Singkat cerita, setelah beberapa jam menempuh perjalanan panjang dengan menunggangi kuda. Roderick dan Hengki akhirnya tiba di kota bernama Ieapetra, Kota yang berada di paling barat dari wilayah kekuasaan Doux Zeno.
Kota ini adalah area yang sangat ramai karena terdapat pelabuhan yang biasa menjadi tempat singgah para pedagang dan juga nelayan.
Karena masalah keamanan, Hengki dan Roderick terpaksa menggunakan jubah lusuh terlebih dahulu supaya tidak dicegat bandit ketika dalam perjalanan, apalagi yang paling dikhawatirkan adalah takutnya mereka justru malah bertemu kaum pemberontak yang tengah mengincar orang penting seperti Roderick.
Oleh karena itu, sebelum berangkat ke Attica. Mereka harus membeli perlengkapan terlebih dahulu supaya bisa menyamar sebagai pedagang yang ceritanya sedang dalam perjalanan bisnis menuju Attica.
Tugas ini tidak seperti menumpas pemberontakan semata. Setelah menyelesaikan pengiriman suratnya, maka itu akan menjadi lonceng bergabungnya keluarga Spanner dalam menumpas kamu pemberontak. Wilayah ini pasti akan menjadi incaran mereka. Kita harus lebih hati-hati ke depannya.
Dalam perjalanannya Roderick tampak merenungkan sesuatu. Ia sepertinya sedang merasa dilema dengan situasi yang akan ia hadapi di masa depan.
"Paman...?"
"Paman!"
Ketika sedang berada dalam lamunan, tiba-tiba Roderick terkejut karena dari tadi ada seseorang yang terus memanggilnya hingga membuatnya tersadar.
"Apa kamu lupa bawa suratnya?"
Orang yang dari tadi memanggilnya adalah Hengki. Ia duduk tepat di belakang Roderick karena Hengki tidak bisa mengendarai kuda sendiri.
"Tidak, kenapa kamu malah bertanya seperti itu?" jawab Roderick sambil bertanya kembali.
"Wajahmu terlihat penuh kekhawatiran..., atau anda justru lupa tidak bawa uang?"
Hengki ternyata dari tadi memperhatikan Roderick, Ia merasa wajah Roderick sedari tadi penuh dengan rasa kekhawatiran. Oleh karena itu, Hengki lantas bertanya kepadanya.
"Itu bukan masalah besar, jadi jangan khawatir."
Roderick kemudian menenangkan Hengki dengan bilang kalau dirinya tidak sedang memikirkan suatu masalah yang besar.
"Di depan sana sudah terlihat gerbang masuknya. Kita harus turun dulu sekarang, di dalam kota tidak di perkenankan untuk menunggangi kuda."
Sambil menunjuk ke arah gerbang, Roderick bilang kalau mereka sebentar lagi sampai di kota.
"ke arah sini terlebih dahulu!"
Setelah berjalan kaki sebentar, gerbang kota pun sudah di depan mata. Mereka lalu diarahkan oleh prajurit penjaga untuk mengantre, supaya bisa di cek satu persatu terlebih dahulu.
Beberapa menit berlalu, giliran Hengki dan Roderick akhirnya tiba.
"Dari mana kalian datang?!" tanya prajurit tersebut.
"kami berasal dari Iraklio..."
Belum juga selesai dengan jawabannya, prajurit itu sontak terkejut karena yang sedang diperiksa olehnya ternyata adalah Roderick. Legenda hidup yang saat ini dikenal sebagai penasihat Doux Zeno.
"...Kami ke sini mau melakukan perjalanan dagang menuju Attica," jawab Roderick.
Kamu harus pura-pura tidak tahu.
Selesai memberikan jawabannya. Roderick lalu memelototi penjaga tersebut, ia memberikan sebuah isyarat supaya orang yang memeriksanya ini pura-pura tidak kenal kepadanya.
"Ba-baiklah kalau begitu, si-silakan lewat." Dengan gugup penjaga itu mempersilakannya masuk.
Di dalam kota suasana begitu ramai. Banyak orang berlalu lalang ke sana kemari, mereka memiliki urusannya masing-masing.
Para nelayan yang baru tiba tampak sedang mengeluarkan ikannya untuk di serahkan kepada penjual ikan, Di lain sisi ada juga beberapa pedagang yang terlihat tengah ribut dengan calon pembelinya, tampaknya ia mengeluhkan harga yang menurutnya terlalu kemahalan.
Sementara di toko pakaian, terlihat seorang pedagang wanita tengah adu argumen dengan segerombolan orang.
"Apa yang mau kamu lakukan Zoe? Kalau ketahuan pasukan kerajaan bagaimana?" ucap si pedagang tersebut.
"Tapi ini juga demi masa depan kita ibu, memangnya ibu mau kita hidup seperti ini terus?"
Sepertinya ibu-ibu itu sedang berbicara dengan gadis yang bernama Zoe. Dari pembicaraannya tampaknya Zoe adalah anak si ibu tersebut.
"Apanya yang masa depan, yang ada justru kamu tidak punya masa depan nanti. Lagian kalian juga kenapa pakai ikut-ikutan segala sih!?" bentaknya.
"Kita terinspirasi dengan pemikiran orang itu, dia bilang kalau nanti ketika kerajaan ini hanc-"
Belum juga selesai bicaranya, tiba-tiba rekan yang ada di sampingnya memberikan sebuah isyarat kalau ada orang yang datang.
"Kita harus pergi dulu, Ibu jaga diri baik-baik ketika aku tidak ada," ucap Zoe.
"Eh... Zoe! Ibu bilang jangan ya jangan!"
Mereka lantas buru-buru pergi karena rekan yang tadi memberikan sebuah isyarat cukup curiga dengan sosok orang yang menghampiri toko ini, orang itu tampak sangat tidak asing.
Gedebuk!
"Maaf..."
Ketika hendak menjauh, Zoe kemudian menabrak orang yang ternyata dari tadi sudah berdiri di samping mereka. Sambil mengambil pita miliknya yang terjatuh, Zoe pun dengan cepat menyusul rekannya yang sudah pergi.
Dan orang yang ia tabrak tersebut adalah Hengki.
'Orang itu'? Apa mereka kelompok yang ingin memberontak? Bahaya juga kalau mereka sampai terorganisir.
Hengki yang sudah ada dari tadi ternyata sempat mendengar perbincangan Zoe dan ibunya, kehadirannya tidak terdeteksi karena tubuhnya yang bisa di bilang kecil dan Hengki juga memiliki hawa keberadaan yang rendah akibat sikapnya yang dingin.
"Ada apa?"
Roderick yang baru tiba kemudian bertanya kepada Hengki.
"Bukan apa-apa?" jawabnya.
"Haha... Jadi kamu juga sering melamun yah. Jangan sedih orang yang sering melamun itu biasanya cerdas," ucap Roderick.
"Siapa yang sedih. Lagian dari mana saja paman ini?" tanya Hengki.
"Hanya melihat-lihat toko perhiasan sebentar, siapa tahu ada yang kusuka."
Alasan Roderick tiba belakangan ternyata karena ia ingin melihat toko perhiasan terlebih dahulu tadi.
"Oh...," balas Hengki.
"Kalau begitu ayo kita pilih-pilih dulu pakaian yang akan kita gunakan."
Roderick lantas menyuruh Hengki untuk memilih-milih pakaiannya sendiri.
"Silakan tuan, ada banyak jenis pakaian yang saya jual. Ada yang harga murah dan ada juga yang mahal."
Dengan sangat ramah ibu itu menawarkan dagangannya kepada Hengki dan Roderick.
Melihat sikap ramahnya, Roderick kemudian memberikan senyuman balasan kepada si ibu, sementara Hengki justru langsung fokus melihat-lihat pakaian apa yang akan dirinya gunakan untuk perjalanan nanti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Luthfy
jangan melamun nanti kesurupan kerasukan setan 🎤
2022-08-16
3
Ray
Rakyat mulai memberontak kah Thor, karena keadaan ekonomi akibat krisis di kerajaan itu? Semakin penasaran 🙏
2022-08-07
3
jeruk_asem
pemberontakan
2022-08-02
3