Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Istana Selir Agung...
“Istana Pangeran Ketiga memang bukan tempat biasa. Bukan sekedar kembali tanpa hasil, tapi mereka tidak akan pernah kembali sampai kapanpun...” Selir Agung Li Wei sadar dua orangnya tidak ada harapan kembali untuk melaporkan hasil pekerjaan mereka.
Selir Agung Li Wei kembali memanggil dua orang mata-mata yang dilatih langsung oleh Keluarga Li. Namun, kali ini dia tidak menyuruh mereka mencari informasi di istana Pangeran Ketiga.
“Kalian berdua pergi ke ibukota Kerajaan Shu, kumpulkan sebanyak-banyaknya informasi tentang kedua pengawal Putri Liu Yao,” katanya.
Dua orang yang sudah mengerti tentang tugas mereka, segera saja keduanya pergi meninggalkan ruangan Selir Agung Li Wei, dan dengan teknik meringankan tubuh keduanya langsung pergi ke ibukota Kerajaan Shu.
Sedangkan Selir Agung Li Wei, pagi ini dia dijadwalkan menghadiri persidangan untuk menentukan hukuman Putra Mahkota Qin Yuwen, lalu siangnya dia harus mendampingi Raja Qin Duan Ren dalam rangkaian acara ulang tahun sang Raja.
Permaisuri yang juga merupakan Ibu dari Putra Mahkota, tidak bisa mendampingi Raja karena mengalami masalah dengan kesehatannya.
Saat Selir Agung Li Wei keluar dari istana miliknya, dia berpapasan dengan rombongan Putri Liu Yao yang sedang menikmati keindahan kawasan istana Kerajaan Chen.
Dalam rombongan Putri Liu Yao, kedua mata Selir Agung Li Wei selalu tertuju pada sosok pengawal sang putri yang sebagian wajahnya senantiasa tertutupi topeng. Meski tertutup topeng, Selir Agung Li Wei dapat melihat sepasang mata yang tidak asing baginya.
Setelah saling memberi hormat, rombongan Selir Agung dan rombongan Putri Liu Yao pergi ke tujuan mereka masing-masing. Akan tetapi, Selir Agung Li Wei sulit melupakan sorot mata pengawal pribadi Putri Liu Yao.
‘Semua yang aku lihat pada dirinya semua hampir sama dengan apa yang dimiliki oleh Pangeran Ketiga. Namun, aku masih belum yakin kalau mereka sosok yang sama, sebelum aku menemukan bukti yang dapat mengungkap kebenaran dari apa yang aku lihat,’ ujar Selir Agung Li Wei dalam hati.
Terus melanjutkan perjalanan, rombongan Selir Agung Li Wei akhirnya tiba di bangunan, yang dijadikan sebagai kantor pengadilan Kerajaan Chu.
Kedatangan Selir Agung Li Wei disambut langsung oleh Raja Qin Duan Ren yang kebetulan sudah sampai lebih dulu di kantor pengadilan.
Begitu Raja dan Selir Agung memasuki ruang persidangan, hakim agung segera saja memulai persidangan.
Putra Mahkota Qin Yuwen yang menjadi tersangka atas banyak kejahatan, sudah siap menerima apapun hukuman yang akan diberikan padanya.
Pada akhirnya, persidangan yang berlangsung hampir satu jam, telah memutuskan hukuman untuk Putra Mahkota Qin Yuwen.
Meski dapat lolos dari hukuman mati, Putra Mahkota Qin Yuwen harus rela kehilangan gelar Putra Mahkota miliknya, bahkan dia juga kehilangan gelar Pangeran Kerajaan Chu.
Status Qin Yuwen sekarang hanyalah penduduk tingkat bawah di Kerajaan Chu, sebuah status rendah yang hanya satu tingkat di atas budak.
Selain memiliki status yang begitu rendah, Qin Yuwen juga harus menjalani kehidupan di perbatasan, dan tanpa dipanggil langsung oleh Raja, dia tidak diizinkan memasuki ibukota Kerajaan.
Sedangkan untuk seluruh usaha yang selama ini dimiliki Qin Yuwen, semua di sita dan menjadi milik Kerajaan. Namun, Raja yang masih berbaik hari, dia membiarkan Qin Yuwen tetap memiliki salah satu usaha miliknya yang berada di wilayah perbatasan.
Begitu hukuman untuk Qin Yuwen sudah diputuskan, Selir Agung Li Wei meminta izin pada Raja untuk kembali ke istananya. Wanita itu beralasan ingin mengganti pakaiannya sebelum pergi menemani Raja ke tempat perburuan, yang termasuk dalam rangkaian acara ulang tahun Raja.
Raja Qin Duan Ren tentu saja mengizinkan Selir Agung kembali ke istananya, karena dia sendiri juga harus kembali ke kediamannya untuk melakukan persiapan sebelum menjemput Selir Agung, dan bersama-sama pergi ke tempat perburuan.
Di sisi lain, seorang pria tersenyum lebar setelah memastikan hukuman apa yang diberikan pada Qin Yuwen.
Pria itu tidak lain adalah Qin Hao, Pangeran Kedua Kerajaan Chu yang sudah lama mengincar posisi Putra Mahkota milik Qin Yuwen.
Sekarang, dengan terusir nya Qin Yuwen dari Kerajaan dan menghilangnya Pangeran Ketiga, hanya dia satu-satunya Pangeran Kerajaan Chu yang pantas mendapatkan gelar Putra Mahkota.
“Pangeran keempat yang belum genap 10 tahun tentu tidak mungkin diberikan tanggungjawab besar sebagai seorang Putra Mahkota, apalagi untuk Pangeran Kelima yang masih berada di dalam kandungan Selir Agung...”
“Dari semua pilihan yang ada, Ayah hanya bisa memilihku menjadi Putra Mahkota, dan menjadi penerus tunggal Raja Kerajaan Chu...”
“Mungkin, satu-satunya orang yang perlu aku waspadai adalah Pangeran ketiga. Kalau dia sampai kembali, bisa dipastikan Ayahanda akan memilih dia sebagai Putra Mahkota...”
“Tidak... tidak, aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi! Apapun akan aku lakukan untuk mencegah orang itu kembali ke Kerajaan Chu!...” gumam Pangeran Qin Hao, lalu dia mulai menyiapkan rencana menyingkirkan Pangeran Ketiga, seandainya dia orang itu pulang ke Kerajaan Chu.
°°°
Siang hari di hutan yang tak terlalu jauh dari Kota Luoyang...
Seluruh Pangeran dari berbagai Kerajaan dan Kekaisaran sudah mempersiapkan diri untuk acara perburuan yang sebentar lagi akan dimulai. Pangeran Kedua yang menjadi satu-satunya perwakilan dari Kerajaan Chu juga sudah mempersiapkan segalanya, dan dia sudah menyiapkan beberapa cara untuk memenangkan acara perburuan.
Untuk para Putri termasuk Putri Liu Yao, mereka tetap berpartisipasi dalam acara perburuan, tapi nama mereka diwakilkan pada pengawal ataupun Jenderal yang mendampingi mereka. Namun, hanya pengawal dan Jenderal berusia muda yang diizinkan mewakili nama mereka.
Putri Liu Yao tidak susah menentukan siapa yang mewakilinya karena dia memiliki dua pengawal dan seorang Jenderal muda di sisinya. Tak perlu banyak berpikir Putri Liu Yao telah menjatuhkan pilihan Pada Qin Chen dan Jenderal Shang Hong untuk mewakilinya, sementara Qiao Bao tetap menjaga keamanan di sekitarnya.
Qin Chen dan Jenderal Shang Hong yang sudah dipilih Putri Liu Yao, keduanya segera pergi mempersiapkan diri mengikuti acara perburuan, dan mereka sama-sama berjanji tidak akan mengecewakan Putri Liu Yao.
Qin Chen memilih panah yang ingin dia gunakan. Saat memilih panah, tanpa bisa dihindari Qin Chen berhadap-hadapan dengan Selir Agung Li Wei yang sedang melihat-melihat ke tempat pengambilan senjata.
Menyadari sedang diperhatikan Selir Agung Li Wei, dengan tenang Qin Chen berkata pada wanita itu, “Apa yang dilakukan Yang Mulia Selir Agung di tempat ini? Melihat usia kandungan Yang Mulia Selir Agung, sebaiknya Yang Mulia jangan terlalu kelelahan...” Qin Chen yang telah menentukan pilihan pada senjata pilihannya, dia langsung saja pergi tak menunggu jawaban Selir Agung Li Wei yang jelas-jelas ingin menjawab pertanyaannya.
“Dari siarannya dia bukan Pangeran Ketiga, tapi dari cara bicaranya benar-benar mirip Pangeran Ketiga. Memakai topeng dengan begitu banyak persamaan dengannya. Kamu berhasil membuatku sangat penasaran dengan identitas aslimu,” gumam lirih Selir Agung sembari menatap punggung Qin Chen yang semakin menjauh.
Sedangkan Qin Chen yang baru saja meninggalkan pergi Selir Agung Li Wei, dia sudah berkumpul kembali dengan Jenderal Shang Hong dan keduanya terlihat begitu teliti memilih kuda yang akan mereka pakai untuk berburu.
“Jenderal, sebaiknya kita pilih kedua kuda ini...” Qin Chen menunjuk dua kuda yang terlihat sedikit lebih kecil dari kuda lainnya, lalu kembali dia berkata, “Meski berukuran sedikit lebih kecil, otot-otot yang dimiliki kedua kuda ini lebih baik, dan lagi nafas mereka lebih teratur dibandingkan kuda lainnya...”
Jenderal Shang Hong setuju dengan pilihan Qin Chen, karena dia juga melihat keunggulan kedua kuda itu setelah mendengar semua yang dikatakan Qin Chen.
Selesai memilih senjata dan kuda tunggangan, Qin Chen dan Jenderal Shang Hong kembali ke tempat Putri Liu Yao. Keduanya tetap berada di atas kuda yang berdiri gagah di hadapan tempat khusus yang ditempati Putri Liu Yao.
Begitu seluruh peserta yang ikut dalam perburuan telah selesai memilih senjata dan kuda tunggangannya, Raja Qin Duan Ren bangkit dari tempat duduknya, dan setelah memberikan sedikit kata-kata sambutan dia memulai acara perburuan dengan cara melesatkan anak panah tumpul ke arah langit.
Qin Chen dan Jenderal Shang Hong langsung saja memacu kuda mereka masuk ke kawasan hutan. Keduanya yang sama-sama memiliki insting tajam dalam menentukan letak binatang buruan, sangat mudah bagi mereka menemukan binatang buruan.
“Jenderal, binatang apa yang ingin kamu buru? Serigala atau rusa?” tanya Qin Chen pada Jenderal Shang Hong saat keduanya melihat sekumpulan rusa dan beberapa ekor serigala.
“Tuan Chen, bagaimana kalau kita membagi tugas? Aku berburu serigala, dan Tuan Chen berburu rusa!” ujar Jenderal Shang Hong.
“Sebenarnya aku menginginkan serigala, tapi aku juga tidak keberatan kalau harus menghabiskan seluruh rusa yang ada di hutan ini...” Qin Chen langsung saja melesatkan dua anak panah, yang keduanya langsung saja menghujam tepat di kepala dua ekor rusa.
“Langsung membunuh dua ekor rusa dalam satu tarikan busur panah. Tuan Chen memang sangat luar biasa,” ungkap Jenderal Shang Hong yang langsung saja melesat, memburu kawanan serigala.
Qin Chen mengabaikan kepergian Jenderal Shang Hong karena saat ini sebagian besar perhatiannya sedang tertuju pada pergerakan rusa, “Karena kalian tidak pergi dari tempat ini, artinya kalian memang ingin menjadi binatang buruanku, dan aku tidak akan segan membawa kalian ke hadapan Putri Liu Yao sebagai hasil buruanku...” Qin Chen kembali melepaskan anak panah, membunuh rusa yang berada dalam jangkauan anak panahnya.
Empat orang prajurit Kerajaan Chu yang mendampingi Qin Chen, sambil menunjukkan senyuman sinis tanpa sepengetahuan Qin Chen, mereka mulai mengumpulkan seluruh rusa yang berhasil di buru Qin Chen.
°°°
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Imam Sutoto
bener bener keren banget nih lanjut
2024-07-04
4
Amat Banjar
lepas alur min pemeran utama nya gak di berikan. tugas wkwkkwkw
2024-03-29
0
shane long
ngeri juga ya pangeran ke empat kerajaan chu adek nya mc,umur baru 10 tahun tapi sikap dan sifat psikopat dan antagonis.
yang bener aja ni thor,ada ya anak 10 tahun udah ambisi jadi pangeran dan memiliki pola fikir sadis seperti itu
2024-01-12
1