Pengorbanan Jamal*

ILUSTRASI

SOURCE : GOOGLE

---- back to Story :

Tiba-tiba, Jamal berdiri. Ia meminta semua orang ikut dengannya. Tentu saja hal itu membuat semua orang bingung, tapi merasa ada hal misterius tersembunyi yang akan terkuak.

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Geng motor bicara dalam bahasa Rusia. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.

"Bagaimana kau menemukan kami?" tanya Ritz penasaran saat orang-orang itu berjalan mengikuti Jamal memasuki hangar.

"Aku melihat helikopter kalian terbang menjauh. Menurut pengamatan tuan Jamal, kalian pasti mendarat di sebuah hangar milik adiknya dulu, Rahul," jawab King D santai, tapi orang-orang itu terlihat kagum.

"Ternyata, tebakanku tepat bukan?" sahut Jamal bangga saat ia meminta semua orang ikut dengannya memasuki sebuah bangkai pesawat.

"Waspada dan siaga," tegas Polo yang kembali mengangkat senapannya dan diikuti oleh lainnya.

"Marco," panggil Chen terlihat gugup.

"Aman. Tak ada bau monster di sini," jawabnya seraya mengendus sekitar.

Irina dan King D saling berpandangan. Keduanya seperti satu pemikiran jika orang-orang bentukan Marco-Polo sangat bisa diandalkan seperti sudah terlatih untuk situasi buruk seperti ini.

Tiba-tiba, Jamal berdiri di belakang dudukkan pilot pesawat. Ia menarik tuas pada kokpit dan KLEK! NGEK ....

"Wow!" pekik Hugo terkejut dan langsung menggeser kakinya karena lantai yang dipijaknya seperti bergeser.

"Aku ingin ada yang berjaga di permukaan. Tiga orang saja. Untuk antisipasi," tegasnya.

"Aku saja. Dan dua orang Rusia, kau dan kau," sahut Ritz dan dua pria dari geng motor itu mengangguk gugup.

Jamal menuruni tangga diikuti yang lain. Obama memberikan kode agar Ritz selalu menghubunginya. Pilot tim Marco-Polo mengangguk paham.

Jamal menuruni tangga yang terbuat dari besi sampai ke dasar di mana tempat itu gelap dan hanya cahaya senter yang menerangi.

"Marco?" panggil Polo di mana tempat seperti ini adalah keahlian saudara kembarnya.

"Wow! Matamu ...," pekik Jamal terkejut saat melihat mata Marco menyala. "Oh! Kau juga!" kejutnya lagi saat melihat mata King D menyala merah hanya di satu sisi.

"Tempat ini ...," ucap King D yang membuat semua orang terdiam.

King D melangkah perlahan menuju ke suatu tempat. Jamal meminta kepada Marco untuk mencari saklar. Pria itu berjalan di sekitar dan KLIK!

"Woah! Ada banyak!" pekik Lucas saat ruangan itu bercahaya terang, tapi ia langsung membungkam mulut karena suaranya menggema dalam ruangan seperti bunker itu.

"Di sinikah, Anda menyimpan semua tabung?" tanya Irina menduga, dan Jamal mengangguk.

"Semuanya 100 tabung. Dua sudah terbuka, milikku dan isteriku yang telah tiada. Masih ada 98 tabung yang tersisa. Jadi, bisa kau bayangkan, betapa kayanya Jeremy dan orang-orangnya saat kumemesan benda-benda ini untuk keluargaku?" ucap Jamal yang membuat Irina dan Obama mengangguk dengan gugup.

"Anda pasti sangat kaya," ucap Fabio memuji, dan Jamal tampak bangga karenanya.

"Oh! Rohan, Nandra dan Ryan keturunan Giamoco juga ada di sini?" tanya King D terkejut saat mengenali sosok dari tiga orang itu.

"Hem, kau jeli, D. Awalnya tabung mereka berada di Swiss, tapi aku minta dipindahkan karena ingin keluarga besarku berkumpul," tegasnya menjelaskan.

Orang-orang tak berani menyentuh tabung karena sistem keamanan yang melindungi benda tersebut.

"Ada anak kecil, orang dewasa, bahkan orang tua," ucap Edward mengintip dari kaca bagian atas di mana wajah orang-orang itu terlihat.

"Tunggu sebentar, Tuan. Jika Swiss dikosongkan, itu berarti ... tak ada pos penjaga di sana? Bukankah tujuan kita tersebar di beberapa wilayah untuk mengamankan tiap sektor dan tak terpusat pada satu tempat demi keamanan?" tanya Souta berkerut kening.

"Masih ada yang menjaga Swiss. Yuki, Torin dan puteri mereka," jawab Jamal santai.

King D, Irina dan Obama tampak lega mendengar hal tersebut.

"Jadi ... jumlah kalian sebenarnya ada berapa?" tanya pria berambut punk dari anggota geng motor Rusia.

"Ribuan. Oleh karena itu, jika para monster lenyap, kalian tak perlu takut manusia punah. Mereka yang berada dalam tabung bisa mengembalikan keadaan. Hanya saja, mereka bangun secara estafet tak serempak. Semua sudah diatur dalam jadwal. Entah kenapa, ide Sandara dan Jordan sangat tepat dengan situasi yang terjadi saat ini. Mereka seperti peramal. Kadang aku takut dengan dua anak itu," ucap Jamal bergidik ngeri.

"Siapa Sandara dan Jordan?" tanya pria Rusia bertato.

"Mereka keturunan Vesper dan Boleslav. Dua orang kuat pada masanya. Sedang pencipta tabung-tabung generasi pertama yang hanya 35 unit adalah ayah Sandara Liu, tapi ... beliau sudah tiada. Keluarga Boleslav menyokong pembuatan tabung saat harus diproduksi masal karena banyaknya permintaan. Vesper Industries tak bisa mengerjakan semua, jadi ... mereka membantu," jawab Jamal menjelaskan.

Orang-orang yang belum mengetahui hal itu mengangguk pelan dan mulai mengerti dengan sejarah tersebut.

"Oh! Lalu ... soal sinyal D yang hilang. Itu karena kami memasuki wilayah Pemancar Fatamorgana. Aku sengaja menyalakannya karena rekaman CamGun terakhir, ada drone melintas dan kuyakin itu bukan dari kelompok kami, 13 Demon Heads. Bisa saja masih ada manusia lain yang selamat. Namun, aku tak melihat pergerakan manusia hidup usai wabah itu menyebar. Mungkin ... mereka semua sudah terjangkit. Oleh karena itu, jumlah monster sangat banyak," ucap Jamal dengan dua tangan masuk dalam saku celananya.

"Namun, serum monster tak menular. Jika terkena darah monster, orang itu malah akan mati," sahut Irina heran.

"Soal itu ... entahlah. Aku khawatir jika para monster berevolusi, seperti King D, dan si kembar itu," jawab Jamal yang membuat suasana tegang seketika.

"Kapan drone itu melintas terakhir kali, Mbah? Kita wajib dan kudu mencurigainya," tanya Obama serius.

Saat Jamal mengajak orang-orang itu untuk kembali ke atas, tiba-tiba saja ....

"Hei! Gawat! Para monster menuju kemari!" panggil pria berambut gimbal dari Rusia lantang di tangga.

Seketika, mata hijau Irina menyala. Orang-orang itu panik dan bergegas keluar. Namun ....

"Tuan Jamal! Apa yang Anda lakukan?!" tanya King D memekik karena Jamal malah berhenti di sebuah tabung dan menempelkan telapak tangannya.

Ia lalu menekan beberapa tombol dari papan kaca yang muncul di sisi tabung dengan tergesa.

"D! Monster datang! Ini aneh sumpah karena mak bedunduk!" teriak Obama yang kepalanya muncul dengan posisi terbalik dari pintu tangga.

"Tuan Jamal!" panggil King D lagi seraya berlari mendekat. "Apa yang Anda lakukan? Kenapa membangunkan Rohan?" tanya King D melotot lebar karena Rohan memulai prosedur pembangkitan.

Jamal memakaikan jam tangan khusus ke pergelangan tangan King D dan menekan layarnya. King D seperti paham apa yang Jamal inginkan darinya.

"Heh, kau mengerti rupanya. Kau memang cerdas, D," ucap Jamal memuji saat King D menekan telunjuk kanannya di papan kaca jam tangan itu. "Bawa tabung Rohan pergi. Kalian bergegaslah. Aku bisa mengatasi para monster itu. Cepat!" titahnya yang membuat mata King D melebar.

"What?! Jangan gila, Tuan! Anda bisa tewas!" pekik King D menolak dan memegang tangan Jamal erat.

"Aku sudah tua dan berumur 70 tahun lebih. Apa yang kalian harapkan dariku? Pergilah. Kasihan isteriku, dia kesepian. Pastikan jika aku mati, aku tak dimakan mereka. Buat kematianku cepat. Berjanjilah, D," pinta Jamal menjabat tangan King D erat, tapi pria tampan itu seperti shock dengan permintaan tersebut. "Berjanjilah, D!" teriak Jamal lantang hingga matanya melotot.

"Saya berjanji, Tuan Jamal," jawab King D pada akhirnya.

"Pergilah. Ada pintu lain langsung menuju helikopter. Amankan Rohan sampai kebangkitannya. Aku akan menutup bunker untuk mengamankan keluargaku," tegasnya, dan King D mengangguk.

Obama Otong kembali masuk karena tuannya belum juga keluar. Jamal menunjukkan pintu rahasia lainnya di mana tabung berisi Rohan mengikuti sensor dari jam tangan yang dikenakan King D.

"Loh? Mbah Jamal kok ditinggal?" tanya Obama bingung karena Jamal masih berada dalam ruangan itu.

"Lindungi dia, Otong! Seperti ayahmu yang melindungi Vesper!" teriak Jamal lalu pergi menuju ke tangga besi.

Mata Obama melebar. Ia melihat King D lekat. Pemuda campuran Timur Tengah itu tampak sedih, tapi kembali berlari. Obama melihat pintu bunker ditutup dari luar dan ia segera menyusul King D dengan tergesa.

"King D!" teriak Irina panik saat melihat sang kekasih akhirnya muncul dari sisi lain.

Praktis, mata King D melebar saat melihat sekumpulan monster berlari ke arahnya.

"Pergi cepat!" teriak Jamal yang kembali menaiki sepeda.

"No! Tuan Jamal!" panggil King D saat Jamal mengayuh sepedanya dengan seluruh tenaga seperti sengaja mengalihkan pergerakan para monster.

Siapa sangka, rencananya berhasil. Sebagian monster mengejar Jamal, tapi sisanya yang melihat pergerakan di sekitar helikopter mulai datang dengan buas.

"Otong!" panggil Ritz panik karena hanya Obama yang bisa mengemudikan kendaraan terbang itu.

Irina melihat jika kekasihnya tak akan sampai tiba tepat waktu ke helikopter. Wanita cantik itu nekat keluar dan berjalan dengan langkah mantap ke para monster yang mendatangi mereka dengan cepat.

"Irina, no! Mereka terlalu banyak!" teriak King D melotot lebar di mana ia sengaja tak berlari kencang karena sensor tabung tak bisa menangkap gerakan kilatnya itu.

"Polo!" teriak Hugo panik karena Irina seperti menumbalkan dirinya.

"Marco! Bersiap!" teriak Polo yang ikut keluar dari helikopter.

Pria itu mengangkat tangan kanannya ke atas dan menggerakkan jarinya membentuk angka 7 lalu huruf V.

Seketika, DODODODODOR!!

Tujuh anggota dari tim Marco-Polo melepaskan peluru-peluru tajam mereka dalam formasi V. Polo berada di ujung terdepan dan diapit oleh 3 orang di sisi kiri kanannya.

King D bergegas memasukkan tabung ke dalam helikopter berikut Obama yang langsung duduk ke bangku kemudi.

Mata Souta melebar saat ia berdiri di atas helikopter untuk memantau sekitar.

"Kita harus membantu tuan Jamal! Para monster akan menangkapnya!" teriak Souta panik.

Satu per satu, para monster yang akan menyerang helikopter berjatuhan. Irina menghentikan langkah dan mengarahkan dua tangannya ke depan seperti ingin menghalau.

"Masuk! Masuk!" panggil pria Rusia berambut gondrong dengan wajah pucat pasi karena para monster terus berdatangan tak ada habisnya.

"Marco! Sekarang!" teriak Polo saat ia dan timnya masuk ke helikopter dengan terburu-buru usai kehabisan amunisi.

"Ahh!" rintih Irina saat Marco mendekap tubuhnya dari belakang lalu menariknya kuat.

Irina melihat Marco membopongnya dan membawanya lari masuk ke helikopter.

"Hah, hah, hampir saja," ucap Marco karena 1 meter lagi, Irina tertangkap oleh tangan-tangan kotor para monster.

Saat helikopter akan lepas landas, "Di mana King D?!" tanya Chen memekik karena tak mendapati pria tersebut dalam helikopter.

Praktis, semua orang panik seketika.

***

Oia, bagi yang belom tahu. Aktor yg jadi mbah Jamal ini udah meninggal sejak 29 April 2020. Namun, karena sejarah perfileman dan actingnya yang bikin lele kesengsem, dia masih lele pertahanin. Namun, karena yg bersangkutan sudah tiada, cukup sudah kisahnya di novel ini. Selamat jalan, Pakde Irrfan Khan. Semoga tenang di alam sana bersama Yang Maha Kuasa. Amin.

uhuy makasih tipsnya😍 lele padamu jeng bee💋 yg lainnya ditunggu sedekah koinnya. kwkw😆

Terpopuler

Comments

Ria Kurnia

Ria Kurnia

Tim marco polo bagus nya di kasih nama tim babank tamvan Lee...

2022-08-12

1

👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣

👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣

permisi pen maraton baca dolo🏃🏃

2022-07-16

0

Ĺęø ♌️

Ĺęø ♌️

kNp biAng kErOk sErUm mOnsty ini bLm tErkUak??

2022-06-02

2

lihat semua
Episodes
1 Kebangkitan King D
2 Kiamat?*
3 Si Mata Hijau*
4 Misi Dimulai*
5 Para Penyerang*
6 Militer Gadungan*
7 Menghilang?!*
8 Mengumpulkan Informasi*
9 India*
10 Para Monster Mengepung!*
11 Memecah Tim*
12 Bertukar Informasi*
13 Pengorbanan Jamal*
14 Para Penjaga India*
15 Menuju Oman*
16 Siapa Gadis Itu?*
17 Oman*
18 Menggemaskan, tapi Mengerikan*
19 Ulah Siapa?*
20 Rengekan Fara*
21 Oasis*
22 Salah Paham*
23 Terkepung
24 Maafkan Aku, Hakim*
25 Meninggalkan Oasis*
26 Anggota Baru*
27 Para Penjaga Oman*
28 Teluk Oman*
29 Informasi Yang Mengejutkan
30 HOPE*
31 Temuan Baru
32 Perubahan Mengerikan
33 Misi Ditunda*
34 Mengejar Penyusup*
35 Dia Dikenali Database*
36 Perubahan Jason*
37 Tentang Irina Tolya*
38 Mengungkapkan Kemampuan Tak Lazim
39 Memburu Hope*
40 Kapal Selam di Laut Arab*
41 Chip?*
42 Kemampuan Baru*
43 Reina Akiara*
44 Ada Yang Terbangun Lagi*
45 Bagi Tugas*
46 Mongolia*
47 Menjadi Dua Tim*
48 Krasnoyarsk, Rusia*
49 Dibodohi*
50 Menuju Rusia*
51 Di Ujung Tanduk*
52 Red Skull*
53 Perubahan Hugo
54 Menuju Jumbo Island
55 Markas Jeju, Korea Selatan*
56 Kemunculan Bojan dan Cucu*
57 Anadyr, Rusia*
58 GIGA Palsu?*
59 Ingat Nasihatku, Nero*
60 Selamat Tinggal, Tuan Bojan*
61 Bergejolak Lagi*
62 Kemampuan Aneh Obama Otong
63 Obama Bingung Sendiri
64 Detektor Kebohongan*
65 Ontario, Kanada*
66 Lake Superior, Canada*
67 Ulah Hope?*
68 Sasaran Hope
69 Saudara Vs Saudara
70 Markas Jumbo Island
71 Siapa Red?
72 Langkah Selanjutnya
73 Giamoco Island
74 Reina Mengambil Alih
75 Kegelisahan King D*
76 Dia Bangkit!
77 Petuah Jonathan
78 Keputusan Jonathan
79 Protokol Pembangkitan Level 1
80 Bercabang dan Rumit
81 Dibangkitkan Satu Per Satu
82 Jagung Rebus
83 Markas Greenland
84 Junior Si Pucat
85 GIGA DARA
86 Kami Mengenalinya
87 Hope di Islandia
88 Para Lelaki Bertopeng
89 Semakin Tak Terkendali
90 Hapus Data*
91 Munculnya Sig Hector Edelweiss*
92 Semakin Banyak Yang Berguguran
93 Rencana Tersembunyi Yu Jie dan Damian
94 Dia Berbahaya atau Tidak?
95 Kim Loria*
96 Kemampuan Unik Loria
97 Loria Si Gadis Berlendir
98 New York
99 Hampir Terlupakan
100 Dia Licik dan Cerdik
101 Tiba-tiba Saja
102 Tujuan Tersembunyi si Topeng Merah
103 Zurna Si Wanita Perkasa
104 Terminator Black Castle*
105 Mata Putih*
106 Tak Bisa Dibangkitkan?*
107 Melatih Kemampuan Unik
108 Memindahkan 20 Tabung*
109 Prancis*
110 Siapa Mereka?*
111 Satu Markas Aktif Lagi*
112 Colombia*
113 Mensiasati Ancaman Hope
114 Sengkuni?*
115 Cara Licik
116 Kisah Hope
117 Hilangnya Kemampuan
118 Mulai Berkumpul
119 Para Sukarelawan Manusia Super
120 Rekaman Mengejutkan
121 Wales, Inggris
122 Kubisa Mengendalikannya
123 Beralih Pihak
124 Wujud Lain Yang Mengerikan
125 Di Balik Kegelapan
126 Ancaman Sengkuni
127 Gerakan Mereka Terbaca*
128 Lalai
129 Menjadi Pelindung*
130 Tahanan Sengkuni
131 Solo*
132 Para Mafia Senior*
133 Utusan 13 Demon Heads?
134 Rute*
135 Siapa 1 Orang Terakhir?*
136 Bonus Play AB-1
137 Orang-orang Aneh*
138 Siapa Dia?*
139 Bonus Play AB-2*
140 Bonus Play AB-3
141 Jono The Gamer Release
142 Melody*
143 Mata Lainnya*
144 Mata Hitam*
145 Para Monster Menggila*
146 Bangkitnya Red Ribbon
147 Penyerangan Menyeluruh*
148 Gempuran Markas Lainnya*
149 Tentara Sengkuni
150 Jebol!
151 Teriakan Kematian
152 Kami Tak Akan Kalah!
153 Tak Sanggup Lagi
154 Menyerang Rusia
155 Dia Marah!
156 Mencari Celah
157 Panik!
158 Dia Menghilang
159 Mereka Datang!
160 Membersihkan Italia
161 Ada Cara Lain*
162 Datang dan Pergi
163 1 Miliar
164 Kami Berhasil
165 Serangan di Jeju
166 Serangan Aneh*
167 Dokter Gigi?
168 Gadis Yang Bersinar*
169 Markas Demon Kids?*
170 King D VS Sengkuni
171 Jangan Mati*
172 Penyiksaan Sengkuni
173 Sebuah Bisikan
174 Ditenangkan
175 Dua Topeng Merah
176 Belati
177 Menghabisi Para Monster Yang Tersisa
178 Dia Sakit
179 Tak Menyesal
180 Dia Abadi
181 Mengerahkan Segala Cara
182 Cukup Sampai Di Sini
183 Selamat Tahun Baru 2023 LAP*
184 Ke mana Mereka?
185 Presiden Dunia
186 Filipina
187 Rencana Sandara
188 Pemusnahan dan Pembersihan Monster di Seluruh Dunia
189 Terasa Mudah*
190 Membersihkan Jepang*
191 Dinetralkan Kembali
192 Limbah Bangkai Monster*
193 Tabung Khusus
194 Misi Eropa
195 Membersihkan Indonesia
196 Aksi Penyelamatan Afro
197 Manusia Setengah Makhluk Mitologi
198 Rencana Cadangan Sengkuni
199 Estafet
200 Kebangkitan Sun
201 Kebangkitan Durriyah, Buffalo dan Martin*
202 La Palma, Spanyol*
203 Pemusnahan Limbah Monster*
204 Para Monster Terakhir
205 Cape Canaveral, Florida*
206 Musuh Terakhir
207 Roket Monster*
208 Pengorbanan King D
209 Kebangkitan 13 Demon Kids
210 Berkumpulnya Demon Kids*
211 Misi Demon Kids*
212 Portugal
213 Bertemu untuk Berpisah
214 Era Evolusi*
215 Pembersihan Terakhir
216 Pemakaman dan Pembangkitan Masal
217 Bangkitnya Tabung-tabung Level 3*
218 Dia Mati
219 Sipil Berpendapat
220 Gelitik Aneh
221 Undang-undang Dunia
222 Dari Hati
223 21 Februari 2023
224 Inkubasi
225 Mengulang Tragedi Masa Lalu
226 Disembunyikan
227 RGB
228 Skenario Jordan
Episodes

Updated 228 Episodes

1
Kebangkitan King D
2
Kiamat?*
3
Si Mata Hijau*
4
Misi Dimulai*
5
Para Penyerang*
6
Militer Gadungan*
7
Menghilang?!*
8
Mengumpulkan Informasi*
9
India*
10
Para Monster Mengepung!*
11
Memecah Tim*
12
Bertukar Informasi*
13
Pengorbanan Jamal*
14
Para Penjaga India*
15
Menuju Oman*
16
Siapa Gadis Itu?*
17
Oman*
18
Menggemaskan, tapi Mengerikan*
19
Ulah Siapa?*
20
Rengekan Fara*
21
Oasis*
22
Salah Paham*
23
Terkepung
24
Maafkan Aku, Hakim*
25
Meninggalkan Oasis*
26
Anggota Baru*
27
Para Penjaga Oman*
28
Teluk Oman*
29
Informasi Yang Mengejutkan
30
HOPE*
31
Temuan Baru
32
Perubahan Mengerikan
33
Misi Ditunda*
34
Mengejar Penyusup*
35
Dia Dikenali Database*
36
Perubahan Jason*
37
Tentang Irina Tolya*
38
Mengungkapkan Kemampuan Tak Lazim
39
Memburu Hope*
40
Kapal Selam di Laut Arab*
41
Chip?*
42
Kemampuan Baru*
43
Reina Akiara*
44
Ada Yang Terbangun Lagi*
45
Bagi Tugas*
46
Mongolia*
47
Menjadi Dua Tim*
48
Krasnoyarsk, Rusia*
49
Dibodohi*
50
Menuju Rusia*
51
Di Ujung Tanduk*
52
Red Skull*
53
Perubahan Hugo
54
Menuju Jumbo Island
55
Markas Jeju, Korea Selatan*
56
Kemunculan Bojan dan Cucu*
57
Anadyr, Rusia*
58
GIGA Palsu?*
59
Ingat Nasihatku, Nero*
60
Selamat Tinggal, Tuan Bojan*
61
Bergejolak Lagi*
62
Kemampuan Aneh Obama Otong
63
Obama Bingung Sendiri
64
Detektor Kebohongan*
65
Ontario, Kanada*
66
Lake Superior, Canada*
67
Ulah Hope?*
68
Sasaran Hope
69
Saudara Vs Saudara
70
Markas Jumbo Island
71
Siapa Red?
72
Langkah Selanjutnya
73
Giamoco Island
74
Reina Mengambil Alih
75
Kegelisahan King D*
76
Dia Bangkit!
77
Petuah Jonathan
78
Keputusan Jonathan
79
Protokol Pembangkitan Level 1
80
Bercabang dan Rumit
81
Dibangkitkan Satu Per Satu
82
Jagung Rebus
83
Markas Greenland
84
Junior Si Pucat
85
GIGA DARA
86
Kami Mengenalinya
87
Hope di Islandia
88
Para Lelaki Bertopeng
89
Semakin Tak Terkendali
90
Hapus Data*
91
Munculnya Sig Hector Edelweiss*
92
Semakin Banyak Yang Berguguran
93
Rencana Tersembunyi Yu Jie dan Damian
94
Dia Berbahaya atau Tidak?
95
Kim Loria*
96
Kemampuan Unik Loria
97
Loria Si Gadis Berlendir
98
New York
99
Hampir Terlupakan
100
Dia Licik dan Cerdik
101
Tiba-tiba Saja
102
Tujuan Tersembunyi si Topeng Merah
103
Zurna Si Wanita Perkasa
104
Terminator Black Castle*
105
Mata Putih*
106
Tak Bisa Dibangkitkan?*
107
Melatih Kemampuan Unik
108
Memindahkan 20 Tabung*
109
Prancis*
110
Siapa Mereka?*
111
Satu Markas Aktif Lagi*
112
Colombia*
113
Mensiasati Ancaman Hope
114
Sengkuni?*
115
Cara Licik
116
Kisah Hope
117
Hilangnya Kemampuan
118
Mulai Berkumpul
119
Para Sukarelawan Manusia Super
120
Rekaman Mengejutkan
121
Wales, Inggris
122
Kubisa Mengendalikannya
123
Beralih Pihak
124
Wujud Lain Yang Mengerikan
125
Di Balik Kegelapan
126
Ancaman Sengkuni
127
Gerakan Mereka Terbaca*
128
Lalai
129
Menjadi Pelindung*
130
Tahanan Sengkuni
131
Solo*
132
Para Mafia Senior*
133
Utusan 13 Demon Heads?
134
Rute*
135
Siapa 1 Orang Terakhir?*
136
Bonus Play AB-1
137
Orang-orang Aneh*
138
Siapa Dia?*
139
Bonus Play AB-2*
140
Bonus Play AB-3
141
Jono The Gamer Release
142
Melody*
143
Mata Lainnya*
144
Mata Hitam*
145
Para Monster Menggila*
146
Bangkitnya Red Ribbon
147
Penyerangan Menyeluruh*
148
Gempuran Markas Lainnya*
149
Tentara Sengkuni
150
Jebol!
151
Teriakan Kematian
152
Kami Tak Akan Kalah!
153
Tak Sanggup Lagi
154
Menyerang Rusia
155
Dia Marah!
156
Mencari Celah
157
Panik!
158
Dia Menghilang
159
Mereka Datang!
160
Membersihkan Italia
161
Ada Cara Lain*
162
Datang dan Pergi
163
1 Miliar
164
Kami Berhasil
165
Serangan di Jeju
166
Serangan Aneh*
167
Dokter Gigi?
168
Gadis Yang Bersinar*
169
Markas Demon Kids?*
170
King D VS Sengkuni
171
Jangan Mati*
172
Penyiksaan Sengkuni
173
Sebuah Bisikan
174
Ditenangkan
175
Dua Topeng Merah
176
Belati
177
Menghabisi Para Monster Yang Tersisa
178
Dia Sakit
179
Tak Menyesal
180
Dia Abadi
181
Mengerahkan Segala Cara
182
Cukup Sampai Di Sini
183
Selamat Tahun Baru 2023 LAP*
184
Ke mana Mereka?
185
Presiden Dunia
186
Filipina
187
Rencana Sandara
188
Pemusnahan dan Pembersihan Monster di Seluruh Dunia
189
Terasa Mudah*
190
Membersihkan Jepang*
191
Dinetralkan Kembali
192
Limbah Bangkai Monster*
193
Tabung Khusus
194
Misi Eropa
195
Membersihkan Indonesia
196
Aksi Penyelamatan Afro
197
Manusia Setengah Makhluk Mitologi
198
Rencana Cadangan Sengkuni
199
Estafet
200
Kebangkitan Sun
201
Kebangkitan Durriyah, Buffalo dan Martin*
202
La Palma, Spanyol*
203
Pemusnahan Limbah Monster*
204
Para Monster Terakhir
205
Cape Canaveral, Florida*
206
Musuh Terakhir
207
Roket Monster*
208
Pengorbanan King D
209
Kebangkitan 13 Demon Kids
210
Berkumpulnya Demon Kids*
211
Misi Demon Kids*
212
Portugal
213
Bertemu untuk Berpisah
214
Era Evolusi*
215
Pembersihan Terakhir
216
Pemakaman dan Pembangkitan Masal
217
Bangkitnya Tabung-tabung Level 3*
218
Dia Mati
219
Sipil Berpendapat
220
Gelitik Aneh
221
Undang-undang Dunia
222
Dari Hati
223
21 Februari 2023
224
Inkubasi
225
Mengulang Tragedi Masa Lalu
226
Disembunyikan
227
RGB
228
Skenario Jordan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!