Episode 2 - Mimpi Yang Membingungkan

Hengki memejamkan matanya yang telah mengantuk, merapikan tempat tidur dari debu untuk membuatnya lebih nyaman. Diapun lantas terlelap sambil memegangi perutnya yang masih lapar.

Setelah beberapa menit. Di dalam kegelapan dirinya sadar bahwa ia masih belum tertidur. Akan tetapi entah mengapa Hengki tidak bisa membuka matanya. Kesunyian di rumahnya tiba-tiba mulai berubah menjadi hawa yang berbeda. Angin terasa jelas membuat tubuhnya cukup kedinginan, rasanya seperti ada angin kencang berhembus disekitar badannya. Akan tetapi biasanya angin kencang selalu terjadi ketika hujan tiba namun kali ini entah mengapa suasana terasa sangat asing baginya.

Beberapa saat kemudian. Hengki mulai bisa mengontrol kembali tubuhnya, saat ini ia merasa bahwa matanya sudah bisa dibuka.

TWEET!! TWEET!! TWEET!!

Suara dari beberapa burung tiba-tiba terdengar jelas di atas kepala Hengki.

Setelah membuka mata ia melihat jenis burung yang selama ini tidak pernah ia temukan dimanapun.

Dimana ini?

Setelah membuka matanya ia lantas merasa kebingungan dengan situasi yang ada. Sambil mencoba berdiri dari tidurnya, Hengki berusaha untuk melihat area sekitar.

Saat ini dirinya tertidur diatas bukit kecil. Setelah ia berdiri dan melihat dimana ia berada, dia menatap jalan setapak khas pedesaan yang belum diaspal dan banyak pepohonan tinggi yang biasa Hengki lihat di film-film khas barat.

"Apa ini hanya mimpi?" tanyanya mencoba untuk menebak apa yang sedang terjadi.

Ia melihat langit yang seharusnya sedang sore namun entah mengapa warnanya berbeda dari senja yang biasanya berwarna kuning kemerahaan.

KRUK!! KRUK!! KRUK!!

Bunyi suara perut yang masih saja belum hilang.

"Brengsek, bahkan di dalam mimpi pun rasa lapar ini belum juga hilang."

Hengki kemudian memegangi perutnya. Kali ini ia merasa betul-betul kesakitan akibat belum makan seharian penuh.

"Apa pohon itu berbuah?" Dengan tatapan penuh lesu ia melihat ke arah pohon. Berharap jika pohon itu memiliki buah yang bisa dirinya makan. Namun apa daya pohon itu jelas tidak berbuah sama sekali.

"Sekarang aku harus berbuat apa?" tanya Hengki sambil menutup matanya dengan tangan kiri dan memegangi perut dengan tangan satunya lagi.

KTUPLAK!! KTUPLAK!!

Dari kejauhan di jalan setapak tampak kereta kuda yang sedang mengangkut rombongan orang, maju dengan perlahan.

"Sedang apa bocah itu di pagi buta seperti ini?" tanya seorang pria kekar dengan sebilah tombaknya yang juga besar sambil menengok ke arah Hengki.

Ya tuhan lapar sekali ...

Ucap Hengki sambil merintih kesakitan.

"Woy bocah! Kalau mau mati setidaknya jangan di dekat jalan seperti ini!"  teriak pria itu sambil turun dari kereta kudanya.

"Ada berisik apa di depan, Bu?"

Sementara dari dalam kereta. Tampak perempuan kecil tiba-tiba terbangun dari tidurnya akibat suara gertakan dari luar. Dia lalu bertanya kepada orang-orang yang berada di dalam sambil menggosok matanya dengan tangan.

"Eh ... apa suara tadi membangunkanmu nona?"

Seorang perempuan yang berada di depannya lalu bertanya dengan nada pelan namun tampak panik. Ia terlihat sangat menghormati gadis kecil itu.

___________

"Hei, kamu kenapa terbaring sendiri disini?" tanyanya saat sudah dekat dengan Hengki.

Sementara mendengar dirinya dipanggil. Hengki pun sontak mengangkatkan badannya.

Setelah melihat wajah Hengki, pria kekar tadi merasa sangat keheranan. Bagaimana tidak, perawakan yang dimiliki Hengki membuatnya bingung.

Aku yakin kalau bocah ini tidak sedang dalam kondisi mengenaskan. Tapi mengapa perawakannya benar-benar asing bagi orang Socotre pada umumnya? Dan juga kulitnya tidak terlalu hitam seperti orang Kane-

GRAB!!

Setelah berdiri dari tidurnya, Hengki tanpa pikir panjang langsung mencengkram kerah baju pria tersebut.

"Bagus, kamu pasti datang dari khayalanku kan. Sekarang dimana makanannya?"

Ketika sedang mencerna apa yang sedang terjadi pada orang di depannya, pria kekar ini sontak kaget karena tiba-tiba Hengki mencengkram kerah lehernya dan berbicara mengenai makanan.

Apa bocah ini bandit? pikirnya.

"Apa kamu tidak belajar sopan santun, Nak? Atau perlu kuajari bagaimana caranya bersikap kepada orang yang lebih tua dari mu!?" Bentaknya sambil berekspresi marah.

SYUT!!

Mendengar gertakan dari pria kekar itu tidaklah membuat Hengki gentar karena dia menganggap ini semua hanyalah mimpi belaka, jadi dia pikir orang ini hanya sekedar bertugas untuk mengantar makanan

"Aku tidak butuh dialog tambahan darimu. Skip saja langsung mana makanannya?" Dia kemudian melirik ke arah kereta kuda, dan berpikir mungkin makanannya ada disana.

Pasti ada disana Pikir hengki.

"hehehe... bagus, Bagus. Tugasmu sudah beres menghilang saja sana," ucap Hengki.

Dirinya lantas bergegas pergi menuju kereta tersebut.

GRAB!!

"Kau benar-benar perlu dihajar sepertinya!" Pria ini benar-benar marah besar kepada Hengki sekarang. Tangannya yang berotot bahkan sampai keluar uratnya itu sekarang menempel di bahunya Hengki.

*Apa-apaan sih nih kurir makanan? *

Orang pada umumnya mungkin akan ketakutan jika diperlakukan seperti ini, bahkan Hengki pun harusnya merasa takut. Namun karena alam bawah sadarnya tetap menganggap bahwa ini hanyalah mimpi membuat rasa takut itu sirna.

Hampir saja lengan si pria mencekik leher Hengki untuk menguncinya. Tiba-tiba tirai kain yang menutupi jendela kereta kuda itu terbuka. Tampak seorang gadis kecil melihat ke arah mereka berdua yang sedang terlibat cekcok.

"Nona Spanner! Apa nona merasa terganggu dengan orang ini? Maafkan saya, kalau begitu saya akan menyelesaikan urusan saya dengan pria malang ini dengan cepat."

Pria itu langsung melepaskan Hengki, lalu mendekati Nona yang dipanggil Spanner tadi sambil sedikit membungkuk.

"Tidak perlu minta maaf, Tuan Bobs. Lagi pula aku sudah tidur cukup lama, kok."

Sambil tersenyum manis. Gadis itu berusaha untuk menenangkan pria yang ternyata bernama Bobs ini agar tidak perlu merasa bersalah.

"Skip! Skip! Skip!" Dengan nada kesal Hengki menghentikan momen itu. Saat ini yang ada di pikirannya hanyalah dimana makanan yang ia inginkan berada.

"Aduh... dialog kalian ini terlalu kebanyakan. Apa gara-gara aku sering nonton anime, ya? khayalan alam bawah sadarku jadi membuatnya menjadi ribet begini."

Sambil menggaruk-garuk kepala, Hengki merasa kesal karena lagi dan lagi makanan yang dirinya inginkan tak kunjung muncul juga.

"Nak, sebagai orang dewasa kesabaranku juga sama ada batasnya. Jangan menyesal karena telah berlaku tidak sopan seperti ini, anggap saja ini hanyalah sebuah pelajaran untuk mendewasakan dirimu." ucap Bobs dengan nada ringan namun terdengar sangat tegas.

"Bobs. Sudah biarkan saja, jangan melakukan kekerasan di depan mata Nona Spanner. Lagi pula yang anak muda itu inginkan hanyalah sebuah makanan bukan? aku akan berikan roti milikku saja kepadanya."

Di samping Nona itu tiba-tiba ada seorang kakek tua yang berbicara kepada Bobs agar menghentikan pertikaian ini. Sekali melihatnya saja tampak jelas kalau kakek ini sangat memiliki wibaya yang tinggi. Dilihat dari penampilan dan gesturnya mungkin kakek ini memiliki posisi yang cukup tinggi.

ternyata si kurir makanannya adalah kakek tua ini. Kenapa dia tidak muncul dari awal sih?

Terpopuler

Comments

Luthfy

Luthfy

Hengki udh kaya preman aja ga kenal tpi maen palak wkwkwk

2022-08-13

3

Luthfy

Luthfy

Bangun tidur ku pindah dunia xixixi

2022-08-13

3

Ray

Ray

Wih keren, terseret ke waktu dulu atau berada di alam bawa sadar Thor🤔?

2022-08-07

4

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Rutinitas
2 Episode 2 - Mimpi Yang Membingungkan
3 Episode 3 - Setelah Sekian Lama
4 Episode 4 - Bobs. Kendalikan Emosimu
5 Episode 5 - Ksatria Sejati
6 Episode 6 - Namaku Hengki Tantama
7 Episode 7 - Prediksi Masa Depan
8 Episode 8 - Tampan Tetapi Kejam
9 Episode 9 - Soto Ayam
10 Episode 10 - Keceriaan Yang Telah Kembali
11 Episode 11 - Masih Di sini
12 Episode 12 - Surat Permohonan
13 Episode 13 - Keramaian
14 Episode 14 - Sang Mata Elang
15 Episode 15 - Penghakiman Yang Tidak Sempurna
16 Episode 16 - Janji Sang Terdahulu
17 Episode 17 - Kastel Naupaktos
18 Episode 18 - Reuni Singkat 2 Legenda
19 Episode 19 - Persiapan Berlayar
20 Daftar Wilayah
21 Episode 20 - Tak Tahu Diri
22 Episode 21 - Mobilisasi Pasukan
23 Episode 22 - Yang Tersisa
24 Episode 23 - Persiapan
25 Episode 24 - 2 Panglima Pemula
26 Episode 25 - Thriller
27 Episode 26 - Avis
28 Episode 27 - Gelombang I
29 Episode 28 - Benedict
30 Episode 29 - Sebelum Memulai Kembali
31 Episode 30 - Kublai Khan + Pengumuman
32 Episode 31 - Antara Pesimis & Optimis
33 Episode 32 - Permulaan Gelombang II
34 Episode 33 - Bidik & Lepaskan
35 Episode 34 - Who Is Really Being Threatened?
36 Episode 35 - Hutan Membara
37 Episode 36 - Nullum Consilium est Perfectum
38 Episode 37 - Darah
39 Episode 38 - Kemenangan Benedict
40 Episode 39 - Awal Kisah Untuk Hengki
41 Episode 40 - Tersanjung
42 Episode 40.1 - Kenangan Buruk
43 Episode 41 - Berlebihan
44 Episode 41.1 - Gambaran Stabia
45 Episode 41.2 - Curahan Hati Ajax
46 Episode 42 - Mindset
47 Episode 43 - Tanda Awal Perubahan
48 Episode 44 - Elliot Lascaris
49 Episode 44.1 - William Artemis
50 Episode 44.2 - Awal Mahakarya
51 Episode 45 - New Journey Begins
52 Episode 45.1 - Kemarahan Ajax
53 Episode 45.2 - Ajax, Pasukannya dan Dendam Rakyat Stabia (1)
54 Episode 46 - Jan, Pasukannya dan Dendam Kapten Alfred (2)
55 Episode 46.1 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (1)
56 Episode 46.2 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (2)
57 Episode 47 - Situasi Terkini Di Tempat Lain
58 Episode 47.1 - Jan, Mimpinya & Penyelamatan Hengki
59 Episode 47.2 - Hengki, Kesempatan & Tekad Jan
60 Episode 48 - Kesedihan Dan Kesenangan
61 Episode 48.1 - Belum Usai
62 Episode 48.2 - Dilema William
63 Episode 49 - Percikan Awal
64 Episode 49.1 - Hari Pertama Setelah Tumbangnya German
65 Episode 49.2 - Pendekatan Dengan Jan
66 Episode 50 - Semuanya Butuh Pertolongan
67 Episode 50.1 - Beringas
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Episode 1 - Rutinitas
2
Episode 2 - Mimpi Yang Membingungkan
3
Episode 3 - Setelah Sekian Lama
4
Episode 4 - Bobs. Kendalikan Emosimu
5
Episode 5 - Ksatria Sejati
6
Episode 6 - Namaku Hengki Tantama
7
Episode 7 - Prediksi Masa Depan
8
Episode 8 - Tampan Tetapi Kejam
9
Episode 9 - Soto Ayam
10
Episode 10 - Keceriaan Yang Telah Kembali
11
Episode 11 - Masih Di sini
12
Episode 12 - Surat Permohonan
13
Episode 13 - Keramaian
14
Episode 14 - Sang Mata Elang
15
Episode 15 - Penghakiman Yang Tidak Sempurna
16
Episode 16 - Janji Sang Terdahulu
17
Episode 17 - Kastel Naupaktos
18
Episode 18 - Reuni Singkat 2 Legenda
19
Episode 19 - Persiapan Berlayar
20
Daftar Wilayah
21
Episode 20 - Tak Tahu Diri
22
Episode 21 - Mobilisasi Pasukan
23
Episode 22 - Yang Tersisa
24
Episode 23 - Persiapan
25
Episode 24 - 2 Panglima Pemula
26
Episode 25 - Thriller
27
Episode 26 - Avis
28
Episode 27 - Gelombang I
29
Episode 28 - Benedict
30
Episode 29 - Sebelum Memulai Kembali
31
Episode 30 - Kublai Khan + Pengumuman
32
Episode 31 - Antara Pesimis & Optimis
33
Episode 32 - Permulaan Gelombang II
34
Episode 33 - Bidik & Lepaskan
35
Episode 34 - Who Is Really Being Threatened?
36
Episode 35 - Hutan Membara
37
Episode 36 - Nullum Consilium est Perfectum
38
Episode 37 - Darah
39
Episode 38 - Kemenangan Benedict
40
Episode 39 - Awal Kisah Untuk Hengki
41
Episode 40 - Tersanjung
42
Episode 40.1 - Kenangan Buruk
43
Episode 41 - Berlebihan
44
Episode 41.1 - Gambaran Stabia
45
Episode 41.2 - Curahan Hati Ajax
46
Episode 42 - Mindset
47
Episode 43 - Tanda Awal Perubahan
48
Episode 44 - Elliot Lascaris
49
Episode 44.1 - William Artemis
50
Episode 44.2 - Awal Mahakarya
51
Episode 45 - New Journey Begins
52
Episode 45.1 - Kemarahan Ajax
53
Episode 45.2 - Ajax, Pasukannya dan Dendam Rakyat Stabia (1)
54
Episode 46 - Jan, Pasukannya dan Dendam Kapten Alfred (2)
55
Episode 46.1 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (1)
56
Episode 46.2 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (2)
57
Episode 47 - Situasi Terkini Di Tempat Lain
58
Episode 47.1 - Jan, Mimpinya & Penyelamatan Hengki
59
Episode 47.2 - Hengki, Kesempatan & Tekad Jan
60
Episode 48 - Kesedihan Dan Kesenangan
61
Episode 48.1 - Belum Usai
62
Episode 48.2 - Dilema William
63
Episode 49 - Percikan Awal
64
Episode 49.1 - Hari Pertama Setelah Tumbangnya German
65
Episode 49.2 - Pendekatan Dengan Jan
66
Episode 50 - Semuanya Butuh Pertolongan
67
Episode 50.1 - Beringas

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!