The Conqueror
Di pagi hari yang cerah angin sepoi-sepoi membawa kenyamanan dan kedamaian bagi area sekitar. Meski kota ini berada di tengah-tengah pusat komersial di Indonesia. Akan tetapi area pinggirannya dipenuhi dengan ladang sawah padi yang membentang sampai kampung yang ada jauh di sebrang sana.
“Dulu itu kamu diurus sama nenek, sampai-sampai berak ajah di pangkuan nenek. Tapi sekarang kamu malah kayak gini. Kasian nenek tuh ngeliat kamu?”
Tampak seorang nenek tua yang sudah beruban berbicara seorang diri sambil duduk di sofa yang terlihat sudah agak usang.
Aduuuh... dari tadi itu nenek nenek nyerocos mulu gak ada abisnya.
Nenek itu selama ini ternyata sedang berbicara dengan cucunya, Hengki Tantama seorang pecundang yang telah lulus 1 tahun lalu dari SMAnya.
Selama ini, Hengki hidup dengan mengurung diri dikamarnya sejak menginjak kelas 3 SMA setelah dirinya ditinggal pergi oleh Ibunya, orang tua inti satu-satunya yang telah mengasuh dirinya dari kecil entah pergi kemana.
Saat ini ia hanya sibuk bermain video games terus-menerus tak kenal waktu, sambil mendengarkan neneknya yang dari tadi berbicara.
Ahhh, cupu banget sih nih orang kalau gak bisa main jangan main id**t.
Hengki terlihat kesal dengan apa yang dirinya mainkan. Tampak bar notifikasi muncul menandakan rekan setimnya yang mati. Hal ini membuatnya sangat kesal karena orang itu telah mati sebanyak 8x, sementara rekan yang lain hanya mati paling banyak 4x.
TAK! TAK! TAK!
‘WOY! keluar ajah kau, maen juga gak berguna ban**at’
Dengan muka yang sangat kesal, ia mengetik kata-kata tidak pantas dalam kolom komentar untuk membuat rekannya yang dari tadi mati agar tidak usah lanjut bermain lagi.
LOSE!
Sambil memegangi kening, hengki lalu menghela nafas untuk meredakan emosinya yang dari tadi meluap-luap.
Bukannya ngilangin stress, malah bikin tambah stress game apaan sih?
“Dulu itu kamu baik sama orang. Pinter juga di sekolah. Tetangga-tetangga juga pada muji kalau liat kamu. Kenapa kamu malah jadi gini sekarang?”
Sambil beranjak keluar, suara dari neneknya terdengar kembali oleh Hengki.
Mau sampai kapan sih ngomong gitu terus? Gak cape apa.
Hengki kemudian membuka lemari kulkas dan mengecek makanan apa yang bisa ia makan sekarang.
Setelah lama mengorek-ngorek seluruh isi kulkas, yang ada hanyalah bahan-bahan makanan yang belum diolah.
ia pun menutup kembali kulkas tersebut. Hengki sangat malas jika harus memasak terlebih dahulu sebelum makan. Padahal di keluarga ini ialah yang paling pandai dalam memasak.
Setelah menutup kembali kulkas dengan rapat. Dirinya menengok ke arah jam dinding diatas, waktu menandakan pukul 1 siang.
Kayaknya hari ini tidur habis maghrib deh. Baguslah nambah satu jam dari hari kemarin
karena aktivitasnya yang monoton membuat Hengki tidak memiliki waktu tidur yang pasti, ia bisa saja tidur jauh lebih awal di sore hari atau tidur jauh lebih akhir di pagi hari.
"Kamu tuh ganteng tinggi pula. Bisa jadi polisi. Kemarin ajah anaknya Bu Dian gak lolos gara-gara kurang tinggi."
Bodo amat lah, kenal juga engga.
Hengki kembali ke habitatnya lagi, yaitu kamar tempat ia mengurung diri dan memulai kembali bermain video game. Namun kali ini ia bermain sebuah game dimana dirinya harus membangun suatu kerajaan dan mengelolanya agar tidak hancur diserang musuh.
Nah, kalau gamenya kayak gini kan gampang. Pilih jenis kerajaan yang paling cupu juga bisa menang
Meskipun selalu marah-marah ketika bermain game bergenre MOBA dan FPS. Namun Hengki sangat mahir dalam memainkan games bertema membangun kerajaan. Bahkan ia bisa saja menggunakan kerajaan paling lemah namun tetap membantai kerajaan-kerajaan lainnya.
ACHIEVEMENT!!!
SELAMAT ANDA TELAH MENGHENTIKAN INVASI MONGOL 5X BERTURUT-TURUT TANPA KEKALAHAN.
Setelah kurang lebih 5 jam bermain tanpa henti. Hengki pun berhasil memenangkan permainannya, bahkan kali ini iya mendapatkan Achievement karena telah menang berturut-turut.
Hehehehe... Gini doang gamenya padahal main di Iron Mode loh. Lama kelamaan gamenya jadi mudah. Padahal ini game bener-bener realistis dalam hal manajemen.
Mood Hengki telah berubah menjadi sedikit gembira setelah memenangkan gamenya.
Kruk!! Kruk!! Kruk!!
Aduh..., lapar juga gak makan dari pagi.
Bunyi yang keluar dari perutnya sangatlah kencang, wajar saja ia sudah tidak makan dari pagi hari. Apalagi pagi hari yang dimaksud disini adalah jam 3 pagi.
Sambil memegangi perutnya, ia bergegas keluar kamar untuk mengecek kembali isi kulkas.
Kali ini, suara dari neneknya tidak terdengar lagi karena sedang mengikuti kegiataan ibu-ibu yang dilakukan secara rutin di sore hari.
Huh, Bener-bener gak ada yang bisa dimakan....
...Apa masak aja kali yah?
ia kemudian mengambil berbagai macam bahan-bahan masakan. Jika dilihat dari apa yang dirinya ambil Hengki berniat untuk memasak rendang.
"Hmm. Mumpung nenek nenek itu perginya bakal lama, masak rendang aja lah"
Setelah mengumpulkan kebutuhan yang diperlukan, ia lantas pergi ke dapur untuk siap-siap memasak.
Cklek.. Cklek.. Cklek..
Huh....
Dengan tatapan lesu dan hilang harapan Hengki menghela nafas panjangnya. Karena ketika berusaha menyalakan kompor ternyata gasnya telah habis tak tersisa.
"Apa masak yang berkuah-kuah saja kali yah?"
Setelah jeda beberapa detik untuk meratapi nasib, ia kembali bergegas ke kulkas dan menaruh kembali bahan-bahan yang tadi dia ambil.
Kali ini ia sibuk mencari bahan makanan yang bisa dimasak dengan bermodalkan air.
Namun-.
Ehh... Bukannya yang habis itu gasnya ya, bukan minyak goreng?
Seketika moodnya yang mulai ceria sehabis bermain game, sirna karena apa yang dilakukannya benar-benar bodoh. Mungkin ini disebabkan karena lapar yang melandanya cukup parah.
"Bodo amat lah. Sekarang mending tidur, nanti juga laparnya hilang"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
akp
halo Thor saya mampir , tetap semangat berkarya...
novelmu sangat bagus, namun saran saya author harus berhati-hati jika membuat novel berlatar belakang sejarah.
2022-10-17
1
mochamad ribut
up
2022-08-23
2
Ola😘140
aku baru mampir thor, haha nenek-nenek emang bawel tapi lucu
2022-08-18
3