AKZ part 9

Adinda dan Zaid masuk ke dalam rumah dengan bergandengan tangan. Hal ini membuat Bu Sandra begitu bahagia. Ia memang tidak salah memilihkan Adinda untuk menjadi pendamping sang anak.

" Kalian sudah pulang ? " tanya Bu Sandra menghampiri Adinda dan Zaid.

Keduanya meraih tangan Bu Sandra lalu menciumnya dengan takzim.

" Iya, Bu... Sengaja Zaid pulang siang mau jemput Adinda soalnya " jelas Zaid.

" Jemput atau mata-matain ? " ucap sang ibu menggoda Zaid.

" Jemput bu " jawab Zaid

" Betul Dinda ? " tanya sang lbu menatapi Adinda.

" Betul bu, jemput... " jawab Adinda.

" Sambil mata-matain juga " sambung Adinda lagi lalu menutup mulut, selanjutnya gelakan tawa yang terdengar dari sang ibu mertua.

" Ibu kenapa ketawa begitu ? " tanya Zaid, matanya mendelik, ia mengetahui jika sang ibu menertawakan sikapnya.

" Gini nih, Dinda... Udah kelamaan jomblo. Giliran punya pasangan posesifnya bukan main " Sang ibu mengomentari sikap Zaid yang kini mulai hangat semenjak kedatangan Adinda.

Tentu saja, Adinda membawa angin segar dalam hidup Zaid. Lelaki yang biasanya jarang tersenyum itu, kini sudah mulai banyak tertawa. Sikap dingin dan kakunya berubah cair jika bersama Adinda. Sungguh, Bu Sandra mengakui jika bersama dengan Adinda hidup Zaid menjadi berwarna, tidak lagi datar dan tanpa tujuan.

" Ya, sudah kalian istirahat dulu saja " ingat Bu Sandra.

Zaid dan Adinda pun segera masuk ke kamar.

Adinda duduk di sofa sambil menonton televisi sedangkan sang suami tengah berganti pakaian. Setelah selesai, Zaid duduk di samping Adinda kemudian menempatkan kepalanya di atas paha Adinda lalu memejamkan matanya.

" Kak... Kalau ngantuk tidurnya di kasur " ucap Adinda.

" Aku maunya disini, biar deketan sama kamu... " ucap Zaid tanpa membuka kelopak matanya yang terpejam.

" Ih, pegel nih kak " rajuk Adinda tapi Zaid tetap di posisinya tak beranjak sedikit pun.

" Kak... Kak... " panggil Adinda namun Zaid tak memedulikan panggilan Adinda, ia sudah merasa nyaman saat ini.

" Idih, cepet amat tidurnya... ***** banget, nempel molor " gumam Adinda sambil mencoba menurunkan kepala Zaid dari atas pangkuannya.

Bukannya berhasil menurunkan kepala Zaid, alhasil Zaid malah melingkarkan tangannya di pinggang ramping Adinda lalu mengeratkan pelukannya.

Ck... Modus ini mah...

" Kak... Tidurnya pindah ke kasur, Dinda pegel nih" Adinda merengut karena tak ada tanda-tanda jika Zaid akan membuka kelopak matanya.

" Kak... Kak... Iiih... " kesal Adinda sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Zaid lalu menepuk pipi Zaid.

Cup...

Zaid tak menyia-nyiakan kesempatan, dengan segera ia menyambar bibir Adinda membuat Adinda membelalakkan matanya.

" Ih... Kak Zaid nih, curi kesempatan terus " gerutu Adinda sambil bangkit dari duduknya membuat Zaid terjengkang ke lantai.

" Aw... " pekik Zaid saat tubuhnya menyentuh lantai.

" Syukurin... Modus melulu sih " Adinda terkekeh tanpa rasa bersalah melihat Zaid terjatuh.

" Ih, dosa lho ngetawain suami, bukannya nolongin " cibir Zaid sambil mengangkat tubuhnya ke sofa.

Adinda mendekati Zaid lalu duduk kembali di samping sang suami.

" Uh... Sakit ya ? Mana coba yang sakit ? " ucap Adinda berbicara seperti pada Adam, keponakannya.

" Ini " ucap Zaid manja menunjuk punggung dan bokongnya.

" Sini, Dinda obatin biar sembuh " ucap Adinda sambil mengusap-usap punggung Zaid.

Zaid tersenyum samar, ia begitu bahagia dengan perhatian sang istri walaupun ia harus sedikit lebay untuk mendapat perhatian Adinda.

" Udah ah... Di medan perang berani, jatuh begini aja sakit. Lebay banget sih " ucap Adinda menghentikan gerakannya mengusap punggung Zaid.

" Ada satu perang yang belum berani aku hadapi "

Zaid memegang tangan Adinda yang tadi mengelus punggungnya.

Adinda mengerutkan kening.

" Apa kak ? " tanya Adinda penasaran.

" Perang di ranjang ngelawan kamu " bisik Zaid tertawa menyeringai.

Mendengar ucapan Zaid sontak Adinda membulatkan mata lalu menghadiahi pukulan di dada Zaid.

" Dasar kapten mesum " umpat Adinda sambil berjalan meninggalkan Zaid.

...******...

Satu bulan sudah Zaid dan Adinda resmi menjadi suami istri, mereka sudah lebih dekat dari sebelumnya. Adinda mulai terbiasa dengan kehadiran Zaid terlebih lagi Zaid selalu membuatnya nyaman terlepas dari sikap dinginnya di luar sana.

Walaupun sudah satu bulan berlalu sejak hari pernikahan, tetapi mereka belum juga melakukan ritual suami istri. Zaid begitu mendamba sang istri namun ia tak bisa memaksa. Ia ingin ketika mereka melakukannya, Adinda benar-benar siap seutuhnya menjadi istrinya. Bahkan Zaid sangat berharap jika Adinda bisa mencintainya.

Siang itu, Zaid sengaja menunggu sang istri di depan kampus. Tanpa seragam dinas, Zaid memakai celana panjang santai dengan kaos dan jaket membalut tubuhnya. Tak lupa ia mengenakan sneaker membuatnya terlihat atletis dan nampak lebih muda dari usianya. Senyuman menghiasi wajahnya dengan lesung pipi semakin menambah ketampanan seorang Zaid.

Zaid tersenyum saat melihat sang istri keluar dari kampus bersama dua orang temannya. Sang istri asyik tertawa bersama kedua temannya itu. Hingga akhirnya Adinda melihat ke arah Zaid, lalu melambaikan tangannya-

Adinda menghampiri Zaid, diikuti Caca dan Mayang yang terlihat terpesona melihat ketampanan makhluk ciptaan Tuhan di hadapan mereka. Wajahnya mirip Kapten Ri, salah satu tokoh utama di drakor favorit mereka.

Zaid mengelus rambut Adinda, menatap sang istri dengan mesra. Sejenak ia lupa, jika sang istri datang bersama 2 temannya.

" Kak, kenalin ini Caca sama Mayang. Temennya Dinda " ucap Adinda sambil menunjuk Caca dan Mayang.

" Hai, Kak... " sapa Caca dan Mayang melambaikan tangan.

Zaid hanya mengangguk, menanggapi dengan sikap dingin tentunya. Bagi Zaid sikap hangat hanya untuk sang istri tercinta.

" Jadi kalian temennya Dinda. Saya harap kalian bisa menjadi teman yang baik untuk Dinda. Saya percaya teman yang dipilih Dinda adalah teman yang baik " ucap Zaid datar dan kaku.

" Ca... Kakaknya Dinda kaku banget sih. Ganteng sih tapi nyeremin " bisik Mayang polos sambil bergidik.

" Iya, kok beda sifatnya ya sama Dinda " ucap Caca menanggapi ucapan Mayang.

Dinda tersenyum simpul mendengar bisik-bisik Mayang dan Caca.

" Ayo kita pulang. Kita ke rumah bunda " ucap Zaid meraih jemari Adinda.

" Beneran nih, Kak ? Kita mau ke rumah Bunda ? " tanya Adinda antusias.

" Iya, ayo... ! " seru Zaid hangat lalu menggandeng Adinda tanpa memedulikan kehadiran Caca dan Mayang.

" Gue balik duluan ya... Bye " pekik Adinda sambil melambaikan tangan kepada kedua temannya.

Caca dan Mayang saling berpandangan.

" Lo ngerasa aneh gak sih ? Kakaknya Dinda kok mesra banget ya sama Dinda. Cara dia mandang Dinda tuh beda " celetuk Caca heran.

" Masa sih ? Emang kayak gitu kali. Lo gak inget kalo Dinda pernah cerita kakaknya itu sayang banget sama dia " sahut Mayang cuek.

" Iya, kali ya... Ya udahlah kalo gitu kita pulang aja ! " timpal Caca.

" Tumben ngajak pulang cepet, biasanya nongkrong dulu nungguin si Rian " oceh Mayang.

" Rian ada rapat dulu sama anak-anak BEM " ucap Caca.

" Ya udah, ayo... Tapi makan dulu ya, laper nih " ucap Mayang sambil menunjuk perutnya.

" Dasar kentung, perasaan lapar mulu. Gimana mau kurus coba " ledek Caca.

" Yah, body shaming nih... " sahut Mayang mengerucutkan bibirnya.

" Sorry... Sorry... Gue traktir deh, jangan ambekan gitu dong. Entar cantiknya hilang lho "

" Bodo amat " timpal Mayang kesal sambil melangkahkan kaki menjauh dari Caca.

" Ya udah, kalo ngambek... Gue beli steaknya sendiri aja lah... " rayu Caca sambil menyusul Mayang.

Mayang menghentikan langkahnya lalu membalik badan.

" Oke gue maafin, tapi lo harus beliin gue steak, burger, milkshake sama boba " ucap Mayang.

" Itu ganti rugi apa kelaparan sih " oceh Caca lagi.

" Ini namanya curi kesempatan " sahut Mayang terkekeh.

" Iya, kesempatan dalam kesempitan " ucap Caca sewot.

Mereka berdua pun akhirnya meninggalkan kampus.

Terpopuler

Comments

Pipit Msi Bancar

Pipit Msi Bancar

😂😂😂😂

2023-11-26

3

Lina ciello

Lina ciello

wohhhh kapten ri 😎

2023-11-05

1

Wiwik Widyaningsih

Wiwik Widyaningsih

ah kapten Rin... bunda Nova suka drakor juga nikh

2023-04-08

1

lihat semua
Episodes
1 AKZ part 1
2 AKZ part 2
3 AKZ part 3
4 AKZ part 4
5 AKZ part 5
6 AKZ Part 6
7 AKZ part 7
8 AKZ part 8
9 AKZ part 9
10 AKZ part 10
11 AKZ part 11
12 AKZ part 12
13 AKZ part 13
14 AKZ part 14
15 AKZ part 15
16 AKZ part 16
17 AKZ part 17
18 AKZ part 18
19 AKZ part 19
20 AKZ part 20
21 AKZ part 21
22 AKZ part 22
23 AKZ part 23
24 AKZ part 24
25 AKZ part 25
26 AKZ part 26
27 AKZ part 27
28 AKZ part 28
29 AKZ part 29
30 AKZ part 30
31 AKZ part 31
32 AKZ part 32
33 AKZ part 33
34 AKZ part 34
35 AKZ part 35
36 AKZ part 36
37 AKZ part 37
38 AKZ part 38
39 AKZ part 39
40 AKZ part 40
41 AKZ part 41
42 AKZ part 42
43 AKZ part 43
44 AKZ part 44
45 AKZ part 45
46 AKZ part 46
47 AKZ part 47
48 AKZ part 48
49 AKZ part 49
50 AKZ part 50
51 AKZ part 51
52 AKZ part 52
53 AKZ part 53
54 AKZ part 54
55 AKZ part 55
56 AKZ part 56
57 AKZ part 57
58 AKZ part 58
59 AKZ part 59
60 AKZ part 60
61 AKZ part 61
62 AKZ part 62
63 AKZ part 63
64 AKZ part 64
65 AKZ part 65
66 Season 2 Part 1
67 Season 2 Part 2
68 Season 2 Part 3
69 Season 2 part 4
70 Season 2 Part 5
71 Season 2 part 6
72 Season 2 Part 7
73 Season 2 Part 8
74 Season 2 Part 9
75 Season 2 Part 10
76 Season 2 Part 11
77 Season 2 Part 12
78 Season 2 Part 13
79 Season 2 Part 14
80 Season 2 Part 15
81 Season 2 Part 16
82 Bonchap 1
83 Bonchap 2
84 Bonchap Part 3
85 Bonchap Part 4
86 Bonchap part 5
87 Bonchap Part 6
88 Bonchap Part 7
89 Bonchap part 8
90 Boncap Part 9
91 Bonchap Part 10
92 Bonchap Part 11
93 Bonchap Part 12 ( TAMAT )
94 Edisi kangen Bagas dan Alesha
95 Me & My Amnesia CEO (new novel promo)
96 Promo Novel Indira
97 Damar & Aluna
98 Pemberitahuan pindah versi novel Edward
99 Novel Baru - Novel Kevin
100 Promo Mentari di Hati Angkasa
101 Way of Me
102 Jatuh di Kamu, My Prince
103 Bukan Surgaku
104 My Arumi (Bukan Surgaku Season 2)
105 Mikhayla, Love is You
Episodes

Updated 105 Episodes

1
AKZ part 1
2
AKZ part 2
3
AKZ part 3
4
AKZ part 4
5
AKZ part 5
6
AKZ Part 6
7
AKZ part 7
8
AKZ part 8
9
AKZ part 9
10
AKZ part 10
11
AKZ part 11
12
AKZ part 12
13
AKZ part 13
14
AKZ part 14
15
AKZ part 15
16
AKZ part 16
17
AKZ part 17
18
AKZ part 18
19
AKZ part 19
20
AKZ part 20
21
AKZ part 21
22
AKZ part 22
23
AKZ part 23
24
AKZ part 24
25
AKZ part 25
26
AKZ part 26
27
AKZ part 27
28
AKZ part 28
29
AKZ part 29
30
AKZ part 30
31
AKZ part 31
32
AKZ part 32
33
AKZ part 33
34
AKZ part 34
35
AKZ part 35
36
AKZ part 36
37
AKZ part 37
38
AKZ part 38
39
AKZ part 39
40
AKZ part 40
41
AKZ part 41
42
AKZ part 42
43
AKZ part 43
44
AKZ part 44
45
AKZ part 45
46
AKZ part 46
47
AKZ part 47
48
AKZ part 48
49
AKZ part 49
50
AKZ part 50
51
AKZ part 51
52
AKZ part 52
53
AKZ part 53
54
AKZ part 54
55
AKZ part 55
56
AKZ part 56
57
AKZ part 57
58
AKZ part 58
59
AKZ part 59
60
AKZ part 60
61
AKZ part 61
62
AKZ part 62
63
AKZ part 63
64
AKZ part 64
65
AKZ part 65
66
Season 2 Part 1
67
Season 2 Part 2
68
Season 2 Part 3
69
Season 2 part 4
70
Season 2 Part 5
71
Season 2 part 6
72
Season 2 Part 7
73
Season 2 Part 8
74
Season 2 Part 9
75
Season 2 Part 10
76
Season 2 Part 11
77
Season 2 Part 12
78
Season 2 Part 13
79
Season 2 Part 14
80
Season 2 Part 15
81
Season 2 Part 16
82
Bonchap 1
83
Bonchap 2
84
Bonchap Part 3
85
Bonchap Part 4
86
Bonchap part 5
87
Bonchap Part 6
88
Bonchap Part 7
89
Bonchap part 8
90
Boncap Part 9
91
Bonchap Part 10
92
Bonchap Part 11
93
Bonchap Part 12 ( TAMAT )
94
Edisi kangen Bagas dan Alesha
95
Me & My Amnesia CEO (new novel promo)
96
Promo Novel Indira
97
Damar & Aluna
98
Pemberitahuan pindah versi novel Edward
99
Novel Baru - Novel Kevin
100
Promo Mentari di Hati Angkasa
101
Way of Me
102
Jatuh di Kamu, My Prince
103
Bukan Surgaku
104
My Arumi (Bukan Surgaku Season 2)
105
Mikhayla, Love is You

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!