Bab. 18

Aku merasa bosan mendengar cerita kak Mansyah tentang anak Syafrie yang bernama Fadil itu.

Tak ingin berlama-lama mendengar cerita sedih Fadil, anak si Pengkhianat Syafrie bersama wanita itu, versi Kak Mansyah aku memutuskan pembicaraan dengan berkata. " Lalu apa hubungannya aku dengan acara hari ini? "

" Karena kamu akan jadi ibu bagi Fadil. Hari ini kamu dan Syafrie akan mengulang kembali pernikahan kalian." kata Kata kak Mansyah tanpa basa - basi. Tangan Kak Mansyah menggengam erta jemariku.

" Kakak jangan becanda..!! " sentakku pada Kak Mansyah penuh tekanan seraya menarik tanganku dari genggaman tangannya.

" Dengarkan kakak dulu, dek! " kata Kak Mansyah seraya meraih kembali tanganku dan menggenggamnya.

" Apa? Kakak mau aku kembali lagi pada si Bajingan itu? Lebih baik kakak bunuh saja aku.! Mengapa kakak tega sekali padaku? Kakak sama saja dengan menyuruh aku memakan kembali kotoranku. " Tak bisa lagi menahan emosiku, aku melotot ke arah kak Mansyah. Rasa panas kini sudah menjalari kepala dan dadaku. Ingin rasanya aku tinggalkan saja Kak Mansyah dan mengguyur kepalaku dengan air dingin.

" Dek, demi Fad-.! "

" Demi siapa, kak? Demi anak yang bernama Fadil itu? Hah... siapa dia..? Dia bukan siapa-siapa aku..! " Dia anak si Syafrie dengan wanita itu! Dia anak musuhku!. " Aku memotong ucapan Kak Mansyah. Huh, enak saja dia menyuruhku berkorban dengan menjadi ibu dari anak yang bahkan namanya saja enggan ku sebut.

" Dek..! " Wajah Kak Mansyah memelas. Hah, enak saja Kak Mansyah menyuruhku menikah kembali dengan si Syafrie. Maaf saja, aku tak menyetujuinya. Dia pikir rumah tangga macam apa yang bisa berdiri kokoh jika di bangun berlandaskan kebencian. Tak usah menunggu hitungan tahun, dalam hitungan detik saja sudah roboh.

Pintu mendadak terbuka dan menampilkan sosok mama yang muncul dibalik pintu. Gamis putih dengan jilbab warna senada, membuat mama terlihat bercahaya. Mama, melihat mama timbul rasa bersalah. Aku belum lagi bersujud dan memohon ampun padanya semenjak aku tiba di desa ini. Mama berjalan mendekatiku dan berdiri tepat di hadapanku.

" Apakah kamu ingin melihat mama bahagia? " tatap mama sendu padaku. Aku mengangguk. " Maka ulangi ijab qabul kalian. Menikahlah kembali dengan Syafrie dan jadilah ibu bagi Fadil! " kata mama sambil mengelus - elus kepalaku.

" Tapi ma, Maksud kepulanganku ke sini bukanlah untuk ini. " ucapku lirih dengan air mata yang mulai menetes di kedua pipiku.

" Permintaan pertama dan terakhir mama, Asma. " kata mama semakin sendu menatapku.

" Seumur hidup mama tak pernah minta apapun padamu. Maka bolehkah sekarang mama meminta kamu untuk mengabulkan permintaan mama, Asma?" ada getar dalam nada suaranya yang bercampur getir.

" Tapi, ma-! " suaraku terpotong oleh isakan mama. Mama berlutut di depanku. " Sekali ini saja, Asma. Kabulkan Lah permohonan wanita tua ini. Mama mohon." ucapnya sambil terisak. Aku sontak bangkit dan meraih tubuh mama.

" Ma, Asma mohon jangan seperti ini." Aku menangis sambil memeluk mama.

" Baiklah, jika mama mau Asma menikah lagi dengan Syafrie. Asma akan turuti. Demi mama, bukan lainnya." ucapku semakin terisak. Tiba-tiba bayangan wajah Mas Haris melintas dalam ingatanku. Maafkan aku, Mas. Ucapku dalam hati. Dadaku sasak dan kebas. Rasa nyerinya tak terperikan.

"Selepas sholat ashar, ijab qabul kalian akan di laksanakan! " Suara Kak Mansyah membuatku memejamkan mata, nyeri. Ya

Tuhan, secepat itukah? Aku sedih sekali. Mengapa tak seorangpun yang bisa mengerti aku. Hanya Mas Haris seorang yang bisa. Aku jadi merindukan Mas Haris. Mas, rasanya aku ingin bertemu denganmu..!

" Dek, bagaimana menurutmu? " tanya Kak Mansyah.

" Loh, bukankah semuanya sudah kakak rencanakan. Tetangga kita sudah tahu semua dan sudah berkumpul semua. Lakukan saja semau kakak! " kataku disela isakku yang semakin keras. Aku merasa dijebak oleh keluargaku sendiri.

Lengan bajuku sudah basah karena kugunakan untuk menyeka air mataku. "Sudah, dek. Jangan menangis lagi. Kami melakukan semua ini demi kebahagiaan kalian. " kata Kak Mansyah.

" Kebahagiaan siapa yang kalian maksud? Kebahagiaan Syafrie dan anaknya, juga kebahagiaan kalian. Bukan kebahagiaanku. Rencana kalian semua tak ada baiknya bagiku. Kenapa kalian tega melakukan hal ini padaku? " ucapku penuh emosi.

" Tapi dek, percayalah. Kami melakukan ini demi kebaikanmu, dek. Demi...! "

" Sudah.. sudah. Aku mohon pada kalian, tinggalkan aku sendirian. Aku perlu waktu untuk mencerna ide gila kalian ini! " kataku sambil berderai air mata.

Mama dan kakak - kakakku, mereka semua keluar dari kamar kerja Kak Mansyah. Sebelum meninggalkan aku, mama dan kak Mansyah mengucapkan terima kasih dan maaf berkali-kali padaku. Bahkan mama sempat mengecup pucuk kepalaku sebelum beranjak keluar menemui para tamu. sedangkan kak Mansyah hanya menepuk bahuku lalu berlalu pergi.

Ragaku kehilangan rohnya. Mataku nanar menatap kepergian mereka. Perlakuan mereka padaku sungguh terasa menyakitkan. Siapa yang harus aku salahkan. Apakah si Syafrie yang merupakan sumber kesialanku, atau nasibku yang kurang beruntung.

Apa salahku pada Syafrie di masa yang lalu. Kenapa harus aku yang menanggung semua ini. Mengapa harus aku yang kembali berkorban dalam hubungan ini. Takdir apa yang sedang mempermainkan nasibku ini?

Lalu bagaimana nasib percintaan antara aku dan Mas Haris. Laki-laki yang ku suka dan ku cintai. Yang namanya selalu ku selipkan dalam doa - doaku. Keinginanku adalah menjadi istrinya, bukan istri dari laki-laki yang paling kubenci saat ini.

Bagaimana kelak aku harus menjelaskan pada Mas Haris. Apa yang harus aku katakan padanya, nanti? Memikirkan semua ini dadaku serasa sesak.

" Asma, kamu tak apa - apa? " tanya pria yang ku paling kubenci itu yang kini sudah hadir di hadapanku. Berdiri di ambang pintu.

" Menurutmu? " tanyaku tanpa repot menoleh padanya.

" Aku tahu ini sulit bagimu, tapi...."

" Keluar..!! " hardikku.

" Asma, kita bisa membatalkan pernikahan ini jika kamu keberatan. "

" Aku tak pernah mengatakan jika aku bersedia, jadi sangat jelas kalau aku keberatan. " Sengaja kuperlihatkan air mataku, agar dia tahu bahwa aku tidak pernah ikhlas menerima dirinya.

" Mengapa mengatakan bersedia kepada Kak Mansyah? " tanya Syafrie dengan sorot mata jengkel.

" Kau paling tahu alasanku! " jawabku

" Aku tak tahu! " tantangnya.

Rupanya Syafrie ingin bermain - main dengan emosiku. " Kau dan anakmu yang manja dan cengeng itu, apalagi..? " jawabku penuh ejekan.

" Apa?? "

" Alahhh, jangan pura-pura tuli, kau Syafrie! " bentakku.

" Mengapa kau tak mau mencobanya? "

" Mencoba apa? Hidup bersama dengan pengkhianat dan anak hasil berkhianat? Maaf, aku tak bisa! " sinisku sambil menatap jauh keluar jendela, dari balik tirai gorden putih.

" Asma, jaga ucapanmu! " Aku merasa dejavu. Kalimat itu serasa pernah kudengar. Aku menatap tajam ke arah Syafrie yang juga tengah menatapku dengan tatapan marah.

" Apa? kamu mau memukulku, nih..! " ku sodorkan pipi kanan dan kiriku ke arahnya.

" Arghhhh!! dia meninju tembok di belakang wajahku dengan tangan kanannya dan tangan kirinya mencengkam belakang kepalaku. Matanya menatap tajam ke mataku. Dalam posisi itu dia mendekatkan wajahnya dengan wajahku hingga hidung kami bersentuhan.

Mulanya aku terkejut dengan amarahnya, namun itu hanya sesaat saja. Selanjutnya, aku malah tersenyum mengejek kearahnya.

" Heh, lihatlah. Selain juga kamu jago selingkuh, ternyata juga pemarah. Ckckck, Sungguh bukan contoh yang baik bagi putramu..! " Aku menggeleng - gelengkan kepala hingga hidung kami bergesekan.

Syafrie menatap lekat dengan memeluk pinggangku. " Kalau kamu begitu tak rela untuk kembali bersama denganku. Aku akan membatalkan ijab qabul kita. Tapi setelah ini jangan lagi menghina putraku." katanya padaku setelah itu melepas pelukannya dengan mendorong tubuhku ke belakang.

Setelah itu pintu kamar kembali terbuka. Bukan mama atau kak Mansyah yang datang kembali, bukan juga Syafrie yang keluar. Tetapi bocah laki-laki anak si Syafrie yang berlari dan menubruk pinggangku, tanpa izinku.

Awalnya aku ragu untuk menyentuhnya. Tetapi isak tangis yang terdengar pelan dari balik pinggangku, mau tak mau memaksaku untuk menyentuh dan mengelus kepalanya untuk menenangkan.

" Tante, kata Bapak tuaku, tante akan menjadi mamahku, benarkah? " tanyanya masih dalam posisi bersembunyi di balik pinggangku. Aku diam tak bersuara. Tak tahu harus berkata apa.

" Terima kasih, tante. Fadil merasa sangat bahagia. Fadil dan ayah akan menjaga dan melindungi tante selamanya..! Terima kasih sekali lagi karena mau menjadi ibu dari Fadil. " Dia mendongak menatapku. Dapat kulihat bentuk mata yang serupa dengan Syafrie. Bocah kecil yang wajahnya serupa dengan Syafrie itu mengucap janji.

Aku tersenyum tipis pada bocah itu seraya menghadiahkan pria yang berdiri di hadapanku dengan tatapan tajam dan membunuh padanya. Astaga.... ada apa lagi ini.

Terpopuler

Comments

Ennona Bee

Ennona Bee

lieuur ceritanya muter2

2023-02-26

0

Kecanduan Baca Novel

Kecanduan Baca Novel

lanjut thor.
makin syuka❤

2022-05-30

0

but

but

gila kemarin mw ngmg di cegah si penghianat, skrg cuma begini2 aja. aq nyerah thor. cerita nya bagus aq suka tapi terlalu bertele2 aq kira skrg paling ga ada sedikit pencerahan knp alasannya eg ternyata cuma gini2 aja. aq pamit ya mgkn kalau udah ada kejelasannya baru aq balik lagi. semngat thor🤗

2022-05-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1
2 Bab. 2
3 Bab. 3
4 Bab. 4
5 Bab. 5
6 Bab. 6
7 Bab. 7
8 Bab. 8
9 Bab. 9
10 Bab. 10
11 Bab. 11
12 Bab. 12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab. 18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 44
46 Bab. 45
47 Bab. 46
48 Bab. 47
49 Bab. 48
50 Bab. 49
51 Bab. 50
52 Bab. 51
53 Bab. 52
54 Bab. 53
55 Bab. 54
56 Bab. 55
57 Bab. 56
58 Bab. 57
59 Bab. 58
60 Bab. 59
61 Bab. 60
62 Bab. 61
63 Bab. 62
64 Bab. 63
65 Bab. 64
66 Bab. 65
67 Bab. 66
68 Bab. 67
69 Bab. 68
70 Bab. 69
71 Bab. 70
72 Bab. 71
73 Bab. 72
74 Bab. 73
75 Bab. 74
76 Bab. 75
77 Bab. 76
78 Bab. 77
79 Bab. 78
80 Bab. 79
81 Bab. 80
82 Bab. 81
83 Bab. 82
84 Bab. 83
85 Bab. 84
86 Bab. 85
87 Bab. 86
88 Bab. 86
89 Bab. 88
90 Bab. 89
91 Bab. 90
92 Bab. 91
93 Bab. 92
94 Bab. 93
95 Bab. 94
96 Bab. 95
97 Bab. 96
98 Bab. 97
99 Bab. 98
100 BAB. 99
101 Bab. 100
102 Bab. 101
103 Bab. 102 Tamat
104 Extra Bab. 103
105 Penutup
106 Bab. Promosi
107 Bab. Promosi 2
108 Bab promosi 3
109 Bab. 1 Promosi novel Suami Kedua ku Pangeran Jin
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Bab. 1
2
Bab. 2
3
Bab. 3
4
Bab. 4
5
Bab. 5
6
Bab. 6
7
Bab. 7
8
Bab. 8
9
Bab. 9
10
Bab. 10
11
Bab. 11
12
Bab. 12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab. 18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 44
46
Bab. 45
47
Bab. 46
48
Bab. 47
49
Bab. 48
50
Bab. 49
51
Bab. 50
52
Bab. 51
53
Bab. 52
54
Bab. 53
55
Bab. 54
56
Bab. 55
57
Bab. 56
58
Bab. 57
59
Bab. 58
60
Bab. 59
61
Bab. 60
62
Bab. 61
63
Bab. 62
64
Bab. 63
65
Bab. 64
66
Bab. 65
67
Bab. 66
68
Bab. 67
69
Bab. 68
70
Bab. 69
71
Bab. 70
72
Bab. 71
73
Bab. 72
74
Bab. 73
75
Bab. 74
76
Bab. 75
77
Bab. 76
78
Bab. 77
79
Bab. 78
80
Bab. 79
81
Bab. 80
82
Bab. 81
83
Bab. 82
84
Bab. 83
85
Bab. 84
86
Bab. 85
87
Bab. 86
88
Bab. 86
89
Bab. 88
90
Bab. 89
91
Bab. 90
92
Bab. 91
93
Bab. 92
94
Bab. 93
95
Bab. 94
96
Bab. 95
97
Bab. 96
98
Bab. 97
99
Bab. 98
100
BAB. 99
101
Bab. 100
102
Bab. 101
103
Bab. 102 Tamat
104
Extra Bab. 103
105
Penutup
106
Bab. Promosi
107
Bab. Promosi 2
108
Bab promosi 3
109
Bab. 1 Promosi novel Suami Kedua ku Pangeran Jin

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!