Bab 10: Teman lama

Menjelang siang matahari semakin terik,bayang bayang pepohonan terlukis di jalanan yang lenggang. Aku terhenyak menatap barisan bendera di kanan kiri jalan, di pelataran setiap rumah, maupun fasilitas umum seperti lapangan dan taman.

Apakah ada perayaan?

Zainal menghentikan langkahnya, mengamati sejenak bendera hitam dengan motif silang di dalam lingkaran. Bendera bendera ini aku belum pernah melihat nya sama sekali, bahkan semakin lama di pandang bendera ini semakin tampak aneh, Ada apa sebenarnya?

Aku sangat penasaran, namun yang lain bersikap acuh, mereka berlalu begitu saja tanpa mencari tahu lebih lanjut, aku tak punya pilihan lain Selain mengikuti.

...***...

Hari sudah akan senja tapi yang kami tunggu belum juga tiba, terlebih lagi mengingat kejadian semalam. Namun segala ke khawatiran itu lenyap saat sosok yang begitu familiar muncul dari arah jalanan, Lelaki tinggi dengan tas punggung hitam melenggang Santai ke arah kami.

"Ali..ngga.." terlalu senang hingga aku berteriak histeris menyambut nya.

Ia berlalu begitu saja tidak mengindahkan sambutan ku, berjalan menelusuri tanah gersang rerumputan kering menuju halaman belakang kost kostan, 'Sial anak ini 'Gerutu ku dalam hati.

Dalam sekejap telah hilang dari pandangan, dasarnya tidak ada yang bisa menghentikan nya, aku mengikuti, mengekor kemana pun ia pergi. Di bawah pohon beringin tua ia berhenti, menatap tajam mengamati setiap inci pohon tua.

"Zainal mana?" tanya Alingga

"Neng njero kamar." (Di dalam kamar.) jawab ku.

"Panggil"ucap nya singkat.

Jika bukan karena butuh bantuan nya, sudah ku pecah kan kepala batu nya itu. Sabar, anggap saja ia seperti malaikat , jangan membuat malaikat marah jika ingin keluar dari lembah neraka.

Zainal datang, menghampiri Alingga yang berdiri mematung.

"Ngga? " sapa Zainal.

"Syarif udah cerita semuanya, ini pohon yang kalian maksud bukan?" tanya Alingga.

" iya "

"Getih Ireng" ucap Alingga

"Maksud e pie?" (maksud nya gimana?) tanya Zainal.

"Getih ireng kui getih e abdi lelembut, ono Getih Ireng seng mancing ganjang mrene." ( Getih ireng itu adalah darah nya para pengabdi setan, ada darah hitam yang memancing ganjang ke sini. ) jelas Alingga.

"Seng mbukak gerbang Segoro mesti ndue simpul Pati ambk Alas Ruwah," (Yang membuka gerbang Segoro pasti punya simpul dengan alas Ruwah,) lanjut nya lagi.

"Gak sembarang uwong iso ngelakoni lebur sukmo, opo meneh toh e nyowo " (Gak sembarang orang bisa melakukan lebur sukma, apalagi taruhannya nyawa)

"Getih ireng, gerbang Segoro,alas Ruwah,lebur sukmo, punya simpul kematian yang terikat saling berkaitan, jika ingin lepas dari jerat simpul ini kita harus mencari celah di antaranya" ucap Alingga.

"Celah pie ngga? Aku gak mudeng blas seng mbok omong ne," (Celah gimana ngga? aku gak ngerti sama sekali sama ucapan mu,) jawab ku.

"Belum saat nya kamu tau. Yang paling penting untuk lepas dari ganjang roha kalian harus menemukan siapa yang membuka gerbang Segoro, untuk urusan lebih lanjut aku masih belum menemukan jalan keluarnya!" jelas Alingga atas ucapan ku.

Aku hanya manggut-manggut meskipun tak satupun ucapan Alingga yang dapat ku pahami.

"Ada yang aneh nggak di sekitar selain pohon ini?"

"Nggak enek ngga," ucap Zainal.

"Eh.. tapi di lantai atas ada kamar yang di pasangin sajen kan, kamar nomor 16 tempat mbak mbak itu Keluar," jelas ku mengingat kan Zainal.

"Iyo ngga, enek neng nduwor ," (iya ngga,ada di atas). ucap zainal

Alingga berlalu, masih dengan tas punggung nya semakin mempercepat jalan nya. kami tiba di depan kamar nomor 16, Pintu masih terkunci.

Disana mas yanto masih sibuk dengan pintu kamar nya, sedangkan doni duduk di pembatas sedang membaca buku.

"Mas yant, iki Alingga konco ku seko kampung" (mas yant, ini Alingga teman ku dari kampung) ucap ku memperkenalkan mereka, mas Yanto segera merespon.

"Don, " Sentak ku. Doni menghentikan kegiatannya kemudian menyambut jabatan tangan Alingga.

"Ngopo rip meng nduwor?" (Kenapa rip ke atas?) tanya mas yanto.

"Kamar sebelah bukan e mau mbengi kebuka?" (Kamar sebelah bukan nya tadi malem kebuka?) tanya zainal.

"Jek di gembok kui," (masih di gembok itu) jawab mas Yanto

Kami semua terdiam menelaah kembali ingatan, jelas tadi malam pintu ini terbuka,lalu Siapa yang menyegelnya kembali?

"Udah buka paksa aja!" ucap zainal

"Edan,mau tanggung jawab kamu kalo yang punya minta ganti rugi." bantah ku.

"Wes gak urus," Zainal segera merusak gembok yang menyegel pintu.

"Wes rusak saraf e bocah iki" (Udah rusak saraf nya anak ini).

Saat pintu terbuka aroma busuk tercium dari dalam kamar, di dalam tak ada dipan maupun lemari layak nya kamar pada umumnya, Hanya ada beberapa meja dengan mangkuk tembaga yang isinya telah mengering.

Debu tebal menempel pada lantai dan dinding ruangan, seolah olah tak pernah ada tanda-tanda kehidupan. Aku menelisik, Ada sebuah kotak di sudut ruangan, kotak kayu yang penutup nya sudah sedikit terbuka.

Saat ku hampiri, aroma busuk semakin kuat, Ada keraguan sebelum kotak kayu tersentuh. Di dalam terdapat potongan rambut yang sangat Panjang, aku tersentak mundur selangkah meyakinkan diri apa yang terlihat di depan mata.

Tumpukan rambut ini siapa yang menyimpan nya, apa penghuni kost sebelumnya? atau orang lain? Banyak pertanyaan yang terlintas dalam benak ku, begitupula dengan yang lain, mereka terkejut dengan penemuan yang nampak di hadapan .

Alingga mendekat memeriksa kotak kayu, ia menyibak tumpukan rambut menggali lebih dalam apa yang tersembunyi, ia masih sibuk mencari mengabaikan segala macam aroma menyengat dari dalam kotak.

Kami melihat nya, selembar kertas yang tersembunyi di bawah tumpukan. Alingga membawanya ke hadapan kami, memperlihatkan sebuah foto usang seorang wanita yang tengah memeluk anak lelaki.

Zainal terperanjat, ia tampak mengetahui sesuatu,entah apa yang dia ketahui.

"Aku tau ndelok foto iki, pas pertama kali aku ketemu ambk mbak mbak kae." (Aku pernah melihat foto ini, waktu pertama kali aku ketemu sama mbak mbak itu) kami semua menoleh ke arah nya, aku bahkan baru mengetahui fakta ini.

"Kok ora tau cerito awak mu?" (kok gak pernah cerita kamu?) tanya ku.

Zainal mengambil selembar foto tersebut, ia mengingat kembali kejadian sebelumnya. ia mengkonfirmasi bahwa itu foto yang sama yang ia lihat di dalam warung bulek Dariati. ia menjelaskan segala nya secara rinci mulai dari si lelaki kekar hingga si wanita ia ceritakan sedetail mungkin.

Jika si wanita aku mengingat nya, namun si lelaki yang Zainal sebutkan sama sekali aku tidak pernah bertemu.

Zainal berlari dengan terburu-buru, entah apa yang akan ia lakukan,aku hanya menatap nya nanar sebelum akhirnya menghilang dari pandangan ku.

Terpopuler

Comments

Machan

Machan

fav ma jempol dulu, kak ul. nanti lanjut baca ya

2022-06-14

0

Wherr Latajan

Wherr Latajan

masih jadi misteri akhiran nya kak

2022-05-28

0

Ranran Miura

Ranran Miura

Misteri semakin terkuak. Hebat Ali.. lanjutkan. 👍👍

2022-05-24

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Bolo Laru
2 Bab 2: Bolo Pathi
3 Bab 3:Penghuni baru
4 Bab 4: Sajen
5 Bab 5: Kamar sebelah
6 Bab 6: Piring kenikmatan
7 Bab 7: Gelap
8 Bab 8: Ganjang
9 Bab 9: Mentari bersinar
10 Bab 10: Teman lama
11 Bab 11: Gerbang besar
12 Bab 12: Kemuning
13 Bab 13: Laras
14 Bab 14: Terjebak
15 Bab 15: Omah Dongko
16 Bab 16: Malam Bulan Purnama
17 Bab 17:Ruang penyimpanan
18 bab 18: Kebenaran
19 Bab 19: Dalam pekat
20 Bab 20: Pelarian
21 Bab 21: Masa lalu
22 Bab 22: Ruang tersembunyi
23 Bab 23:Hutan
24 Bab 24:Sisi lain
25 Bab 25: Kota sebelah
26 Bab 26: Kotak misterius
27 Bab 27: Seimbang
28 Bab 28: Lewung
29 Bab 29: Perjalanan ke desa
30 Bab 30: Tamu tak diundang
31 Bab 31: Desa Laweh
32 Bab 32: Jagat lelembut
33 Bab 33: Cahaya terang
34 Bab 34: Kematian
35 Bab 35: Rumah sakit
36 Bab 36: Kampung
37 Bab 37: Gubuk
38 Bab 38: Meminta miliknya
39 Bab 39: Malam hari
40 Bab 40: Pagi yang cerah
41 Bab 44: Bantuan
42 Bab 41: Langit senja
43 Bab 42: Buku tua
44 Bab 43: Penyesalan
45 Bab 45: Hujan Gerimis
46 Bab 46: Ladang jagung
47 Bab 47: Rumah Guru
48 Bab 48: Kembali
49 Bab 49: Tersadar
50 Bab 50: Gadis Kecil
51 Bab 51: Perundingan
52 Bab 52: Hilang
53 Bab 53: Kesepakatan
54 Bab 54: Kosong
55 Bab 55: Gosib
56 Bab 56: Alasan
57 Bab 57: kesepakatan bersama
58 Bab 58: Terjatuh
59 Bab 59: Gudang
60 Bab 60: Peti Mati
61 Bab 61: Hutan Barat
62 Bab 62: Rumah Tengah Hutan
63 Bab 63: Waktu yang Salah
64 Bab 64: Kembali Lagi
65 Bab 65: Lebih banyak Rahasia
66 Bab 66: Pantulan Wajah
67 Bab 67: Wanita Itu
68 Bab 68: End
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Bab 1: Bolo Laru
2
Bab 2: Bolo Pathi
3
Bab 3:Penghuni baru
4
Bab 4: Sajen
5
Bab 5: Kamar sebelah
6
Bab 6: Piring kenikmatan
7
Bab 7: Gelap
8
Bab 8: Ganjang
9
Bab 9: Mentari bersinar
10
Bab 10: Teman lama
11
Bab 11: Gerbang besar
12
Bab 12: Kemuning
13
Bab 13: Laras
14
Bab 14: Terjebak
15
Bab 15: Omah Dongko
16
Bab 16: Malam Bulan Purnama
17
Bab 17:Ruang penyimpanan
18
bab 18: Kebenaran
19
Bab 19: Dalam pekat
20
Bab 20: Pelarian
21
Bab 21: Masa lalu
22
Bab 22: Ruang tersembunyi
23
Bab 23:Hutan
24
Bab 24:Sisi lain
25
Bab 25: Kota sebelah
26
Bab 26: Kotak misterius
27
Bab 27: Seimbang
28
Bab 28: Lewung
29
Bab 29: Perjalanan ke desa
30
Bab 30: Tamu tak diundang
31
Bab 31: Desa Laweh
32
Bab 32: Jagat lelembut
33
Bab 33: Cahaya terang
34
Bab 34: Kematian
35
Bab 35: Rumah sakit
36
Bab 36: Kampung
37
Bab 37: Gubuk
38
Bab 38: Meminta miliknya
39
Bab 39: Malam hari
40
Bab 40: Pagi yang cerah
41
Bab 44: Bantuan
42
Bab 41: Langit senja
43
Bab 42: Buku tua
44
Bab 43: Penyesalan
45
Bab 45: Hujan Gerimis
46
Bab 46: Ladang jagung
47
Bab 47: Rumah Guru
48
Bab 48: Kembali
49
Bab 49: Tersadar
50
Bab 50: Gadis Kecil
51
Bab 51: Perundingan
52
Bab 52: Hilang
53
Bab 53: Kesepakatan
54
Bab 54: Kosong
55
Bab 55: Gosib
56
Bab 56: Alasan
57
Bab 57: kesepakatan bersama
58
Bab 58: Terjatuh
59
Bab 59: Gudang
60
Bab 60: Peti Mati
61
Bab 61: Hutan Barat
62
Bab 62: Rumah Tengah Hutan
63
Bab 63: Waktu yang Salah
64
Bab 64: Kembali Lagi
65
Bab 65: Lebih banyak Rahasia
66
Bab 66: Pantulan Wajah
67
Bab 67: Wanita Itu
68
Bab 68: End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!