Satu persatu nama di panggil untuk interview, sepertinya ini bukan hal yang sulit dalam seleksi OSIS walau interview dengan lima guru.
Yang aku harapkan aku dan Rani akan masuk dan diterima menjadi pengurus OSIS, itu adalah harapanku. Nama Rani pun dipanggil, artinya giliran dia untuk masuk dan menjalankan sesi interview.
" Semangat Ran." Kataku pada Rani untuk menyemangatinya.
Rani membalas ku dengan senyumannya sambil berjalan masuk kedalam perpustakaan. Yang aku rasakan sedikit gugup sekarang, apakah aku bisa menjawab pertanyaan itu, dan apakah pertanyaan sulit, itu yang ada dibenak ku sekarang.
Waktu terus berjalan dan aku pun terpaksa tidak mengikuti pelajaran dikelas karena seleksi OSIS ini, tapi guru pun telah mengizinkan kami menyangkut masalah ini.
Walau aku sedikit gugup, aku pun jenuh menunggu giliran ku walau sebenarnya itu bukan masalah untuk dilakukan.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya giliran ku yang menjalani sesi wawancara, dan namaku dipanggil untuk masuk ke dalam perpustakaan.
Ketika aku masuk ke dalam, ku lihat Rani sedang melakukan interview bersama guru BK yang memberiku hukuman karena telat tadi pagi, aku sedikit ragu apakah aku masih punya kesempatan untuk bisa menjadi pengurus OSIS walau ada satu catatan buruk karena telat, sekarang hanya berfikir positif saja.
Aku pun duduk berhadapan dengan pak Yanto pembina OSIS kami.
Pak Yanto pun memulai interview dan memberikan beberapa pertanyaan mudah tapi bingung untuk dijawab olehku.
" Namanya siapa? Dari kelas mana?."
Tanya pak Yanto yang memulai interview kami.
" Nama saya Shena, dari kelas 10 IPA 1." Jawabku dengan tegas.
" Pernah ikut OSIS waktu SMP?." Tanya pak Yanto yang menatapku.
" Pernah pak, saya dulu menjabat sebagai wakil ketua OSIS." Jawabku tanpa ragu.
" Baik, itu bagus, jadi sudah ada pengalaman ya."
Balas pak Yanto sambil mencatat disebuah buku besar yang sepertinya itu data interview para calon pengurus OSIS.
" Apa tujuan kamu menjadi pengurus OSIS?."
Tanya pak Yanto dengan pertanyaan yang tidak asing bagiku sebagai pengurus OSIS dari SMP.
Dengan tegas, kemudian aku menjawab.
" Karena menurut saya, saya bisa berorganisasi, dan bisa menjadi pengurus OSIS dengan baik sesuai visi dan misi saya."
Aku rasa itu jawaban yang tepat dariku.
Pak Yanto hanya tersenyum sambil mengangguk mendengar jawabanku yang ku jawab dengan tenang dan lantang.
Aku rasa ini poin pertama ku.
" Kayanya kamu bukan asli orang sini ya?." Tanya pak Yanto dengan heran.
" Iya pak, saya dari Bandung." Jawabku diiringi dengan senyuman.
" Terus disini tinggal sama siapa?." Tanya balik pak Yanto.
" Saya tinggal sama budhe dan pakdhe pak, karena Ayah saya asli orang sini." Jawabku menjelaskan.
Pak Yanto membalas jawabanku hanya dengan senyuman dan menganggukkan kepalanya.
Dan beberapa pertanyaan pun telah selesai aku jawab dengan baik.
" Baiklah Shena, pertanyaannya telah selesai dijawab, silahkan interview bersama guru yang lainnya ya." Perintah pak Yanto.
" Baik, terima kasih pak."
Aku pun beranjak dan berjalan ke arah guru BK yang ku lihat sudah tidak ada Rani disana.
Dan aku pun mulai interview dengan guru BK tersebut.
" Shena, silahkan duduk."
Sapa guru BK itu yang sepertinya telah mengingatku setelah kejadian tadi pagi.
" Terima kasih pak."
Tanpa ragu aku segera duduk dan menantikan pertanyaan dari guru BK itu.
" Sepertinya beberapa pertanyaan umum sudah diberikan oleh pak Yanto ya." Tanya guru BK dengan serius.
" Iya pak, tadi saya sudah menjawab beberapa pertanyaan." Jawabku menjelaskan.
" Oke, disini bapak hanya ingin menanyakan sedikit pertanyaan saja. Misalkan kamu terpilih jadi pengurus OSIS, apakah sebagai pengurus OSIS kamu siap bekerja sama dengan BK? yang mungkin orang pikir itu berat."
Tanya guru BK sambil menjelaskan apa saja tugas yang akan dilakukan oleh pengurus OSIS dalam membantu BK.
" Saya siap pak, dengan dengan segala konsekuensinya pun saya siap, karena dari awal saya sudah berkomitmen pada diri sendiri untuk menjadi pengurus OSIS." Jawabku dengan tegas.
" Bagus, bapak pegang ucapan kamu, seandainya kamu terpilih menjadi pengurus OSIS."
Balas guru BK itu dengan senyum dan muka mencatat sesuatu disebuah buku.
Aku pikir pak guru BK puas dengan jawabanku, saat ini aku hanya bisa untuk tetap tenang dan berfikir positif saja.
Pertanyaan demi pertanyaan sudah aku jawab dari lima orang guru yang melakukan interview denganku, rasanya lega telah menyelesaikan itu, aku berharap hasilnya baik dan aku bisa terpilih menjadi pengurus OSIS.
Aku pun bergegas pergi ke luar, dan aku lihat Alif masih berdiri disana bersama beberapa temannya, dia pun melihat ke arahku, dengan perasaan gugup, aku pun berlalu meninggalkannya yang diikuti oleh Rani yang ternyata dari tadi dia menungguku.
Sesampainya dikelas, aku pun bercerita dengan Rani, Fadya, dan beberapa teman sekelas ku yang mengikuti seleksi OSIS tadi.
" Susah nggak tadi pertanyaannya?." Tanya Rani pada kami.
" Menurut aku sih biasa aja, karena itu pertanyaan untuk diri kita sendiri." Jawabku menjelaskan.
" Iya Shen bener, tergantung pribadi kita."
Balas Fajar ketua kelas yang mengikuti seleksi OSIS juga.
" Kita tunggu saja pengumumannya, nanti siapa saja yang terpilih." Kata temanku yang lain.
Kami pun cerita banyak tentang hari ini, khususnya tentang seleksi OSIS tadi, aku berharap hal baik terjadi padaku dan teman-teman ku juga.
Tak terasa bel pulang pun berbunyi, aku pun bergegas untuk pulang dan istirahat, karena badanku rasanya sakit dan pegal akibat jatuh tadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments