Benar, dia adalah Rendi. Aku tidak habis pikir sampai sekarang, kenapa dia selalu membuat masalah dengan siapapun.
Beberapa dari kami mencoba melerai pertengkaran itu, tapi mereka terlalu kuat dengan kendali emosi dan ambisi yang sama-sama ingin mengalahkan.
Satu persatu siswa berdatangan melihat kejadian itu termasuk kakak OSIS, mereka langsung melaporkan kejadian itu kepada guru.
Benar saja, selang beberapa menit pak Yanto dan guru BK pun datang.
" Hey, berhenti!"
Bentak pak Yanto sambil memisahkan pertengkaran itu.
Suasana pun menjadi hening kala pak Yanto membentak dihadapan kami.
" Kalian maunya apa? Terus-terusan cari masalah."
Tambah guru BK dengan emosi dan amarah sambil menatap keduanya.
" Ikut saya ke ruang BK, Cepat!"
Bentak guru BK yang diikuti oleh Rendi dan siswa laki-laki yang bertengkar itu.
Pak Yanto pun pergi dari hadapan kami dan mengikuti guru BK, Rendi dan siswa laki-laki itu yang ternyata dia adalah seorang kakak kelas jurusan IPS.
Aku tidak habis pikir, bisa-bisanya Rendi selalu mencari gara-gara dengan siapa pun.
" Aku yakin, Rendi yang cari masalah duluan."
Pikirku yang berburuk sangka pada Rendi.
Aku pun masuk ke kelas, aku lihat disana sudah ada Fadya.
" Eh Fad, tadi si Rendi yang nyebelin itu berantem sama kakak kelas."
Kataku pada Fadya sambil duduk disampingnya.
" Oyah? Terus gimana?." Tanya Fadya penasaran.
" Sekarang dia dibawa ke ruang BK."
Jawabku pada Fadya yang tengah serius mendengar kabar itu.
Ketika sedang asik bercerita dengan Fadya, tiba-tiba Fajar datang dan menghampiri ku.
" Eh Shen, lihat deh."
Sambil menunjukkan sebuah tulisan dalam buku catatannya.
" Apa ini." Kataku sambil melihat tulisan itu.
" Visi dan Misi aku, gimana menurutmu?."
Jawab Fajar sekaligus bertanya dengan wajah sedikit malu.
Aku pun membacanya dari awal sampai akhir.
" Emm..bagus nih, udah cukup baik menurutku."
Jawabku padanya sambil memberikan buku itu.
" Tapi aku kurang yakin sih Shen." Balas Fajar sambil menatap heran tulisannya sendiri.
" Kau harus yakinlah. Tetap semangat."
Kataku padanya sambil menyemangati Fajar yang hampir tidak percaya diri pada Visi dan Misi nya.
" Iya jar, harus optimis dong."
Tambah Fadya yang menyemangatinya juga
. " Makasih ya."
Balas Fajar dengan senyuman sambil berjalan ke arah tempat duduknya.
Jam pelajaran pun dimulai, kelasku dengan tenang mengikuti pelajaran selanjutnya yang ternyata gurunya tidak masuk hari ini.
" Semuanya buku LKS halaman 25, lalu kerjakan soalnya ya."
Kata Fajar yang memberikan pengumuman sambil menulisnya di papan tulis.
Kami pun dengan tenang mengerjakannya. Di tengah mengerjakan soal, Fadya bertanya apakah aku jadi pergi ke toko buku kemarin.
" Shen, kamu jadi ke toko buku?."
Tanya Fadya sambil terus menulis dan mengerjakan soal.
" Jadi Fad, tapi kamus bahasa Jawa nya nggak ada." jawabku dengan suara pelan.
" Yah terus gimana?."
Balas Fadya dengan wajah cemberut yang membuatnya terlihat lucu.
" Ya gak gimana-gimana lah." Jawabku dengan tawa kecil.
" Oh iya, terus aku beli novel." Tambah ku kemudian.
" Bawa gak novel nya?." Tanya Fadya yang sepertinya ingin membacanya juga.
" Nggak, besok deh nanti aku bawa."
Balasku padanya yang tetap fokus pada tugas yang aku kerjakan.
" Makasih ya Shen." Balas Fadya.
" Oh iya, kemarin juga aku ketemu Alif di toko buku."
Tanpa sadar aku mengatakan itu pada Fadya.
" Beneran? Terus-terus?."
Jawab Fadya yang sedikit meledekku diiringi tawa kecil darinya.
" Ya nggak terus-terus lah." Jawabku dengan sedikit malu.
" Kata Rani kamu suka sama Alif."
Tiba-tiba Fadya mengatakan itu sambil tertawa.
" Apaan sih, akrab aja nggak."
Balasku dengan datar. Fadya hanya tertawa melihat tingkahku yang gugup atas perkataannya.
Dan tanpa kami sadari, jam istirahat pun tiba. Aku, Fadya, dan Rani pergi ke kantin, karena hari ini cuaca begitu panas yang membuat kamu tidak bisa lagi menahan rasa haus. K
etika kami melewati kelas 10 IPA 2, aku lihat Alif tengah duduk di kursi depan sambil membaca buku yang dia beli kemarin, karena aku lihat dari cover bukunya yang berwarna putih.
Jadi aku hafal betul itu buku yang dia beli kemarin di toko buku. Kami pun sampai di kantin, para siswa sudah banyak berdatangan disana. Kami pun harus mengantri untuk memesan jus.
" Aduh, rame banget ya."
Kata Rani sambil melihat orang-orang yang tengah ramai dihadapan kami.
" Yaudah bentar, coba aku yang pesan ya." Jawab Fadya sambil berdesakan ke depan.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya kami mendapatkan jus yang di pesan Fadya. Fadya memesan tiga jus jeruk, yang padahal aku dan Rani menginginkan jus Mangga.
" Abis tadi rame banget sih, jadinya aku pesan jus jeruk semua deh."Jawab Fadya sambil tertawa kecil.
" Nggak apa-apa Fad, dari pada nunggu lama kan." Balasku sambil berjalan menuju kelas.
Kami bertiga pun menikmati jus jeruk tersebut didalam kelas sambil bercerita tentang novel yang aku baca kemarin.
Di tengah obrolan kami, tiba-tiba ada seorang siswa laki-laki yang mengetuk pintu kelas kami.
" Permisi." Sapa laki-laki itu.
Aku pun terkejut dengan seorang siswa laki-laki yang aku lihat didepan pintu, dia adalah Alif.
" Ada Shena?."
Tanya Alif kemudian yang nampaknya tidak melihatku.
" Ada apa ya?."
Tanyaku padanya dengan penasaran, kenapa dia mencari ku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments