Hengki memejamkan matanya yang telah mengantuk, merapikan tempat tidur dari debu untuk membuatnya lebih nyaman. Diapun lantas terlelap sambil memegangi perutnya yang masih lapar.
Setelah beberapa menit. Di dalam kegelapan dirinya sadar bahwa ia masih belum tertidur. Akan tetapi entah mengapa Hengki tidak bisa membuka matanya. Kesunyian di rumahnya tiba-tiba mulai berubah menjadi hawa yang berbeda. Angin terasa jelas membuat tubuhnya cukup kedinginan, rasanya seperti ada angin kencang berhembus disekitar badannya. Akan tetapi biasanya angin kencang selalu terjadi ketika hujan tiba namun kali ini entah mengapa suasana terasa sangat asing baginya.
Beberapa saat kemudian. Hengki mulai bisa mengontrol kembali tubuhnya, saat ini ia merasa bahwa matanya sudah bisa dibuka.
TWEET!! TWEET!! TWEET!!
Suara dari beberapa burung tiba-tiba terdengar jelas di atas kepala Hengki.
Setelah membuka mata ia melihat jenis burung yang selama ini tidak pernah ia temukan dimanapun.
Dimana ini?
Setelah membuka matanya ia lantas merasa kebingungan dengan situasi yang ada. Sambil mencoba berdiri dari tidurnya, Hengki berusaha untuk melihat area sekitar.
Saat ini dirinya tertidur diatas bukit kecil. Setelah ia berdiri dan melihat dimana ia berada, dia menatap jalan setapak khas pedesaan yang belum diaspal dan banyak pepohonan tinggi yang biasa Hengki lihat di film-film khas barat.
"Apa ini hanya mimpi?" tanyanya mencoba untuk menebak apa yang sedang terjadi.
Ia melihat langit yang seharusnya sedang sore namun entah mengapa warnanya berbeda dari senja yang biasanya berwarna kuning kemerahaan.
KRUK!! KRUK!! KRUK!!
Bunyi suara perut yang masih saja belum hilang.
"Brengsek, bahkan di dalam mimpi pun rasa lapar ini belum juga hilang."
Hengki kemudian memegangi perutnya. Kali ini ia merasa betul-betul kesakitan akibat belum makan seharian penuh.
"Apa pohon itu berbuah?" Dengan tatapan penuh lesu ia melihat ke arah pohon. Berharap jika pohon itu memiliki buah yang bisa dirinya makan. Namun apa daya pohon itu jelas tidak berbuah sama sekali.
"Sekarang aku harus berbuat apa?" tanya Hengki sambil menutup matanya dengan tangan kiri dan memegangi perut dengan tangan satunya lagi.
KTUPLAK!! KTUPLAK!!
Dari kejauhan di jalan setapak tampak kereta kuda yang sedang mengangkut rombongan orang, maju dengan perlahan.
"Sedang apa bocah itu di pagi buta seperti ini?" tanya seorang pria kekar dengan sebilah tombaknya yang juga besar sambil menengok ke arah Hengki.
Ya tuhan lapar sekali ...
Ucap Hengki sambil merintih kesakitan.
"Woy bocah! Kalau mau mati setidaknya jangan di dekat jalan seperti ini!" teriak pria itu sambil turun dari kereta kudanya.
"Ada berisik apa di depan, Bu?"
Sementara dari dalam kereta. Tampak perempuan kecil tiba-tiba terbangun dari tidurnya akibat suara gertakan dari luar. Dia lalu bertanya kepada orang-orang yang berada di dalam sambil menggosok matanya dengan tangan.
"Eh ... apa suara tadi membangunkanmu nona?"
Seorang perempuan yang berada di depannya lalu bertanya dengan nada pelan namun tampak panik. Ia terlihat sangat menghormati gadis kecil itu.
___________
"Hei, kamu kenapa terbaring sendiri disini?" tanyanya saat sudah dekat dengan Hengki.
Sementara mendengar dirinya dipanggil. Hengki pun sontak mengangkatkan badannya.
Setelah melihat wajah Hengki, pria kekar tadi merasa sangat keheranan. Bagaimana tidak, perawakan yang dimiliki Hengki membuatnya bingung.
Aku yakin kalau bocah ini tidak sedang dalam kondisi mengenaskan. Tapi mengapa perawakannya benar-benar asing bagi orang Socotre pada umumnya? Dan juga kulitnya tidak terlalu hitam seperti orang Kane-
GRAB!!
Setelah berdiri dari tidurnya, Hengki tanpa pikir panjang langsung mencengkram kerah baju pria tersebut.
"Bagus, kamu pasti datang dari khayalanku kan. Sekarang dimana makanannya?"
Ketika sedang mencerna apa yang sedang terjadi pada orang di depannya, pria kekar ini sontak kaget karena tiba-tiba Hengki mencengkram kerah lehernya dan berbicara mengenai makanan.
Apa bocah ini bandit? pikirnya.
"Apa kamu tidak belajar sopan santun, Nak? Atau perlu kuajari bagaimana caranya bersikap kepada orang yang lebih tua dari mu!?" Bentaknya sambil berekspresi marah.
SYUT!!
Mendengar gertakan dari pria kekar itu tidaklah membuat Hengki gentar karena dia menganggap ini semua hanyalah mimpi belaka, jadi dia pikir orang ini hanya sekedar bertugas untuk mengantar makanan
"Aku tidak butuh dialog tambahan darimu. Skip saja langsung mana makanannya?" Dia kemudian melirik ke arah kereta kuda, dan berpikir mungkin makanannya ada disana.
Pasti ada disana Pikir hengki.
"hehehe... bagus, Bagus. Tugasmu sudah beres menghilang saja sana," ucap Hengki.
Dirinya lantas bergegas pergi menuju kereta tersebut.
GRAB!!
"Kau benar-benar perlu dihajar sepertinya!" Pria ini benar-benar marah besar kepada Hengki sekarang. Tangannya yang berotot bahkan sampai keluar uratnya itu sekarang menempel di bahunya Hengki.
*Apa-apaan sih nih kurir makanan? *
Orang pada umumnya mungkin akan ketakutan jika diperlakukan seperti ini, bahkan Hengki pun harusnya merasa takut. Namun karena alam bawah sadarnya tetap menganggap bahwa ini hanyalah mimpi membuat rasa takut itu sirna.
Hampir saja lengan si pria mencekik leher Hengki untuk menguncinya. Tiba-tiba tirai kain yang menutupi jendela kereta kuda itu terbuka. Tampak seorang gadis kecil melihat ke arah mereka berdua yang sedang terlibat cekcok.
"Nona Spanner! Apa nona merasa terganggu dengan orang ini? Maafkan saya, kalau begitu saya akan menyelesaikan urusan saya dengan pria malang ini dengan cepat."
Pria itu langsung melepaskan Hengki, lalu mendekati Nona yang dipanggil Spanner tadi sambil sedikit membungkuk.
"Tidak perlu minta maaf, Tuan Bobs. Lagi pula aku sudah tidur cukup lama, kok."
Sambil tersenyum manis. Gadis itu berusaha untuk menenangkan pria yang ternyata bernama Bobs ini agar tidak perlu merasa bersalah.
"Skip! Skip! Skip!" Dengan nada kesal Hengki menghentikan momen itu. Saat ini yang ada di pikirannya hanyalah dimana makanan yang ia inginkan berada.
"Aduh... dialog kalian ini terlalu kebanyakan. Apa gara-gara aku sering nonton anime, ya? khayalan alam bawah sadarku jadi membuatnya menjadi ribet begini."
Sambil menggaruk-garuk kepala, Hengki merasa kesal karena lagi dan lagi makanan yang dirinya inginkan tak kunjung muncul juga.
"Nak, sebagai orang dewasa kesabaranku juga sama ada batasnya. Jangan menyesal karena telah berlaku tidak sopan seperti ini, anggap saja ini hanyalah sebuah pelajaran untuk mendewasakan dirimu." ucap Bobs dengan nada ringan namun terdengar sangat tegas.
"Bobs. Sudah biarkan saja, jangan melakukan kekerasan di depan mata Nona Spanner. Lagi pula yang anak muda itu inginkan hanyalah sebuah makanan bukan? aku akan berikan roti milikku saja kepadanya."
Di samping Nona itu tiba-tiba ada seorang kakek tua yang berbicara kepada Bobs agar menghentikan pertikaian ini. Sekali melihatnya saja tampak jelas kalau kakek ini sangat memiliki wibaya yang tinggi. Dilihat dari penampilan dan gesturnya mungkin kakek ini memiliki posisi yang cukup tinggi.
ternyata si kurir makanannya adalah kakek tua ini. Kenapa dia tidak muncul dari awal sih?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Luthfy
Hengki udh kaya preman aja ga kenal tpi maen palak wkwkwk
2022-08-13
3
Luthfy
Bangun tidur ku pindah dunia xixixi
2022-08-13
3
Ray
Wih keren, terseret ke waktu dulu atau berada di alam bawa sadar Thor🤔?
2022-08-07
4