Malam itu. Kediaman Sultan Javier. Oman. Musim semi minggu kedua. Bulan Maret tahun 2070.
Usai mengetahui jika sang adik—Fara Imelda Flame—memiliki kekuatan tak lazim sepertinya, King D mulai menyadari jika kemampuan yang dimiliki oleh Marco, Polo, Irina, Fara, dan dirinya seperti sengaja diberikan oleh seseorang.
Sayangnya, King D belum berani menyimpulkan, alasan diberikan kekuatan misterius itu.
Namun, ia merasa jika kekuatan tersebut sangat menguntungkan di kondisi Bumi yang sedang kritis ini.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"D?" panggil Irina lembut seraya berjalan dengan anggun mengenakan gaun ala Timur Tengah.
King D terdiam untuk sepersekian detik karena terpesona akan kecantikan sang kekasih. Pria itu mengulurkan tangan kanannya saat ia sedang duduk termenung di tepi kolam air mancur memikirkan kemampuan unik tersebut.
"Apa yang kaupikirkan?" tanya Irina seraya duduk perlahan dengan tangan kanan King D dalam genggaman.
"Soal kekuatan kita, Irina. Aku takut jika hal itu malah akan membuat orang-orang yang seharusnya kita lindungi malah terluka," jawab King D sendu seraya melihat dua telapak tangannya.
"Aku juga takut, D. Namun, mau bagaimana lagi? Aku ikut memikirkan hal itu. Aku tak pernah melihat diriku saat berubah. Namun, saat melihat Fara dan dirimu, aku jadi takut pada diriku sendiri. Aku takut tak bisa mengendalikannya," ucap Irina ikut mengutarakan pemikirannya.
King D menatap sang kekasih lekat dan memeluknya. Irina balas memeluk terlihat cemas akan kondisinya.
"Oleh karena itu, kita harus selalu bersama, Sayang. Kita akan saling melindungi dan mengingatkan. Aku sangat membutuhkanmu di sisiku. Kita akan menghadapi petaka ini bersama kawan-kawan kita. Lalu, kita selesaikan semua. Aku masih ingat dengan impianmu untuk menikah denganku di sebuah padang rumput yang ditumbuhi bunga ketika musim semi," ucap King D yang membuat Irina tersipu malu dalam pelukan sang kekasih.
"Sayangnya, musim semi yang kita rasakan sekarang berbeda dari harapanku, D. Bukan bunga yang tumbuh, melainkan wabah monster yang tak berkesudahan seperti sengaja disebarluaskan," ucap Irina yang membuat kening King D berkerut seketika.
"Sengaja disebarluaskan?" ucapnya mengulang. Irina melepaskan pelukan dan saling bertatapan dengan sang kekasih. "Apakah kau sepemikiran denganku?" tanya King D memastikan, dan Irina mengangguk pelan.
Keesokan harinya.
King D dan Irina mendatangi Fara yang sedang asyik di rumah kaca bersama tanaman pisang kesayangannya.
Bruno dan Robin ikut membantu di mana mereka merasa jika berkebun cukup menyenangkan.
Terlebih, mereka belum pernah melihat kebun pohon pisang yang ditanam dalam rumah kaca.
"Wow! Aku tak menyangka jika akan sebanyak ini," ucap Irina kagum saat melihat banyaknya pisang-pisang bergelantungan dalam koloni di beberapa pohon.
"Hei, Kak. Ya, tapi mereka belum matang. Yang sudah siap makan dipetik oleh Fabio dan Lucas tanpa bersisa," jawab Fara cemberut.
"Aku minta maaf atas nama dua teman-temanku. Itu karena, mereka kagum saat melihat pisang-pisangmu tumbuh subur dan rasanya enak. Di luar sana, kami jarang sekali bisa menikmati makanan lezat terlebih setelah dipetik langsung dari pohon," ucap Bruno merasa bersalah.
"Aku belum pernah keluar dari Oman. Apakah ... semengerikan itu? Bagaimana jika aku ikut dalam misi kalian? Aku bosan," pintanya merengek.
Irina dan King D saling melirik tampak terkejut.
"Di luar sangat berbahaya, Fara," ucap Irina menekankan.
"Aku tahu. Hanya saja, aku ingin ikut membuat perubahan. Aku memiliki kemampuan dan aku menyukai kekuatan baruku. Pasti aku bisa menolong kalian. Ayolah," rengeknya memaksa yang kini menunjukkan wajah memelas di depan sang kakak.
King D memalingkan wajah mencoba tak terayu dengan kesedihan yang dibuat-buat oleh sang adik. Irina menahan senyum karena Fara berusaha keras untuk meluluhkan hati sang kakak.
"Kau tak mau mengajakku? Baiklah, muntahkan semua pisang yang sudah masuk dalam perutmu. Buat mereka berada di pohon-pohon itu lagi. Aku tak mau tahu caranya. Lakukan sekarang!" serunya yang membuat mata King D langsung melotot.
"Mana bisa?! Kau menjijikkan!"
"Oleh karena itu, ajak aku! Ajak aku! Aku mau ikut! Ikut! Ikut!" pintanya seraya menangis dan menginjak-injakkan kaki ke atas tanah.
Semua orang kebingungan karena Fara bersikap seperti anak kecil padahal ia seharusnya sudah berumur 40 tahun.
Irina meringis dan mengangguk pelan kepada sang kekasih. King D memijat dahinya dan pada akhirnya menyerah.
"Iya! Kau boleh ikut. Lalu ... bagaimana dengan Hakim? Kau tega meninggalkannya sendirian?" Mengurus istana yang megah ini?" tanya King D melotot.
"Tak apa. Jangan meremehkanku, Tuan. Tahun depan, agent S dan 4P akan bangkit untuk menemaniku. Sebaiknya, Anda dan lainnya fokus untuk mencari tabung sultan dan ibu Anda. Selain itu, ada baiknya Anda mengunjungi markas lain yang belum bisa dihubungi," sahut Hakim yang muncul dari pintu masuk ruang kaca.
"Yey! Kita akan jalan-jalan!" seru Fara melompat-lompat riang dengan air mata sudah mengering.
"Jalan-jalan gundulmu. Dikira monster yang kluyuran di luar sana bisa diajak gandengan tangan dan makan es krim bersama?" sahut Obama yang berdiri menyender pada pintu masuk ruang kaca sembari menikmati sebuah pisang dalam kunyahan.
"Pisangku!" teriak Fara langsung menunjuk.
"Dilarang pelit! Otong aduin ke baba sama mimi loh. Hayoloh," balas Obama mengancam.
Fara terlihat sebal hingga keningnya berkerut. Semua orang tampak tegang, tapi Obama menunjukkan wajah santai tak terintimidasi.
"Ish! Nyebelin!" seru Fara kesal dan langsung keluar dari rumah kaca, tapi sengaja menabrak tubuh Obama hingga lelaki itu hampir jatuh.
"Woo! Matanya jelalatan! Untung pisangnya gak runtuh!" seru Obama kesal, tapi Fara menjulurkan lidah tampak tak peduli.
Semua orang di ruang kaca hanya bisa menahan senyum melihat tingkah keduanya.
Selama menunggu kebangkitan Rohan, Lucas dan Fabio terus berusaha menghubungi semua markas yang telah ditunjukkan oleh Hakim, di mana tabung-tabung tersebut berada.
Dua lelaki itu mulai memetakan rute perjalanan usai mereka nanti mengunjungi markas GIGA untuk melacak tabung kedua orang tua King D.
"Inggris aman. Kita tak perlu mendatangi markas milik Benedict," ucap Lucas, dan diangguki oleh Fabio.
Irina dan King D, mengajarkan para anggota dari Tim Marco-Polo dalam menggunakan persenjataan dari Vesper serta Boleslav Industries.
Beruntung, di Oman masih ada beberapa seragam tempur Black Armys berikut sepatu magnet. Masing-masing dari 10 orang itu dipersenjatai layaknya tentara Vesper pada zamannya.
"Sepatu milik Fara berbeda," ucap Edward menilai.
"Itu rancangan khusus yang dibuat oleh bibi Sandara dan Jordan dibantu oleh ilmuwan lainnya," jawab King D serius saat mereka memeriksa satu per satu isi muatan yang diangkut oleh helikopter kargo serta milik tim Marco-Polo.
Sedang Hugo dan lainnya, memakai sepatu magnet berwarna hitam sampai di bawah lutut, termasuk Irina, King D dan Obama Otong.
"Jadi, hari ini kita belajar untuk menggunakan sepatu magnet ini? Hoho, hebat," tanya Fabio senang.
"Kita akan berpatroli di sekitar seperti yang kulakukan malam itu," sahut Fara yang membuat wajah kesepuluh pria itu datar seketika.
"Maksudmu ... keluar benteng? Bertemu para monster?" tanya Ritz langsung melebarkan mata dan merasa kakinya kembali sakit karena mendengar hal itu.
Fara mengangguk dengan wajah riang, tapi tidak dengan lainnya.
"Terlalu berbahaya," tegas King D.
"Kita harus terdesak untuk melatih kemampuan, Kak. Jika tidak begitu, kita tak akan tahu fungsi dari kekuatan ini. Aku merasa, kekuatan perakku lebih dari ini, dan tempat yang paling pas untuk mengujinya, dengan para monster," sahut Fara menekan.
"Sayangnya, kami tak memiliki kemampuan sepertimu, Irina, King D, Marco dan Polo," tegas Chen.
"Jangan jadi pria pengecut. Jangan mempermalukan kaummu," ucap Fara yang terasa menohok bagi para lelaki itu.
"Oke. Karena aku dikatakan seperti seorang pecundang, ayo kita temui para monster itu. Semoga mereka mau diajak bekerja sama dengan mengurangi tingkat keagresifannya," sahut Chen pasrah.
"Yey! Itu baru semangat! Ayo!" seru Fara gembira, tapi tidak bagi yang lain.
Malam itu, Hakim dan Obama Otong berjaga dalam benteng seraya mengendalikan CD untuk melindungi kelompok King D yang akan menyusuri kota.
Meksipun dua lelaki itu terlindungi oleh dinding yang kokoh dan persenjataan otomatis canggih, tetap saja hati mereka tak tenang karena orang-orang yang dikenal sedang menguji kemampuan di luar sana dengan para monster.
"Ya Allah, lindungi mereka," pinta Hakim penuh harap.
"Amin, amin!" sahut Obama sampai berkeringat dingin.
Mereka sengaja tak menggunakan helikopter dan benda terbang apa pun untuk menuju ke kota. Fara mengajukan diri sebagai penunjuk jalan bagi orang-orangnya.
"Fara belum pergi sampai ke wilayah pesisir pantai. Hanya saja, untuk sampai ke sana sangat jauh. Jadi, bagaimana jika ke perbatasan dengan Saudi Arabia?" tanyanya yang kini berdiri di atas benteng bersama 6 orang di sisi kanan dan 6 orang di sisi kiri.
"Ya, terserah kau saja. Yang penting kita pulang dengan selamat dan tak terluka," jawab Marco yang memilih untuk tak membuat gadis cantik itu kesal.
"Hem, bagus! Bersiap! Kita akan melakukan lompatan yang cukup jauh. Nah, kalian lihat pijakan-pijakan itu? Kita akan melompat sampai ke permukaan dengan menginjak benda-benda dari besi itu. Aku sengaja membuatnya di mana para monster tak bisa menggapainya," ucap Fara seraya menunjuk lempengan-lempengan besi di beberapa titik yang mengeluarkan cahaya merah.
"Wow! Itu ... sangat jauh dan tinggi! Jika jatuh, kami bisa mati!" seru Fabio melotot.
"Jangan pesimis. Coba juga belum. Lihat aku ya, ini mudah!" sahut Fara santai.
Seketika, mata semua orang melebar. King D ikut terkejut karena tak menyangka jika Fara bisa melompat cukup jauh dengan jarak hampir 300 meter.
Semua orang melihat Fara berhasil melompat dan mendarat di sebuah lempengan besi yang tertempel pada bagian atas sebuah pohon layaknya landasan helikopter, tapi berukuran lebih kecil.
"Oh ... aku tak memiliki keberanian sebesar itu," keluh Ritz yang merasa kakinya lemas seketika.
"Bagaimana jika menggunakan semacam parasut? Atau mungkin benda yang membantu kita melayang di udara? Jujur, melompat bukan hal yang kukuasai," sahut Robin, tapi orang-orang yang berdiri di atas benteng itu hanya bisa diam karena mereka juga ragu.
"Ayo, cepat! Jika kalian terlalu lama, aku tinggal!" seru Fara mengancam.
"Hei, tunggu! Hish, anak ini," gerutu King D kesal.
Irina tampak cemas karena ia juga harus melakukan lompatan itu juga. King D bersiap untuk mencoba melakukan lompatan seperti Fara.
Sedang Obama yang sudah melihat kemampuan King D sebelumnya, merasa yakin jika lelaki itu bisa melakukannya. Hanya saja, ia tetap saja cemas karena khawatir jika King D jatuh.
"Oke! Aku akan ke sana. Ya Allah, selamatkan aku," ucap King D pucat saat mengambil posisi dengan melangkah mundur, siap untuk melompat.
Seketika, "Wow!" seru Obama sampai meremat surban yang dipinjamkan oleh Hakim untuk digunakan membungkus kepala botaknya.
Mata King D melebar. Ia melihat dirinya melompat sangat tinggi dalam kegelapan. Jantungnya serasa ingin meledak karena tak pernah melakukan hal ini sebelumnya di mana itu sengaja dilakukan.
Hingga tiba-tiba, "D!" seru Irina yang membuat King D menoleh, di mana ia merasa ada pergerakan di sisi kanannya.
Benar saja, BRANG!
"Argh!"
"KING D!" seru Irina panik saat tubuh King D dihantam kuat dari samping oleh sebuah drone seperti sebuah misil bersayap yang membuat tubuh lelaki itu terdorong kuat di udara.
"Kejar benda itu!" seru Hakim memerintahkan.
Obama dengan sigap menerbangkan CD miliknya untuk mengejar drone besar yang membawa King D menjauh dari benteng. Praktis, semua orang panik seketika.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
makasih tipsnya😍 lele padamu💋 nguantuk uyy. eps bonus dalam artian naskah panjang di atas 1k dr jumlah tips bsk ya~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
🍃syafira indah🍃
dah lama gk mampir eyke apa kbar bestie q ini mak lele pasti dede utun dah gede,ngomong2 itu dron siapa lagi ya hmm auto marathon baca ini,sehat selalu n tetep semangat ya aju😘😘😘
2022-07-16
0
Winnie Irwansyah
Bissmillah dlu king D biar g jatuh😊😊
2022-06-29
0
Ĺęø ♌️
pihAk mAnA Lagi itu dAtEng???🤔
2022-06-06
0