Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
°°°
Istana Pangeran Ketiga...
Qin Chen melihat sekelilingnya, melihat keadaan istana miliknya yang dua tahun ini dia tinggalkan. Tidak ada yang berubah, dan semua yang berada di dalam istananya terawat dengan sangat baik.
Puas melihat-lihat, Qin Chen ingin langsung pergi. Akan tetapi, sejenak dia menunda kepergiannya saat tiba-tiba saja Qiao Bao melompati pagar pembatas, dan langsung saja berlari ke arahnya. Beruntung Jin Han sudah pergi. Jadi, Qiao Bao tidak melihat keberadaan pria itu.
“Aku tidak tahu apa mereka tahu keberadaan kita di tempat ini, tapi ada sekelompok prajurit bergerak menuju tempat ini,” ujar Qiao Bao begitu dia berada di hadapan Qin Chen.
Senyum tipis terlihat di bibir Qin Chen, setelah mendengar apa yang dikatakan Qiao Bao.
Qin Chen memegang bahu Qiao Bao, lalu dia berkata, “Mereka hanya melakukan patroli rutin, apalagi ini sudah memasuki jam malam di istana. Jadi, wajar saja ada sekelompok prajurit bergerak menuju tempat ini...”
Setelahnya, Qin Chen dan Qiao Bao melompat ke atas atap yang letaknya cukup tersembunyi, mengamati pergerakan prajurit, sembari mencari jalan keluar yang aman untuk mereka lalui.
“Sisi timur penjagaan tidak terlalu ketat, kita bisa melewati tempat itu,” kata Qiao Bao.
Mendengar itu Qin Chen segera menggelengkan kepalanya.
“Sisi timur terdapat banyak tempat persembunyian, dan tempat-tempat itu senantiasa diisi prajurit khusus penjaga kerajaan,” ujar Qin Chen.
“Kalau ingin pergi meninggalkan tempat ini, kita bisa melewati sisi barat, yang terlihat dijaga banyak prajurit...” Qin Chen menunjuk sisi barat yang di sepanjang jalan terlihat banyak prajurit sedang melakukan patroli.
“Jumlah mereka memang banyak, tapi sebagian besar dari mereka hanyalah prajurit penjaga amatir, yang belum lama ini diangkat menjadi prajurit penjaga kerajaan,” imbuh Qin Chen.
“Aku tidak tahu darimana kamu mengetahui semua itu, tapi dengan gerak-gerik mereka, jelas terlihat kalau mereka memang prajurit amatir...” Qiao Bao melihat prajurit penjaga sisi barat tidak teliti dalam mengawasi wilayah yang mereka jaga, dan terkesan terburu-buru dalam bertindak.
“Banyak celah yang bisa kita manfaatkan untuk pergi meninggalkan tempat ini,” ujar Qin Chen.
“Sebaiknya malam ini kita memang harus pergi dari tempat ini, dan besok malam kita kembali lagi untuk mengumpulkan bukti yang diinginkan Putri Liu Yao,” ungkap Qiao Bao.
“Kenapa juga kita harus kembali, saat aku sudah menemukan apa yang kita cari?...” Qin Chen menunjukkan pada Qiao Bao, gulungan yang diberikan Jin Han padanya.
“Entah kenapa aku mulai merasa kalau kamu memiliki hubungan khusus dengan salah satu petinggi di Kerajaan Chu,” ujar Qiao Bao setelah membaca sekilas, isi gulungan yang ditunjukkan Qin Chen padanya.
Senyum terlihat di bibir Qin Chen, saat Qiao Bao mengatakan itu, “Bisa dikatakan aku memiliki kenalan lama yang bekerja di tempat ini, dan kebetulan dia memiliki posisi yang cukup tinggi,” ungkap Qin Chen pada Qiao Bao.
“Memiliki kenalan orang Kerajaan, ditambah kemampuan yang kamu miliki. Seharusnya kamu bisa menjadi salah satu Jenderal di Kerajaan ini,” kata Qiao Bao.
“Aku tidak terlalu menyukai posisi Jenderal, dan yang lebih penting aku tidak menyukai Raja Kerajaan Chu ini. Jadi, dua hal itu membuatku memilih pergi meninggalkan kehidupanku di Kerajaan Chu, dan menetap di Kerajaan Shu,” ungkap Qin Chen dengan suara bernada dingin.
Tahu kalau Qin Chen tidak lagi ingin membahas masa lalunya yang berkaitan erat dengan Kerajaan Chu, Qiao Bao tak lagi membahas tentang Kerjaan Chu.
“Gunakan ilmu meringankan tubuh, dan dengan kecepatan puncak kita pergi dari tempat ini!...” tanpa menunggu jawaban Qiao Bao, Qin Chen langsung saja melompat ke atap bangunan lainnya, dan terus melakukan itu.
Melihat Qin Chen mulai bergerak, Qiao Bao dengan cepat menyusul tepat di belakangnya.
°°°
Setelah berhasil keluar dari kawasan istana Kerajaan Chu. Qin Chen dan Qiao Bao bergerak dengan kecepatan penuh menyusuri hutan, dan tujuan mereka adalah istana Putri Mahkota.
Semalaman bergerak, menjelang pagi mereka sudah keluar dari wilayah hutan, dan memasuki wilayah Kerajaan Shu.
Tepat saat matahari berada di atas kepala, akhirnya mereka sampai di istana Putri Mahkota, dan langsung saja mereka menemui Putri Liu Yao di ruang kerjanya.
“Salam Putri Mahkota, kami ingin menyerahkan barang bukti tentang kejahatan yang dilakukan Putra Mahkota Kerajaan Chu...” Qin Chen memberikan gulungan di tangannya pada Putri Liu Yao.
Dengan senang hati Putri Liu Yao menerima gulungan pemberian Qin Chen, “Aku tidak menyangka kalian dapat menyelesaikannya kurang dari dua hari,” ujar Putri Liu Yao, lalu dia mulai membaca gulungan yang terdiri dari puluhan lembar kertas.
Putri Liu Yao membaca lembar demi lembar kertas yang berisikan laporan kejahatan Putra Mahkota Kerajaan Chu. Setiap lembaran kertas merupakan barang bukti resmi karena terdapat stempel dari Hakim Agung Kerajaan Chu.
“Menculik anak-anak, memperdagangkan wanita, menaikkan pajak tanpa sepengetahuan Raja, menjalin hubungan terlarang dengan beberapa Selir Raja. Apa tidak ada yang lebih buruk dari ini?...” Putri Liu Yao benar-benar jijik dengan sosok Putra Mahkota Kerajaan Chu.
Membaca lembar kertas terakhir, Putri Liu Yao tiba-tiba saja tersenyum di balik cadarnya.
“Dia bahkan melakukan hubungan terlarang dengan adiknya sendiri, bahkan sampai membuat wanita itu mengandung darah dagingnya. Semua ini kalau tersebar luas, aku bisa memastikan Kerajaan Chu akan mendapatkan cibiran dari Kerajaan Lainnya,” ujar Putri Liu Yao yang tentunya dia tidak mungkin melakukan itu karena dia hanya ingin menggunakan barang bukti di tangannya, untuk mengakhiri pertunangannya dengan Putra Mahkota Kerajaan Chu.
“Kerja kalian sangat memuaskan...” Putri Liu Yao memberi Qin Chen dan Qiao Bao masing-masing seratus koin emas.
“Qiao Bao dan kalian semua bisa keluar dari tempat ini! Ada yang ingin aku bicarakan berdua dengan Qiao Chen...” Qiao Bao dan yang para pelayan keluar, menuruti perintah Putri Liu Yao.
Hanya berduaan dengan Qin Chen, Putri Liu Yao begitu saja membuka cadar yang menutupi wajahnya, lalu dia berkata, “Katakan padaku, bagaimana bisa kamu dan Qiao Bao mendapatkan barang bukti yang seharusnya disimpan di tempat paling aman oleh Raja Qin Duan Ren?...”
Terlihat senyuman di wajah Qin Chen setelah dia mendapat pertanyaan dari Putri Liu Yao, “Apa Putri percaya kalau aku mengatakan ada sahabat lama yang membantuku mengumpulkan bukti kejahatan Putra Mahkota Kerajaan Chu?” kata Qin Chen.
“Kebetulan aku sangatlah mempercayaimu. Jadi, tidak ada alasan bagiku untuk tidak percaya dengan apa yang kamu katakan,” ungkap Putri Liu Yao yang saat ini senyuman di bibirnya dapat dilihat langsung oleh Qin Chen.
“Kalau Putri masih menginginkan barang bukti lainnya, dengan senang hati aku akan mengumpulkan semua bukti yang masih tersisa. Akan tetapi, aku rasa barang bukti di tangan Putri sudah lebih dari cukup untuk mengungkapkan sebagian besar kejahatan Putra Mahkota Kerajaan Chu,” kata Qin Chen.
“Aku tidak membutuhkan bukti lainnya. Sekarang yang aku butuhkan hanyalah kesempatan mengungkap semua keburukan Putra Mahkota Kerajaan Chu, dan mengakhiri status pertunangan antara aku dan pria itu,” balas Putri Liu Yao yang tersirat kebahagiaan di wajahnya.
Qin Chen teringat hari ulang tahun Raja Qin Duan Ren yang akan berlangsung satu minggu lagi. Mengingat hari besar Raja Qin Duan Ren, Qin Chen merasa saat itulah waktu yang tepat untuk Putri Liu Yao mengungkap keburukan Putra Mahkota Kerajaan Chu, dan mengakhiri pertunangan diantara mereka.
“Bagaimana kalau Putri melakukan semua itu saat pesta ulang tahun Raja Qin Duan Ren?” ujar Qin Chen.
Putri Liu Yao tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah mendengar apa yang dikatakan Qin Chen.
“Kamu benar, aku bisa melakukan semua itu di hari besar Raja Qin Duan Ren...” Putri Liu Yao sudah tidak sabar melihat ekspresi yang akan di tunjukkan Raja Qin Duan Ren dan Putra kesayangannya.
“Satu minggu lagi, kamu harus ikut denganku ke istana Kerajaan Chu, dan bersama-sama kita akan menyaksikan ekspresi wajah mereka!...” Titah Putri Liu Yao pada Qin Chen.
Mendengar itu, Qin Chen segera menganggukkan kepalanya, lalu dengan kepala tertunduk dia berkata, “Dengan senang hati aku akan pergi menemani Putri melihat ekspresi wajah mereka...”
°°°
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
Imam Sutoto
good job Thor lanjut
2024-07-04
4
erwin mnoor
/Good/
2024-05-29
0
Muhammad Kusman
lanjut thor
2024-05-26
1