Bab 8: Ganjang

Pov Syarif

Suara teriakan menggema dari balik pintu, masih belum terdengar jelas Segalanya tersamar kan oleh hujan. Ada keraguan dalam diri saat pintu di hantam berkali kali, Suara yang tak asing lagi, milik pemuda jangkung yang tengah menggila di koridor depan kamar .

Suara teriakan menggema, "Bukak.. cok!! bukak!"

BRAK!! Brak..Brak!

"Nal.. kowe kui?" (Nal, itu kamu?) tanya ku penuh kepanikan.

Sayangnya zainal tidak menanggapi dia masih asyik menggedor-gedor pintu. Doni meraih handle, berkali-kali ia memaksa namun tak kunjung terbuka. ia semakin di buat panik sebab Zainal yang tak henti hentinya meracau .

Mas Yanto turut membantu karena dialah yang terkuat di antara kami, terlihat dari postur badan nya yang tinggi besar. Nihil, Pintu masih kokoh menghalangi, kehilangan kesabaran Hampir saja pintu kayu ku hancur kan.

Brukk!

Seseorang roboh. Zainal terkapar tak sadar kan diri, tangan nya mengepal penuh luka, terjawab sudah keributan yang sedari tadi ia buat.

Aroma busuk sangat menyengat dari arah luar.

Pemandangan diluar sangat mengejutkan, Lusinan pocong berbaris rapi mengelilingi kami, Menatap tajam ke arah Zainal penuh kebencian. Tidak ada yang tau pasti alasannya, kedatangan mereka sangat mengejutkan .

Ada satu pocong yang berdiri tak jauh dari kami, wajah nya hancur dengan beberapa bagian yang telah menghitam, bahkan daging di pipi sebelah kanan nya sudah hilang, menampakan tulang tengkorak nya yang hitam kemerahan.

Segera ku tarik Zainal dengan paksa , untuk keluar mengangkat nya akupun tak berani, bukan hanya aku, bahkan sekelas mas Yanto sekalipun nyali nya menciut.

Susah payah aku menarik tubuh zainal, Doni segera menutup pintu setelah aku Berhasil membawa Zainal masuk. Ia duduk menekuk di depan pintu, menghela nafas lega setelah beberapa saat jantungnya di pacu kencang, sedikit tekanan darah kami meningkat.

Aku berusaha menyadarkan Zainal, "Nal.. Tangi nal!" (nal bangun!).

Ia masih bergeming dari posisi nya yang tengkurap, kutatap jari jari tangan nya yang terluka, ngilu bukan main melihat kulit kulit nya yang mengelupas,darah mengalir dari bekas Luka nya yang masih baru.Entah kesulitan apa yang terjadi kepadanya, namun yang jelas itu sangat menyakit kan .

"Mas?" ku tatap mas Yanto yang berdiri di sudut ruangan, ia melipat tangannya serta menyandar kan kepalanya ke dinding.

Saat mendengar panggilan ku ia tak segera menjawab, ia menghela nafas sejenak kemudian membuang nya perlahan.

"Besok kita cari solusinya!" ucap mas Yanto

"Sesok? gak ndelok konco ku wes koyo ngene iki! " (Besok? gak lihat temen aku udah kaya gini!) aku berbicara lantang.

"La opo mbok pikir perkoro iki iso rampung gor njalok Tulung neng uwong sekitar?" (Apa kamu fikir masalah ini akan selesai hanya dengan meminta tolong ke warga sekitar?) tanya mas Yanto.

"Lek gur ngono wes ket wingi kae aku metu seko omah setan!" ( Kalo cuma gitu sudah dari kemarin aku keluar dari rumah hantu ini!) lanjut nya lagi.

"Gak segampang iku , Ganjang iki omah e neng Segoro, lek awak mu nemokno neng Kene ngene iki, mesti ono sebab e. tapi udu Segoro banyu Rip, seng liane " (tidak semudah itu, Ganjang itu tinggal di lautan,kalau kamu menemukan nya di disini pasti ada sebabnya. tapi bukan lautan air, melainkan sesuatu yang lain)

"Dulu ada yang pernah bercerita, Ganjang iki njogo gerbang Segoro, Gerbang batas antara kehidupan dan kematian. Kowe ngerti opo isine neng njero segoro?" tanya mas Yanto di sela sela penjelasan nya, aku menggeleng kan kepala dan tetap berfokus pada ceritanya.

"Demit!" jawab mas Yanto Singkat.

"Kekuatan Hitam yang sangat pekat, mboh sopo seng wani mbukak gerbang segoro ngantek gawe seng jogo kebakar dendam" ( Kekuatan Hitam yang sangat pekat, entah siapa yang berani membuka nya hingga membuat penjaga nya murka) jelas mas yanto

"Tapi awak e dewe ora terlibat mbek perkoro iki ngopo ora di culno wae?" ( Tapi kita nggak terlibat dengan masalah ini, kenapa tidak dilepas kan saja?) tanya ku

"Aku yo ora weroh rip, mungkin ada detail yang kita lupakan." ( aku juga nggak tau, mungkin ada detail yang kita lupakan).

Entah apa yang kita lupakan sampai sampai terlibat dengan makhluk ini, kami berdiam terutama Doni yang tak berbicara sedikit pun.

"Don?" tanya ku

Doni menoleh menatap ku bingung,ada ketakutan dari raut wajahnya,dia pasti menyembunyikan sesuatu.

"Tau sesuatu kamu?" Doni masih diam tak menjawab

BRAk!! BRAk..!

Tiba tiba saja terdengar suara keras dari pintu, Doni yang duduk di depan pintu terkejut segera menjauh. Zainal telah masuk lalu siapa lagi yang menggedor-gedor pintu? ini salah ,pasti salah.

Kami saling memandang satu sama lain,tak ada satupun yang berani mengambil tindakan, termasuk aku yang masih terdiam di samping zainal. pintu masih di gedor , Suara suara ribut di luar semakin menambah suasana mencekam.

Semenit kemudian semuanya hening, Tak ada suara apapun sampai saat pintu di dobrak dari luar.

Brakk!

Pintu terbanting keras, menampakan wujud hitam tinggi yang membungkuk , tangan nya panjang sampai kelutut sedangkan kaki nya menekuk dengan telapak kaki yang sangat besar. makhluk ini aku tak dapat melihat wajahnya, karena posisinya yang membelakangi kami.

Saat kami sedang berfokus mengamati mahkluk ini, tiba tiba saja tubuh Zainal bergerak dengan sendirinya, ia seperti di tarik oleh sesuatu . Semuanya terjadi begitu cepat sampai sampai kami tidak menyadari kini Zainal sudah berada di pembatas lantai.

Ia berdiri di sana, bersiap untuk terjun bebas . mas Yanto yang menyadari bahaya segera menyusul Zainal dan menarik nya, beruntung waktunya tepat kami masih sempat menyelamatkan.

Kami membawa Zainal kembali masuk ke dalam, namun belum sampai kami ke dalam kamar, di lorong gelap muncul sesosok wanita bergaun putih, tubuh nya lusuh dengan rambut yang acak acak an.

Wanita itu berdiri mematung menutupi wajahnya dengan rambut yang panjang, ia sedikit mengangkat kepalanya rabmbut nya tersibak.

Wanita ini tak memiliki bola mata, wajah nya pucat dengan beberapa luka yang memerah. Kami tertegun, berapa banyak lagi makhluk yang harus kami temui untuk persoalan yang kami sendiri tidak tahu apa, aku segera membawa Zainal masuk di ikuti dengan mas Yanto, ia mempercepat langkahnya menuju pintu yang berjarak dua meter.

Namun satu hal yang pasti, Wanita ini tak berniat mencelakai, ia hanya mematung disana memastikan kami kembali ketempat nya. Sebelum Doni menutup pintu samar samar aku melihat si wanita berdiri di depan membelakangi, seolah olah tengah menghalangi si mahluk hitam masuk ke dalam ruangan.

Terpopuler

Comments

Valiant Mahemba

Valiant Mahemba

bingung !! Aku itu itu siapa?? awalnya di kira Zainal. terus Syarif nasib nya gimana??

2022-09-21

1

Wherr Latajan

Wherr Latajan

wah wah wah itu kenangan dalam ingatan apa kenangan sama mantan kak

2022-05-21

0

Wherr Latajan

Wherr Latajan

coba aja setan nya cantik udah ku bungkus ku bawa pulang tu,, mantap kak

2022-05-20

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Bolo Laru
2 Bab 2: Bolo Pathi
3 Bab 3:Penghuni baru
4 Bab 4: Sajen
5 Bab 5: Kamar sebelah
6 Bab 6: Piring kenikmatan
7 Bab 7: Gelap
8 Bab 8: Ganjang
9 Bab 9: Mentari bersinar
10 Bab 10: Teman lama
11 Bab 11: Gerbang besar
12 Bab 12: Kemuning
13 Bab 13: Laras
14 Bab 14: Terjebak
15 Bab 15: Omah Dongko
16 Bab 16: Malam Bulan Purnama
17 Bab 17:Ruang penyimpanan
18 bab 18: Kebenaran
19 Bab 19: Dalam pekat
20 Bab 20: Pelarian
21 Bab 21: Masa lalu
22 Bab 22: Ruang tersembunyi
23 Bab 23:Hutan
24 Bab 24:Sisi lain
25 Bab 25: Kota sebelah
26 Bab 26: Kotak misterius
27 Bab 27: Seimbang
28 Bab 28: Lewung
29 Bab 29: Perjalanan ke desa
30 Bab 30: Tamu tak diundang
31 Bab 31: Desa Laweh
32 Bab 32: Jagat lelembut
33 Bab 33: Cahaya terang
34 Bab 34: Kematian
35 Bab 35: Rumah sakit
36 Bab 36: Kampung
37 Bab 37: Gubuk
38 Bab 38: Meminta miliknya
39 Bab 39: Malam hari
40 Bab 40: Pagi yang cerah
41 Bab 44: Bantuan
42 Bab 41: Langit senja
43 Bab 42: Buku tua
44 Bab 43: Penyesalan
45 Bab 45: Hujan Gerimis
46 Bab 46: Ladang jagung
47 Bab 47: Rumah Guru
48 Bab 48: Kembali
49 Bab 49: Tersadar
50 Bab 50: Gadis Kecil
51 Bab 51: Perundingan
52 Bab 52: Hilang
53 Bab 53: Kesepakatan
54 Bab 54: Kosong
55 Bab 55: Gosib
56 Bab 56: Alasan
57 Bab 57: kesepakatan bersama
58 Bab 58: Terjatuh
59 Bab 59: Gudang
60 Bab 60: Peti Mati
61 Bab 61: Hutan Barat
62 Bab 62: Rumah Tengah Hutan
63 Bab 63: Waktu yang Salah
64 Bab 64: Kembali Lagi
65 Bab 65: Lebih banyak Rahasia
66 Bab 66: Pantulan Wajah
67 Bab 67: Wanita Itu
68 Bab 68: End
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Bab 1: Bolo Laru
2
Bab 2: Bolo Pathi
3
Bab 3:Penghuni baru
4
Bab 4: Sajen
5
Bab 5: Kamar sebelah
6
Bab 6: Piring kenikmatan
7
Bab 7: Gelap
8
Bab 8: Ganjang
9
Bab 9: Mentari bersinar
10
Bab 10: Teman lama
11
Bab 11: Gerbang besar
12
Bab 12: Kemuning
13
Bab 13: Laras
14
Bab 14: Terjebak
15
Bab 15: Omah Dongko
16
Bab 16: Malam Bulan Purnama
17
Bab 17:Ruang penyimpanan
18
bab 18: Kebenaran
19
Bab 19: Dalam pekat
20
Bab 20: Pelarian
21
Bab 21: Masa lalu
22
Bab 22: Ruang tersembunyi
23
Bab 23:Hutan
24
Bab 24:Sisi lain
25
Bab 25: Kota sebelah
26
Bab 26: Kotak misterius
27
Bab 27: Seimbang
28
Bab 28: Lewung
29
Bab 29: Perjalanan ke desa
30
Bab 30: Tamu tak diundang
31
Bab 31: Desa Laweh
32
Bab 32: Jagat lelembut
33
Bab 33: Cahaya terang
34
Bab 34: Kematian
35
Bab 35: Rumah sakit
36
Bab 36: Kampung
37
Bab 37: Gubuk
38
Bab 38: Meminta miliknya
39
Bab 39: Malam hari
40
Bab 40: Pagi yang cerah
41
Bab 44: Bantuan
42
Bab 41: Langit senja
43
Bab 42: Buku tua
44
Bab 43: Penyesalan
45
Bab 45: Hujan Gerimis
46
Bab 46: Ladang jagung
47
Bab 47: Rumah Guru
48
Bab 48: Kembali
49
Bab 49: Tersadar
50
Bab 50: Gadis Kecil
51
Bab 51: Perundingan
52
Bab 52: Hilang
53
Bab 53: Kesepakatan
54
Bab 54: Kosong
55
Bab 55: Gosib
56
Bab 56: Alasan
57
Bab 57: kesepakatan bersama
58
Bab 58: Terjatuh
59
Bab 59: Gudang
60
Bab 60: Peti Mati
61
Bab 61: Hutan Barat
62
Bab 62: Rumah Tengah Hutan
63
Bab 63: Waktu yang Salah
64
Bab 64: Kembali Lagi
65
Bab 65: Lebih banyak Rahasia
66
Bab 66: Pantulan Wajah
67
Bab 67: Wanita Itu
68
Bab 68: End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!