Menuju Oman*

ILUSTRASI

SOURCE : GOOGLE

------- back to Story :

Duka mendalam dirasakan oleh semua orang atas kematian senior mereka, Jamal. Lagi-lagi, dampak dari wabah monster membuat para manusia yang selamat harus kehilangan nyawa.

Helikopter terbang meninggalkan India menuju Oman seperti pada jadwal.

Sayangnya, mereka harus mengisi bahan bakar untuk perjalanan jauh itu. Obama terpaksa kembali ke hangar sebelumnya, tempat helikopter tim Marco-Polo ditinggalkan.

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.

"Kita lakukan dengan cepat. Marco, Polo, kami mengandalkan kemampuan kalian dalam hal ini," tegas King D tetap berusaha memimpin meski harus duduk dengan mata terpejam dan terbalut kain karena masih terluka.

"Yes, Capt!" jawab keduanya mengangguk siap.

Irina beranjak dari samping King D dan membuka sebuah peti berisi persenjataan Vesper Industries yang dibawa dari persediaan Markas Rusia tempat tabung disimpan.

"Oh! Inikah ... critical drone itu?" tanya Ritz kagum.

"Ya. Kau terluka. Sebaiknya tetap di helikopter bersamaku dan Obama. Kita akan menjaga kawan-kawan dengan senjata terbang ini agar mereka fokus pada pengisian bahan bakar. Monster bisa mencium bau darah hingga 1 kilometer, dan itu berbahaya," tegas Irina.

Ritz mengangguk paham dan membantu wanita cantik itu mengeluarkan 4 buah CD dari peti berikut pengendalinya. Tim Marco-Polo yang turun terlihat siap usai mengisi penuh amunisi mereka.

Pintu helikopter kembali dibuka dari dua sisi saat siap mendarat. Marco dengan sigap berdiri di pintu dan mengendus. Ia mengangguk pelan di mana kali ini, bau monster tak pekat seperti sebelumnya.

"Bagaimana? Kaupaham teknis penggunaannya?" tanya Irina saat ia dan Ritz duduk bersebelahan di bangku dekat pintu.

Anggota tim siap terjun menunggu aba-aba. Ritz mengangguk paham, dan KLIK!

"Wow! Ini keren," ucap Ritz saat kacamata virtual yang dikenakannya melihat dengan jelas pergerakan dari dua CD yang dikendalikannya.

Ia seperti sedang bermain video games dengan sepasang kendali yang terpasang di pergelangan tangan layaknya gelang, tapi memiliki papan panjang di bawah pergelangan tangan sampai ke genggaman dilengkapi tombol senjata.

Dua orang itu duduk dengan tegak dan tampak fokus dengan pergerakan CD yang keluar dari pintu helikopter.

Mata Polo melihat CD yang diterbangkan Irina bergerak ke sisi Timur, sedang Ritz sisi Barat. Obama masih menstabilkan helikopter dengan terbang melayang sebelum mendarat.

CD-CD tersebut terbang memasuki beberapa sudut wilayah untuk memastikan lokasi tersebut aman sebelum timnya memasuki tempat.

PIP!

"Hei, lihat!" seru Edward saat televisi yang tertempel pada dinding helikopter dekat pintu menuju kokpit menyala.

Mata semua orang terfokus pada pergerakan empat CD yang sedang terbang menjelajah. Obama sengaja menyiarkannya agar tim Marco-Polo bisa melihatnya.

"Itu drum yang kutemukan! Bisakah kau pastikan tempat itu aman? Sebelumnya, aku diserang seorang monster di sana," pinta Fabio cemas.

"Oke!" jawab Irina mantap.

Seketika, "Harghh!"

"Monster! Mereka bersembunyi di dalam ruangan gelap itu!" teriak Fabio yang mengejutkan semua orang.

Praktis, anggota tim langsung menyiagakan senapan laras panjang. Namun, Irina dengan sigap menekan tombol senjata. KLIK!

DODODODODOOR!!

"HARGHHH!"

Sekumpulan orang sakit itu mengerang ketika peluru-peluru tajam menembus tubuh mereka. Irina terlihat marah dan tak memberikan ampun pada mereka saat ingin meraih benda terbang yang melayang di bawah atap sebuah gudang.

"Sial, jika begini kita tak bisa mengisi bahan bakar. Kenapa mereka masih banyak sekali?!" pekik Lucas pucat dan merasa beruntung karena tak turun ke lokasi tersebut.

"Namun sepertinya, hanya mereka yang tersisa. Lihat, CD milik Ritz tak mendapati pergerakan dari para monster padahal suara tembakan itu cukup berisik," tegas Polo menilai yang berdiri di samping pintu helikopter seraya melihat sekitar.

Irina mengerahkan dua CD miliknya untuk membasmi monster yang tersisa. King D terlihat tegang, tapi kali ini ia hanya bisa menyimak hal yang sedang dibicarakan karena tak bisa melihat.

"Otong. Pastikan mereka baik-baik saja," pinta King D sangat.

"Aman, D. Mereka pejantan tangguh kok, gak cemen," jawab Obama santai seraya melihat sekitar dari dudukkan pilot.

"Wohooo! Kau hebat, Irina!" seru para anggota tim memuji dengan sorakan kegembiraan.

Irina tersenyum dan mengirim kembali CD yang telah habis amunisi kembali ke helikopter usai melenyapkan para monster yang tersisa.

Ritz meyakinkan jika tak ada monster hidup di wilayah tersebut termasuk tempat pembantaian yang dilakukan Irina.

Helikopter akhirnya mendarat ke dekat benda terbang milik tim Marco-Polo yang terpaksa ditinggal karena pengendalinya dirusak King D demi membebaskan Ritz.

"Cepat! Cepat!" titah Polo.

CD yang dikendalikan Ritz masih memantau sekitar untuk mengamankan kawan-kawannya saat pengisian.

Obama turun dan membantu kawan-kawan prianya. Irina segera mengisi ulang amunisi pada CD miliknya sebelum ditugaskan kembali.

"Kau hebat, Sayang, meski aku tak melihatnya," puji King D dan Irina tersipu malu.

Wanita cantik itu mendatangi King D dan duduk di pangkuannya dengan manja.

"Kau akan kembali sembuh. Aku yakin itu," ucapnya. King D mengangguk dengan senyuman.

Irina menatap kekasihnya lekat dan mencium bibir King D lembut. Pria tampan itu terkejut, tapi tersenyum setelahnya. Irina tersipu seraya merangkul leher sang kekasih.

DOK! DOK! DOK!

Irina dan King D terkejut. Irina melihat Obama Otong tersenyum tengil dari balik jendela yang ternyata memergoki aksinya. Irina segera beranjak dan pergi dari kokpit dengan gugup.

"Kalau baba liat, suruh nikah kalian. Sengaja pasti, mentang-mentang gak ada ibu bapak. Tak laporin loh," ancam Obama.

"Aku mendengarmu, Otong," ucap King D yang membuat orang-orang terkekeh karena sambungan komunikasi di telinga mereka masih terhubung.

"Hanya ada dua drum? Semoga cukup sampai ke Oman," ucap Hugo usai melepaskan selang pengisi bahan bakar.

"Gak cukup jalan kaki. Repot amat," sahut Otong santai seraya menutup tangki bahan bakar helikopternya.

Hugo memasang wajah masam karena lelaki gundul itu terlihat santai dalam bersikap seperti tak takut mati.

"Eh, apa tuh?" tanya Obama saat melihat Polo, Edward dan Chen memasukkan beberapa peti ukuran kecil ke dalam helikopter kargonya.

"Ini adalah barang-barang milik kami. Untung masih bisa diselamatkan," sahut Chen seraya meletakkan peti-peti itu berjejer dengan peti sebelumnya.

Obama hanya mengangguk pelan lalu meminta semua orang segera masuk karena hari sebentar lagi gelap.

Polo dan lainnya segera meninggalkan lokasi berikut CD yang diterbangkan Ritz untuk kembali disimpan.

Helikopter berhasil lepas landas. Terlihat, orang-orang itu kelelahan dan satu per satu, tertidur di bangku masing-masing.

Penerbangan yang diperkirakan memakan waktu 6 jam itu, membuat Obama dan Irina tetap terjaga saat yang lain mengistirahatkan diri dalam gelapnya malam.

"Sunyi sekali," ucap King D lirih yang membuat Irina dan Obama langsung menoleh ke arahnya.

"Ya, sunyi dan gelap. Tak ada cahaya lampu sepanjang kita melintasi permukaan, D. Tak terlihat juga manusia di daratan. Apakah ... mereka sungguh musnah?" jawab Irina terlihat sedih.

"Di laut juga gak keliatan ada kapal berlayar. Namun, Otong yakin kalau masih banyak yang bertahan hidup. Mungkin mereka sembunyi. Ibarat kerja part time, para manusia tukeran jadwal sama para monster gitu," sahut Obama santai, tapi membuat kening pasangan muda itu berkerut.

"Apa maksudmu?" tanya Irina bingung.

"Gini loh, Jeng. Manusia muncul pas musim dingin seperti yang dikata mbah Jamal. Lalu pas musim panas, gantian para monster yang muncul. Apesnya, kita bangun pas para monster berburu setelah hibernasi lama gak makan selama musim dingin. Mungkin karena itu mereka beringas akibat lapar," jawab Obama mengutarakan pemikirannya.

"Ibuku pernah mengurung mereka dalam ruangan ber-AC dan diberikan gas halusinasi. Hal itu berhasil membuat mereka tenang," sahut Marco dari sambungan komunikasi yang mengejutkan tiga orang itu.

"Nyonya Lopez maksudmu?" tanya Irina memastikan.

"Yes."

"Selain itu, kami berhasil menenangkan para monster dengan narkobaa dan mengaburkan pandangan mereka menggunakan cet. Jadi, para monster tak terlalu agresif saat menyerang, tapi efeknya, usai narkobaa itu kehilangan dampak, mereka kembali agresif lagi," sahut Polo.

"Oh, tunggu sebentar," sahut Irina. Semua orang langsung terdiam. "Mungkin masih ada peluang untuk menyembuhkan mereka,"

"Itu sepertinya tidak mungkin. Darah mereka beracun, organ mereka rusak, tapi masih bisa berfungsi layaknya orang kecanduan narkoba. Sekarat, tapi hidup. Secara medis, mereka seharusnya akan mati dengan sendirinya, tapi bisa bertahan karena mengkonsumsi makanan. Mungkin ada faktor lainnya yang membuat mereka bisa bertahan hingga sejauh ini dan belum kami ketahui," sahut Chen yang pernah bersekolah ilmu kedokteran, tapi belum lulus kuliah karena wabah monster menyebar.

"Sekarat, tapi hidup? Aku rasa itu benar. Oma saat itu sudah sekarat, tapi masih hidup dengan serum penunjang. Saat serum itu tak lagi dikonsumsi oleh tubuhnya, dia mengalami penurunan drastis pada kesehatan, tapi masih bisa bertahan hingga akhirnya meninggal. Mungkinkah ... para monster akan bernasib sama seperti oma?" tanya King D menduga.

"Kaulupa, D? Oma bukan meninggal karena serum monster, melainkan gas syaraf. Malah, bibi Sandara pernah mengatakan padaku. Hal yang membuat oma bisa bertahan dari gas syaraf karena serum monster di tubuhnya. Dua senyawa itu seperti saling berperang dalam tubuhnya. Serum monster membentuk kekebalan sendiri, sehingga saat racun gas syaraf menggerogoti organ dalamnya, serum monster masih bisa mempertahankannya," tegas Irina yang membuat semua orang terkejut karena baru mengetahui hal tersebut.

"Bener juga loh, D. Dalam sejarah jajaran kita yang pernah kena serum monster, gak ada yang mati. Sandara, Jordan, terus Irina, siapa lagi ya? Oh itu, dua bodyguard oma juga pernah. Katanya, selama bisa ngontrol emosi, zat dari serum monster gak mencuat dan ambil alih. Intinya, jangan tersulut emosi," sahut Obama menambahkan.

Semua orang diam sejenak mencoba menelaah dan mencari solusi dari kejadian ini.

"Selain itu, ada yang aneh dari pengamatanku," sahut Bruno. Ternyata, satu per satu anggota tim Marco-Polo terbangun.

"Apa tu, Bro?" tanya Obama tampak serius mendengarkan dari bangku kemudi.

"Serum monster tak menular. Namun, kenapa bisa banyak orang terjangkit? Apakah orang-orang itu sengaja disuntik atau ada semacam penyebaran gas ke sekumpulan manusia sehat sehingga mereka menjadi monster? Jika ya, itu sungguh kejam," tegas pria berkulit hitam itu.

"Dari cerita yang pernah disampaikan Yusuke, Venelope dan Lucy, pria bernama Kim Arjuna sudah membunuh dalangnya yang bernama Hendrik, mantan orang pemerintah. Namun katanya, anak buah Hendrik masih meneruskan usaha Hendrik untuk membalas dendam kepada orang-orang dengan wabah serum monster. Kami sudah sangat yakin telah membunuh pengkhianat yang tersisa, dan berpikir, kejadian di Rusia adalah akhir dari bencana. Namun sepertinya, kami salah menduga," jawabnya lesu.

Saat semua orang sedang dirundung kebingungan, tiba-tiba saja, "Oh! Ada seseorang di atap gedung itu!" seru Marco ketika melihat seorang gadis dari pintu helikopter yang sengaja dibuka satu.

"Benarkah?!" sahut Edward langsung melongok karena penasaran.

"Gadis itu melambai dan tersenyum!" seru Robin yang melihat dari teropong ketika gadis berambut panjang tersebut mendongak ke arah helikopter mereka.

Saat Obama ingin mendaratkan helikopternya ke tempat lapang, tiba-tiba ....

"Monster!" teriak Marco ketika mendapati belasan monster berlari mendatangi gedung tempat gadis itu berada.

***

uhuy makasih tipsnya. lele padamu❤️ yg pernah nonton filmnya Karate Kid, nah tokoh yg dulu masih piyik sekarang udah jadi hot. kwkwkw

Terpopuler

Comments

👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣

👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣

siapa kah gadis itu🙄

2022-07-16

0

Manda Siregar Manda

Manda Siregar Manda

guys...hendrik tu siapa y

2022-06-09

0

Wati_esha

Wati_esha

Wuihhhh ternyata sarang monster ya.

2022-06-04

0

lihat semua
Episodes
1 Kebangkitan King D
2 Kiamat?*
3 Si Mata Hijau*
4 Misi Dimulai*
5 Para Penyerang*
6 Militer Gadungan*
7 Menghilang?!*
8 Mengumpulkan Informasi*
9 India*
10 Para Monster Mengepung!*
11 Memecah Tim*
12 Bertukar Informasi*
13 Pengorbanan Jamal*
14 Para Penjaga India*
15 Menuju Oman*
16 Siapa Gadis Itu?*
17 Oman*
18 Menggemaskan, tapi Mengerikan*
19 Ulah Siapa?*
20 Rengekan Fara*
21 Oasis*
22 Salah Paham*
23 Terkepung
24 Maafkan Aku, Hakim*
25 Meninggalkan Oasis*
26 Anggota Baru*
27 Para Penjaga Oman*
28 Teluk Oman*
29 Informasi Yang Mengejutkan
30 HOPE*
31 Temuan Baru
32 Perubahan Mengerikan
33 Misi Ditunda*
34 Mengejar Penyusup*
35 Dia Dikenali Database*
36 Perubahan Jason*
37 Tentang Irina Tolya*
38 Mengungkapkan Kemampuan Tak Lazim
39 Memburu Hope*
40 Kapal Selam di Laut Arab*
41 Chip?*
42 Kemampuan Baru*
43 Reina Akiara*
44 Ada Yang Terbangun Lagi*
45 Bagi Tugas*
46 Mongolia*
47 Menjadi Dua Tim*
48 Krasnoyarsk, Rusia*
49 Dibodohi*
50 Menuju Rusia*
51 Di Ujung Tanduk*
52 Red Skull*
53 Perubahan Hugo
54 Menuju Jumbo Island
55 Markas Jeju, Korea Selatan*
56 Kemunculan Bojan dan Cucu*
57 Anadyr, Rusia*
58 GIGA Palsu?*
59 Ingat Nasihatku, Nero*
60 Selamat Tinggal, Tuan Bojan*
61 Bergejolak Lagi*
62 Kemampuan Aneh Obama Otong
63 Obama Bingung Sendiri
64 Detektor Kebohongan*
65 Ontario, Kanada*
66 Lake Superior, Canada*
67 Ulah Hope?*
68 Sasaran Hope
69 Saudara Vs Saudara
70 Markas Jumbo Island
71 Siapa Red?
72 Langkah Selanjutnya
73 Giamoco Island
74 Reina Mengambil Alih
75 Kegelisahan King D*
76 Dia Bangkit!
77 Petuah Jonathan
78 Keputusan Jonathan
79 Protokol Pembangkitan Level 1
80 Bercabang dan Rumit
81 Dibangkitkan Satu Per Satu
82 Jagung Rebus
83 Markas Greenland
84 Junior Si Pucat
85 GIGA DARA
86 Kami Mengenalinya
87 Hope di Islandia
88 Para Lelaki Bertopeng
89 Semakin Tak Terkendali
90 Hapus Data*
91 Munculnya Sig Hector Edelweiss*
92 Semakin Banyak Yang Berguguran
93 Rencana Tersembunyi Yu Jie dan Damian
94 Dia Berbahaya atau Tidak?
95 Kim Loria*
96 Kemampuan Unik Loria
97 Loria Si Gadis Berlendir
98 New York
99 Hampir Terlupakan
100 Dia Licik dan Cerdik
101 Tiba-tiba Saja
102 Tujuan Tersembunyi si Topeng Merah
103 Zurna Si Wanita Perkasa
104 Terminator Black Castle*
105 Mata Putih*
106 Tak Bisa Dibangkitkan?*
107 Melatih Kemampuan Unik
108 Memindahkan 20 Tabung*
109 Prancis*
110 Siapa Mereka?*
111 Satu Markas Aktif Lagi*
112 Colombia*
113 Mensiasati Ancaman Hope
114 Sengkuni?*
115 Cara Licik
116 Kisah Hope
117 Hilangnya Kemampuan
118 Mulai Berkumpul
119 Para Sukarelawan Manusia Super
120 Rekaman Mengejutkan
121 Wales, Inggris
122 Kubisa Mengendalikannya
123 Beralih Pihak
124 Wujud Lain Yang Mengerikan
125 Di Balik Kegelapan
126 Ancaman Sengkuni
127 Gerakan Mereka Terbaca*
128 Lalai
129 Menjadi Pelindung*
130 Tahanan Sengkuni
131 Solo*
132 Para Mafia Senior*
133 Utusan 13 Demon Heads?
134 Rute*
135 Siapa 1 Orang Terakhir?*
136 Bonus Play AB-1
137 Orang-orang Aneh*
138 Siapa Dia?*
139 Bonus Play AB-2*
140 Bonus Play AB-3
141 Jono The Gamer Release
142 Melody*
143 Mata Lainnya*
144 Mata Hitam*
145 Para Monster Menggila*
146 Bangkitnya Red Ribbon
147 Penyerangan Menyeluruh*
148 Gempuran Markas Lainnya*
149 Tentara Sengkuni
150 Jebol!
151 Teriakan Kematian
152 Kami Tak Akan Kalah!
153 Tak Sanggup Lagi
154 Menyerang Rusia
155 Dia Marah!
156 Mencari Celah
157 Panik!
158 Dia Menghilang
159 Mereka Datang!
160 Membersihkan Italia
161 Ada Cara Lain*
162 Datang dan Pergi
163 1 Miliar
164 Kami Berhasil
165 Serangan di Jeju
166 Serangan Aneh*
167 Dokter Gigi?
168 Gadis Yang Bersinar*
169 Markas Demon Kids?*
170 King D VS Sengkuni
171 Jangan Mati*
172 Penyiksaan Sengkuni
173 Sebuah Bisikan
174 Ditenangkan
175 Dua Topeng Merah
176 Belati
177 Menghabisi Para Monster Yang Tersisa
178 Dia Sakit
179 Tak Menyesal
180 Dia Abadi
181 Mengerahkan Segala Cara
182 Cukup Sampai Di Sini
183 Selamat Tahun Baru 2023 LAP*
184 Ke mana Mereka?
185 Presiden Dunia
186 Filipina
187 Rencana Sandara
188 Pemusnahan dan Pembersihan Monster di Seluruh Dunia
189 Terasa Mudah*
190 Membersihkan Jepang*
191 Dinetralkan Kembali
192 Limbah Bangkai Monster*
193 Tabung Khusus
194 Misi Eropa
195 Membersihkan Indonesia
196 Aksi Penyelamatan Afro
197 Manusia Setengah Makhluk Mitologi
198 Rencana Cadangan Sengkuni
199 Estafet
200 Kebangkitan Sun
201 Kebangkitan Durriyah, Buffalo dan Martin*
202 La Palma, Spanyol*
203 Pemusnahan Limbah Monster*
204 Para Monster Terakhir
205 Cape Canaveral, Florida*
206 Musuh Terakhir
207 Roket Monster*
208 Pengorbanan King D
209 Kebangkitan 13 Demon Kids
210 Berkumpulnya Demon Kids*
211 Misi Demon Kids*
212 Portugal
213 Bertemu untuk Berpisah
214 Era Evolusi*
215 Pembersihan Terakhir
216 Pemakaman dan Pembangkitan Masal
217 Bangkitnya Tabung-tabung Level 3*
218 Dia Mati
219 Sipil Berpendapat
220 Gelitik Aneh
221 Undang-undang Dunia
222 Dari Hati
223 21 Februari 2023
224 Inkubasi
225 Mengulang Tragedi Masa Lalu
226 Disembunyikan
227 RGB
228 Skenario Jordan
Episodes

Updated 228 Episodes

1
Kebangkitan King D
2
Kiamat?*
3
Si Mata Hijau*
4
Misi Dimulai*
5
Para Penyerang*
6
Militer Gadungan*
7
Menghilang?!*
8
Mengumpulkan Informasi*
9
India*
10
Para Monster Mengepung!*
11
Memecah Tim*
12
Bertukar Informasi*
13
Pengorbanan Jamal*
14
Para Penjaga India*
15
Menuju Oman*
16
Siapa Gadis Itu?*
17
Oman*
18
Menggemaskan, tapi Mengerikan*
19
Ulah Siapa?*
20
Rengekan Fara*
21
Oasis*
22
Salah Paham*
23
Terkepung
24
Maafkan Aku, Hakim*
25
Meninggalkan Oasis*
26
Anggota Baru*
27
Para Penjaga Oman*
28
Teluk Oman*
29
Informasi Yang Mengejutkan
30
HOPE*
31
Temuan Baru
32
Perubahan Mengerikan
33
Misi Ditunda*
34
Mengejar Penyusup*
35
Dia Dikenali Database*
36
Perubahan Jason*
37
Tentang Irina Tolya*
38
Mengungkapkan Kemampuan Tak Lazim
39
Memburu Hope*
40
Kapal Selam di Laut Arab*
41
Chip?*
42
Kemampuan Baru*
43
Reina Akiara*
44
Ada Yang Terbangun Lagi*
45
Bagi Tugas*
46
Mongolia*
47
Menjadi Dua Tim*
48
Krasnoyarsk, Rusia*
49
Dibodohi*
50
Menuju Rusia*
51
Di Ujung Tanduk*
52
Red Skull*
53
Perubahan Hugo
54
Menuju Jumbo Island
55
Markas Jeju, Korea Selatan*
56
Kemunculan Bojan dan Cucu*
57
Anadyr, Rusia*
58
GIGA Palsu?*
59
Ingat Nasihatku, Nero*
60
Selamat Tinggal, Tuan Bojan*
61
Bergejolak Lagi*
62
Kemampuan Aneh Obama Otong
63
Obama Bingung Sendiri
64
Detektor Kebohongan*
65
Ontario, Kanada*
66
Lake Superior, Canada*
67
Ulah Hope?*
68
Sasaran Hope
69
Saudara Vs Saudara
70
Markas Jumbo Island
71
Siapa Red?
72
Langkah Selanjutnya
73
Giamoco Island
74
Reina Mengambil Alih
75
Kegelisahan King D*
76
Dia Bangkit!
77
Petuah Jonathan
78
Keputusan Jonathan
79
Protokol Pembangkitan Level 1
80
Bercabang dan Rumit
81
Dibangkitkan Satu Per Satu
82
Jagung Rebus
83
Markas Greenland
84
Junior Si Pucat
85
GIGA DARA
86
Kami Mengenalinya
87
Hope di Islandia
88
Para Lelaki Bertopeng
89
Semakin Tak Terkendali
90
Hapus Data*
91
Munculnya Sig Hector Edelweiss*
92
Semakin Banyak Yang Berguguran
93
Rencana Tersembunyi Yu Jie dan Damian
94
Dia Berbahaya atau Tidak?
95
Kim Loria*
96
Kemampuan Unik Loria
97
Loria Si Gadis Berlendir
98
New York
99
Hampir Terlupakan
100
Dia Licik dan Cerdik
101
Tiba-tiba Saja
102
Tujuan Tersembunyi si Topeng Merah
103
Zurna Si Wanita Perkasa
104
Terminator Black Castle*
105
Mata Putih*
106
Tak Bisa Dibangkitkan?*
107
Melatih Kemampuan Unik
108
Memindahkan 20 Tabung*
109
Prancis*
110
Siapa Mereka?*
111
Satu Markas Aktif Lagi*
112
Colombia*
113
Mensiasati Ancaman Hope
114
Sengkuni?*
115
Cara Licik
116
Kisah Hope
117
Hilangnya Kemampuan
118
Mulai Berkumpul
119
Para Sukarelawan Manusia Super
120
Rekaman Mengejutkan
121
Wales, Inggris
122
Kubisa Mengendalikannya
123
Beralih Pihak
124
Wujud Lain Yang Mengerikan
125
Di Balik Kegelapan
126
Ancaman Sengkuni
127
Gerakan Mereka Terbaca*
128
Lalai
129
Menjadi Pelindung*
130
Tahanan Sengkuni
131
Solo*
132
Para Mafia Senior*
133
Utusan 13 Demon Heads?
134
Rute*
135
Siapa 1 Orang Terakhir?*
136
Bonus Play AB-1
137
Orang-orang Aneh*
138
Siapa Dia?*
139
Bonus Play AB-2*
140
Bonus Play AB-3
141
Jono The Gamer Release
142
Melody*
143
Mata Lainnya*
144
Mata Hitam*
145
Para Monster Menggila*
146
Bangkitnya Red Ribbon
147
Penyerangan Menyeluruh*
148
Gempuran Markas Lainnya*
149
Tentara Sengkuni
150
Jebol!
151
Teriakan Kematian
152
Kami Tak Akan Kalah!
153
Tak Sanggup Lagi
154
Menyerang Rusia
155
Dia Marah!
156
Mencari Celah
157
Panik!
158
Dia Menghilang
159
Mereka Datang!
160
Membersihkan Italia
161
Ada Cara Lain*
162
Datang dan Pergi
163
1 Miliar
164
Kami Berhasil
165
Serangan di Jeju
166
Serangan Aneh*
167
Dokter Gigi?
168
Gadis Yang Bersinar*
169
Markas Demon Kids?*
170
King D VS Sengkuni
171
Jangan Mati*
172
Penyiksaan Sengkuni
173
Sebuah Bisikan
174
Ditenangkan
175
Dua Topeng Merah
176
Belati
177
Menghabisi Para Monster Yang Tersisa
178
Dia Sakit
179
Tak Menyesal
180
Dia Abadi
181
Mengerahkan Segala Cara
182
Cukup Sampai Di Sini
183
Selamat Tahun Baru 2023 LAP*
184
Ke mana Mereka?
185
Presiden Dunia
186
Filipina
187
Rencana Sandara
188
Pemusnahan dan Pembersihan Monster di Seluruh Dunia
189
Terasa Mudah*
190
Membersihkan Jepang*
191
Dinetralkan Kembali
192
Limbah Bangkai Monster*
193
Tabung Khusus
194
Misi Eropa
195
Membersihkan Indonesia
196
Aksi Penyelamatan Afro
197
Manusia Setengah Makhluk Mitologi
198
Rencana Cadangan Sengkuni
199
Estafet
200
Kebangkitan Sun
201
Kebangkitan Durriyah, Buffalo dan Martin*
202
La Palma, Spanyol*
203
Pemusnahan Limbah Monster*
204
Para Monster Terakhir
205
Cape Canaveral, Florida*
206
Musuh Terakhir
207
Roket Monster*
208
Pengorbanan King D
209
Kebangkitan 13 Demon Kids
210
Berkumpulnya Demon Kids*
211
Misi Demon Kids*
212
Portugal
213
Bertemu untuk Berpisah
214
Era Evolusi*
215
Pembersihan Terakhir
216
Pemakaman dan Pembangkitan Masal
217
Bangkitnya Tabung-tabung Level 3*
218
Dia Mati
219
Sipil Berpendapat
220
Gelitik Aneh
221
Undang-undang Dunia
222
Dari Hati
223
21 Februari 2023
224
Inkubasi
225
Mengulang Tragedi Masa Lalu
226
Disembunyikan
227
RGB
228
Skenario Jordan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!