Episode 20. ( Pemilihan Calon Ketua OSIS )

Hari yang ditunggu pun akhirnya tiba. Benar, hari ini adalah hari pemilihan calon ketua OSIS, dimana hari ini kita akan menentukan siapa yang akan terpilih menjadi ketua OSIS sekolah ku.

Aku pun dengan para pengurus OSIS kelas 10 sudah berkumpul di lapangan sekolah untuk membantu pengurus OSIS lainnya dalam mempersiapkan pemilihan calon ketua OSIS.

Aku lihat disana sudah ada Kak Kamal pastinya, Alif dan juga Fajar. Mereka tengah duduk di kursi yang sudah kami siapkan.

Semua siswa di sekolah di persilahkan berkumpul di lapangan utama sekolah, karena kegiatan pemilihan calon ketua OSIS akan segera dimulai.

Aku lihat ketiga calon ketua OSIS kami sama sama hebat, aku pun bingung akan memilih siapa satu diantara mereka.

Salah satu pengurus OSIS pun memberikan pengumuman kepada semua siswa bahwa kegiatan ini akan segera dimulai.

Di awali dari pembacaan Visi dan Misi dari masing-masing calon ketua OSIS tersebut.

" Baiklah, langsung saja kita panggil calon ketua OSIS dengan nomor urut satu untuk menyampaikan Visi dan Misi nya. Untuk Kamal dipersilahkan."

Kata kakak OSIS itu sambil memerintahkan kak Kamal menyampaikan Visi dan Misi nya.

Aku lihat hampir semua siswa berteriak dan antusias ketika kak Kamal berjalan menuju tengah lapangan dan di saksikan oleh seluruh siswa, aku pun ikut bertepuk tangan untuknya.

Sepertinya kak Kamal akan menjadi saingan berat untuk Alif dan Fajar, karena mungkin kak Kamal juga adalah ketua OSIS kami, jadi wajar jika banyak yang mengharapkannya menjadi ketua OSIS kembali.

Kak Kamal pun mulai membacakan Visi dan Misi nya dengan lantang dan tegas, tanpa ragu diapun menambahkan kata-kata bijaknya di akhir Visi dan Misi yang dia bacakan.

"Jika saya terpilih lagi menjadi ketua OSIS, saya akan menjalankan program kerja OSIS yang belum terlaksana di tahun ini."

Sontak semua siswa bersorak untuk kak Kamal.

Kak Kamal mengatakan itu dengan penuh keyakinan, yang membuat semua siswa antusias mendengar penuturannya.

Kak Kamal pun dipersilahkan untuk kembali ke tempat diiringi tepuk tangan yang ramai dari kami semua.

" Terima kasih untuk Kamal. Sekarang langsung saja untuk calon ketua OSIS nomor urut dua, yaitu Alif dari kelas 10 IPA 2."

Alif pun berjalan menuju tempat yang telah dipersilahkan. Sorak dan tepuk tangan pun tidak kalah ramai dari kak Kamal.

Alif memasang wajah yang dingin dan datar, beda dengan kak Kamal yang selalu menunjukkan ekspresi wajah ceria. Tidak tahu kenapa, aku selalu berharap Alif bisa memberikan yang terbaik hari ini.

" Huh..Tetap Kamal pastinya yang menang."

Aku mendengar satu perkataan yang tidak suka kepada Alif dari salah satu siswa yang sepertinya kakak kelas.

Aku tidak menghiraukan ucapan itu, aku tetap fokus dengan Alif yang tengah berdiri ditengah lapangan yang siap menyampaikan Visi dan Misi nya.

Alif pun membacakannya dengan penuh semangat, suaranya yang lantang dan tegas membuat beberapa siswa terkagum padanya.

" Itulah Visi dan Misi saya. Siapapun itu pilihan kalian, semoga itu adalah yang terbaik."

Alif menambahkan kata-kata diakhir pembicaraannya. Aku pun terkejut dengan perkataan Alif yang begitu datar dan dingin, bahkan dia pun tetap memasang wajah datar.

" please Alif, ini adalah hari penentuan mu untuk menjadi ketua OSIS". Gumam ku yang kesal melihat Alif yang tengah berjalan ke tempat semula dan tetap dengan wajah yang datar.

" Eh Shen, si Alif tuh emang gak berubah ya, padahal lagi acara kayak gini, harusnya ceria kek atau apa gitu, aneh."

Ucap teman OSIS ku yang lain dengan wajah kesal.

" Nggak tau tuh." Jawabku kesal juga.

Kali ini adalah seseorang yang diharapkan oleh kelas ku, yaitu giliran Fajar yang menyampaikan Visi dan Misi nya.

" Langsung saja untuk Fajar dari kelas 10 IPA 1 untuk maju ke depan."

Fajar pun berjalan dengan tegap, diiringi sorakan dan tepuk tangan paling kencang dari kelasku.

Kami pun sangat bangga dan berharap Fajar bisa memberikan yang terbaik kali ini. Aku lihat wajah nervous Fajar yang jelas sedikit terlihat, yang padahal di hebat dalam publik speaking.

Apa mungkin dia masih kelas 10 jadi belum mengenal kakak kelas. Aku perhatikan semua siswa tidak begitu antusias, tidak seperti ketika kak Kamal dan Alif maju ke depan. M

ungkin kakak kelas tidak begitu mengenalnya. Fajar pun membacakan Visi dan Misi nya, suaranya tidak setegas dan lantang, karena mungkin Fajar sedikit nervous.

" Ayo jar semangat."

Teriak teman sekelas ku yang dibalas senyuman oleh Fajar.

Akhirnya Fajar pun membacakan Visi dan Misi nya dengan baik, walau tidak setegas kak Kamal dan Alif, tapi aku pikir itu sudah cukup baik.

Fajar pun kembali ke tempatnya semula, ku lihat wajah Fajar menunjukkan rasa kecewa dan tidak percaya diri.

Kami pun diberikan arahan bagaimana proses pemilihannya nanti. Setelah itu, pengurus OSIS memberikan waktu sepuluh menit untuk kami, karena para pengurus OSIS tengah mempersiapkan beberapa hal untuk proses pemilihannya nanti.

Ku hampiri Fajar yang tengah duduk sendirian, tanpa Alif dan kak Kamal.

" Hey." Sapa ku padanya.

" Eh Shena." Balas Fajar dengan senyum yang terpaksa.

" Kamu keren tadi." Kataku pada Fajar yang berusaha menyemangatinya.

" Keren darimana, aku aja tadi gugup, nggak sebaik kak Kamal dan Alif."

Balas Fajar dengan raut wajah yang kecewa.

" Kata siapa, jangan berpikir seperti itu. Ayo semangat, harus yakin." Balasku padanya yang berusaha meyakinkan Fajar yang mulai putus asa.

" Iya. Makasih ya Shen selalu dukung aku." Jawab Fajar sambil tersenyum ke arahku.

Aku hanya tersenyum dan memukul kecil pundaknya.

Tiba-tiba Alif berjalan menuju aku dan Fajar, lalu dia kembali duduk ditempatnya. Aku hanya tersenyum canggung padanya yang dibalas dengan senyuman juga darinya.

Aku pun bergegas meninggalkan Fajar dan Alif. Aku berjalan menghampiri Rani yang tengah berdiri dengan Fadya.

" Eh Shen, kata kamu siapa ya yang akan terpilih?." Tanya Fadya yang sepertinya dia penasaran.

" Nggak tau, tapi dilihat dari siswa yang mendukung sih kayaknya kak Kamal."

Jawabku yah terus memperhatikan beberapa OSIS yang tengah mempersiapkan kegiatan ini.

" Iya bener, kalau nggak kak Kamal paling Alif." Balas Rani.

" Tapi kita juga tetap kasih dukungan buat Fajar." Balas Fadya sambil melihat ke arahku.

" Iya betul. Siapapun yang kita pilih, kita tetap kasih semangat buat Fajar." Balasku pada Fadya dan Rani.

Acara pemilihan calon ketua OSIS pun dimulai. Ternyata kelas 10 IPA 1 yang mendapatkan giliran pertama untuk melakukan pemilihan terhadap tiga calon ketua OSIS.

Aku mengambil satu kertas suara, kamu kuberikan satu suara untuk orang yang menurutku pantas mendapatkan jabatan sebagai ketua OSIS. Tanpa ragu aku memberikan suaraku padanya, dan ku masukkan pada kotak suara, semoga ini pilihan yang terbaik.

Satu persatu siswa telah memberikan hak suaranya kepada ketiga calon ketua OSIS kami setelah menunggu beberapa jam lamanya, akhirnya apa yang kami tunggu pun tiba.

" Terima kasih untuk kalian semua yang sudah ikut berpartisipasi dalam pemilihan calon ketua OSIS ini, langsung saja hari ini kita hitung perolehan suaranya."

Kata salah satu pengurus OSIS menjelaskan, yang diiringi sorakan dan tepuk tangan dari semua siswa.

Aku jadi penasaran, siapa yang akan terpilih menjadi ketua OSIS. Semoga itu pilihan yang terbaik. Satu persatu surat suara dibuka dan dibacakan hasilnya.

" Untuk surat suara yang pertama, yaitu nomor urut 2." Ucap salah satu pengurus OSIS dengan antusias.

Kami pun bertepuk tangan mendengar pernyataan itu. Satu suara diberikan untuk Alif.

Terlihat ketegangan mulai muncul di wajah ketiga calon ketua OSIS.

" Satu..satu..tiga."

Kata pengurus OSIS sambil terus membuka kertas suara itu.

" Dua..dua."

Terdengar sorakan antusias dari kelas 10 IPA 2.

Satu persatu kertas suara dibacakan sampai selesai tanpa ada yang terlewatkan satu pun. Saatnya hasil pun diumumkan, siapa yang akan menjadi ketua OSIS sekolah kami.

" Baiklah, kita sudah menghitung bersama hasil hak suara kalian, disini kita mendapatkan 21 surat suara yang tidak sah." Kata pengurus OSIS menjelaskan.

Semua perolehan suara masing-masing calon ketua OSIS sudah dihitung berdasarkan jumlah suara tanpa kecurangan sedikit pun. A

khirnya salah satu pengurus OSIS pun menyebutkan satu nama yang menjadi ketua OSIS di sekolah kami.

Sontak membuat kami semua terkejut dan senang mendengar satu nama yang disebutkan terpilih menjadi ketua OSIS kami.

Episodes
1 Episode 1. (Perjalanan menuju Jawa Timur)
2 Episode 2. ( Perjalanan menuju Jawa Timur)
3 Episode 3. ( Rumah Budhe)
4 Episode 4. ( Hari pertama di sekolah)
5 Episode 5. ( Masa Pengenalanan Lingkungan Sekolah)
6 Episode 6. ( Masa Pengenalanan Lingkungan Sekolah)
7 Episode 7. ( Hari Terakhir MPLS)
8 Episode 8. ( Hari Pertama Di Kelas)
9 Episode 9. ( Hari Pertama Di Kelas)
10 Episode 10. ( First Problem At School)
11 Episode 11. ( Hukuman)
12 Episode 12. ( Calon Pengurus OSIS )
13 Episode 13. ( Interview )
14 Episode 14. ( Pengumuman )
15 Episode 15. ( Calon Ketua OSIS )
16 Episode 16. ( Di Sebuah Toko Buku )
17 Episode 17. ( Sebuah Keributan Di Sekolah )
18 Episode 18. ( Pertengkaran Rendi Dan Kakak Kelas )
19 Episode 19. ( Sebuah Perlombaan )
20 Episode 20. ( Pemilihan Calon Ketua OSIS )
21 Episode 21. ( Ketua OSIS )
22 Episode 22. ( Bertemu Rendi )
23 Episode 23. ( Alif )
24 Episode 24. ( Ke toko buku dengan Alif )
25 Episode 25. ( Di sebuah kedai Coffee )
26 Episode 26. ( Pergi bersama Rani dan Fadya )
27 Episode 27. ( Cerita Tentang Mimpi )
28 Episode 28. ( Ibu Penjual Kacang Rebus )
29 Episode 29. ( Alif Dan Andi )
30 Episode 30. ( Di tengah Hujan )
31 Episode 31. ( Ancaman )
32 Episode 32. ( Kecelakaan )
33 Episode 33. ( Ternyata Dia Sangat Baik )
34 Episode 34. ( Rumah Sakit )
35 Episode 35. ( Sore Bersama Senja )
36 Episode 36. ( Cukup menyenangkan )
37 Episode 37. ( Menjadi Sekretaris OSIS )
38 Episode 38. ( Apa Yang Sebenarnya Terjadi Dengan Rendi )
39 Episode 39. ( Aku dan Desi Yang Penasaran )
40 Episode 40. ( Hari Terakhir Belajar Dengan Alif )
41 Episode 41. ( Perjalan Menuju Lokasi Lomba )
42 Episode 42. ( Perlombaan Pun Dimulai )
43 Episode 43. ( Kemenangan Untukku dan Alif )
44 Episode 44. ( Rumah Alif )
45 Episode 45. ( Mereka Senang )
46 Episode 46. ( Hadiah Dari Kepala Sekolah )
47 Episode 47. ( Sebuah Novel Dari Alif )
48 Episode 48. ( Siapa Dia Sebenarnya )
49 Episode 49. ( Masih tentang Rendi )
50 Episode 50. ( Bertemu Adiknya Rendi )
51 Episode 51. ( Rendi Yang Meminta Maaf )
52 Episode 52. ( Ku Ceritakan Semuanya )
53 Episode 53. ( Ternyata Beliau Ibunya Rendi )
54 Episode 54. ( Latar Belakang Keluarga Rendi )
55 Episode 55. ( Berteman Dengan Rendi )
56 Episode 56. ( Hari Pembagian Rapor )
57 Episode 57. ( Kami Menjadi Juara Kelas )
58 Episode 58. ( Senja Dan Alif )
59 Episode 59. ( Bersama Alif )
60 Episode 60. ( POV. Alif )
61 Episode 61. ( Perjalanan Menuju Bandung )
62 Episode 62. ( Sampai Di Bandung )
63 Episode 63. ( With My Friend )
64 Episode 64. ( Takut aku gak balik? )
65 Episode 65. ( Saatnya Kembali )
66 Episode 66. ( Pulang )
67 Episode 67. ( Di Rumah Sakit )
68 Episode 68. ( Kelas baru, awal yang baru )
69 Episode 69. ( Makasih ya Shen)
70 Episode 70. ( Mulai Cemburu )
71 Episode 71. ( Ada Apa Ini?)
72 Keadaan keluarga Rendy
73 Alif mau pindah sekolah?
74 Episode 74. Rencana Kepindahan Alif
75 Episode 75. Pengumuman
76 Episode 76. Aku Terpilih
77 Episode 77. Ada Apa?
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Episode 1. (Perjalanan menuju Jawa Timur)
2
Episode 2. ( Perjalanan menuju Jawa Timur)
3
Episode 3. ( Rumah Budhe)
4
Episode 4. ( Hari pertama di sekolah)
5
Episode 5. ( Masa Pengenalanan Lingkungan Sekolah)
6
Episode 6. ( Masa Pengenalanan Lingkungan Sekolah)
7
Episode 7. ( Hari Terakhir MPLS)
8
Episode 8. ( Hari Pertama Di Kelas)
9
Episode 9. ( Hari Pertama Di Kelas)
10
Episode 10. ( First Problem At School)
11
Episode 11. ( Hukuman)
12
Episode 12. ( Calon Pengurus OSIS )
13
Episode 13. ( Interview )
14
Episode 14. ( Pengumuman )
15
Episode 15. ( Calon Ketua OSIS )
16
Episode 16. ( Di Sebuah Toko Buku )
17
Episode 17. ( Sebuah Keributan Di Sekolah )
18
Episode 18. ( Pertengkaran Rendi Dan Kakak Kelas )
19
Episode 19. ( Sebuah Perlombaan )
20
Episode 20. ( Pemilihan Calon Ketua OSIS )
21
Episode 21. ( Ketua OSIS )
22
Episode 22. ( Bertemu Rendi )
23
Episode 23. ( Alif )
24
Episode 24. ( Ke toko buku dengan Alif )
25
Episode 25. ( Di sebuah kedai Coffee )
26
Episode 26. ( Pergi bersama Rani dan Fadya )
27
Episode 27. ( Cerita Tentang Mimpi )
28
Episode 28. ( Ibu Penjual Kacang Rebus )
29
Episode 29. ( Alif Dan Andi )
30
Episode 30. ( Di tengah Hujan )
31
Episode 31. ( Ancaman )
32
Episode 32. ( Kecelakaan )
33
Episode 33. ( Ternyata Dia Sangat Baik )
34
Episode 34. ( Rumah Sakit )
35
Episode 35. ( Sore Bersama Senja )
36
Episode 36. ( Cukup menyenangkan )
37
Episode 37. ( Menjadi Sekretaris OSIS )
38
Episode 38. ( Apa Yang Sebenarnya Terjadi Dengan Rendi )
39
Episode 39. ( Aku dan Desi Yang Penasaran )
40
Episode 40. ( Hari Terakhir Belajar Dengan Alif )
41
Episode 41. ( Perjalan Menuju Lokasi Lomba )
42
Episode 42. ( Perlombaan Pun Dimulai )
43
Episode 43. ( Kemenangan Untukku dan Alif )
44
Episode 44. ( Rumah Alif )
45
Episode 45. ( Mereka Senang )
46
Episode 46. ( Hadiah Dari Kepala Sekolah )
47
Episode 47. ( Sebuah Novel Dari Alif )
48
Episode 48. ( Siapa Dia Sebenarnya )
49
Episode 49. ( Masih tentang Rendi )
50
Episode 50. ( Bertemu Adiknya Rendi )
51
Episode 51. ( Rendi Yang Meminta Maaf )
52
Episode 52. ( Ku Ceritakan Semuanya )
53
Episode 53. ( Ternyata Beliau Ibunya Rendi )
54
Episode 54. ( Latar Belakang Keluarga Rendi )
55
Episode 55. ( Berteman Dengan Rendi )
56
Episode 56. ( Hari Pembagian Rapor )
57
Episode 57. ( Kami Menjadi Juara Kelas )
58
Episode 58. ( Senja Dan Alif )
59
Episode 59. ( Bersama Alif )
60
Episode 60. ( POV. Alif )
61
Episode 61. ( Perjalanan Menuju Bandung )
62
Episode 62. ( Sampai Di Bandung )
63
Episode 63. ( With My Friend )
64
Episode 64. ( Takut aku gak balik? )
65
Episode 65. ( Saatnya Kembali )
66
Episode 66. ( Pulang )
67
Episode 67. ( Di Rumah Sakit )
68
Episode 68. ( Kelas baru, awal yang baru )
69
Episode 69. ( Makasih ya Shen)
70
Episode 70. ( Mulai Cemburu )
71
Episode 71. ( Ada Apa Ini?)
72
Keadaan keluarga Rendy
73
Alif mau pindah sekolah?
74
Episode 74. Rencana Kepindahan Alif
75
Episode 75. Pengumuman
76
Episode 76. Aku Terpilih
77
Episode 77. Ada Apa?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!