ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Lama-lama stok cogan di seluruh dunia abis diserobot novel lele. kwkwkw😆
-------- back to Story :
Malam itu, tim Marco-Polo yang beranggotakan 10 orang yakni Marco, Polo, Fabio, Lucas, Hugo, Chen, Ritz, Edward, Bruno, dan Robin, bermalam di dalam markas yang berada di Rusia.
Salah satu usaha kamuflase milik Vesper dulu yang digunakan untuk menutupi kegiatan pabrik senjata Vesper Industries di Kastil Borka.
Orang-orang itu terlihat nyaman dan bisa tidur nyenyak tanpa khawatir diserang oleh monster karena sistem keamanan di tempat tersebut telah diaktifkan meski tak ada lagi Black Armys penjaga karena mereka telah tiada.
"Jadi ... ini makam mereka?" tanya King D dengan Irina di sampingnya saat bulan telah berada di puncaknya.
Obama Otong terlihat sedih. Ia mendekati sebuah nisan dengan nama 'Dewi' di sana. King D dan Irina mengenali nisan itu. Mereka mendekati pria berkepala gundul tersebut dan menepuk pundaknya.
"Ibu meninggal karena memberikan tabungnya buat Otong. Ibu bahkan gak mau jasadnya disimpan dalam tabung, maunya dikubur layaknya orang Islam. Hanya saja, sejak kepergian ibu dan bapak, Otong kaya hilang arah. Otong jadi gak percaya Tuhan lagi. Apalagi ... semenjak wabah monster menjalar sampai ke seluruh Bumi. Otong merasa sia-sia saja hidup. Kalau bukan karena janji Otong buat lindungi bos D, Otong milih nyusul bapak sama ibu aja," ucapnya terlihat sedih yang berjongkok di depan kuburan sang ibu.
"Jangan jadikan ini beban dan petaka dalam hidupmu, Obama. Ibumu tak pernah menginginkan kau terpuruk seperti ini. Masih ada kami keluargamu. Bukan kau saja yang kehilangan, tapi kami juga," ucap Irina memberikan pengertian, tapi pria bertato itu diam saja dengan wajah tertunduk dan mata berlinang.
"Aku juga sudah berjanji pada ayahmu untuk melindungimu, Otong. Kau sudah seperti saudaraku, kakakku. Jadi, jangan menyerah. Kita tuntaskan kekacauan ini dan bangkitkan orang-orang yang masih selamat. Untuk itulah tabung itu diciptakan meski dengan waktu yang sangat singkat. Mereka berharap, saat petaka ini sirna, kita bisa membangun kembali kehidupan di Bumi seperti saat masa-masa indah dulu," ucap King D ikut berjongkok di samping bodyguard-nya.
Otong menangis dengan anggukan. Ia memeluk King D erat, dan pria berwajah campuran Arab-Indonesia itu balas memeluk sahabat sejak masa kecilnya dengan penuh kasih.
"Jadi ... kita tak akan membangunkan para senior?" tanya Irina terlihat bingung.
"Terbalik. Kita bangunkan para senior. Biarkan para pemuda dan pemudi masih tertidur. Mereka pernah mengatakan, jika hal darurat terjadi, mereka rela mati dan berjuang demi kehidupan anak-anak yang lebih baik. Aku setuju dengan pemikiran mereka. Jadi, mari berkunjung," jawab King D dengan senyum terkembang.
Irina mengangguk paham. Ia tak menyangka, jika pemikirannya sama dengan sang kekasih. Irina merasa sangat bahagia meski Bumi sedang merintih karena hadirnya King D di sisinya.
Siapa sangka, mereka akan menjadi pasangan yang sangat cocok. Padahal, mereka dulu sering bertengkar, berselisih pendapat, bahkan tak segan saling pukul karena merasa orang yang bersangkutan begitu menyebalkan.
King D, Irina Tolya, dan Obama Otong bersiap. Helikopter di helipad milik tim Marco-Polo dipantau dengan ketat dari CamGun yang terpasang dan beroperasi secara otomatis jika dianggap terjadi serangan.
Irina berdiri di atas menara dengan mata hijaunya yang berkilau. King D yang menyadari keberadaan sang kekasih mendekatinya.
"Ada apa, Sayang?" tanyanya seraya memeluk Irina dari belakang.
"Mereka menungguku. Aku penasaran dengan kemampuanku, D. Jika mereka takluk padaku, mungkin saja ... aku bisa memerintahkan mereka," ucap Irina seraya melihat segerombolan monster yang masih berada di wilayah dekat markas.
"Maksudmu ... mengendalikan para monster? Begitu?" tanya King D terkejut sampai melepaskan pelukan.
"Ya. Darah monster mengalir dalam diriku, termasuk darahmu. Aku merasakan jika tenagaku sangat kuat. Hanya saja, saat kukerahkan energiku, dengan mudah aku merasa lelah. Ibarat baterai, aku ... sudah kehilangan fungsi secara maksimal, jadi ... harus terus diisi. Mungkin karena itu, usai kejadian kemarin, aku langsung panas," jawabnya usai menganalisis kondisi tubuhnya.
King D diam menatap Irina lekat yang memandangi kedua telapak tangannya yang terlihat pucat, tak seperti tadi yang tubuhnya sampai memerah dan terasa panas seperti orang mengalami demam tinggi.
"Hem, aku mengerti. Kau sangat pintar, Irina sayang," ucap King D dengan senyum terkembang.
Irina tersenyum tipis dan tersipu malu. Saat King D akan mencium kekasihnya, "Eh! Puter balik ah ...," ucap Otong tiba-tiba saja dan membuat dua insan itu gagal berciuman.
Irina terkekeh pelan dan memalingkan wajah karena malu. Sedang King D, menahan amarahnya karena gagal mencumbu wanita yang dicintainya.
"Ada apa? Kau sudah menghancurkan momen romantis itu, Gundul," gerutu King D memasang wajah masam.
"Ngintip dikit doang, gak dosa besar. Em, jadi ... apa ya? Kok lupa," jawab Otong malah mengedipkan mata.
"Kenapa kau bisa tahan dengan orang seperti dia, D?" tanya Irina heran.
"Mulai, mulai. Otong diledekin Irina noh, D!" sahutnya mengadu. King D memijat kepalanya yang mendadak terasa berat karena kemunculan pria gundul itu. "Oh! Inget! Tadi Otong coba hubungi semua markas, tapi ... gak ada jawaban. Gimana dong?"
Irina dan King D berwajah serius seketika.
"Hm, banyak kemungkinan dan aku malas menduganya. Sebaiknya kita buktikan dengan langsung ke sana. Siapkan rute perjalanan. Laporkan padaku sebelum misi dimulai," tegas King D.
"Asiap, Bos!" jawab Otong memberikan hormat lalu menuruni tangga.
Irina dan King D terkekeh pelan. King D kembali menatap wajah cantik sang kekasih meski terlihat pucat.
"Yang tadi tertunda. Jadi ... ulangi?" ucap King D yang membuat Irina tersipu malu.
Akhirnya, ciuman romantis yang diharapkan keduanya terjadi di atas menara markas di Rusia.
Keesokan harinya.
Mereka berbicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia.
"Untuk apa es-es itu?" tanya Fabio bingung karena jumlah balok-balok es hingga 10 kotak.
"Mau lihat Irina ngamuk 'kah? Kalo ya, gak papa, tapi Otong gak ikutan," tegasnya seraya menaikkan peti-peti itu ke dalam forklift untuk diangkut ke dalam helikopter.
"Hanya saja ... helikopter kami tak akan muat," sahut Ritz berpendapat.
"Dih. Siapa yang mau naik helikoptermu? Kita punya kendaraan sendiri ya. Lebih guede dan beramunisi penuh. Punya kalian jenis odong-odong. Kuno!" jawab Obama Otong yang membuat Ritz serta lainnya mengedipkan mata.
"Kuno? Itu helikopter militer!" sahut Robin kesal karena merasa diremehkan.
"Heh! Denger ya anak-anak zaman now. Kita akan terbang dengan dua helikopter. Nah, helikopter yang akan ditumpangi oleh Otong, D, dan Irina akan ngangkut persediaan. Sisanya, naik helikopter loreng itu. Kalau mau sumpek-sumpekan silakan. Kalau mau numpang di helikopter bos D boleh, tapi bayar. Hehe," kekehnya meledek.
"Sungguh. Jika tak ada alat translator ini, aku tak paham dengan yang ia katakan. Dia aneh. Kenapa semua keturunan mafia itu menjengkelkan?" tanya Bruno saat ia sengaja melepaskan alat translator buatan seorang mafia pada zamannya—Eiji—untuk mengetahui bahasa asli pria gundul itu.
"Namun kuakui, cara berpikir mereka yang unik itu, menyelamatkan kita puluhan kali," tegas Lucas, dan kawan-kawan satu timnya mengangguk setuju.
"Paman! Sudah semua!" seru Marco saat memasuki markas.
"Paman gundulmu! Kamu lebih tua dariku! Saat Otong masih 6 tahun, kamu udah 10 tahun! Sembarangan. Harusnya Otong panggil kamu pakde!" serunya sebal.
"Wow! Sungguh? Aku tak tahu hal itu," tanya Marco terheran-heran.
"Ya jelas gak tau. Wong ingatanmu disapu bersih," celetuknya yang membuat kening Marco dan Polo berkerut.
"Apa maksudmu?" tanya Polo seraya mendekat, tapi Otong baru menyadari jika dirinya keceplosan. Obama Otong pucat seketika karena ditatap tajam semua orang.
***
uhuy tengkiyuw tipsnya❤️ lele padamu💋 oia, novel ini udah terdaftar di lomba fantasi urban-pria masuk kategori evolusi. gak berharap banyak sih soalnya saingannya berat dan penulis terkenal dari MT semua. kalo menang alhamdulilah kalo gak ya udah, tapi doain menang boleh banget loh. amin🙏 kwkwkw😆
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
SoRA🌠🦋
aku si mau aja 🤭
2023-01-27
0
Maryani Ani
😂💕💕borong aj le semua ny Cogan aku suka...kan Otong kopian Eko bgt
2022-09-08
0
Manda Siregar Manda
kagaaa nahaaaaan le visualmu...
2022-06-08
2