Setibanya di halaman kastel, Mereka disambut oleh para petinggi Attica. Semua orang tampak mengenal sosok Roderick yang telah melegenda, banyak orang penting langsung menghampiri setelah melihat kedatangannya.
"Roderick. Sudah lama kita tidak berjumpa, bagaimana kabarmu sekarang?" sapa salah seorang petinggi militer kepada Roderick.
"Oww Elias, Aku baik-baik saja. Bagaimana kabarmu? Kamu tampak semakin berisi saja, apa kau sudah jarang melatih keterampilanmu?" jawab Roderick.
Elias dan Roderick adalah teman sejawat pada masa pengusiran para penjarah beberapa tahun silam.
Meski mengenakan seragam tentara yang sangat keren, Elias tapi sudah terlihat tua dan juga perut yang sangat buncit berisi.
"Aku baik-baik saja sobat. Biasalah untuk urusan perut kamu tahu sendiri aku gemar sekali makan. Ngomong-ngomong Apa kesibukanmu sekarang? kudengar kamu sudah pensiun 2 tahun yang lalu." ucap Elias.
"Iya usiaku ini sudah sangat tua, keseharianku hanyalah mengasuh dan menjaga putri penerus sambil menunggu kematian datang," jawab Roderick sambil
"Sangat disayangkan sekali orang berbakat sepertimu memutuskan untuk pensiun dari kemiliteran. Lantas siapa yang menjadi penggantimu sebagai panglima tertinggi saat ini?"
Elias tampaknya masih menikmati reuninya dengan Roderick, ia terus menerus mencecar Roderick dengan banyaknya pertanyaan. Namun tidak ada satu orang pun yang berani memotong pembicaraan karena ke-2 sosok ini sangat dihormati oleh mereka, sementara Hengki ia saat ini fokus memperhatikan obrolan antara Roderick dan Elias, karena tampaknya obrolan yang mereka bahas akan berguna untuk menambah informasi tentang hal penting yang ada di dunia ini.
"Penggantinya yaitu Bobs Pintarr. Memang dia perlu ditempa oleh waktu sih, tapi pengalamannya dalam bertempur sudah tidak perlu diragukan lagi," jawab Roderick.
"Bobs? Bobs yang selalu bersama Paris itu? Perasaan aku tidak pernah mendengar prestasinya selama ada di dalam pertempuran."
Elias kemudian ingat kalau Bobs itu adalah orang yang selalu bersama Paris di medan perang mana pun, Meski memiliki jabatan yang sama tapi Paris memang selalu mendapatkan pusat perhatian dari pasukan lain, maka dari itu jarang orang tahu apa prestasi yang dimiliki Bobs selama ini, karena semua sorotan biasanya mengarah kepada Paris.
"Iya. Tadinya penggantiku sebagai panglima itu rencananya Paris, tapi sangat disayangkan dia gugur begitu cepat. Tapi kami yakin Bobs bisa mengemban tugasnya sebagai panglima yang baru dengan sangat baik," jawab Roderick.
Mendengar jawabannya Elias hanya menganggukkan kepalanya saja karena ia memang tidak bisa menilai lebih sosok seperti apa Bobs, pandangannya kali ini kemudian teralihkan kepada Hengki yang dari tadi diam saja di belakang Roderick.
"Terus, siapa pemuda yang kamu bawa itu? apa dia salah satu petinggi Chandax yang baru juga?" tanya Elias.
Ketika Elias menanyai siapa sosok yang dibawa Roderick, semua mata kemudian tertuju ke arah Hengki.
"Bukan, bukan. Dia memang orang yang menemaniku dari Kastel Iraklio untuk mengantarkan surat, tapi anak muda ini bukanlah orang asli Chandax ataupun Chania. Aku terpaksa membawanya karena tidak ada lagi orang yang sedang senggang saat ini." Roderick menjawabnya sambil menunjuk ke arah Hengki.
"Memangnya sedang sibuk apa orang-orang yang ada di Iraklio? Ke mana juga panglima yang baru itu? bukankah secara formal dia yang harusnya menemanimu?"
Elias lantas bertanya kenapa bukan Bobs yang menemani Roderick.
"Dia sedang ada halangan, makannya tidak bisa ikut menemaniku."
Tampaknya Roderick tidak ingin memberitahukan bahwa Bobs sedang dilanda cedera akibat dikeroyok oleh pembunuh yang kemungkinan besar berafiliasi atau bagian dari pemberontak, ia tidak ingin kawan lamanya Elias meremehkan Bobs lebih jauh lagi.
"Hmm... Seperti itu. Baiklah, sepertinya yang lain sudah kelelahan dari tadi berdiri terus memperhatikan kita. Ayo kalian segera masuk ke dalam. Aku akan memanggil Tuan Nasos terlebih dahulu, kalian bisa menikmati hidangan yang akan di sajikan oleh pelayan kami yang sangat cantik-cantik di dalam."
Elias akhirnya sadar kalau obrolan mereka yang lama itu membuat orang lain canggung karena dari tadi berdiri memperhatikan mereka. Ia lantas mempersilahkan Roderick dan Hengki untuk segera masuk ke dalam, sementara Elias akan memanggil tuannya terlebih dahulu.
"Baiklah, terima kasih," jawab Roderick.
Roderick dan Hengki lantas bergegas masuk ke dalam, tak lupa ketika berjalan masuk orang-orang yang dari tadi memperhatikannya, satu persatu menghampiri Roderick untuk bersalaman dengannya. Semua orang menundukkan kepalanya kepada Roderick ketika hendak bersalaman, tanda bahwa mereka menghormati salah satu legenda hidup yang telah tiba di kastelnya ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Ray
Roderick sangat dihormati, jadi penasaran seperti apa Roderick Thor 🙏
Qutunggu ceritamu💪🙏
2022-08-07
3
jeruk_asem
next
2022-08-02
3