Episode 7 - Prediksi Masa Depan

Hamparan ladang gandum tampak membentang jauh sambil memancarkan warna kekuningan yang sangat indah dan asing bagi Hengki. Pemandangan ini sama persis seperti di eropa yang bisa Hengki lihat hanya di monitor komputer atau di televisi.

Melihat ada kereta kuda mewah yang melintas. Para petani yang sedang bekerja sontak membungkukkan badan seraya memberikan hormat kepada seseorang yang berada di dalamnya, Minna Spanner.

sedangkan pekerja pria yang masih muda tampak terdiam, tidak bisa bergerak karena sangat kagum dengan karisma yang dimiliki oleh Roderick.

Jelas saja mereka kagum, karena Roderick adalah salah satu legenda hidup dari Wilayah Chania. Apalagi Roderick bukan berasal dari keluarga bangsawan bahkan yang membuat lebih menakjubkannya lagi, Roderick adalah anak haram yang tidak mengetahui siapa ayah aslinya.

Apa aku bisa menjadi seperti beliau?

Semua anak muda yang menatap kagum kepadanya memiliki keinginan yang sama, yaitu bisa menjadi legenda di masa depan seperti Roderick.

"Sebentar lagi kita akan sampai di Kastel Iraklio, Nona Spanner," ucap Roderick.

"Aku tidak sabar untuk bertemu bunda."

Minna Spanner tampak sedang melambaikan tangannya ke arah para petani yang sedang bekerja. seraya berkata sudah tidak sabar ingin bertemu ibunya.

Setelah beberapa saat, Kereta kuda yang dinaiki Hengki tampak masuk ke dalam gerbang. Di dalam terlihat bangunan besar yang sangat megah namun tampak suram di mata Hengki. Jelas bangunan ini adalah sebuah Kastel.

Namun dibanding kagum, Hengki tampak merasa jijik. Karena ketika ia melihat keluar, tampak banyak orang yang sedang mengerubungi sebuah sumur yang sangat kotor. Lalu Hengki juga melihat banyak makanan yang tampaknya sedang di perjual-belikan, namun terdapat kuda dipinggir makanan tersebut sehingga membuatnya risi.

"Maaf, saya bisa memasak makanan yang sangat lezat. Tapi apa kalian yakin kalau bahan masakannya tidak beracun?" tanya Hengki.

"Apa yang kau maksud?" jawab Bobs.

Bobs tampaknya tidak peka dengan apa yang dimaksud oleh Hengki.

Namun ketika Lucia melihat gerak-gerik Hengki, ia sadar jika Hengki merasa risi dengan kondisi yang ada di luar.

"Tenang saja, bahan masakan yang ada di dalam kastel berbeda dengan yang ada di luar," terang Lucia.

Hengki tertegun dengan jawabannya. Sepintas Hengki merasa jika orang-orang ini adalah orang yang jahat karena membiarkan rakyatnya memakan makanan yang tidak layak.

Melihat tatapan Hengki yang tampaknya salah sangka terhadap keluarga Spanner, Lucia kemudian berkata, "Keluarga Spanner tidaklah zalim kepada rakyatnya. Hal ini terjadi karena kerajaan baru saja dilanda peperangan yang mengakibatkan krisis ekonomi di ke-2 wilayah milik Spanner."

Mendengar penjelasan dari Lucia, Hengki kemudian menganggap situasi ini jadi logis kalau akibatnya karena masalah ekonomi apalagi menyangkut peperangan.

Hmmm... Kasihan juga, lagi pula ketika aku bermain game yang sering kumainkan, Peperangan sebenarnya adalah hal yang penting untuk memperluas wilayah tapi jika dilakukan hanya karena ego semata tanpa mempertimbangkan situasi ekonomi, politik dan agama terlebih dahulu malah jadinya akan merugikan. Karena semisal menang pun orang-orang kelas bawah pasti akan memberontak.

Hengki kemudian teringat dengan game yang sering ia mainkan ( Game yang dimaksud adalah game yang Hengki mainkan di Chapter 1 )

Jadi teringat masa-masa ketika aku masih bodoh memainkan Medieval Despot 1. Waktu itu aku malah ekspansi ke daerah Semenanjung Iberia tanpa memikirkan keadaan di wilayah sendiri. Meskipun menang di awal tapi di akhir kerajaan aku malah hancur karena bangkitnya pemberontak.

"Kalau begitu kalian harus hati-hati menghadapi masa depan." ucap Hengki.

Ketika Hengki memberikan sebuah peringatan, Roderick yang mendengarnya cukup terkejut. Sangat jarang ada orang yang peka dengan apa yang akan terjadi di masa depan.

"Tidak usah mengkhawatirkan apa yang tidak akan terjadi, bocah. Lagi pula keluarga Spanner yang kulayani berisikan orang-orang yang sangat baik. Jadi situasi yang sedang dialami saat ini pasti dapat dilalui dengan mudah." ucap Bobs.

"Dengan mudah...? apa kelaparan bisa di atasi dengan kemurahan hati dar pemimpinnya? Logika yang sangat tidak masuk akal." jawab Hengki.

Mendengar perkataan Bobs yang menganggap situasi saat ini dapat diatasi dengan mudah. Hengki kemudian memandanginya dengan ekspresi menjijikkan dan menganggap Bobs tidak memiliki jalan pikiran yang masuk akal.

"Kalau boleh saya tanya, memangnya apa kemungkinan paling buruk yang terjadi di masa depan, Hengki?" tanya Roderick.

Roderick sebenarnya tahu jika kemungkinan paling buruk adalah terpecahnya kerajaan. Tapi dia ingin mengetes sejauh mana perkiraan Hengki tentang masa depan.

"Apa lagi kalau bukan pemberontakan, pembunuhan tokoh yang memiliki jabatan, perpecahan atau perang saudara. Tapi mau apa pun yang terjadi yang pasti adalah akan banyak korban berjatuhan di kerajaan ini. Jika krisis ini tidak di atasi dengan cepat maka tidak ada istilah kemungkinan terburuk di masa depan karena semua kemungkinan cepat atau lambat akan membuat kerajaan hancur."

Hengki menjelaskan dengan cukup detail. Membuat orang yang mendengarnya merasa gentar karena apa yang diucapkannya ada benarnya dan masuk akal.

"Woy! apa kau tidak sadar jika di sini ada Nona Spanner, dengan mudahnya kau bilang jika keluarga yang memiliki jabatan akan terbunuh di masa depan," ucap Bobs.

Mendengar Hengki mengatakan jika ada kemungkinan keluarga Spanner bisa saja dibunuh membuat Bobs marah. Hal itu jelas menyinggungnya karena Bobs adalah salah satu ksatria keluarga Spanner.

"Apa yang Hengki sebut itu masuk akal. Kau tidak usah memarahinya Bobs. Lagi pula buktinya kita baru saja di serang oleh pembunuh, " ucap Roderick tanpa memalingkan wajahnya, mendengar perkataan Hengki membuat Roderick merenung sejenak.

Sementara itu Lucia, Herena dan Minna tampak tertegun dengan ucapan Hengki yang memprediksi kerajaan ini akan hancur.

"Apa aku, papah dan mamah akan dibunuh orang lain?" tanya Minna dengan nada dan muka yang panik. Ia tampak akan menangis.

"Tenang saja nona, lagi pula ada orang seperti paman Bobs yang selalu menjaga keluarga Spanner."

Lucia tampak berusaha menenangkan Minna.

Mendengar namanya dibawa-bawa Bobs kemudian senyum ke arah Minna.

"Ta-tapi bukannya paman Bobs sedang kesakitan sekarang," ucap MInna.

Mata Minna terlihat mulai berkaca-kaca.

"Tenang saja, karena anak ini mulai sekarang akan menjaga nona juga."

Herena kemudian berusaha menenangkan Minna sambil memegang kepala Hengki dan berkata jika Hengki juga akan menjaga keluarga Spanner khususnya Minna.

Apa yang nenek-nenek ini lakukan? pikir Hengki.

"Tida-." Ketika Hengki ingin menyanggah ucapan Herena, Roderick memotongnya dan berkata.

"Kita sudah sampai."

Kereta kudanya tampak telah sampai di dalam kastel setelah melewati gerbang ke-2. Dari depan pintu masuk tampak seorang pria gagah dengan senjata bermata dua yang cukup besar di pinggangnya berdiri menyambut kedatangan Minna. di belakang ia terlihat 4 orang yang menggunakan pakaian dan pedang yang seragam, tampaknya mereka adalah penjaga di kastel ini.

"Papah." Minna dengan cepat turun dan langsung lari untuk memeluk orang yang dipanggil papah olehnya.

Sementara yang lainnya kecuali Hengki, ikut turun juga dan menghampiri orang yang ada di depan pintu itu lalu tunduk sambil menurunkan kepalanya.

"Hidup Tuan Zeno!"

Mereka serentak mengucapkan 'Hidup Tuan Zeno'. Tampaknya orang itu adalah Doux yang di bicarakan ketika dalam perjalanan tadi.

"Papah, Kakak yang di sana bilang jika keluarga kita di masa depan akan dibunuh. apa itu benar, papah?"

Minna dengan paniknya menanyakan perkataan yang diucapkan Hengki mengenai kemungkinan keluarga pejabat yang menjadi incaran pembunuhan kepada Zeno, sambil menunjuk ke arah Hengki yang sedang melihat kuda yang tengah parkir.

Gila, kastel ini benar-benar terlihat nyata. Kuda yang ada di sini juga sangat keren.

Hengki tampak merasa takjub dengan apa yang dia lihat, Kastel dan kuda berhiasan ala kerajaan zaman dulu yang selama ini ia lihat di game bertema sejarah sekarang berada tepat di depan matanya.

"Bobs, Kenapa dengan punggungmu? Kenapa kau terlihat babak belur seperti itu?" tanya Zeno.

Zeno melihat ke arah Bobs dan bertanya-tanya kenapa ksatria tangguh miliknya bisa sampai babak belur seperti ini.

"Saat dalam perjalanan kami diserang oleh para pembunuh tuan. Mereka memancing emosinya Bobs lalu menghajarnya sampai babak belur seperti ini, namun beruntungnya anak muda yang di sana tiba-tiba datang dan menyelamatkan kami." Roderick menjawab pertanyaan Zeon tentang apa yang telah menimpa Bobs. Ia juga menyebut jika Hengki telah menyelamatkan mereka.

"Anak yang itu? Bukankah dia tidak membawa senjata sama sekali." Zeon heran dengan penjelasan Roderick. Karena ketika dia melihat ke arah Hengki, orang yang telah mengalahkan para pembunuh yang sangat ahli dalam bertarung bisa di kalahkan oleh anak muda yang sama sekali tidak bersenjata.

"Ceritanya sangat panjang tuan, tapi yang pasti dia mengusir para pembunuh itu dengan barang ajaib miliknya." jawab Roderick.

"Iya papah, mamah bilang semua penyihir itu jahat. Tapi kakak itu justru adalah penyihir yang baik. Walaupun kata-katanya menyakitkan...," ucap Minna.

Mendengar segala penjelasan yang tidak masuk akal membuat Zeon bingung.

"Sudah, sudah. Kalian bawa Bobs ke ruang pengobatan terlebih dahulu, Cepat." perintah Zeon kepada anak buahnya yang ada di belakang.

"Siap Tuan!" jawab mereka.

Bobs pun di angkut menuju ke ruang pengobatan yang letaknya ada di samping pintu gerbang ke-2.

"Ahh... kamu tadi bilang apa Minna? keluarga kita mau di bunuh?"

Zeon ingat anaknya tadi bertanya apakah mereka akan dibunuh.

"Iya papah. Kakak itu yang bilang kalau kita akan dibunuh." ucap Minna sambil menunjuk ke arah Hengki.

Hengki yang dari tadi sibuk melihat-lihat akhirnya jalan ke arah Zeon dan Minna.

"Umm..." Melihat Minna sedang menunjuk-nunjuk ke arah dirinya membuat Hengki kebingungan.

"Apa benar kamu yang telah menyelamatkan Bobs?" tanya Zeon kepada Hengki.

Keren juga om satu ini.

Setelah melihat Zeon dari dekat Hengki kagum dengan pakaian. paras dan karisma yang Zeon miliki.

"Ah iya, tapi andai saja orang bodoh itu memberi saya buah terlebih dahulu mungkin dia tidak babak belur seperti yang paman lihat tadi," ucap Hengki.

Semua orang terkejut dengan gelagat Hengki. Dengan santainya ia berbicara kepada Tuan Zeon yang merupakan penguasa 2 wilayah/provinsi sekaligus.

Bahkan Hengki tidak menundukkan kepalanya sama sekali yang ada justru dia menatap langsung mata Zeon dan tidak menyebut kata 'tuan' ketika berbicara dengannya.

"Ka-kalau begitu saya ucapkan terima kasih. Lalu kenapa anda ikut masuk ke kastel ini?"

Zeon merasa heran dengan tingkah laku Hengki, ia bingung harus bersikap tegas atau bagaimana. Zeon justru malah gagap ketika berbincang dengan Hengki.

"Saya sudah janji akan membuat makanan lezat untuk ibunya anak ini, katanya juga ibunya sedang sakit." jawab Hengki.

A-anak ini...

Zeon benar-benar kebingungan sekarang.

"Roderick bisa kau jelaskan apa yang telah terjadi?"

Zeon tampaknya tidak bisa berbicara dengan tenang dan berpikir jernih di hadapan Hengki. Ia pun bertanya kepada Roderick apa yang sudah terjadi sampai-sampai anak muda aneh itu ikut masuk ke kastelnya.

"Maafkan saya tuan. Ketika Hengki menyelamatkan kita, dia kemudian meminta makanan yang ada di keranjang dan berjanji akan menggantinya dengan memasak makanan yang sangat lezat untuk nyonya," jawab Roderick.

"Keranjang? maksudnya keranjang yang isinya adalah makanan untuk istriku?" tanya Zeon.

Zeon kemudian melihat ke arah keranjang yang di bawa Minna. Benar saja keranjang itu kosong ketika ia lihat.

"Iya tuan. Tapi anak ini bilang dia bisa memasak makanan yang sangat lezat."

Roderick tampak berusaha agar Zeon tidak memarahi Hengki.

"Hah... Saya benar-benar tidak mengerti apa yang telah terjadi. Saya percayakan saja semuanya kepadamu Roderick, lagi pula kau sudah melayani kami selama puluhan tahun. Membawa 1 orang asing tidaklah membuatku beranggapan kalau kau sedang berkhianat. Tapi kau tetap harus awasi gerak gerik anak itu."

Zeon tampak kebingungan. Namun dia tetap percaya dengan kesetiaan Roderick kepada dirinya.

"Kau tenang saja paman keren. Aku pastikan istrimu yang sedang sakit akan menyantap makanan super lezat yang belum pernah ia makan seumur hidupnya," ucap Hengki ketika melihat Zeon akan masuk ke dalam kastel.

Semua yang mendengar perkataan Hengki sontak kaget bahkan Roderick dan Lucia sampai menganga. Sedangkan Herena tersenyum mendengar perkataan Hengki.

Berbeda dengan Minna ia justru ingin tertawa, bukan karena ucapan Hengki, melainkan karena mulut ayahnya ikut menganga juga saat Hengki memanggilnya 'Paman Keren'.

Terpopuler

Comments

Ahmadrhynz

Ahmadrhynz

world buildingnya keren, karakter unik ga overpowered semoga ke depannya konsisten jangan terpaku pada novel-novel lain yang semua karakternya OP karena sistem

2022-08-14

2

Luthfy

Luthfy

SERUUU, bacanya sampe sini dulu ya nnti di lnjt
karena ga muncul tanda likenya jadi aku cuma bisa komen dan ngasih beberapa cangkir kopi buat amunisi othor
semangatttt
gpp ga crazy up tpi harus konsisten upnya okayy

2022-08-13

3

Ray

Ray

Hengki apa belum sadar kalo dia ada di kerajaan masa dulu, dan bicara juga harus hormat dan ada tata Krama🤔?
Tapi keren juga sih, sikap Hengki apa adanya👍 Penasaran kelanjutan ceritamu Outhor, dan apa serta bagaimana Hengki nantinya di kerajaan itu, dan apakah dia menjadi terkenal🤔?
Crazy up dan semangat Outhor💪🙏😘

2022-08-07

3

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Rutinitas
2 Episode 2 - Mimpi Yang Membingungkan
3 Episode 3 - Setelah Sekian Lama
4 Episode 4 - Bobs. Kendalikan Emosimu
5 Episode 5 - Ksatria Sejati
6 Episode 6 - Namaku Hengki Tantama
7 Episode 7 - Prediksi Masa Depan
8 Episode 8 - Tampan Tetapi Kejam
9 Episode 9 - Soto Ayam
10 Episode 10 - Keceriaan Yang Telah Kembali
11 Episode 11 - Masih Di sini
12 Episode 12 - Surat Permohonan
13 Episode 13 - Keramaian
14 Episode 14 - Sang Mata Elang
15 Episode 15 - Penghakiman Yang Tidak Sempurna
16 Episode 16 - Janji Sang Terdahulu
17 Episode 17 - Kastel Naupaktos
18 Episode 18 - Reuni Singkat 2 Legenda
19 Episode 19 - Persiapan Berlayar
20 Daftar Wilayah
21 Episode 20 - Tak Tahu Diri
22 Episode 21 - Mobilisasi Pasukan
23 Episode 22 - Yang Tersisa
24 Episode 23 - Persiapan
25 Episode 24 - 2 Panglima Pemula
26 Episode 25 - Thriller
27 Episode 26 - Avis
28 Episode 27 - Gelombang I
29 Episode 28 - Benedict
30 Episode 29 - Sebelum Memulai Kembali
31 Episode 30 - Kublai Khan + Pengumuman
32 Episode 31 - Antara Pesimis & Optimis
33 Episode 32 - Permulaan Gelombang II
34 Episode 33 - Bidik & Lepaskan
35 Episode 34 - Who Is Really Being Threatened?
36 Episode 35 - Hutan Membara
37 Episode 36 - Nullum Consilium est Perfectum
38 Episode 37 - Darah
39 Episode 38 - Kemenangan Benedict
40 Episode 39 - Awal Kisah Untuk Hengki
41 Episode 40 - Tersanjung
42 Episode 40.1 - Kenangan Buruk
43 Episode 41 - Berlebihan
44 Episode 41.1 - Gambaran Stabia
45 Episode 41.2 - Curahan Hati Ajax
46 Episode 42 - Mindset
47 Episode 43 - Tanda Awal Perubahan
48 Episode 44 - Elliot Lascaris
49 Episode 44.1 - William Artemis
50 Episode 44.2 - Awal Mahakarya
51 Episode 45 - New Journey Begins
52 Episode 45.1 - Kemarahan Ajax
53 Episode 45.2 - Ajax, Pasukannya dan Dendam Rakyat Stabia (1)
54 Episode 46 - Jan, Pasukannya dan Dendam Kapten Alfred (2)
55 Episode 46.1 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (1)
56 Episode 46.2 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (2)
57 Episode 47 - Situasi Terkini Di Tempat Lain
58 Episode 47.1 - Jan, Mimpinya & Penyelamatan Hengki
59 Episode 47.2 - Hengki, Kesempatan & Tekad Jan
60 Episode 48 - Kesedihan Dan Kesenangan
61 Episode 48.1 - Belum Usai
62 Episode 48.2 - Dilema William
63 Episode 49 - Percikan Awal
64 Episode 49.1 - Hari Pertama Setelah Tumbangnya German
65 Episode 49.2 - Pendekatan Dengan Jan
66 Episode 50 - Semuanya Butuh Pertolongan
67 Episode 50.1 - Beringas
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Episode 1 - Rutinitas
2
Episode 2 - Mimpi Yang Membingungkan
3
Episode 3 - Setelah Sekian Lama
4
Episode 4 - Bobs. Kendalikan Emosimu
5
Episode 5 - Ksatria Sejati
6
Episode 6 - Namaku Hengki Tantama
7
Episode 7 - Prediksi Masa Depan
8
Episode 8 - Tampan Tetapi Kejam
9
Episode 9 - Soto Ayam
10
Episode 10 - Keceriaan Yang Telah Kembali
11
Episode 11 - Masih Di sini
12
Episode 12 - Surat Permohonan
13
Episode 13 - Keramaian
14
Episode 14 - Sang Mata Elang
15
Episode 15 - Penghakiman Yang Tidak Sempurna
16
Episode 16 - Janji Sang Terdahulu
17
Episode 17 - Kastel Naupaktos
18
Episode 18 - Reuni Singkat 2 Legenda
19
Episode 19 - Persiapan Berlayar
20
Daftar Wilayah
21
Episode 20 - Tak Tahu Diri
22
Episode 21 - Mobilisasi Pasukan
23
Episode 22 - Yang Tersisa
24
Episode 23 - Persiapan
25
Episode 24 - 2 Panglima Pemula
26
Episode 25 - Thriller
27
Episode 26 - Avis
28
Episode 27 - Gelombang I
29
Episode 28 - Benedict
30
Episode 29 - Sebelum Memulai Kembali
31
Episode 30 - Kublai Khan + Pengumuman
32
Episode 31 - Antara Pesimis & Optimis
33
Episode 32 - Permulaan Gelombang II
34
Episode 33 - Bidik & Lepaskan
35
Episode 34 - Who Is Really Being Threatened?
36
Episode 35 - Hutan Membara
37
Episode 36 - Nullum Consilium est Perfectum
38
Episode 37 - Darah
39
Episode 38 - Kemenangan Benedict
40
Episode 39 - Awal Kisah Untuk Hengki
41
Episode 40 - Tersanjung
42
Episode 40.1 - Kenangan Buruk
43
Episode 41 - Berlebihan
44
Episode 41.1 - Gambaran Stabia
45
Episode 41.2 - Curahan Hati Ajax
46
Episode 42 - Mindset
47
Episode 43 - Tanda Awal Perubahan
48
Episode 44 - Elliot Lascaris
49
Episode 44.1 - William Artemis
50
Episode 44.2 - Awal Mahakarya
51
Episode 45 - New Journey Begins
52
Episode 45.1 - Kemarahan Ajax
53
Episode 45.2 - Ajax, Pasukannya dan Dendam Rakyat Stabia (1)
54
Episode 46 - Jan, Pasukannya dan Dendam Kapten Alfred (2)
55
Episode 46.1 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (1)
56
Episode 46.2 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (2)
57
Episode 47 - Situasi Terkini Di Tempat Lain
58
Episode 47.1 - Jan, Mimpinya & Penyelamatan Hengki
59
Episode 47.2 - Hengki, Kesempatan & Tekad Jan
60
Episode 48 - Kesedihan Dan Kesenangan
61
Episode 48.1 - Belum Usai
62
Episode 48.2 - Dilema William
63
Episode 49 - Percikan Awal
64
Episode 49.1 - Hari Pertama Setelah Tumbangnya German
65
Episode 49.2 - Pendekatan Dengan Jan
66
Episode 50 - Semuanya Butuh Pertolongan
67
Episode 50.1 - Beringas

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!