Oman*

ILUSTRASI

SOURCE : GOOGLE

------ back to Story :

Helikopter kargo segera meninggalkan lokasi meski mereka khawatir jika para monster masih mengejar.

Irina meminta agar anggota tim Marco-Polo menjatuhkan Rainbow Gas selama penerbangan agar tak dikejar para monster.

Satu per satu, ledakan demi ledakan ke kumpulan para monster terdengar. Kepulan gas berwarna-warni seperti sebuah festival kematian mulai menyeruak di seluruh penjuru kota tempat mereka menemukan Fara tadi.

Suara erangan kematian terdengar bersahut-sahutan karena banyaknya monster yang muncul di wilayah itu.

Meski demikian, orang-orang itu tetap merasa sedih karena semakin sedikitnya manusia yang selamat dari wabah monster.

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.

"Kita pasti bisa mengembalikan populasi Bumi. Mungkin ... ini memang kehendak Tuhan karena ciptaannya rakus. Dia memilih orang-orang terpilih untuk membangun kembali peradaban setelah menyisihkan yang berdosa," ucap Ritz terdengar seperti pemuka agama.

"Aku tak mau berkomentar tentang hal itu," sahut Fabio, dan semua orang mengangguk setuju.

Irina tetap fokus mengejar Fara yang membawa Marco. Hingga matahari mulai bersinar, jejak gadis cantik itu belum ditemukan.

Tentu saja, hal ini membuat cemas semua orang terlebih Polo karena menganggap saudara kembarnya diculik.

Selain itu, ia tak mengenal sosok Fara meski ia hanya tahu jika gadis berambut panjang ikal tersebut adalah adik King D.

Namun, hal aneh terjadi saat drone yang diterbangkan oleh Irina mendapati kediaman sultan Javier seperti dibangun barikade entah sejak kapan.

"Mm ... Obama?" panggil Irina tampak ragu akan sesuatu.

"Ya, Otong juga liat. Sumpah, Otong gak inget ini kapan dibuatnya," jawab lelaki gundul itu ikut tercengang.

"Wow! Baru kali ini aku melihat dinding besar seperti benteng seumur hidupku," ucap Edward seraya menahan sakit saat tangannya sedang diobati oleh Chen karena gigitan monster.

"Yakin ini rumah sultan?" tanya Irina heran dan mengarahkan drone-nya untuk mengelilingi sekitar.

"Koordinatnya benar sih, Jeng," jawab Obama seperti ikut bingung.

"Apa mungkin, Fara yang melakukannya? Seingatku ... Fara ditidurkan ketika dia berumur ... mm, sekitar 20. Oman memang dijaga oleh banyak Black Armys dan pasukan Jihad sebelum akhirnya mimi serta baba ditidurkan hingga dipindah ke Grey House," ucap King D angkat bicara.

"Maksudmu ... Fara meminta semua orang-orang itu untuk membuat benteng? Demi melindungi rumah? Bukankah ... semua markas dan kediaman pribadi dipersenjatai? Aku rasa, membuat benteng sedikit berlebihan," tegas Irina berpendapat.

Saat semua orang terdiam, tiba-tiba saja muncul sosok yang menghalangi cahaya matahari ketika akan bersinar.

Mata semua orang menyipit saat melihat dari layar televisi di mana helikopter kargo belum tiba di lokasi tersebut.

Drone Irina melayang dan diam terfokus melihat sosok yang diyakini adalah seorang wanita karena lekuk tubuhnya.

Hingga tiba-tiba, sambungan komunikasi mereka seperti diretas dan terdengar panggilan di earphone masing-masing.

"King D? Kaukah itu?" tanya seorang gadis yang membuat King D langsung menegakkan dudukkan.

"Ya, ini aku, Fara! Maaf, aku tak bisa melihatmu, mataku ... aku ... terkena Rainbow Gas Hitam," jawabnya gugup.

"Hemm, aku mengerti. Hanya saja, kautahu 'kan. Hanya orang-orang sudah terpindai yang bisa memasuki rumah. Kawan-kawanmu itu belum. Mereka bisa mati jika nekat masuk. Namun, temanmu si mata merah dikenali oleh database. Dia putera dari Lopez dan Brian? Apakah ... saudaranya juga ikut bersamamu?" tanya Fara dengan suara sedikit manja.

Semua orang diam mendengarkan. "Ya, namanya Polo. Dia bersamaku. Namun, kawan-kawan dari tim Marco-Polo sudah menjadi satu kelompok denganku. Berikan mereka akses agar bisa masuk," pinta King D terlihat gugup.

"Mm, bagaimana ya? Fara gak kenal sama mereka. Kata baba, jangan biarkan orang asing masuk. Bisa jadi mereka mata-mata atau lebih buruknya lagi ... musuh dalam selimut," jawabnya berkesan menolak dan masih berdiri di atas benteng.

Anggota tim Marco-Polo tampak pucat. Terlebih, saat kamera CD melihat banyaknya persenjataan yang siaga di luar dinding seperti sengaja dipasang untuk menjatuhkan mental lawan yang ingin menyerang.

"Oh! Pakai detektor kebohongan aja! Biar alat itu yang ngetes mereka dan buktiin, orang-orang itu ancaman apa gak? Mereka ganteng-ganteng loh, Fara. Masa kamu gak kepincut?" sahut Obama yang membuat kening para lelaki itu berkerut.

"Ganteng ya? Hem, boleh deh kalau gitu," jawabnya manja. Namun, hal itu malah membuat Irina serta lainnya terheran-heran. Sedang Obama, terkekeh karena usahanya berhasil. "Kak Otong lihat cahaya merah di sisi Timur? Nah, daratkan helikopter di sana. Nanti, tes akan dilakukan di tempat itu. Sampai ketemu!" ucap Fara riang dan sosoknya langsung menghilang dari atas benteng karena semua orang fokus melihat ke arah cahaya yang dimaksud gadis cantik itu.

"Entah kenapa perasaanku tak enak dengan tes aneh itu," sahut Lucas dan diangguki kawan-kawan lainnya.

Obama mendaratkan helikopter ke helipad yang telah tersedia. Tak ada satu pun orang di sana. Namun, Irina meminta semua orang agar jangan melakukan hal mencurigakan karena ia merasa, sikap Fara sedikit lain tak seperti yang ia kenal.

Hingga akhirnya, sebuah pintu besi terbuka dan muncul sosok gadis cantik itu mengembangkan senyum manisnya.

Para pria anggota tim Marco-Polo tersipu malu karena Fara, ternyata lebih cantik saat dilihat langsung.

"Ah, ya. Kalian tampan. Aku suka lelaki tampan," ucap Fara saat mengamati satu per satu para pria itu yang berdiri berjejer siap untuk melakukan tes.

"Terima kasih," ucap Chen tersipu malu, termasuk yang lain.

"Baiklah. Kalian lihat pintu tempatku masuk tadi?" tanya Fara, dan kesembilan lelaki itu mengangguk. "Alat detektor terpasang di bingkai pintu itu. Kalian akan berdiri di sana dan akan ada sistem yang akan mengajukan pertanyaan. Aku sudah menginputkan beberapa hal jadi kalian cukup menjawabnya. Hanya saja, khusus Polo, karena database mengenalimu, kau tak perlu tes. Jadi, ayo ikut denganku," ajak Fara seraya memberikan tangannya.

Polo kaget, tapi menerima gandengan itu. Praktis, semua orang melongo karena pria bermata biru itu mendapatkan akses mudah untuk masuk tanpa tes.

"King D," panggil Irina yang merasa janggal dengan sikap Fara.

"Ya, aku bisa merasakannya. Kita ikuti saja alurnya. Ayo," ajak King D yang dipapah oleh Irina dan Otong saat mereka sudah berdiri di luar helikopter.

Tiga orang itu masuk lebih dulu dengan tabung Rohan ikut bersama mereka. Irina dan lainnya terpaksa meninggalkan delapan pria di luar untuk melakukan tes.

Terlihat, Irina, Obama dan Polo mengamati dari sebuah jendela seukuran mata untuk memastikan kawan-kawan mereka baik-baik saja.

Satu per satu, delapan lelaki itu melangkah maju mendekati pintu. Mereka lalu berbaris seperti mengantri untuk memulai tes.

Bruno menarik napas dalam dan berdiri di bingkai pintu besi tersebut dengan jantung berdebar.

"Identifikasi dirimu," pinta sistem dengan suara berat seorang lelaki.

"Aku ... akrab dipanggil Bruno. Aku dulunya salah satu anggota pasukan militer Amerika Serikat yang ditugaskan untuk menghalau serangan monster serta melakukan evakuasi kepada para warga yang berada di Oklahoma. Namun ... serangan monster terjadi begitu dahsyat di negara itu dan menewaskan beberapa orang serta anggota militer. Aku terpaksa keluar dari pasukan karena Oklahoma jatuh dan militer kalah. Aku berkelana dan bertemu dengan beberapa manusia selamat hingga memutuskan untuk bergabung dengan tim Marco-Polo," jawab Bruno gugup, tapi tetap berdiri tegap.

PIP!

"Identifikasi dinyatakan benar. Silakan masuk, Bruno, dan selamat datang di Istana Sultan Javier, Oman. Kami akan melindungimu," ucap sistem yang membuat Bruno langsung tersenyum lebar.

"Woah! Dia berhasil! Sepertinya mudah," sahut Hugo yang tak lagi tegang usai melihat kawannya lolos tes dan kini memasuki gerbang.

"Oke. Aku selanjutnya," sahut Robin langsung melangkah mantap dan berdiri tegap.

"Identifikasi dirimu," ucap sistem dengan pertanyaan yang sama.

"Hai, aku Robin. Aku sama seperti Bruno hanya beda penempatan. Aku salah satu anggota pasukan darat Amerika Serikat yang ditugaskan di Alabama. Kasus serupa juga terjadi di negara itu. Penyebaran wabah monster begitu cepat di mana awalnya kami berpikir jika gigitan mereka menular, tapi ternyata tidak demikian. Aku bersama beberapa orang berhasil meninggalkan negara bagian tersebut hingga ke Kentucky dengan tujuan Washington. Saat itu, panggilan radio menyatakan jika Washington masih mampu bertahan. Sayangnya, satu per satu dari kami berguguran ketika mendapat serangan monster yang terjadi tiba-tiba seperti sebuah penyergapan. Lalu ... aku bertemu dengan Marco-Polo ketika mereka datang menyelamatkanku. Mereka memberikanku harapan dan pada akhirnya, aku ikut bergabung hingga hari ini," jawab Robin dengan senyuman.

Semua kawan-kawan Marco-Polo tersenyum karena merasakan hal yang sama.

"Identifikasi dinyatakan benar. Silakan masuk, Robin, dan selamat datang di Istana Sultan Javier, Oman. Kami akan melindungimu," ucap sistem yang ikut mengizinkan pria berkulit hitam itu untuk masuk.

Tentu saja, semua orang tampak gembira. Satu per satu para pria itu menjalani tes agar bisa masuk.

Perasaan lega bagi semua orang karena anggota tim Marco-Polo berhasil memasuki gerbang dengan sukses.

"Huff, sungguh menegangkan! Aku penasaran, jika tak lolos tes, apa yang akan terjadi?" tanya Chen penasaran.

"Kalian akan mati tersengat. Lalu, mayat kalian akan kulemparkan dari atas benteng di mana sudah ada besi-besi tajam di bawah sana siap untuk menusuk kalian bagaikan sate. Seru bukan?" jawab Fara dengan senyum lebar.

Namun, informasi darinya langsung membuat wajah orang-orang itu tegang seketika.

"Nah, bau darah kalian, akan mengundang para monster untuk mendekat. Saat itulah, senjata-senjataku akan membunuh mereka. Bisa dibilang, yang gagal tes akan menjadi umpan bagi para monster menuju kematiannya," imbuh Fara dengan wajah berbinar, tapi membuat semua orang diam seketika.

"Mm, Fara. Kau tinggal dengan siapa di sini? Apakah petugas medis ada?" tanya Irina mengalihkan pembicaraan seraya merangkul calon adik iparnya itu.

"Hem, saat aku bangun, ada satu penjaga. Dia Hakim. Sekarang, dia sedang mengawasi teman kalian Marco di ruang tahanan," jawab Fara santai, tapi membuat mata semua orang melebar.

"Kau memasukkan saudaraku ke dalam sel?" tanya Polo kaget.

"Ya, matanya seram menyala merah. Aku takut, tapi penasaran. Jadi, dia aku simpan. Memangnya, kenapa mata saudaramu bisa berwarna merah seperti itu?" tanya Fara lugu, tapi membuat orang-orang yang sudah tahu hal tersebut jadi bingung menjelaskan, terlebih King D jika adiknya tahu tentang dirinya.

"Fara. Apa kau merasa dirimu sedikit berbeda? Maksudku ... kulihat warna matamu juga berubah. Apa yang terjadi?" tanya Irina menatap Fara lekat.

"Hem, entahlah. Aku hanya merasa bersemangat dan riang sepanjang hari. Aku tak mau masuk tabung lagi. Aku ingin berpetualang. Saat aku sedang berpatroli, aku malah melihat helikopter kalian. Hanya saja, aku bingung, kenapa kalian malah menjadi agresif termasuk lelaki bermata merah itu? Kenal saja tidak, dia sudah mau memelukku. Tentu saja aku lari," jawabnya cemberut.

Obama langsung menepuk jidatnya, tapi Fara hanya menatapnya dengan bingung.

"Gak ada yang niat ganjen sama kamu, Nduk. Tadinya, kita kira kamu mau minta tolong wong sendirian, malem-malem, di atas gedung pula. Udah gitu, banyak monster di luar. Marco sampai nekat terjun buat nolongin kamu. Lah yang ditolongin malah kabur," keluh Obama tampak bersabar menghadapi adik King D.

"Oh, gitu ya? Hahaha! Fara gak tau. Bilang dong," jawabnya santai dan malah tertawa. "Ya udah, yuk masuk. Kita ngobrolnya di dalam saja. Fara lapar. Kak Irina masak dong," pintanya manja seraya merangkul lengan kekasih kakaknya.

"Oke!" jawab Irina dengan senyuman dan berjalan berdampingan dengan Fara yang melompat-lompat kecil terlihat riang.

Sedang para pria yang melihat sikap Fara, memilih diam enggan berkomentar. Tabung Rohan mengikuti King D yang ikut diamankan dalam benteng.

***

uhuy makasih tipsnya❤️ lele padamu💋besok lagi ya. kwkwkw😆 Oia, Red Lips season 1 udah tamat jadi bisa dibaca ya cuma lele gak kasih label tamat karena season 2 nanti akan lanjut di novel yang sama cuma setelah Monster Hunter tamat. Itu aja infonya^^

Terpopuler

Comments

◤✧ 𝕯𝖊𝖜𝖎𝖖 𝕹𝖔𝖚𝖗𝖆 ✧◥

◤✧ 𝕯𝖊𝖜𝖎𝖖 𝕹𝖔𝖚𝖗𝖆 ✧◥

anjirrr psikopatnya kayak toby 🤣🤣🤣

2023-02-28

1

◤✧ 𝕯𝖊𝖜𝖎𝖖 𝕹𝖔𝖚𝖗𝖆 ✧◥

◤✧ 𝕯𝖊𝖜𝖎𝖖 𝕹𝖔𝖚𝖗𝖆 ✧◥

aku juga suka banget cogan 🤣🤣🤣

2023-02-28

1

◤✧ 𝕯𝖊𝖜𝖎𝖖 𝕹𝖔𝖚𝖗𝖆 ✧◥

◤✧ 𝕯𝖊𝖜𝖎𝖖 𝕹𝖔𝖚𝖗𝖆 ✧◥

toby versi cewek nih tengilnya 🤭🤭🤭

2023-02-28

0

lihat semua
Episodes
1 Kebangkitan King D
2 Kiamat?*
3 Si Mata Hijau*
4 Misi Dimulai*
5 Para Penyerang*
6 Militer Gadungan*
7 Menghilang?!*
8 Mengumpulkan Informasi*
9 India*
10 Para Monster Mengepung!*
11 Memecah Tim*
12 Bertukar Informasi*
13 Pengorbanan Jamal*
14 Para Penjaga India*
15 Menuju Oman*
16 Siapa Gadis Itu?*
17 Oman*
18 Menggemaskan, tapi Mengerikan*
19 Ulah Siapa?*
20 Rengekan Fara*
21 Oasis*
22 Salah Paham*
23 Terkepung
24 Maafkan Aku, Hakim*
25 Meninggalkan Oasis*
26 Anggota Baru*
27 Para Penjaga Oman*
28 Teluk Oman*
29 Informasi Yang Mengejutkan
30 HOPE*
31 Temuan Baru
32 Perubahan Mengerikan
33 Misi Ditunda*
34 Mengejar Penyusup*
35 Dia Dikenali Database*
36 Perubahan Jason*
37 Tentang Irina Tolya*
38 Mengungkapkan Kemampuan Tak Lazim
39 Memburu Hope*
40 Kapal Selam di Laut Arab*
41 Chip?*
42 Kemampuan Baru*
43 Reina Akiara*
44 Ada Yang Terbangun Lagi*
45 Bagi Tugas*
46 Mongolia*
47 Menjadi Dua Tim*
48 Krasnoyarsk, Rusia*
49 Dibodohi*
50 Menuju Rusia*
51 Di Ujung Tanduk*
52 Red Skull*
53 Perubahan Hugo
54 Menuju Jumbo Island
55 Markas Jeju, Korea Selatan*
56 Kemunculan Bojan dan Cucu*
57 Anadyr, Rusia*
58 GIGA Palsu?*
59 Ingat Nasihatku, Nero*
60 Selamat Tinggal, Tuan Bojan*
61 Bergejolak Lagi*
62 Kemampuan Aneh Obama Otong
63 Obama Bingung Sendiri
64 Detektor Kebohongan*
65 Ontario, Kanada*
66 Lake Superior, Canada*
67 Ulah Hope?*
68 Sasaran Hope
69 Saudara Vs Saudara
70 Markas Jumbo Island
71 Siapa Red?
72 Langkah Selanjutnya
73 Giamoco Island
74 Reina Mengambil Alih
75 Kegelisahan King D*
76 Dia Bangkit!
77 Petuah Jonathan
78 Keputusan Jonathan
79 Protokol Pembangkitan Level 1
80 Bercabang dan Rumit
81 Dibangkitkan Satu Per Satu
82 Jagung Rebus
83 Markas Greenland
84 Junior Si Pucat
85 GIGA DARA
86 Kami Mengenalinya
87 Hope di Islandia
88 Para Lelaki Bertopeng
89 Semakin Tak Terkendali
90 Hapus Data*
91 Munculnya Sig Hector Edelweiss*
92 Semakin Banyak Yang Berguguran
93 Rencana Tersembunyi Yu Jie dan Damian
94 Dia Berbahaya atau Tidak?
95 Kim Loria*
96 Kemampuan Unik Loria
97 Loria Si Gadis Berlendir
98 New York
99 Hampir Terlupakan
100 Dia Licik dan Cerdik
101 Tiba-tiba Saja
102 Tujuan Tersembunyi si Topeng Merah
103 Zurna Si Wanita Perkasa
104 Terminator Black Castle*
105 Mata Putih*
106 Tak Bisa Dibangkitkan?*
107 Melatih Kemampuan Unik
108 Memindahkan 20 Tabung*
109 Prancis*
110 Siapa Mereka?*
111 Satu Markas Aktif Lagi*
112 Colombia*
113 Mensiasati Ancaman Hope
114 Sengkuni?*
115 Cara Licik
116 Kisah Hope
117 Hilangnya Kemampuan
118 Mulai Berkumpul
119 Para Sukarelawan Manusia Super
120 Rekaman Mengejutkan
121 Wales, Inggris
122 Kubisa Mengendalikannya
123 Beralih Pihak
124 Wujud Lain Yang Mengerikan
125 Di Balik Kegelapan
126 Ancaman Sengkuni
127 Gerakan Mereka Terbaca*
128 Lalai
129 Menjadi Pelindung*
130 Tahanan Sengkuni
131 Solo*
132 Para Mafia Senior*
133 Utusan 13 Demon Heads?
134 Rute*
135 Siapa 1 Orang Terakhir?*
136 Bonus Play AB-1
137 Orang-orang Aneh*
138 Siapa Dia?*
139 Bonus Play AB-2*
140 Bonus Play AB-3
141 Jono The Gamer Release
142 Melody*
143 Mata Lainnya*
144 Mata Hitam*
145 Para Monster Menggila*
146 Bangkitnya Red Ribbon
147 Penyerangan Menyeluruh*
148 Gempuran Markas Lainnya*
149 Tentara Sengkuni
150 Jebol!
151 Teriakan Kematian
152 Kami Tak Akan Kalah!
153 Tak Sanggup Lagi
154 Menyerang Rusia
155 Dia Marah!
156 Mencari Celah
157 Panik!
158 Dia Menghilang
159 Mereka Datang!
160 Membersihkan Italia
161 Ada Cara Lain*
162 Datang dan Pergi
163 1 Miliar
164 Kami Berhasil
165 Serangan di Jeju
166 Serangan Aneh*
167 Dokter Gigi?
168 Gadis Yang Bersinar*
169 Markas Demon Kids?*
170 King D VS Sengkuni
171 Jangan Mati*
172 Penyiksaan Sengkuni
173 Sebuah Bisikan
174 Ditenangkan
175 Dua Topeng Merah
176 Belati
177 Menghabisi Para Monster Yang Tersisa
178 Dia Sakit
179 Tak Menyesal
180 Dia Abadi
181 Mengerahkan Segala Cara
182 Cukup Sampai Di Sini
183 Selamat Tahun Baru 2023 LAP*
184 Ke mana Mereka?
185 Presiden Dunia
186 Filipina
187 Rencana Sandara
188 Pemusnahan dan Pembersihan Monster di Seluruh Dunia
189 Terasa Mudah*
190 Membersihkan Jepang*
191 Dinetralkan Kembali
192 Limbah Bangkai Monster*
193 Tabung Khusus
194 Misi Eropa
195 Membersihkan Indonesia
196 Aksi Penyelamatan Afro
197 Manusia Setengah Makhluk Mitologi
198 Rencana Cadangan Sengkuni
199 Estafet
200 Kebangkitan Sun
201 Kebangkitan Durriyah, Buffalo dan Martin*
202 La Palma, Spanyol*
203 Pemusnahan Limbah Monster*
204 Para Monster Terakhir
205 Cape Canaveral, Florida*
206 Musuh Terakhir
207 Roket Monster*
208 Pengorbanan King D
209 Kebangkitan 13 Demon Kids
210 Berkumpulnya Demon Kids*
211 Misi Demon Kids*
212 Portugal
213 Bertemu untuk Berpisah
214 Era Evolusi*
215 Pembersihan Terakhir
216 Pemakaman dan Pembangkitan Masal
217 Bangkitnya Tabung-tabung Level 3*
218 Dia Mati
219 Sipil Berpendapat
220 Gelitik Aneh
221 Undang-undang Dunia
222 Dari Hati
223 21 Februari 2023
224 Inkubasi
225 Mengulang Tragedi Masa Lalu
226 Disembunyikan
227 RGB
228 Skenario Jordan
Episodes

Updated 228 Episodes

1
Kebangkitan King D
2
Kiamat?*
3
Si Mata Hijau*
4
Misi Dimulai*
5
Para Penyerang*
6
Militer Gadungan*
7
Menghilang?!*
8
Mengumpulkan Informasi*
9
India*
10
Para Monster Mengepung!*
11
Memecah Tim*
12
Bertukar Informasi*
13
Pengorbanan Jamal*
14
Para Penjaga India*
15
Menuju Oman*
16
Siapa Gadis Itu?*
17
Oman*
18
Menggemaskan, tapi Mengerikan*
19
Ulah Siapa?*
20
Rengekan Fara*
21
Oasis*
22
Salah Paham*
23
Terkepung
24
Maafkan Aku, Hakim*
25
Meninggalkan Oasis*
26
Anggota Baru*
27
Para Penjaga Oman*
28
Teluk Oman*
29
Informasi Yang Mengejutkan
30
HOPE*
31
Temuan Baru
32
Perubahan Mengerikan
33
Misi Ditunda*
34
Mengejar Penyusup*
35
Dia Dikenali Database*
36
Perubahan Jason*
37
Tentang Irina Tolya*
38
Mengungkapkan Kemampuan Tak Lazim
39
Memburu Hope*
40
Kapal Selam di Laut Arab*
41
Chip?*
42
Kemampuan Baru*
43
Reina Akiara*
44
Ada Yang Terbangun Lagi*
45
Bagi Tugas*
46
Mongolia*
47
Menjadi Dua Tim*
48
Krasnoyarsk, Rusia*
49
Dibodohi*
50
Menuju Rusia*
51
Di Ujung Tanduk*
52
Red Skull*
53
Perubahan Hugo
54
Menuju Jumbo Island
55
Markas Jeju, Korea Selatan*
56
Kemunculan Bojan dan Cucu*
57
Anadyr, Rusia*
58
GIGA Palsu?*
59
Ingat Nasihatku, Nero*
60
Selamat Tinggal, Tuan Bojan*
61
Bergejolak Lagi*
62
Kemampuan Aneh Obama Otong
63
Obama Bingung Sendiri
64
Detektor Kebohongan*
65
Ontario, Kanada*
66
Lake Superior, Canada*
67
Ulah Hope?*
68
Sasaran Hope
69
Saudara Vs Saudara
70
Markas Jumbo Island
71
Siapa Red?
72
Langkah Selanjutnya
73
Giamoco Island
74
Reina Mengambil Alih
75
Kegelisahan King D*
76
Dia Bangkit!
77
Petuah Jonathan
78
Keputusan Jonathan
79
Protokol Pembangkitan Level 1
80
Bercabang dan Rumit
81
Dibangkitkan Satu Per Satu
82
Jagung Rebus
83
Markas Greenland
84
Junior Si Pucat
85
GIGA DARA
86
Kami Mengenalinya
87
Hope di Islandia
88
Para Lelaki Bertopeng
89
Semakin Tak Terkendali
90
Hapus Data*
91
Munculnya Sig Hector Edelweiss*
92
Semakin Banyak Yang Berguguran
93
Rencana Tersembunyi Yu Jie dan Damian
94
Dia Berbahaya atau Tidak?
95
Kim Loria*
96
Kemampuan Unik Loria
97
Loria Si Gadis Berlendir
98
New York
99
Hampir Terlupakan
100
Dia Licik dan Cerdik
101
Tiba-tiba Saja
102
Tujuan Tersembunyi si Topeng Merah
103
Zurna Si Wanita Perkasa
104
Terminator Black Castle*
105
Mata Putih*
106
Tak Bisa Dibangkitkan?*
107
Melatih Kemampuan Unik
108
Memindahkan 20 Tabung*
109
Prancis*
110
Siapa Mereka?*
111
Satu Markas Aktif Lagi*
112
Colombia*
113
Mensiasati Ancaman Hope
114
Sengkuni?*
115
Cara Licik
116
Kisah Hope
117
Hilangnya Kemampuan
118
Mulai Berkumpul
119
Para Sukarelawan Manusia Super
120
Rekaman Mengejutkan
121
Wales, Inggris
122
Kubisa Mengendalikannya
123
Beralih Pihak
124
Wujud Lain Yang Mengerikan
125
Di Balik Kegelapan
126
Ancaman Sengkuni
127
Gerakan Mereka Terbaca*
128
Lalai
129
Menjadi Pelindung*
130
Tahanan Sengkuni
131
Solo*
132
Para Mafia Senior*
133
Utusan 13 Demon Heads?
134
Rute*
135
Siapa 1 Orang Terakhir?*
136
Bonus Play AB-1
137
Orang-orang Aneh*
138
Siapa Dia?*
139
Bonus Play AB-2*
140
Bonus Play AB-3
141
Jono The Gamer Release
142
Melody*
143
Mata Lainnya*
144
Mata Hitam*
145
Para Monster Menggila*
146
Bangkitnya Red Ribbon
147
Penyerangan Menyeluruh*
148
Gempuran Markas Lainnya*
149
Tentara Sengkuni
150
Jebol!
151
Teriakan Kematian
152
Kami Tak Akan Kalah!
153
Tak Sanggup Lagi
154
Menyerang Rusia
155
Dia Marah!
156
Mencari Celah
157
Panik!
158
Dia Menghilang
159
Mereka Datang!
160
Membersihkan Italia
161
Ada Cara Lain*
162
Datang dan Pergi
163
1 Miliar
164
Kami Berhasil
165
Serangan di Jeju
166
Serangan Aneh*
167
Dokter Gigi?
168
Gadis Yang Bersinar*
169
Markas Demon Kids?*
170
King D VS Sengkuni
171
Jangan Mati*
172
Penyiksaan Sengkuni
173
Sebuah Bisikan
174
Ditenangkan
175
Dua Topeng Merah
176
Belati
177
Menghabisi Para Monster Yang Tersisa
178
Dia Sakit
179
Tak Menyesal
180
Dia Abadi
181
Mengerahkan Segala Cara
182
Cukup Sampai Di Sini
183
Selamat Tahun Baru 2023 LAP*
184
Ke mana Mereka?
185
Presiden Dunia
186
Filipina
187
Rencana Sandara
188
Pemusnahan dan Pembersihan Monster di Seluruh Dunia
189
Terasa Mudah*
190
Membersihkan Jepang*
191
Dinetralkan Kembali
192
Limbah Bangkai Monster*
193
Tabung Khusus
194
Misi Eropa
195
Membersihkan Indonesia
196
Aksi Penyelamatan Afro
197
Manusia Setengah Makhluk Mitologi
198
Rencana Cadangan Sengkuni
199
Estafet
200
Kebangkitan Sun
201
Kebangkitan Durriyah, Buffalo dan Martin*
202
La Palma, Spanyol*
203
Pemusnahan Limbah Monster*
204
Para Monster Terakhir
205
Cape Canaveral, Florida*
206
Musuh Terakhir
207
Roket Monster*
208
Pengorbanan King D
209
Kebangkitan 13 Demon Kids
210
Berkumpulnya Demon Kids*
211
Misi Demon Kids*
212
Portugal
213
Bertemu untuk Berpisah
214
Era Evolusi*
215
Pembersihan Terakhir
216
Pemakaman dan Pembangkitan Masal
217
Bangkitnya Tabung-tabung Level 3*
218
Dia Mati
219
Sipil Berpendapat
220
Gelitik Aneh
221
Undang-undang Dunia
222
Dari Hati
223
21 Februari 2023
224
Inkubasi
225
Mengulang Tragedi Masa Lalu
226
Disembunyikan
227
RGB
228
Skenario Jordan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!