Otong yang melihat jika bosnya dikejar oleh para monster segera mengambil tindakan. Tali tangga sudah dinaikkan agar tak digapai oleh para manusia sakit itu.
Tim Marco-Polo bicara dalam bahasa Inggris. Geng Motor bicara dalam bahasa Rusia. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Lindungi King D!" seru Polo saat melihat keberadaan pemimpin kelompok mereka sedang mengayuh sepeda sekuat tenaga menghindari kejaran monster.
Souta yang duduk di bangku depan dengan Otong masih fokus mengemudi, terlihat serius seperti memikirkan sesuatu.
"Mereka akan terus mengejar kita, Otong. Kita tak mungkin bisa kabur dari para monster," tegas Souta yang membuat semua orang langsung diam menyimak.
"Terus sekarang kita harus gimana, Paman? King D sama mbah Jamal bisa mati kalau gak ditolong," tanya Obama panik.
Tak lama, Irina kembali masuk ke ruangan tempatnya duduk tadi. Wanita cantik itu menatap Souta lekat.
"Bunuh mereka semua. Biarkan para monster mati," ucap Souta dengan wajah datar, tapi membuat Irina menyipitkan mata dan mendekati seniornya itu. "Mereka sudah tak bisa diselamatkan lagi, Irina. Kau tahu itu. Kau bisa merasakannya 'kan? Kau memiliki darah monster dalam tubuhmu. Kau tak mungkin bisa mengendalikan mereka semua. Kau masih memiliki batas dalam penggunaan kemampuanmu," tegas Souta melotot tajam pada puteri dari Sia dan William tersebut.
Irina memalingkan wajah, tapi seperti sepemahaman dengan pria asal Jepang tersebut.
"Kita sekarang harus bagaimana? Banyak monster mengejar helikopter kita!" tanya Lucas panik saat melihat dari pintu helikopter yang masih terbuka jika para monster berlari kencang mengikuti mereka dari permukaan.
"Gunakan Rainbow Gas. Asapnya akan terbawa angin dan akan membunuh mereka semua. Cepat," titah Souta masih duduk di bangkunya.
Obama Otong mengangguk pelan. Seketika, Otong menghentikan laju helikopternya dan membuatnya terbang melayang.
Ia kini menghadapkan moncong bagian depan kendaraan terbang itu ke sekumpulan para monster yang berlari dengan ganas ke arah mereka.
"Semoga ... dosa-dosa kalian selama di Bumi dimaafkan. Maaf ya, ini terpaksa," ucap Otong terlihat sedih.
KLIK! SWOSHH!!
BLUARRR!!
Ledakan besar terjadi di beberapa tempat di mana para monster terlihat. Obama Otong meluncurkan misil berisi Rainbow Gas.
Seketika, kepulan asap warna hitam menyeruak di sekitar kota itu hingga tertutupi. Para manusia yang selamat dalam helikopter terlihat sedih karena bagaimanapun, dulunya orang-orang itu adalah manusia sehat, tapi terkena dampak dari serum Monster.
Suara erangan kematian terdengar bersahut-sahutan. Souta berdiri dan mendatangi peti berisi persenjataan buatan Vesper Industries.
Ia memberikan granat tabung kepada seluruh orang dalam kabin pesawat untuk dilemparkan.
"Selesaikan," perintah Souta, dan orang-orang itu mengangguk.
Helikopter melaju pelan ketika orang-orang dari atas helikopter melemparkan granat tabung ke kumpulan para monster yang menggelepar karena mata mereka buta.
Peluru-peluru tajam itu menembus tubuh para monster tersebut dan menewaskan mereka satu per satu.
Irina duduk dengan lesu di bangku terlihat sedih karena tak menyangka jika tak bisa menyelamatkan para manusia sakit itu.
"Tak ada gunanya aku hidup di zaman ini, Otong. Dulu ... bibi Sandara berkata padaku jika akulah harapan untuk menyembuhkan mereka, tapi ... sepertinya hal itu salah. Aku tak bisa melakukan apa pun untuk memulihkan mereka," ucap Irina sedih dan air matanya menetes begitu saja.
Semua orang di helikopter yang mendengar hal itu tertunduk diam usai menyelesaikan tugas mereka untuk melemparkan granat tabung.
Namun, cara itu berhasil karena tak ada lagi monster yang mengejar kendaraan mereka. Hanya saja, mereka yang fokus melakukan serangan, kehilangan jejak King D. Bahkan, sensor pelacak tak menemukan keberadaannya.
"Di mana si bos?!" pekik Obama Otong panik karena sinyal King D menghilang begitupula sosoknya dari permukaan.
Praktis, Irina panik dan ikut melihat dari jendela samping ia duduk mencari keberadaan kekasihnya. Souta kembali ke dudukan depan dan ikut mencari.
"Ke mana itu D sama mbah Jamal? Alah hiyung ... pie iki?!" keluh Obama Otong cemas.
"Kita daratkan helikopter di tempat yang aman dan cari mereka. Aku yakin, mereka masih hidup dan berada di suatu tempat. Mungkin, sedang bersembunyi," tegas Souta menenangkan.
Semua orang mengangguk setuju. Polo melihat ada helipad dan juga landasan pesawat seperti milik pribadi di sebuah pekarangan bekas bangunan tak terawat, sedikit jauh dari pusat kota tempat mereka menemukan Jamal.
Obama dengan sigap mengarahkan helikopternya ke landasan itu untuk menurunkan penumpang.
Marco dengan sigap menggunakan indera penciumannya di mana kali ini, ia menyatakan jika lokasi itu aman karena tak tercium bau monster.
Helikopter mendarat dengan mulus di saat matahari mulai bersinar terang. Tim Marco-Polo dengan sigap turun dengan persenjataan lengkap mengamankan sekitar.
"Susuri wilayah ini dan pastikan kita aman sebelum menggunakan lokasi ini untuk bermalam," tegas Souta yang kini mengambil alih kepemimpinan dalam misi pencarian King D.
Polo dan timnya memasuki sebuah hangar dengan hati-hati. Mereka menemukan bangkai pesawat yang sudah tak bisa digunakan dan ditinggalkan dalam keadaan usang.
"Hangar aman, Capt!" seru Hugo.
Souta mengangguk paham di tempatnya berdiri samping helikopter King D.
Sedang para pria Rusia seperti ketakutan saat dipaksa keluar oleh Souta dari kendaraan terbang yang selama ini mengamankan mereka.
Lima lelaki itu berjalan dengan gugup saat mengarahkan moncong senjata ke sekitar tempat.
"Kenapa kita tak terus terbang saja? Tempat ini membuatku merinding," ucap salah satu pria berambut gimbal tampak pucat.
"Berhenti jadi pengecut! Jika ingin selamat dari wabah ini, kalian harus berani. Aku heran, bagaimana kalian bisa bertahan sejauh ini dan tetap selamat?" tanya Souta menatap lima pria Rusia itu curiga.
Lima orang itu tampak gugup dan menelan ludah. Irina dan Obama turun lalu mendekati Souta yang menyipitkan mata pada anggota geng motor itu.
"Ada apa, Paman?" tanya Irina penasaran.
"Aku tak percaya pada mereka. Tinggalkan orang-orang itu di sini," tegas Souta, tapi membuat lima pria Rusia itu ketakutan.
"Jangan, Tuan! Jangan! Kami sudah mengatakan pada King D dan lainnya alasan kami masih hidup. Ka-kami minta maaf jika bersikap seperti pengecut. Itu karena kami takut," ucap salah seorang pria berambut punk minta belas kasih.
Namun, Souta masih menatap mereka tajam. Tim Marco-Polo yang merasa jika tempat itu aman segera berkumpul mendatangi Souta.
"Kita bermalam di sini sampai King D dan tuan Jamal ditemukan. Kita akan bagi kelompok dan orang-orang Rusia ini harus ikut mencari. Aku tak percaya jika mereka menjaga helikopter," tegas Souta, dan orang-orang dari tim Marco-Polo langsung menatap pria dari geng motor itu saksama.
"Kami mengerti, Paman," tegas Polo.
Obama Otong lalu memberikan tiga buah tablet kepada Polo, Marco dan Souta sebagai pemimpin tim.
Mereka akan dipecah menjadi 3 kelompok untuk mencari keberadaan King D dan Jamal menggunakan pelacak yang terkoneksi dengan sistem di helikopter.
"Maaf gak bisa ikut. Otong kudu jaga helikopter biar aman," ucap Obama, dan para pria itu mengangguk mengerti.
"Kau juga sebaiknya tetap di sini Irina untuk menyiapkan tempat beristirahat dan makanan. Saat kami kembali, pastikan perut kami terisi penuh," tegas Souta dan Irina tersenyum tipis.
Ritz yang masih terluka, diminta berjaga bersama Otong dan Irina. Pria itu mengangguk mengerti dan siap dengan sepeti berisi persenjataan Vesper Industries di samping ia duduk pada pintu helikopter yang terbuka.
Tiga tim segera berpencar untuk mencari keberadaan King D. Souta meminta mereka berkumpul di hangar sebelum matahari tenggelam. Orang-orang itu mengangguk paham dan bergegas pergi.
Anggota tim Souta berisi Lucas, Fabio, Edward, dan Chen. Lalu anggota tim Polo berisi Hugo, Bruno, dan Robin. Sedang anggota tim Marco berisi lima orang Rusia di mana pria bermanik merah itu memiliki rencana khusus pada orang-orang geng motor tersebut.
Irina tampak cemas, tapi Ritz meyakinkan jika kawan-kawannya sudah terbiasa dengan hal mengerikan ini.
Irina percaya dan segera menyiapkan tempat di mana Otong mengajak kekasih King D untuk ke tempat teduh dekat bangkai pesawat.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
uhuy makasih tipsnya mimi❤️ lele padamu💋 yang belum pada sedekah, kuy! kwkwkw ngarep😆
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
alena
😍
2022-06-12
1
Ĺęø ♌️
qr2 mOnster di Indo gMn yAk???🤔 mAcAm mOnstErnya Aju kAh???
2022-06-01
2
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
kmna kah Babang king D bersama mbah jamal🤔
2022-05-30
1