" Dinda gak mau dijodohin, Bunda... Lagian kenapa harus Dinda ? Kenapa bukan Kak Tiwi aja. Rasanya lebih cocok kalau Kak Tiwi yang menikah lebih dulu " tolak Adinda saat sang Bunda mengatakan rencananya.
" Dinda, dengarkan alasan Bunda dulu. Ayahmu dan ayah Zaid dulu sudah berjanji akan menjodohkan anak-anak kami. Karena ternyata anak yang lahir berjenis kelamin sama jadi kami tidak mengungkit hal itu " jelas sang Bunda.
" Lalu mengapa sekarang diungkit lagi, Bunda ? " tanya Adinda setengah merengek.
" Ibunya Zaid yang memintanya. Karena khawatir jika apa yang telah dijanjikan menjadi utang. Kami khawatir jika almarhum ayah dan almarhum ayahnya Zaid tidak tenang di alam sana karena masih memiliki janji yang belum dipenuhi " jawab sang Bunda berharap sang putri mau mengerti.
" Tapi Dinda gak mau, Bunda... Dinda belum mau menikah. Kak Tiwi aja belum nikah, masa Dinda mau nikah duluan " elak Dinda mengeluarkan alasan.
" Kak Tiwi, gak keberatan kok kalau Dinda mau nikah duluan " celetuk Tiwi membuat Adinda menatap tajam pada kakak keduanya itu.
" Kak Tiwi gak keberatan tapi Dinda yang keberatan " sambar Dinda.
"Abang... Tolong bantuin Dinda. Bilang sama temen abang itu untuk batalin perjodohon ini. Abang... " rengek Adinda sambil menarik-narik lengan kemeja Arjuna dan memohon pada Arjuna.
Arjuna memijat-mijat pelipisnya, sebagai anak tertua dan satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga tentunya membuat Arjuna memiliki peran menentukan keputusan sebagai kepala keluarga. Bukan hanya kepala keluarga untuk keluarga kecilnya tapi juga untuk ibu dan adik-adiknya.
Kirana mengusap-usap punggung Arjuna, membuat Arjuna menatapnya. Kirana tersenyum menenangkan sang suami yang kini didera kebimbangan.
" Adinda, apa yang dikatakan Bunda itu benar. Jika orang yang sudah meninggal memiliki hutang maka itu menjadi kewajiban yang hidup untuk membayarnya. Dalam hal ini, janji yang dibuat ayah kita, kitalah yang harus memenuhinya " ucap Arjuna bijak.
" Ayah yang janji kenapa Dinda yang harus tanggung jawab " oceh Dinda tak terima.
" Dinda... ! " seru Bu Lia menaikkan nada bicaranya.
" Bunda mohon Dinda... Kamulah harapan kami untuk memenuhi janji ayahmu " mohon sang bunda.
" Tapi Dinda masih mau kuliah. Dinda ingin mengejar cita-cita Dinda " ucap Dinda.
" Abang tahu... Abang akan bicarakan dengan Zaid supaya dia mengijinkan kamu tetap kuliah meskipun kalian sudah menikah nanti " sahut Arjuna.
" Eh, bukan berarti Dinda setuju menikah ya " timpal Dinda meluruskan ucapan sang kakak.
" Abang kok malah dukung sih, mentang-mentang Kak Zaid sahabat abang jadi mau ngorbanin Dinda. Bunda juga sama, semuanya ngorbanin Dinda. Gak ada yang ngerti perasaan Dinda " ucap Dinda merajuk lalu pergi masuk ke kamarnya.
Arjuna hanya menatap pintu kamar Adinda yang tertutup rapat. Arjuna akhirnya menerima perjodohan Zaid dan Adinda setelah sebelumnya meminta penjelasan dari Zaid.
* Flash back
Arjuna bergegas menuju rumah Zaid setelah sang Bunda menyampaikan rencana perjodohan antara Zaid dengan Adinda. Ia bermaksud meminta Zaid untuk membatalkan rencana orang tua mereka.
" Zaidnya ada, Tan ? " tanya Arjuna saat Bu Sandra membuka pintu.
" Ada, lagi ngegym di atas " jawab Bu Sandra.
" Juna, langsung ke atas aja Tan " ucap Arjuna dengan tergesa menuju tangga.
Zaid baru saja menyelesaikan latihannya, ia duduk di atas matras saat Arjuna datang. Zaid langsung menyambut Arjuna, tetapi Arjuna membalas sambutan Zaid dengan satu pukulan yang mendarat di perut Zaid.
Bugh...
Zaid meringis menahan sakit akibat pukulan Arjuna.
" Kamu kenapa, Jun ? "
" Brengsek, apa maksud kamu dengan menerima perjodohan dengan Adinda ? Gue gak akan biarin hidup Adinda menderita " ucap Arjuna diliputi amarah.
" Siapa yang mau buat hidup Adinda menderita ? Aku gak akan pernah buat Adinda menderita " ucap Zaid sambil menahan sakit di ulu hatinya.
Arjuna menyeringai, " Lo pikir gue gak tahu pikiran lo. Kenapa harus Adinda, Id ? Setelah perempuan-perempuan yang dijodohin sama lo. Kenapa lo terima perjodohan dengan Adinda " Arjuna menyugar rambutnya.
" Karena aku mau berbakti pada orang tua. Aku mau tepatin janji yang dibuat ayah kita dulu " jawab Zaid.
" Bulshit... Lo pikir gue percaya ? Engga Id, gue tahu kalau lo gak akan bahagia dengan perempuan yang gak lo cintai " geram Arjuna.
" Jadi gue mohon, atas nama persahabatan kita... Tolong kamu tolak perjodohan ini... " mohon Arjuna.
" Aku gak bisa, Juna " kukuh Zaid.
" Kenapa, Id ? Kenapa gak bisa ? Jelasin kenapa, Id ? " tanya Arjuna menatap Zaid penuh tanya.
" Karena Zaid mencintai Adinda... " jawab seorang wanita yang tak lain adalah Bu Sandra dari balik pintu.
Bu Sandra berjalan menghampiri Arjuna dan Zaid.
" Apa Tan ? " Arjuna tak percaya dengan apa yang diucapkan Bu Sandra.
" Jelasin, Id ! " seru Arjuna menatap tajam pada Zaid.
Zaid menghela nafas, lalu melihat ibu dan sahabatnya.
" Yang ibu bilang itu bener, Jun. Aku mencintai Adinda... Karena itu aku menerima perjodohan ini. Awalnya aku menolak, tapi setelah tahu calonnya Adinda maka aku menerimanya " jelas Zaid.
" Selain karena janji ayah kalian dulu, sebagai ibu kandungnya Zaid, ibu tahu jika Zaid menyukai Adinda. Oleh karena itu, ibu meminta rencana perjodohan yang dulu sempat terlupakan dijalin kembali " tambah Bu Sandra.
Arjuna mengacak rambutnya.
" Sepertinya banyak hal yang harus kalian bicarakan berdua jadi Ibu tinggal dulu. Bicarakan dengan kepala dingin, bukan kekerasan " ingat Bu Sandra lalu meninggalkan Zaid dan Arjuna.
Arjuna mengusap kasar wajah tampannya lalu menyandarkan tubuhnya pada tread mill.
" Sejak kapan, Id ? Sejak kapan kamu menyukai Adinda ? " tanya Arjuna, kini Arjuna lebih bisa mengontrol emosinya.
Zaid tersenyum samar, mengingat saat bertemu Adinda dulu.
" Sejak pertama aku melihatnya " aku Zaid.
" Hah, gila !! " pekik Arjuna menyeringai.
" Ya, gila... Kata itulah yang juga ku ucapkan saat menyadari aku mencintai gadis kecil adik dari sahabatku dengan beda usia 12 tahun denganku, bahkan jauh lebih pantas jika gadis itu menjadi adikku " Zaid menatap nanar lalu tersenyum miris.
" Awalnya ku pikir aku hanya mengagumi Adinda saja. Selain cantik, sikap manja dan pemberani yang ia miliki membuatku tak bisa menghilangkannya dari pikiranku. Bahkan perasaanku semakin bertambah saat aku bertemu dengannya kembali " tambah Zaid.
" Astaga, Zaid... Aku pikir kamu gak akan kenal yang namanya cinta... " Arjuna menggeleng-gelengkan kepala, merasa lucu dengan kenyataan jika sahabatnya yang anti wanita justru jatuh cinta kepada adik bungsunya dengan segala pesonanya.
" Kalau kamu keberatan dengan perjodohan ini, aku akan meminta ibu untuk membatalkannya " ucap Zaid pasrah.
" Sebenarnya, aku bahagia jika kamu dan Adinda berjodoh. Aku hanya khawatir kamu hanya akan membuat Adinda tidak bahagia. Apalagi, aku sangat tahu sikap kamu pada wanita yang tidak kamu sukai "
" Jadi kamu setuju ? Kamu merestui perjodohan ini ? " tanya Zaid semangat.
Arjuna menghela nafasnya,
" Setelah tahu kamu mencintai Adinda, sepertinya aku harus menyetujuinya. Aku mau sahabatku ini segera menikah. Dan ingat, kamu harus berjuang mendapatkan cinta Adinda. Aku yakin lambat laun, Dinda pasti menerima kamu "
" Tentu saja aku akan membahagiakan Adinda. Terima kasih sudah mendukungku dan merestui perjodohan ini " ucap Zaid sambil memeluk Arjuna.
...*****...
Pintu kamar Adinda terbuka, Arjuna nampak bahagia melihat sang adik yang akhirnya mau membuka pintu. Senyum yang sempat terbit kini menghilang saat melihat Adinda berkemas membawa tas ranselnya.
" Kamu mau kemana, Dinda ? " tanya Arjuna khawatir.
" Lari... " jawab Adinda asal sambil mendorong Arjuna yang menghalangi jalannya dengan berdiri di muara pintu.
" Lari kok bawa tas ransel gitu sih " selidik Arjuna tak bergerak sedikit pun dari hadapan Adinda.
" Lari dari kenyataan... Ih, Abang minggir...! " imbuh Adinda sambil merangsek keluar dari kamar.
Sementara Arjuna menghalangi jalan Adinda dengan menutup langkah Adinda. Adinda melangkah ke kiri, Arjuna bergerak ke kanan. Sebaliknya, Adinda ke kanan maka Arjuna bergerak ke kiri.
" Abang ... Awas... " ucap Adinda kesal berusaha menyingkirkan Arjuna dari hadapannya.
" Mas... Tolong, ibu pingsan ! " seru Kirana tiba-tiba.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Olivia
Tenang saja ya Arjuna, insya Allah Zaid bisa kok membahagiakan Adinda, karena Zaid memang sudah benar-benar mencintainya bahkan sudah sejak lama menyimpan perasaan itu untuknya😊😊😊
2024-12-05
1
Mamah Kekey
aku setuju Zaid dan Dinda,dulu aku juga d jodoh in sama perwira ABRI.tapi aku gak mau.pengalaman aku ☺️
2023-12-14
1
🍾⃝ Mᴀᴋ sͩᴜᷞɴͧᴅᷡᴜͣɴɢ
dinda yg lucu cocok.dgn zaid yg kaku
2023-10-22
3