Zaid menuruni tangga, lalu menuju halaman belakang berharap Adinda ada disana. Tapi nihil, sang istri tak terlihat batang hidungnya.
Zaid beralih menuju kamar sang ibu, lalu mengetuk pintu kamar. Sang ibu membuka pintu dan terkejut mendapatkan Zaid ada disana.
" Lho, kamu sudah pulang Id ? "
Zaid mencium tangan sang ibu.
" Dinda kemana bu ? Di kamar sama di belakang gak ada " tanya Zaid khawatir.
" Dinda tadi pagi ke rumah bundanya. Dinda bilang mau pergi ke ulang tahun temannya. Katanya mau dijemput di rumah bunda. Dinda bilang kamu sudah ngijinin " jelas Bu Sandra.
" Iya, Zaid memang ijinin. Dinda gak tahu kalau Zaid pulang hari ini " ucap Zaid.
" Ya sudah, kamu susul saja ke rumah bunda. Tadi sih Dinda bilangnya mau dijemput sore soalnya mau nginep ke vila temannya di puncak " tambah sang ibu.
" Kalau gitu, Zaid susulin Dinda dulu ya Bu " ucap Zaid lalu bergegas mengambil kunci mobil dan menuju mobil.
Zaid melajukan mobil dengan kecepatan penuh, ia tidak peduli keselamatannya dalam mengemudi. Satu yang ada dalam pikirannya, membawa pulang sang istri bersamanya. Apalagi tadi ibunya memberitahu jika Adinda akan menginap bersama teman-temannya. Zaid tidak ingin Dinda bersama para pria yang mendamba istrinya.
Mobil Zaid masuk ke halaman rumah sang mertua. Zaid turun dengan tergesa, kebetulan Bunda dan Arjuna berada di luar rumah.
" Lho, Id kamu udah pulang ? " tanya Arjuna heran.
" Iya, baru pulang. Kesini mau jemput Dinda " jawab Zaid lalu menyalami Bu Lia dan Arjuna.
" Dinda bilang kamu pulang 2 hari lagi " ucap Bu Lia.
" Seharusnya begitu bun, tapi karena ada sesuatu jadi Zaid boleh pulang duluan. Dindanya mana ya Bun ? " tanya Zaid.
" Dinda baru aja pergi dijemput temannya. Yang pakai mobil merah, memangnya gak papasan tadi ? " tanya Bu Lia.
Ya, di ujung jalan tadi mobil yang dikemudikan Zaid sempat berpapasan dengan sebuah mobil berwarna merah. Ia tak menyangka jika Adinda ada disana.
" Ya udah Bunda, Zaid susulin Dinda dulu " ucap Zaid pamit lalu segera melajukan mobilnya.
" Hati-hati, Id ! " seru Arjuna sebelum Zaid melajukan mobilnya.
Zaid kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Pontang panting Zaid mengendarai mobil menyusul mobil merah yang membawa sang istri. Zaid masuk ke dalam tol, berharap menemukan mobil tersebut.
Akhirnya, Zaid melihat mobil merah tersebut. Beruntung tadi Zaid sempat melihat plat nomor mobil tersebut hingga tidak terlalu sulit mencarinya.
Zaid mengejar mobil tersebut dengan mengekori dari belakang serta membunyikan klakson agar mobil tersebut melambatkan lajunya. Tetapi mobil merah itu malah semakin memacu laju kendaraannya.
" Apaan sih mobil belakang ? Dari tadi klaksonin terus " gerutu Aldi yang sedang menyetir.
" Udah, Al... Jangan kasih jalan. Terus aja ! " seru Rian yang ada di samping Aldi.
Adinda yang duduk di belakang bersama Caca dan Mayang hanya menoleh ke belakang. Melihat jika ada mobil pajero hitam di belakang mobil yang mereka tumpangi. Adinda tak menyadari jika mobil itu adalah mobil Zaid.
Akhirnya mobil pajero hitam itu berada di samping mobil yang dikendarai Aldi lalu kemudian menggiring agar mobil yang dikendarai Aldi berhenti di jalur lambat.
Aldi memberhentikan mobilnya, saat ia lihat mobil hitam itu pun berhenti di depan mobilnya.
Aldi keluar dari dalam mobil bersama dengan Rian saat dilihatnya sang pengendara mobil di depannya keluar.
" Bisa pakai mobil gak sih ? " bentak Aldi saat orang itu mendekatinya.
Zaid tak melayani Aldi, dia hanya fokus mencari sang istri di dalam mobil. Zaid mencoba membuka pintu belakang saat menemukan sang istri disana.
" Hei... Apa-apaan nih ? " cegah Rian menghalangi Zaid membuka pintu.
Zaid hanya menatap Aldi dan Rian yang tengah naik pitam.
" Maaf, tapi saya hanya ingin menjemput istri saya " ucap Zaid datar tanpa ekspresi.
" Hah, istri ? Kayaknya otak anda terganggu, salah alamat " oceh Rian.
Adinda, Caca dan Mayang hanya memperhatikan dengan was was dari dalam mobil. Adinda memperhatikan lelaki tegap yang mengenakan jas serta kaca mata hitam dan masker. Lelaki itu membuka kancing jasnya lalu menaikkan lengan jasnya hingga ke siku.
" Kak Zaid ? " gumam Adinda.
" Hah... Zaid kakak lo itu ? " tanya Mayang sambil menutup mulutnya.
Adinda membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil.
" Awas Din... Kayaknya nih orang rada stres. Lo di dalam mobil aja, masuk Din ! " seru Aldi khawatir karena Adinda malah menghampiri lelaki itu.
" Kak Zaid " panggil Adinda lalu menghambur memeluk Zaid.
Zaid balas memeluk Adinda lalu mengecupi pucuk kepala sang istri.
Aldi, Rian, Caca dan Mayang terkejut melihat sikap Adinda dan Zaid yang berbeda dari kakak dan adik pada umumnya.
" Ini, istri saya Nyonya Zaid atau kalian lebih mengenalnya sebagai Adinda Persada Ayunindya, teman sekelas kalian " jelas Zaid memeluk pinggang Adinda dengan posesif.
" Ayo, kita pulang ! " ajak Zaid sambil menyentuh dagu Adinda.
Adinda mengangguk, lalu mengambil tasnya yang ada di dalam mobil Aldi. Adinda menyerahkan kado untuk Caca.
" Maaf ya, Ca. Gue gak jadi ikut, suami gue udah pulang " ucap Adinda.
" Astaga, Dinda... Jadi dia tuh suami lo ? Lo harus jelasin semuanya sama kita " Caca mengusap kasar wajahnya.
" Iya, entar gue jelasin semuanya " ucap Adinda lalu berjalan menghampiri Zaid.
" Maafin suami gue ya Al... Rian... Gue duluan ya. Sekali lagi maaf ya ! " ucap Adinda pada Aldi dan Rian lalu menuju mobil bersama sang suami.
Sementara Aldi nampak begitu shock mendapati kenyataan jika sang gadis pujaan telah menjadi milik orang. Bahkan ia merutuki kebodohannya dengan berterus terang jika ia akan mendekati Adinda kepada suaminya.
Zaid kembali melajukan mobilnya meninggalkan mobil Aldi dan teman-teman Adinda.
" Kak Zaid kok udah pulang. Kenapa gak kabarin Dinda dulu sih " ceroscos Adinda.
Zaid tak melayani sang istri. Ia fokus mengendarai mobilnya.
" Kak... Kok diem sih ? Kakak kesel sama Dinda ? Dinda kan udah ijin sama Kak Zaid. Kak Zaid juga ngijinin kan " tambah Adinda lagi.
Lagi-lagi Zaid tak meladeni sang istri. Ia semakin fokus melajukan mobilnya. Adinda pun tak mengeluarkan suaranya lagi. Ia membiarkan sang suami mengendarai mobil dengan tenang. Hingga akhirnya, mereka tiba di sebuah vila. Zaid menghentikan laju mobilnya lalu turun dari mobil.
Adinda mengikuti langkah Zaid memasuki vila tersebut.
" Den Zaid sudah datang... " sambut seorang pria paruh baya yang sepertinya penjaga vila tersebut.
" Kamar saya udah diberesin, mang ? " tanya Zaid sambil menuntun tangan sang istri.
" Sudah den... Semuanya sudah beres " jawab pria itu lagi.
" Ya udah, makasih ya Mang " balas Zaid sambil memberikan uang kepada pria itu.
Tak lama pria paruh baya itu berpamitan.
Zaid membawa Adinda menuju ke kamarnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Adinda hanya pasrah dengan sikap Zaid. Ia merasa bersalah karena sudah pergi bersama dengan Aldi, padahal Zaid sudah mewanti-wanti agar tidak dekat bersama laki-laki mana pun terlebih lagi Aldi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Erina Munir
unboxing aja mendingan sama suami sendiri aja neng dri pda sama temen yg ga jelas itu neng dinda
2023-12-31
1
Mamah Kekey
unboxing nih.🤭🙈
2023-12-14
1
dee_an
bakal dihukum yg enak2 ya
2023-10-20
3