Zaid telah bersiap dan menunggu kedatangan Adrian, rekannya yang juga akan berangkat ke Bali.
Adinda dengan setia mendampingi sang suami di depan rumah. Zaid tidak ingin melewatkan sedetik pun kebersamaannya dengan sang istri.
Berat bagi Zaid meninggalkan Adinda, namun tugas negara jauh lebih penting.
Zaid tak melepaskan tautan jemari mereka, bahkan ia kerap menciuminya. Tangan satunya terulur membelai rambut Adinda kemudian mengecupi pucuk kepala sang istri dengan penuh rasa cinta.
Adinda pun begitu, merasa sangat nyaman dengan perlakuan Zaid, lantas ia melingkarkan tangannya merangkul pinggang Zaid. Ini adalah kali pertama, Zaid meninggalkannya setelah pernikahan. Entah akan ada berapa kali lagi Zaid meninggalkannya demi tugas negara. Tapi Adinda mengerti itu adalah kewajiban Zaid sebagai abdi negara.
Adrian datang dengan mengendarai mobil dinas. Ia turun dari mobil, memberi hormat pada Zaid lalu menyalami Adinda dan Bu Sandra.
Adrian membawa koper dan ransel milik Zaid ke bagasi mobil, sementara Zaid berpamitan kepada ibu juga istrinya.
" Jaga diri ya... Jangan deket-deket sama Aldi atau laki-laki mana pun. Kalau ada masalah, kamu bisa hubungi Juna... Aku pasti kangen berat sama kamu " Zaid menempelkan keningnya pada kening sang istri.
Adinda memeluk erat tubuh tegap sang suami. Menyandarkan kepalanya pada dada bidang Zaid.
Setelah ini, selama 7 hari ia akan kehilangan kehangatan seorang Zaid. Seorang pria yang menikahinya karena perjodohan. Seorang pria yang selalu hangat untuknya dibalik sikap kaku dan dinginnya.
Zaid mengeratkan pelukan pada tubuh sang istri saat ia tahu sang istri mulai meneteskan air mata.
" Dinda... Aku mencintaimu sejak dulu, kini dan nanti... " bisik Zaid lembut.
" I love you to, Kapten Z " gumam Adinda.
" Apa yang kau katakan itu benar ? " tanya Zaid sambil memandang wajah cantik Adinda.
Adinda mengangguk malu, lalu memeluk Zaid kembali. Zaid tersenyum, akhirnya ia bisa mendengar pengakuan cinta dari sang istri. Dan sepertinya, ia akan segera mendapatkan hak nya sebagai seorang suami.
OTW Zaid dan Adinda junior ini...
Zaid mengangkat wajah Adinda, lalu mendaratkan sebuah ciuman di bibir Adinda. Adinda membalas ciuman sang suami untuk pertama kalinya.
Kedua insan itu tak menyadari jika apa yang mereka lakukan menjadi tontonan gratis sang ibu juga Adrian.
Bu Sandra tersenyum melihat kelakuan pasangan suami istri itu. Sementara Adrian memilih menundukkan wajahnya. Ia kaget sendiri melihat sang Kapten yang dikenal dingin itu bisa begitu hangat dan mesra kepada sang istri.
Zaid melepaskan tautan bibir mereka, dengan nafas terengah menahan hasrat. Andai saja bukan tugas negara. Tentunya, ia akan segera membawa sang istri langsung ke kamar menghabiskan waktu berperang berdua.
" Aku akan meminta hak ku saat nanti kembali. Kamu bersiap ya " ucap Zaid membelai pipi Adinda lalu mengecup kening Adinda dan segera masuk ke dalam mobil.
Adinda melambaikan tangan saat mobil yang ditumpangi Zaid dan Adrian berlalu dari hadapannya.
" Jangan khawatir Dinda, Zaid pasti baik-baik saja. Kamu doakan saja suamimu itu sehat dan selamat " ucap Bu Sandra merangkul Adinda.
...******...
Sudah 3 hari, Zaid berada di Bali. Menjadi pasukan khusus pengaman para pimpinan negara. Setiap hari, Zaid tak pernah absen menelpon bahkan vidio call dengan sang istri di sela-sela waktu senggangnya.
Zaid baru saja menghubungi Adinda. Sang istri baru saja selesai mandi setelah pulang dari kampus. Hanya melihat Adinda mengenakan bath robe saja, Zaid sudah merasa panas dingin.
Adinda nampak seksi dengan menggulung rambutnya hingga mengexpose leher jenjangnya. Bagian dadanya sedikit terlihat dikarenakan bath robe yang dipakainya sedikit longgar. Belum lagi wajahnya yang segar serta bibir pink yang merekah. Ah, seandainya saja Zaid ada disana tentu ia tak akan menyia-nyiakan anugrah terindah yang diberikan Tuhan untuknya.
Khawatir tak bisa menahan hasrat serta ada orang lain melihat sang istri, Zaid memutuskan vidio call lalu menelpon balik Adinda.
Adinda : " Kenapa vidio call nya udahan ? "
Zaid : " Takut gak tahan, terus pulang sekarang " jawab Zaid.
Adinda menyunggingkan senyumnya.
Adinda : " Kak, Dinda mau minta ijin rayain ultah Caca. Boleh ya ? "
Zaid : " Kapan ? "
Adinda : " Hari Sabtu ini, boleh ya... Lagian Kak Zaid pulangnya kan masih 4 hari lagi "
Zaid : " Siapa aja ? "
Adinda : " Sekelas... Boleh ya Kak, please !! "
Zaid : " Hem... Tapi, gak boleh... "
Adinda : " Iya, iya... Gak boleh deket-deket sama laki-laki lain. Makasih, Kak... Mmmuah "
Adinda menutup panggilan dengan senang hati karena Zaid mengijinkannya pergi. Awalnya ia mengira Zaid akan melarangnya namun diluar ekspektasi ternyata sang suami membolehkan.
Zaid tersenyum melihat ponselnya. Ponsel dengan wallpaper fotonya berdua dengan Adinda saat kemarin mereka pergi berkencan. Zaid menyentuh gambar Adinda.
Tunggu aku pulang sayang !
Bam...
Tiba-tiba terdengar bunyi ledakan di basement hotel. Zaid bergegas menuju arah suara bersama yang lainnya. Sementara anggota yang lainnya mengevakuasi pengunjung yang berada di dalam hotel.
Zaid bersiap dengan pistol di tangannya, bersiaga jika sang pelaku masih berada di sekitar lokasi. Nampak sebuah mobil yang terbakar di dalam basement. Segera beberapa orang anak buahnya mengambil alat pemadam kebakaran lalu berupaya memadamkan api sebelum menjalar.
Zaid mengedarkan pandangan, memindai jika ada pergerakan mencurigakan. Hingga akhirnya, matanya menangkap gerakan dari ujung basement, dimana seseorang berpakaian hitam mengenakan masker berlari ke dalam sebuah mobil pick up.
Zaid dan Adrian mengejar mobil tersebut. Dengan gesit Zaid berlari menuju mobil yang hendak melarikan diri itu dengan menaiki dab melangkah di atas mobil-mobil yang terparkir diikuti oleh Adrian.
Suara ban mobil yang dipacu kencang berdecit saat menyentuh lantai basement. Zaid berhadapan dengan mobil tersebut lalu menembak ban mobil tersebut yang menyebabkan sopir kehilangan kendali. Mobil itu meluncur tak terkendali menuju ke arah Zaid. Refleks Zaid menghindar dengan menjatuhkan diri ke kanan. Sementara mobil pelaku berakhir dengan menabrak dinding.
Sang pelaku, keluar dari mobil dengan terhuyung disebabkan tabrakan yang tak bisa dihindari.
Zaid bangkit lalu berjalan menuju si pelaku sambil menodongkan pistolnya. Sang pelaku mengangkat tangannya saat Zaid mendekat, namun saat Zaid menurunkan senjata, si pelaku dengan cepat mengambil belati yang ada di dalam jaketnya lalu melemparkan ke arah Zaid hingga mengenai lengan Zaid.
Zaid segera menembak kaki pelaku yang membuatnya langsung terjatuh. Anggota pasukan lainnya mendekati Zaid dan pelaku, kemudian mengamankan pelaku. Sementara Zaid dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Zaid sampai di Rumah Sakit, beruntung hanya luka kecil tidak terlalu dalam hingga Zaid hanya mendapat tiga jahitan saja.
Karena kejadian ini, Zaid diperbolehkan kembali lebih dulu ke kesatuannya.
Dan akhirnya, Zaid kembali dari Bali setelah 2 hari beristirahat. Zaid melangkahkan kaki dengan perasaan bahagia saat turun dari taksi yang ditumpanginya dari Bandara. Ia ingin segera menemui istri kecilnya, mengobati kerinduannya dengan memeluk sang istri.
Zaid membuka pintu rumah, lalu menuju kamarnya berharap sang istri terkejut dengan kedatangannya. Tapi ia justru yang terkejut karena tak menemukan Adinda disana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Raden Ajeng Safitri
ea ea eaaaa
2023-11-20
2
Wiwik Widyaningsih
aduh... author ngebut
2023-04-08
1
💕Leyka Gallardiev 💕
kan Dinda udah minta izin sama kamu bang
2023-01-17
3