Episode 13 - Keramaian

Singkat cerita, setelah beberapa jam menempuh perjalanan panjang dengan menunggangi kuda. Roderick dan Hengki akhirnya tiba di kota bernama Ieapetra, Kota yang berada di paling barat dari wilayah kekuasaan Doux Zeno.

Kota ini adalah area yang sangat ramai karena terdapat pelabuhan yang biasa menjadi tempat singgah para pedagang dan juga nelayan.

Karena masalah keamanan, Hengki dan Roderick terpaksa menggunakan jubah lusuh terlebih dahulu supaya tidak dicegat bandit ketika dalam perjalanan, apalagi yang paling dikhawatirkan adalah takutnya mereka justru malah bertemu kaum pemberontak yang tengah mengincar orang penting seperti Roderick.

Oleh karena itu, sebelum berangkat ke Attica. Mereka harus membeli perlengkapan terlebih dahulu supaya bisa menyamar sebagai pedagang yang ceritanya sedang dalam perjalanan bisnis menuju Attica.

Tugas ini tidak seperti menumpas pemberontakan semata. Setelah menyelesaikan pengiriman suratnya, maka itu akan menjadi lonceng bergabungnya keluarga Spanner dalam menumpas kamu pemberontak. Wilayah ini pasti akan menjadi incaran mereka. Kita harus lebih hati-hati ke depannya.

Dalam perjalanannya Roderick tampak merenungkan sesuatu. Ia sepertinya sedang merasa dilema dengan situasi yang akan ia hadapi di masa depan.

"Paman...?"

"Paman!"

Ketika sedang berada dalam lamunan, tiba-tiba Roderick terkejut karena dari tadi ada seseorang yang terus memanggilnya hingga membuatnya tersadar.

"Apa kamu lupa bawa suratnya?"

Orang yang dari tadi memanggilnya adalah Hengki. Ia duduk tepat di belakang Roderick karena Hengki tidak bisa mengendarai kuda sendiri.

"Tidak, kenapa kamu malah bertanya seperti itu?" jawab Roderick sambil bertanya kembali.

"Wajahmu terlihat penuh kekhawatiran..., atau anda justru lupa tidak bawa uang?"

Hengki ternyata dari tadi memperhatikan Roderick, Ia merasa wajah Roderick sedari tadi penuh dengan rasa kekhawatiran. Oleh karena itu, Hengki lantas bertanya kepadanya.

"Itu bukan masalah besar, jadi jangan khawatir."

Roderick kemudian menenangkan Hengki dengan bilang kalau dirinya tidak sedang memikirkan suatu masalah yang besar.

"Di depan sana sudah terlihat gerbang masuknya. Kita harus turun dulu sekarang, di dalam kota tidak di perkenankan untuk menunggangi kuda."

Sambil menunjuk ke arah gerbang, Roderick bilang kalau mereka sebentar lagi sampai di kota.

"ke arah sini terlebih dahulu!"

Setelah berjalan kaki sebentar, gerbang kota pun sudah di depan mata. Mereka lalu diarahkan oleh prajurit penjaga untuk mengantre, supaya bisa di cek satu persatu terlebih dahulu.

Beberapa menit berlalu, giliran Hengki dan Roderick akhirnya tiba.

"Dari mana kalian datang?!" tanya prajurit tersebut.

"kami berasal dari Iraklio..."

Belum juga selesai dengan jawabannya, prajurit itu sontak terkejut karena yang sedang diperiksa olehnya ternyata adalah Roderick. Legenda hidup yang saat ini dikenal sebagai penasihat Doux Zeno.

"...Kami ke sini mau melakukan perjalanan dagang menuju Attica," jawab Roderick.

Kamu harus pura-pura tidak tahu.

Selesai memberikan jawabannya. Roderick lalu memelototi penjaga tersebut, ia memberikan sebuah isyarat supaya orang yang memeriksanya ini pura-pura tidak kenal kepadanya.

"Ba-baiklah kalau begitu, si-silakan lewat." Dengan gugup penjaga itu mempersilakannya masuk.

Di dalam kota suasana begitu ramai. Banyak orang berlalu lalang ke sana kemari, mereka memiliki urusannya masing-masing.

Para nelayan yang baru tiba tampak sedang mengeluarkan ikannya untuk di serahkan kepada penjual ikan, Di lain sisi ada juga beberapa pedagang yang terlihat tengah ribut dengan calon pembelinya, tampaknya ia mengeluhkan harga yang menurutnya terlalu kemahalan.

Sementara di toko pakaian, terlihat seorang pedagang wanita tengah adu argumen dengan segerombolan orang.

"Apa yang mau kamu lakukan Zoe? Kalau ketahuan pasukan kerajaan bagaimana?" ucap si pedagang tersebut.

"Tapi ini juga demi masa depan kita ibu, memangnya ibu mau kita hidup seperti ini terus?"

Sepertinya ibu-ibu itu sedang berbicara dengan gadis yang bernama Zoe. Dari pembicaraannya tampaknya Zoe adalah anak si ibu tersebut.

"Apanya yang masa depan, yang ada justru kamu tidak punya masa depan nanti. Lagian kalian juga kenapa pakai ikut-ikutan segala sih!?" bentaknya.

"Kita terinspirasi dengan pemikiran orang itu, dia bilang kalau nanti ketika kerajaan ini hanc-"

Belum juga selesai bicaranya, tiba-tiba rekan yang ada di sampingnya memberikan sebuah isyarat kalau ada orang yang datang.

"Kita harus pergi dulu, Ibu jaga diri baik-baik ketika aku tidak ada," ucap Zoe.

"Eh... Zoe! Ibu bilang jangan ya jangan!"

Mereka lantas buru-buru pergi karena rekan yang tadi memberikan sebuah isyarat cukup curiga dengan sosok orang yang menghampiri toko ini, orang itu tampak sangat tidak asing.

Gedebuk!

"Maaf..."

Ketika hendak menjauh, Zoe kemudian menabrak orang yang ternyata dari tadi sudah berdiri di samping mereka. Sambil mengambil pita miliknya yang terjatuh, Zoe pun dengan cepat menyusul rekannya yang sudah pergi.

Dan orang yang ia tabrak tersebut adalah Hengki.

'Orang itu'? Apa mereka kelompok yang ingin memberontak? Bahaya juga kalau mereka sampai terorganisir.

Hengki yang sudah ada dari tadi ternyata sempat mendengar perbincangan Zoe dan ibunya, kehadirannya tidak terdeteksi karena tubuhnya yang bisa di bilang kecil dan Hengki juga memiliki hawa keberadaan yang rendah akibat sikapnya yang dingin.

"Ada apa?"

Roderick yang baru tiba kemudian bertanya kepada Hengki.

"Bukan apa-apa?" jawabnya.

"Haha... Jadi kamu juga sering melamun yah. Jangan sedih orang yang sering melamun itu biasanya cerdas," ucap Roderick.

"Siapa yang sedih. Lagian dari mana saja paman ini?" tanya Hengki.

"Hanya melihat-lihat toko perhiasan sebentar, siapa tahu ada yang kusuka."

Alasan Roderick tiba belakangan ternyata karena ia ingin melihat toko perhiasan terlebih dahulu tadi.

"Oh...," balas Hengki.

"Kalau begitu ayo kita pilih-pilih dulu pakaian yang akan kita gunakan."

Roderick lantas menyuruh Hengki untuk memilih-milih pakaiannya sendiri.

"Silakan tuan, ada banyak jenis pakaian yang saya jual. Ada yang harga murah dan ada juga yang mahal."

Dengan sangat ramah ibu itu menawarkan dagangannya kepada Hengki dan Roderick.

Melihat sikap ramahnya, Roderick kemudian memberikan senyuman balasan kepada si ibu, sementara Hengki justru langsung fokus melihat-lihat pakaian apa yang akan dirinya gunakan untuk perjalanan nanti.

Terpopuler

Comments

Luthfy

Luthfy

jangan melamun nanti kesurupan kerasukan setan 🎤

2022-08-16

3

Ray

Ray

Rakyat mulai memberontak kah Thor, karena keadaan ekonomi akibat krisis di kerajaan itu? Semakin penasaran 🙏

2022-08-07

3

jeruk_asem

jeruk_asem

pemberontakan

2022-08-02

3

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Rutinitas
2 Episode 2 - Mimpi Yang Membingungkan
3 Episode 3 - Setelah Sekian Lama
4 Episode 4 - Bobs. Kendalikan Emosimu
5 Episode 5 - Ksatria Sejati
6 Episode 6 - Namaku Hengki Tantama
7 Episode 7 - Prediksi Masa Depan
8 Episode 8 - Tampan Tetapi Kejam
9 Episode 9 - Soto Ayam
10 Episode 10 - Keceriaan Yang Telah Kembali
11 Episode 11 - Masih Di sini
12 Episode 12 - Surat Permohonan
13 Episode 13 - Keramaian
14 Episode 14 - Sang Mata Elang
15 Episode 15 - Penghakiman Yang Tidak Sempurna
16 Episode 16 - Janji Sang Terdahulu
17 Episode 17 - Kastel Naupaktos
18 Episode 18 - Reuni Singkat 2 Legenda
19 Episode 19 - Persiapan Berlayar
20 Daftar Wilayah
21 Episode 20 - Tak Tahu Diri
22 Episode 21 - Mobilisasi Pasukan
23 Episode 22 - Yang Tersisa
24 Episode 23 - Persiapan
25 Episode 24 - 2 Panglima Pemula
26 Episode 25 - Thriller
27 Episode 26 - Avis
28 Episode 27 - Gelombang I
29 Episode 28 - Benedict
30 Episode 29 - Sebelum Memulai Kembali
31 Episode 30 - Kublai Khan + Pengumuman
32 Episode 31 - Antara Pesimis & Optimis
33 Episode 32 - Permulaan Gelombang II
34 Episode 33 - Bidik & Lepaskan
35 Episode 34 - Who Is Really Being Threatened?
36 Episode 35 - Hutan Membara
37 Episode 36 - Nullum Consilium est Perfectum
38 Episode 37 - Darah
39 Episode 38 - Kemenangan Benedict
40 Episode 39 - Awal Kisah Untuk Hengki
41 Episode 40 - Tersanjung
42 Episode 40.1 - Kenangan Buruk
43 Episode 41 - Berlebihan
44 Episode 41.1 - Gambaran Stabia
45 Episode 41.2 - Curahan Hati Ajax
46 Episode 42 - Mindset
47 Episode 43 - Tanda Awal Perubahan
48 Episode 44 - Elliot Lascaris
49 Episode 44.1 - William Artemis
50 Episode 44.2 - Awal Mahakarya
51 Episode 45 - New Journey Begins
52 Episode 45.1 - Kemarahan Ajax
53 Episode 45.2 - Ajax, Pasukannya dan Dendam Rakyat Stabia (1)
54 Episode 46 - Jan, Pasukannya dan Dendam Kapten Alfred (2)
55 Episode 46.1 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (1)
56 Episode 46.2 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (2)
57 Episode 47 - Situasi Terkini Di Tempat Lain
58 Episode 47.1 - Jan, Mimpinya & Penyelamatan Hengki
59 Episode 47.2 - Hengki, Kesempatan & Tekad Jan
60 Episode 48 - Kesedihan Dan Kesenangan
61 Episode 48.1 - Belum Usai
62 Episode 48.2 - Dilema William
63 Episode 49 - Percikan Awal
64 Episode 49.1 - Hari Pertama Setelah Tumbangnya German
65 Episode 49.2 - Pendekatan Dengan Jan
66 Episode 50 - Semuanya Butuh Pertolongan
67 Episode 50.1 - Beringas
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Episode 1 - Rutinitas
2
Episode 2 - Mimpi Yang Membingungkan
3
Episode 3 - Setelah Sekian Lama
4
Episode 4 - Bobs. Kendalikan Emosimu
5
Episode 5 - Ksatria Sejati
6
Episode 6 - Namaku Hengki Tantama
7
Episode 7 - Prediksi Masa Depan
8
Episode 8 - Tampan Tetapi Kejam
9
Episode 9 - Soto Ayam
10
Episode 10 - Keceriaan Yang Telah Kembali
11
Episode 11 - Masih Di sini
12
Episode 12 - Surat Permohonan
13
Episode 13 - Keramaian
14
Episode 14 - Sang Mata Elang
15
Episode 15 - Penghakiman Yang Tidak Sempurna
16
Episode 16 - Janji Sang Terdahulu
17
Episode 17 - Kastel Naupaktos
18
Episode 18 - Reuni Singkat 2 Legenda
19
Episode 19 - Persiapan Berlayar
20
Daftar Wilayah
21
Episode 20 - Tak Tahu Diri
22
Episode 21 - Mobilisasi Pasukan
23
Episode 22 - Yang Tersisa
24
Episode 23 - Persiapan
25
Episode 24 - 2 Panglima Pemula
26
Episode 25 - Thriller
27
Episode 26 - Avis
28
Episode 27 - Gelombang I
29
Episode 28 - Benedict
30
Episode 29 - Sebelum Memulai Kembali
31
Episode 30 - Kublai Khan + Pengumuman
32
Episode 31 - Antara Pesimis & Optimis
33
Episode 32 - Permulaan Gelombang II
34
Episode 33 - Bidik & Lepaskan
35
Episode 34 - Who Is Really Being Threatened?
36
Episode 35 - Hutan Membara
37
Episode 36 - Nullum Consilium est Perfectum
38
Episode 37 - Darah
39
Episode 38 - Kemenangan Benedict
40
Episode 39 - Awal Kisah Untuk Hengki
41
Episode 40 - Tersanjung
42
Episode 40.1 - Kenangan Buruk
43
Episode 41 - Berlebihan
44
Episode 41.1 - Gambaran Stabia
45
Episode 41.2 - Curahan Hati Ajax
46
Episode 42 - Mindset
47
Episode 43 - Tanda Awal Perubahan
48
Episode 44 - Elliot Lascaris
49
Episode 44.1 - William Artemis
50
Episode 44.2 - Awal Mahakarya
51
Episode 45 - New Journey Begins
52
Episode 45.1 - Kemarahan Ajax
53
Episode 45.2 - Ajax, Pasukannya dan Dendam Rakyat Stabia (1)
54
Episode 46 - Jan, Pasukannya dan Dendam Kapten Alfred (2)
55
Episode 46.1 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (1)
56
Episode 46.2 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (2)
57
Episode 47 - Situasi Terkini Di Tempat Lain
58
Episode 47.1 - Jan, Mimpinya & Penyelamatan Hengki
59
Episode 47.2 - Hengki, Kesempatan & Tekad Jan
60
Episode 48 - Kesedihan Dan Kesenangan
61
Episode 48.1 - Belum Usai
62
Episode 48.2 - Dilema William
63
Episode 49 - Percikan Awal
64
Episode 49.1 - Hari Pertama Setelah Tumbangnya German
65
Episode 49.2 - Pendekatan Dengan Jan
66
Episode 50 - Semuanya Butuh Pertolongan
67
Episode 50.1 - Beringas

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!