Bab 7: Gelap

Malam tanpa ujung di kamar persegi yang meremang, Di luar angin ribut mengamuk menghantam pepohonan tinggi, Suara gesekan dahan terdengar jelas dari pohon pohon yang menjulang.

Udara semakin dingin saat butiran butiran air menetes di selingi Guntur yang menggelegar. Syarif meringkuk,ia masih belum mengatakan apapun, tubuh nya bergetar.

"Ngopo awak mu, nggeregesi opo piye?" (kamu kenap, Gak enak badan?) tanya ku

Syarif terdiam menatap ku sangat dalam, bahkan sudah hampir semenit tak sedikit pun melepaskan pandangannya.

"Awak mu kenek opo sih?" ( Kamu kenapa sih?) Tanya ku lagi yang sekarang duduk bersila di hadapan nya.

"Eroh kowe mau seng di omong ne mas Yanto?" (Tau kamu tadi yang di bicarakan mas Yanto?)

Aku menggeleng kan kepala tanda tak tau, Syarif melanjutkan lagi penjelasan nya.

"Ganjang!"

"Hah, Ganjang pie maksud e?" (Hah, Ganjang Gimana maksud kamu?)

" Ganjang Cok!! Awak e dewe iki pakane Ganjang!" (Ganjang!! Kita ini makanan nya Ganjang!) Jelas syarif sedikit mengotot.

Aku berfikir sejenak, perihal ganjang sesuatu yang tampak nya tak asing. aku ingat dulu teman ku Alingga sering menceritakan kisah kisah seram mengenai penguasa kerajaan lelembut, Dan salah satunya mahluk ini.

"Kowe ileng seng mbiyen di ceritakne Lingga?" (Kamu ingat yang dulu di ceritakan lingga?)

"Ganjang kui asline apik, tapi dek ne bakal ngamok lek awak dewe ngganggu omahe." (Ganjang itu aslinya baik,tapi dia akan marah kalau kita menggangu rumah nya.) lanjut nya

"Wit ringin ngguri kae omahe!" (Pohon beringin di belakang itu rumah nya!) ucap Syarif dengan sedikit bergetar.

Aku paham betul ketakutan nya, Ganjang bukan lah perihal yang dapat di sepelekan. mahluk ini keberadaan nya membawa tulah, entah itu penyakit ataupun kematian. Dan jika benar apa yang dikatakan Syarif di belakang adalah Rumah nya, maka kita dalam masalah besar.

"Terus pie solusi ne?" (Terus gimana jalan keluar nya?) tanya ku.

"Gak roh nal, seng di omong ne mas yanto mau jare seng di kek i barang mau wes cedak wektune." (Gak tau nal, Yang dikatakan mas Yanto tadi katanya yang di beri barang itu waktunya sudah tidak lama lagi.) jelas nya dengan Raut ketakutan.

"Pie Nal?" Syarif bertanya memelas.

Jangan kan dia aku sendiri sama panik nya, sedikit ku mundur kan tubuh menyamai pundak Syarif,kami menatap pintu yang tertutup.

"Tapi awak e dewe ra tau ngganggu wit ringin lo rip, la terus masalah e opo kok awak e dewe di wei toh i ki ?" (Tapi kita kan gak pernah mengganggu pohon beringin, terus masalah nya apa kenapa kita di tandai?) tanya ku pada Syarif.

"Bangunan iki nal, yo omahe!" (Gedung ini juga rumah nya!) Ucap Syarif putus asa.

Kami membisu satu sama lain, ucapan Syarif masih terngiang-ngiang ,Ganjang Roha tidak akan pernah melepaskan mangsa nya.

Hampir setengah jam kami membisu, mendengar kan suara tetesan air di atap rumah. Hujan tak kunjung reda, Angin malam berhembus melewati angin angin jendela yang terbuka, Angin yang kencang memadam kan lampu minyak di dinding kamar.

Aku terhenyak, ada rasa tak nyaman yang menyelimuti, Di dalam kegelapan aku berusaha mencari letak pemantik api.

Dapat. Kuhampiri dinding tempat lampu minyak berada, Api menyala melahap sumbu lampu yang sedikit menonjol. Kamar Kembali terang , Namun Syarif nampak tak senang.

Sttt..

Tok.. tok.. tok.. Suara ketukan bertempo lambat mengalun dari pintu kayu di hadapan kami, Ada bayangan dari celah di bawah pintu . Entah siapa orang itu namun seharusnya dia menyapa,tapi sedari tadi hanya terdengar suara ketukan.

Syarif mengisyaratkan agar kami berdiam, dia mengambil selimut tebal lalu bersembunyi di bawah nya. Aku sama takutnya, lalu mengikuti nya bersembunyi.

Pintu kamar perlahan terbuka, menampakan sesosok bayangan berdiri di ambang pintu. tidak terlihat bentuk nya karena lampu yang kembali padam, Suara gesekan dari lantai tempat bayangan itu melangkah.

Aroma bangkai menyeruak memenuhi penciuman, kami bergetar , terutama Syarif yang tubuhnya sudah basah dengan keringat. Suara nafas nya tak beraturan, Angin dingin semakin membuat Syarif ketakutan.

Dari balik selimut tebal, terlihat bayangan itu melangkah pergi, meninggalkan kamar yang sepenuhnya gelap gulita. Syarif yang bergetar sudah nampak tenang,tubuh nya tak sehangat tadi, bahkan lebih dingin.

Penasaran ingin memastikan sudah aman, sedikit ku sibak selimut yang menghalangi penglihatan. sepertinya memang benar aman, aku berencana memberitahu Syarif, terlebih lagi aku khawatir dengan tubuh nya yang sangat dingin.

Saat selimut itu tak lagi menghalangi, Sosok di sebelah ku terbaring, Hanya saja itu bukan Syarif. Mana mungkin Syarif mengenakan gaun putih, Belum lagi aroma anyir ini tercium dari tubuh yang terbujur di sebelah ku.

Masih ingin kupastikan, sedikit ku mundurkan tubuh menjauhi.

"Rip?"

Tidak ada respon apapun,ku ambil pemantik yang ku simpan di dalam saku sebelah kanan.

Api menyala dari pemantik di genggaman ku.

Djancok , Umpat ku dalam hati.

Si wanita sialan menyeringai memamerkan kemenangan nya, lagi lagi mahkluk itu mengejutkan ku.

Tak banyak menunda waktu, aku pergi. Melarikan diri dari apapun yang tadi terbaring di bawah selimut yang sama dengan ku. Di luar hujan deras, mana mungkin menerobos hujan tanpa perlindungan, Ku lihat kamar di lantai atas menyala, hanya itu satu satunya tujuan ku.

Lari cukup kencang, Saat ku tatap pepohonan dalam pelarian. Bukan hanya satu , terdapat lusinan mahkluk terbungkus kain putih bediri sejajar di bawah hujan deras. Bahkan sebagian di antaranya melayang mengejar dari arah belakang , Edan entah apa kesalahan ku sehingga mereka sedendam ini.

Lari semakin ku percepat saat pintu kamar nomor 15 sudah nampak jelas, ku gedor pintu dengan keras bahkan tak segan segan aku berteriak. Nafasku semakin tidak beraturan saat makhluk berbalut kain putih itu sudah hampir mendapatkan ku.

Hanya bisa berdoa dalam hati aku tak ingin mati hari ini, memang kita tidak berhak bernegosiasi dengan tuhan, namun untuk kali ini saja biar kan aku selamat. Jauh kan lah para penghuni neraka itu dari hadapan ku, wajah wajah hancur mereka sungguh membuat ku tak tahan lagi.

Kaki sangat lemas, Aku semakin berteriak kesetanan, segala umpatan ku keluarkan hanya untuk menutupi rasa takut ku. Yang lebih sialnya Penghuni kamar nomor 15 tak segera membuka kan pintu, Entah dia tuli atau memang tak ada seorang pun di sana.

Di tengah tengah kepanikan, kamar nomor 16 di sebelah terbuka , Sosok bergaun putih keluar dari dalam ruangan yang gelap, mahluk yang sama yang selalu meneror ku setiap hari.

"Mrene o lee ambk ibuk!" (Kesini nak sama ibu!) wanita itu mengangkat sebelah tangan nya melambai.

Brukk!

Segalanya nya menghitam.

Terpopuler

Comments

Morphin

Morphin

jngn trll bnyk pke bhs daerah Thorr

2023-01-01

0

Kak Ya

Kak Ya

olahraga jantung nii 😂

2022-06-21

0

Ranran Miura

Ranran Miura

Untung aku bacanya pas siang bolong. Coba malem, auto ngompol aja deh, gak berani ke kamar mandi. 😬

2022-05-20

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Bolo Laru
2 Bab 2: Bolo Pathi
3 Bab 3:Penghuni baru
4 Bab 4: Sajen
5 Bab 5: Kamar sebelah
6 Bab 6: Piring kenikmatan
7 Bab 7: Gelap
8 Bab 8: Ganjang
9 Bab 9: Mentari bersinar
10 Bab 10: Teman lama
11 Bab 11: Gerbang besar
12 Bab 12: Kemuning
13 Bab 13: Laras
14 Bab 14: Terjebak
15 Bab 15: Omah Dongko
16 Bab 16: Malam Bulan Purnama
17 Bab 17:Ruang penyimpanan
18 bab 18: Kebenaran
19 Bab 19: Dalam pekat
20 Bab 20: Pelarian
21 Bab 21: Masa lalu
22 Bab 22: Ruang tersembunyi
23 Bab 23:Hutan
24 Bab 24:Sisi lain
25 Bab 25: Kota sebelah
26 Bab 26: Kotak misterius
27 Bab 27: Seimbang
28 Bab 28: Lewung
29 Bab 29: Perjalanan ke desa
30 Bab 30: Tamu tak diundang
31 Bab 31: Desa Laweh
32 Bab 32: Jagat lelembut
33 Bab 33: Cahaya terang
34 Bab 34: Kematian
35 Bab 35: Rumah sakit
36 Bab 36: Kampung
37 Bab 37: Gubuk
38 Bab 38: Meminta miliknya
39 Bab 39: Malam hari
40 Bab 40: Pagi yang cerah
41 Bab 44: Bantuan
42 Bab 41: Langit senja
43 Bab 42: Buku tua
44 Bab 43: Penyesalan
45 Bab 45: Hujan Gerimis
46 Bab 46: Ladang jagung
47 Bab 47: Rumah Guru
48 Bab 48: Kembali
49 Bab 49: Tersadar
50 Bab 50: Gadis Kecil
51 Bab 51: Perundingan
52 Bab 52: Hilang
53 Bab 53: Kesepakatan
54 Bab 54: Kosong
55 Bab 55: Gosib
56 Bab 56: Alasan
57 Bab 57: kesepakatan bersama
58 Bab 58: Terjatuh
59 Bab 59: Gudang
60 Bab 60: Peti Mati
61 Bab 61: Hutan Barat
62 Bab 62: Rumah Tengah Hutan
63 Bab 63: Waktu yang Salah
64 Bab 64: Kembali Lagi
65 Bab 65: Lebih banyak Rahasia
66 Bab 66: Pantulan Wajah
67 Bab 67: Wanita Itu
68 Bab 68: End
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Bab 1: Bolo Laru
2
Bab 2: Bolo Pathi
3
Bab 3:Penghuni baru
4
Bab 4: Sajen
5
Bab 5: Kamar sebelah
6
Bab 6: Piring kenikmatan
7
Bab 7: Gelap
8
Bab 8: Ganjang
9
Bab 9: Mentari bersinar
10
Bab 10: Teman lama
11
Bab 11: Gerbang besar
12
Bab 12: Kemuning
13
Bab 13: Laras
14
Bab 14: Terjebak
15
Bab 15: Omah Dongko
16
Bab 16: Malam Bulan Purnama
17
Bab 17:Ruang penyimpanan
18
bab 18: Kebenaran
19
Bab 19: Dalam pekat
20
Bab 20: Pelarian
21
Bab 21: Masa lalu
22
Bab 22: Ruang tersembunyi
23
Bab 23:Hutan
24
Bab 24:Sisi lain
25
Bab 25: Kota sebelah
26
Bab 26: Kotak misterius
27
Bab 27: Seimbang
28
Bab 28: Lewung
29
Bab 29: Perjalanan ke desa
30
Bab 30: Tamu tak diundang
31
Bab 31: Desa Laweh
32
Bab 32: Jagat lelembut
33
Bab 33: Cahaya terang
34
Bab 34: Kematian
35
Bab 35: Rumah sakit
36
Bab 36: Kampung
37
Bab 37: Gubuk
38
Bab 38: Meminta miliknya
39
Bab 39: Malam hari
40
Bab 40: Pagi yang cerah
41
Bab 44: Bantuan
42
Bab 41: Langit senja
43
Bab 42: Buku tua
44
Bab 43: Penyesalan
45
Bab 45: Hujan Gerimis
46
Bab 46: Ladang jagung
47
Bab 47: Rumah Guru
48
Bab 48: Kembali
49
Bab 49: Tersadar
50
Bab 50: Gadis Kecil
51
Bab 51: Perundingan
52
Bab 52: Hilang
53
Bab 53: Kesepakatan
54
Bab 54: Kosong
55
Bab 55: Gosib
56
Bab 56: Alasan
57
Bab 57: kesepakatan bersama
58
Bab 58: Terjatuh
59
Bab 59: Gudang
60
Bab 60: Peti Mati
61
Bab 61: Hutan Barat
62
Bab 62: Rumah Tengah Hutan
63
Bab 63: Waktu yang Salah
64
Bab 64: Kembali Lagi
65
Bab 65: Lebih banyak Rahasia
66
Bab 66: Pantulan Wajah
67
Bab 67: Wanita Itu
68
Bab 68: End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!