Episode 12 - Surat Permohonan

Di ruang tempat singgasana Zeno, terdapat dua orang penjaga dengan setelan yang lebih bagus dari pasukan lain sedang berjaga di depan pintu yang tengah terbuka. Pasukan itu berasal dari divisi khusus

Zeno ke dapati sedang melihat sebuah catatan surat sembari menghela napas sangat dalam.

"Mereka tampaknya sedang membutuhkan pasukan tambahan dari sini tuan."

Di sebelahnya ternyata hadir Roderick yang sedang mendampingi Zeno. Ia berkata jika wilayah lain tampaknya sedang membutuhkan bantuan Zeno.

"Anda harus memutuskannya," lanjut Roderick.

"...Haruskah aku membantu orang itu?" tanya Zeno.

Sepertinya dia setengah hati jika harus membantu orang yang meminta pertolongan itu.

"Mau bagaimanapun mereka adalah bagian dari kerajaan ini, terlebih jika mereka tumbang maka di pastikan yang selanjutnya tumbang adalah kita."

Roderick tampaknya sedang membujuknya untuk ikut membantu. Dia khawatir jika tidak ditolong, ke depannya justru akan merugikan bagi Wilayah Chandax dan Chania yang  tengah di kuasai oleh Zeno.

"Anda harus melupakan dulu masa lalu tuan, demi masa depan wilayah ini."

Roderick terus membujuk Zeno.

Mendengar saran dari Roderick. Zeno terlihat sangat menahan rasa kesalnya, sepertinya ia memiliki masa lalu yang buruk dengan orang yang akan ia tolong itu.

"Baiklah, aku akan membalas surat ini."

Akhirnya Zeno pun menyetujui permohonan yang ada dalam surat tersebut.

"Tapi siapa yang akan mengantarnya? Bobs masih dalam kondisi kritis," tanya Zeno kepada Roderick.

"Kurasa anda bisa memberikan tugas itu kepada tamu kita."

Roderick lantas menyarankan Zeno untuk memberikan tugas pengantaran ini kepada tamu mereka. Siapa lagi kalau bukan Hengki.

"Tapi bukankah dia orang yang sembrono? Lagi pula apa kamu yakin dia akan setuju dengan misinya?"

Zeno sepertinya kurang percaya jika Hengki mau disuruh olehnya.

"Anda tenang saja, saya juga akan ikut mendampinginya menuju Wilayah Attica, tuan."

Ia lalu meyakinkan Zeno dengan berkata bahwa dirinya juga akan ikut menuju tempat di mana surat permohonan itu berasal, yaitu Wilayah Attica.

Wilayah Attica adalah bagian dari Kepulauan Aetolia yang menjadi penghubung langsung antara Aetolia dan daratan utama.

"Bolehlah kalau begitu. Panggil anak muda itu kemari terlebih dahulu," ucap Zeno mengiyakan saran yang diberi oleh Roderick.

"Terima kasih."

Roderick pun melangkah menuju luar ruangan.

Setelah ditinggal sendirian, Zeno tampak merenung lalu mencengkeram surat itu dengan sangat kuat sambil menggerutu, dalam hatinya berteriak, Nasos...!.

\==============

\==============

"Mengapa kamu marah? Aku cuma bercanda doang kok."

Ketika berjalan-jalan mengitari kastel. Hengki tampaknya masih terus diikuti Ellen.

"Siapa sih kamu? Tidak kenal juga sok dekat begitu!" Hengki menjawabnya sambil marah-marah.

"Kalau kamu tidak mau bersama Bianca. Lebih baik sama aku saja, daripada nanti kamu digoda Nova terus."

Ellen lalu mengingatkan Hengki agar segera memiliki orang yang akan mendampinginya. Karena jika tidak, ia akan digoda oleh Nova lagi.

(Nova adalah pelayan yang pertama kali menggoda Hengki ketika baru sampai di kastel.)

"Hah... Ngelanturin apa sih kamu ini? Bisa pergi saja tidak!"

Hengki sepertinya tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan Ellen, itu dikarenakan ia sedang kesal jadi tidak mampu mencerna perkataan Ellen dengan baik.

"Sudah, intinya kalau tidak ada orang yang kamu suka, sama aku saja," ucap Ellen.

Orang ini, yang ada diotaknya cuman ada percintaan doang apa..?

Hengki sepertinya sudah jengkel kepada Ellen.

"Hengki!"

Tiba-tiba ada orang yang berteriak sambil menyebut namanya.

"Aku?! Iya ada apa?"

Mendengar dirinya dipanggil, Hengki tampak senang karena bisa menghindar dari wanita tidak jelas ini.

Sedangkan Ellen tampak kecewa karena ia tidak bisa lagi menjahili Hengki.

"Tuan Zeno telah memberikan tugas kepadamu."

Setelah mendekat ternyata ia adalah Roderick. Tanpa basa basi dirinya berkata kalau Hengki telah diberi tugas oleh Doux Zeno.

"Tugas? Maksudnya apa? Sejak kapan tuanmu adalah tuanku juga."

Ia lalu menjawab Roderick dengan bertanya mengapa dirinya malah di kasih tugas.

"Kita kekurangan orang penting di sini. Tugas yang diberikannya tidak mungkin dilakukan oleh pasukan biasa."

Roderick lalu memegang pundak Hengki, sambil menunjukkan ekspresi orang yang sedang memohon. Ia berkata tugas ini tidak mungkin dilakukan oleh pasukan biasa, karena memang benar tugas yang diberikan Zeno adalah misi diplomatik yang bukan wewenang dari bala tentara.

"?" Ketika Roderick memohon kepadanya sambil memegang pundak. Hengki tampak kebingungan dengan apa yang di maksud Roderick.

"Jadi nama kamu Hengki. Nama yang cukup unik tapi juga keren," ucap Ellen yang sedang berdiri di belakang.

Setelah melihat keberadaan pelayan itu, Roderick lalu bertanya, "Ellen apa yang kamu lakukan disini?"

"Aku hanya jalan-jalan sebentar kok, Tuan Roderick. Hehe... kalian sepertinya sedang membahas hal yang serius kalau begitu aku akan pergi ke dapur. Bye, tawaran aku tadi kamu boleh memikirkannya terlebih dahulu kok."

Takut kena tegur karena tidak menjalankan tugasnya, Ellen pun bergegas meninggalkan mereka berdua sambil berkata kepada Hengki agar memikirkan kembali tawaran untuk menjadi pasangannya.

"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Roderick, ia sepertinya penasaran tawaran apa yang dimaksud oleh Ellen.

"Aku juga tidak mengerti, dari tadi dia bersikap sangat aneh. Yang penting apa yang anda maksud? Kenapa malah aku yang diberi tugas."

Hengki tidak menjawab rasa penasaran Roderick. Ia justru bertanya mengapa malah dirinya yang diberi tugas oleh Zeno.

"Kalau begitu, lebih baik kita menghadap kepadanya terlebih dahulu," ucap Roderick.

"Baiklah kalau begitu."

\==============

Roderick kembali ke tempat singgasananya Zeno, ia membawa Hengki bersamanya untuk meminta kejelasan mengenai tugas yang akan diberikan oleh Zeno.

Benar-benar seperti singgasananya Duke yang ada dalam video games.

Hengki tampak terkesan dengan ruang singgasana milik Zeno ini, ia teringat dengan games yang sering dirinya mainkan. Ruangan ini meski tidak terlalu megah layaknya ruang singgasana sang raja tapi arsitekturnya tampak begitu glamor penuh dengan kewibawaan dan karisma dari para pendahulunya.

"Tuan! Saya kembali lagi bersama dengan Hengki!"

Roderick lantas menghampiri Zeon sambil menunduk dan mengabari kalau dirinya kembali sambil membawa Hengki.

"Saya sangat berterima kasih atas hidangan semalam yang kamu buat. Saya pikir kamu akan benar-benar meninggalkan kastel ini, tapi jujur bagi saya itu adalah hal yang bagus karena kita sedang kekurangan orang sekarang."

Zeon lantas menyambut hangat Hengki dengan diawali ucapan terima kasihnya atas makanan yang Hengki buat semalam.

"Maaf, sejak kapan saya bagian dari kerajaan ini?" Hengki tampak menyindir Zeon, ia bilang sejak kapan dirinya menjadi bagian dari orang yang ada di bawah kekuasaannya.

"Kumohon. Ini bukan demi kebaikan saya sendiri tapi kebaikan bersama, kita benar-benar butuh tambahan orang sekarang. Dan kamu adalah satu-satunya orang yang masuk ke dalam kriteria tersebut. Saya dengar kamu telah menyelamatkan Bobs dari gerombolan pembunuh lalu kamu juga membuat hidangan yang luar biasa untuk istriku. Kamu adalah orang kami butuh kan saat ini."

Tanpa kehilangan kewibawaannya, Zeno memohon kepada Hengki agar bersedia menolong bukan demi kebaikannya saja tapi demi kebaikan Wilayah ini.

"Umm... Memangnya tugas seperti apa yang anda mau saya kerjakan?"

Melihat Zeno memohon kepadanya, perlahan Hengki terenyuh lalu bertanya tugas apa yang akan diberikan kepadanya.

"Kamu akan mengantar surat jawaban ke Wilayah Attica yang berada di seberang laut bersama Roderick. Tugas ini saya berikan karena kondisi Bobs yang masih kritis. Yang perlu kamu lakukan hanyalah duduk di kapal lalu bertemu dengan penguasa Attica, Doux Nasos Bartolomeu. Dia adalah seorang bajingan namun saya percaya dari apa yang diceritakan oleh Roderick tentangmu, tampaknya kamu adalah orang yang sangat tenang dalam situasi apa pun dan kepada siapa pun."

Zeno lalu menjelaskan apa saja yang akan dilakukan oleh Hengki, ia berkata jika tugasnya hanyalah duduk di kapal lalu mengirim surat kepada orang yang bernama Nasos.

Duduk di kapal... Apa perjalanannya akan sangat jauh?

Hengki lalu fokus dengan ucapannya mengenai duduk di kapal.

"Kalau hanya itu, aku bisa melakukannya."

Akhirnya Hengki setuju mengambil misi mengirim surat itu.

"Baiklah, tapi kalian harus menyamar menjadi pedagang terlebih dahulu agar perjalanan menjadi lebih aman. Kalian bisa berkunjung dulu ke kota untuk membeli perlengkapannya terlebih dahulu."

Terpopuler

Comments

Ahmadrhynz

Ahmadrhynz

Izin thor mau kasih tau kalo nafas itu kata bakunya napas

2022-08-16

2

Oyiib Pw

Oyiib Pw

knp apa kah MC y GX suka Ama cewek haisss

2022-08-08

3

Ray

Ray

Semakin suka dan semakin seru ceritanya👍Lanjut terus💪🙏

2022-08-07

3

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 - Rutinitas
2 Episode 2 - Mimpi Yang Membingungkan
3 Episode 3 - Setelah Sekian Lama
4 Episode 4 - Bobs. Kendalikan Emosimu
5 Episode 5 - Ksatria Sejati
6 Episode 6 - Namaku Hengki Tantama
7 Episode 7 - Prediksi Masa Depan
8 Episode 8 - Tampan Tetapi Kejam
9 Episode 9 - Soto Ayam
10 Episode 10 - Keceriaan Yang Telah Kembali
11 Episode 11 - Masih Di sini
12 Episode 12 - Surat Permohonan
13 Episode 13 - Keramaian
14 Episode 14 - Sang Mata Elang
15 Episode 15 - Penghakiman Yang Tidak Sempurna
16 Episode 16 - Janji Sang Terdahulu
17 Episode 17 - Kastel Naupaktos
18 Episode 18 - Reuni Singkat 2 Legenda
19 Episode 19 - Persiapan Berlayar
20 Daftar Wilayah
21 Episode 20 - Tak Tahu Diri
22 Episode 21 - Mobilisasi Pasukan
23 Episode 22 - Yang Tersisa
24 Episode 23 - Persiapan
25 Episode 24 - 2 Panglima Pemula
26 Episode 25 - Thriller
27 Episode 26 - Avis
28 Episode 27 - Gelombang I
29 Episode 28 - Benedict
30 Episode 29 - Sebelum Memulai Kembali
31 Episode 30 - Kublai Khan + Pengumuman
32 Episode 31 - Antara Pesimis & Optimis
33 Episode 32 - Permulaan Gelombang II
34 Episode 33 - Bidik & Lepaskan
35 Episode 34 - Who Is Really Being Threatened?
36 Episode 35 - Hutan Membara
37 Episode 36 - Nullum Consilium est Perfectum
38 Episode 37 - Darah
39 Episode 38 - Kemenangan Benedict
40 Episode 39 - Awal Kisah Untuk Hengki
41 Episode 40 - Tersanjung
42 Episode 40.1 - Kenangan Buruk
43 Episode 41 - Berlebihan
44 Episode 41.1 - Gambaran Stabia
45 Episode 41.2 - Curahan Hati Ajax
46 Episode 42 - Mindset
47 Episode 43 - Tanda Awal Perubahan
48 Episode 44 - Elliot Lascaris
49 Episode 44.1 - William Artemis
50 Episode 44.2 - Awal Mahakarya
51 Episode 45 - New Journey Begins
52 Episode 45.1 - Kemarahan Ajax
53 Episode 45.2 - Ajax, Pasukannya dan Dendam Rakyat Stabia (1)
54 Episode 46 - Jan, Pasukannya dan Dendam Kapten Alfred (2)
55 Episode 46.1 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (1)
56 Episode 46.2 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (2)
57 Episode 47 - Situasi Terkini Di Tempat Lain
58 Episode 47.1 - Jan, Mimpinya & Penyelamatan Hengki
59 Episode 47.2 - Hengki, Kesempatan & Tekad Jan
60 Episode 48 - Kesedihan Dan Kesenangan
61 Episode 48.1 - Belum Usai
62 Episode 48.2 - Dilema William
63 Episode 49 - Percikan Awal
64 Episode 49.1 - Hari Pertama Setelah Tumbangnya German
65 Episode 49.2 - Pendekatan Dengan Jan
66 Episode 50 - Semuanya Butuh Pertolongan
67 Episode 50.1 - Beringas
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Episode 1 - Rutinitas
2
Episode 2 - Mimpi Yang Membingungkan
3
Episode 3 - Setelah Sekian Lama
4
Episode 4 - Bobs. Kendalikan Emosimu
5
Episode 5 - Ksatria Sejati
6
Episode 6 - Namaku Hengki Tantama
7
Episode 7 - Prediksi Masa Depan
8
Episode 8 - Tampan Tetapi Kejam
9
Episode 9 - Soto Ayam
10
Episode 10 - Keceriaan Yang Telah Kembali
11
Episode 11 - Masih Di sini
12
Episode 12 - Surat Permohonan
13
Episode 13 - Keramaian
14
Episode 14 - Sang Mata Elang
15
Episode 15 - Penghakiman Yang Tidak Sempurna
16
Episode 16 - Janji Sang Terdahulu
17
Episode 17 - Kastel Naupaktos
18
Episode 18 - Reuni Singkat 2 Legenda
19
Episode 19 - Persiapan Berlayar
20
Daftar Wilayah
21
Episode 20 - Tak Tahu Diri
22
Episode 21 - Mobilisasi Pasukan
23
Episode 22 - Yang Tersisa
24
Episode 23 - Persiapan
25
Episode 24 - 2 Panglima Pemula
26
Episode 25 - Thriller
27
Episode 26 - Avis
28
Episode 27 - Gelombang I
29
Episode 28 - Benedict
30
Episode 29 - Sebelum Memulai Kembali
31
Episode 30 - Kublai Khan + Pengumuman
32
Episode 31 - Antara Pesimis & Optimis
33
Episode 32 - Permulaan Gelombang II
34
Episode 33 - Bidik & Lepaskan
35
Episode 34 - Who Is Really Being Threatened?
36
Episode 35 - Hutan Membara
37
Episode 36 - Nullum Consilium est Perfectum
38
Episode 37 - Darah
39
Episode 38 - Kemenangan Benedict
40
Episode 39 - Awal Kisah Untuk Hengki
41
Episode 40 - Tersanjung
42
Episode 40.1 - Kenangan Buruk
43
Episode 41 - Berlebihan
44
Episode 41.1 - Gambaran Stabia
45
Episode 41.2 - Curahan Hati Ajax
46
Episode 42 - Mindset
47
Episode 43 - Tanda Awal Perubahan
48
Episode 44 - Elliot Lascaris
49
Episode 44.1 - William Artemis
50
Episode 44.2 - Awal Mahakarya
51
Episode 45 - New Journey Begins
52
Episode 45.1 - Kemarahan Ajax
53
Episode 45.2 - Ajax, Pasukannya dan Dendam Rakyat Stabia (1)
54
Episode 46 - Jan, Pasukannya dan Dendam Kapten Alfred (2)
55
Episode 46.1 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (1)
56
Episode 46.2 - Jan, German dan Dendamnya Masing-Masing (2)
57
Episode 47 - Situasi Terkini Di Tempat Lain
58
Episode 47.1 - Jan, Mimpinya & Penyelamatan Hengki
59
Episode 47.2 - Hengki, Kesempatan & Tekad Jan
60
Episode 48 - Kesedihan Dan Kesenangan
61
Episode 48.1 - Belum Usai
62
Episode 48.2 - Dilema William
63
Episode 49 - Percikan Awal
64
Episode 49.1 - Hari Pertama Setelah Tumbangnya German
65
Episode 49.2 - Pendekatan Dengan Jan
66
Episode 50 - Semuanya Butuh Pertolongan
67
Episode 50.1 - Beringas

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!