Dari balik jendela, para pelayan dari dalam dapur melihat ke arah rombongan Minna yang baru saja tiba di Kastel Iraklio. Mereka semuanya adalah pelayan yang biasanya memasak hidangan untuk keluarga Spanner.
"Bibi Herena dan Lucia sudah tiba, bawa apa saja ya mereka dari Chania?" ucap seorang pelayan yang tidak sabar untuk bertemu dengan Herena dan Lucia.
Saat semua orang tampak turun dari kereta. Para pelayan itu terkejut setelah melihat kondisi Bobs yang mengenaskan, ia terlihat sangat babak belur.
"Apa yang terjadi dengan Bobs? Apa rombongan mereka diserang ketika dalam perjalanan?" tanya salah satu pelayan.
Mendengar perkataan tersebut, pelayan yang lain ikut prihatin dengan kondisi Bobs, salah satu di antara mereka kemudian berkata, "Semoga yang lainnya baik-baik saja."
Saat mereka melihat ke arah tuannya yaitu Zeon yang sedang berbicara dengan Roderick. Kemudian tak lama setelah itu Minna tampak berbicara kepada ayahnya sambil menunjuk ke arah seseorang yang sedang melihat area sekitar kastel.
Sontak para pelayan yang semuanya adalah perempuan itu terkejut setelah melihat ke arah orang yang ditunjuk Minna, yang tidak lain adalah Hengki.
Dimata mereka Hengki sangat menawan, bahkan ketampanannya bisa di sejajarkan dengan Zeno dan Paris.
"Siapa orang itu?" tanya salah satu pelayan yang terkesima kepada Hengki.
"Gila, dia bahkan tidak tunduk di hadapan tuan Zeno. Apa dia adalah bangsawan dari kerajaan asing?"
Para pelayan itu kemudian tidak bisa memalingkan pandangannya dari Hengki.
"Bianca, apa kau juga tertarik dengan pria tampan itu? Sangat jarang melihat kau menatap lelaki seperti itu."
Salah satu pelayan kemudian bertanya kepada temannya yang sangat cantik. Ia merasa heran karena temannya yang bernama Bianca ini juga ikut terpukau dengan ketampanan yang dimiliki Hengki. Karena ia merasa sangat jarang Bianca tertarik dengan lawan jenis.
"Ahh... bukan begitu Ellen. Aku hanya tertarik dengan model rambutnya yang sangat unik," jawab Bianca.
"Iya juga, bagaimana dia bisa memotong rambut sebelah sampingnya sampai serapi itu. Pasti pelayan dari kerajaannya sangat ahli." ucap Ellen.
Ternyata bukan karena terkesima dengan ketampanan Hengki, Bianca justru kagum dengan model rambut yang di miliki olehnya. Jelas saja ia kagum karena di dunia yang seperti ini mana bisa seseorang memotong rambut dengan model samping dan belakang yang tipis dengan sangat rapi.
Beberapa saat kemudian.
CLEKK!! terdengar suara pintu dibuka.
"Ibu, Lucia. Selamat datang kembali di markas kita yang sangat indah ini," ucap Ellen.
Ellen menyambut kedatangan Lucia dan Herena dengan riang. tampaknya Herena adalah ibu Ellen. Ia kemudian berkata kepada mereka 'selamat datang di markasnya.'
"Haha... apa yang kau bicarakan Ellen, indah dari mananya."
Herena kemudian menjawab satire yang dilontarkan oleh Ellen sambil mengetok kepalanya. Kemudian berjalan pergi menuju ruangan sebelah.
"Waahhh!"
para pelayan kaget dengan sosok yang masuk bersama Lucia dan Herena. mereka melihat pria yang baru saja dibicarakan tadi, pria yang mereka kagumi ketampanannya, Hengki.
"Wahh! Kenapa tamu tuan Zeno masuk ke dapur Lucia. Bukankan dia adalah bangsawan dari kerajaan asing?"
Beberapa saat kemudian, Ellen juga ikut terkejut dengan kehadiran Hengki.
"Dia bukan tamunya tuan Zeno. Lagi pula kita juga tidak tahu dari mana dia berasal," ucap Lucia.
"Apa kau memungutnya karena ketampanan yang dia miliki? Aku tidak menyangka kau juga terpikat dengan ketampanannya Lucia," ucap Ellen.
Mendengar ucapan Ellen, Lucia tidak menjawabnya dan hanya berjalan sambil menutup muka Ellen, kode supaya ia tidak usah banyak banyak bicara. Tampaknya Lucia kelelahan karena baru sampai dari perjalanan panjangnya.
ditengah-tengah pembicaraan mereka, tampak salah seorang pelayan menghampiri Hengki, ia menggoda Hengki dengan merangkulnya dan menempelkan dada besar miliknya ke sikut Hengki.
"Ehh... kalau begitu apa kamu pelayan baru di sini, ganteng."
Wanita itu menggoda Hengki dengan sangat genit.
Apa yang wanita ini lakukan? Dia dengan sengaja menempelkan dadanya padaku.
Hengki merasa risi dengan apa yang dilakukan oleh wanita itu kepada dirinya.
Hengki bukanlah orang yang suka dengan sesama jenis, namun ia hanya tidak suka jika dirinya diperlakukan semena-mena oleh wanita. Apalagi wanita itu sama sekali ia tidak kenal. Ia akan marah besar ketika dirinya diperlakukan seperti ini apalagi Hengki adalah penganut kesetaraan gender, ia tidak akan membeda-bedakan sikapnya kepada lawan jenis.
"Apa yang kamu lakukan Nova? kamu tidak boleh mencari kesempatan seperti itu!" teriak pelayan yang ada di belakang.
"Wleee.... Siapa cepat dia yang dapat," ledek Nova kepada teman-temannya.
Hehehe... dia pasti tidak tahan dengan buah milikku, pikir Nova.
Hengki sadar jika dirinya sedang digoda oleh wanita yang ada di sini.
"Apa di sini dekat dengan kandang kambing?" tanya Hengki.
Mendengar pertanyaan Hengki, Nova pun menjawab, "Di sini tidak ada kandang kambing sayang. Memangnya kenapa? apa kamu ingin makan kambing buatanku? atau kamu ingin memakan aku?"
"Kalau begitu, kenapa kalian semua sangat bau seperti kambing?"
Tanpa pikir panjang Hengki melontarkan kata-kata pedasnya kepada orang-orang yang ada di sini terkhusus kepada orang yang tiba-tiba merangkulnya.
Lagi pula sebenarnya wajar Hengki bilang mereka bau, karena ketika masuk ke ruangan ini. Hengki sudah mencium aroma yang tidak sedap dari ruangan ini.
"Kamu sangat tidak sopan! Walaupun kamu tampan dan umm... wangi, tapi kamu tidak boleh kasar kepada perempuan yang baru saja kamu temui!" bentak Nova.
Ia merasa tersinggung dengan ucapan Hengki.
"Sudah sudah. Pria itu memang agak brengsek orangnya, tapi dia sudah menyelamatkan Bobs dari serangan pembunuh tadi siang. Lagi pula kamu juga tidak sopan Nova!" ucap Lucia.
"Terus kenapa dia ada disini?" tanya Nova.
Nova tampaknya masih kesal dengan Hengki. Namun tatapannya tidak bisa bohong dirinya dengan jelas masih menyukai Hengki.
Sadar ketika dirinya terus-terusan ditatap oleh Nova, Hengki kemudian membalasnya dengan tatapan sinis.
"Dia menghabiskan isi keranjang yang dibawa nona Spanner. Lalu dia berjanji akan membayarnya dengan memasak makanan yang lezat untuk nyonya Hanna," terang Lucia.
"Tidak mungkin laki-laki bisa masak lebih hebat daripada perempuan," ucap Salah seorang pelayan.
"Kalau begitu kita lihat saja kemampuan masaknya," jawab Lucia.
Beberapa saat kemudian semuanya kembali ke posisi masing-masing.
Hengki tampak sedang melihat-lihat bahan masakan apa saja yang bisa ia gunakan. Setelah menarik sesuatu yang ada di bawah ia kemudian melihat ada ayam yang masih utuh, lalu terlintaslah di pikirannya makanan apa yang akan ia buat.
Wah, bagaimana jika aku masak itu saja ya? walaupun sangat disayangkan di sini tidak ada batang serai dan juga lengkuas, tapi bodo amatlah toh orang yang ada di sini juga pasti belum pernah makan itu. Jadi tanpa batang serai dan lengkuas pun makanannya tetap terasa lezat bagi mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Luthfy
pelayannya gatel minta di garuk wkwk
2022-08-15
3
Ray
Kira2x Hengki mo masak apa ya? Biasanya kalo untuk orang sakit masak yg berkuah dan ayam harus lembut dagingnya🤔Tunjukkan kemampuanmu Hengki, biar orang kagum padamu👍
Lanjut dan semangat buat Outhor💪🙏😘
2022-08-07
3
jeruk_asem
ayam goreng 🤤
2022-08-02
3