AKZ part 7

1 minggu setelah menikah, Adinda kini tinggal di rumah Zaid. Dan hari ini, Adinda akan kembali memulai kuliahnya setelah liburan semester.

Adinda telah siap berangkat dengan mengenakan kemeja dan celana jeans yang melekat di tubuhnya.

" Bu, Dinda berangkat ya " pamit Adinda sambil mencium tangan Bu Sandra.

" Hati-hati, ya sayang " ucap Bu Sandra pada menantu kesayangannya.

" Oh, iya... Kamu berangkat sama siapa ? " tanya Bu Sandra.

" Sama Zaid, Bu " jawab Zaid sambil mencium tangan sang ibu.

" Gak usah, Kak. Dinda pergi sendiri aja. Arah kampus sama kantor kak Zaid kan beda arah. Nanti malah terlambat datang ke kantor " kilah Adinda.

" Gak apa-apa. Ayo berangkat ! " ajak Zaid sambil berjalan mendahului Adinda.

Mau tidak mau Adinda mengikuti langkah sang suami menuju mobil.

Tidak ada obrolan yang tercipta dalam perjalanan mereka. Zaid fokus melajukan kendaraan, sedangkan Adinda sibuk memikirkan cara untuk menyembunyikan pernikahannya dari teman-temannya.

Mereka berdua kini telah sampai di depan kampus Adinda. Adinda melepas seat belt dan segera membuka pintu mobil. Tapi tangannya ditahan oleh Zaid.

Zaid meraih jari manis Adinda, lalu memasukkan cincin pernikahan mereka disana.

Adinda terlonjak kaget karena cincinnya ada di tangan Zaid, padahal jelas-jelas ia tadi menyimpannya di kotak perhiasan.

Zaid menatapnya dingin.

" Kamu hanya boleh melepasnya, saat nanti kita tak lagi bersama " ucap Zaid.

" Maaf, Kak... Dinda cuma..."

" Aku tahu, kamu tidak ingin pernikahan kita mengganggu kuliahmu. Karena itu, aku tidak melarang kamu melanjutkan kuliah. Aku hanya ingin, setidaknya kamu menghormati pernikahan ini walaupun kamu tidak pernah menginginkannya " ucap Zaid yang langsung menusuk hati Adinda.

" Bukan gitu, Kak... Dinda akui Dinda salah. Dinda sengaja lepas cincin itu. Bukannya Dinda gak menghormati pernikahan kita. Dinda cuma belum siap "

Zaid mengangkat tangannya meminta Dinda berhenti lalu membuka pintu mobilnya.

" Sudah siang, kita berdua bisa terlambat. Sebaiknya kamu cepat masuk ! " titah Zaid.

Adinda turun dari mobil dengan terpaksa dan setelahnya Zaid menutup pintu lalu melajukan mobilnya.

Adinda hanya menatap mobil yang dikendarai Zaid dengan kecepatan tinggi berlalu. Ada rasa bersalah di hatinya karena telah melukai perasaan sang suami.

Sementara Zaid melajukan kendaraannya dengan kecepatan diatas normal. Entah mengapa ia merasa kesal sendiri, terlebih saat ia melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Adinda sengaja menyimpan cincin kawin mereka ke dalam kotak perhiasannya bahkan tadi sang istri sempat menolak ia antar.

" Kenapa Dinda ? Kenapa kamu tidak ingin pernikahan kita diketahui teman-teman kamu ? " gumam Zaid.

Pikiran-pikiran buruk bersliweran di dalam kepala Zaid. Ia takut jika sang istri ternyata memiliki kekasih di kampus hingga tak ingin mempublikasikan pernikahan mereka kepada teman-temannya.

" S**t... " teriak Zaid memukul kemudi mobilnya lalu menghentikan laju mobilnya di tepi jalan.

Zaid mengusap kasar wajahnya, ia mengatur nafasnya yang menderu. Sungguh, ia tak bisa membayangkan jika apa yang ia pikirkan menjadi kenyataan.

Zaid melajukan kembali mobilnya setelah menenangkan gemuruh rasa di hatinya. Ia akan kembali menjemput Adinda nanti siang. Bagaimana pun Zaid tak ingin kecolongan, ia tak akan membiarkan lelaki manapun mendekati Adinda apalagi merebutnya.

Adinda dan teman-temannya berkumpul di kantin kampus selepas mata kuliah mereka selesai. Nampak Adinda, Mayang dan Caca sedang duduk menikmati minuman boba sambil bersenda gurau.

Tak lama datang Rian dan Aldi bergabung bersama mereka.

" Hai cantik... " sapa Rian sambil duduk di samping Caca, kekasihnya.

Sementara Aldi duduk di samping Adinda. Adinda menggeser duduknya agar tidak terlalu dekat dengan Aldi. Ia menjaga dirinya sebagai seorang istri agar tidak terlalu dekat dengan laki-laki lain.

" Ya ampun, Din... Gue samperin malah ngejauhin. Patah hati nih gue " celetuk Aldi, laki-laki tampan yang paling digandrungi mahasiswi di kampus.

" Ga usah deket-deket, entar wudhu gue batal " elak Dinda.

" Ya elah, belum juga adzan udah wudhu aja " sambar Rian.

" Bagus dong, kalau bisa jagain wudhu bisa masuk surganya duluan " sahut Dinda.

" Kalian ngapain sih kesini ? Gangguin kita tahu " celetuk Mayang.

" Dih, kangen yayang lah. Sirik amat lo. Makanya cari cowok sana " oceh Rian sambil mencolek pipi Caca.

" Habis liburan, tambah cantik aja sih Din " puji Aldi sambil menatap Adinda.

" Masa sih ? Gue mah dari orok juga udah cantik. Lo aja baru ngeh. Mau dikasih apaan sampai muji-muji gitu ? " ceroscos Dinda.

" Kalau gue minta hati lo, dikasih ga ? " tembak Aldi membuat mata Adinda membola.

" Terima " jawab Caca dan Mayang kompak.

" Engga " jawab Dinda yakin.

Caca dan Mayang langsung menatap Adinda tak percaya. Bahkan Caca langsung menepuk jidat saat mendengar jawaban Adinda.

Caca dan Mayang mengajak Adinda menjauh dari Aldi dan Rian.

" Ya ampun, Dinda... Kok ditolak sih...? " tanya Caca tak percaya.

" Orang gue gak suka " jawab Adinda enteng.

" Aduh, Din... Sadar woy... Yang lo tolak itu cowok paling keren di kampus, udah cakep, pinter, tajir... Terus suka banget sama lo. Sayang kalau ditolak tahu ! " omel Mayang sambil menepuk pipi Adinda berusaha menyadarkan sahabatnya.

" Kalau gue gak mau, masa harus maksa ? Udah ah, gue cuma anggap dia temen aja. Dari dulu gitu, gak lebih... " jawab Dinda santai.

" Kalau gue yang ditembak, gak bakalan nolak gue. Asli... " sahut Mayang heboh.

" Ya udah kalau gitu, buat lo aja Yang si Aldi " timpal Adinda tanpa beban.

" Kalau lo mah di tembak Din. Kalau gue mah ditolak " kilah Mayang terkekeh sendiri.

" Udah, ah. Gue pulang duluan ya ! " ucap Adinda menyudahi percakapan dengan dua temannya.

" Barengan aja, Din. Rumah kita kan searah, gue anterin " tawar Mayang.

" Gak usah, Yang. Lagian gue gak pulang ke rumah Bunda kok " ucap Adinda.

" Kalau gak pulang ke rumah bunda terus lo pulang kemana, Din ? " tanya Mayang lagi.

" Ke rumah su... " Dinda menghentikan ucapannya.

" Maksud gue pulang ke rumah saudara gue... " ucap Adinda sambil memperhatikan deretan gigi putihnya.

" Gue duluan ya, bye... " pamit Dinda lalu bergegas pergi.

Dinda sudah berada di depan kampus, tak lama sebuah mobil berhenti di depannya dan Aldi membuka pintu.

" Ayo, Din... Gue anterin ! " seru Aldi menghampiri Adinda.

" Gak usah, Al... Gue bisa pulang sendiri kok. Lagian udah pesan ojek on line " tolak Dinda.

" Udah cancel aja. Ayo gue anterin, lo mau ke mana ? " tanya Aldi lagi.

" Ehem... Dinda, ayo kita pulang " suara bariton terdengar dari arah samping.

Seketika Adinda menengok dan melihat jika sang suami kini berada tepat di sampingnya.

" Kak... " ucap Adinda kaget.

Aldi mengernyitkan keningnya saat melihat pria berpostur tegap dan mengenakan seragam dinas berdiri di samping Adinda sambil meraih tangan gadis pujaan hatinya.

" Sorry ya, Al. Gue balik sama Kak Zaid aja " ucap Adinda lalu berjalan dengan menarik tangan Zaid.

Adinda melepaskan tangan Zaid saat telah sampai di depan mobil Zaid.

" Ngapain kakak ke sini ? Memangnya udah jam pulang kantor ? " tanya Adinda heran.

" Memastikan kalau istriku tidak macam-macam " jawab Zaid menatap tajam Adinda membuat Adinda menelan salivanya susah payah.

Tok... Tok... Tok...

Tiba-tiba kaca jendela mobil mereka diketuk dari luar. Zaid membuka kaca mobilnya dan nampaklah Aldi berdiri di samping mobil.

" Maaf kak... Ada yang ingin saya bicarakan dengan kakak. Bisa minta waktunya sebentar ? " tanya Aldi sopan.

Ya Tuhan... Cobaan apa lagi ini ??

Adinda mengurut pelipisnya, sementara Zaid menatap lelaki muda di hadapannya.

Terpopuler

Comments

Erina Munir

Erina Munir

udh terus terang aja zaid...biar tau semua akhirnya

2023-12-31

1

🍾⃝ Mᴀᴋ sͩᴜᷞɴͧᴅᷡᴜͣɴɢ

🍾⃝ Mᴀᴋ sͩᴜᷞɴͧᴅᷡᴜͣɴɢ

dinda udah jd bini org aldi. wlupun msh bersegel

2023-10-22

3

Surianti Sofyan

Surianti Sofyan

harus,y dinda jg berterus terang aj sama teman teman,y takut,y nnt ada fitnah

2023-05-29

1

lihat semua
Episodes
1 AKZ part 1
2 AKZ part 2
3 AKZ part 3
4 AKZ part 4
5 AKZ part 5
6 AKZ Part 6
7 AKZ part 7
8 AKZ part 8
9 AKZ part 9
10 AKZ part 10
11 AKZ part 11
12 AKZ part 12
13 AKZ part 13
14 AKZ part 14
15 AKZ part 15
16 AKZ part 16
17 AKZ part 17
18 AKZ part 18
19 AKZ part 19
20 AKZ part 20
21 AKZ part 21
22 AKZ part 22
23 AKZ part 23
24 AKZ part 24
25 AKZ part 25
26 AKZ part 26
27 AKZ part 27
28 AKZ part 28
29 AKZ part 29
30 AKZ part 30
31 AKZ part 31
32 AKZ part 32
33 AKZ part 33
34 AKZ part 34
35 AKZ part 35
36 AKZ part 36
37 AKZ part 37
38 AKZ part 38
39 AKZ part 39
40 AKZ part 40
41 AKZ part 41
42 AKZ part 42
43 AKZ part 43
44 AKZ part 44
45 AKZ part 45
46 AKZ part 46
47 AKZ part 47
48 AKZ part 48
49 AKZ part 49
50 AKZ part 50
51 AKZ part 51
52 AKZ part 52
53 AKZ part 53
54 AKZ part 54
55 AKZ part 55
56 AKZ part 56
57 AKZ part 57
58 AKZ part 58
59 AKZ part 59
60 AKZ part 60
61 AKZ part 61
62 AKZ part 62
63 AKZ part 63
64 AKZ part 64
65 AKZ part 65
66 Season 2 Part 1
67 Season 2 Part 2
68 Season 2 Part 3
69 Season 2 part 4
70 Season 2 Part 5
71 Season 2 part 6
72 Season 2 Part 7
73 Season 2 Part 8
74 Season 2 Part 9
75 Season 2 Part 10
76 Season 2 Part 11
77 Season 2 Part 12
78 Season 2 Part 13
79 Season 2 Part 14
80 Season 2 Part 15
81 Season 2 Part 16
82 Bonchap 1
83 Bonchap 2
84 Bonchap Part 3
85 Bonchap Part 4
86 Bonchap part 5
87 Bonchap Part 6
88 Bonchap Part 7
89 Bonchap part 8
90 Boncap Part 9
91 Bonchap Part 10
92 Bonchap Part 11
93 Bonchap Part 12 ( TAMAT )
94 Edisi kangen Bagas dan Alesha
95 Me & My Amnesia CEO (new novel promo)
96 Promo Novel Indira
97 Damar & Aluna
98 Pemberitahuan pindah versi novel Edward
99 Novel Baru - Novel Kevin
100 Promo Mentari di Hati Angkasa
101 Way of Me
102 Jatuh di Kamu, My Prince
103 Bukan Surgaku
104 My Arumi (Bukan Surgaku Season 2)
105 Mikhayla, Love is You
Episodes

Updated 105 Episodes

1
AKZ part 1
2
AKZ part 2
3
AKZ part 3
4
AKZ part 4
5
AKZ part 5
6
AKZ Part 6
7
AKZ part 7
8
AKZ part 8
9
AKZ part 9
10
AKZ part 10
11
AKZ part 11
12
AKZ part 12
13
AKZ part 13
14
AKZ part 14
15
AKZ part 15
16
AKZ part 16
17
AKZ part 17
18
AKZ part 18
19
AKZ part 19
20
AKZ part 20
21
AKZ part 21
22
AKZ part 22
23
AKZ part 23
24
AKZ part 24
25
AKZ part 25
26
AKZ part 26
27
AKZ part 27
28
AKZ part 28
29
AKZ part 29
30
AKZ part 30
31
AKZ part 31
32
AKZ part 32
33
AKZ part 33
34
AKZ part 34
35
AKZ part 35
36
AKZ part 36
37
AKZ part 37
38
AKZ part 38
39
AKZ part 39
40
AKZ part 40
41
AKZ part 41
42
AKZ part 42
43
AKZ part 43
44
AKZ part 44
45
AKZ part 45
46
AKZ part 46
47
AKZ part 47
48
AKZ part 48
49
AKZ part 49
50
AKZ part 50
51
AKZ part 51
52
AKZ part 52
53
AKZ part 53
54
AKZ part 54
55
AKZ part 55
56
AKZ part 56
57
AKZ part 57
58
AKZ part 58
59
AKZ part 59
60
AKZ part 60
61
AKZ part 61
62
AKZ part 62
63
AKZ part 63
64
AKZ part 64
65
AKZ part 65
66
Season 2 Part 1
67
Season 2 Part 2
68
Season 2 Part 3
69
Season 2 part 4
70
Season 2 Part 5
71
Season 2 part 6
72
Season 2 Part 7
73
Season 2 Part 8
74
Season 2 Part 9
75
Season 2 Part 10
76
Season 2 Part 11
77
Season 2 Part 12
78
Season 2 Part 13
79
Season 2 Part 14
80
Season 2 Part 15
81
Season 2 Part 16
82
Bonchap 1
83
Bonchap 2
84
Bonchap Part 3
85
Bonchap Part 4
86
Bonchap part 5
87
Bonchap Part 6
88
Bonchap Part 7
89
Bonchap part 8
90
Boncap Part 9
91
Bonchap Part 10
92
Bonchap Part 11
93
Bonchap Part 12 ( TAMAT )
94
Edisi kangen Bagas dan Alesha
95
Me & My Amnesia CEO (new novel promo)
96
Promo Novel Indira
97
Damar & Aluna
98
Pemberitahuan pindah versi novel Edward
99
Novel Baru - Novel Kevin
100
Promo Mentari di Hati Angkasa
101
Way of Me
102
Jatuh di Kamu, My Prince
103
Bukan Surgaku
104
My Arumi (Bukan Surgaku Season 2)
105
Mikhayla, Love is You

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!