Setelah mengusir Hengki dari bangku penumpang. Bobs dan yang lainnya melanjutkan perjalanan mereka.
"Nona, apa anda masih merasa tidak nyaman dengan pemuda tadi?" tanya Tante di sebelahnya.
Tante itu ingat ketika Hengki mencoba meminta buah-buahan dari keranjang yang ada di pangkuan Spanner. Ia tampak merasa tidak nyaman karena langsung memeluk erat keranjangnya.
"Aku tidak kenapa-kenapa, Kok. Bibi Lucia tenang saja?" jawab Spanner.
Tante-tante berjubah dengan rambut kepang yang dari tadi berada di sampingnya itu ternyata bernama Lucia. Ia tampak seperti pengasuhnya Spanner.
"Hahaha... melihat anak muda tadi. Mengingatkan saya kepada tuan Zeno."
Dengan sedikit tertawa, wanita paruh baya yang dari awal hanya diam saja, tiba-tiba berkata jika Hengki yang tadi meminta makanan secara paksa, mirip dengan seseorang yang bernama Zeno.
"Apakah kakak tadi mirip sama papah? apa papah juga orang yang selalu kelaparan?" tanya Spanner sambil menyodorkan mukanya ke arah nenek-nenek yang ada di depannya. Ekspresi wajahnya tiba-tiba berubah setelah nama ayahnya disebut.
"Bukan kelaparannya yang saya maksud, Nona manis."
Nenek tadi kemudian menjawabnya sambil mengelus kepala Spanner.
_______
Ia termenung sejenak, membayangkan sesosok anak muda yang seumuran dengan Hengki tiba-tiba nyelonong masuk ke ruang masak yang tampak mewah dengan interior abad pertengahan di Eropa. Di situ terlihat sosok nenek tua tadi yang masih muda sedang ditindas oleh pria yang berpakaian mewah.
"Apa yang ayah lakukan?!" bentak Anak muda itu.
"Diam Zeno! Wanita sialan ini berani-beraninya memasak makanan yang tidak disukai oleh tamu kita! Sudah lama aku ingin mengasingkan wanita ini. Jika bukan karena peristiwa di Paleohara. Dia pasti sudah menjadi rakyat jelata seumur hidupnya," bentak pria itu sambil menarik keras-keras rambut milik wanita yang sedang dimarahinya.
"Jika bukan karena dia! aku juga tidak akan tumbuh menjadi dewasa apa kau tidak peduli denganku!?"
Melihat ayahnya terus-menerus kasar kepada wanita itu. Zeno balik membentak ayahnya dengan sangat keras.
Melihat dirinya dibela oleh sosok yang selama ini ia besarkan. Wanita itu kemudian menangis haru dibuatnya.
_______
"Tidak mungkin tuan Zeno seperti demikian, Nona. Beliau adalah "sang Pembalas" di kerajaan ini. Mana mungkin kelakuannya sembrono seperti itu."
Tanpa memalingkan wajahnya. Bobs menyebut jika Hengki tidaklah mungkin mirip dengan Zeno.
*sang Pembalas yang dimaksud adalah sebuah gelar kehormatan.
"Tahu apa kamu tentang tuan Zeno."
Sangkal Roderick sambil mengetok kepala Bobs dengan kayu yang baru saja dia ambil dari sampingnya.
"Ma-maafkan saya tuan," ucap Bobs meminta maaf karena sudah sok tahu mengenai Zeno.
Mereka pun melanjutkan perbincangan ringannya.
Sementara itu dari kejauhan tampak 3 sosok berpenampilan bak ninja sedang mengawasi kereta kuda yang dinaiki Spanner dll.
"Kalian bersiap...," bisik salah seorang dari mereka.
"Baik." sahut ke-2 orang yang di belakangnya.
2 di antara mereka mulai bergerak keluar dari semak-semak. Sementara yang satunya bersiap untuk melancarkan serangan dengan panahnya.
SWOOSH!! Terdengar suara anak panah yang telah ditembakkan.
Ketika anak panah itu menancap tepat di kereta yang di tumpangi Spanner. Sontak membuat semua orang yang di dalamnya terkejut panik.
"Kita diserang! Jaga Nona Spanner!" teriak Bobs.
BRAKK!!
Orang yang di sebelahnya terlihat sangat terkejut sampai terjatuh dari kudanya.
"Tuan Roderick. Tolong jaga Nona Spanner. Saya akan mengecek dari mana arah pemanah tersebut," ucap Bobs.
Sebelum turun dari kudanya, ia menengok ke belakang dan berkata kepada Roderick untuk menjaga Spanner.
Roderick pun dengan sigap pergi ke belakang, lalu memeluk Spanner supaya tidak ketakutan.
"Akhirnya kita bertemu! Sang pedang baru dari dInasti Spanner!"
Kedua pembunuh itu sekarang sudah mendekati Bobs. Ia menyapanya dengan sebutan Pedang dari Dinasti Spanner.
"Panggil aku Bobs..., Pecundang," balas Bobs.
Dia menajamkan matanya ke arah orang yang telah memanggilnya.
"Aku sudah lama mencarimu... Ksatria berkarat..." ucap sinis orang yang di awal memprovokasi Bobs.
Dari gelagatnya ia tampak telah mengenal Bobs.
"...Pfft. Apa sekarang kau menggunakan tombak milik rekanmu yang sudah mati?" tanyanya.
Ia melirik ke arah tombak yang digunakan oleh Bobs. Sementara mendengar ejekannya, Bobs tampak sangat kesal.
"Kau itu sama seperti dia. Sama to**lnya."
Si pembunuh itu tampak sedang mengejek sang pemilik asli dari tombak yang digunakan oleh Bobs.
"Hebat juga kau bisa tahu pemilik tombak ini.... Tapi sangat disayangkan kalian akan mati sebentar lagi." balas Bobs.
Meski provokasi yang dilakukan oleh ke dua orang itu telah membuat Bobs murka. Namun Bobs masih bisa mengontrol tindakannya.
Mereka ada 2. dan ke-2nya menggunakan pedang, lalu dimana orang yang menembakkan panah tadi? pikir Bobs.
"Saat ini aku bisa membayangkan kemusnahan dari keluarga Spanner yang telah melegenda itu."
Orang itu terus-terusan memprovokasi Bobs. Tampaknya ia tahu jika Bobs memiliki kepribadian yang mudah sekali marah.
Nona Spanner!
Bobs sangat terkejut karena ternyata orang-orang ini tampaknya ingin langsung membunuh Spanner.
HIYYAH!!
Melihat Bobs yang terkejut. Ke-2 orang itu langsung menerjang ke arah Bobs.
Dengan refleknya Bobs mampu untuk menghindari serangan mereka.
TANG!!
Tombaknya berhasil menangkis serangan yang diberikan oleh musuh. Bahkan lawannya sampai mundur cukup jauh ke belakang.
Sementara dari semak-semak orang yang menggunakan panah sedang bersiap-siap menembakan serangannya ke arah Bobs.
CLANG!!
Dengan sangat cekatan Bobs berhasil menangkis panah yang mengarah ke dirinya. Bahkan orang yang dari awal tadi memprovokasinya tampak terkejut dengan reflek yang dimiliki Bobs.
SWING!! SREETT!!
"Woah!"
kali ini giliran Bobs yang menyerang, Ia berhasil memukul salah satu musuh yang dari awal hanya diam tanpa berkata apapun, Ia terpental ke belakang akibat terkena badan dari tombak milik Bobs. Sementara satu orang yang lain mampu menghindari serangannya.
SETTTT!! GRAB!!
"Tch"
Orang yang terpental tadi dapat diselamatkan oleh rekannya. Sementara Bobs balik ke posisinya agar tidak terlalu jauh dari kereta kuda.
"Sudah kubilang jangan menganggapnya remeh, Bodoh! Mau bagaimanapun dia itu adalah orang yang dulu diperkirakan berpotensi untuk menjadi ksatria istana kerajaan," ucap pembunuh yang terkena serangan Bobs tadi.
"Tapi dia malah mengkhianati rekan seperjuangannya."
Dengan tatapan jijik. Orang yang dari tadi diam melanjutkan kata-katanya dengan menuduh Bobs adalah seorang pengkhianat.
"Apa kau Bilang!?"
Bobs terkejut mendengar kata-katanya. Ia sekarang benar-benar penasaran. Siapa orang-orang ini.
Dikhianati?
Apa maksudnya, Bobs?
Dari dalam kereta. Roderick dan Lucia terkejut dengan kata-kata kalau Bobs telah mengkhianati rekannya.
"Apa kau ingat? Itu terjadi saat Tentara Chandax menuju Kota Rethymno untuk memukul mundur Kaum Jurchen dari pulau ini. Kalian dengan bodohnya masuk ke dalam jebakan musuh lalu terkepung. Dan kau dengan kejinya menyuruh orang yang menggunakan tombak itu! Supaya dia menahan gempuran musuh seorang diri agar kau bisa kabur!"
Orang itu berkata dengan nada yang semakin lama semakin kencang ke arah Bobs.
"Tidak! Kau salah!" sanggah Bobs.
"Paris melakukan itu karena tuan Zeno sedang dalam keadaan berbahaya! Aku tidak mungkin nmengkhianati rekanku sendiri! Bajingan!"
Bobs mulai tidak bisa mengontrol dirinya. Mendengar bahwa ia dituduh pengkhianat membuat Bobs hilang konsentrasi.
"Itu adalah alasan yang sangat klasik," ucap sang pembunuh.
Bobs. Kendalikan amarahmu dasar bodoh.
Mendengar kondisi yang ada di luar. Roderick tahu jika mental Bobs sudah berhasil diserang oleh lawan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Luthfy
Bobs kena serangan mental tuhh
2022-08-13
4
Ray
Semakin seru👍tapi masih meraba Thor, itu si Hengki terbawa ke dunia lain 🤔? Lanjut dan semangat Thor💪🙏😘
2022-08-07
4
anggita
tuan zeno,, sang pembalas..
2022-08-06
3