AKZ part 3

Zaid duduk di sofa sambil menggendong Laras, bayi cantik yang sepintas mirip dengan Adinda. Tentu saja mirip, karena Arjuna dan Adinda pun begitu mirip.

Tak lama, Adinda datang dan duduk di samping Zaid

" Sini, Kak... Biar Dinda yang gendong Laras. Emangnya kak Zaid bisa ? " tanya Adinda terkesan meremehkan kemampuan Zaid.

" Bisa dong, memangnya kamu gak lihat ini lagi apa " jawab Zaid sambil menggerakkan bibirnya seolah mengajak bicara bayi cantik itu.

" Ya udah deh, kalau gitu titip Laras ya Dinda mau makan dulu " ucap Adinda sambil beranjak.

Baru saja Adinda bangkit, bayi cantik itu terlihat menangis membuat Zaid kebingungan dan memanggil Adinda.

" Dinda... Tunggu, ini Larasnya nangis " Zaid terlihat panik.

" Idih, katanya bisa. Bisa bikin nangis ya ? " oceh Dinda sambil meraih Laras dari tangan Zaid.

Ajaib, hanya dengan menyentuh bayi cantik itu, ia menghentikan tangisnya membuat Zaid takjub.

" Memang kalau udah ketemu pawangnya langsung diem " ucap Zaid asal, membuat Dinda mencebikkan bibirnya.

" Pawang apaan ? " tanya Dinda kesal.

Pawang hati aku...

" Apaan ? Jawab ? " paksa Dinda.

" Pawangnya Laras lah. Iya kan Laras sayang " jawab Zaid sambil berdiri di samping Adinda dan mencolek pipi gembul Laras.

Laras tertawa melihat wajah lucu yang dibuat Zaid.

" Dih, Laras ketawa. Seneng ya lihat Om ganteng disini " ucap Zaid percaya diri.

" Ih, kepedean... " cibir Adinda sambil menimang-nimang Laras.

" Emang ganteng kok, buktinya banyak yang antri jadi istri " sahut Zaid santai.

Dinda menengok ke kanan dan ke kiri.

" Mana yang ngantrinya ? " tanya Dinda dengan nada meledek.

" Emang Om Zaid nih paling bisa ya Laras cantik " sambung Dinda sambil mengajak Laras berbicara .

" Bisa apa ? " tanya Zaid penasaran.

" Bisa banget ngehalu... Ha...ha..." ledek Dinda diiringi gelak tawa.

" Ish, dasar ... Untung aku suka " gerutu Zaid sambil melihat ke arah lain.

" Untung apa Kak ? " tanya Adinda karena tak sepenuhnya mendengar ucapan Zaid.

" Untung kamu, adiknya Arjuna. Kalau bukan... " Zaid menahan kata yang akan diucapkannya.

" Kalau bukan kenapa ? " tantang Adinda menatap wajah Zaid.

Zaid memalingkan wajahnya, ia tak tahan jika harus bersitatap dengan Adinda. Rasanya jantungnya melompat-lompat dengan aliran darahnya berdesir hebat.

" Gak kenapa-kenapa sih " jawab Zaid sambil menggaruk kepalanya.

" Idih, masa Kapten cetek " remeh Adinda sambil mencebikkan bibirnya.

Ah, ingin rasanya aku menempelkan bibir ini dengan bibirmu itu, Dinda...

Zaid segera menormalkan pikirannya. Ia sadar tak seharusnya ia hanyut dalam lamunan. Hingga ia segera mengalihkan mata dan otaknya pada bayi cantik dalam gendongan Adinda.

Zaid dan Adinda begitu lepas bermain dengan Laras hingga mereka tak curiga jika interaksi mereka diperhatikan oleh kedua ibu mereka.

" Zaid, kayaknya udah pantes punya anak mba " ucap Bu Lia.

" Iya, sepertinya begitu. Dan rasanya saya sudah menemukan calon yang cocok buat Zaid " sahut Bu Sandra sambil tersenyum melihat kedekatan antara Adinda dan Zaid.

" Mba sudah punya calon toh... Semoga cocok dengan Zaid ya mba " ucap Bu Lia tanpa curiga.

" Oh iya de, ada yang harus saya bicarakan berdua sama ade. Tapi jangan disini, disini kayaknya terlalu ramai "

" Masalah apa ya ? Penting mba ? " tanya Bu Lia penasaran, yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Bu Sandra.

" Hm... Dimana ya mba ? Paling kalau mau agak sepi di lantai atas sih mba " ucap Bu Lia menunjuk ke lantai 2 rumahnya.

" Ya udah, de. Kita bicara di atas saja. Ayo de ! " ajak Bu Sandra sambil berdiri.

Bu Lia akhirnya membawa Bu Sandra menuju lantai 2 rumahnya, lalu mereka duduk di ruang keluarga yang ada di sana.

Mereka berdua duduk di sofa yang ada di ruangan keluarga.

" Ada masalah apa mba ? Saya jadi penasaran ini" tanya Bu Lia.

" De, ade masih inget kan kalau dulu suami kita pernah ingin berbesan malah mereka sudah berjanji untuk menjodohkan anak-anak kita " jawab Bu Sandra.

" Iya, mba... Tapi itu kan dulu, lain lagi ceritanya karena kan anak kita pas lahir sama-sama laki-laki . Saya melahirkan Arjuna dan Mba Sandra melahirkan Zaid " sahut Bu Lia mengenang masa saat melahirkan Arjuna.

" Betul, tapi kan ade akhirnya melahirkan Pertiwi juga Adinda. Jadi sepertinya kita bisa melanjutkan perjodohan anak-anak kita " ucap Bu Sandra lagi.

" Waduh mba... Pertiwi kan sudah tunangan, jadi gak mungkinlah dijodohkan sama Zaid " sahut Bu Lia.

" Bukan Pertiwi, de. Tapi Adinda " sambung Bu Sandra.

Kening Bu Lia berkerut, ia tak menyangka jika Bu Sandra akan meminta perjodohan dengan anak bungsunya.

" Maaf mba... Tapi sepertinya Adinda belum cukup dewasa untuk menikah " tolak Bu Lia.

" Tolong de... Saya takutnya karena janji yang dibuat oleh suami kita, jadinya Zaid susah dapat jodoh. Lagi pula memangnya ade gak takut kalau suami kita jadi tidak tenang karena punya janji yang belum ditepati. Janji itu kan hutang de, kalau suami kita tidak bisa membayarnya berarti itu jadi kewajiban yang masih hidup kan untuk melunasinya " jelas Bu Sandra.

" Saya... Saya bisa saja memutuskannya sendiri tapi ini bukan masalah kecil mba jadi saya harus membicarakannya dulu sama anak-anak " ucap Bu Lia.

" Ya sudah, de. Dibicarakan saja dulu sama anak-anak. Saya cuma mau membicarakan itu saja. Mudah-mudahan secepatnya ada keputusan ya dan kami akan segera melamar Adinda " sahut Bu Sandra.

" Apa Zaid sudah setuju dengan rencana ini, mba ? " tanya Bu Lia.

" Zaid bahkan belum mengetahui rencana ini. Saya baru akan memberi tahu Zaid nanti " jawab Bu Sandra.

" Lalu bagaimana jika Zaid menolak perjodohan ini ? " tanya Bu Lia khawatir.

Bu Sandra mengulum senyum,

" Saya yakin Zaid tidak akan menolaknya. Justru saya khawatir penolakan datang dari Adinda. Saya berharap ade bisa membujuk Adinda agar menerima perjodohan ini " harap Bu Sandra.

" Mengapa mba begitu ingin menjodohkan Zaid dengan Adinda padahal bisa saja Zaid sudah mempunyai calon pendamping hidup " ucap Bu Lia.

Bu Sandra menghela nafas, lalu menatap Bu Lia.

" Sebagai seorang ibu, saya bisa merasakan jika Adinda adalah wanita yang tepat untuk Zaid. Adinda bisa membuat hidup Zaid lebih berwarna. Walaupun hanya sekilas, tapi saya bisa melihat kekakuan dalam diri Zaid hilang ketika bersama dengan Adinda. Itu yang membuat saya yakin jika Adinda adalah wanita yang cocok untuk Zaid " papar Bu Sandra.

Bu Lia terdiam, jujur ia tidak tahu bagaimana harus bersikap. Ia amat tahu jika Zaid merupakan anak yang baik. Karirnya bagus serta bertanggung jawab. Ia yakin jika Zaid bisa menjadi suami yang baik untuk anak bungsunya yang manja.

Hanya saja, ia tak tahu bagaimana mengemukakan rencana ini kepada Adinda. Anak bungsunya itu pasti akan menolak. Adinda meskipun dikenal ramah, polos dan manja tetapi juga keras kepala.

Terpopuler

Comments

Olivia

Olivia

Alhamdulillah senang sih kalau pada akhirnya mereka benar-benar dijodohkan semoga saja lewat perjodohan ini bisa menjadi kemajuan untuk hubungan Adinda dan Zaid kedepannya nanti, agar bisa benar-benar menyatu dan ikatan suci pernikahan dan bukan atas nama perjodohan tapi atas nama Cinta, ya semoga saja hubungan dekat langgeng terus kedepannya, ya meskipun aku tahu pasti Adinda akan menolak perjodohan ini, tapi jika Zaid benar-benar mencintai Adinda maka Zaid harus benar-benar memperjuangkannya kan🥺🥺🥺

2024-12-05

1

Hajja Uni Haerunnisang

Hajja Uni Haerunnisang

semakin seruu

2023-10-29

3

🍾⃝ Mᴀᴋ sͩᴜᷞɴͧᴅᷡᴜͣɴɢ

🍾⃝ Mᴀᴋ sͩᴜᷞɴͧᴅᷡᴜͣɴɢ

s3makin menarik dan kepo lanjutannya

2023-10-22

1

lihat semua
Episodes
1 AKZ part 1
2 AKZ part 2
3 AKZ part 3
4 AKZ part 4
5 AKZ part 5
6 AKZ Part 6
7 AKZ part 7
8 AKZ part 8
9 AKZ part 9
10 AKZ part 10
11 AKZ part 11
12 AKZ part 12
13 AKZ part 13
14 AKZ part 14
15 AKZ part 15
16 AKZ part 16
17 AKZ part 17
18 AKZ part 18
19 AKZ part 19
20 AKZ part 20
21 AKZ part 21
22 AKZ part 22
23 AKZ part 23
24 AKZ part 24
25 AKZ part 25
26 AKZ part 26
27 AKZ part 27
28 AKZ part 28
29 AKZ part 29
30 AKZ part 30
31 AKZ part 31
32 AKZ part 32
33 AKZ part 33
34 AKZ part 34
35 AKZ part 35
36 AKZ part 36
37 AKZ part 37
38 AKZ part 38
39 AKZ part 39
40 AKZ part 40
41 AKZ part 41
42 AKZ part 42
43 AKZ part 43
44 AKZ part 44
45 AKZ part 45
46 AKZ part 46
47 AKZ part 47
48 AKZ part 48
49 AKZ part 49
50 AKZ part 50
51 AKZ part 51
52 AKZ part 52
53 AKZ part 53
54 AKZ part 54
55 AKZ part 55
56 AKZ part 56
57 AKZ part 57
58 AKZ part 58
59 AKZ part 59
60 AKZ part 60
61 AKZ part 61
62 AKZ part 62
63 AKZ part 63
64 AKZ part 64
65 AKZ part 65
66 Season 2 Part 1
67 Season 2 Part 2
68 Season 2 Part 3
69 Season 2 part 4
70 Season 2 Part 5
71 Season 2 part 6
72 Season 2 Part 7
73 Season 2 Part 8
74 Season 2 Part 9
75 Season 2 Part 10
76 Season 2 Part 11
77 Season 2 Part 12
78 Season 2 Part 13
79 Season 2 Part 14
80 Season 2 Part 15
81 Season 2 Part 16
82 Bonchap 1
83 Bonchap 2
84 Bonchap Part 3
85 Bonchap Part 4
86 Bonchap part 5
87 Bonchap Part 6
88 Bonchap Part 7
89 Bonchap part 8
90 Boncap Part 9
91 Bonchap Part 10
92 Bonchap Part 11
93 Bonchap Part 12 ( TAMAT )
94 Edisi kangen Bagas dan Alesha
95 Me & My Amnesia CEO (new novel promo)
96 Promo Novel Indira
97 Damar & Aluna
98 Pemberitahuan pindah versi novel Edward
99 Novel Baru - Novel Kevin
100 Promo Mentari di Hati Angkasa
101 Way of Me
102 Jatuh di Kamu, My Prince
103 Bukan Surgaku
104 My Arumi (Bukan Surgaku Season 2)
105 Mikhayla, Love is You
Episodes

Updated 105 Episodes

1
AKZ part 1
2
AKZ part 2
3
AKZ part 3
4
AKZ part 4
5
AKZ part 5
6
AKZ Part 6
7
AKZ part 7
8
AKZ part 8
9
AKZ part 9
10
AKZ part 10
11
AKZ part 11
12
AKZ part 12
13
AKZ part 13
14
AKZ part 14
15
AKZ part 15
16
AKZ part 16
17
AKZ part 17
18
AKZ part 18
19
AKZ part 19
20
AKZ part 20
21
AKZ part 21
22
AKZ part 22
23
AKZ part 23
24
AKZ part 24
25
AKZ part 25
26
AKZ part 26
27
AKZ part 27
28
AKZ part 28
29
AKZ part 29
30
AKZ part 30
31
AKZ part 31
32
AKZ part 32
33
AKZ part 33
34
AKZ part 34
35
AKZ part 35
36
AKZ part 36
37
AKZ part 37
38
AKZ part 38
39
AKZ part 39
40
AKZ part 40
41
AKZ part 41
42
AKZ part 42
43
AKZ part 43
44
AKZ part 44
45
AKZ part 45
46
AKZ part 46
47
AKZ part 47
48
AKZ part 48
49
AKZ part 49
50
AKZ part 50
51
AKZ part 51
52
AKZ part 52
53
AKZ part 53
54
AKZ part 54
55
AKZ part 55
56
AKZ part 56
57
AKZ part 57
58
AKZ part 58
59
AKZ part 59
60
AKZ part 60
61
AKZ part 61
62
AKZ part 62
63
AKZ part 63
64
AKZ part 64
65
AKZ part 65
66
Season 2 Part 1
67
Season 2 Part 2
68
Season 2 Part 3
69
Season 2 part 4
70
Season 2 Part 5
71
Season 2 part 6
72
Season 2 Part 7
73
Season 2 Part 8
74
Season 2 Part 9
75
Season 2 Part 10
76
Season 2 Part 11
77
Season 2 Part 12
78
Season 2 Part 13
79
Season 2 Part 14
80
Season 2 Part 15
81
Season 2 Part 16
82
Bonchap 1
83
Bonchap 2
84
Bonchap Part 3
85
Bonchap Part 4
86
Bonchap part 5
87
Bonchap Part 6
88
Bonchap Part 7
89
Bonchap part 8
90
Boncap Part 9
91
Bonchap Part 10
92
Bonchap Part 11
93
Bonchap Part 12 ( TAMAT )
94
Edisi kangen Bagas dan Alesha
95
Me & My Amnesia CEO (new novel promo)
96
Promo Novel Indira
97
Damar & Aluna
98
Pemberitahuan pindah versi novel Edward
99
Novel Baru - Novel Kevin
100
Promo Mentari di Hati Angkasa
101
Way of Me
102
Jatuh di Kamu, My Prince
103
Bukan Surgaku
104
My Arumi (Bukan Surgaku Season 2)
105
Mikhayla, Love is You

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!