Para Penyerang*

Praktis, Obama Otong pucat seketika. Kini, 10 pasang mata menatapnya tajam.

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.

"Aku cukup yakin dengan yang kudengar, Obama. Maksudmu ... kami dicuci otak, begitu?" tanya Polo menatap Otong tajam hingga pria itu malah bergidik ngeri karena mata biru Polo menyala terang.

"Kau yang bilang sendiri pada kami untuk jujur tentang semuanya, dan sudah kami katakan yang sebenarnya. Sekarang, giliran kami menagih kejujuran darimu," tegas Hugo ikut menatap Otong tajam hingga pria botak itu menelan ludah.

"Oke, oke. Calm, sabar ... jangan esmosi. Sini, sini, kita lesehan dulu. Otong akan kasih dongeng sebelum perang. Duduk sini, Nak. Ayo, ayo," ajaknya kikuk karena takut dikeroyok atau bahkan dipukuli.

Marco dan kawan-kawannya menuruti perintah lelaki asal Jawa itu. Dan akhirnya, Obama Otong menceritakan kisah yang sudah berpuluh-puluh tahun lamanya tersimpan rapat.

"What?! Jadi sebenarnya ... kami berdua selama ini sudah terlibat dalam kehidupan mafia? Tapi ... karena permintaan Vesper di akhir hidupnya untuk mengamankan masa depan kami, para mafia senior menghapus ingatan kami? Begitu?!" pekik Marco sampai matanya melotot.

"Nah, pinter," jawab Obama dengan dua jempol dan senyum merekah.

"Lalu ... karena King D menguping saat itu, jadi hanya kau dan dia yang tak terkena dampak dari gas halusinasi untuk mencuci otak? Wow!" sahut Polo sampai sulit untuk menjabarkan isi pikiran dalam ucapan.

"Ya, begitulah. Kita kan anak-anak jenius, jadi ya ... gak gampang dibodohi. Namun, ada gunanya 'kan Otong dan King D gak kena dampak. Toh, kalian jadi tahu kisah sebenarnya," ucap Otong terlihat bangga, tapi bagi Marco dan Polo mereka seperti dipermainkan.

"Jadi ... kami berdua sebenarnya memiliki banyak teman?" tanya Polo, dan Otong mengangguk mantap dengan dua tangan melipat di depan dada. "Biar kutebak, mereka masih tertidur?" Otong kembali mengangguk. "Jadi ... kapan mereka bangun? Jujur, aku merasa senang karena ternyata dulu aku memiliki kehidupan yang tak pernah kuduga sebelumnya," sambung Polo dengan senyum terkembang.

"Soal itu, Otong gak yakin. Harus liat penunjuk waktu pada tabung buat tahu kapan mereka bangkit," sahutnya malah melihat atap ruangan.

"Wait, wait. Kau malah senang karena dulunya memiliki pengalaman hidup menyeramkan di kalangan mafia?" tanya Robin heran menatap kawannya lekat.

"Bukan begitu. Seperti yang kubilang sebelumnya. Aku merasa, ada gejolak lain dalam diriku. Maksudnya, bukan sekedar sebagai warga sipil. Aku dan Marco seperti terbiasa hidup dalam kondisi mencekam. Hanya saja, saat itu kupikir jika hal tersebut efek dari terlalu banyak menonton film action," jawab Polo santai, tapi Marco dan Otong malah terkekeh.

"Hem, tapi kurasa ada benarnya juga. Saat mereka hidup dengan banyak monster, Marco dan Polo tampak biasa saja. Sedang kita, ketakutan setengah mati," sahut Chen pucat seketika.

"Baiklah! Aku jadi bersemangat! Itu karena masih banyak orang yang hidup meski dalam tabung. Jadi, ayo bangunkan mereka dan ajak untuk membantu membasmi para monster!" seru Marco semangat dan disoraki oleh semua orang yang sependapat dengannya.

"Maaf jika mengecewakan. Namun, aku dan Irina sudah sepakat jika hanya para senior yang akan dibangunkan, tidak dengan para generasi muda. Jadi, bersabarlah. Kita tetap akan membangunkan orang-orang itu saat dunia kembali stabil," sahut King D yang berjalan dengan gagah bersama Irina di sampingnya.

"Wow! Kalian tampak keren. Dapat dari mana seragam itu?" tanya Ritz menunjuk.

"Oh, ini pakaian tempur kami buatan Vesper Industries. Hanya orang-orang khusus yang memiliki set perlengkapan ini. Tak usah iri. Jika nanti kita berhasil tiba di tempat penyimpanan, kalian akan kuberikan seragam yang hampir serupa. Seragam para tentara Black Armys," jawab King D santai seraya menggandeng tangan Irina.

"Aku tak nyaman melihat kalian menggunakan pakaian militer," ucap Irina yang mengejutkan tim Marco-Polo.

"Maaf, hanya saja, pakaian ini membuat kami merasa aman," sahut Lucas dan diangguki kawan-kawannya yang mengenakan pakaian tentara hasil temuan mereka saat berpetualang.

"Biasakanlah, Sayang. Tujuan mereka bukan untuk memenjarakan mereka. Ingat, mereka satu tim dengan kita," ucap King D memberikan pengertian, tapi Irina terlihat masih tak sepemahaman.

Para lelaki itu hanya bisa memaklumi hal tersebut mengingat kawan baru mereka dari kelompok mafia.

"Okeh! Kita pergi dari sini! Semuanya, bersiap!" seru Otong mengomandoi seolah dia pemimpinnya.

Orang-orang segera berdiri. Otong bersama King D dan Irina, mengendarai helikopter khusus yang menurut informasi dari pria gundul itu, kendaraan tersebut diciptakan oleh salah satu anak Vesper, Jonathan Benedict bersama timnya.

"Kapasitas helikopter kalian sangat besar! Bahkan kuyakin bisa mengangkut kami semua. Kenapa harus dua kendaraan?" tanya Edward heran dan kagum saat semua peti-peti itu bisa masuk ke dalam kendaraan besi tersebut.

"Kamu itu amnesia, atau pura-pura bego ya? Gak denger kata bos D? Kita mau bangunin para senior, woi! Butuh tempat buat mereka duduk. Masa mereka kita gantungin di luar helikopter kaya jemuran?" sahut Otong kesal bertolak pinggang.

"Ah, aku lupa," ucap Edward yang merasa jika pria bernama Otong ini sangat sulit ditentang tiap penjelasannya.

Akhirnya, dua helikopter berhasil lepas landas dengan sempurna meninggalkan markas di Rusia.

Tentu saja, suara gemuruh baling-baling tersebut membuat para monster yang masih berada di sekitar markas langsung terfokus pada pergerakan besar tersebut.

"Hag, hag!" erang salah satu monster saat melihat benda terbang itu meninggalkan wilayah.

Namun, para monster malah berlari mengejar. Irina melihat dari balik jendela helikopter di mana ia dan King D bisa duduk di depan dengan Otong sebagai pilotnya.

"Mereka merasakan keberadaanku, King D. Bagaimana jika mereka mengikuti kita sampai ke tujuan? Itu akan sangat berbahaya. Mungkin aku akan selamat, tapi kalian?" tanya Irina cemas.

King D tersenyum tipis seraya menggenggam tangan kiri kekasihnya lembut. "Otong, percepat. Anggap saja kita terburu-buru," pinta King D santai.

"Bisa aja sih, Bos, tapi ... kalau timnya Marco-Polo ketinggalan gimana?" tanya Otong ragu untuk menjalankan perintah bosnya.

King D menghela napas pelan. "Percepat sedikit saja. Setidaknya, agar para monster itu tak menemukan jejak kita," tegasnya.

"Wokeh!" jawab Otong semangat.

Di helikopter tim Marco-Polo.

"Wow! Kenapa mereka tiba-tiba saja menjadi kencang? Mereka tak bermaksud meninggalkan kita 'kan?" tanya Ritz yang menjadi pilot helikopter.

"Dasar para mafia tukang pamer! Cepat kejar mereka! Jangan sampai kehilangan jejak!" titah Marco kesal.

Ritz dan Edward terlihat serius mengunci pergerakan helikopter yang ditumpangi oleh King D, Irina dan Obama Otong.

Mata King D, Irina dan Otong melebar saat mereka melintasi permukaan di mana terlihat jelas jika kota-kota yang dulunya begitu ramai oleh manusia serta segala macam hiruk-pikuknya, tiba-tiba seperti kota mati yang terbengkalai.

"Ke mana orang-orang? Masih adakah yang hidup?" tanya Irina terlihat tegang.

"Menurut informasi dari Marco-Polo, orang-orang kita berhasil selamat dan tinggal di Seward, Alaska. Namun, ke sananya nanti saja setelah menuntaskan pekerjaan kita," sahut Otong yang tetap fokus mengemudi.

Irina dan King D bernapas lega. Mereka senang karena banyak dari manusia yang berhasil bertahan dari wabah monster.

Saat dua helikopter melintasi daratan, tiba-tiba saja sensor di bawah helikopter memindai sesuatu hingga moncong senjata itu bergerak seperti membidik sesuatu secara otomatis.

"Ada apa?" tanya Irina karena melihat layar utama pada helikopter bergerak.

Otong tak menjawab karena ikut bingung. King D dengan sigap melihat ke samping dari balik jendela. Seketika matanya melebar.

"Misil!" teriaknya lantang.

Benar saja, SWOOSH!!

"AAAA!" teriak Irina histeris saat Otong melakukan manuver tajam hingga posisi kendaraan terbang itu seperti jatuh ke samping di udara.

Ternyata, tim Marco-Polo menyadari jika terjadi serangan dari permukaan ke arah helikopter mereka.

"Polo! Apa yang terjadi?!" pekik Lucas panik saat mereka ikut terkena luncuran misil dari reruntuhan bangunan.

Polo dengan sigap berjongkok di samping pintu helikopter di mana kendaraan terbang mereka memang membiarkan pintu terbuka. Polo melebarkan mata dan mendapati beberapa manusia membidik mereka.

"Sepertinya mereka dari pihak militer! Mereka menggunakan seragam tentara!" seru Polo yang teriakannya terdengar sampai ke sambungan komunikasi di helikopter King D.

"Militer? Mereka masih bertahan. Hem, baguslah. Mari datangi mereka," tegas King D menyeringai.

"Alah hiyung. Musuh kita yang nyata itu para monster, Bos D, bukan manusia. Kita harus melestarikan manusia meski itu dari pihak militer sekalipun!" sahut Otong yang berhasil menghindari serangan misil.

"Jangan banyak bicara! Hancurkan persenjataan mereka lalu mendarat. Cepat!" titah King D garang.

"Kalian denger yang bos D katakan?! Hancurkan persenjataan mereka, tapi biarkan manusianya idup!" seru Obama Otong mulai mengaktifkan seluruh sistem persenjataan otomatis pada helikopter.

"Yes, Sir!" jawab Hugo bersiap dengan senapan mesin gatling.

Seketika, suara lontaran peluru memekakkan telinga santer terdengar. Beruntung, sistem persenjataan dari helikopter kargo ciptaan Jonathan Benedict mampu menggelontorkan senjata otomatis untuk menghalau segala jenis serangan. Otong terlihat fokus menukik dan menghindari serangan.

Hingga tiba-tiba, BLUARRR!!

"Yeah! Aku berhasil menghancurkannya!" seru Marco girang usai berhasil menembakkan beberapa granat menggunakan senapan pelontar granat dari atas helikopter hingga timbul ledakan besar di permukaan.

"Kerja bagus. Aku rasa keadaan sudah aman. Tetap waspada dan siagakan senjata," titah King D terlihat tenang.

"Yes, Sir!" jawab semua pria usai tak ada lagi balasan tembakan dari sarang penyerang.

Dua helikopter mendarat di dekat kepulan asap dan kobaran api yang masih menyeruak. Pilot dan co-pilot tetap berada di posisi mereka jika sewaktu-waktu helikopter harus lepas landas, tapi tidak dengan Obama Otong. Pria gundul itu malah ikut turun untuk melindungi tuannya.

"Dia ini bodoh atau bagaimana? Dia meninggalkan helikopter begitu saja?" celetuk Fabio terheran-heran dengan senapan laras panjang dalam genggaman.

"Sudahlah. Percuma kau menegurnya. Pasti dia memiliki alasan untuk membuatmu malu nanti. Biarkan saja," sahut Bruno malas meladeni pria Jawa itu.

Tiba-tiba, King D menghentikan langkah dan mengangkat tangan kanan dengan kepalan ke atas.

Tim Marco dan Polo langsung menyiagakan senjata. Membidik apa pun yang dirasa mencurigakan dari balik asap pekat itu.

King D mengedipkan matanya berulang kali hingga manik matanya berubah menjadi silver. King D bisa melihat pergerakan dari balik kepulan asap di mana para manusia yang selamat ternyata sedang bersiap untuk menyerang mereka lagi.

"Menghindar!" seru King D lantang yang mengejutkan semua anggota timnya.

***

ILUSTRASI

SOURCE : GOOGLE

Uhuy ada tips lagi😍 Lele padamu💋Hujan bikin ngantuk. Bobo dulu ah😴

Terpopuler

Comments

Zidhan Khan Sunggi Langit

Zidhan Khan Sunggi Langit

di sana wabah monster, disini wabah corona

2022-06-07

2

👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣

👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣

aku merindukan dar dir dur😍😍🤣

2022-05-27

2

🍃syafira indah🍃

🍃syafira indah🍃

no komen bgi q dah sangat2 jelas novel mu juu,q sebagai pembaca sangat2 puas dngan krya mu,sehat selalu,bhagia selalu hingga kakek nenek juu doa terbaik untuk mu 😍😍😍

2022-05-25

3

lihat semua
Episodes
1 Kebangkitan King D
2 Kiamat?*
3 Si Mata Hijau*
4 Misi Dimulai*
5 Para Penyerang*
6 Militer Gadungan*
7 Menghilang?!*
8 Mengumpulkan Informasi*
9 India*
10 Para Monster Mengepung!*
11 Memecah Tim*
12 Bertukar Informasi*
13 Pengorbanan Jamal*
14 Para Penjaga India*
15 Menuju Oman*
16 Siapa Gadis Itu?*
17 Oman*
18 Menggemaskan, tapi Mengerikan*
19 Ulah Siapa?*
20 Rengekan Fara*
21 Oasis*
22 Salah Paham*
23 Terkepung
24 Maafkan Aku, Hakim*
25 Meninggalkan Oasis*
26 Anggota Baru*
27 Para Penjaga Oman*
28 Teluk Oman*
29 Informasi Yang Mengejutkan
30 HOPE*
31 Temuan Baru
32 Perubahan Mengerikan
33 Misi Ditunda*
34 Mengejar Penyusup*
35 Dia Dikenali Database*
36 Perubahan Jason*
37 Tentang Irina Tolya*
38 Mengungkapkan Kemampuan Tak Lazim
39 Memburu Hope*
40 Kapal Selam di Laut Arab*
41 Chip?*
42 Kemampuan Baru*
43 Reina Akiara*
44 Ada Yang Terbangun Lagi*
45 Bagi Tugas*
46 Mongolia*
47 Menjadi Dua Tim*
48 Krasnoyarsk, Rusia*
49 Dibodohi*
50 Menuju Rusia*
51 Di Ujung Tanduk*
52 Red Skull*
53 Perubahan Hugo
54 Menuju Jumbo Island
55 Markas Jeju, Korea Selatan*
56 Kemunculan Bojan dan Cucu*
57 Anadyr, Rusia*
58 GIGA Palsu?*
59 Ingat Nasihatku, Nero*
60 Selamat Tinggal, Tuan Bojan*
61 Bergejolak Lagi*
62 Kemampuan Aneh Obama Otong
63 Obama Bingung Sendiri
64 Detektor Kebohongan*
65 Ontario, Kanada*
66 Lake Superior, Canada*
67 Ulah Hope?*
68 Sasaran Hope
69 Saudara Vs Saudara
70 Markas Jumbo Island
71 Siapa Red?
72 Langkah Selanjutnya
73 Giamoco Island
74 Reina Mengambil Alih
75 Kegelisahan King D*
76 Dia Bangkit!
77 Petuah Jonathan
78 Keputusan Jonathan
79 Protokol Pembangkitan Level 1
80 Bercabang dan Rumit
81 Dibangkitkan Satu Per Satu
82 Jagung Rebus
83 Markas Greenland
84 Junior Si Pucat
85 GIGA DARA
86 Kami Mengenalinya
87 Hope di Islandia
88 Para Lelaki Bertopeng
89 Semakin Tak Terkendali
90 Hapus Data*
91 Munculnya Sig Hector Edelweiss*
92 Semakin Banyak Yang Berguguran
93 Rencana Tersembunyi Yu Jie dan Damian
94 Dia Berbahaya atau Tidak?
95 Kim Loria*
96 Kemampuan Unik Loria
97 Loria Si Gadis Berlendir
98 New York
99 Hampir Terlupakan
100 Dia Licik dan Cerdik
101 Tiba-tiba Saja
102 Tujuan Tersembunyi si Topeng Merah
103 Zurna Si Wanita Perkasa
104 Terminator Black Castle*
105 Mata Putih*
106 Tak Bisa Dibangkitkan?*
107 Melatih Kemampuan Unik
108 Memindahkan 20 Tabung*
109 Prancis*
110 Siapa Mereka?*
111 Satu Markas Aktif Lagi*
112 Colombia*
113 Mensiasati Ancaman Hope
114 Sengkuni?*
115 Cara Licik
116 Kisah Hope
117 Hilangnya Kemampuan
118 Mulai Berkumpul
119 Para Sukarelawan Manusia Super
120 Rekaman Mengejutkan
121 Wales, Inggris
122 Kubisa Mengendalikannya
123 Beralih Pihak
124 Wujud Lain Yang Mengerikan
125 Di Balik Kegelapan
126 Ancaman Sengkuni
127 Gerakan Mereka Terbaca*
128 Lalai
129 Menjadi Pelindung*
130 Tahanan Sengkuni
131 Solo*
132 Para Mafia Senior*
133 Utusan 13 Demon Heads?
134 Rute*
135 Siapa 1 Orang Terakhir?*
136 Bonus Play AB-1
137 Orang-orang Aneh*
138 Siapa Dia?*
139 Bonus Play AB-2*
140 Bonus Play AB-3
141 Jono The Gamer Release
142 Melody*
143 Mata Lainnya*
144 Mata Hitam*
145 Para Monster Menggila*
146 Bangkitnya Red Ribbon
147 Penyerangan Menyeluruh*
148 Gempuran Markas Lainnya*
149 Tentara Sengkuni
150 Jebol!
151 Teriakan Kematian
152 Kami Tak Akan Kalah!
153 Tak Sanggup Lagi
154 Menyerang Rusia
155 Dia Marah!
156 Mencari Celah
157 Panik!
158 Dia Menghilang
159 Mereka Datang!
160 Membersihkan Italia
161 Ada Cara Lain*
162 Datang dan Pergi
163 1 Miliar
164 Kami Berhasil
165 Serangan di Jeju
166 Serangan Aneh*
167 Dokter Gigi?
168 Gadis Yang Bersinar*
169 Markas Demon Kids?*
170 King D VS Sengkuni
171 Jangan Mati*
172 Penyiksaan Sengkuni
173 Sebuah Bisikan
174 Ditenangkan
175 Dua Topeng Merah
176 Belati
177 Menghabisi Para Monster Yang Tersisa
178 Dia Sakit
179 Tak Menyesal
180 Dia Abadi
181 Mengerahkan Segala Cara
182 Cukup Sampai Di Sini
183 Selamat Tahun Baru 2023 LAP*
184 Ke mana Mereka?
185 Presiden Dunia
186 Filipina
187 Rencana Sandara
188 Pemusnahan dan Pembersihan Monster di Seluruh Dunia
189 Terasa Mudah*
190 Membersihkan Jepang*
191 Dinetralkan Kembali
192 Limbah Bangkai Monster*
193 Tabung Khusus
194 Misi Eropa
195 Membersihkan Indonesia
196 Aksi Penyelamatan Afro
197 Manusia Setengah Makhluk Mitologi
198 Rencana Cadangan Sengkuni
199 Estafet
200 Kebangkitan Sun
201 Kebangkitan Durriyah, Buffalo dan Martin*
202 La Palma, Spanyol*
203 Pemusnahan Limbah Monster*
204 Para Monster Terakhir
205 Cape Canaveral, Florida*
206 Musuh Terakhir
207 Roket Monster*
208 Pengorbanan King D
209 Kebangkitan 13 Demon Kids
210 Berkumpulnya Demon Kids*
211 Misi Demon Kids*
212 Portugal
213 Bertemu untuk Berpisah
214 Era Evolusi*
215 Pembersihan Terakhir
216 Pemakaman dan Pembangkitan Masal
217 Bangkitnya Tabung-tabung Level 3*
218 Dia Mati
219 Sipil Berpendapat
220 Gelitik Aneh
221 Undang-undang Dunia
222 Dari Hati
223 21 Februari 2023
224 Inkubasi
225 Mengulang Tragedi Masa Lalu
226 Disembunyikan
227 RGB
228 Skenario Jordan
Episodes

Updated 228 Episodes

1
Kebangkitan King D
2
Kiamat?*
3
Si Mata Hijau*
4
Misi Dimulai*
5
Para Penyerang*
6
Militer Gadungan*
7
Menghilang?!*
8
Mengumpulkan Informasi*
9
India*
10
Para Monster Mengepung!*
11
Memecah Tim*
12
Bertukar Informasi*
13
Pengorbanan Jamal*
14
Para Penjaga India*
15
Menuju Oman*
16
Siapa Gadis Itu?*
17
Oman*
18
Menggemaskan, tapi Mengerikan*
19
Ulah Siapa?*
20
Rengekan Fara*
21
Oasis*
22
Salah Paham*
23
Terkepung
24
Maafkan Aku, Hakim*
25
Meninggalkan Oasis*
26
Anggota Baru*
27
Para Penjaga Oman*
28
Teluk Oman*
29
Informasi Yang Mengejutkan
30
HOPE*
31
Temuan Baru
32
Perubahan Mengerikan
33
Misi Ditunda*
34
Mengejar Penyusup*
35
Dia Dikenali Database*
36
Perubahan Jason*
37
Tentang Irina Tolya*
38
Mengungkapkan Kemampuan Tak Lazim
39
Memburu Hope*
40
Kapal Selam di Laut Arab*
41
Chip?*
42
Kemampuan Baru*
43
Reina Akiara*
44
Ada Yang Terbangun Lagi*
45
Bagi Tugas*
46
Mongolia*
47
Menjadi Dua Tim*
48
Krasnoyarsk, Rusia*
49
Dibodohi*
50
Menuju Rusia*
51
Di Ujung Tanduk*
52
Red Skull*
53
Perubahan Hugo
54
Menuju Jumbo Island
55
Markas Jeju, Korea Selatan*
56
Kemunculan Bojan dan Cucu*
57
Anadyr, Rusia*
58
GIGA Palsu?*
59
Ingat Nasihatku, Nero*
60
Selamat Tinggal, Tuan Bojan*
61
Bergejolak Lagi*
62
Kemampuan Aneh Obama Otong
63
Obama Bingung Sendiri
64
Detektor Kebohongan*
65
Ontario, Kanada*
66
Lake Superior, Canada*
67
Ulah Hope?*
68
Sasaran Hope
69
Saudara Vs Saudara
70
Markas Jumbo Island
71
Siapa Red?
72
Langkah Selanjutnya
73
Giamoco Island
74
Reina Mengambil Alih
75
Kegelisahan King D*
76
Dia Bangkit!
77
Petuah Jonathan
78
Keputusan Jonathan
79
Protokol Pembangkitan Level 1
80
Bercabang dan Rumit
81
Dibangkitkan Satu Per Satu
82
Jagung Rebus
83
Markas Greenland
84
Junior Si Pucat
85
GIGA DARA
86
Kami Mengenalinya
87
Hope di Islandia
88
Para Lelaki Bertopeng
89
Semakin Tak Terkendali
90
Hapus Data*
91
Munculnya Sig Hector Edelweiss*
92
Semakin Banyak Yang Berguguran
93
Rencana Tersembunyi Yu Jie dan Damian
94
Dia Berbahaya atau Tidak?
95
Kim Loria*
96
Kemampuan Unik Loria
97
Loria Si Gadis Berlendir
98
New York
99
Hampir Terlupakan
100
Dia Licik dan Cerdik
101
Tiba-tiba Saja
102
Tujuan Tersembunyi si Topeng Merah
103
Zurna Si Wanita Perkasa
104
Terminator Black Castle*
105
Mata Putih*
106
Tak Bisa Dibangkitkan?*
107
Melatih Kemampuan Unik
108
Memindahkan 20 Tabung*
109
Prancis*
110
Siapa Mereka?*
111
Satu Markas Aktif Lagi*
112
Colombia*
113
Mensiasati Ancaman Hope
114
Sengkuni?*
115
Cara Licik
116
Kisah Hope
117
Hilangnya Kemampuan
118
Mulai Berkumpul
119
Para Sukarelawan Manusia Super
120
Rekaman Mengejutkan
121
Wales, Inggris
122
Kubisa Mengendalikannya
123
Beralih Pihak
124
Wujud Lain Yang Mengerikan
125
Di Balik Kegelapan
126
Ancaman Sengkuni
127
Gerakan Mereka Terbaca*
128
Lalai
129
Menjadi Pelindung*
130
Tahanan Sengkuni
131
Solo*
132
Para Mafia Senior*
133
Utusan 13 Demon Heads?
134
Rute*
135
Siapa 1 Orang Terakhir?*
136
Bonus Play AB-1
137
Orang-orang Aneh*
138
Siapa Dia?*
139
Bonus Play AB-2*
140
Bonus Play AB-3
141
Jono The Gamer Release
142
Melody*
143
Mata Lainnya*
144
Mata Hitam*
145
Para Monster Menggila*
146
Bangkitnya Red Ribbon
147
Penyerangan Menyeluruh*
148
Gempuran Markas Lainnya*
149
Tentara Sengkuni
150
Jebol!
151
Teriakan Kematian
152
Kami Tak Akan Kalah!
153
Tak Sanggup Lagi
154
Menyerang Rusia
155
Dia Marah!
156
Mencari Celah
157
Panik!
158
Dia Menghilang
159
Mereka Datang!
160
Membersihkan Italia
161
Ada Cara Lain*
162
Datang dan Pergi
163
1 Miliar
164
Kami Berhasil
165
Serangan di Jeju
166
Serangan Aneh*
167
Dokter Gigi?
168
Gadis Yang Bersinar*
169
Markas Demon Kids?*
170
King D VS Sengkuni
171
Jangan Mati*
172
Penyiksaan Sengkuni
173
Sebuah Bisikan
174
Ditenangkan
175
Dua Topeng Merah
176
Belati
177
Menghabisi Para Monster Yang Tersisa
178
Dia Sakit
179
Tak Menyesal
180
Dia Abadi
181
Mengerahkan Segala Cara
182
Cukup Sampai Di Sini
183
Selamat Tahun Baru 2023 LAP*
184
Ke mana Mereka?
185
Presiden Dunia
186
Filipina
187
Rencana Sandara
188
Pemusnahan dan Pembersihan Monster di Seluruh Dunia
189
Terasa Mudah*
190
Membersihkan Jepang*
191
Dinetralkan Kembali
192
Limbah Bangkai Monster*
193
Tabung Khusus
194
Misi Eropa
195
Membersihkan Indonesia
196
Aksi Penyelamatan Afro
197
Manusia Setengah Makhluk Mitologi
198
Rencana Cadangan Sengkuni
199
Estafet
200
Kebangkitan Sun
201
Kebangkitan Durriyah, Buffalo dan Martin*
202
La Palma, Spanyol*
203
Pemusnahan Limbah Monster*
204
Para Monster Terakhir
205
Cape Canaveral, Florida*
206
Musuh Terakhir
207
Roket Monster*
208
Pengorbanan King D
209
Kebangkitan 13 Demon Kids
210
Berkumpulnya Demon Kids*
211
Misi Demon Kids*
212
Portugal
213
Bertemu untuk Berpisah
214
Era Evolusi*
215
Pembersihan Terakhir
216
Pemakaman dan Pembangkitan Masal
217
Bangkitnya Tabung-tabung Level 3*
218
Dia Mati
219
Sipil Berpendapat
220
Gelitik Aneh
221
Undang-undang Dunia
222
Dari Hati
223
21 Februari 2023
224
Inkubasi
225
Mengulang Tragedi Masa Lalu
226
Disembunyikan
227
RGB
228
Skenario Jordan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!