Aku terbangun dari tidurku, ah sepertinya aku bangun kesiangan, aku takut terlambat berangkat ke sekolah. Dan aku pun langsung bergegas berangkat ke sekolah, sarapan pun aku lewatkan karena waktu yang tidak sempat.
" Budhe, Pakdhe, aku berangkat sekarang ya."
Sambil mencium punggung tangan mereka.
" Sarapan dulu nduk." Kata Pakdhe.
" Iya, nggak usah buru-buru." Tambah budhe kemudian.
" Mau berangkat sekarang aja, udah telat, nanti biar makan di sekolah aja."
Kataku terburu-buru sambil berlari ke arah sepeda motor dan langsung melajukan nya.
" Hati-hati nduk." Teriak budhe.
aku hanya menjawab dengan kata iya yang sepertinya tidak terdengar olehnya.
Aku melajukan sepeda motor dengan kencang, matahari semakin cerah yang membuatku panik takut bahwa aku akan terlambat.
Aku terus mengebut kan laju kendaraan ku, tanpa aku sadar dan hati-hati, didepan tepat di belokan jalan ada sebuah tumpukan batu kerikil yang membuatku terjatuh karena licin olehnya.
" Aduh ya Allah."
Aku terjatuh, pakaianku sedikit kotor dan rok sekolahku sedikit tergores bebatuan itu, lalu ku dapati tanganku lecet dan berdarah.
" Ya Allah mbak, ndak apa-apa?."
Tanya seorang bapak yang sepertinya hendak pergi ke sawah.
Dia berlari ke arahku dan membantuku untuk berdiri.
" Nggak apa-apa pak," Jawabku dengan rintih sambil menepuk nepuk membersihkan rok sekolahku yang kotor.
" Lain kali hati-hati ya mbak."
Balas bapak itu sambil membangunkan motorku.
" Iya pak, makasih ya pak."
Aku pun tetap melajukan motorku ke sekolah.
Di perjalanan, tidak terasa pandanganku mulai tidak jelas karena tertutup air mataku yang mulai turun, aku sungguh kesal hari ini.
" Yah, mah, Shena pengen pulang".
Rintih ku sambil terus fokus ke arah depan.
Aku sangat membenci ini, rasanya begitu sulit jauh dari orang tua, tapi entahlah, sekarang pikiranku sangat kacau.
Akhirnya aku telah sampai di parkiran sekolah, benar saja aku telat datang ke sekolah, keadaan sekolah mulai sepi hanya ada beberapa siswa saja yang sepertinya juga telat.
Aku segera berlari menuju gerbang sekolah. Dan ku dapati seorang guru BK tengah berdiri disana.
" Silahkan berdiri di lapangan utama sekolah."
Perintah guru BK itu sambil menunjukkan jarinya ke arah lapangan.
" Tapi pak, saya tadi.."
Sebelum meneruskan perkataan ku, guru BK itu langsung memotong perkataan ku.
" Silahkan ke lapangan dulu, disana ada beberapa orang yang telat juga."
Jawab guru BK itu dengan senyum yang canggung.
Andai saja aku tadi hati-hati, pasti aku tidak bakalan sampai jatuh, dan pastinya aku tidak akan telat karena masih ada waktu beberapa menit lagi, aku terus-terusan menyalahkan diriku sendiri.
Aku segera berlari menuju lapangan utama sekolah, benar saja, disana terdapat beberapa siswa yang sudah berdiri rapi ditengah lapangan, dan ada dua siswa perempuan juga. Kalian tahu, ini pertama kalinya aku mendapatkan hukuman di sekolah, rasanya tidak bisa aku jelaskan sekarang.
Aku pun berdiri bersama mereka di lapangan, panas matahari semakin menyengat dan perasaanku masih tidak karuan setelah jatuh tadi.
" Baiklah, bapak data dulu ya nama-nama kalian."
Guru BK mengawali pembicaraan sekaligus memecahkan keheningan.
Nama kami pun di data, ada tujuh orang yang terlambat hari ini, termasuk aku sendiri.
Semua ditanya alasan kenapa kami telat. Akhirnya giliran ku yang memberikan alasan.
" Saya tadi jatuh dari motor pak."Jawabku singkat.
" Yaudah kalau gitu pergi ke UKS saja." Balas guru BK.
" Saya tetap telat pak, dan saya harus mendapatkan hukuman juga."
Jawabku diiringi rasa yang tidak mood hari ini.
" Kalau mulai gak kuat, langsung pergi ke UKS aja ya."
" Iya pak." Jawabku singkat.
Aku pun membersihkan halaman sekolah, Mai dari menyapu daun-daun kering yang berjatuhan, dan menyirami tanaman, rasa yang begitu melelahkan untuk awal pagi ini.
Ketika aku berjalan menuju kamar mandi sekolah berniat untuk membersihkan pakaian ku yang sedikit kotor akibat jatuh tadi.
Kemudian aku lihat seorang siswa laki-laki berpapasan denganku diiringi dengan sikap dingin.
Ternyata dia Rendi, siswa laki-laki yang sempat bertengkar denganku kemarin, tapi dia hanya diam saja, aku pikir baguslah, karena hari ini dia sepertinya lelah untuk mencari masalah denganku.
Tapi yang aku pikir itu salah, dia tetap saja usil padaku.
" Hey anak Jakarta, pasti lu di hukum ya."
Sambil tertawa kecil sambil meledekku.
" Terserah."
Jawabku singkat lalu dengan cepat meninggalkan dia.
Akhirnya aku selesai menjalankan hukuman atas telat ku hari ini, dan aku kembali ke kelas.
Ketika aku sampai didepan kelas dan mengetuk pintu, ternyata didalam sudah ada beberapa pengurus OSIS yang berdiri didalam kelasku dan menatap ke arahku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments