AKZ part 18

Mata Pertiwi membelalak saat melihat pemandangan menjijikan di depannya. Mario tengah berg*mul dengan seorang wanita yang tak lain adalah dokter Tika, rekan kerjanya sendiri.

Tanpa berbicara apa pun, Pertiwi segera keluar dari kamar Mario. Farhan yang sedari tadi berdiri di luar kamar, mengikuti langkah Pertiwi yang kini berjalan tergesa menuju pintu.

Mario mengejar Pertiwi dengan hanya mengenakan pakaian dalam saja.

" Tiwi... Sayang... Dengerin aku dulu " ucap Mario meraih lengan Pertiwi.

Pertiwi menepis tangan Mario dengan kasar.

" Sayang, ini gak seperti yang kamu bayangin... " jelas Mario.

Pertiwi tersenyum sinis, ia mencoba menahan amarah yang berkecamuk di dalam hatinya.

" Lalu seperti apa ? " tanya Pertiwi sambil membalik badannya menatap Mario yang nampak berantakan.

" Sayang... " Mario mencoba memeluk Pertiwi namun Pertiwi melangkah mundur menjauhi Mario.

" Berhenti, dokter Mario yang terhormat. Maaf saya sudah mengganggu waktu seminar anda yang sangat penting. Saya permisi ! " ucap Pertiwi dengan jijik lalu memilih mengangkat kakinya segera.

" Permisi, dokter... " pamit Farhan yang sedari tadi hanya memperhatikan pasangan ini.

" Tunggu... Kamu yang membawa Pertiwi kemari ? Kamu sengaja membongkar hubungan saya dengan Tika ? Kamu ingin merebut Pertiwi kan ? " tuding Mario sambil mencengkram kerah kemeja Farhan.

" Maaf dokter... Anda salah sangka. Saya mungkin mengetahui ada sesuatu diantara anda dan juga dokter Tika. Tapi saya tidak pernah memberitahu yang lain. Bagaimana pun juga sepandai apapun bangkai ditutupi baunya akan selalu tercium pada akhirnya " ucap Farhan santai lalu melepaskan cengkraman Mario dan segera keluar dari apartemen milik Mario.

Farhan duduk di kursi kemudi, sementara Pertiwi duduk di sampingnya. Hari sudah berganti malam, wanita cantik itu membisu dengan tatapan mata kosong. Sesekali, ia menghapus buliran air mata yang mengalir di pipinya.

Farhan hanya bisa memperhatikan Pertiwi tanpa tahu harus berbuat apa. Ia tahu betul, rasa sakit yang dialami oleh wanita itu. Dikianati oleh pria yang dicintai juga oleh rekan kerjanya sendiri. Entah apa yang membuat Pertiwi kuat menahannya hingga ia tidak sesegukan menangis.

" Maaf dok, kita mau kemana ini ? Pulang ke rumah dokter atau ? " Farhan menjeda ucapannya saat melirik Pertiwi yang memejamkan mata.

" Kemana aja, Han. Asal gak pulang... " jawab Pertiwi tanpa membuka matanya.

" Bukannya dokter mau ke vila keluarga dokter ? " tanya Farhan lagi.

" Hem... Besok aja, Han... Saya gak mau mereka khawatir melihat keadaan saya " ucap Pertiwi sambil membuka mata tanpa melihat Farhan.

Farhan hanya mengangguk, lalu kembali melajukan mobil yang entah kemana arah tujuannya. Farhan membawa mobil berkeliling hingga ia mendapatkan ide lalu membawa ke pantai.

" Dok... Kita keluar dulu " ucap Farhan sambil menepuk bahu Pertiwi.

" Ini dimana, Han ? " tanya Pertiwi sambil menatap lurus ke depan.

" Di pantai, dok " jawab Farhan singkat.

" Ngapain kita kesini ? " tanya Pertiwi lagi.

Farhan tersenyum samar mendengar pertanyaan Pertiwi.

" Tadi kan dokter bilang kemana aja asal gak pulang. Makanya saya ajak dokter kemari. Ayo dok, sambil nunggu sunset " jawab Farhan lalu keluar dari mobil.

Tanpa banyak bicara, Pertiwi mengikuti Farhan. Farhan duduk di pinggiran pantai sambil menatap lautan lepas. Pertiwi duduk di samping Farhan dengan menatapi lautan. Sesekali terdengar deburan ombak yang memecah karang.

Hembusan angin, membuat rambut Pertiwi yang terurai melambai-lambai, sebagaimana daun-daun pohon kelapa yang juga ikut melambai tertiup angin.

Pertiwi menggosok gosok tangannya, berupaya menghangatkan diri karena tak mengenakan baju hangat.

Melihat hal tersebut, Farhan melepas jaketnya lalu memakaikannya pada pundak Pertiwi.

" Makasih ya, Han... " jawab Pertiwi memaksakan diri untuk tersenyum.

" Dokter pasti kuat menghadapi ini semua. Saya percaya orang baik pasti akan menemukan orang yang baik pula sebagai pasangannya. Dan saya yakin, dokter akan menemukan lelaki yang baik bahkan lebih baik dari dokter Mario "

Pertiwi tidak mengatakan apapun. Matanya memandang kosong ke arah laut yang gelap tanpa ada cahaya.

Rasanya seperti hatinya yang kini gelap, tak tahu harus berbuat apa. Tak pernah ia duga, hubungan yang telah terjalin selama 5 tahun dan akan segera melangkah ke jenjang selanjutnya kini harus diakhiri karena sang kekasih mengkhianatinya.

Bagaimana Pertiwi harus menjelaskan kepada keluarganya tentang masalah ini.

" Hah... " Pratiwi mendesah kesal lalu bangkit dan berjalan menuju bibir pantai.

Farhan hanya mengamati Pertiwi dari tempatnya duduk. Ia begitu yakin jika wanita cantik itu tidak akan berbuat nekat.

Pertiwi memainkan air dengan kakinya saat gelombang datang dan pergi. Sesekali ia berteriak, mengeluarkan gemuruh asa dalam hatinya yang bergejolak.

" Aaahhh... Kamu jahat, Mario... Kamu jahat... " teriak Pertiwi sekencang-kencangnya.

Sesaat kemudian tubuhnya ambruk, terduduk di pantai dengan air mata mengalir di pipinya.

" Aku benci kamu... Aku benci kamu, Rio... " isak Pertiwi berurai air mata.

Farhan menghampiri Pertiwi, pria tampan itu berjongkok di samping Pertiwi lalu merangkul wanita cantik yang kini menangis pilu.

" Kalau dengan menangis bisa mengurangi kesedihan dokter, maka menangislah... Tapi ingatlah, air mata anda terlalu berharga untuk menangisi laki-laki yang tak tahu diri itu " ucap Farhan menatapi wanita yang kini menangis dalam pelukannya.

Entah berapa lama Pertiwi menangis di dalam pelukan Farhan. Sampai sinar matahari muncul di balik ufuk. Menampakkan keindahannya yang mempesona mata.

Pertiwi mengangkat kepalanya, lalu mengalihkan pandangan menikmati keindahan sunrise di tepi pantai. Seharusnya ia menikmati indahnya sun rise bersama orang tercinta, tapi ia justru menikmati sun rise setelah dikhianati orang tercinta. Sungguh miris...

" Anda harus yakin,anda akan menemukan kebahagiaan lagi. Seperti halnya mentari yang akan selalu terbit setelah sebelumnya terbenam. Dan itu akan jauh lebih indah... " ucap Farhan sambil menatap wajah cantik yang nampak asyik menikmati keindahan sun rise.

Pertiwi mengangguk menyetujui ucapan Farhan tanpa melihat pria yang sedari tadi memandanginya.

Ya, apapun yang terjadi. Ia harus tetap melangkah, sesakit apapun itu ia pasti bisa melewati semuanya. Justru seharusnya ia bersyukur, karena Tuhan begitu baik dengan menunjukkan wajah asli sang kekasih sebelum mereka melangsungkan pernikahan.

Farhan tersenyum, dalam hatinya ia merasa bahagia karena Pertiwi bisa mengetahui sendiri kelakuan Mario. Farhan sangat tahu jika Mario sering membawa wanita lain untuk bermain di ranjang. Bahkan ia pernah memergoki Mario bermain dengan seorang perawat di ruangannya hanya untuk mendapatkan kepuasan. Tentu saja, tiada yang bisa menolak pesona seorang Mario. Seorang dokter tampan juga mapan. Tidak sedikit wanita yang dengan suka rela menjadi lawan main Mario di ranjang, termasuk dokter Tika.

Walaupun begitu, Farhan pun mengetahui jika Mario memang sangat mencintai dan menjaga Pertiwi. Karena itu, Mario tidak pernah berbuat macam-macam kepada Pertiwi. Ia benar-benar ingin menjadikan Pertiwi sebagai istrinya. Namun, rencana Mario harus pupus karena Pertiwi ternyata lebih dahulu menemukan wajah aslinya, sehingga kemungkinan pernikahan mereka pun batal dilangsungkan.

Terpopuler

Comments

Erina Munir

Erina Munir

menfingan ketauan sekarang2 dripda nnti klo udh nikah ketauannya...mubazir buang2 duit....ttrus bubaran ya kan thor

2024-01-01

1

Mamah Kekey

Mamah Kekey

untung ketahuan duluan sebelum menikah..Mario punya kelainan seksual..

2023-12-14

1

Dini Apriliani

Dini Apriliani

astagfirullah mario

2023-12-12

1

lihat semua
Episodes
1 AKZ part 1
2 AKZ part 2
3 AKZ part 3
4 AKZ part 4
5 AKZ part 5
6 AKZ Part 6
7 AKZ part 7
8 AKZ part 8
9 AKZ part 9
10 AKZ part 10
11 AKZ part 11
12 AKZ part 12
13 AKZ part 13
14 AKZ part 14
15 AKZ part 15
16 AKZ part 16
17 AKZ part 17
18 AKZ part 18
19 AKZ part 19
20 AKZ part 20
21 AKZ part 21
22 AKZ part 22
23 AKZ part 23
24 AKZ part 24
25 AKZ part 25
26 AKZ part 26
27 AKZ part 27
28 AKZ part 28
29 AKZ part 29
30 AKZ part 30
31 AKZ part 31
32 AKZ part 32
33 AKZ part 33
34 AKZ part 34
35 AKZ part 35
36 AKZ part 36
37 AKZ part 37
38 AKZ part 38
39 AKZ part 39
40 AKZ part 40
41 AKZ part 41
42 AKZ part 42
43 AKZ part 43
44 AKZ part 44
45 AKZ part 45
46 AKZ part 46
47 AKZ part 47
48 AKZ part 48
49 AKZ part 49
50 AKZ part 50
51 AKZ part 51
52 AKZ part 52
53 AKZ part 53
54 AKZ part 54
55 AKZ part 55
56 AKZ part 56
57 AKZ part 57
58 AKZ part 58
59 AKZ part 59
60 AKZ part 60
61 AKZ part 61
62 AKZ part 62
63 AKZ part 63
64 AKZ part 64
65 AKZ part 65
66 Season 2 Part 1
67 Season 2 Part 2
68 Season 2 Part 3
69 Season 2 part 4
70 Season 2 Part 5
71 Season 2 part 6
72 Season 2 Part 7
73 Season 2 Part 8
74 Season 2 Part 9
75 Season 2 Part 10
76 Season 2 Part 11
77 Season 2 Part 12
78 Season 2 Part 13
79 Season 2 Part 14
80 Season 2 Part 15
81 Season 2 Part 16
82 Bonchap 1
83 Bonchap 2
84 Bonchap Part 3
85 Bonchap Part 4
86 Bonchap part 5
87 Bonchap Part 6
88 Bonchap Part 7
89 Bonchap part 8
90 Boncap Part 9
91 Bonchap Part 10
92 Bonchap Part 11
93 Bonchap Part 12 ( TAMAT )
94 Edisi kangen Bagas dan Alesha
95 Me & My Amnesia CEO (new novel promo)
96 Promo Novel Indira
97 Damar & Aluna
98 Pemberitahuan pindah versi novel Edward
99 Novel Baru - Novel Kevin
100 Promo Mentari di Hati Angkasa
101 Way of Me
102 Jatuh di Kamu, My Prince
103 Bukan Surgaku
104 My Arumi (Bukan Surgaku Season 2)
105 Mikhayla, Love is You
Episodes

Updated 105 Episodes

1
AKZ part 1
2
AKZ part 2
3
AKZ part 3
4
AKZ part 4
5
AKZ part 5
6
AKZ Part 6
7
AKZ part 7
8
AKZ part 8
9
AKZ part 9
10
AKZ part 10
11
AKZ part 11
12
AKZ part 12
13
AKZ part 13
14
AKZ part 14
15
AKZ part 15
16
AKZ part 16
17
AKZ part 17
18
AKZ part 18
19
AKZ part 19
20
AKZ part 20
21
AKZ part 21
22
AKZ part 22
23
AKZ part 23
24
AKZ part 24
25
AKZ part 25
26
AKZ part 26
27
AKZ part 27
28
AKZ part 28
29
AKZ part 29
30
AKZ part 30
31
AKZ part 31
32
AKZ part 32
33
AKZ part 33
34
AKZ part 34
35
AKZ part 35
36
AKZ part 36
37
AKZ part 37
38
AKZ part 38
39
AKZ part 39
40
AKZ part 40
41
AKZ part 41
42
AKZ part 42
43
AKZ part 43
44
AKZ part 44
45
AKZ part 45
46
AKZ part 46
47
AKZ part 47
48
AKZ part 48
49
AKZ part 49
50
AKZ part 50
51
AKZ part 51
52
AKZ part 52
53
AKZ part 53
54
AKZ part 54
55
AKZ part 55
56
AKZ part 56
57
AKZ part 57
58
AKZ part 58
59
AKZ part 59
60
AKZ part 60
61
AKZ part 61
62
AKZ part 62
63
AKZ part 63
64
AKZ part 64
65
AKZ part 65
66
Season 2 Part 1
67
Season 2 Part 2
68
Season 2 Part 3
69
Season 2 part 4
70
Season 2 Part 5
71
Season 2 part 6
72
Season 2 Part 7
73
Season 2 Part 8
74
Season 2 Part 9
75
Season 2 Part 10
76
Season 2 Part 11
77
Season 2 Part 12
78
Season 2 Part 13
79
Season 2 Part 14
80
Season 2 Part 15
81
Season 2 Part 16
82
Bonchap 1
83
Bonchap 2
84
Bonchap Part 3
85
Bonchap Part 4
86
Bonchap part 5
87
Bonchap Part 6
88
Bonchap Part 7
89
Bonchap part 8
90
Boncap Part 9
91
Bonchap Part 10
92
Bonchap Part 11
93
Bonchap Part 12 ( TAMAT )
94
Edisi kangen Bagas dan Alesha
95
Me & My Amnesia CEO (new novel promo)
96
Promo Novel Indira
97
Damar & Aluna
98
Pemberitahuan pindah versi novel Edward
99
Novel Baru - Novel Kevin
100
Promo Mentari di Hati Angkasa
101
Way of Me
102
Jatuh di Kamu, My Prince
103
Bukan Surgaku
104
My Arumi (Bukan Surgaku Season 2)
105
Mikhayla, Love is You

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!