India*

ILUSTRASI

SOURCE : GOOGLE

------ back to Story :

Praktis, semua orang segera mendatangi pusat kendali di markas Sarang Semut. Obama Otong mencoba untuk menghubungi markas di Oman, tapi tak ada jawaban. Tentu saja, hal itu membuat orang-orang dalam kelompok King D dilanda kecemasan.

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.

"Bos, Otong laper sumpah. Makan dulu baru pergi ya," pinta Otong memelas dan King D memaklumi hal itu.

Segera, para pria itu menyelesaikan makan mereka. Kapal perang dan kapal selam kembali diamankan agar tak dicuri oleh pihak-pihak yang memanfaatkan keadaan.

Sedang Souta, mengamankan markas Sarang Semut sebelum ia tinggalkan di mana rencana tak terduga untuk berkunjung ke Oman sebenarnya tidak ada dalam jadwal.

Menjelang dini hari, usai semua persiapan selesai, dua helikopter terbang meninggalkan Grey House.

Penerbangan kurang lebih menempuh waktu 8 jam, dimanfaatkan oleh Souta dan King D untuk menghubungi markas dari jajaran 13 Demon Heads dan The Circle untuk mencari tahu kabar dari mereka yang mungkin sudah terbangun.

"Bagaimana?" tanya King D karena sambungannya ke Oman dan India tak mendapat respon.

"Kastil Borka aman. Yusuke dan timnya telah tiba. Lalu ... informasi dari tim Marco-Polo tentang kelompok kita yang selamat di Seward benar. Mereka masih bertahan, tapi kemungkinan besar akan migrasi ke Kastil Borka, sebab tempat di pesisir pantai itu sedikit tidak aman karena terlalu terbuka," jawab Souta yang membuat senyum King D dan Irina merekah.

"Bagus. Kabarkan pada paman Dominic jika bibi Sakura dan kelompoknya akan berkunjung ke Kastil Borka. Minta mereka amankan rute dan gunakan cara paman Maksim untuk melindungi wilayah menggunakan darah bangkai monster," tegas King D.

Souta mengangguk paham. Ia kembali menghubungi pusat kendali di Kastil Borka, Rusia.

"Mulai ada titik terang dari bencana ini, King D. Aku lega," ucap Irina terlihat senang dan King D mengangguk pelan.

"Hanya saja, pusat komando tempat GIGA beroperasi masih tak bisa dihubungi. Apartemen Theresia di New York tak merespon, begitupula Perancis kediaman Darwin Flame, serta Kastil Boleslav di Rusia. Kita tak bisa melacak tabung-tabung yang terkoneksi dengan GIGA untuk saat ini. Satu-satunya cara, dengan mendatangi markas mereka," imbuh Souta.

"Aku mengerti. Kita selesaikan satu-satu, Paman. Pekerjaan kita sangat banyak dan menumpuk," sahut King D.

Tiba-tiba, pria berambut gimbal yang ikut satu helikopter dengan tim King D mengangkat tangan terlihat gugup. King D balas menatapnya lekat.

Mereka bicara dalam bahasa Rusia. Terjemahan.

"Bos. Bisakah ... kami diturunkan ke tempat yang bernama Kastil Borka? Maksudnya ... biarkan kami berkumpul dengan para pengungsi yang selamat. Jujur, kami sepertinya tak sanggup jika harus bertemu dengan para monster. Mereka ... sudah merenggut orang-orang yang kami kasihi. Kami ... tak mampu melihat kematian lagi," pinta pria tersebut tampak murung.

King D diam terlihat serius.

"Baiklah, usai dari Oman dan India, kami akan turunkan kalian ke Kastil Borka," jawab King D tenang dan orang-orang itu terlihat lega mendengar keputusan dari pemimpin kelompok itu.

"D!" panggil Ritz dari sambungan komunikasi.

"Yes?"

"Kami harus mengisi bahan bakar. Persediaan kami menipis. Jika kau melihat tempat pengisian di bandara, segera hubungi kami. Sepertinya, helikopter kami hanya bisa sampai ke India," jawab Ritz menginformasikan.

"Kalau begitu, kita ke India dulu saja. Kita melewati negara itu sebelum ke Oman. Akan lebih efektif dan hemat bahan bakar," ucap Irina berpendapat.

King D yang gelisah karena teringat akan nasib adiknya, mengangguk setuju. Obama Otong segera menginformasikan kepada tim Polo jika mereka akan mendarat di bandara negara India.

"Oke! Otong udah memetakan tempat. Ada tiga lokasi. Kalian coba hubungi hangar tersebut untuk izin mendarat. Kalau gak ada respon, nekat!" seru Obama Otong, dan Ritz menyatakan siap.

Akhirnya, penerbangan penuh kecemasan karena bahan bakar yang mulai menipis berakhir. Kurang lebih 4 jam perjalanan dari China ke India berhasil tak terkendala.

Marco dengan sigap melongok dari pintu helikopter untuk melihat keadaan dalam kegelapan.

"Bagaimana, Marco?" tanya Lucas siaga dengan senapan laras panjang dalam genggaman.

"Ada bau monster, tapi ... aku tak tahu mereka bersembunyi di mana. Sepertinya sedikit berbahaya. Bisakah kita ke hangar yang lain?" jawab Marco cemas dari analisisnya.

"Sayangnya tidak bisa. Aku tak mau ambil risiko helikopter kita jatuh atau mengalami kerusakan mesin. Kita pasti bisa mengamankan situasi seperti sebelum-sebelumnya," jawab Edward tampak ragu, tapi kondisi mereka terdesak.

"Kami akan melindungi kalian. Bergegaslah," jawab King D dari sambungan radio.

"Oke! Semua bersiap!" seru Polo memerintahkan anak buahnya untuk menyiagakan senjata, berikut melakukan pengisian cepat sebelum para monster menyadari keberadaan mereka.

Helikopter mendarat dengan mulus, tapi jantung semua orang berdebar kencang tak karuan.

Helikopter King D ikut mendarat. Irina tetap berada dalam benda terbang tersebut, tapi King D memilih turun.

"D ... jangan," pinta Irina cemas.

"Aku tak apa, Sayang," jawab pria itu dengan senyum terkembang dan melepaskan genggaman kekasihnya di pergelangan.

Irina tampak tak rela, tapi ia pasrah. King D keluar dari atap pelindung pada dudukkan depan dan berdiri di atasnya menggunakan sepatu magnet.

Baling-baling pada kendaraan kargonya berada di samping kanan kiri dan punggung, sehingga keberadaan D masih aman dari besi berputar tersebut.

King D melihat anak buah Polo berlari kencang menuju ke tempat pengisian bahan bakar untuk mencari drum-drum bahan bakar Avtur.

King D yang penasaran dengan kemampuan matanya, mencoba untuk mencari tahu fungsi-fungsinya.

"Aku mendapatkannya! Satu tong penuh!" seru Fabio gembira menunjuk sebuah drum yang berhasil ia temukan.

Praktis, senyum semua orang terkembang. Saat Fabio akan mengambil selang, tiba-tiba saja ....

"Fabio!" teriak Lucas yang membuat pria itu langsung menoleh ke belakang seketika.

"HARGHH!!"

"AAAA!" teriaknya panik dan segera berlari.

DOR! DOR! DOR!

Dengan sigap, Hugo menembak mati seorang monster yang muncul tiba-tiba dari dalam hangar masih mengenakan seragam layaknya petugas bandara.

Napas Fabio tersengal dan wajahnya pucat pasi. Saat pria asal Italia itu berhasil ditenangkan, lagi-lagi ....

"Mereka datang!" teriak Marco yang membuat mata semua orang melebar.

Segerombolan monster muncul dari dalam hangar yang gelap. Anak buah Polo langsung berlari menghindar karena bagi mereka percuma untuk melawan.

"Agh! Sial!" gerutu Ritz karena mesin helikopternya tak mau menyala.

"Otong, buka!" titah King D karena melihat situasi gawat di luar.

Praktis, para pria Rusia yang berhasil diselamatkan panik karena pintu helikopter terbuka lebar dan terlihat, puluhan monster berlari mengejar anggota tim Marco-Polo.

"Apa yang kaulakukan?! Tutup pintunya dan segera pergi dari sini!" seru pria berambut gondrong.

Irina yang mendengar hal tersebut tampak marah. Ia mendatangi pria gondrong itu dan BRUKK!!

"Agh!"

"Forest!" teriak salah satu anggota geng motor karena Irina mendorong pria itu hingga jatuh tersungkur keluar dari helikopter.

"Egois," ucapnya kesal dan mata hijaunya menyala seketika.

"Cepat masuk! Tinggalkan helikopter kalian!" seru King D yang melihat begitu banyak monster bermunculan dari tempat penyimpanan kendaraan terbang tersebut.

King D menduga, hal itu karena suara kencang yang mereka buat saat tiba di tempat tersebut.

"Ritz! Ayo!" ajak Edward sembari membuka pintu pilot helikopter, tapi Ritz seperti terjepit.

"Sial! Tali sepatuku tersangkut!" teriaknya marah dan panik.

"Lepaskan! Cepat!" seru Edward siap membidik monster yang berlari buas ke arahnya. "Argh!"

DOR! DOR! DOR!

"Jangan tembak! Hal itu membuat mereka semakin agresif!" seru Irina saat satu per satu anak buah Polo berhasil masuk ke dalam helikopter kargo milik King D.

"Lalu aku harus bagaimana? Membiarkan mereka memakan kami?!" teriak Edward kesal bukan main.

"Irina! Lakukan sesuatu!" desak Polo yang kini berdiri di samping pintu helikopter menunggu dua kawannya.

"Agh, tidak bisa. Aku ... tidak bisa," jawabnya yang terlihat kesulitan untuk mengeluarkan kemampuannya.

"Apa maksudmu tidak bisa?" tanya Bruno bingung menatap Irina lekat.

"Aku ... aku, agh!" erangnya kesal dan menjauh dari kumpulan para lelaki itu.

Irina kembali ke bangkunya dan memalingkan wajah. Semua orang kebingungan di mana kemampuan Irina yang bisa mengendalikan para monster seperti tak bisa digunakan.

Otong yang merasa keadaan gawat, segera lepas landas. Benda terbang itu melayang di ketinggian 5 meter agar para monster tak bisa menggapai mereka.

"Apa yang kaulakukan? Edward dan Ritz masih berada di luar!" teriak Chen panik yang berdiri di pintu helikopter.

"Diem! Otong lagi berusaha!" jawab pria Jawa itu kesal karena disalahkan. "Jangan karena kami mafia terus gak punya hati nurani," imbuhnya sebal.

"Marco! Polo!" teriak Edward panik karena Ritz masih berusaha melepaskan sepatunya dengan tergesa.

Akan tetapi, para monster yang gagal menggapai helikopter Obama, beralih untuk mengerubungi helikopter tim Marco-Polo.

"Otong! Sekarang!" seru King D lantang yang kini berjongkok di atas helikopter seperti siap melakukan sesuatu.

"Hem, rasakan," ucap Obama dengan wajah bengisnya.

KLIK! SWOOSH! BLUARRR!!

"WOW!" seru Edward sampai memejamkan mata saat sebuah misil meluncur dari helikopter kargo itu dan meledak hebat.

Namun anehnya, ledakan itu mengeluarkan asap berwarna hitam.

"Itu Rainbow Gas!" seru Polo yang ternyata menyadari jenis gas tersebut.

"Eh, kok tau?" sahut Otong bingung.

King D dengan sigap melompat dari ketinggian 5 meter dan tak mengalami cidera di kaki. Bahkan, dia bisa langsung berlari kencang.

"Dia sepertiku," ucap Marco yang teringat jika King D memiliki kemampuan berlari kencang sepertinya. Polo dan orang-orangnya mengangguk membenarkan.

"Menyingkir!" teriak King D mendatangi helikopter tim Marco-Polo. Edward menghindar dan GRAB!

"Oh!"

SRING! KLANG! BRUKK!

"Aggg!" erang Ritz saat dirinya ditarik oleh King D dan dilempar begitu saja hingga bergulung-gulung di landasan aspal.

Edward segera menolongnya, tapi Ritz jadi pincang. Mata semua orang menyipit saat melihat King D menggunakan sebuah belati yang menyalakan sinar terang dari senjata yang hampir mirip dengan temuan mereka kala itu.

"Seperti ... Silent Gold," guman Marco.

"Weh! Kok tau lagi?" sahut Otong kaget dengan tebakan orang-orang tim Marco-Polo.

"Agg, sial! Kakiku sakit! King D melepaskannya paksa," rintih Ritz karena sepatunya sampai lepas dan terlihat luka lecet di punggung kaki.

"Itu lebih baik dari pada ia memotong kakimu, Sobat," ucap Edward seraya memapah kawannya itu.

Namun, lagi-lagi, "AAAA!"

BRUKK!

"Kwkwkw, bos edian. Dikira itu manusia karung gandum apa ya? Main lempar-lempar aja," kekeh Otong saat melihat King D menangkap tubuh Edward lalu melemparkannya hingga masuk ke helikopter, begitupula dengan Ritz.

"D!" seru Hugo seraya melemparkan tali pengait ke bawah.

King D dengan sigap menangkapnya dan mengikat pinggangnya dengan pengait tersebut.

Tubuh King D tergantung seraya melihat ke bawah di mana para monster mulai mengejang karena mata mereka buta akibat terkena dampak dari Rainbow Gas.

King D mengembuskan napas pelan, dan seketika, SWING! DUK! BLUARRR!

"Oh! Dia ... membunuh mereka semua," ucap lelaki berambut punk saat melihat King D melemparkan beberapa benda seperti granat dalam kumpulan para monster yang mengerang kesakitan itu.

"Mereka ... tak bisa diselamatkan," ucap King D terlihat sedih.

Semua orang diam karena merasa ucapan King D benar. Akhirnya, helikopter kargo King D meninggalkan bandara kecil tersebut dengan tujuan kediaman Jamal, salah satu mantan anggota dewan 13 Demon Heads.

***

uhuy makasih tipsnya❤️ lele padamu💋

Terpopuler

Comments

Maryani Ani

Maryani Ani

gila ini mah warna baru sumpah bacanya 💕💕💕💕kemarin vesper aja keren ini tambah lagi

2022-09-09

0

alena

alena

👣

2022-06-12

1

alena

alena

😍

2022-06-12

1

lihat semua
Episodes
1 Kebangkitan King D
2 Kiamat?*
3 Si Mata Hijau*
4 Misi Dimulai*
5 Para Penyerang*
6 Militer Gadungan*
7 Menghilang?!*
8 Mengumpulkan Informasi*
9 India*
10 Para Monster Mengepung!*
11 Memecah Tim*
12 Bertukar Informasi*
13 Pengorbanan Jamal*
14 Para Penjaga India*
15 Menuju Oman*
16 Siapa Gadis Itu?*
17 Oman*
18 Menggemaskan, tapi Mengerikan*
19 Ulah Siapa?*
20 Rengekan Fara*
21 Oasis*
22 Salah Paham*
23 Terkepung
24 Maafkan Aku, Hakim*
25 Meninggalkan Oasis*
26 Anggota Baru*
27 Para Penjaga Oman*
28 Teluk Oman*
29 Informasi Yang Mengejutkan
30 HOPE*
31 Temuan Baru
32 Perubahan Mengerikan
33 Misi Ditunda*
34 Mengejar Penyusup*
35 Dia Dikenali Database*
36 Perubahan Jason*
37 Tentang Irina Tolya*
38 Mengungkapkan Kemampuan Tak Lazim
39 Memburu Hope*
40 Kapal Selam di Laut Arab*
41 Chip?*
42 Kemampuan Baru*
43 Reina Akiara*
44 Ada Yang Terbangun Lagi*
45 Bagi Tugas*
46 Mongolia*
47 Menjadi Dua Tim*
48 Krasnoyarsk, Rusia*
49 Dibodohi*
50 Menuju Rusia*
51 Di Ujung Tanduk*
52 Red Skull*
53 Perubahan Hugo
54 Menuju Jumbo Island
55 Markas Jeju, Korea Selatan*
56 Kemunculan Bojan dan Cucu*
57 Anadyr, Rusia*
58 GIGA Palsu?*
59 Ingat Nasihatku, Nero*
60 Selamat Tinggal, Tuan Bojan*
61 Bergejolak Lagi*
62 Kemampuan Aneh Obama Otong
63 Obama Bingung Sendiri
64 Detektor Kebohongan*
65 Ontario, Kanada*
66 Lake Superior, Canada*
67 Ulah Hope?*
68 Sasaran Hope
69 Saudara Vs Saudara
70 Markas Jumbo Island
71 Siapa Red?
72 Langkah Selanjutnya
73 Giamoco Island
74 Reina Mengambil Alih
75 Kegelisahan King D*
76 Dia Bangkit!
77 Petuah Jonathan
78 Keputusan Jonathan
79 Protokol Pembangkitan Level 1
80 Bercabang dan Rumit
81 Dibangkitkan Satu Per Satu
82 Jagung Rebus
83 Markas Greenland
84 Junior Si Pucat
85 GIGA DARA
86 Kami Mengenalinya
87 Hope di Islandia
88 Para Lelaki Bertopeng
89 Semakin Tak Terkendali
90 Hapus Data*
91 Munculnya Sig Hector Edelweiss*
92 Semakin Banyak Yang Berguguran
93 Rencana Tersembunyi Yu Jie dan Damian
94 Dia Berbahaya atau Tidak?
95 Kim Loria*
96 Kemampuan Unik Loria
97 Loria Si Gadis Berlendir
98 New York
99 Hampir Terlupakan
100 Dia Licik dan Cerdik
101 Tiba-tiba Saja
102 Tujuan Tersembunyi si Topeng Merah
103 Zurna Si Wanita Perkasa
104 Terminator Black Castle*
105 Mata Putih*
106 Tak Bisa Dibangkitkan?*
107 Melatih Kemampuan Unik
108 Memindahkan 20 Tabung*
109 Prancis*
110 Siapa Mereka?*
111 Satu Markas Aktif Lagi*
112 Colombia*
113 Mensiasati Ancaman Hope
114 Sengkuni?*
115 Cara Licik
116 Kisah Hope
117 Hilangnya Kemampuan
118 Mulai Berkumpul
119 Para Sukarelawan Manusia Super
120 Rekaman Mengejutkan
121 Wales, Inggris
122 Kubisa Mengendalikannya
123 Beralih Pihak
124 Wujud Lain Yang Mengerikan
125 Di Balik Kegelapan
126 Ancaman Sengkuni
127 Gerakan Mereka Terbaca*
128 Lalai
129 Menjadi Pelindung*
130 Tahanan Sengkuni
131 Solo*
132 Para Mafia Senior*
133 Utusan 13 Demon Heads?
134 Rute*
135 Siapa 1 Orang Terakhir?*
136 Bonus Play AB-1
137 Orang-orang Aneh*
138 Siapa Dia?*
139 Bonus Play AB-2*
140 Bonus Play AB-3
141 Jono The Gamer Release
142 Melody*
143 Mata Lainnya*
144 Mata Hitam*
145 Para Monster Menggila*
146 Bangkitnya Red Ribbon
147 Penyerangan Menyeluruh*
148 Gempuran Markas Lainnya*
149 Tentara Sengkuni
150 Jebol!
151 Teriakan Kematian
152 Kami Tak Akan Kalah!
153 Tak Sanggup Lagi
154 Menyerang Rusia
155 Dia Marah!
156 Mencari Celah
157 Panik!
158 Dia Menghilang
159 Mereka Datang!
160 Membersihkan Italia
161 Ada Cara Lain*
162 Datang dan Pergi
163 1 Miliar
164 Kami Berhasil
165 Serangan di Jeju
166 Serangan Aneh*
167 Dokter Gigi?
168 Gadis Yang Bersinar*
169 Markas Demon Kids?*
170 King D VS Sengkuni
171 Jangan Mati*
172 Penyiksaan Sengkuni
173 Sebuah Bisikan
174 Ditenangkan
175 Dua Topeng Merah
176 Belati
177 Menghabisi Para Monster Yang Tersisa
178 Dia Sakit
179 Tak Menyesal
180 Dia Abadi
181 Mengerahkan Segala Cara
182 Cukup Sampai Di Sini
183 Selamat Tahun Baru 2023 LAP*
184 Ke mana Mereka?
185 Presiden Dunia
186 Filipina
187 Rencana Sandara
188 Pemusnahan dan Pembersihan Monster di Seluruh Dunia
189 Terasa Mudah*
190 Membersihkan Jepang*
191 Dinetralkan Kembali
192 Limbah Bangkai Monster*
193 Tabung Khusus
194 Misi Eropa
195 Membersihkan Indonesia
196 Aksi Penyelamatan Afro
197 Manusia Setengah Makhluk Mitologi
198 Rencana Cadangan Sengkuni
199 Estafet
200 Kebangkitan Sun
201 Kebangkitan Durriyah, Buffalo dan Martin*
202 La Palma, Spanyol*
203 Pemusnahan Limbah Monster*
204 Para Monster Terakhir
205 Cape Canaveral, Florida*
206 Musuh Terakhir
207 Roket Monster*
208 Pengorbanan King D
209 Kebangkitan 13 Demon Kids
210 Berkumpulnya Demon Kids*
211 Misi Demon Kids*
212 Portugal
213 Bertemu untuk Berpisah
214 Era Evolusi*
215 Pembersihan Terakhir
216 Pemakaman dan Pembangkitan Masal
217 Bangkitnya Tabung-tabung Level 3*
218 Dia Mati
219 Sipil Berpendapat
220 Gelitik Aneh
221 Undang-undang Dunia
222 Dari Hati
223 21 Februari 2023
224 Inkubasi
225 Mengulang Tragedi Masa Lalu
226 Disembunyikan
227 RGB
228 Skenario Jordan
Episodes

Updated 228 Episodes

1
Kebangkitan King D
2
Kiamat?*
3
Si Mata Hijau*
4
Misi Dimulai*
5
Para Penyerang*
6
Militer Gadungan*
7
Menghilang?!*
8
Mengumpulkan Informasi*
9
India*
10
Para Monster Mengepung!*
11
Memecah Tim*
12
Bertukar Informasi*
13
Pengorbanan Jamal*
14
Para Penjaga India*
15
Menuju Oman*
16
Siapa Gadis Itu?*
17
Oman*
18
Menggemaskan, tapi Mengerikan*
19
Ulah Siapa?*
20
Rengekan Fara*
21
Oasis*
22
Salah Paham*
23
Terkepung
24
Maafkan Aku, Hakim*
25
Meninggalkan Oasis*
26
Anggota Baru*
27
Para Penjaga Oman*
28
Teluk Oman*
29
Informasi Yang Mengejutkan
30
HOPE*
31
Temuan Baru
32
Perubahan Mengerikan
33
Misi Ditunda*
34
Mengejar Penyusup*
35
Dia Dikenali Database*
36
Perubahan Jason*
37
Tentang Irina Tolya*
38
Mengungkapkan Kemampuan Tak Lazim
39
Memburu Hope*
40
Kapal Selam di Laut Arab*
41
Chip?*
42
Kemampuan Baru*
43
Reina Akiara*
44
Ada Yang Terbangun Lagi*
45
Bagi Tugas*
46
Mongolia*
47
Menjadi Dua Tim*
48
Krasnoyarsk, Rusia*
49
Dibodohi*
50
Menuju Rusia*
51
Di Ujung Tanduk*
52
Red Skull*
53
Perubahan Hugo
54
Menuju Jumbo Island
55
Markas Jeju, Korea Selatan*
56
Kemunculan Bojan dan Cucu*
57
Anadyr, Rusia*
58
GIGA Palsu?*
59
Ingat Nasihatku, Nero*
60
Selamat Tinggal, Tuan Bojan*
61
Bergejolak Lagi*
62
Kemampuan Aneh Obama Otong
63
Obama Bingung Sendiri
64
Detektor Kebohongan*
65
Ontario, Kanada*
66
Lake Superior, Canada*
67
Ulah Hope?*
68
Sasaran Hope
69
Saudara Vs Saudara
70
Markas Jumbo Island
71
Siapa Red?
72
Langkah Selanjutnya
73
Giamoco Island
74
Reina Mengambil Alih
75
Kegelisahan King D*
76
Dia Bangkit!
77
Petuah Jonathan
78
Keputusan Jonathan
79
Protokol Pembangkitan Level 1
80
Bercabang dan Rumit
81
Dibangkitkan Satu Per Satu
82
Jagung Rebus
83
Markas Greenland
84
Junior Si Pucat
85
GIGA DARA
86
Kami Mengenalinya
87
Hope di Islandia
88
Para Lelaki Bertopeng
89
Semakin Tak Terkendali
90
Hapus Data*
91
Munculnya Sig Hector Edelweiss*
92
Semakin Banyak Yang Berguguran
93
Rencana Tersembunyi Yu Jie dan Damian
94
Dia Berbahaya atau Tidak?
95
Kim Loria*
96
Kemampuan Unik Loria
97
Loria Si Gadis Berlendir
98
New York
99
Hampir Terlupakan
100
Dia Licik dan Cerdik
101
Tiba-tiba Saja
102
Tujuan Tersembunyi si Topeng Merah
103
Zurna Si Wanita Perkasa
104
Terminator Black Castle*
105
Mata Putih*
106
Tak Bisa Dibangkitkan?*
107
Melatih Kemampuan Unik
108
Memindahkan 20 Tabung*
109
Prancis*
110
Siapa Mereka?*
111
Satu Markas Aktif Lagi*
112
Colombia*
113
Mensiasati Ancaman Hope
114
Sengkuni?*
115
Cara Licik
116
Kisah Hope
117
Hilangnya Kemampuan
118
Mulai Berkumpul
119
Para Sukarelawan Manusia Super
120
Rekaman Mengejutkan
121
Wales, Inggris
122
Kubisa Mengendalikannya
123
Beralih Pihak
124
Wujud Lain Yang Mengerikan
125
Di Balik Kegelapan
126
Ancaman Sengkuni
127
Gerakan Mereka Terbaca*
128
Lalai
129
Menjadi Pelindung*
130
Tahanan Sengkuni
131
Solo*
132
Para Mafia Senior*
133
Utusan 13 Demon Heads?
134
Rute*
135
Siapa 1 Orang Terakhir?*
136
Bonus Play AB-1
137
Orang-orang Aneh*
138
Siapa Dia?*
139
Bonus Play AB-2*
140
Bonus Play AB-3
141
Jono The Gamer Release
142
Melody*
143
Mata Lainnya*
144
Mata Hitam*
145
Para Monster Menggila*
146
Bangkitnya Red Ribbon
147
Penyerangan Menyeluruh*
148
Gempuran Markas Lainnya*
149
Tentara Sengkuni
150
Jebol!
151
Teriakan Kematian
152
Kami Tak Akan Kalah!
153
Tak Sanggup Lagi
154
Menyerang Rusia
155
Dia Marah!
156
Mencari Celah
157
Panik!
158
Dia Menghilang
159
Mereka Datang!
160
Membersihkan Italia
161
Ada Cara Lain*
162
Datang dan Pergi
163
1 Miliar
164
Kami Berhasil
165
Serangan di Jeju
166
Serangan Aneh*
167
Dokter Gigi?
168
Gadis Yang Bersinar*
169
Markas Demon Kids?*
170
King D VS Sengkuni
171
Jangan Mati*
172
Penyiksaan Sengkuni
173
Sebuah Bisikan
174
Ditenangkan
175
Dua Topeng Merah
176
Belati
177
Menghabisi Para Monster Yang Tersisa
178
Dia Sakit
179
Tak Menyesal
180
Dia Abadi
181
Mengerahkan Segala Cara
182
Cukup Sampai Di Sini
183
Selamat Tahun Baru 2023 LAP*
184
Ke mana Mereka?
185
Presiden Dunia
186
Filipina
187
Rencana Sandara
188
Pemusnahan dan Pembersihan Monster di Seluruh Dunia
189
Terasa Mudah*
190
Membersihkan Jepang*
191
Dinetralkan Kembali
192
Limbah Bangkai Monster*
193
Tabung Khusus
194
Misi Eropa
195
Membersihkan Indonesia
196
Aksi Penyelamatan Afro
197
Manusia Setengah Makhluk Mitologi
198
Rencana Cadangan Sengkuni
199
Estafet
200
Kebangkitan Sun
201
Kebangkitan Durriyah, Buffalo dan Martin*
202
La Palma, Spanyol*
203
Pemusnahan Limbah Monster*
204
Para Monster Terakhir
205
Cape Canaveral, Florida*
206
Musuh Terakhir
207
Roket Monster*
208
Pengorbanan King D
209
Kebangkitan 13 Demon Kids
210
Berkumpulnya Demon Kids*
211
Misi Demon Kids*
212
Portugal
213
Bertemu untuk Berpisah
214
Era Evolusi*
215
Pembersihan Terakhir
216
Pemakaman dan Pembangkitan Masal
217
Bangkitnya Tabung-tabung Level 3*
218
Dia Mati
219
Sipil Berpendapat
220
Gelitik Aneh
221
Undang-undang Dunia
222
Dari Hati
223
21 Februari 2023
224
Inkubasi
225
Mengulang Tragedi Masa Lalu
226
Disembunyikan
227
RGB
228
Skenario Jordan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!