Perjalanan panjang telah ditempuh Hengki dan juga Roderick. Kini mereka sudah tiba di tujuan utamanya di Wilayah Attica yaitu Kastel yang bernama Kastel Naupaktos tempat di mana Doux Nasos berada.
Meski luas wilayah Doux Nasos ini jauh lebih kecil dibanding luas wilayah kekuasaan Doux Zeno. Akan tetapi arsitektur dari Kastel Naupaktos bisa dibilang jauh lebih megah dan mewah.
Setibanya di depan gerbang. Mereka disambut oleh banyaknya patung kuda yang dibangun di atas gerbang masuk tersebut.
Namun tetap saja, meski memiliki arsitektur yang sangat megah, jumlah tentara yang ada di Kastel Naupaktos ini jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan yang ada di Kastel Iraklio yang terletak di Chandax.
"Kenapa kastel ini jauh lebih megah jika dibandingkan dengan kastel tempatmu tinggal. Bukankah harusnya terbalik yah?" tanya Hengki kepada Roderick yang sedang berada di dalam bersama sekumpulan kambing.
Meski ia sangat terkesima dengan kemegahan Kastel Naupaktos. Akan tetapi terbesit dalam benaknya bertanya mengapa kastel ini justru malah lebih megah dibanding dengan Kastel Iraklio.
"Tuanku Zeno selalu memakai hartanya sebagian untuk membantu rakyatnya terlebih dahulu. Sedangkan Doux di wilayah ini justru sering memprioritaskan uangnya untuk merenovasi kastelnya secara terus menerus," jawab Roderick.
Setelah mendengar penjelasannya, Hengki lantas kehilangan kekagumannya terhadap Kastel Naupaktos ini.
Seperti biasa setibanya di depan pintu gerbang. Kereta kuda yang hendak masuk pasti dihadang terlebih dahulu oleh penjaga gerbang.
Salah satu penjaga perlahan menghampiri mereka. Meski Chandax dan Attica berada dalam satu kerajaan yang sama, namun seragam militer mereka memiliki keunikannya tersendiri. Dan yang paling mencolok adalah lambang yang terletak pada pelindung kepala, sepertinya lambang itu adalah logo dari Wilayah masing-masing.
Chandax memiliki Logo yang bercorak gelombang air, sedangkan Attica bercorak kapal laut.
"Ada keperluan apa kalian?" tanya si penjaga kepada sang pemilik kambing dan juga Hengki.
"Kami datang sebagai tamu," jawab Hengki.
"Apa?"
Si penjaga lantas mengeluarkan ekspresi yang tidak enak dipandang, ia berpikir tidak mungkin orang jelata yang membawa kambing bersamanya ini adalah tamu sang doux.
"Saya bilang kita adalah tamu, kenapa orang tuli sepertimu bisa lolos jadi tentara!?"
Tak enak hati dipandang seperti itu, Hengki lalu mengutarakan kekesalannya dengan mengejek tentara yang sedang mengeceknya itu.
"Hebat juga kau..."
Mendengar ejekannya itu, si penjaga kemudian membuang mukanya sesaat dan bilang 'hebat juga kau' dengan nada mengancam.
"Ya, kalau begitu biarkan kami masuk," ucap Hengki.
BRAKK!!
Si penjaga lantas marah dan mengeluarkan emosinya dengan menendang roda kereta kuda tersebut.
"Beraninya kau berbicara tidak sopan seperti itu, Jelata sialan!" bentak si Penjaga.
Mendengar kata 'Jelata' keluar dari mulutnya, Sang pemilik kambing merasa sangat kesal, sambil merasa gugup ia berusaha melirik si penjaga dengan mata yang tajam.
"jelata? Kita di sini untuk mengantarkan pesan, bangsat!"
Ketika diperlakukan seperti itu, Hengki lantas membalas dengan membentak balik kepada si penjaga tersebut.
Dan sekarang si penjaga itu tampaknya mulai ingin melakukan kekerasan fisik kepada Hengki. ia berusaha untuk mencengkeram kerah baju milik Hengki. Namun sebelum tangannya menggapai Hengki, Roderick lantas menyela lalu berkata, "Ini adalah stempel surat dari Wilayah Chandax, kita datang kesini benar-benar atas perintah Doux Zeno."
Melihat stempel yang disodorkan Roderick adalah stempel asli, yang kaget tak hanya si penjaga tapi sang pemilik kambing juga ikut terkejut. Ia tidak tahu kalau orang yang meminta tumpangannya selama ini ternyata adalah bangsawan dari Wilayah seberang.
"Mengapa anda malah menaiki kereta kotor ini?"
Bukannya meminta maaf atas perbuatannya yang semena-mena, si penjaga itu justru malah bertanya kepada Roderick.
"Kita sengaja menaiki kereta ini, biar perjalanannya menjadi lebih aman saja," ucap Roderick.
"Haha... kalian cukup cerdik rupanya, aku yang tentara saja bahkan tidak ke pikiran untuk menaiki kereta kotor seperti ini," ledeknya.
"Haha... yang lucu itu kau. 'Kepikiran?' Memangnya kau punya otak untuk berpikir?"
Hengki sangat geram karena orang yang mengeceknya ini bukannya meminta maaf tapi justru malah mengatakan sesuatu yang menyakiti hati sang pemilik kambing.
"Jaga ucapanmu sialan!" bentak si penjaga.
Melihat ada kereta yang dicek sangat lama sekali, dari kejauhan seseorang dengan pakaian yang sangat glamor menghampiri kereta itu.
"Umm... Bau sekali, ada apa ini? kenapa kau sangat lama sekali mengeceknya?"
Ketika sudah dekat, Ia lantas menutup hidungnya dengan jubah yang ia pakai dan bertanya mengapa lama sekali penjaga ini mengeceknya.
"Maafkan saya tuan muda, mereka adalah utusan yang membawa surat dari Wilayah Chandax. Tetapi salah satu dari mereka terus-menerus menghina saya dari tadi," ucap si penjaga.
Menghina apanya go***k\, ucap Hengki dalam hatinya.
"Josh, sudah lama kita tidak bertemu."
Setelah melihat ada orang yang menghampiri kereta, Roderick lantas mengeluarkan kepala dan langsung menyapanya.
"Tuan Roderick, Apa itu anda? Apakah anda datang kesini karena Doux Zeno mengiyakan permintaan ayahku?"
Dengan riang gembira pemuda bernama Josh ini menghampiri kereta itu dengan lebih dekat dan tak lupa menutupi hidungnya.
"Sudah lama kita tidak bertemu. Ya, aku datang kesini karena Doux Zeno menyetujui untuk membantu Wilayah Attica melawan para pemberontak, ia berjanji akan mengerahkan 20 ribu pasukan ke wilayah ini. Detailnya mungkin bisa dilihat disuratnya nanti." jawab Roderick setelah turun dari kereta untuk menghampiri Josh.
Mendengar kabar bahwa pasukan pertolongan akan dikerahkan ke wilayahnya, Josh merasa sangat senang. Ia langsung menggenggam tangan Roderick sambil berkata, "Saya sangat senang sekali mendengar kabar tersebut. Bantuan dari wilayah anda pasti sangat berdampak sekali bagi pertahan kami, apalagi pasukan yang ada di Wilayah Chandax dan Chania kebanyakan sudah teruji langsung ketika menghadapi para penjarah dulu."
"Semoga saja sesuai harapanmu," ucap Roderick.
Melihat Roderick dan Josh berbincang ria. Di belakang Hengki lantas ikut turun dan mendekati Roderick. Sementara si penjaga yang mengeceknya tadi tiba-tiba pergi tanpa sepatah kata pun, ia kembali ke pos jaganya lagi.
"Siapa dia? apa dia muridmu juga tuan?"
Melihat Hengki mendekat, Josh lalu menanyai siapa Hengki kepada Roderick.
"Namanya Hengki, dia bukan muridku, dia hanya menemaniku saja," ucap Roderick sambil menunjuk Hengki.
"Haha... aku sudah menduganya, mana mungkin orang kurus sepertinya menjadi murid anda," ucap Josh.
Mendengar omongannya yang tampak jelas meledeknya. Ia meresponnya dengan menggelengkan kepala sambil berkata dalam benaknya, Ada masalah apa sama orang-orang yang ada di sini? Apa mereka semua punya penyakit psikologis yah?
"Tapi meski begitu, anak muda ini tidak bisa diremehkan begitu saja. Mungkin aku tidak akan menjadikannya murid karena dia sudah memiliki bakat yang sangat bagus."
Roderick membantah perkataannya kalau ia tidak mendidik Hengki karena fisiknya yang biasa-biasa saja, ia justru menilai kalau Hengki tidak perlu di kasih didikan olehnya, karena Hengki punya bakatnya tersendiri.
"Eh... maaf jika aku sudah berkata berlebihan, aku tidak menyangka anda akan membelanya seperti itu guru," ucap Josh.
Mendengar dirinya terus menjadi bahan ejekannya, Hengki kemudian menatap jeli ke arah Josh. Harus diakui memang Josh memiliki postur yang jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan Hengki, padahal mereka memiliki rentang usia yang tidak begitu jauh.
"Kalau begitu mari kita masuk ke dalam, lebih cepat akan lebih baik," ucap Josh.
Dari tadi yang bikin lama kau bodoh.
Hengki sebenarnya ingin sekali membalas semua ejekan yang dilontarkan oleh Josh kepada dirinya, namun saat ini ia sedang tidak mau merusak suasana nostalgia yang tengah terjadi antara Roderick dan murid lamanya itu.
"Baiklah tapi tunggu sebentar, aku mau membayar uang tumpangannya terlebih dahulu."
Sebelum memasuki kastel, Roderick kembali ke belakang terlebih dahulu untuk membayar uang transportasinya.
Ketika membayarnya, sang pemilik kambing terkejut, ia bilang, "Maaf, saya tidak bisa menerima uang sebanyak ini tuan."
Roderick dengan santai memberikan 1 keping emas kepadanya. Hal ini jelas membuatnya sangat terkejut karena 1 kepang emas itu bisa membeli 8 sampai 9 ekor kambing. Itu pun bahkan kambing dengan kondisi yang sangat sehat dan gemuk.
"Sudah terima saja, anggap saja ini uang sebagai tanda pertemanan kita, saya cukup senang mengobrol dengan kamu malam tadi, sangat jarang sekali di usia yang sudah ini punya teman bicara." ucap Roderick.
Mendengar perkataannya, si pemilik kambing tak kuasa untuk menahan rasa harunya, ia menggenggam erat tangan Roderick dan berkata, "Panggil saya Sam, Te-terima kasih, Terima kasih banyak."
"Terima kasih kembali. Saya Roderick, panggil saja Roderick. Semoga kita bertemu lagi dilain waktu," jawab Roderick.
Setelah itu, tak lama kemudian Sam pergi menjauh dari kastel untuk kembali ke rumahnya. Roderick berharap uang yang diberikannya tadi bisa dipakai untuk mengubah hidupnya.
Kenapa guru memberikan uang sebanyak itu kepadanya? Sepertinya aku harus merekomendasikan guru untuk pergi ke tempat Mia agar guru bisa memakai uangnya dengan lebih bijak.
Lagi dan lagi, Josh memikirkan sesuatu yang sangat tidak masuk akal.
"Mari guru, Ayahku pasti akan senang ketika tahu Doux Zeno menyetujui permintaannya," ucap Josh.
"Iya," jawab Roderick.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Ray
Roderick orang yg berwibawa dan bisa melegenda karena kedermawanannya kepada rakyat jelata ya Thor🤔?
Semakin rame ceritanya Thor 👍😘
2022-08-07
3
jeruk_asem
ok
2022-08-02
3