ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
---- back to Story :
Semua orang panik. Helikopter terpaksa lepas landas. Tim Marco-Polo meyakinkan Irina jika kekasihnya akan baik-baik saja mengingat King D memiliki kemampuan.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Geng motor bicara dalam bahasa Rusia. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Di mana dia?!" tanya Irina panik karena tak melihat King D dari tangkapan matanya.
"Sial! Pakaian tempur King D ada di helikopter! Bagaimana kita melacaknya?!" tanya Ritz yang berhasil mengamankan beberapa perlengkapan sebelum monster datang.
"Di sana!" teriak Polo yang berhasil melihat pergerakan King D.
"Ya Tuhan!" pekik Irina panik saat melihat King D mencoba menyelamatkan Jamal dengan berlari menerobos para monster sembari menyabetkan pedang Silent Blue dari genggaman tangan.
"Dasar gila! Dia bisa mati dikeroyok jika para monster itu berhasil menangkapnya!" pekik Marco sampai melotot karena ia tak pernah senekat pria berjambang itu.
"Tuan Jamal!" panggil King D lantang saat ia melompat setelah menggunakan tubuh seorang monster sebagai pijakannya.
Jamal tertegun dan menoleh seketika. Namun, BRUKK!!
"Tuan Jamal!" teriak King D ketika dua orang monster muncul usai menerobos pagar besi dan menabrak Jamal dari samping hingga pria tua itu jatuh bergulung-gulung dan terluka.
"King D! Kill me! Kau sudah berjanji padaku! Argh!" teriaknya mengerang saat kedua kakinya ditangkap oleh seorang monster dan menariknya.
Napas King D tersengal karena kini, ia harus melawan sekumpulan monster yang mencoba untuk menyerangnya.
Mata King D melotot saat Jamal berusaha melawan dengan menyingkirkan tangan kotor para monster yang ingin mencabik tubuhnya.
"King D!" teriak Jamal yang sudah tak mampu lagi untuk melawan karena kini, ia dikerumuni oleh para monster.
KRAUKK!!
"Arrghhh!" erang Jamal saat gigi-gigi tajam itu mulai merobek kulitnya.
"D!" teriak Irina panik dari atas helikopter.
Obama Otong gemetaran saat melihat Jamal tersiksa dan terlihat sudah tak mampu lagi melawan karena tubuhnya terkoyak.
Souta dengan sigap mendatangi kendali senjata dan KLIK!
Obama terkejut saat Souta tampak sedih, tapi wajahnya tegang. Seketika, BLUARR!! BUZZ!
"Hah! King D masih di bawah sana!" teriak Irina panik karena Rainbow Gas hitam kembali menyeruak. Kepulan gas hitam pembunuh itu menyelimuti para monster yang berkumpul. "Paman! Kau membunuh King D!" pekik Irina marah. Seketika, mata hijaunya menyala.
Namun, "Hei, lihat!" teriak Hugo ketika mendapati seorang manusia muncul dari kepulan asap dengan berlari kencang.
Namun, BRUKK!
"Itu King D!" teriak Fabio saat melihat pemilik warna mata tak lazim itu ambruk di luar kepulan asap dan mengerang di atas landasan.
"Cepat turun!" titah Polo.
Obama dengan sigap melakukan yang diperintahkan. Irina dengan cepat melompat dari ketinggian 1 meter padahal helikopter belum mendarat sempurna.
Namun, wanita cantik itu beruntung karena tak terluka. Irina berlari ke arah King D di mana matanya berdarah hingga seluruh ototnya menegang.
"Oh! D! D!" panggil Irina panik dan segera mengambil botol serum dari saku kekasihnya. Irina memecahkan kapsul itu dan meminumkannya dengan tergesa ke mulut kekasihnya dengan tangan gemetaran. "Hah, dua, dua, aku harus memberikannya dua!" ucap Irina lagi yang memberikan kapsul terakhir dari stok yang tersedia dalam wadah.
"Irina!" teriak Fabio panik karena masih ada monster yang berhasil selamat meski mereka mengerang kesakitan.
Polo dan lainnya segera turun. Senapan laras panjang belum sempat diisi ulang, tapi mereka tak tinggal diam.
DOR! DOR! DOR!
Suara letusan peluru dari pistol sebagai senjata cadangan digunakan untuk membunuh para monster itu.
Para pria Rusia kini ikut andil di mana mereka berusaha melindungi pemimpin yang terluka parah terkena dampak dari Rainbow Gas hitam.
Irina menangis, meski King D mulai tenang. Namun, air mata darah masih mengalir dari ujung mata pria tampan itu.
Irina memeluk King D erat, dan seketika, para monster beringas di sekitar mereka seperti ikut merasakan duka dari Irina.
Perlahan, mereka merunduk dengan pandangan tak menentu seperti orang bingung.
"Hei! Hei! Hentikan tembakan! Lihat!" titah Polo saat melihat gerak-gerik para monster yang seperti bingung akan sesuatu karena mereka berpaling dan tak lagi menyerang.
Marco menatap Irina lekat yang menangis sedih karena King D terluka. Souta mengunyah kapsul hitam dan mendekat ke arah kepulan asap beracun itu.
Semua orang menatap Souta lekat seperti ingin memastikan sesuatu. Tak lama, Souta muncul dengan wajah sayu.
"Tuan Jamal telah tiada. Aku ... tak sanggup menguburkannya. Bakar saja," ucap Souta yang membuat semua orang terkejut.
Obama Otong tampak sedih, tapi mengangguk. Para pria Rusia menuangkan derigen persediaan berisi bensin ke tumpukan mayat para monster yang telah tewas usai mencabik hingga tubuh Jamal terkoyak dan tak bernyawa.
WHOOM!
Kobaran api dengan bau daging terbakar membuat suasana duka di tempat itu sedikit berbeda karena masih ada beberapa monster di sekitar, tapi mereka tak menyerang.
"Irina, aku ...."
Irina diam saja, tapi air matanya kini sudah tak mengalir. Irina menggendong King D masuk ke dalam helikopter di punggung.
Semua orang terkejut karena wanita cantik itu sangat kuat ketika mengangkat tubuh King D yang diketahui sangat berat ketika tak sadarkan diri.
Irina merebahkan King D di kursi. Saat semua orang berkumpul dan siap lepas landas.
TET! TET! TET!
"Ada apa?" tanya Fabio heran.
"Overload! Kok bisa?!" jawab Obama Otong bingung.
"Oh! Apa mungkin karena King D pingsan? Oleh karena itu, berat tubuhnya jadi berkali-kali lipat?" tanya Marco menduga.
Obama langsung menepuk jidat karena ia baru menyadari hal itu. Semua orang tampak bingung.
Obama terlihat pusing seperti ingin menyingkirkan beberapa barang yang dirasa bisa mengurangi muatan. Tiba-tiba, Souta turun dari helikopter.
"Paman!" teriak Otong karena Souta terlihat siap dengan ransel dalam gendongan.
"Aku akan menjaga India. Pergilah. Aku akan baik-baik saja," ucapnya yang membuat semua orang melebarkan mata. "Ini salahku. Karenaku, King D terluka. Pastikan misi kalian berhasil," imbuhnya yakin lalu mendekati bangkai salah satu monster yang mati karena tebasan pedang Silent Blue milik King D.
Semua orang terdiam saat Souta melumuri tubuhnya dengan darah itu hingga sosoknya tampak menyeramkan. Irina tampak terkejut, tapi diam.
"Aku minta maaf, Irina. Pergilah ke Oman seperti dalam jadwal. Lalu, temui Yu Jie. Dia bisa menyembuhkan King D. King D akan baik-baik saja, dia pria tangguh," ucap Souta yang membuat Irina merasa bersalah.
Namun, hal mengejutkan lainnya kembali terjadi.
"Aku akan ikut denganmu, Tuan!" panggil salah satu pria Rusia berambut punk turun dari helikopter seraya membawa sebuah tas ransel. Kening Souta berkerut ketika lelaki itu ikut melakukan hal yang sama sepertinya. Lelaki itu berlari ke arah Souta dengan tergesa. "Aku akan menemani dia untuk menjaga India. Aku hanya akan menjadi beban jika ikut kalian," ucapnya gugup.
Semua orang diam seperti bingung dalam bersikap, tapi ternyata, empat pria lainnya dari anggota geng motor turun.
Mereka diam saja tak mengatakan apa pun dan langsung melumuri tubuh dengan darah monster.
TING!
Sensor pada helikopter kembali menyala biru di mana muatan dirasa sudah sesuai standar terbang. Obama tampak sedih, berikut semua orang dari tim Marco-Polo.
"Kami akan baik-baik saja. Kami akan bersembunyi di bunker. Pergilah sebelum para monster kembali beringas!" titah Souta lantang, tapi Obama tampak ragu.
Souta lalu meminta lima orang Rusia ikut dengannya ke tempat Jamal menunjukkan lokasi tabung disimpan. Mereka bergegas masuk dalam bunker dan tak terlihat lagi sosoknya.
"Mereka ... sudah memutuskan. Kita pergi," ucap Irina terlihat sedih.
"Tak ada gunanya memaksa. Ayo! Kita masih memiliki jadwal dan juga tugas penting menjaga pria bernama Rohan ini sebelum kebangkitannya," tegas Polo seraya berdiri di samping tabung Rohan.
Obama akhirnya mengangguk dan menutup pintu helikopter. Benda terbang itu akhirnya melayang dan melaju meninggalkan India.
Para monster masih berada di sekitar tempat itu, tapi tak agresif seperti masih bisa merasakan duka dari Irina.
"Ini ... salahku. Aku membuat paman Souta mengorbankan dirinya," ucap Irina meneteskan air mata.
Semua orang memilih diam, tapi seketika, wanita cantik itu terperanjat saat merasakan tangannya digenggam oleh sang kekasih yang ternyata sudah sadar.
"Jangan sia-siakan pengorbanan paman Souta dan lainnya. Dia pria hebat dan bisa bertahan sejauh ini. Seharusnya, dia bisa mengamankan India. Kita akan datang menjemputnya kembali dan berkumpul bersama lainnya. Tolong, ingatkan aku dengan janji ini, Irina," ucap King D dengan mata masih terpejam.
Irina mengangguk dan memeluk kepala King D erat. Semua orang lega karena King D sudah sadar.
Namun, Obama tetap menyesal karena terpaksa meninggalkan Souta bersama lima orang Rusia di negara yang dipenuhi oleh para monster. Lelaki gundul itu diam saja terlihat murung selama penerbangan.
***
masih eps bonus tips dari jeng bee❤️lele padamu💋uhuy bang Harry Potter nimbrung dsni ah😆 LAP jgn lupa like dan vote poinya ya~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
Maryani Ani
💕💕 emang pasangan saling melengkapi
2022-09-09
0
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
Lee pen nanya babang souta udah pnya bini blm🤭
2022-07-16
0
👑ઽђłઽઝђα HS💎🖤💣
soutaaaa hhmmmm
2022-06-22
0