma. Dengan adanya mereka, kau tak perlu repot memanen sendirian. Terlebih, pohon-pohon itu cukup tinggi. Kau seharusnya berterima kasih, bukan marah pada mereka," ucap Hakim terlihat seperti berusaha menenangkan puteri dari majikannya.
Kening Irina berkerut karena melihat perubahan dalam diri Fara yang mengejutkan untuknya. Fara melirik pisang-pisang yang didekap oleh Hakim dengan senyum terkembang.
Perlahan, Fara memejamkan mata seraya mengembuskan napas panjang. Matanya kembali normal begitupula rambutnya. Semua orang yang kaget dengan perubahan itu hanya saling melirik dalam diam.
"Aku sudah kenyang," jawabnya masih terlihat kesal lalu pergi meninggalkan ruang makan usai menggebrak meja.
Hakim menghela napas panjang seperti lega akan sesuatu. Namun, ia berlari mengejar Fara sembari membawa satu sisir pisang pada gadis yang sedang merajuk itu. Fara menghentikan langkah terlihat bingung.
"King D belum mencoba pisang hasil tanimu. Berikan padanya. Pasti kakakmu akan menyukainya. Hadiahkan pisang ini saat ia bisa kembali melihat nanti," ucap Hakim dengan senyuman.
Fara tersenyum dengan anggukan. Ia menggendong pisang-pisang kesayangannya dan berjalan dengan langkah riang meninggalkan ruang makan.
Hakim kembali ke kumpulan orang-orang yang masih terlihat tegang dengan apa yang mereka lihat barusan.
"Katakan padaku, Hakim. Semuanya," tegas Irina menatap lelaki itu tajam.
Fabio dan Lucas ikut duduk untuk bergabung karena mereka berdua merasa sudah melakukan kesalahan. Hakim mengangguk pelan seperti ingin menceritakan sesuatu.
"Fara bangun lebih cepat dari penjadwalan waktu, sekitar ... satu bulan yang lalu. Tiba-tiba saja aku melihatnya sudah berjalan-jalan di koridor istana dengan riang. Kukira aku berhalusinasi, tapi ternyata memang dia. Dan saat itulah, aku melihat kekuatannya yang bagiku ... keren, tapi mengerikan," ucap Hakim terlihat tertekan akan perilaku baru dari anak majikannya.
"Kekuatan apa?" tanya Ritz penasaran.
"Kalian lihat saat ia marah dan terjadi perubahan pada dirinya?" tanya Hakim melirik ke semua orang yang menatapnya lekat.
"Ya, matanya berubah menjadi silver seperti perak," jawab Polo mantap dan Hakim mengangguk membenarkan.
"Selain itu, rambutnya yang bergelombang tiba-tiba menjadi lurus perlahan, tapi berkilau seperti emas," imbuh Hugo dari hasil pengamatannya. Hakim kembali mengangguk dengan senyuman.
"Ya, itu semua benar. Beruntung, dia belum berubah sepenuhnya. Jika hal itu terjadi, hanya keajaiban yang bisa membuatnya pulih dan normal layaknya manusia biasa," ucap Hakim yang membuat semua orang terlihat serius menyimak.
"Apakah ... kau pernah melihatnya berubah sepenuhnya? Seperti apa dia? Apakah ... berbahaya?" tanya Irina penuh selidik. Hakim diam sejenak terlihat seperti berpikir serius.
"Saat itu Fara marah karena sebagian kebun pisangnya rusak akibat diserang oleh hewan-hewan yang berhasil menerobos benteng di mana rumah kaca itu memang tak dilindungi persenjataan apa pun. Pisang-pisang kesayangan Fara dimakan oleh tikus, tupai, dan hewan-hewan lainnya. Saat itulah, aku melihat Fara berubah. Matanya menjadi seperti baja dengan warna perak berkilau dan perlahan, rambutnya yang keriting berubah menjadi lurus bagaikan jarum," tegasnya.
"Jarum?" sahut Lucas mengulang.
"Ya jarum. Rambutnya menjadi seperti jarum yang sangat panjang dengan ujung runcing dan berwarna emas. Fara marah dan ia menggerakkan tangannya. Seketika, rambutnya menjadi seperti landak. Fara mencabut rambutnya dan melesatkannya seperti sebuah tombak yang dilemparkan. Hewan-hewan itu mati tertusuk oleh rambut jarumnya itu. Sungguh, pemandangan yang mengerikan. Kupikir, aku akan mati karena serangan itu. Namun perlahan, rambut-rambut itu kembali lemas setelah hewan-hewan yang merusak kebunnya mati. Fara kembali riang setelah kuyakinkan jika pohon-pohon pisang itu bisa ditanami lagi," ucap Hakim menjelaskan.
Semua orang diam dan tampak tegang usai mendengar cerita dari Hakim tentang Fara yang baru diketahui oleh mereka.
"Jadi ... jangan membuatnya marah, begitu?" tanya Robin memastikan, dan Hakim mengangguk pelan.
"Jangan memakan pisang tanpa persetujuan darinya," tegas Bruno dan semua orang mengangguk membenarkan.
"Lalu ... ada lagi yang bisa kami ketahui agar tak terkena masalah darinya?" tanya Edward tampak cemas.
"Aku bukan baby sitter-nya. Sisanya, kalian cari tahu sendiri," jawab Hakim seakan tak mau repot.
Orang-orang mengangguk paham dan mulai bisa memahami karakter Fara. Tak lama, Fara muncul dengan langkah riang bersama Chen berjalan di sampingnya.
"Oh, mana D?" tanya Irina cemas.
"Kau tahu, Kak? King D memiliki mata seperti Marco dan Polo. Keren ya?" jawabnya dengan senyum terkembang.
Irina hanya mengangguk pelan karena ia memang sudah tahu hal itu sebelumnya.
"Selain itu, mata King D sama sepertiku. Silver!" serunya dengan wajah berbinar, tapi membuat semua orang yang tahu fungsi dari mata itu diam seketika.
"Alah hiyung, kakak adik kok sama aja. Sib, nasib ...," keluh Obama langsung meletakkan wajahnya di atas meja makan tampak tertekan.
Fara terlihat bingung karena wajah semua orang berubah masam seketika.
"Apa aku melewatkan sesuatu?" tanya Chen, tapi semua orang menggeleng pelan dengan wajah kaku.
Ritz memberikan kode dengan menaikkan dua alis bersamaan sembari menggaruk dagu. Chen ber-Oh seperti paham jika memang ada hal penting yang ia lewatkan dan akan diberitahu saat kondisi aman.
"Hei," sapa King D yang sudah terlihat sehat dan matanya tak berdarah lagi.
Irina begitu bahagia dan langsung berlari memeluk kekasihnya. King D menyambut pelukan hangat itu dengan senyum terkembang.
"Oh! Lalu ... bagaimana dengan Marco?" tanya Polo baru ingat akan nasib saudara kembarnya.
Hakim lalu mengajak orang-orang itu ke ruang tahanan. Semua orang cemas dengan kondisi Marco, tapi saat tiba di sana, kepanikan itu sirna seketika.
"Marco?" panggil Hugo dengan kening berkerut saat pria itu malah dilayani bak sultan dengan sajian buah-buahan segar di sekelilingnya.
"Oh, hai. Hem, hem, buah bernama kurma ini enak sekali. Hem, rasanya legit dan energiku serasa kembali. Aku sudah sehat lagi!" serunya senang seraya menunjukkan semangkuk kurma masih dengan batangnya.
"Hem, baguslah," sahut Fabio malas.
Marco lalu dibebaskan dari penjara. Pria bermanik merah itu kembali berkumpul bersama kawan-kawannya lagi.
King D sepakat agar mereka menetap di Oman sampai Rohan bangkit demi keselamatannya.
"Bagaimana, apakah India bisa dihubungi?" tanya King D mendatangi pusat kendali dengan Lucas dan Fabio diperbantukan sebagai petugas komunikasi.
"Ya. Souta dan teman-teman Rusia-nya mampu bertahan dari serangan monster. Katanya, mereka akan menjelajah sekitar untuk mencari persediaan bahan makanan. Mereka tetap akan tinggal di bunker karena tempat itu dirasa aman dan terlindung dari serangan monster," jawab Hakim, dan diangguki King D.
"Lalu ... bagaimana dengan markas lainnya?" tanya King D menatap Fabio dan Lucas bergantian di mana mereka sudah diberikan tugas untuk menghubungi markas lain dalam jajaran 13 Demon Heads serta The Circle.
"Newfoundland and Labrador Hotel milik Lysa masih bertahan. Safa dan Benjamin Lazo bersama anak buahnya melindungi wilayah itu. Kalau tidak salah ... Lysa itu ibumu bukan?" tanya Fabio, dan King D mengangguk dengan senyuman.
"Oia, kudengar jika tabung milik nyonya dan sultan menghilang. Apakah itu benar?" tanya Hakim serius.
"Ya. Oleh karena itu, kami harus ke tempat GIGA berada untuk melacak keberadaannya. Aku khawatir, jika ada tabung lainnya yang hilang. Bagaimana dengan tabung-tabung di tempat ini. Apakah semua aman?" tanya King D penuh selidik.
"Ya, semua aman. Aku juga memeriksa pengesetan waktu kebangkitan setiap hari. Tiap tahun, ada yang bangun. Seharusnya, tahun depan tabung agent S dan 4P bangkit."
"Oh! Agent S dan 4P ada di sini? Sejak kapan dipindahkan?" tanya King D yang tak mengetahui perubahan rencana tersebut.
"Itu karena, rumah agent S diserang oleh sekumpulan monster. Tabung mereka berhasil diselamatkan oleh para Black Armys penjaga. Mereka terpaksa menyusuri lautan karena daratan dirasa tak aman. Hingga akhirnya, Hakim menjemput mereka dengan helikopter kargo dan membawa kemari. Hanya saja, para Black Armys yang menolong saat itu telah tiada karena tabung mereka tertinggal di rumah itu. Mereka memilih menghabiskan sisa hidup dengan menjadi penjaga tabung di sini sambil membangun benteng," sahut Fara yang ternyata ikut menyimak dari balik pintu.
"Kau ada di sana saat benteng dibangun dan orang-orang itu diselamatkan? Atau Hakim yang memberitahumu hal itu?" tanya King D heran.
Fara tersenyum sembari melirik Hakim. Namun, pria tua itu terlihat gugup dan tak menjawab. Fara tersenyum lebar seolah hal itu bukan hal buruk untuknya.
"Jadi kau seharusnya sudah berumur berapa?" tanya Lucas berkerut kening.
"40 tahun. Awas saja memanggilku Tante," ancamnya menunjuk dengan wajah serius.
"Apakah dia baik-baik saja setelah kebangkitannya? Sudah kauperiksa seluruh fungsi organ tubuhnya?" tanya King D cemas.
"Aku sehat, tak perlu khawatir. Hakim sudah memeriksaku secara berkala tiap kebangkitanku," sahut Fara meyakinkan.
Kening King D berkerut. "Apa maksudmu tiap kebangkitanku? Hakim?" tanya King D langsung melirik pria tua itu tajam. Hakim menarik napas dalam.
"Itu karena, saat Anda melihat nona Fara ditidurkan untuk masa 20 tahun, dia sebenarnya sudah bangun pada kebangkitan pertamanya ketika 5 tahun. Nona Fara bersikeras untuk merasakan kehidupan selama 5 tahun. Setelah itu, dia ditidurkan lagi selama 10 tahun bersama dengan saya," jawab Hakim menjelaskan meski terlihat gugup.
Seketika, mata King D melebar. "Apa kau tahu akibat dari sikap sembronomu itu? Kau bisa cacat organ dalam! Sudah banyak orang-orang kita tewas karena prosedur kebangkitan yang salah! Bagaimana jika hal buruk itu terjadi padamu?!" teriak King D marah, dan seketika matanya berubah menjadi silver.
Praktis, Hakim, Fabio dan Lucas tegang seketika. Namun, hal serupa juga terjadi pada Fara yang seperti tak terima jika disalahkan.
"Kenapa kau selalu menyalahkanku? Buktinya aku tidak apa-apa. Aku sengaja melakukannya karena aku ingin melihat perkembangan Bumi sejak wabah monster dianggap bencana skala internasional!" balas Fara berteriak.
Namun, perubahan diri Fara lebih cepat ketimbang King D yang hanya matanya saja. Sedang Fara, rambutnya perlahan mulai menjadi lurus bagaikan jarum emas seperti yang Hakim jelaskan.
Mata King D menyipit dan ia bisa merasakan perubahan dalam diri adiknya itu. King D melirik Hakim yang melotot tajam tampak panik.
"Hei, bukan begitu. Aku hanya mencemaskanmu. Kau adikku satu-satunya. Aku sudah melihat kacaunya dunia semenjak kebangkitanku. Aku mendengar hal-hal buruk dari dampak wabah monster dan tabung itu. Aku tak mau kehilanganmu, Fara," ucap King D lembut seraya berjalan mendekat perlahan.
Semua orang tampak tegang dan seperti waspada akan hal buruk yang mungkin akan terjadi dari luapan amarah gadis cantik itu.
"Aku sangat menyayangimu dan aku tak mau kehilanganmu. Kau bisa mengerti 'kan?" tanya King D seraya memegang kedua pipi adiknya lembut dengan senyum tipis.
Seketika, amarah Fara mereda. Matanya kembali normal begitupula rambutnya yang meruncing perlahan tergolek lemas dan bergelombang.
"Aku juga sangat menyayangimu, D," ucap Fara seraya memeluk sang kakak erat.
Semua orang bernapas lega. King D tampak ragu saat akan mengelus rambut panjang sang adik karena ia melihat perubahan aneh itu.
Namun perlahan, ia menyentuhnya. Senyum King D merekah karena adiknya sudah kembali normal, tapi King D menyadari sesuatu.
"Oia. Katanya, kau sangat pintar membuat kue bolu pisang. Aku sangat ingin mengincipinya. Jadi, buatkan ya?" pinta King D manja dan Fara mengangguk dengan senyum terkembang.
Fara keluar dari ruang kendali seraya melompat-lompat riang bagai rusa kecil. Roknya yang merekah seperti penari balet tinggi selutut, membuat dirinya seperti bunga cantik yang mekar saat tidak dalam posisi menyerang.
"Ada yang bisa jelaskan padaku? Kenapa Fara menjadi seperti itu? Hakim?" tanya King D seraya melirik orang kepercayaan sang ayah.
Hakim menghela napas panjang. Untuk kedua kalinya, ia bercerita. Kali ini, King D tampak serius mendengarkan tentang kondisi sang adik yang tak pernah disangkanya.
***
tipsnya banyak jdi epsnya lele panjangin biar puasss😆 2k lebih ini jangan bilang kurang😑 lele padamu mak ben😘. besok lagi ya. kwkwkw🤭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
Ĺęø ♌️
bErArti mEski usia 40th gAg bErimbAs pd jiwA kEkAnAk2an yg tErsimpAn sLama 20th yAk,..atw itu kRn efEk tAbUng yg mEnyEbAbkAn mUtAsi pEriLaku fAra???
2022-06-05
0
Ĺęø ♌️
uda siLver, pErAk Lagi
2022-06-05
1
Ĺęø ♌️
ini hAkim yg mAnA???bUkAnnya hAkim miLik jAvie uda kOit yAk??
2022-06-05
1