AKZ part 14

Suara ketukan pintu membuat Zaid bangkit dari tempat tidur. Ia mengenakan celana boksernya yang tergeletak di lantai. Dilihatnya Adinda yang masih lelap dalam tidurnya. Bagaimana tidak terlelap, setelah berperang sejak malam ditambah Zaid yang masih mengajaknya bertempur setelah subuh. Alhasil Adinda tertidur karena kelelahan melayani hasrat sang suami.

Zaid menutupi tubuh sang istri sampai ke leher dengan selimut hingga hanya wajahnya saja yang terlihat. Zaid tersenyum bangga saat melihat hasil karyanya di tubuh mulus sang istri. Bercak merah keunguan yang nampak jelas di dada, bahu, serta leher Adinda.

Tok... Tok... Tok... Tok...

Suara pintu kamar terdengar diketuk dengan kencang.

Zaid membuka pintu kamar dengan malas. Suguhan di hadapannya sungguh membuatnya ingin segera menutup kembali pintu.

Arjuna menyeringai saat Zaid membuka pintu. Ia berniat masuk, namun Zaid menahannya di muara pintu.

" Apa sih pagi-pagi gangguin aja " kesal Zaid.

" Pagi ? Woy, ini udah jam 11 " ingat Arjuna sambil menggeleng-gelengkan kepala.

" Mana adik gue ? " tanya Arjuna kemudian sambil berusaha mengintip ke dalam kamar mencari keberadaan sang adik.

" Masih tidur, mau ngapain sih ? " Zaid menghalangi pandangan Arjuna.

" Ya, ampun... Pasti diapa-apain nih, sampai jam segini masih tidur " ucap Arjuna menggeleng-geleng kepala kembali.

" Ya, iyalah. Kalau gak diapa-apain ngapain dinikahin " jawab Zaid asal.

" Jadi udah berhasil nih ceritanya... Gimana ? " tanya Arjuna sambil menaik turunkan alisnya.

" Gimana apanya ? " Zaid mengangkat sebelah alisnya.

" Berhasil meraih kemenangan kan ? " tanya Arjuna lagi begitu antusias.

" RA HA SI A " jawab Zaid sambil menutup pintu meninggalkan Arjuna yang tersenyum-senyum sendiri.

" Id... Disuruh ibu sama bunda sarapan dulu ! " teriak Arjuna dari balik pintu.

Sayang, sang empu kamar tak mendengar sama sekali.

" Gini deh kalau baru ngerasain, lupa sama yang lain. Termasuk isi perut " gumam Arjuna terkekeh sendiri melihat pintu kamar yang tertutup rapat.

Zaid kembali ke peraduannya dan memeluk tubuh Adinda kembali.

" Siapa Mas ? Kok mirip suara Bang Juna ? " tanya Adinda masih berat untuk membuka kelopak matanya.

" Iya, bukan cuma Juna. Tapi semuanya juga ada disini" jawab Zaid sambil mencium bahu Adinda.

Seketika Adinda membuka matanya, memaksakan diri untuk bangun.

" Hah ? Ada disini ? Sejak kapan, Mas ? " tanya Adinda kaget.

" Dari malam kayaknya, kenapa kok kaget gitu ? " selidik Zaid merasa aneh dengan sikap Adinda yang menurutnya berlebihan.

" Kalau mereka dengar suara kita tadi malam, gimana Mas ? " tanya Adinda malu bercampur kalut.

Zaid menarik sudut bibirnya mendengar pertanyaan sang istri.

" Gak apa-apa lah, sayang... Pasti mereka maklum kok " kilah Zaid.

" Iih... Dinda kan malu, Mas... " ucap Adinda mengusel-usel wajahnya di dada Zaid.

Zaid tersenyum geli melihat sang istri lalu mengusap rambut Adinda dengan lembut juga merapikannya.

" Gak ada yang dengar sayang... Kamar ini kedap suara. Mau coba lagi ! " jelas Zaid menggoda dengan kerlingan mata.

Adinda mendorong dada Zaid kemudian beranjak. Kaki jenjangnya turun ke lantai, sementara tangannya menahan selimut agar tidak lepas dari tubuhnya.

" Kenapa selimutnya dibawa ? " tanya Zaid heran.

Wajah Adinda memerah, ia malu jika harus memperhatikan tubuhnya yang polos pada Zaid.

" Malu ? Aku udah lihat semuanya kok. Ngapain ditutupin " ucap Zaid sambil menarik selimut yang dipegang Adinda sehingga selimut itu terjatuh ke lantai.

" Mas... " mata Adinda melotot pada Zaid terlebih saat Zaid malah mendekatinya.

" Mau ngapain lagi, Mas ? " tanya Adinda siap siaga khawatir sang suami menyerang kembali.

Di luar dugaan, Zaid menggendong Adinda lalu membawanya ke kamar mandi.

" Kita mandi bareng " bisik Zaid terdengar begitu menggoda di telinga Adinda.

Adinda menyembunyikan wajah pada dada Zaid, ia terlalu malu jika melihat wajah sang suami. Teringat dengan apa yang mereka telah lakukan semalam.

Zaid menurunkan Adinda di bath tube setelah sebelumnya mengisinya dengan air hangat dan minyak esensial dengan aroma therapy. Dan kemudian Zaid ikut masuk ke dalamnya.

Zaid menyabuni tubuh Adinda, memijat kaki dan tubuh sang istri agar rileks. Tetapi itu tak berlangsung lama karena Zaid kembali melancarkan serangan setelah sebelumnya melakukan gencatan senjata.

Bibir Adinda mengerucut saat Zaid keluar dari kamar mandi. Ia tak habis pikir dengan suaminya itu, mengapa selalu saja mengajaknya berperang.

Adinda mengenakan dress yang bisa menutupi lehernya. Ia kesal sendiri dengan karya seni yang khusus dibuat sang suami di tubuhnya.

" Kalau manyun gitu, jadi gak tahan pengen nyerang lagi " gurau Zaid sambil memakai pakaian yang telah Adinda siapkan.

" Ish... Gara-gara Mas nih, Dinda harus pake baju kayak gini. Kalau yang lain lihat pasti Dinda habis diledekin apalagi Bang Juna sama Kak Tiwi " Adinda merajuk.

Zaid menghampiri Adinda,

" Kalau udah begini komplen, tapi kalau lagi enak nahan-nahan sampe merem melek " goda Zaid

" Mas... ! " Adinda mengerucutkan bibirnya.

Cup...

Zaid mengecup bibir Adinda membuat Adinda menggigit bibir bawahnya.

" Kamu jangan godain aku lagi, Yang " ucap Zaid sambil mencubit hidung Adinda.

" Huft... " Adinda menghembus nafasnya kasar.

Kenapa kalau dia mesum, aku jadi kalah sih ??

" Ayo kita turun ke bawah, kita sarapan dulu " ucap Zaid mengulurkan tangannya meraih jemari Adinda.

Adinda menggenggam erat jemari Zaid, lalu keluar kamar bersama sang suami.

Di ruang makan, semua orang telah menunggu kehadiran dua insan yang tengah dimabuk cinta.

Ibu dan Bunda tersenyum melihat Adinda dan Zaid yang datang dengan bergandengan tangan.

" Nah, yang ditungguin dari pagi baru nongol... " celetuk Arjuna sambil melihat Adinda dan Zaid.

Adinda menatap tajam pada Arjuna, sementara Arjuna tertawa melihat tatapan membunuh dari sang adik.

" Abang... " pekik Adinda sambil memberi tinju dari tempatnya berdiri.

" Kalian gak lapar ? Sarapannya disatuin sama makan siang " tanya Bunda seolah tak tahu apa pun.

Adinda hanya tersenyum simpul, sedangkan Zaid menggaruk tengkuknya. Keduanya lalu duduk di meja makan bergabung bersama yang lainnya.

" Gak berasa lapar kalau udah sarapan yang lain. Iya kan Id ? " celetuk Arjuna menyeringai.

" Astaga, abang... Kondisikan mulutnya itu " sahut Adinda gemas pada sang kakak.

" Tante sama Om udah selesai buat adik bayinya ? " celetuk Adam dengan polosnya.

Zaid yang tengah makan sampai tersedak mendengar pertanyaan dari Adam. Segera Adinda memberikan segelas air minum kepada Zaid.

" Adam sayang, gak baik ngomong begitu. Siapa yang ajarin Adam ? " tanya Kirana pada sang anak.

" Tadi papa bilang sama Adam kalau Tante Dinda sama Om Zaid lagi bikin adik bayi " jawab Adam jujur.

Arjuna seketika diam terlebih lagi saat Adinda dan Kirana menatapnya tajam.

Alamak... Bakalan dikeroyok nih !!

" Mas, kalau ngomong sama anak kecil itu disaring " ucap Kirana pelan sambil mencubit paha Arjuna.

" Aw... Sakit sayang " ringis Arjuna sambil mengusap-usap pahanya yang terasa perih dan panas.

" Rasain... Udah Mba, jangan dikasih jatah Bang Juna. Biar tahu rasa ! " seru Adinda mengompori Kirana.

" Kayaknya emang betul nih, Din. Biar bisa ambil pelajaran " ucap Kirana sambil mendelik pada sang suami.

" Eits... Jangan dong, sayang... Iya, iya... Mas janji gak akan ajarin Adam ngomong yang engga engga... Maafin Mas Junamu yang bersalah namun ganteng ini " ucap Arjuna sambil menciumi tangan Kirana membuat sang istri menahan tawa dengan tingkah konyol Arjuna.

" Jangan tergoda, Mba... Modus itu mah... Baca Ta'awuz dulu biar terlindung dari godaan setan, Mba " imbuh Adinda dengan juluran lidah meledek Arjuna.

Dasar adik nyebelin, dikira setan kali gue !!

batin Arjuna sambil menatap kesal pada Adinda.

Terpopuler

Comments

🍾⃝ Mᴀᴋ sͩᴜᷞɴͧᴅᷡᴜͣɴɢ

🍾⃝ Mᴀᴋ sͩᴜᷞɴͧᴅᷡᴜͣɴɢ

om dan tante udah selesai ngadon adek bayi lgi tunggu proses cetak dan panggang aja

2023-10-22

3

Wiwik Widyaningsih

Wiwik Widyaningsih

keluarga harmonis

2023-04-08

1

💕Leyka Gallardiev 💕

💕Leyka Gallardiev 💕

kenapa ganggu in penganten baru yang baru belah duren sih keluarganya Juna gax asik ah .

2023-01-17

2

lihat semua
Episodes
1 AKZ part 1
2 AKZ part 2
3 AKZ part 3
4 AKZ part 4
5 AKZ part 5
6 AKZ Part 6
7 AKZ part 7
8 AKZ part 8
9 AKZ part 9
10 AKZ part 10
11 AKZ part 11
12 AKZ part 12
13 AKZ part 13
14 AKZ part 14
15 AKZ part 15
16 AKZ part 16
17 AKZ part 17
18 AKZ part 18
19 AKZ part 19
20 AKZ part 20
21 AKZ part 21
22 AKZ part 22
23 AKZ part 23
24 AKZ part 24
25 AKZ part 25
26 AKZ part 26
27 AKZ part 27
28 AKZ part 28
29 AKZ part 29
30 AKZ part 30
31 AKZ part 31
32 AKZ part 32
33 AKZ part 33
34 AKZ part 34
35 AKZ part 35
36 AKZ part 36
37 AKZ part 37
38 AKZ part 38
39 AKZ part 39
40 AKZ part 40
41 AKZ part 41
42 AKZ part 42
43 AKZ part 43
44 AKZ part 44
45 AKZ part 45
46 AKZ part 46
47 AKZ part 47
48 AKZ part 48
49 AKZ part 49
50 AKZ part 50
51 AKZ part 51
52 AKZ part 52
53 AKZ part 53
54 AKZ part 54
55 AKZ part 55
56 AKZ part 56
57 AKZ part 57
58 AKZ part 58
59 AKZ part 59
60 AKZ part 60
61 AKZ part 61
62 AKZ part 62
63 AKZ part 63
64 AKZ part 64
65 AKZ part 65
66 Season 2 Part 1
67 Season 2 Part 2
68 Season 2 Part 3
69 Season 2 part 4
70 Season 2 Part 5
71 Season 2 part 6
72 Season 2 Part 7
73 Season 2 Part 8
74 Season 2 Part 9
75 Season 2 Part 10
76 Season 2 Part 11
77 Season 2 Part 12
78 Season 2 Part 13
79 Season 2 Part 14
80 Season 2 Part 15
81 Season 2 Part 16
82 Bonchap 1
83 Bonchap 2
84 Bonchap Part 3
85 Bonchap Part 4
86 Bonchap part 5
87 Bonchap Part 6
88 Bonchap Part 7
89 Bonchap part 8
90 Boncap Part 9
91 Bonchap Part 10
92 Bonchap Part 11
93 Bonchap Part 12 ( TAMAT )
94 Edisi kangen Bagas dan Alesha
95 Me & My Amnesia CEO (new novel promo)
96 Promo Novel Indira
97 Damar & Aluna
98 Pemberitahuan pindah versi novel Edward
99 Novel Baru - Novel Kevin
100 Promo Mentari di Hati Angkasa
101 Way of Me
102 Jatuh di Kamu, My Prince
103 Bukan Surgaku
104 My Arumi (Bukan Surgaku Season 2)
105 Mikhayla, Love is You
Episodes

Updated 105 Episodes

1
AKZ part 1
2
AKZ part 2
3
AKZ part 3
4
AKZ part 4
5
AKZ part 5
6
AKZ Part 6
7
AKZ part 7
8
AKZ part 8
9
AKZ part 9
10
AKZ part 10
11
AKZ part 11
12
AKZ part 12
13
AKZ part 13
14
AKZ part 14
15
AKZ part 15
16
AKZ part 16
17
AKZ part 17
18
AKZ part 18
19
AKZ part 19
20
AKZ part 20
21
AKZ part 21
22
AKZ part 22
23
AKZ part 23
24
AKZ part 24
25
AKZ part 25
26
AKZ part 26
27
AKZ part 27
28
AKZ part 28
29
AKZ part 29
30
AKZ part 30
31
AKZ part 31
32
AKZ part 32
33
AKZ part 33
34
AKZ part 34
35
AKZ part 35
36
AKZ part 36
37
AKZ part 37
38
AKZ part 38
39
AKZ part 39
40
AKZ part 40
41
AKZ part 41
42
AKZ part 42
43
AKZ part 43
44
AKZ part 44
45
AKZ part 45
46
AKZ part 46
47
AKZ part 47
48
AKZ part 48
49
AKZ part 49
50
AKZ part 50
51
AKZ part 51
52
AKZ part 52
53
AKZ part 53
54
AKZ part 54
55
AKZ part 55
56
AKZ part 56
57
AKZ part 57
58
AKZ part 58
59
AKZ part 59
60
AKZ part 60
61
AKZ part 61
62
AKZ part 62
63
AKZ part 63
64
AKZ part 64
65
AKZ part 65
66
Season 2 Part 1
67
Season 2 Part 2
68
Season 2 Part 3
69
Season 2 part 4
70
Season 2 Part 5
71
Season 2 part 6
72
Season 2 Part 7
73
Season 2 Part 8
74
Season 2 Part 9
75
Season 2 Part 10
76
Season 2 Part 11
77
Season 2 Part 12
78
Season 2 Part 13
79
Season 2 Part 14
80
Season 2 Part 15
81
Season 2 Part 16
82
Bonchap 1
83
Bonchap 2
84
Bonchap Part 3
85
Bonchap Part 4
86
Bonchap part 5
87
Bonchap Part 6
88
Bonchap Part 7
89
Bonchap part 8
90
Boncap Part 9
91
Bonchap Part 10
92
Bonchap Part 11
93
Bonchap Part 12 ( TAMAT )
94
Edisi kangen Bagas dan Alesha
95
Me & My Amnesia CEO (new novel promo)
96
Promo Novel Indira
97
Damar & Aluna
98
Pemberitahuan pindah versi novel Edward
99
Novel Baru - Novel Kevin
100
Promo Mentari di Hati Angkasa
101
Way of Me
102
Jatuh di Kamu, My Prince
103
Bukan Surgaku
104
My Arumi (Bukan Surgaku Season 2)
105
Mikhayla, Love is You

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!