AKZ part 20

Kelelahan mendera dua insan yang kini bermandikan peluh. Setelah peperangan panjang yang terjadi di atas ranjang, mereka terbaring dengan selimut yang menutupi tubuh polos mereka.

Adinda bahkan telah tertidur lelap, sementara sang suami masih asyik memandangi wajah cantik sang istri sambil membelai wajahnya dengan lembut.

Sungguh Zaid diliputi kebahagiaan tak terkira, akhirnya ia bisa memiliki seutuhnya wanita yang selalu diimpikannya. Hanya mencintai Adinda tanpa memilikinya saja sudah membuat Zaid bahagia. Apalagi saat ini mencintai, memiliki dan dicintai Adinda. Nikmat mana lagi yang kau dustakan ?

Drrt... Drrt... Ponsel milik Zaid bergetar.

Zaid begitu malas untuk menjawabnya, ia membiarkan saja ponselnya bergetar. Ia malah menciumi leher serta bahu sang istri yang begitu menggoda. Hanya menciumi leher serta bahu Adinda saja sudah membuat rudalnya siap tempur kembali.

Ponsel Zaid terus menerus bergetar, sementara Zaid semakin gencar melancarkan serangannya pada sang istri membuat Adinda menggelinjang.

" Mas... angkat dulu telponnya... Dari tadi getar terus " ucap Adinda masih dengan mata yang memejam.

Zaid tak menghiraukan, ia terus bermain dengan tubuh sang istri yang membuatnya candu.

" Mas... Ih, itu diangkat dulu. Kali penting.. Udahan dulu dong, dinda cape tahu ! " tambah Adinda lagi, kali ini ia mulai membuka mata dan menatapi sang suami.

" Siapa sih ? Gangguin aja " gerutu Zaid lalu menghentikan aktivitasnya dan segera mengangkat ponselnya.

" Apaan ? " tanya Zaid ketus begitu mengangkat telepon.

" Hah ? Yang bener ? " tanya Zaid kemudian bangkit dan duduk .

" Ok, sebentar lagi kita pulang " ucap Zaid lalu mengakhiri panggilan telepon.

" Siapa Mas ? " tanya Adinda penasaran saat melihat sang suami memakai boksernya.

" Juna, nyuruh kita pulang sekarang " jawab Zaid lalu bergegas menuju ke kamar mandi.

" Kok ngedadak sih, Mas ? " tanya Adinda setengah berteriak karena sang suami telah masuk ke dalam kamar mandi.

Zaid kembali keluar dari kamar mandi, tanpa ba bi bu, Zaid menggendong Adinda dan membawanya ke kamar mandi.

" Mas... Dinda bisa mandi sendiri " kesal Adinda saat Zaid membawanya masuk ke kamar mandi.

" Kalau sendiri-sendiri, gak bisa main bareng " jawab Zaid enteng lalu memasukkan tubuh sang istri ke dalam bath tube lalu ia pun menyusul masuk.

" Biar cepet selesai mandinya, sayang. Gak buang-buang waktu " ucap Zaid sambil menyeringai.

" Mandinya gak lama tapi yang lain-lainnya yang lama " cibir Adinda yang kemudian dihadiahi sebuah ciuman yang semakin lama semakin menuntut.

Dan akhirnya, pertempuran pun kembali terjadi di dalam kamar mandi.

...****************...

Adinda dan Zaid akhirnya sampai di kediaman Bunda Lia. Saat memasuki rumah, mereka sudah ditunggu oleh seluruh anggota keluarga juga Farhan.

Adinda duduk di samping Kirana, sementara Zaid memilih duduk di samping Arjuna. Pertiwi dan Farhan duduk berdampingan di hadapan Arjuna.

" Ini ada apa sih, Mba ? " bisik Adinda pada Kirana.

" Dinda... " Arjuna menatap tajam sang adik bungsu.

" Sebenarnya ada apa sih, Bang ? Kayak lagi di pengadilan aja " celetuk Adinda.

Kirana menyentuh tangan Adinda lalu memberi isyarat dengan gelengan kepala. Adinda seketika mengerti jika ada sesuatu yang sangat penting.

" Jadi kita semua berkumpul disini untuk bermusyawarah mengenai hubungan antara Pertiwi, Farhan dan Mario " ungkap Arjuna.

Adinda mengarahkan pandangan kepada sang kakak, Pertiwi serta pria tampan di sebelahnya yang nampak berantakan dengan luka lebam di wajahnya.

" Tiwi akan segera menikah dengan Farhan " tegas Arjuna.

Kedua mata Adinda membola dan tangannya langsung menutup mulutnya.

" Dan pernikahan mereka akan dilaksanakan satu minggu ke depan " tambah Arjuna lagi.

" Kenapa nikah sama Kak Farhan ? Terus Kak Mario gimana ? " tanya Adinda spontan karena tak mengetahui duduk permasalahannya.

" Tolong jelasin sama Dinda ? Kenapa semuanya mendadak " sela Adinda kemudian sambil melihat ke arah Arjuna dan Pertiwi.

" Dinda... Nanti Mba cerita " ucap Kirana pelan.

" Ini sebenarnya ada apa sih ? Dulu perjodohan Dinda mendadak, sekarang Kak Tiwi juga mendadak mau nikah sama Kak Farhan " oceh Adinda.

" Dinda, kalau kamu tidak bisa diam. Sebaiknya kamu masuk ke kamar ! " seru Arjuna membuat Adinda seketika bungkam.

Zaid hanya memperhatikan sang istri yang merengut karena tak mendapati penjelasan apa pun.

" Kalian berdua mengerti ? " sambung Arjuna mengajukan pertanyaan kepada Farhan dan Pertiwi.

Keduanya mengangguk lemah, mereka tak lagi bisa menolak kendati telah menjelaskan yang sebenarnya terjadi kepada Arjuna, Kirana juga Bunda Lia.

" Baiklah, sekarang kamu obati memar calon suamimu itu. Jangan sampai di hari pernikahan kalian, masih terlihat memar di wajahnya " titah Arjuna pada Pertiwi.

" Tiwi ada satu syarat bang... Tiwi minta pernikahan ini hanya dihadiri oleh orang-orang dekat saja, tidak perlu ada perayaan apa pun. Hanya akad nikah " pinta Pertiwi.

" Kamu yakin ? Kamu tidak khawatir Mario berbuat macam-macam ? " tanya Arjuna.

Pertiwi mengangguk.

" Lalu kamu Farhan, apa kamu setuju dengan permintaan Pertiwi ? " tanya Arjuna pada pria yang berada di samping Pertiwi.

" I... Iya, bang... " jawab Farhan pasrah.

" Bunda ada yang mau disampaikan ? " tanya Arjuna pada Bunda Lia.

" Kalian sudah dewasa, sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah. Jalani kehidupan pernikahan kalian nanti dengan baik, kendati mungkin jalannya harus seperti ini. Kalian harus ingat bahwa pernikahan itu bukanlah permainan. Pernikahan itu ikatan suci. Jadi kalian harus belajar saling menerima kelebihan dan kekurangan kalian. Bunda hanya berharap, ini jalan yang paling baik. Semoga kalian berdua selalu dilimpahi keberkahan dan kebahagiaan " tutur sang bunda.

Pertiwi hanya menunduk, apa yang ada dalam pikirannya tidak ada yang tahu. Begitu pula Farhan yang kini sibuk memikirkan masa depannya yang benar-benar diluar ekspektasi.

Adinda dan Zaid masuk ke dalam kamar setelah pembicaraan selesai. Zaid membaringkan tubuhnya di atas kasur, sementara Adinda memilih untuk duduk di tepi ranjang.

" Kalau tahu, Kak Tiwi gak jadi nikah sama Kak Mario. Harusnya dulu kak Tiwi aja yang dijodohin bukan Dinda " gerutu Adinda.

Zaid yang mendengar gerutuan sang istri, seketika bangun dan mendekati Adinda.

" Jadi kamu menyesal menikah dengan Mas ? " tanya Zaid.

" Eh... Bukan gitu, maksudnya... Aduh, gimana ya ini jelasinnya ? " ucap Adinda bingung sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Zaid melengos lalu kembali berbaring sambil memunggungi Adinda.

Waduh... Ngambek deh.. Dasar nih mulut gak bisa diajak kompromi

Adinda berbaring di samping Zaid, lalu memeluk punggung suaminya itu.

" Mas... maafin Dinda. Dinda gak menyesal menikah sama Mas Zaid. Tadi itu karena spontan aja. Mungkin dulu kalau Kak Tiwi gak tunangan sama Kak Mario. Mas Zaid bakalan dijodohin sama Kak Tiwi... "

" Mas... Jangan ngambek dong. Dinda bingung tahu kalau Mas Zaid marah. Maas... " ucap Adinda sambil mengecup-ngecupi punggung Zaid.

Zaid segera membalik tubuhnya lalu mencium bibir Adinda tanpa ampun, bahkan ia tak melepaskan tautan bibirnya seandainya Adinda tak memukul dadanya karena kehabisan oksigen.

" Jangan pernah bicara seperti itu lagi, karena bagiku, siapapun yang dijodohkan kepadaku akan selalu ku tolak. Karena aku hanya mau kamu, bukan yang lain ! Apa anda mengerti Nyonya Zaid ? " tanya Zaid sambil menatap dalam mata sang istri.

Terpopuler

Comments

Erina Munir

Erina Munir

dinda ga nyadar2 aneh nih bocah

2024-01-01

1

Mamah Kekey

Mamah Kekey

nikmat mna yg kau dustakan mas Zaid...🤭☺️

2023-12-14

1

🍾⃝ Mᴀᴋ sͩᴜᷞɴͧᴅᷡᴜͣɴɢ

🍾⃝ Mᴀᴋ sͩᴜᷞɴͧᴅᷡᴜͣɴɢ

cinta pada pandangan pertama

2023-10-22

3

lihat semua
Episodes
1 AKZ part 1
2 AKZ part 2
3 AKZ part 3
4 AKZ part 4
5 AKZ part 5
6 AKZ Part 6
7 AKZ part 7
8 AKZ part 8
9 AKZ part 9
10 AKZ part 10
11 AKZ part 11
12 AKZ part 12
13 AKZ part 13
14 AKZ part 14
15 AKZ part 15
16 AKZ part 16
17 AKZ part 17
18 AKZ part 18
19 AKZ part 19
20 AKZ part 20
21 AKZ part 21
22 AKZ part 22
23 AKZ part 23
24 AKZ part 24
25 AKZ part 25
26 AKZ part 26
27 AKZ part 27
28 AKZ part 28
29 AKZ part 29
30 AKZ part 30
31 AKZ part 31
32 AKZ part 32
33 AKZ part 33
34 AKZ part 34
35 AKZ part 35
36 AKZ part 36
37 AKZ part 37
38 AKZ part 38
39 AKZ part 39
40 AKZ part 40
41 AKZ part 41
42 AKZ part 42
43 AKZ part 43
44 AKZ part 44
45 AKZ part 45
46 AKZ part 46
47 AKZ part 47
48 AKZ part 48
49 AKZ part 49
50 AKZ part 50
51 AKZ part 51
52 AKZ part 52
53 AKZ part 53
54 AKZ part 54
55 AKZ part 55
56 AKZ part 56
57 AKZ part 57
58 AKZ part 58
59 AKZ part 59
60 AKZ part 60
61 AKZ part 61
62 AKZ part 62
63 AKZ part 63
64 AKZ part 64
65 AKZ part 65
66 Season 2 Part 1
67 Season 2 Part 2
68 Season 2 Part 3
69 Season 2 part 4
70 Season 2 Part 5
71 Season 2 part 6
72 Season 2 Part 7
73 Season 2 Part 8
74 Season 2 Part 9
75 Season 2 Part 10
76 Season 2 Part 11
77 Season 2 Part 12
78 Season 2 Part 13
79 Season 2 Part 14
80 Season 2 Part 15
81 Season 2 Part 16
82 Bonchap 1
83 Bonchap 2
84 Bonchap Part 3
85 Bonchap Part 4
86 Bonchap part 5
87 Bonchap Part 6
88 Bonchap Part 7
89 Bonchap part 8
90 Boncap Part 9
91 Bonchap Part 10
92 Bonchap Part 11
93 Bonchap Part 12 ( TAMAT )
94 Edisi kangen Bagas dan Alesha
95 Me & My Amnesia CEO (new novel promo)
96 Promo Novel Indira
97 Damar & Aluna
98 Pemberitahuan pindah versi novel Edward
99 Novel Baru - Novel Kevin
100 Promo Mentari di Hati Angkasa
101 Way of Me
102 Jatuh di Kamu, My Prince
103 Bukan Surgaku
104 My Arumi (Bukan Surgaku Season 2)
105 Mikhayla, Love is You
Episodes

Updated 105 Episodes

1
AKZ part 1
2
AKZ part 2
3
AKZ part 3
4
AKZ part 4
5
AKZ part 5
6
AKZ Part 6
7
AKZ part 7
8
AKZ part 8
9
AKZ part 9
10
AKZ part 10
11
AKZ part 11
12
AKZ part 12
13
AKZ part 13
14
AKZ part 14
15
AKZ part 15
16
AKZ part 16
17
AKZ part 17
18
AKZ part 18
19
AKZ part 19
20
AKZ part 20
21
AKZ part 21
22
AKZ part 22
23
AKZ part 23
24
AKZ part 24
25
AKZ part 25
26
AKZ part 26
27
AKZ part 27
28
AKZ part 28
29
AKZ part 29
30
AKZ part 30
31
AKZ part 31
32
AKZ part 32
33
AKZ part 33
34
AKZ part 34
35
AKZ part 35
36
AKZ part 36
37
AKZ part 37
38
AKZ part 38
39
AKZ part 39
40
AKZ part 40
41
AKZ part 41
42
AKZ part 42
43
AKZ part 43
44
AKZ part 44
45
AKZ part 45
46
AKZ part 46
47
AKZ part 47
48
AKZ part 48
49
AKZ part 49
50
AKZ part 50
51
AKZ part 51
52
AKZ part 52
53
AKZ part 53
54
AKZ part 54
55
AKZ part 55
56
AKZ part 56
57
AKZ part 57
58
AKZ part 58
59
AKZ part 59
60
AKZ part 60
61
AKZ part 61
62
AKZ part 62
63
AKZ part 63
64
AKZ part 64
65
AKZ part 65
66
Season 2 Part 1
67
Season 2 Part 2
68
Season 2 Part 3
69
Season 2 part 4
70
Season 2 Part 5
71
Season 2 part 6
72
Season 2 Part 7
73
Season 2 Part 8
74
Season 2 Part 9
75
Season 2 Part 10
76
Season 2 Part 11
77
Season 2 Part 12
78
Season 2 Part 13
79
Season 2 Part 14
80
Season 2 Part 15
81
Season 2 Part 16
82
Bonchap 1
83
Bonchap 2
84
Bonchap Part 3
85
Bonchap Part 4
86
Bonchap part 5
87
Bonchap Part 6
88
Bonchap Part 7
89
Bonchap part 8
90
Boncap Part 9
91
Bonchap Part 10
92
Bonchap Part 11
93
Bonchap Part 12 ( TAMAT )
94
Edisi kangen Bagas dan Alesha
95
Me & My Amnesia CEO (new novel promo)
96
Promo Novel Indira
97
Damar & Aluna
98
Pemberitahuan pindah versi novel Edward
99
Novel Baru - Novel Kevin
100
Promo Mentari di Hati Angkasa
101
Way of Me
102
Jatuh di Kamu, My Prince
103
Bukan Surgaku
104
My Arumi (Bukan Surgaku Season 2)
105
Mikhayla, Love is You

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!