ILUSTRASI
SOURCE : KASKUS & REDDIT
------ back to Story :
Mereka berbicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
King D menyimak dengan serius penjelasan Obama Otong tentang keadaan Bumi yang dihidupinya kini. Pria itu tampak shock karena mematung dengan pandangan tak menentu.
"Bos, jangan pingsan. Kamu berat sumpah! Sampai pingsan, Otong seret pakai bulldozer loh," ancam pria gundul yang kini memiliki tato di tubuhnya.
King D memilih untuk duduk di sebuah kursi besi yang terasa dingin di pantatnya. Obama Otong mendekati kawan semasa kecilnya dulu bahkan sudah berjanji sejak King D berusia 4 tahun untuk menjadi bodyguard-nya.
"Itulah kenapa kausengaja membangunkanku?" tanya King D dengan kening berkerut.
"Ngapunten, tapi emang itulah faktanya," jawab Otong seraya berjongkok.
King D menoleh ke arah tabung sang kekasih dan menatapnya sendu. "Tahun berapa sekarang?"
"2070."
Praktis, mata King D melotot. "What?! Wabah Monster masih ada sejak aku ditidurkan hingga aku bangun?!"
"Kayaknya gitu, Bos. Menurut info yang Otong dapet dari timnya si Marco-Polo, ya ... begitulah. Otong udah liat dunia luar walaupun seimprit doang. Serem pokonya. Takut Otong. Kaya kiamat beneran," jawabnya bergidik ngeri.
"Bawa aku keluar. Aku ingin membuktikannya," tegas King D langsung berdiri.
"Wokeh!" sahut Otong semangat dan langsung mengikuti King D yang berjalan gagah keluar dari markas di Rusia. "Eh, bentar! Kamu masih telanjang, D!" teriak Otong saat menyadari jika King D hanya memakai celana dalaam saja. "Haish, jadi keinget pipi edan si Tobias. Semoga sifatnya gak nular. Kalau ya, makin kacau dunia," ucapnya meringis ngeri membayangkan.
"Oh! Itu dia!" seru Marco saat akan memasuki bangunan tempat ia bertemu dengan Obama Otong.
Praktis, langkah Marco dan anggota timnya terhenti. Mereka penasaran dengan sosok pria yang baru ditemui karena terlihat santai saat berjalan di tembok dan kini berdiri di atas atap menara.
"Dia manusia atau bukan?" tanya Bruno—salah satu anggota tim Marco-Polo berkulit hitam—menelan ludah.
"Aku merasa. Pria bernama King D memiliki kemampuan sepertiku dan Marco," ucap Polo si pria bermanik biru.
"Wow! Sungguh! Jadi ... bukan hanya kalian berdua yang memiliki kekuatan super?" tanya Ritz—salah satu anggota tim Marco-Polo yang bertugas sebagai pilot kendaraan terbang.
"Aku merasa, pria itu sedikit tidak waras. Hati-hati," ucap Chen—salah satu anggota tim Marco-Polo selaku ahli medis dan berwajah Asia.
Semua orang mengangguk setuju usai melihat sosok pria yang memiliki warna mata merah dan biru.
"Aku bisa melihatnya ...," ucap King D berdiri dengan gagah di atas menara.
Matanya mampu menangkap pergerakan di kejauhan hingga 1 kilometer jauhnya.
Hingga tiba-tiba, mata King D menyipit. Hidungnya bergerak dengan sendirinya karena kini indera penciumannya menjadi kuat. Marco ikut merasakan hal yang sama saat ia mengenali aroma itu.
"Monster!" teriak Marco lantang yang mengejutkan semua orang.
Praktis, para manusia yang berhasil selamat itu panik seketika. Polo mengajak anggota timnya yang tak memiliki kemampuan aneh seperti ia dan saudara kembarnya untuk segera mengamankan diri.
Obama Otong yang baru saja keluar dengan membawa jubah ikut panik karena para pria dari berbagai ras itu meneriakkan kata 'Monster' seraya berlari masuk ke dalam markas.
"Kok bisa ada Monster? King D!" teriak Obama Otong ketakutan di pintu markas.
Namun, King D malah terpaku dengan pergerakan orang-orang yang menjadi buas itu. Kepalanya sampai miring karena ia mencurigai sesuatu.
Tiba-tiba, "Bos edian! D! Mau ke mana woi!" teriak Otong panik karena King D malah melompat dan mendarat dengan keras di atas atap bangunan.
Beruntung, atap tersebut tidak jebol karena berupa landasan helikopter yang digunakan oleh tim Marco-Polo mendaratkan benda terbang mereka.
King D malah penasaran dengan yang terjadi. Hidungnya mencium aroma aneh berbau seperti bangkai dan anyir di sekitar ia berada.
"Harghhh!"
Praktis, langkah King D terhenti. Ia melihat segerombolan orang tampak buas karena mulut mereka berliur dan mata orang-orang itu merah.
Sekejap, ia teringat akan video yang pernah ditontonnya ketika orang-orang dalam jajarannya dulu terkena serum Monster.
Mata King D menyipit. Ia melihat sekitar di mana banyak puing berserakan. King D bergegas mendekati tumpukan puing itu dan dengan sigap, DUAKK!!
"Haaggg!"
DUAKK! DUKK! DUKK!!
"Polo! Katakan padaku apa yang kaulihat!" teriak Marco dari bawah menara saat Polo dan Obama Otong terpaksa naik ke helipad untuk melihat apa yang King D lakukan.
"King D melawan para monster itu, tapi ... ia terlihat seperti orang bermain bola! Ia menggunakan puing bangunan untuk melumpuhkan mereka!" seru Polo di mana ia juga memiliki kemampuan seperti King D.
Bedanya, mata biru Polo hanya bisa menangkap pergerakan hingga 1 km saat cahaya bersinar terang.
Sedang Marco, matanya menyala merah dalam kegelapan dan bisa melihat dengan jarak 1 km ketika malam. Namun, King D. Lelaki itu memiliki dua kemampuan tersebut sekaligus.
"Cepet! Bawa helikopter ini terbang. Kita harus selamatkan bos D! Dia aset super penting dan gak boleh mati!" titah Otong seraya menggantungkan teropong khususnya di leher.
Polo mengangguk mantap. Ia menghubungi timnya yang masih berada di atas untuk bersiap.
Marco dan timnya menutup pintu bangunan markas agar tak ada pihak-pihak yang belum mereka ketahui keterlibatannya, memanfaatkan keadaan kacau ini.
Polo mengemudikan helikopter dengan Otong sebagai co-pilot. Sebuah tali tangga diturunkan agar kawan-kawan Polo bisa memanjat ke atas.
Sedang Marco, memilih untuk berlari mendatangi King D yang masih berusaha melumpuhkan para manusia yang terjangkit wabah ciptaan salah satu profesor pada zamannya.
"Hah! Mereka berbeda! Ada yang aneh. Mereka tak seperti orang-orang yang kukenal ketika terkena dampak ini," ucap King D saat mengamati gerak-gerik para manusia yang menjadi buas itu.
"D!" teriak Otong dari atas helikopter.
Seketika, King D mendongak ke atas. Sebuah tali terjuntai untuk digapai pemuda itu. King D melihat dirinya terkepung karena para monster yang berhasil ia lawan ternyata tak mati.
Padahal, puing-puing yang ia tendang mengenai kepala mereka hingga berdarah, meski warnanya bukan merah lagi. Malah, orang-orang itu semakin beringas ketika terluka.
"King D!" teriak Marco yang berhasil menyusul meski berada di kejauhan.
King D melihat jika ia tak mampu sampai ke tali helikopter. Apalagi, menerobos kumpulan orang-orang itu. D panik dan merasa dirinya akan tewas di sana.
Namun, perasaan takut itu ternyata menyalur ke tempat Irina berada. Seketika, gadis cantik itu membuka mata karena merasakan kekasihnya dalam bahaya.
"D ...," panggil Irina dari dalam tabung.
"Irina," sahut King D menoleh ke arah markas tempat Irina disimpan.
***
uhuy makasih tipsnya😍lele padamu💋 bacanya pelan-pelan aja gak usah napsu. kalo gak kumat smg dobel eps hari ini. amin🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
Deby kriswandari
sweat banget si D trnyata sama iriana.
2023-03-12
1
Yuki💃🌻
Otong team horee😍
2022-10-31
0
Ria Kurnia
Oalaaah.. 2070???? Eike udh umur 90 sekian dooonk.... #udh ga bisa bntuin otong lagi dah eike 💃💃
2022-08-12
1