Pagi pun tiba, sepertinya hari ini tidak begitu cerah, karena awan sedikit mendung, aku harap hujan tidak akan turun sekarang, itu akan membuatku sulit untuk menjalankan aktivitas hari ini.
Aku bergegas untuk mandi dan bersiap untuk berangkat. Aku pergi ke dapur untuk membuat telur mata sapi. Akhirnya semuanya sudah siap, dan aku bergegas untuk berangkat sekarang karena takut hujan akan segera turun sebelum sampai di sekolah.
Di perjalanan terasa tetesan air kecil membasahi wajah dan tanganku, sepertinya hujan mulai turun. Aku melajukan motorku dengan cepat, dan pada akhirnya hujan hanya berlalu sebentar.
Akhirnya aku sampai di sekolah, aku lihat disana sudah ada Fadya, aku rasa dia datang lebih awal karena cuaca yang tidak mendukung.
" Hei Fadya, kamu tumben datang pagi kayak gini?."
" Iya Shen, tahu sendiri rumahku lumayan jauh, terus sekarang mendung juga kan." Jawab Fadya yang sepertinya kurang bersemangat hari ini.
" Yuk semangat yuk buat hari terakhir." Semangat ku pada Fadya, diiringi senyum manis darinya.
Acara hari ini pun dimulai. Semua kelompok sudah bersiap dengan penanggung jawabnya masing-masing. Acara hari ini diluar ruangan, kami akan melakukan kegiatan di lapangan sekolah.
" Selamat pagi adik-adik semua." Sapa salah satu guru di sekolah ku.
Dengan kompak kami menjawab
" Pagi Bu."
" Baiklah hari ini kita akan mengadakan sebuah permainan, silahkan semuanya berdiri dan membuat lingkaran." Perintah guru kami.
Kami langsung lingkaran besar, dan guruku memberikan instruksi dengan hitungan 1 sampai 3 untuk membentuk lingkaran dengan 5 orang, 3 orang, dan bahkan 10 orang.
Dan ketika guru berkata 5 orang, aku dan 3 siswa lainnya tidak mendapatkan kelompok untuk membuat lingkaran, dan hasilnya kami mendapatkan hukuman.
" Itu siapa tuh yang nggak sesuai jumlah 5 orang." Kata guruku sambil menunjuk ke arahku diiringi tawa kecil darinya.
Akhirnya aku dan ke 3 siswa itu maju ke depan. Kami berempat bernyanyi salah satu lagi wajib Indonesia.
Permainan pun selesai, dan kami diberikan beberapa materi tentang Pramuka dan Lingkungan. Hari ini aku rasa semuanya berjalan dengan baik. Kami pun kembali menuju ke ruang aula untuk beristirahat dan makan siang.
Dan kakak OSIS pun memeriksa semua barang yang kami bawa, dan memastikan tidak ada barang yang tertinggal.
" Apakah kalian capek?." Tanya salah satu pengurus OSIS memecahkan keributan kami.
" Iya kak."
Kami dengan kompak menjawab.
" Haus gak?." Tanyanya kemudian.
" Haus kak."
Jawab kami sekali lagi dengan nada yang bersemangat.
" Baiklah, tunjukan buah pegas yang kalian bawa."
Semua orang dengan kompak mengangkat tangan kanan sambil memegang buah pear tanpa ada buah yang berbeda.
" Oke, kalian semua benar, sekarang makanlah buah itu dan makan bekal yang kalian bawa."
" Iya kak, terima kasih."
Tanpa menunggu lama kamu memakan buah pear itu dan bekal yang kamu bawa, setidaknya menu bekal kali ini lebih enak dari bekal kemarin.
Di tengah kami sedang makan siang, tiba-tiba kak Kamal menyampaikan beberapa kata pada kami.
" Oke de, perhatian sebentar. Ada informasi yang akan saya sampaikan. Nanti sehabis makan dan istirahat, selanjutnya ada sesi meminta tanda tangan kepada guru dan kakak OSIS ya, kalian bersiap nanti, terima kasih." Kata kak Kamal.
Sepertinya ini adalah sedikit moment perkenalan kami dan guru, agar lebih mengenal satu sama lain, terutama murid mengenal para guru. Kami pun telah selesai makan dan istirahat. Semua kelompok sudah bersiap untuk mencari guru di sekolah ini termasuk kelompok aku sendiri.
Aku dan kelompok ku turun ke lantai satu, karena disitulah letak ruang guru. Dengan rasa sedikit malu dan ragu aku masuk ke ruang guru, disana aku lihat beberapa guru tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Aku menghampiri salah satu guru perempuan yang aku lihat tidak begitu sibuk dan belum banyak siswa juga yang datang padanya untuk meminta tanda tangan.
" Permisi Bu, boleh minta tanda tangan ibu?." Kataku padanya.
" Baik, sini."
Sambil mengambil buku yang aku serahkan padanya.
" Nama ibu siapa?." Tanyaku dengan sedikit malu.
" Nama ibu, ibu Dina, guru bahasa Inggris." Jawabnya, dengan senyum yang ramah.
Aku hanya membalas dengan senyuman.
" Oke, ini."
" Ibu Dina memberikan buku yang sudah di tanda tanganinya padaku.
" Baik, terima kasih ya Bu." Mengambil buku itu lalu pergi.
Setelah memakan waktu cukup lama untuk meminta tanda tangan para guru dan kakak OSIS, aku segera bergegas untuk menyelesaikan dengan satu tanda tangan lagi, yaitu kak Kamal, ketua OSIS kami.
Aku segera menaiki aula yang aku rasa kak Kamal pasti ada disana. Dan benar saja, kak Kamal berada didepan aula dengan siswa yang begitu ramai menunggu giliran untuk mendapatkan tanda tangan kak Kamal. Setelah menunggu sebentar, akhirnya giliran ku untuk meminta tanda tangan padanya.
" Permisi kak, minta tanda tangannya kak."
Pintaku pada kak Kamal sambil memberikan bukuku padanya.
"Oke." Jawabnya singkat.
Lalu dia bertanya lagi padaku sambil menandatangani bukuku.
" Namanya Shena ya, dari sekolah mana?."
" Iya kak aku Shena, dari SMP 1 kota Bandung." Jawabku padanya.
" Wih, jauh ya."
" Iya kak." Jawabku sambil tertawa kecil padanya.
" Tinggal sama siapa disini? Atau pindah?." Tanya kak Kamal kembali.
" Tinggal sama budhe, nggak, gak pindah, disuruh orang tuaku sekolah disini kak." Jawabku.
" Oh gitu. Nih udah".
Dengan ramah ramah kak Kamal memberikan buku yang sudah ditangani olehnya.
" Oke, terima kasih ya kak."
Dan dibalas dengan senyuman manis oleh kak Kamal, dia laki-laki yang sangat ramah, dan dia adalah Kakak kelas yang baik bagi adik-adik kelasnya.
Tanpa disadari, akhirnya kami telah selesai di penghujung acara, aku rasa aku menikmati acara MPLS ini, dengan adanya kegiatan ini, kami bisa mengenal satu sama lain dan kami pun mengenal lingkungan sekolah dan sistem pembelajaran di sekolah ini. Aku sangat berterima kasih kepada guruku dan para pengurus OSIS.
" Baiklah, terima kasih untuk adik-adik semua yang telah mengikuti kegiatan MPLS ini, semoga ilmu yang kalian dapat bisa bermanfaat bagi kalian semua. Kami selaku pengurus OSIS meminta maaf jika ada kesalahan apapun..di maafin gak?." Kata kak Kamal diiringi tawa dari pengurus OSIS lainnya.
Sebagian siswa menjawab di maafin, dan sebagian lagi menjawab tidak, sepertinya hanya candaan saja, dan aku pun ikut tertawa melihat moment itu.
Kami pun akhirnya pulang dengan rasa lelah dan senang pastinya. Aku pun bergegas untuk pulang, dan melajukan kendaraan ku dengan santai, aku menikmati hari ini, dan akhirnya aku pun sampai dirumah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments