ILUSTRASI
SOURCE : 7wallpapers.net
Biar Otong gak botak sendirian. Lele kasih temen. Baik kan akuh😆
----- back to Story :
Praktis, semua anggota tim dalam kelompok King D menyebar ke berbagai sudut. Obama Otong dengan sigap memindahkan helikopter cargo tersebut yang ternyata bisa dikendalikan dari jarak jauh menggunakan jam tangannya.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Seriously?" tanya Bruno yang ikut berjongkok di sebelahnya.
"Dibilang, helikopter kalian itu kuno," ejeknya.
Bruno tak mau berdebat. Ia melihat Ritz dan Edward segera lepas landas untuk mengamankan kendaraan terbang yang kini beramunisi penuh karena mendapat dukungan senjata dari Obama Otong.
"Amankan! Jangan sampai mereka merebut atau menghancurkan kendaraan kita!" seru Polo dari panggilan radio.
"Yes, Capt!" jawab Edward cepat dan kini, ia duduk di kursi tempat senjata gatling di mana sebelumnya Hugo bertugas.
Namun, di tempat King D berada.
"D! Apa yang kaulakukan? Bersembunyi!" panggil Irina yang sudah menyembunyikan diri di balik pilar beton bawah jembatan bersama Chen.
King D malah berjalan dengan mantap mendatangi sekumpulan orang berseragam militer yang sedang sibuk untuk mengisi ulang senjata mereka.
Mereka berbicara dalam bahasa Rusia. Terjemahan.
"Dia datang! Dia datang!" seru salah seorang pria lelaki saat melihat sosok pria dengan manik mata berwarna silver menerobos kepulan asap.
"Kan, kan! Bos edian malah cari mati. Udah dua kali loh, D. Ya ampun, bapak plis idup lagi!" ucap Otong frustasi.
Tim Marco-Polo membidik ke arah kepulan asap untuk melindungi King D meski mereka tak bisa melihat pergerakan dari balik tempat itu.
Tiba-tiba saja, DOR! DOR!
"Agg! Arghhh!" erang seorang pria dari balik kepulan asap yang mengejutkan tim Marco-Polo.
"Ritz! Apa yang terjadi?" tanya Polo panik dan meminta bantuan kepada timnya yang memantau dari atas langit untuk menjadi mata.
"King D melawan orang-orang itu dan melumpuhkan mereka satu per satu. Dia sungguh keren! Kau harus melihatnya!" jawab Ritz kagum.
Polo dan semua orang yang mendengar ikut terkejut. Mereka akhirnya berani mendekati sekelompok orang tak dikenal saat satu per satu dari mereka dilemparkan oleh King D hingga sosoknya terlihat.
BRUKK!!
"Agg, sial. Dia kuat sekali," erang salah satu pria saat dirinya jatuh tersungkur di atas aspal.
"Amankan mereka!" titah Polo.
Dengan siap, anggota tim Polo menodongkan senjata ke kepala orang-orang yang menggelepar di jalanan.
Orang-orang itu tak berkutik dan terpaksa menyerah. Tim Polo melucuti senjata mereka di balik rompi anti peluru.
"Kau bukan orang militer. Aku orang militer, aku tahu seperti apa diri kami," tegas Robin, dan diangguki Bruno karena sependapat.
Para lelaki itu menghela napas panjang. Mereka dipaksa untuk bersimpuh dan berjejer rapi. Irina yang khawatir jika King D terluka langsung bergegas mendatanginya.
"Kau membuatku hampir terkena serangan jantung!" gerutu Irina, tapi King D malah tersenyum.
Saat tim Marco-Polo sedang menertibkan 7 orang yang berhasil mereka amankan, tiba-tiba, mata Irina dan King D menyala.
Mata King D berubah lagi menjadi merah dan biru seperti menyadari sesuatu.
"Monster!" teriak Marco yang kembali mengejutkan semua orang.
"AAAA!" teriak semua orang panik, terlebih para tentara gadungan.
"Jangan lari!" teriak Irina, tapi tujuh orang itu tak mengindahkan ucapannya.
"Kubilang jangan lari!" teriak Irina marah yang tiba-tiba saja, membuat para monster itu malah semakin agresif.
King D dan Obama Otong panik. Mereka seperti menyadari sesuatu dalam diri Irina. Tim Marco-Polo kebingungan dalam bersikap. Jarak para monster tinggal 300 meter dari tempat mereka berada.
"Kami tak lari! Lalu kami harus bagaimana sekarang?!" tanya Fabio ketakutan dengan senapan laras panjang ia genggam erat.
"Irina, Irina sayang. Hey, hei," panggil King D karena napas Irina menderu dan matanya mengunci pada tujuh orang yang berlari kencang melarikan diri dari kejaran monster.
Benar saja. Para monster datang dengan beringas. Tim Marco-Polo dibuat kebingungan dalam bertindak. Mereka siap membidik para monster yang berlari mendatangi mereka.
"Jangan tembak! Jangan tembak!" titah King D, tapi orang-orang dalam timnya itu tetap mengarahkan senjata ke para monster tersebut.
"Irina!" panggil King D lantang yang kemudian mencium bibir kekasihnya lekat.
Polo dan lainnya tertegun saat tiba-tiba saja para monster yang berlari ke arah mereka berhenti begitu saja.
Lucas hampir pingsan karena jarak para monster yang berjumlah hingga belasan itu hanya sekitar 1 meter saja.
"Ya ampun. Otong butuh obeng. Ini baut di jantung nyaris copot," ucap Obama Otong ikut memegangi dadanya dengan tangan gemetaran.
Tujuh orang yang berlari tampak terkejut. Mereka menghentikan laju seketika saat berhasil naik ke atas jembatan.
Mereka melihat para monster itu tiba-tiba saja tak menyerang seperti kejadian yang sudah dialami sebelumnya.
Perlahan, King D melepaskan ciumannya. Ia menatap Irina lekat dan tersenyum manis seraya mengelus kedua pipinya lembut.
"Jangan marah. Kau sudah berjanji padaku," ucap King D seperti mencoba menenangkan hati kekasihnya.
Mata Irina masih menyala hijau, tapi tubuhnya sudah tak merah lagi karena panas. Ia mengangguk pelan dan menoleh ke arah para monster. Mata Irina lalu beralih ke tujuh orang manusia yang berada di jembatan.
"Kalian lari lagi, aku tak segan mengirimkan para monster pada kalian. Turun dan bersimpuh!" tegas Irina dari tempatnya berdiri.
Tujuh orang itu saling memandang, tapi dua diantara mereka malah berlari kencang. King D memejamkan mata sejenak seperti dalam hati berkata, 'Dasar orang-orang bodoh'.
Benar saja, mata Irina mengejar dua orang yang berlari itu. Seketika, "Harghhh!"
"Hemph!" teriak Hugo dengan suara tertahan saat Otong membungkam mulutnya.
Para monster berlari mengejar dua orang yang sudah dibidik Irina. Sedang lima orang tentara gadungan, langsung berjongkok di dinding jembatan seraya menutup kepala mereka dengan kedua tangan.
"ARGGHH!" erang dua manusia itu saat mereka dikerubungi oleh belasan monster yang siap mencabik dan memakan mereka hidup-hidup.
Lima orang yang selamat segera turun dari jembatan dengan tergesa. Napas mereka tersengal hingga keringat bercucuran. Para pria itu ketakutan dan langsung bersimpuh seperti yang Irina minta.
"Nanti saja sesi interogasinya. Jika ingin selamat, jangan banyak tingkah," tegas Irina menatap lima orang itu tajam.
Orang-orang itu mengangguk dengan wajah pucat pasi. Obama Otong dengan sigap mengarahkan helikopter cargo ke tempat mereka berada. Lima orang itu ikut dalam helikopter King D.
Segera, dua helikopter meninggalkan arena pembantaian. Chen terlihat jijik saat melihat para monster itu memangsa dua manusia tersebut hidup-hidup dari balik jendela helikopter.
"Mereka memakannya," ucap Lucas bergidik ngeri.
"Mereka lapar. Oleh karena itu, mereka beringas," jawab Irina dari sambungan radio yang kini matanya menyorot tajam lima orang baru dalam helikopternya.
Tangan lima orang itu diborgol pada besi dudukkan kursi. King D berdiri dan menatap mereka tajam.
"Kau bisa berbicara bahasa Rusia," ucap salah seorang pria berambut punk.
"Dan kau bukan orang militer. Siapa kalian? Kenapa bisa selamat sampai sejauh ini?" tanya King D penuh curiga.
Semua orang yang mendengar percakapan itu diam dan menyimak dengan serius.
"Kami sebenarnya adalah anggota geng motor. Kami selama ini bersembunyi di ruang bawah tanah sebuah bar. Namun, saat persediaan makanan habis, kami terpaksa keluar dan menyusuri kota. Lalu ... kami menemukan seragam militer dan juga persenjataan mereka berikut kendaraan para tentara itu. Namun, kami yang tak tahu bagaimana cara mengoperasikannya, malah membuat para monster mengejar kami. Akhirnya, kami pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk bertahan hidup. Kami menggunakan tank sampai akhirnya benda itu tak bergerak lagi dan kami terkurung di tempat ini," jawab seorang pria terlihat seperti pemimpin diantara lima orang itu.
"Mereka jujur," ucap Irina yang ternyata bisa menganalisis kebenaran dari suatu ucapan.
"Tentu saja kami jujur! Untuk apa kami berbohong? Kami sudah lelah dan berpikir akan mati. Hingga akhirnya, kami melihat helikopter kalian. Jujur, kami merasa senang karena tak menyangka masih ada manusia yang hidup," sahut salah seorang pria dengan rambut gimbal sebahu.
"Apakah ... kalian orang militer?" tanya salah seorang dari geng motor itu.
"Ya, begitulah," jawab King D berbohong. Tim Marco-Polo memilih diam meski saling melirik.
"Ah, pantas saja. Lalu, kalian ... maaf, bukannya menyinggung. Apakah kalian memiliki kekuatan super? Bagaimana si mata hijau itu mengendalikan para monster itu? Apakah ... dia semacam ratunya atau bagaimana?" tanya seorang pria dengan rambut gondrong sebahu menunjuk Irina.
"Hem, bisa dikatakan demikian," jawab Irina malas beralibi. King D melirik kekasihnya dan tersenyum tipis.
"Woah. Jadi ... kami aman atau malah terancam jika ikut kalian?" tanya pria berambut gimbal.
"Kami akan menurunkan kalian nantinya. Kami tak ada niatan untuk mengajak kalian dalam misi kami," tegas King D.
Praktis, mata orang-orang itu melebar seketika seperti ketakutan.
"Jangan lakukan itu! Kau kejam sekali dengan mengumpankan kami kepada para manusia sakit itu. Tolonglah, biarkan kami ikut bersama kalian," rengek pria berambut punk.
"Kami hanya akan menampung orang yang memiliki keahlian," tegas King D serius.
Lima orang itu pucat seketika. "Oh! Aku bisa mengemudikan tank! Aku sudah tahu caranya. Aku akan berguna untukmu nanti," ucap pria berambut cepak menunjukkan kebolehannya.
"Hehe, mereka mengemis," kekeh Obama Otong dari bangku kemudi.
"Aku juga bisa," sahut King D yang membuat beberapa orang terkejut karena tak menyangka hal itu.
"Mm, a-aku bisa memasak. Tukang masak sangat penting untuk menjaga stamina dan rasa agar tetap semangat!" ucap pria berambut punk.
"Irina-ku malah ahlinya. Kau tak akan mampu menyainginya," tegas King D berwajah dingin. Irina tersenyum tipis karena dipuji.
Lima orang itu pucat karena tak bisa membuat pria bermanik merah dan biru kagum pada keahlian mereka.
"Aku rela kausuruh apa pun, Tuan. Asalkan jangan umpankan kami pada para monster. Aku mohon," ucap pria berambut gondrong malah menangis.
King D terkejut karena lima orang itu seperti akan menangis bersamaan. King D merasa iba dan melirik Irina.
Sang kekasih mengembuskan napas pelan dan mengangguk. Obama Otong terkekeh dan memilih tak berkomentar.
"Begini saja. Aku memiliki tujuan. Kita lihat, jika sampai di tempat itu kalian kuanggap menyusahkan, sebaiknya kalian pergi ke Seward, Alaska," tegas King D memberikan toleransi pada akhirnya.
"Alaska? Kenapa kami harus pergi ke sana?" tanya pria berambut cepak.
"Ada manusia selamat yang membentuk koloni di tempat itu. Pergilah ke sana. Dan kalian akan selamat karena tempat itu dilindungi," tegas King D usai mendengar penjelasan dari tim Marco-Polo beberapa waktu lalu.
Praktis, lima orang itu terkejut. Mereka saling berpandangan terlihat tak percaya.
"Lebih jelasnya, kalian bisa bicarakan hal ini pada timku yang berada di helikopter lain. Aku lelah, dan aku ingin istirahat. Jangan berisik atau kulempar dari atas helikopter," tegas King D mengancam, dan lima orang itu mengangguk cepat.
Irina meraih tangan King D yang mengajaknya kembali ke bangku depan. Keduanya kembali menemani Obama Otong yang masih fokus mengemudi.
Lima orang itu tampak senang karena akhirnya diterima meski kejelasan hidup mereka masih dipertanyakan.
"Kita harus membuat pria bermata aneh itu menerima kita. Kulihat, dia sangat kuat. Kita harus membuat dia terkesima!" ucap pria bertato.
"Ya, kau benar. Kita harus terus ikut dengannya. Aku tak yakin dengan Alaska. Aku tak mendengar kabar apa pun jika di sana ada manusia yang hidup. Aku lebih percaya dengan apa yang kulihat," sahut pria berambut cepak mengemukakan pendapatnya.
Lima anggota geng motor itu sudah memantapkan diri dengan keputusan bersama. Dua helikopter melaju tanpa hambatan lagi menuju ke lokasi yang telah dipetakan sebelumnya sebelum misi dimulai.
***
uhuy tipsnya banyak😍lele padamu❤️kl sempet dobel eps hari ini. kl gak bsk ya😁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
liani
🤣🤣🤣🤣
buah jatuh tak jauh dari pohonnya..
kekel aku Lele..
2022-09-07
2
Winnie Irwansyah
aaahhhhh otong g jauh beda sm bapake,bikin gumushhhh aahhhh🤭🤭🤭
2022-06-28
1
Manda Siregar Manda
foriuos...
2022-06-09
2