Episode 18 - Reuni Singkat 2 Legenda

Setibanya di halaman kastel, Mereka disambut oleh para petinggi Attica. Semua orang tampak mengenal sosok Roderick yang telah melegenda, banyak orang penting langsung menghampiri setelah melihat kedatangannya.

"Roderick. Sudah lama kita tidak berjumpa, bagaimana kabarmu sekarang?" sapa salah seorang petinggi militer kepada Roderick.

"Oww Elias, Aku baik-baik saja. Bagaimana kabarmu? Kamu tampak semakin berisi saja, apa kau sudah jarang melatih keterampilanmu?" jawab Roderick.

Elias dan Roderick adalah teman sejawat pada masa pengusiran para penjarah beberapa tahun silam.

Meski mengenakan seragam tentara yang sangat keren, Elias tapi sudah terlihat tua dan juga perut yang sangat buncit berisi.

"Aku baik-baik saja sobat. Biasalah untuk urusan perut kamu tahu sendiri aku gemar sekali makan. Ngomong-ngomong Apa kesibukanmu sekarang? kudengar kamu sudah pensiun 2 tahun yang lalu." ucap Elias.

"Iya usiaku ini sudah sangat tua, keseharianku hanyalah mengasuh dan menjaga putri penerus sambil menunggu kematian datang," jawab Roderick sambil

"Sangat disayangkan sekali orang berbakat sepertimu memutuskan untuk pensiun dari kemiliteran. Lantas siapa yang menjadi penggantimu sebagai panglima tertinggi saat ini?"

Elias tampaknya masih menikmati reuninya dengan Roderick, ia terus menerus mencecar Roderick dengan banyaknya pertanyaan. Namun tidak ada satu orang pun yang berani memotong pembicaraan karena ke-2 sosok ini sangat dihormati oleh mereka, sementara Hengki ia saat ini fokus memperhatikan obrolan antara Roderick dan Elias, karena tampaknya obrolan yang mereka bahas akan berguna untuk menambah informasi tentang hal penting yang ada di dunia ini.

"Penggantinya yaitu Bobs Pintarr. Memang dia perlu ditempa oleh waktu sih, tapi pengalamannya dalam bertempur sudah tidak perlu diragukan lagi," jawab Roderick.

"Bobs? Bobs yang selalu bersama Paris itu? Perasaan aku tidak pernah mendengar prestasinya selama ada di dalam pertempuran."

Elias kemudian ingat kalau Bobs itu adalah orang yang selalu bersama Paris di medan perang mana pun, Meski memiliki jabatan yang sama tapi Paris memang selalu mendapatkan pusat perhatian dari pasukan lain, maka dari itu jarang orang tahu apa prestasi yang dimiliki Bobs selama ini, karena semua sorotan biasanya mengarah kepada Paris.

"Iya. Tadinya penggantiku sebagai panglima itu rencananya Paris, tapi sangat disayangkan dia gugur begitu cepat. Tapi kami yakin Bobs bisa mengemban tugasnya sebagai panglima yang baru dengan sangat baik," jawab Roderick.

Mendengar jawabannya Elias hanya menganggukkan kepalanya saja karena ia memang tidak bisa menilai lebih sosok seperti apa Bobs, pandangannya kali ini kemudian teralihkan kepada Hengki yang dari tadi diam saja di belakang Roderick.

"Terus, siapa pemuda yang kamu bawa itu? apa dia salah satu petinggi Chandax yang baru juga?" tanya Elias.

Ketika Elias menanyai siapa sosok yang dibawa Roderick, semua mata kemudian tertuju ke arah Hengki.

"Bukan, bukan. Dia memang orang yang menemaniku dari Kastel Iraklio untuk mengantarkan surat, tapi anak muda ini bukanlah orang asli Chandax ataupun Chania. Aku terpaksa membawanya karena tidak ada lagi orang yang sedang senggang saat ini." Roderick menjawabnya sambil menunjuk ke arah Hengki.

"Memangnya sedang sibuk apa orang-orang yang ada di Iraklio? Ke mana juga panglima yang baru itu? bukankah secara formal dia yang harusnya menemanimu?"

Elias lantas bertanya kenapa bukan Bobs yang menemani Roderick.

"Dia sedang ada halangan, makannya tidak bisa ikut menemaniku."

Tampaknya Roderick tidak ingin memberitahukan bahwa Bobs sedang dilanda cedera akibat dikeroyok oleh pembunuh yang kemungkinan besar berafiliasi atau bagian dari pemberontak, ia tidak ingin kawan lamanya Elias meremehkan Bobs lebih jauh lagi.

"Hmm... Seperti itu. Baiklah, sepertinya yang lain sudah kelelahan dari tadi berdiri terus memperhatikan kita. Ayo kalian segera masuk ke dalam. Aku akan memanggil Tuan Nasos terlebih dahulu, kalian bisa menikmati hidangan yang akan di sajikan oleh pelayan kami yang sangat cantik-cantik di dalam."

Elias akhirnya sadar kalau obrolan mereka yang lama itu membuat orang lain canggung karena dari tadi berdiri memperhatikan mereka. Ia lantas mempersilahkan Roderick dan Hengki untuk segera masuk ke dalam, sementara Elias akan memanggil tuannya terlebih dahulu.

"Baiklah, terima kasih," jawab Roderick.

Roderick dan Hengki lantas bergegas masuk ke dalam, tak lupa ketika berjalan masuk orang-orang yang dari tadi memperhatikannya, satu persatu menghampiri Roderick untuk bersalaman dengannya. Semua orang menundukkan kepalanya kepada Roderick ketika hendak bersalaman, tanda bahwa mereka menghormati salah satu legenda hidup yang telah tiba di kastelnya ini.

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Roderick sangat dihormati, jadi penasaran seperti apa Roderick Thor 🙏
Qutunggu ceritamu💪🙏

2022-08-07

3

jeruk_asem

jeruk_asem

next

2022-08-02

3

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Rutinitas
2 Episode 2 - Mimpi Yang Membingungkan
3 Episode 3 - Setelah Sekian Lama
4 Episode 4 - Bobs. Kendalikan Emosimu
5 Episode 5 - Ksatria Sejati
6 Episode 6 - Namaku Hengki Tantama
7 Episode 7 - Prediksi Masa Depan
8 Episode 8 - Tampan Tetapi Kejam
9 Episode 9 - Soto Ayam
10 Episode 10 - Keceriaan Yang Telah Kembali
11 Episode 11 - Masih Di sini
12 Episode 12 - Surat Permohonan
13 Episode 13 - Keramaian
14 Episode 14 - Sang Mata Elang
15 Episode 15 - Penghakiman Yang Tidak Sempurna
16 Episode 16 - Janji Sang Terdahulu
17 Episode 17 - Kastel Naupaktos
18 Episode 18 - Reuni Singkat 2 Legenda
19 Episode 19 - Persiapan Berlayar
20 Daftar Wilayah
21 Episode 20 - Tak Tahu Diri
22 Episode 21 - Mobilisasi Pasukan
23 Episode 22 - Yang Tersisa
24 Episode 23 - Persiapan
25 Episode 24 - 2 Panglima Pemula
26 Episode 25 - Thriller
27 Episode 26 - Avis
28 Episode 27 - Gelombang I
29 Episode 28 - Benedict
30 Episode 29 - Sebelum Memulai Kembali
31 Episode 30 - Kublai Khan + Pengumuman
32 Episode 31 - Antara Pesimis & Optimis
33 Episode 32 - Permulaan Gelombang II
34 Episode 33 - Bidik & Lepaskan
35 Episode 34 - Who Is Really Being Threatened?
36 Episode 35 - Hutan Membara
37 Episode 36 - Nullum Consilium est Perfectum
38 Episode 37 - Darah
39 Episode 38 - Kemenangan Benedict
40 Episode 39 - Awal Kisah Untuk Hengki
41 Episode 40 - Tersanjung
42 Episode 40.1 - Kenangan Buruk
43 Episode 41 - Berlebihan
44 Episode 41.1 - Gambaran Stabia
45 Episode 41.2 - Curahan Hati Ajax
46 Episode 42 - Mindset
47 Episode 43 - Tanda Awal Perubahan
48 Episode 44 - Elliot Lascaris
49 Episode 44.1 - William Artemis
50 Episode 44.2 - Awal Mahakarya
51 Episode 45 - New Journey Begins
52 Episode 45.1 - Kemarahan Ajax
53 Episode 45.2 - Ajax, Pasukannya dan Dendam Rakyat Stabia (1)
54 Episode 46 - Jan, Pasukannya dan Dendam Kapten Alfred (2)
55 Episode 46.1 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (1)
56 Episode 46.2 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (2)
57 Episode 47 - Situasi Terkini Di Tempat Lain
58 Episode 47.1 - Jan, Mimpinya & Penyelamatan Hengki
59 Episode 47.2 - Hengki, Kesempatan & Tekad Jan
60 Episode 48 - Kesedihan Dan Kesenangan
61 Episode 48.1 - Belum Usai
62 Episode 48.2 - Dilema William
63 Episode 49 - Percikan Awal
64 Episode 49.1 - Hari Pertama Setelah Tumbangnya German
65 Episode 49.2 - Pendekatan Dengan Jan
66 Episode 50 - Semuanya Butuh Pertolongan
67 Episode 50.1 - Beringas
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Episode 1 - Rutinitas
2
Episode 2 - Mimpi Yang Membingungkan
3
Episode 3 - Setelah Sekian Lama
4
Episode 4 - Bobs. Kendalikan Emosimu
5
Episode 5 - Ksatria Sejati
6
Episode 6 - Namaku Hengki Tantama
7
Episode 7 - Prediksi Masa Depan
8
Episode 8 - Tampan Tetapi Kejam
9
Episode 9 - Soto Ayam
10
Episode 10 - Keceriaan Yang Telah Kembali
11
Episode 11 - Masih Di sini
12
Episode 12 - Surat Permohonan
13
Episode 13 - Keramaian
14
Episode 14 - Sang Mata Elang
15
Episode 15 - Penghakiman Yang Tidak Sempurna
16
Episode 16 - Janji Sang Terdahulu
17
Episode 17 - Kastel Naupaktos
18
Episode 18 - Reuni Singkat 2 Legenda
19
Episode 19 - Persiapan Berlayar
20
Daftar Wilayah
21
Episode 20 - Tak Tahu Diri
22
Episode 21 - Mobilisasi Pasukan
23
Episode 22 - Yang Tersisa
24
Episode 23 - Persiapan
25
Episode 24 - 2 Panglima Pemula
26
Episode 25 - Thriller
27
Episode 26 - Avis
28
Episode 27 - Gelombang I
29
Episode 28 - Benedict
30
Episode 29 - Sebelum Memulai Kembali
31
Episode 30 - Kublai Khan + Pengumuman
32
Episode 31 - Antara Pesimis & Optimis
33
Episode 32 - Permulaan Gelombang II
34
Episode 33 - Bidik & Lepaskan
35
Episode 34 - Who Is Really Being Threatened?
36
Episode 35 - Hutan Membara
37
Episode 36 - Nullum Consilium est Perfectum
38
Episode 37 - Darah
39
Episode 38 - Kemenangan Benedict
40
Episode 39 - Awal Kisah Untuk Hengki
41
Episode 40 - Tersanjung
42
Episode 40.1 - Kenangan Buruk
43
Episode 41 - Berlebihan
44
Episode 41.1 - Gambaran Stabia
45
Episode 41.2 - Curahan Hati Ajax
46
Episode 42 - Mindset
47
Episode 43 - Tanda Awal Perubahan
48
Episode 44 - Elliot Lascaris
49
Episode 44.1 - William Artemis
50
Episode 44.2 - Awal Mahakarya
51
Episode 45 - New Journey Begins
52
Episode 45.1 - Kemarahan Ajax
53
Episode 45.2 - Ajax, Pasukannya dan Dendam Rakyat Stabia (1)
54
Episode 46 - Jan, Pasukannya dan Dendam Kapten Alfred (2)
55
Episode 46.1 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (1)
56
Episode 46.2 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (2)
57
Episode 47 - Situasi Terkini Di Tempat Lain
58
Episode 47.1 - Jan, Mimpinya & Penyelamatan Hengki
59
Episode 47.2 - Hengki, Kesempatan & Tekad Jan
60
Episode 48 - Kesedihan Dan Kesenangan
61
Episode 48.1 - Belum Usai
62
Episode 48.2 - Dilema William
63
Episode 49 - Percikan Awal
64
Episode 49.1 - Hari Pertama Setelah Tumbangnya German
65
Episode 49.2 - Pendekatan Dengan Jan
66
Episode 50 - Semuanya Butuh Pertolongan
67
Episode 50.1 - Beringas

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!