Episode 6 - Namaku Hengki Tantama

Beberapa saat setelah Bobs terkapar tak berdaya.

Bobs merasa sangat pusing. Akibat pertarungan tadi sekujur badannya terasa sakit. Anak panah yang menancap di lengannya sudah tidak ada namun masih terasa berdenyut.

Ia kemudian kemudian tersadar lalu mengkhawatirkan kondisi Spanner.

*Nona! Apa kau baik-baik saja? *

Bobs kemudian dengan cepat berdiri dan menanyakan kondisi Spanner.

BRUKK!!

Ketika terbangun. Kepalanya mengenai benda yang memiliki terkstur lembut. Ketika benda yang lembut itu terlempar dan jatuh menggelinding di bawah akibat tersundul, ternyata itu adalah sepotong roti yang sisa setengah.

"Brengsek! Sudah dibantu masih saja cari masalah."

Terdengar suara yang sudah tidak asing. Suara yang berasal dari seseorang yang sangat menyebalkan, Hengki.

Bobs kemudian menengok ke arahnya.

Tampak Hengki sedang menopang keranjang milik Spanner. Ia terlihat sedang menyantap buah-buahan dan juga makanan yang ada di dalamnya.

"Oii! Bukannya itu milik Nona," bentak Bobs.

Bobs bertanya-tanya, mengapa keranjang yang dibawa Nona Spanner yang berisikan buah tangan untuk ibunya yang sedang sakit. Ada di tangan Hengki.

"Bobs, kamu ini baru juga bangun sudah marah-marah. Tenanglah sedikit," ucap Roderick.

Mendengar ucapan Roderick, Bobs lantas menoleh ke arahnya, ia terlihat sedang mengendarai kuda menggantikan dirinya. Sedangkan yang lain tampak sudah tenang, Spanner terlihat menatap ke arah Bobs, ia tampak sedang khawatir, begitu juga dengan Lucia.

"Apa kau tidak kenapa-napa, Bobs?" tanya Lucia.

Mendengar pertanyaan tersebut, Bobs kemudian melihat sekujur badannya yang sudah terawat. Lengannya yang tadi terkena panah sudah dibalut oleh kain. Namun ketika mencoba bangkit punggung bagian bawahnya masih terasa nyeri. "Ackk!" erang Bobs.

"Sudah, jangan dulu banyak bergerak. Punggungmu mengalami cidera parah akibat benturan keras. Mungkin kau tidak bisa beraktivitas normal untuk waktu yang cukup lama," ucap Roderick.

Tampaknya yang telah merawat luka-luka Bobs ialah Roderick.

"Ahh benar juga, kau..." ucap Bobs lalu menunjuk Hengki. "...Apa yang telah kau lakukan? Jelas-jelas tadi ada suara gemuruh dari banyak pasukan bahkan ada suara tentara berkuda juga. Tapi yang muncul hanya kau sendiri, darimana suara itu berasal?"

Bobs ingat. Ketika dirinya akan dipenggal musuh, tiba-tiba terdengar suara bala bantuan yang jumlahnya sangat banyak. Bobs merasa tidak mungkin dirinya berhalusinasi karena para pembunuh yang ada di depannya pun dibuat lari terbirit-birit oleh suara itu. Tetapi ia merasa ada hal yang janggal karena ketika melihat ke belakang yang ia lihat hanya ada Hengki seorang diri.

"Serang!!" "Habisi semua musuh yang ada di depan sana!!" Tiba-tiba suara berisik itu terdengar kembali.

Semua yang melihatnya panik. Bahkan ke-2 kuda yang membawa kereta ini seketika terdiam karena kaget.

"Maksudnya suara ini? hmm... sudah aku tebak orang-orang yang ada di dunia ini tidak tahu apa itu smartphone." ucap Hengki sambil memperlihatkan gawainya.

Semua orang merasa kebingungan, karena ternyata suara gemuruh itu berasal dari benda kecil yang dipegang oleh Hengki.

"Apa kau penyihir? Apa kau adalah pendosa yang mempelajari ilmu hitam?" tanya Lucia.

"Hahaha, sudah kuduga reaksi kalian akan seperti ini. Sihir? Ilmu hitam? apa kalian benar-benar bodoh? Haha... maaf aku tidak bermaksud berkata seperti itu."

Mendengar perkataan Lucia, Hengki spontan tertawa dan menganggap reaksi mereka seperti orang primitif yang terkejut hanya karena melihat gawai miliknya mengeluarkan suara.

"Tidak baik menghakimi orang itu pengguna ilmu hitam atau bukan. Tapi yang pasti kami benar-benar berterima kasih karena kamu sudah menyelamatkan kita khususnya Nona Spanner."

Meskipun apa yang diperbuat oleh Hengki adalah sesuatu yang aneh. Roderick tidak ingin berpikiran negatif kepadanya, ia justru sangat berterima kasih karena telah menyelamatkan semua yang ada di kereta ini.

"Ah betul juga. Kita belum saling kenal satu sama lain. Jika boleh tahu siapa namamu anak muda." lanjut Roderick.

"Umm... bukankah harusnya kalian dulu yang memperkenalkan diri," jawab Hengki.

Mendengar perkataan Hengki. Bobs menatapnya dengan sangat sinis, tampak ia sangat ingin memarahinya. Tapi mau bagaimana lagi, orang yang menyebalkan ini yang telah membantunya tadi.

"Tch... memperkenalkan diri saja sangat menyusahkan. Saya Bobs dari keluarga Pintarr, Bobs Pintarr," ucap Bobs.

"Pft... Siap Pintarr," ledek Hengki setelah mendengar nama keluarganya yang sama sekali tidak mencerminkan sifat Bobs.

"Brengsek! apa kau menghina nama keluargaku...," kesal Bobs.

"Hehe... bahkan sampai sekarang aku juga masih tidak bisa menahan tawa ketika mendengar namanya. Aku Lucia dari keluarga Daura, Lucia Daura. Panggil saja Bibi Lucia," ucap Lucia.

"Kalau begitu nama saya Hengki Tantama, Salam kenal Bibi Lucia." jawab Hengki lalu menengok ke arah Spanner dan nenek-nenek di sampingnya.

"kalau mereka berdua adalah Nona Minna dari keluarga Spanner, Minna Spanner. Karena kau tidak mengenalnya berarti kau adalah orang luar karena keluarga Spanner adalah Doux di daerah ini. Sedangkan di sampingnya adalah Bibi Herena, beliau adalah pelayan tertua keluarga Spanner saat ini."

Lucia membantu memperkenalkan ke-2 orang yang ada di depan Hengki. Minna Spanner dan Herena kemudian tampak menundukkan kepalanya ke arah Hengki.

"Doux? Maksudmu jabatan yang setara dengan gubernur?" tanya Hengki.

Sebenarnya Hengki tidak asing dengan jabatan yang disebutkan oleh Lucia, namun setahunya pengucapannya adalah Duke bukan Doux.

"Gubernur, apa itu? Kalau kamu tidak tau apa itu Doux. Doux adalah jabatan untuk penguasa yang setidaknya memiliki 1 atau 2 wilayah dan jabatannya harus diakui oleh sang raja."

Lucia menjelaskan apa yang dimaksud dengan Doux. Namun tampaknya Hengki tetap saja bingung dengan penjelasan yang diberikan oleh Lucia.

Wilayah? Wilayah itu maksudnya bagaimana? pikir Hengki.

( 'Wilayah' yang dimaksud oleh Lucia itu adalah Provinsi, jadi wajar jika Hengki bingung dengan penjelasan dari Lucia, karena arti kata 'Wilayah' yang Hengki tahu tidak memiliki luas yang pasti. )

"Hahaha... jadi siapa yang sebenarnya bodoh," ejek Bobs karena Hengki tampak kebingungan dengan apa yang Lucia katakan.

"Sudah, Sudah. Wajar jika kamu tidak tahu apa itu Doux, karena sudah biasa jika nama jabatan tiap kerajaan itu berbeda-beda. Nama saya Roderick dan tidak memiliki keluarga, jadi panggil saja Paman Roderick. Sedangkan yang di sebelah saya hanyalah kusir biasa, cukup panggil saja pak kusir. Salam kenal Nak Hengki." ucap Roderick.

Tuan Roderick... Bilang saja jika anda tidak mengenal saya....

Kusir itu tampaknya sedih karena namanya tidak dikenali. Ia terlihat juga ingin ikut berkenalan namun tertahan karena malu.

Ketika semuanya sudah memperkenalkan namanya masing-masing, Roderick kemudian melihat ke arah Hengki. Hengki tampaknya sudah memakan setengah dari isi keranjang yang ada. Ia terlihat sudah kekenyangan dan menaruh keranjangnya di atas bangku.

"Kalau begitu Nak Hengki, apa kau masih ingat janjimu tadi ketika meminta keranjang itu?" tanya Roderick.

Sepertinya ketika Bobs pingsan. Hengki meminta keranjang yang dibawa Minna lalu memberikan sebuah janji.

"Aku pasti ingat janji yang aku telah buat. Aku pasti akan memasak makanan yang kelezatannya tidak mungkin ada di dunia ini untuk ibu Minna yang sedang jatuh sakit."

Mendengar perkataan Hengki. Minna tampak sangat senang karena ibunya akan memakan makanan yang lezat.

Aku tidak tahu anak ini berasal dari mana, tapi dia begitu misterius sampai-sampai membuatku merinding apa saja yang bisa dia perbuat di masa depan, pikir Roderick dalam benaknya.

Terpopuler

Comments

Luthfy

Luthfy

bukan penyihur kayanya tpi dukun wkwk *kidding

2022-08-13

3

Luthfy

Luthfy

Akhirnya keranjang buah nona spaner jatuh ke tangan hengki hahha

2022-08-13

3

Ray

Ray

Apa si Hengki nanti jadi koki ternama di jaman itu Thor🤔? Karena selain bermain game, Hengki juga pintar masak kan?
Semangat buat Outhor🙏😘

2022-08-07

3

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Rutinitas
2 Episode 2 - Mimpi Yang Membingungkan
3 Episode 3 - Setelah Sekian Lama
4 Episode 4 - Bobs. Kendalikan Emosimu
5 Episode 5 - Ksatria Sejati
6 Episode 6 - Namaku Hengki Tantama
7 Episode 7 - Prediksi Masa Depan
8 Episode 8 - Tampan Tetapi Kejam
9 Episode 9 - Soto Ayam
10 Episode 10 - Keceriaan Yang Telah Kembali
11 Episode 11 - Masih Di sini
12 Episode 12 - Surat Permohonan
13 Episode 13 - Keramaian
14 Episode 14 - Sang Mata Elang
15 Episode 15 - Penghakiman Yang Tidak Sempurna
16 Episode 16 - Janji Sang Terdahulu
17 Episode 17 - Kastel Naupaktos
18 Episode 18 - Reuni Singkat 2 Legenda
19 Episode 19 - Persiapan Berlayar
20 Daftar Wilayah
21 Episode 20 - Tak Tahu Diri
22 Episode 21 - Mobilisasi Pasukan
23 Episode 22 - Yang Tersisa
24 Episode 23 - Persiapan
25 Episode 24 - 2 Panglima Pemula
26 Episode 25 - Thriller
27 Episode 26 - Avis
28 Episode 27 - Gelombang I
29 Episode 28 - Benedict
30 Episode 29 - Sebelum Memulai Kembali
31 Episode 30 - Kublai Khan + Pengumuman
32 Episode 31 - Antara Pesimis & Optimis
33 Episode 32 - Permulaan Gelombang II
34 Episode 33 - Bidik & Lepaskan
35 Episode 34 - Who Is Really Being Threatened?
36 Episode 35 - Hutan Membara
37 Episode 36 - Nullum Consilium est Perfectum
38 Episode 37 - Darah
39 Episode 38 - Kemenangan Benedict
40 Episode 39 - Awal Kisah Untuk Hengki
41 Episode 40 - Tersanjung
42 Episode 40.1 - Kenangan Buruk
43 Episode 41 - Berlebihan
44 Episode 41.1 - Gambaran Stabia
45 Episode 41.2 - Curahan Hati Ajax
46 Episode 42 - Mindset
47 Episode 43 - Tanda Awal Perubahan
48 Episode 44 - Elliot Lascaris
49 Episode 44.1 - William Artemis
50 Episode 44.2 - Awal Mahakarya
51 Episode 45 - New Journey Begins
52 Episode 45.1 - Kemarahan Ajax
53 Episode 45.2 - Ajax, Pasukannya dan Dendam Rakyat Stabia (1)
54 Episode 46 - Jan, Pasukannya dan Dendam Kapten Alfred (2)
55 Episode 46.1 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (1)
56 Episode 46.2 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (2)
57 Episode 47 - Situasi Terkini Di Tempat Lain
58 Episode 47.1 - Jan, Mimpinya & Penyelamatan Hengki
59 Episode 47.2 - Hengki, Kesempatan & Tekad Jan
60 Episode 48 - Kesedihan Dan Kesenangan
61 Episode 48.1 - Belum Usai
62 Episode 48.2 - Dilema William
63 Episode 49 - Percikan Awal
64 Episode 49.1 - Hari Pertama Setelah Tumbangnya German
65 Episode 49.2 - Pendekatan Dengan Jan
66 Episode 50 - Semuanya Butuh Pertolongan
67 Episode 50.1 - Beringas
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Episode 1 - Rutinitas
2
Episode 2 - Mimpi Yang Membingungkan
3
Episode 3 - Setelah Sekian Lama
4
Episode 4 - Bobs. Kendalikan Emosimu
5
Episode 5 - Ksatria Sejati
6
Episode 6 - Namaku Hengki Tantama
7
Episode 7 - Prediksi Masa Depan
8
Episode 8 - Tampan Tetapi Kejam
9
Episode 9 - Soto Ayam
10
Episode 10 - Keceriaan Yang Telah Kembali
11
Episode 11 - Masih Di sini
12
Episode 12 - Surat Permohonan
13
Episode 13 - Keramaian
14
Episode 14 - Sang Mata Elang
15
Episode 15 - Penghakiman Yang Tidak Sempurna
16
Episode 16 - Janji Sang Terdahulu
17
Episode 17 - Kastel Naupaktos
18
Episode 18 - Reuni Singkat 2 Legenda
19
Episode 19 - Persiapan Berlayar
20
Daftar Wilayah
21
Episode 20 - Tak Tahu Diri
22
Episode 21 - Mobilisasi Pasukan
23
Episode 22 - Yang Tersisa
24
Episode 23 - Persiapan
25
Episode 24 - 2 Panglima Pemula
26
Episode 25 - Thriller
27
Episode 26 - Avis
28
Episode 27 - Gelombang I
29
Episode 28 - Benedict
30
Episode 29 - Sebelum Memulai Kembali
31
Episode 30 - Kublai Khan + Pengumuman
32
Episode 31 - Antara Pesimis & Optimis
33
Episode 32 - Permulaan Gelombang II
34
Episode 33 - Bidik & Lepaskan
35
Episode 34 - Who Is Really Being Threatened?
36
Episode 35 - Hutan Membara
37
Episode 36 - Nullum Consilium est Perfectum
38
Episode 37 - Darah
39
Episode 38 - Kemenangan Benedict
40
Episode 39 - Awal Kisah Untuk Hengki
41
Episode 40 - Tersanjung
42
Episode 40.1 - Kenangan Buruk
43
Episode 41 - Berlebihan
44
Episode 41.1 - Gambaran Stabia
45
Episode 41.2 - Curahan Hati Ajax
46
Episode 42 - Mindset
47
Episode 43 - Tanda Awal Perubahan
48
Episode 44 - Elliot Lascaris
49
Episode 44.1 - William Artemis
50
Episode 44.2 - Awal Mahakarya
51
Episode 45 - New Journey Begins
52
Episode 45.1 - Kemarahan Ajax
53
Episode 45.2 - Ajax, Pasukannya dan Dendam Rakyat Stabia (1)
54
Episode 46 - Jan, Pasukannya dan Dendam Kapten Alfred (2)
55
Episode 46.1 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (1)
56
Episode 46.2 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (2)
57
Episode 47 - Situasi Terkini Di Tempat Lain
58
Episode 47.1 - Jan, Mimpinya & Penyelamatan Hengki
59
Episode 47.2 - Hengki, Kesempatan & Tekad Jan
60
Episode 48 - Kesedihan Dan Kesenangan
61
Episode 48.1 - Belum Usai
62
Episode 48.2 - Dilema William
63
Episode 49 - Percikan Awal
64
Episode 49.1 - Hari Pertama Setelah Tumbangnya German
65
Episode 49.2 - Pendekatan Dengan Jan
66
Episode 50 - Semuanya Butuh Pertolongan
67
Episode 50.1 - Beringas

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!