Episode 4 - Bobs. Kendalikan Emosimu

Setelah mengusir Hengki dari bangku penumpang. Bobs dan yang lainnya melanjutkan perjalanan mereka.

"Nona, apa anda masih merasa tidak nyaman dengan pemuda tadi?" tanya Tante di sebelahnya.

Tante itu ingat ketika Hengki mencoba meminta buah-buahan dari keranjang yang ada di pangkuan Spanner. Ia tampak merasa tidak nyaman karena langsung memeluk erat keranjangnya.

"Aku tidak kenapa-kenapa, Kok. Bibi Lucia tenang saja?" jawab Spanner.

Tante-tante berjubah dengan rambut kepang yang dari tadi berada di sampingnya itu ternyata bernama Lucia. Ia tampak seperti pengasuhnya Spanner.

"Hahaha... melihat anak muda tadi. Mengingatkan saya kepada tuan Zeno."

Dengan sedikit tertawa, wanita paruh baya yang dari awal hanya diam saja, tiba-tiba berkata jika Hengki yang tadi meminta makanan secara paksa, mirip dengan seseorang yang bernama Zeno.

"Apakah kakak tadi mirip sama papah? apa papah juga orang yang selalu kelaparan?" tanya Spanner sambil menyodorkan mukanya ke arah nenek-nenek yang ada di depannya. Ekspresi wajahnya tiba-tiba berubah setelah nama ayahnya disebut.

"Bukan kelaparannya yang saya maksud, Nona manis."

Nenek tadi kemudian menjawabnya sambil mengelus kepala Spanner.

_______

Ia termenung sejenak, membayangkan sesosok anak muda yang seumuran dengan Hengki tiba-tiba nyelonong masuk ke ruang masak yang tampak mewah dengan interior abad pertengahan di Eropa. Di situ terlihat sosok nenek tua tadi yang masih muda sedang ditindas oleh pria yang berpakaian mewah.

"Apa yang ayah lakukan?!" bentak Anak muda itu.

"Diam Zeno! Wanita sialan ini berani-beraninya memasak makanan yang tidak disukai oleh tamu kita! Sudah lama aku ingin mengasingkan wanita ini. Jika bukan karena peristiwa di Paleohara. Dia pasti sudah menjadi rakyat jelata seumur hidupnya," bentak pria itu sambil menarik keras-keras rambut milik wanita yang sedang dimarahinya.

"Jika bukan karena dia! aku juga tidak akan tumbuh menjadi dewasa apa kau tidak peduli denganku!?"

Melihat ayahnya terus-menerus kasar kepada wanita itu. Zeno balik membentak ayahnya dengan sangat keras.

Melihat dirinya dibela oleh sosok yang selama ini ia besarkan. Wanita itu kemudian menangis haru dibuatnya.

_______

"Tidak mungkin tuan Zeno seperti demikian, Nona. Beliau adalah "sang Pembalas" di kerajaan ini. Mana mungkin kelakuannya sembrono seperti itu."

Tanpa memalingkan wajahnya. Bobs menyebut jika Hengki tidaklah mungkin mirip dengan Zeno.

*sang Pembalas yang dimaksud adalah sebuah gelar kehormatan.

"Tahu apa kamu tentang tuan Zeno."

Sangkal Roderick sambil mengetok kepala Bobs dengan kayu yang baru saja dia ambil dari sampingnya.

"Ma-maafkan saya tuan," ucap Bobs meminta maaf karena sudah sok tahu mengenai Zeno.

Mereka pun melanjutkan perbincangan ringannya.

Sementara itu dari kejauhan tampak 3 sosok berpenampilan bak ninja sedang mengawasi kereta kuda yang dinaiki Spanner dll.

"Kalian bersiap...," bisik salah seorang dari mereka.

"Baik." sahut ke-2 orang yang di belakangnya.

2 di antara mereka mulai bergerak keluar dari semak-semak. Sementara yang satunya bersiap untuk melancarkan serangan dengan panahnya.

SWOOSH!! Terdengar suara anak panah yang telah ditembakkan.

Ketika anak panah itu menancap tepat di kereta yang di tumpangi Spanner. Sontak membuat semua orang yang di dalamnya terkejut panik.

"Kita diserang! Jaga Nona Spanner!" teriak Bobs.

BRAKK!!

Orang yang di sebelahnya terlihat sangat terkejut sampai terjatuh dari kudanya.

"Tuan Roderick. Tolong jaga Nona Spanner. Saya akan mengecek dari mana arah pemanah tersebut," ucap Bobs.

Sebelum turun dari kudanya, ia menengok ke belakang dan berkata  kepada Roderick untuk menjaga Spanner.

Roderick pun dengan sigap pergi ke belakang, lalu memeluk Spanner supaya tidak ketakutan.

"Akhirnya kita bertemu! Sang pedang baru dari dInasti Spanner!"

Kedua pembunuh itu sekarang sudah mendekati Bobs. Ia menyapanya dengan sebutan Pedang dari Dinasti Spanner.

"Panggil aku Bobs..., Pecundang," balas Bobs.

Dia menajamkan matanya ke arah orang yang telah memanggilnya.

"Aku sudah lama mencarimu... Ksatria berkarat..." ucap sinis orang yang di awal memprovokasi Bobs.

Dari gelagatnya ia tampak telah mengenal Bobs.

"...Pfft. Apa sekarang kau menggunakan tombak milik rekanmu yang sudah mati?" tanyanya.

Ia melirik ke arah tombak yang digunakan oleh Bobs. Sementara mendengar ejekannya, Bobs tampak sangat kesal.

"Kau itu sama seperti dia. Sama to**lnya."

Si pembunuh itu tampak sedang mengejek sang pemilik asli dari tombak yang digunakan oleh Bobs.

"Hebat juga kau bisa tahu pemilik tombak ini.... Tapi sangat disayangkan kalian akan mati sebentar lagi." balas Bobs.

Meski provokasi yang dilakukan oleh ke dua orang itu telah membuat Bobs murka. Namun Bobs masih bisa mengontrol tindakannya.

Mereka ada 2. dan ke-2nya menggunakan pedang, lalu dimana orang yang menembakkan panah tadi? pikir Bobs.

"Saat ini aku bisa membayangkan kemusnahan dari keluarga Spanner yang telah melegenda itu."

Orang itu terus-terusan memprovokasi Bobs. Tampaknya ia tahu jika Bobs memiliki kepribadian yang mudah sekali marah.

Nona Spanner!

Bobs sangat terkejut karena ternyata orang-orang ini tampaknya ingin langsung membunuh Spanner.

HIYYAH!!

Melihat Bobs yang terkejut. Ke-2 orang itu langsung menerjang ke arah Bobs.

Dengan refleknya Bobs mampu untuk menghindari serangan mereka.

TANG!!

Tombaknya berhasil menangkis serangan yang diberikan oleh musuh. Bahkan lawannya sampai mundur cukup jauh ke belakang.

Sementara dari semak-semak orang yang menggunakan panah sedang bersiap-siap menembakan serangannya ke arah Bobs.

CLANG!!

Dengan sangat cekatan Bobs berhasil menangkis panah yang mengarah ke dirinya. Bahkan orang yang dari awal tadi memprovokasinya tampak terkejut dengan reflek yang dimiliki Bobs.

SWING!!  SREETT!!

"Woah!"

kali ini giliran Bobs yang menyerang, Ia berhasil memukul salah satu musuh yang dari awal hanya diam tanpa berkata apapun, Ia terpental ke belakang akibat terkena badan dari tombak milik Bobs. Sementara satu orang yang lain mampu menghindari serangannya.

SETTTT!! GRAB!!

"Tch"

Orang yang terpental tadi dapat diselamatkan oleh rekannya. Sementara Bobs balik ke posisinya agar tidak terlalu jauh dari kereta kuda.

"Sudah kubilang jangan menganggapnya remeh, Bodoh! Mau bagaimanapun dia itu adalah orang yang dulu diperkirakan berpotensi untuk menjadi ksatria istana kerajaan,"  ucap pembunuh yang terkena serangan Bobs tadi.

"Tapi dia malah mengkhianati rekan seperjuangannya."

Dengan tatapan jijik. Orang yang dari tadi diam melanjutkan kata-katanya dengan menuduh Bobs adalah seorang pengkhianat.

"Apa kau Bilang!?"

Bobs terkejut mendengar kata-katanya. Ia sekarang benar-benar penasaran. Siapa orang-orang ini.

Dikhianati?

Apa maksudnya, Bobs?

Dari dalam kereta. Roderick dan Lucia terkejut dengan kata-kata kalau Bobs telah mengkhianati rekannya.

"Apa kau ingat? Itu terjadi saat Tentara Chandax menuju Kota Rethymno untuk memukul mundur Kaum Jurchen dari pulau ini. Kalian dengan bodohnya masuk ke dalam jebakan musuh lalu terkepung. Dan kau dengan kejinya menyuruh orang yang menggunakan tombak itu! Supaya dia menahan gempuran musuh seorang diri agar kau bisa kabur!"

Orang itu berkata dengan nada yang semakin lama semakin kencang ke arah Bobs.

"Tidak! Kau salah!" sanggah Bobs.

"Paris melakukan itu karena tuan Zeno sedang dalam keadaan berbahaya! Aku tidak mungkin nmengkhianati rekanku sendiri! Bajingan!"

Bobs mulai tidak bisa mengontrol dirinya. Mendengar bahwa ia dituduh pengkhianat membuat Bobs hilang konsentrasi.

"Itu adalah alasan yang sangat klasik," ucap sang pembunuh.

Bobs. Kendalikan amarahmu dasar bodoh.

Mendengar kondisi yang ada di luar. Roderick tahu jika mental Bobs sudah berhasil diserang oleh lawan.

Terpopuler

Comments

Luthfy

Luthfy

Bobs kena serangan mental tuhh

2022-08-13

4

Ray

Ray

Semakin seru👍tapi masih meraba Thor, itu si Hengki terbawa ke dunia lain 🤔? Lanjut dan semangat Thor💪🙏😘

2022-08-07

4

anggita

anggita

tuan zeno,, sang pembalas..

2022-08-06

3

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Rutinitas
2 Episode 2 - Mimpi Yang Membingungkan
3 Episode 3 - Setelah Sekian Lama
4 Episode 4 - Bobs. Kendalikan Emosimu
5 Episode 5 - Ksatria Sejati
6 Episode 6 - Namaku Hengki Tantama
7 Episode 7 - Prediksi Masa Depan
8 Episode 8 - Tampan Tetapi Kejam
9 Episode 9 - Soto Ayam
10 Episode 10 - Keceriaan Yang Telah Kembali
11 Episode 11 - Masih Di sini
12 Episode 12 - Surat Permohonan
13 Episode 13 - Keramaian
14 Episode 14 - Sang Mata Elang
15 Episode 15 - Penghakiman Yang Tidak Sempurna
16 Episode 16 - Janji Sang Terdahulu
17 Episode 17 - Kastel Naupaktos
18 Episode 18 - Reuni Singkat 2 Legenda
19 Episode 19 - Persiapan Berlayar
20 Daftar Wilayah
21 Episode 20 - Tak Tahu Diri
22 Episode 21 - Mobilisasi Pasukan
23 Episode 22 - Yang Tersisa
24 Episode 23 - Persiapan
25 Episode 24 - 2 Panglima Pemula
26 Episode 25 - Thriller
27 Episode 26 - Avis
28 Episode 27 - Gelombang I
29 Episode 28 - Benedict
30 Episode 29 - Sebelum Memulai Kembali
31 Episode 30 - Kublai Khan + Pengumuman
32 Episode 31 - Antara Pesimis & Optimis
33 Episode 32 - Permulaan Gelombang II
34 Episode 33 - Bidik & Lepaskan
35 Episode 34 - Who Is Really Being Threatened?
36 Episode 35 - Hutan Membara
37 Episode 36 - Nullum Consilium est Perfectum
38 Episode 37 - Darah
39 Episode 38 - Kemenangan Benedict
40 Episode 39 - Awal Kisah Untuk Hengki
41 Episode 40 - Tersanjung
42 Episode 40.1 - Kenangan Buruk
43 Episode 41 - Berlebihan
44 Episode 41.1 - Gambaran Stabia
45 Episode 41.2 - Curahan Hati Ajax
46 Episode 42 - Mindset
47 Episode 43 - Tanda Awal Perubahan
48 Episode 44 - Elliot Lascaris
49 Episode 44.1 - William Artemis
50 Episode 44.2 - Awal Mahakarya
51 Episode 45 - New Journey Begins
52 Episode 45.1 - Kemarahan Ajax
53 Episode 45.2 - Ajax, Pasukannya dan Dendam Rakyat Stabia (1)
54 Episode 46 - Jan, Pasukannya dan Dendam Kapten Alfred (2)
55 Episode 46.1 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (1)
56 Episode 46.2 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (2)
57 Episode 47 - Situasi Terkini Di Tempat Lain
58 Episode 47.1 - Jan, Mimpinya & Penyelamatan Hengki
59 Episode 47.2 - Hengki, Kesempatan & Tekad Jan
60 Episode 48 - Kesedihan Dan Kesenangan
61 Episode 48.1 - Belum Usai
62 Episode 48.2 - Dilema William
63 Episode 49 - Percikan Awal
64 Episode 49.1 - Hari Pertama Setelah Tumbangnya German
65 Episode 49.2 - Pendekatan Dengan Jan
66 Episode 50 - Semuanya Butuh Pertolongan
67 Episode 50.1 - Beringas
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Episode 1 - Rutinitas
2
Episode 2 - Mimpi Yang Membingungkan
3
Episode 3 - Setelah Sekian Lama
4
Episode 4 - Bobs. Kendalikan Emosimu
5
Episode 5 - Ksatria Sejati
6
Episode 6 - Namaku Hengki Tantama
7
Episode 7 - Prediksi Masa Depan
8
Episode 8 - Tampan Tetapi Kejam
9
Episode 9 - Soto Ayam
10
Episode 10 - Keceriaan Yang Telah Kembali
11
Episode 11 - Masih Di sini
12
Episode 12 - Surat Permohonan
13
Episode 13 - Keramaian
14
Episode 14 - Sang Mata Elang
15
Episode 15 - Penghakiman Yang Tidak Sempurna
16
Episode 16 - Janji Sang Terdahulu
17
Episode 17 - Kastel Naupaktos
18
Episode 18 - Reuni Singkat 2 Legenda
19
Episode 19 - Persiapan Berlayar
20
Daftar Wilayah
21
Episode 20 - Tak Tahu Diri
22
Episode 21 - Mobilisasi Pasukan
23
Episode 22 - Yang Tersisa
24
Episode 23 - Persiapan
25
Episode 24 - 2 Panglima Pemula
26
Episode 25 - Thriller
27
Episode 26 - Avis
28
Episode 27 - Gelombang I
29
Episode 28 - Benedict
30
Episode 29 - Sebelum Memulai Kembali
31
Episode 30 - Kublai Khan + Pengumuman
32
Episode 31 - Antara Pesimis & Optimis
33
Episode 32 - Permulaan Gelombang II
34
Episode 33 - Bidik & Lepaskan
35
Episode 34 - Who Is Really Being Threatened?
36
Episode 35 - Hutan Membara
37
Episode 36 - Nullum Consilium est Perfectum
38
Episode 37 - Darah
39
Episode 38 - Kemenangan Benedict
40
Episode 39 - Awal Kisah Untuk Hengki
41
Episode 40 - Tersanjung
42
Episode 40.1 - Kenangan Buruk
43
Episode 41 - Berlebihan
44
Episode 41.1 - Gambaran Stabia
45
Episode 41.2 - Curahan Hati Ajax
46
Episode 42 - Mindset
47
Episode 43 - Tanda Awal Perubahan
48
Episode 44 - Elliot Lascaris
49
Episode 44.1 - William Artemis
50
Episode 44.2 - Awal Mahakarya
51
Episode 45 - New Journey Begins
52
Episode 45.1 - Kemarahan Ajax
53
Episode 45.2 - Ajax, Pasukannya dan Dendam Rakyat Stabia (1)
54
Episode 46 - Jan, Pasukannya dan Dendam Kapten Alfred (2)
55
Episode 46.1 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (1)
56
Episode 46.2 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (2)
57
Episode 47 - Situasi Terkini Di Tempat Lain
58
Episode 47.1 - Jan, Mimpinya & Penyelamatan Hengki
59
Episode 47.2 - Hengki, Kesempatan & Tekad Jan
60
Episode 48 - Kesedihan Dan Kesenangan
61
Episode 48.1 - Belum Usai
62
Episode 48.2 - Dilema William
63
Episode 49 - Percikan Awal
64
Episode 49.1 - Hari Pertama Setelah Tumbangnya German
65
Episode 49.2 - Pendekatan Dengan Jan
66
Episode 50 - Semuanya Butuh Pertolongan
67
Episode 50.1 - Beringas

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!