Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Satu hari berlalu begitu saja...
“Saudara Chen, bagaimana kalau kita langsung pergi ke istana Putri Liu Yao?” kata Qiao Bao berdiri di hadapan Qin Chen.
“Bukannya tujuan kita memang tempat itu?” kata Qin Chen yang sudah siap pergi ke istana Putri Liu Yao.
Qiao Bao tersenyum mendengar perkataan Qin Chen, “Kalau begitu, mari kita pergi ke istana Putri Liu Yao! Aku sudah tidak sabar melihat keindahan yang ada di istana itu, terutama keindahan para pelayan istana, yang konon katanya jauh lebih cantik dibandingkan wanita di paviliun cinta,” ujar Qiao Bao.
“Kalau kau memang menyukai kecantikan, kenapa kau tidak berusaha mendapatkan hati Putri Liu Yao? Bukannya dia wanita tercantik di Kerajaan ini?” tanya Qin Chen.
“Aku tidak akan mengejar apa yang tidak bisa aku kejar. Putri Liu Yao tak lama lagi akan menjadi istri Putra Mahkota Kerajaan Chu. Jadi, bagaimana mungkin aku dapat bersaing dengan seorang Putra Mahkota?” ungkap Qiao Bao.
Qin Chen teringat tentang wanita yang sudah menjadi tunangan Kakaknya sejak kecil, “Ternyata wanita itu adalah Putri Liu Yao,” gumam lirih Qin Chen.
°°°
Di istana Putri Mahkota...
Setelah beberapa saat berjalan Qin Chen dan Qiao Bao akhirnya sampai di istana megah milik Putri Liu Yao, yang bergelar Putri Mahkota Kerajaan Shu. Qin Chen dan Qiao Bao yang baru saja memasuki istana Putri Liu Yao, keduanya sama-sama merasakan keanehan. Istana yang luas terasa begitu sepi, tapi keduanya tahu ada sosok yang sedang mengawasi pergerakan mereka.
Swusshh...
Swusshh...
Dua anak panah melesat ke arah Qin Chen dan Qiao Bao.
“Apa yang terjadi? Apa mereka ingin membunuh kita?” seru Qiao Bao yang terkejut dengan datangnya serangan tiba-tiba, dan menjadikan dirinya sebagai target serangan.
Sedangkan Qin Chen, dia hanya menunjukkan senyuman tipis di bibirnya saat mendapatkan serangan tiba-tiba, yang jelas dia tahu apa maksud dari orang-orang yang melakukan serangan.
Qin Chen dengan kelincahan dan kecepatannya, dia berhasil menghindari seluruh serangan yang tertuju padanya.
Setelah anak panah terakhir berhasil dia hindari, Qin Chen mengambil beberapa kerikil di sekitarnya, dan sedikit menggunakan tenaga dalam dia melemparkan kerikil kecil itu ke arah orang-orang yang baru melakukan serangan ke arahnya.
“Tidak akan seru kalau hanya kalian yang menguji kami. Jadi, biarkan aku menguji kemampuan yang kalian miliki!...” Lemparan Zhang Yu semuanya tepat mengenai sasaran, dan membuat kurang dari sepuluh prajurit yang terambil dalam menggunakan panah jatuh tertunduk sambil memegangi kening mereka.
Qin Chen memperlebar senyuman di bibirnya, melihat prajurit yang terkena lemparan kerikil. Akan tetapi senyumnya berubah menjadi senyuman sinis saat dia melihat belasan prajurit bersenjatakan tombak dan pedang bersiap menyerang dirinya dan juga Qiao Bao.
“Saudara Bao, mereka datang untuk menguji kekuatan kita. Silahkan memukul mereka sesuka hatimu, tapi kau harus ingat untuk tidak membunuh mereka,” kata Qin Chen pada Qiao Bao yang langsung saja menganggukkan kepala setelah mendengar apa yang dikatakannya.
“Karena saudaraku mengatakan aku bebas memukuli kalian, jadi aku tidak akan sungkan membuat beberapa luka lebam di tubuh kalian,” ujar Qiao Bao yang langsung saja melesat maju, memukuli prajurit yang jumlahnya tidak lebihkan dari dua puluh orang.
Kurang dari sepuluh menit Qiao Bao berhasil mengalahkan seluruh prajurit yang menjadi lawannya. Namun, mereka semua terjatuh dengan tubuh di penuhi luka lebam, tapi tak ada satupun dari mereka yang mengalami luka parah, atau bahkan sampai mati.
“Kalian hanya cukup mendapatkan perawatan selama satu minggu, dan kalian sudah dapat beraktivitas seperti biasanya,” kata Qiao Bao pada prajurit yang hanya terbaring tak dapat menggerakkan tubuh mereka.
Suara tepuk tangan terdengar bersama dengan kemunculan Putri Liu Yao, yang didampingi beberapa pelayan setianya. Terlihat suara tepuk tangan berasal dari Putri Liu Yao yang terus bertepuk tangan.
Dengan cepat puluhan prajurit muncul, dan segera membawa prajurit yang terluka menuju ruang perawatan. Meski tidak ada yang mengalami luka serius, setidaknya mereka membutuhkan perawatan untuk mencegah semakin memburuknya luka yang mereka dapatkan.
Putri Liu Yao menghampiri Qin Chen dan Qiao Bao begitu seluruh prajurit yang terluka telah dipindahkan ke ruangan perawatan. Dari tatapannya, jelas terlihat kalau dia kagum dengan kekuatan yang dimiliki Qin Chen dan Qiao Bao.
“Aku tidak menyangka prajurit khusus yang selama ini menjaga istanaku bukanlah lawan yang sepadan untuk kalian, bahkan aku melihat kalian belum serius menggunakan seluruh kemampuan saat berhadapan dengan mereka,” ujar Putri Liu Yao.
Qin Chen hanya tersenyum mendengar itu, sementara Qiao Bao segera saja dia berkata, “Putri terlalu memuji. Sebenarnya, kekuatanku tidaklah sebanding dengan kekuatan saudara Chen kalau dia sudah mulai serius menghadapi lawannya...”
Tanpa diberitahu Qiao Bao, hanya dengan melihat gerakan dan ketenangan yang ditunjukkan Qin Chen, Putri Liu Yao sudah tau kalau dia telah memilih orang-orang yang tepat untuk menjadi pengawal pribadinya, terutama untuk Qin Chen yang sampai detik ini tidak menunjukkan ketertarikan padanya.
“Semua tadi hanyalah ujian yang aku siapkan untuk menguji seberapa besar kekuatan yang kalian miliki, dan karena kalian berdua telah menyelesaikan seluruh ujian dengan nilai sempurna. Mulai hari ini kalian akan mulai bekerja menjadi pengawal pribadiku. Pakaian yang akan kalian gunakan serta gaji kalian untuk satu bulan ini telah aku persiapkan...” Dua pelayan di sisi kanan dan kiri Putri Liu Yao maju ke depan, menyerahkan pakaian dan gaji Qin Chen dan Qiao Bao.
Qin Chen dan Qiao Bao menerima apa yang menjadi hak mereka. Akan tetapi, saat Qiao Bao melihat jumlah bayarannya selama satu bulan, dia hampir saja mati terkena serangan jantung karena terkejut, “Se-Sepuluh koin emas? Bukannya ini sangat banyak?” ujar Qiao Bao.
“Jumlah itu hanya setara dengan bayaran bulanan prajurit khusus Kerajaan Shu. Jumlah itu bisa bertambah dua kali lebih banyak seandainya aku puas dengan kinerja kalian selama satu bulan ini,” kata Putri Liu Yao sembari menyunggingkan senyuman di balik cadarnya.
Qin Chen dan Qiao Bao menganggukkan kepalanya setelah mendengar semua itu, dan untuk Qiao Bao dia bersumpah akan menunjukkan kalau dirinya berhak mendapatkan upah yang lebih banyak dengan kinerjanya.
Setelahnya, Putri Liu Yao menyuruh dua pelayan mengantar Qiao Bao menuju sebuah ruangan untuk mengganti pakaiannya, sementara dia mengajak Qin Chen pergi bersamanya menuju taman yang terletak di bagian belakang istana miliknya.
Sampai di taman, Putri Liu Yao menyerahkan sebuah topeng pada Qin Chen, setelah terlebih dahulu dia menyuruh pergi seluruh pelayannya, “Wajahmu bisa membuat kegaduhan di istana ini. Jadi, mulai sekarang kamu harus menggunakan topeng pemberianku,” kata Putri Liu Yao.
Qin Chen menerima topeng pemberian Putri Liu Yao dan langsung memakainya, “Putri, apa tidak sebaiknya aku mengganti pakaian terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan? Tidak memakai pakaian yang sudah Putri berikan, bukannya aku hanya akan terlihat seperti orang asing di tempat ini?” ujar Qin Chen.
“Ikut denganku! Aku tahu ruangan yang bisa kamu gunakan untuk mengganti pakaian, dan kamu juga bisa menggunakan tempat itu sebagai tempat tinggal selama kamu bekerja untukku,” kata Putri Liu Yao.
“Apa saudara Bao juga akan tinggal di tempat itu?” tanya Qin Chen melirik wajah Putri Liu Yao.
Terlihat Putri Liu Yao menggelengkan kepalanya, lalu dia berkata, “Saudaramu itu akan tinggal di ruangan yang berbeda, tapi dia tetap mendapatkan pelayanan seperti yang kamu dapatkan...”
Meski tidak tinggal di ruangan yang sama, setidaknya Qin Chen tahu kalau Qiao Bao juga mendapat pelayanan seperti yang akan dia dapatkan, sekalipun dia belum tahu pelayanan seperti apa yang akan didapatkannya.
“Ini adalah pertemuan kedua kita dan kamu juga telah bekerja untukku. Akan tetapi, sampai sekarang aku masih belum mengetahui namamu. Kalau tidak keberatan, apa kamu bisa memberitahu namamu padaku?” tanya Putri Liu Yao, sembari menatap wajah Qin Chen yang tertutup topeng pemberiannya.
Mendengar itu Qin Chen seketika sadar kalau dia belum memperkenalkan dirinya pada Putri Liu Yao, “Maafkan aku yang belum memperkenalkan diri pada Putri. Putri dapat memanggilku Qiao Chen, tapi seandainya Putri ingin memberi nama lain, dengan senang hati aku menerima nama pemberian Putri,” kata Qin Chen memperkenalkan dirinya, meski dia tidak mengatakan nama aslinya.
Tiba-tiba saja Putri Liu Yao membuka cadarnya setelah Qin Chen memperkenalkan dirinya, “Kamu orang pertama selain Ayahandaku yang melihat wajahku. Setelah ini aku berharap kamu tidak menjadi seorang pengkhianat!” ujar Putri Liu Yao.
Qin Chen bersikap biasa saja setelah dia melihat wajah Putri Liu Yao, meski sejenak dia sempat terpesona dengan kecantikan Putri Liu Yao.
“Yakinlah Putri, aku Qiao Chen tidak akan pernah mengecewakan atau bahkan sampai mengkhianati kepercayaan Putri. Akan tetapi hamba ingin bertanya, kenapa tiba-tiba Putri membuka cadar dan menunjukkan wajah Putri padaku?” kata Qin Chen.
Mendengar itu Putri Liu Yao kembali menunjukkan senyuman di wajahnya, tapi kali ini Qin Chen dapat langsung melihat senyuman Putri Liu Yao, “Aku hanya ingin kamu tidak salah mengenaliku, saat aku tidak menggunakan cadar,” kata Putri Liu Yao menjawab pertanyaan Qin Chen.
Qin Chen menganggukkan kepalanya mengerti, lalu dia tidak lagi sungkan menunjukkan senyumannya, “Aku sangat mengerti kenapa Putri membuka cadar, dan aku berharap Putri segera kembali memakai cadar karena saudara Bao dan dua pelayan segera datang,” kata Qin Chen.
Mendengarnya Putri Liu Yao segera memakai cadarnya. Benar saja, tak lama setelah dia memakai cadar, dia melihat Qiao Bao dan dua pelayan sampai di taman, “Aku memang tidak salah memilihmu menjadi pengawal pribadiku,” kata Putri Liu Yao yang hanya dapat didengar Qin Chen.
°°°
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
YANI AHMAD
dari sekian banyak novel yg sudah ku baca, ini salah satu yg menurutku the best, terutama dari segi penulisan dan tata bahasa serta tanda baca, sangat teratur dan mengalir.
karena sesungguhnya kekuatan sebuah novel disamping cerita yg memang bagus, juga di dukung oleh penulisan, tanda baca serta tata bahasa yg mudah di fahami sehingga para reader betah mengikutinya, selamat berkarya thor /Drool//Drool//Drool/
2025-02-09
0
calvyn narendra
mantap
2025-01-14
0
fahmi musthafa
top
2024-07-17
0