Militer Gadungan*

ILUSTRASI

SOURCE : 7wallpapers.net

Biar Otong gak botak sendirian. Lele kasih temen. Baik kan akuh😆

----- back to Story :

Praktis, semua anggota tim dalam kelompok King D menyebar ke berbagai sudut. Obama Otong dengan sigap memindahkan helikopter cargo tersebut yang ternyata bisa dikendalikan dari jarak jauh menggunakan jam tangannya.

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.

"Seriously?" tanya Bruno yang ikut berjongkok di sebelahnya.

"Dibilang, helikopter kalian itu kuno," ejeknya.

Bruno tak mau berdebat. Ia melihat Ritz dan Edward segera lepas landas untuk mengamankan kendaraan terbang yang kini beramunisi penuh karena mendapat dukungan senjata dari Obama Otong.

"Amankan! Jangan sampai mereka merebut atau menghancurkan kendaraan kita!" seru Polo dari panggilan radio.

"Yes, Capt!" jawab Edward cepat dan kini, ia duduk di kursi tempat senjata gatling di mana sebelumnya Hugo bertugas.

Namun, di tempat King D berada.

"D! Apa yang kaulakukan? Bersembunyi!" panggil Irina yang sudah menyembunyikan diri di balik pilar beton bawah jembatan bersama Chen.

King D malah berjalan dengan mantap mendatangi sekumpulan orang berseragam militer yang sedang sibuk untuk mengisi ulang senjata mereka.

Mereka berbicara dalam bahasa Rusia. Terjemahan.

"Dia datang! Dia datang!" seru salah seorang pria lelaki saat melihat sosok pria dengan manik mata berwarna silver menerobos kepulan asap.

"Kan, kan! Bos edian malah cari mati. Udah dua kali loh, D. Ya ampun, bapak plis idup lagi!" ucap Otong frustasi.

Tim Marco-Polo membidik ke arah kepulan asap untuk melindungi King D meski mereka tak bisa melihat pergerakan dari balik tempat itu.

Tiba-tiba saja, DOR! DOR!

"Agg! Arghhh!" erang seorang pria dari balik kepulan asap yang mengejutkan tim Marco-Polo.

"Ritz! Apa yang terjadi?" tanya Polo panik dan meminta bantuan kepada timnya yang memantau dari atas langit untuk menjadi mata.

"King D melawan orang-orang itu dan melumpuhkan mereka satu per satu. Dia sungguh keren! Kau harus melihatnya!" jawab Ritz kagum.

Polo dan semua orang yang mendengar ikut terkejut. Mereka akhirnya berani mendekati sekelompok orang tak dikenal saat satu per satu dari mereka dilemparkan oleh King D hingga sosoknya terlihat.

BRUKK!!

"Agg, sial. Dia kuat sekali," erang salah satu pria saat dirinya jatuh tersungkur di atas aspal.

"Amankan mereka!" titah Polo.

Dengan siap, anggota tim Polo menodongkan senjata ke kepala orang-orang yang menggelepar di jalanan.

Orang-orang itu tak berkutik dan terpaksa menyerah. Tim Polo melucuti senjata mereka di balik rompi anti peluru.

"Kau bukan orang militer. Aku orang militer, aku tahu seperti apa diri kami," tegas Robin, dan diangguki Bruno karena sependapat.

Para lelaki itu menghela napas panjang. Mereka dipaksa untuk bersimpuh dan berjejer rapi. Irina yang khawatir jika King D terluka langsung bergegas mendatanginya.

"Kau membuatku hampir terkena serangan jantung!" gerutu Irina, tapi King D malah tersenyum.

Saat tim Marco-Polo sedang menertibkan 7 orang yang berhasil mereka amankan, tiba-tiba, mata Irina dan King D menyala.

Mata King D berubah lagi menjadi merah dan biru seperti menyadari sesuatu.

"Monster!" teriak Marco yang kembali mengejutkan semua orang.

"AAAA!" teriak semua orang panik, terlebih para tentara gadungan.

"Jangan lari!" teriak Irina, tapi tujuh orang itu tak mengindahkan ucapannya.

"Kubilang jangan lari!" teriak Irina marah yang tiba-tiba saja, membuat para monster itu malah semakin agresif.

King D dan Obama Otong panik. Mereka seperti menyadari sesuatu dalam diri Irina. Tim Marco-Polo kebingungan dalam bersikap. Jarak para monster tinggal 300 meter dari tempat mereka berada.

"Kami tak lari! Lalu kami harus bagaimana sekarang?!" tanya Fabio ketakutan dengan senapan laras panjang ia genggam erat.

"Irina, Irina sayang. Hey, hei," panggil King D karena napas Irina menderu dan matanya mengunci pada tujuh orang yang berlari kencang melarikan diri dari kejaran monster.

Benar saja. Para monster datang dengan beringas. Tim Marco-Polo dibuat kebingungan dalam bertindak. Mereka siap membidik para monster yang berlari mendatangi mereka.

"Jangan tembak! Jangan tembak!" titah King D, tapi orang-orang dalam timnya itu tetap mengarahkan senjata ke para monster tersebut.

"Irina!" panggil King D lantang yang kemudian mencium bibir kekasihnya lekat.

Polo dan lainnya tertegun saat tiba-tiba saja para monster yang berlari ke arah mereka berhenti begitu saja.

Lucas hampir pingsan karena jarak para monster yang berjumlah hingga belasan itu hanya sekitar 1 meter saja.

"Ya ampun. Otong butuh obeng. Ini baut di jantung nyaris copot," ucap Obama Otong ikut memegangi dadanya dengan tangan gemetaran.

Tujuh orang yang berlari tampak terkejut. Mereka menghentikan laju seketika saat berhasil naik ke atas jembatan.

Mereka melihat para monster itu tiba-tiba saja tak menyerang seperti kejadian yang sudah dialami sebelumnya.

Perlahan, King D melepaskan ciumannya. Ia menatap Irina lekat dan tersenyum manis seraya mengelus kedua pipinya lembut.

"Jangan marah. Kau sudah berjanji padaku," ucap King D seperti mencoba menenangkan hati kekasihnya.

Mata Irina masih menyala hijau, tapi tubuhnya sudah tak merah lagi karena panas. Ia mengangguk pelan dan menoleh ke arah para monster. Mata Irina lalu beralih ke tujuh orang manusia yang berada di jembatan.

"Kalian lari lagi, aku tak segan mengirimkan para monster pada kalian. Turun dan bersimpuh!" tegas Irina dari tempatnya berdiri.

Tujuh orang itu saling memandang, tapi dua diantara mereka malah berlari kencang. King D memejamkan mata sejenak seperti dalam hati berkata, 'Dasar orang-orang bodoh'.

Benar saja, mata Irina mengejar dua orang yang berlari itu. Seketika, "Harghhh!"

"Hemph!" teriak Hugo dengan suara tertahan saat Otong membungkam mulutnya.

Para monster berlari mengejar dua orang yang sudah dibidik Irina. Sedang lima orang tentara gadungan, langsung berjongkok di dinding jembatan seraya menutup kepala mereka dengan kedua tangan.

"ARGGHH!" erang dua manusia itu saat mereka dikerubungi oleh belasan monster yang siap mencabik dan memakan mereka hidup-hidup.

Lima orang yang selamat segera turun dari jembatan dengan tergesa. Napas mereka tersengal hingga keringat bercucuran. Para pria itu ketakutan dan langsung bersimpuh seperti yang Irina minta.

"Nanti saja sesi interogasinya. Jika ingin selamat, jangan banyak tingkah," tegas Irina menatap lima orang itu tajam.

Orang-orang itu mengangguk dengan wajah pucat pasi. Obama Otong dengan sigap mengarahkan helikopter cargo ke tempat mereka berada. Lima orang itu ikut dalam helikopter King D.

Segera, dua helikopter meninggalkan arena pembantaian. Chen terlihat jijik saat melihat para monster itu memangsa dua manusia tersebut hidup-hidup dari balik jendela helikopter.

"Mereka memakannya," ucap Lucas bergidik ngeri.

"Mereka lapar. Oleh karena itu, mereka beringas," jawab Irina dari sambungan radio yang kini matanya menyorot tajam lima orang baru dalam helikopternya.

Tangan lima orang itu diborgol pada besi dudukkan kursi. King D berdiri dan menatap mereka tajam.

"Kau bisa berbicara bahasa Rusia," ucap salah seorang pria berambut punk.

"Dan kau bukan orang militer. Siapa kalian? Kenapa bisa selamat sampai sejauh ini?" tanya King D penuh curiga.

Semua orang yang mendengar percakapan itu diam dan menyimak dengan serius.

"Kami sebenarnya adalah anggota geng motor. Kami selama ini bersembunyi di ruang bawah tanah sebuah bar. Namun, saat persediaan makanan habis, kami terpaksa keluar dan menyusuri kota. Lalu ... kami menemukan seragam militer dan juga persenjataan mereka berikut kendaraan para tentara itu. Namun, kami yang tak tahu bagaimana cara mengoperasikannya, malah membuat para monster mengejar kami. Akhirnya, kami pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk bertahan hidup. Kami menggunakan tank sampai akhirnya benda itu tak bergerak lagi dan kami terkurung di tempat ini," jawab seorang pria terlihat seperti pemimpin diantara lima orang itu.

"Mereka jujur," ucap Irina yang ternyata bisa menganalisis kebenaran dari suatu ucapan.

"Tentu saja kami jujur! Untuk apa kami berbohong? Kami sudah lelah dan berpikir akan mati. Hingga akhirnya, kami melihat helikopter kalian. Jujur, kami merasa senang karena tak menyangka masih ada manusia yang hidup," sahut salah seorang pria dengan rambut gimbal sebahu.

"Apakah ... kalian orang militer?" tanya salah seorang dari geng motor itu.

"Ya, begitulah," jawab King D berbohong. Tim Marco-Polo memilih diam meski saling melirik.

"Ah, pantas saja. Lalu, kalian ... maaf, bukannya menyinggung. Apakah kalian memiliki kekuatan super? Bagaimana si mata hijau itu mengendalikan para monster itu? Apakah ... dia semacam ratunya atau bagaimana?" tanya seorang pria dengan rambut gondrong sebahu menunjuk Irina.

"Hem, bisa dikatakan demikian," jawab Irina malas beralibi. King D melirik kekasihnya dan tersenyum tipis.

"Woah. Jadi ... kami aman atau malah terancam jika ikut kalian?" tanya pria berambut gimbal.

"Kami akan menurunkan kalian nantinya. Kami tak ada niatan untuk mengajak kalian dalam misi kami," tegas King D.

Praktis, mata orang-orang itu melebar seketika seperti ketakutan.

"Jangan lakukan itu! Kau kejam sekali dengan mengumpankan kami kepada para manusia sakit itu. Tolonglah, biarkan kami ikut bersama kalian," rengek pria berambut punk.

"Kami hanya akan menampung orang yang memiliki keahlian," tegas King D serius.

Lima orang itu pucat seketika. "Oh! Aku bisa mengemudikan tank! Aku sudah tahu caranya. Aku akan berguna untukmu nanti," ucap pria berambut cepak menunjukkan kebolehannya.

"Hehe, mereka mengemis," kekeh Obama Otong dari bangku kemudi.

"Aku juga bisa," sahut King D yang membuat beberapa orang terkejut karena tak menyangka hal itu.

"Mm, a-aku bisa memasak. Tukang masak sangat penting untuk menjaga stamina dan rasa agar tetap semangat!" ucap pria berambut punk.

"Irina-ku malah ahlinya. Kau tak akan mampu menyainginya," tegas King D berwajah dingin. Irina tersenyum tipis karena dipuji.

Lima orang itu pucat karena tak bisa membuat pria bermanik merah dan biru kagum pada keahlian mereka.

"Aku rela kausuruh apa pun, Tuan. Asalkan jangan umpankan kami pada para monster. Aku mohon," ucap pria berambut gondrong malah menangis.

King D terkejut karena lima orang itu seperti akan menangis bersamaan. King D merasa iba dan melirik Irina.

Sang kekasih mengembuskan napas pelan dan mengangguk. Obama Otong terkekeh dan memilih tak berkomentar.

"Begini saja. Aku memiliki tujuan. Kita lihat, jika sampai di tempat itu kalian kuanggap menyusahkan, sebaiknya kalian pergi ke Seward, Alaska," tegas King D memberikan toleransi pada akhirnya.

"Alaska? Kenapa kami harus pergi ke sana?" tanya pria berambut cepak.

"Ada manusia selamat yang membentuk koloni di tempat itu. Pergilah ke sana. Dan kalian akan selamat karena tempat itu dilindungi," tegas King D usai mendengar penjelasan dari tim Marco-Polo beberapa waktu lalu.

Praktis, lima orang itu terkejut. Mereka saling berpandangan terlihat tak percaya.

"Lebih jelasnya, kalian bisa bicarakan hal ini pada timku yang berada di helikopter lain. Aku lelah, dan aku ingin istirahat. Jangan berisik atau kulempar dari atas helikopter," tegas King D mengancam, dan lima orang itu mengangguk cepat.

Irina meraih tangan King D yang mengajaknya kembali ke bangku depan. Keduanya kembali menemani Obama Otong yang masih fokus mengemudi.

Lima orang itu tampak senang karena akhirnya diterima meski kejelasan hidup mereka masih dipertanyakan.

"Kita harus membuat pria bermata aneh itu menerima kita. Kulihat, dia sangat kuat. Kita harus membuat dia terkesima!" ucap pria bertato.

"Ya, kau benar. Kita harus terus ikut dengannya. Aku tak yakin dengan Alaska. Aku tak mendengar kabar apa pun jika di sana ada manusia yang hidup. Aku lebih percaya dengan apa yang kulihat," sahut pria berambut cepak mengemukakan pendapatnya.

Lima anggota geng motor itu sudah memantapkan diri dengan keputusan bersama. Dua helikopter melaju tanpa hambatan lagi menuju ke lokasi yang telah dipetakan sebelumnya sebelum misi dimulai.

***

uhuy tipsnya banyak😍lele padamu❤️kl sempet dobel eps hari ini. kl gak bsk ya😁

Terpopuler

Comments

liani

liani

🤣🤣🤣🤣
buah jatuh tak jauh dari pohonnya..
kekel aku Lele..

2022-09-07

2

Winnie Irwansyah

Winnie Irwansyah

aaahhhhh otong g jauh beda sm bapake,bikin gumushhhh aahhhh🤭🤭🤭

2022-06-28

1

Manda Siregar Manda

Manda Siregar Manda

foriuos...

2022-06-09

2

lihat semua
Episodes
1 Kebangkitan King D
2 Kiamat?*
3 Si Mata Hijau*
4 Misi Dimulai*
5 Para Penyerang*
6 Militer Gadungan*
7 Menghilang?!*
8 Mengumpulkan Informasi*
9 India*
10 Para Monster Mengepung!*
11 Memecah Tim*
12 Bertukar Informasi*
13 Pengorbanan Jamal*
14 Para Penjaga India*
15 Menuju Oman*
16 Siapa Gadis Itu?*
17 Oman*
18 Menggemaskan, tapi Mengerikan*
19 Ulah Siapa?*
20 Rengekan Fara*
21 Oasis*
22 Salah Paham*
23 Terkepung
24 Maafkan Aku, Hakim*
25 Meninggalkan Oasis*
26 Anggota Baru*
27 Para Penjaga Oman*
28 Teluk Oman*
29 Informasi Yang Mengejutkan
30 HOPE*
31 Temuan Baru
32 Perubahan Mengerikan
33 Misi Ditunda*
34 Mengejar Penyusup*
35 Dia Dikenali Database*
36 Perubahan Jason*
37 Tentang Irina Tolya*
38 Mengungkapkan Kemampuan Tak Lazim
39 Memburu Hope*
40 Kapal Selam di Laut Arab*
41 Chip?*
42 Kemampuan Baru*
43 Reina Akiara*
44 Ada Yang Terbangun Lagi*
45 Bagi Tugas*
46 Mongolia*
47 Menjadi Dua Tim*
48 Krasnoyarsk, Rusia*
49 Dibodohi*
50 Menuju Rusia*
51 Di Ujung Tanduk*
52 Red Skull*
53 Perubahan Hugo
54 Menuju Jumbo Island
55 Markas Jeju, Korea Selatan*
56 Kemunculan Bojan dan Cucu*
57 Anadyr, Rusia*
58 GIGA Palsu?*
59 Ingat Nasihatku, Nero*
60 Selamat Tinggal, Tuan Bojan*
61 Bergejolak Lagi*
62 Kemampuan Aneh Obama Otong
63 Obama Bingung Sendiri
64 Detektor Kebohongan*
65 Ontario, Kanada*
66 Lake Superior, Canada*
67 Ulah Hope?*
68 Sasaran Hope
69 Saudara Vs Saudara
70 Markas Jumbo Island
71 Siapa Red?
72 Langkah Selanjutnya
73 Giamoco Island
74 Reina Mengambil Alih
75 Kegelisahan King D*
76 Dia Bangkit!
77 Petuah Jonathan
78 Keputusan Jonathan
79 Protokol Pembangkitan Level 1
80 Bercabang dan Rumit
81 Dibangkitkan Satu Per Satu
82 Jagung Rebus
83 Markas Greenland
84 Junior Si Pucat
85 GIGA DARA
86 Kami Mengenalinya
87 Hope di Islandia
88 Para Lelaki Bertopeng
89 Semakin Tak Terkendali
90 Hapus Data*
91 Munculnya Sig Hector Edelweiss*
92 Semakin Banyak Yang Berguguran
93 Rencana Tersembunyi Yu Jie dan Damian
94 Dia Berbahaya atau Tidak?
95 Kim Loria*
96 Kemampuan Unik Loria
97 Loria Si Gadis Berlendir
98 New York
99 Hampir Terlupakan
100 Dia Licik dan Cerdik
101 Tiba-tiba Saja
102 Tujuan Tersembunyi si Topeng Merah
103 Zurna Si Wanita Perkasa
104 Terminator Black Castle*
105 Mata Putih*
106 Tak Bisa Dibangkitkan?*
107 Melatih Kemampuan Unik
108 Memindahkan 20 Tabung*
109 Prancis*
110 Siapa Mereka?*
111 Satu Markas Aktif Lagi*
112 Colombia*
113 Mensiasati Ancaman Hope
114 Sengkuni?*
115 Cara Licik
116 Kisah Hope
117 Hilangnya Kemampuan
118 Mulai Berkumpul
119 Para Sukarelawan Manusia Super
120 Rekaman Mengejutkan
121 Wales, Inggris
122 Kubisa Mengendalikannya
123 Beralih Pihak
124 Wujud Lain Yang Mengerikan
125 Di Balik Kegelapan
126 Ancaman Sengkuni
127 Gerakan Mereka Terbaca*
128 Lalai
129 Menjadi Pelindung*
130 Tahanan Sengkuni
131 Solo*
132 Para Mafia Senior*
133 Utusan 13 Demon Heads?
134 Rute*
135 Siapa 1 Orang Terakhir?*
136 Bonus Play AB-1
137 Orang-orang Aneh*
138 Siapa Dia?*
139 Bonus Play AB-2*
140 Bonus Play AB-3
141 Jono The Gamer Release
142 Melody*
143 Mata Lainnya*
144 Mata Hitam*
145 Para Monster Menggila*
146 Bangkitnya Red Ribbon
147 Penyerangan Menyeluruh*
148 Gempuran Markas Lainnya*
149 Tentara Sengkuni
150 Jebol!
151 Teriakan Kematian
152 Kami Tak Akan Kalah!
153 Tak Sanggup Lagi
154 Menyerang Rusia
155 Dia Marah!
156 Mencari Celah
157 Panik!
158 Dia Menghilang
159 Mereka Datang!
160 Membersihkan Italia
161 Ada Cara Lain*
162 Datang dan Pergi
163 1 Miliar
164 Kami Berhasil
165 Serangan di Jeju
166 Serangan Aneh*
167 Dokter Gigi?
168 Gadis Yang Bersinar*
169 Markas Demon Kids?*
170 King D VS Sengkuni
171 Jangan Mati*
172 Penyiksaan Sengkuni
173 Sebuah Bisikan
174 Ditenangkan
175 Dua Topeng Merah
176 Belati
177 Menghabisi Para Monster Yang Tersisa
178 Dia Sakit
179 Tak Menyesal
180 Dia Abadi
181 Mengerahkan Segala Cara
182 Cukup Sampai Di Sini
183 Selamat Tahun Baru 2023 LAP*
184 Ke mana Mereka?
185 Presiden Dunia
186 Filipina
187 Rencana Sandara
188 Pemusnahan dan Pembersihan Monster di Seluruh Dunia
189 Terasa Mudah*
190 Membersihkan Jepang*
191 Dinetralkan Kembali
192 Limbah Bangkai Monster*
193 Tabung Khusus
194 Misi Eropa
195 Membersihkan Indonesia
196 Aksi Penyelamatan Afro
197 Manusia Setengah Makhluk Mitologi
198 Rencana Cadangan Sengkuni
199 Estafet
200 Kebangkitan Sun
201 Kebangkitan Durriyah, Buffalo dan Martin*
202 La Palma, Spanyol*
203 Pemusnahan Limbah Monster*
204 Para Monster Terakhir
205 Cape Canaveral, Florida*
206 Musuh Terakhir
207 Roket Monster*
208 Pengorbanan King D
209 Kebangkitan 13 Demon Kids
210 Berkumpulnya Demon Kids*
211 Misi Demon Kids*
212 Portugal
213 Bertemu untuk Berpisah
214 Era Evolusi*
215 Pembersihan Terakhir
216 Pemakaman dan Pembangkitan Masal
217 Bangkitnya Tabung-tabung Level 3*
218 Dia Mati
219 Sipil Berpendapat
220 Gelitik Aneh
221 Undang-undang Dunia
222 Dari Hati
223 21 Februari 2023
224 Inkubasi
225 Mengulang Tragedi Masa Lalu
226 Disembunyikan
227 RGB
228 Skenario Jordan
Episodes

Updated 228 Episodes

1
Kebangkitan King D
2
Kiamat?*
3
Si Mata Hijau*
4
Misi Dimulai*
5
Para Penyerang*
6
Militer Gadungan*
7
Menghilang?!*
8
Mengumpulkan Informasi*
9
India*
10
Para Monster Mengepung!*
11
Memecah Tim*
12
Bertukar Informasi*
13
Pengorbanan Jamal*
14
Para Penjaga India*
15
Menuju Oman*
16
Siapa Gadis Itu?*
17
Oman*
18
Menggemaskan, tapi Mengerikan*
19
Ulah Siapa?*
20
Rengekan Fara*
21
Oasis*
22
Salah Paham*
23
Terkepung
24
Maafkan Aku, Hakim*
25
Meninggalkan Oasis*
26
Anggota Baru*
27
Para Penjaga Oman*
28
Teluk Oman*
29
Informasi Yang Mengejutkan
30
HOPE*
31
Temuan Baru
32
Perubahan Mengerikan
33
Misi Ditunda*
34
Mengejar Penyusup*
35
Dia Dikenali Database*
36
Perubahan Jason*
37
Tentang Irina Tolya*
38
Mengungkapkan Kemampuan Tak Lazim
39
Memburu Hope*
40
Kapal Selam di Laut Arab*
41
Chip?*
42
Kemampuan Baru*
43
Reina Akiara*
44
Ada Yang Terbangun Lagi*
45
Bagi Tugas*
46
Mongolia*
47
Menjadi Dua Tim*
48
Krasnoyarsk, Rusia*
49
Dibodohi*
50
Menuju Rusia*
51
Di Ujung Tanduk*
52
Red Skull*
53
Perubahan Hugo
54
Menuju Jumbo Island
55
Markas Jeju, Korea Selatan*
56
Kemunculan Bojan dan Cucu*
57
Anadyr, Rusia*
58
GIGA Palsu?*
59
Ingat Nasihatku, Nero*
60
Selamat Tinggal, Tuan Bojan*
61
Bergejolak Lagi*
62
Kemampuan Aneh Obama Otong
63
Obama Bingung Sendiri
64
Detektor Kebohongan*
65
Ontario, Kanada*
66
Lake Superior, Canada*
67
Ulah Hope?*
68
Sasaran Hope
69
Saudara Vs Saudara
70
Markas Jumbo Island
71
Siapa Red?
72
Langkah Selanjutnya
73
Giamoco Island
74
Reina Mengambil Alih
75
Kegelisahan King D*
76
Dia Bangkit!
77
Petuah Jonathan
78
Keputusan Jonathan
79
Protokol Pembangkitan Level 1
80
Bercabang dan Rumit
81
Dibangkitkan Satu Per Satu
82
Jagung Rebus
83
Markas Greenland
84
Junior Si Pucat
85
GIGA DARA
86
Kami Mengenalinya
87
Hope di Islandia
88
Para Lelaki Bertopeng
89
Semakin Tak Terkendali
90
Hapus Data*
91
Munculnya Sig Hector Edelweiss*
92
Semakin Banyak Yang Berguguran
93
Rencana Tersembunyi Yu Jie dan Damian
94
Dia Berbahaya atau Tidak?
95
Kim Loria*
96
Kemampuan Unik Loria
97
Loria Si Gadis Berlendir
98
New York
99
Hampir Terlupakan
100
Dia Licik dan Cerdik
101
Tiba-tiba Saja
102
Tujuan Tersembunyi si Topeng Merah
103
Zurna Si Wanita Perkasa
104
Terminator Black Castle*
105
Mata Putih*
106
Tak Bisa Dibangkitkan?*
107
Melatih Kemampuan Unik
108
Memindahkan 20 Tabung*
109
Prancis*
110
Siapa Mereka?*
111
Satu Markas Aktif Lagi*
112
Colombia*
113
Mensiasati Ancaman Hope
114
Sengkuni?*
115
Cara Licik
116
Kisah Hope
117
Hilangnya Kemampuan
118
Mulai Berkumpul
119
Para Sukarelawan Manusia Super
120
Rekaman Mengejutkan
121
Wales, Inggris
122
Kubisa Mengendalikannya
123
Beralih Pihak
124
Wujud Lain Yang Mengerikan
125
Di Balik Kegelapan
126
Ancaman Sengkuni
127
Gerakan Mereka Terbaca*
128
Lalai
129
Menjadi Pelindung*
130
Tahanan Sengkuni
131
Solo*
132
Para Mafia Senior*
133
Utusan 13 Demon Heads?
134
Rute*
135
Siapa 1 Orang Terakhir?*
136
Bonus Play AB-1
137
Orang-orang Aneh*
138
Siapa Dia?*
139
Bonus Play AB-2*
140
Bonus Play AB-3
141
Jono The Gamer Release
142
Melody*
143
Mata Lainnya*
144
Mata Hitam*
145
Para Monster Menggila*
146
Bangkitnya Red Ribbon
147
Penyerangan Menyeluruh*
148
Gempuran Markas Lainnya*
149
Tentara Sengkuni
150
Jebol!
151
Teriakan Kematian
152
Kami Tak Akan Kalah!
153
Tak Sanggup Lagi
154
Menyerang Rusia
155
Dia Marah!
156
Mencari Celah
157
Panik!
158
Dia Menghilang
159
Mereka Datang!
160
Membersihkan Italia
161
Ada Cara Lain*
162
Datang dan Pergi
163
1 Miliar
164
Kami Berhasil
165
Serangan di Jeju
166
Serangan Aneh*
167
Dokter Gigi?
168
Gadis Yang Bersinar*
169
Markas Demon Kids?*
170
King D VS Sengkuni
171
Jangan Mati*
172
Penyiksaan Sengkuni
173
Sebuah Bisikan
174
Ditenangkan
175
Dua Topeng Merah
176
Belati
177
Menghabisi Para Monster Yang Tersisa
178
Dia Sakit
179
Tak Menyesal
180
Dia Abadi
181
Mengerahkan Segala Cara
182
Cukup Sampai Di Sini
183
Selamat Tahun Baru 2023 LAP*
184
Ke mana Mereka?
185
Presiden Dunia
186
Filipina
187
Rencana Sandara
188
Pemusnahan dan Pembersihan Monster di Seluruh Dunia
189
Terasa Mudah*
190
Membersihkan Jepang*
191
Dinetralkan Kembali
192
Limbah Bangkai Monster*
193
Tabung Khusus
194
Misi Eropa
195
Membersihkan Indonesia
196
Aksi Penyelamatan Afro
197
Manusia Setengah Makhluk Mitologi
198
Rencana Cadangan Sengkuni
199
Estafet
200
Kebangkitan Sun
201
Kebangkitan Durriyah, Buffalo dan Martin*
202
La Palma, Spanyol*
203
Pemusnahan Limbah Monster*
204
Para Monster Terakhir
205
Cape Canaveral, Florida*
206
Musuh Terakhir
207
Roket Monster*
208
Pengorbanan King D
209
Kebangkitan 13 Demon Kids
210
Berkumpulnya Demon Kids*
211
Misi Demon Kids*
212
Portugal
213
Bertemu untuk Berpisah
214
Era Evolusi*
215
Pembersihan Terakhir
216
Pemakaman dan Pembangkitan Masal
217
Bangkitnya Tabung-tabung Level 3*
218
Dia Mati
219
Sipil Berpendapat
220
Gelitik Aneh
221
Undang-undang Dunia
222
Dari Hati
223
21 Februari 2023
224
Inkubasi
225
Mengulang Tragedi Masa Lalu
226
Disembunyikan
227
RGB
228
Skenario Jordan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!