Beberapa saat setelah Bobs terkapar tak berdaya.
Bobs merasa sangat pusing. Akibat pertarungan tadi sekujur badannya terasa sakit. Anak panah yang menancap di lengannya sudah tidak ada namun masih terasa berdenyut.
Ia kemudian kemudian tersadar lalu mengkhawatirkan kondisi Spanner.
*Nona! Apa kau baik-baik saja? *
Bobs kemudian dengan cepat berdiri dan menanyakan kondisi Spanner.
BRUKK!!
Ketika terbangun. Kepalanya mengenai benda yang memiliki terkstur lembut. Ketika benda yang lembut itu terlempar dan jatuh menggelinding di bawah akibat tersundul, ternyata itu adalah sepotong roti yang sisa setengah.
"Brengsek! Sudah dibantu masih saja cari masalah."
Terdengar suara yang sudah tidak asing. Suara yang berasal dari seseorang yang sangat menyebalkan, Hengki.
Bobs kemudian menengok ke arahnya.
Tampak Hengki sedang menopang keranjang milik Spanner. Ia terlihat sedang menyantap buah-buahan dan juga makanan yang ada di dalamnya.
"Oii! Bukannya itu milik Nona," bentak Bobs.
Bobs bertanya-tanya, mengapa keranjang yang dibawa Nona Spanner yang berisikan buah tangan untuk ibunya yang sedang sakit. Ada di tangan Hengki.
"Bobs, kamu ini baru juga bangun sudah marah-marah. Tenanglah sedikit," ucap Roderick.
Mendengar ucapan Roderick, Bobs lantas menoleh ke arahnya, ia terlihat sedang mengendarai kuda menggantikan dirinya. Sedangkan yang lain tampak sudah tenang, Spanner terlihat menatap ke arah Bobs, ia tampak sedang khawatir, begitu juga dengan Lucia.
"Apa kau tidak kenapa-napa, Bobs?" tanya Lucia.
Mendengar pertanyaan tersebut, Bobs kemudian melihat sekujur badannya yang sudah terawat. Lengannya yang tadi terkena panah sudah dibalut oleh kain. Namun ketika mencoba bangkit punggung bagian bawahnya masih terasa nyeri. "Ackk!" erang Bobs.
"Sudah, jangan dulu banyak bergerak. Punggungmu mengalami cidera parah akibat benturan keras. Mungkin kau tidak bisa beraktivitas normal untuk waktu yang cukup lama," ucap Roderick.
Tampaknya yang telah merawat luka-luka Bobs ialah Roderick.
"Ahh benar juga, kau..." ucap Bobs lalu menunjuk Hengki. "...Apa yang telah kau lakukan? Jelas-jelas tadi ada suara gemuruh dari banyak pasukan bahkan ada suara tentara berkuda juga. Tapi yang muncul hanya kau sendiri, darimana suara itu berasal?"
Bobs ingat. Ketika dirinya akan dipenggal musuh, tiba-tiba terdengar suara bala bantuan yang jumlahnya sangat banyak. Bobs merasa tidak mungkin dirinya berhalusinasi karena para pembunuh yang ada di depannya pun dibuat lari terbirit-birit oleh suara itu. Tetapi ia merasa ada hal yang janggal karena ketika melihat ke belakang yang ia lihat hanya ada Hengki seorang diri.
"Serang!!" "Habisi semua musuh yang ada di depan sana!!" Tiba-tiba suara berisik itu terdengar kembali.
Semua yang melihatnya panik. Bahkan ke-2 kuda yang membawa kereta ini seketika terdiam karena kaget.
"Maksudnya suara ini? hmm... sudah aku tebak orang-orang yang ada di dunia ini tidak tahu apa itu smartphone." ucap Hengki sambil memperlihatkan gawainya.
Semua orang merasa kebingungan, karena ternyata suara gemuruh itu berasal dari benda kecil yang dipegang oleh Hengki.
"Apa kau penyihir? Apa kau adalah pendosa yang mempelajari ilmu hitam?" tanya Lucia.
"Hahaha, sudah kuduga reaksi kalian akan seperti ini. Sihir? Ilmu hitam? apa kalian benar-benar bodoh? Haha... maaf aku tidak bermaksud berkata seperti itu."
Mendengar perkataan Lucia, Hengki spontan tertawa dan menganggap reaksi mereka seperti orang primitif yang terkejut hanya karena melihat gawai miliknya mengeluarkan suara.
"Tidak baik menghakimi orang itu pengguna ilmu hitam atau bukan. Tapi yang pasti kami benar-benar berterima kasih karena kamu sudah menyelamatkan kita khususnya Nona Spanner."
Meskipun apa yang diperbuat oleh Hengki adalah sesuatu yang aneh. Roderick tidak ingin berpikiran negatif kepadanya, ia justru sangat berterima kasih karena telah menyelamatkan semua yang ada di kereta ini.
"Ah betul juga. Kita belum saling kenal satu sama lain. Jika boleh tahu siapa namamu anak muda." lanjut Roderick.
"Umm... bukankah harusnya kalian dulu yang memperkenalkan diri," jawab Hengki.
Mendengar perkataan Hengki. Bobs menatapnya dengan sangat sinis, tampak ia sangat ingin memarahinya. Tapi mau bagaimana lagi, orang yang menyebalkan ini yang telah membantunya tadi.
"Tch... memperkenalkan diri saja sangat menyusahkan. Saya Bobs dari keluarga Pintarr, Bobs Pintarr," ucap Bobs.
"Pft... Siap Pintarr," ledek Hengki setelah mendengar nama keluarganya yang sama sekali tidak mencerminkan sifat Bobs.
"Brengsek! apa kau menghina nama keluargaku...," kesal Bobs.
"Hehe... bahkan sampai sekarang aku juga masih tidak bisa menahan tawa ketika mendengar namanya. Aku Lucia dari keluarga Daura, Lucia Daura. Panggil saja Bibi Lucia," ucap Lucia.
"Kalau begitu nama saya Hengki Tantama, Salam kenal Bibi Lucia." jawab Hengki lalu menengok ke arah Spanner dan nenek-nenek di sampingnya.
"kalau mereka berdua adalah Nona Minna dari keluarga Spanner, Minna Spanner. Karena kau tidak mengenalnya berarti kau adalah orang luar karena keluarga Spanner adalah Doux di daerah ini. Sedangkan di sampingnya adalah Bibi Herena, beliau adalah pelayan tertua keluarga Spanner saat ini."
Lucia membantu memperkenalkan ke-2 orang yang ada di depan Hengki. Minna Spanner dan Herena kemudian tampak menundukkan kepalanya ke arah Hengki.
"Doux? Maksudmu jabatan yang setara dengan gubernur?" tanya Hengki.
Sebenarnya Hengki tidak asing dengan jabatan yang disebutkan oleh Lucia, namun setahunya pengucapannya adalah Duke bukan Doux.
"Gubernur, apa itu? Kalau kamu tidak tau apa itu Doux. Doux adalah jabatan untuk penguasa yang setidaknya memiliki 1 atau 2 wilayah dan jabatannya harus diakui oleh sang raja."
Lucia menjelaskan apa yang dimaksud dengan Doux. Namun tampaknya Hengki tetap saja bingung dengan penjelasan yang diberikan oleh Lucia.
Wilayah? Wilayah itu maksudnya bagaimana? pikir Hengki.
( 'Wilayah' yang dimaksud oleh Lucia itu adalah Provinsi, jadi wajar jika Hengki bingung dengan penjelasan dari Lucia, karena arti kata 'Wilayah' yang Hengki tahu tidak memiliki luas yang pasti. )
"Hahaha... jadi siapa yang sebenarnya bodoh," ejek Bobs karena Hengki tampak kebingungan dengan apa yang Lucia katakan.
"Sudah, Sudah. Wajar jika kamu tidak tahu apa itu Doux, karena sudah biasa jika nama jabatan tiap kerajaan itu berbeda-beda. Nama saya Roderick dan tidak memiliki keluarga, jadi panggil saja Paman Roderick. Sedangkan yang di sebelah saya hanyalah kusir biasa, cukup panggil saja pak kusir. Salam kenal Nak Hengki." ucap Roderick.
Tuan Roderick... Bilang saja jika anda tidak mengenal saya....
Kusir itu tampaknya sedih karena namanya tidak dikenali. Ia terlihat juga ingin ikut berkenalan namun tertahan karena malu.
Ketika semuanya sudah memperkenalkan namanya masing-masing, Roderick kemudian melihat ke arah Hengki. Hengki tampaknya sudah memakan setengah dari isi keranjang yang ada. Ia terlihat sudah kekenyangan dan menaruh keranjangnya di atas bangku.
"Kalau begitu Nak Hengki, apa kau masih ingat janjimu tadi ketika meminta keranjang itu?" tanya Roderick.
Sepertinya ketika Bobs pingsan. Hengki meminta keranjang yang dibawa Minna lalu memberikan sebuah janji.
"Aku pasti ingat janji yang aku telah buat. Aku pasti akan memasak makanan yang kelezatannya tidak mungkin ada di dunia ini untuk ibu Minna yang sedang jatuh sakit."
Mendengar perkataan Hengki. Minna tampak sangat senang karena ibunya akan memakan makanan yang lezat.
Aku tidak tahu anak ini berasal dari mana, tapi dia begitu misterius sampai-sampai membuatku merinding apa saja yang bisa dia perbuat di masa depan, pikir Roderick dalam benaknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Luthfy
bukan penyihur kayanya tpi dukun wkwk *kidding
2022-08-13
3
Luthfy
Akhirnya keranjang buah nona spaner jatuh ke tangan hengki hahha
2022-08-13
3
Ray
Apa si Hengki nanti jadi koki ternama di jaman itu Thor🤔? Karena selain bermain game, Hengki juga pintar masak kan?
Semangat buat Outhor🙏😘
2022-08-07
3