Gairah Pesona Sang Penggoda
Prolog
Di sebuah kota terdapat gedung-gedung bertingkat, terdapat sebuah rumah mewah dengan kesan khas pribadi pemilik rumah
Masuk ke sebuah rumah yang sudah memiliki tombol otomatis tersendiri. Rumah itu sangat mewah sampai pagar saja terbuka secara otomatis.
Pemilik rumah itu merasakan sesuatu dari arah kamar, jendela kamarnya saja sudah terbuka lebar. Hanya dia saja yang berbaring di kasur amat nyaman dan mewah
Lelaki itu membuka mata secara perlahan mencari sumber suara yang mengganggunya.
Felix Antonio
Siapa yang berani mengganggu tidurku
Lelaki itu tanpa membuka matanya terus mencari keberadaan hp
Felix Antonio
Hem! Masih pagi sudah menggangu ku saja. Bisakah hentikan aktivitas mengganggumu itu!
Jerico (sekretaris Felix)
Maaf Pak! Pagi ini bapak ada meeting dengan clean. Bisakah bapak secepatnya ke kantor?
Felix Antonio
Arghh! Batalkan saja. Aku tidak ingin siapapun menganggu ku
Jerico (sekretaris Felix)
Perusahaan Elektrik bragon sudah menunggu bapak! Apa kita harus membatalkannya?
Felix Antonio
Baiklah.... Baiklah! Saya akan ke sana.
Felix memutuskan panggilan. Ia terpaksa bangun untuk meeting yang menurutnya membosankan
Felix dengan langkah yang gagah, tegap dan berwibawa. Memiliki kesan karisma yang berbeda, ia berjalan menemui ART yang sudah menyiapkan sarapan
Felix Antonio
Dimana dia? Apa dia masih hidup?
Pertanyaan yang terlontar begitu saja membuat Bi sri menatap majikannya
Bi Sri (Art)
Maksudnya tuan?
Felix Antonio
Iya, maksudku dia! Kenapa dia tidak turun ke bawah? Suruh dia datang kemari!
Felix memerintahkan ART untuk memanggil istrinya
Pengurus yang sudah bertahun-tahun mengurus wanita tidak berguna datang, dengan mendorong kursi roda turun ke arahnya
Felix Antonio
Letakan saja dia di sini! Dan kamu ambilkan dia sarapan
Felix menatap wanita yang terus setia duduk di kursi roda. Tatapannya sangat kosong sampai ia saja begitu muak dengan wanita ini
Felix menyentuh kening dengan mata menatap wanita di depannya
Felix Antonio
{Wanita ini begitu menyusahkan! Seharusnya aku tidak menikahinya. Kenapa aku harus mengikuti keinginan orang tuaku}
Perempuan itu adalah Cia. Istri dari seorang Felix Antonio, hanya satu kesepakatan membuat dirinya terpaksa menikahi wanita ini
Cia yang terlahir anak tunggal kaya raya di jodohkan dengan Felix. Hanya karena perusahaan orang tua Cia yang di ambang masalah membuat mereka menjalin kesepakatan untuk memperbaiki bisnis mereka
Cia/ Valerie
Kamu harus makan jangan tidak makan. Kalau kamu tidak makan nanti aku sedih
Perempuan itu terus mengoceh seakan-akan bicara dengan seseorang, tangannya terus menyusun boneka itu sampai rapih membuat dirinya pusing dengan istrinya
Suara teriakan yang melegar membuat ART itu datang menghampiri tuan.
Bi Sri (Art)
Iya tuan! Ada masalah?
Felix Antonio
Bilang Intan suruh urus dia! Jangan sampai wanita ini menyusahkan ku.
Felix mengakhiri sarapan, ia tidak mungkin makan bersama perempuan yang memiliki kelainan jiwa
Felix melangkah menuju garansi, ia mengeluarkan kunci mobil yang terdapat mobil mewah kebanggaannya
Mobil itu keluar dari garansi menuju perusahaan, di sisi lain Jerico sedang menunggu kedatangan Felix.
Jerico (sekretaris Felix)
Maaf tuan Brata! Saya mohon tunggu beberapa menit lagi, saya pastikan bos saya akan segera datang
Brata
Baik saya akan menunggunya! Sampai bos kamu tidak datang akan saya pastikan kerjasama ini berakhir
Jerico (sekretaris Felix)
{Yang butuh kerjasama ini kan dia! Kenapa harus dia yang mengancam tuan Felix}
Tidak butuh waktu lama akhirnya Felix datang menemui ketiga pria itu, ia menerima uluran tangan yang diberikan Brata.
Felix Antonio
Maaf sudah membuat pak Brata menunggu.
Brata
Tidak masalah! Mari kita bahas saja kerjasama kita
Akhirnya kerjasama mereka selesai, ia meminum kopi yang sempat di pesan Jerico.
Felix meletakan minuman itu beralih menatap Jerico
Felix Antonio
Masih ada jadwal lagi selain ini Jerico?
Jerico (sekretaris Felix)
Tidak tuan. Hanya saja tuan harus ke kantor untuk menandatangani semua dokumen di sana
Felix Antonio
Apa kamu tidak bisa mewakilkan aku saja?
Jerico (sekretaris Felix)
Maaf tuan! Saya tidak berani, lagian saya di sini hanya sekretaris tuan bukan bos
Felix yang sudah berada di perusahaan menuju ke ruangan pribadi, semua karyawan pada menatap kedatangannya.
Ada yang menyapanya ada juga yang memujinya. Begitu indah menjadi seorang Felix seperti dewa yang terus di puji
Karyawan yang bekerja di kantornya sudah tahu mengenai istri dari Felix tapi tidak ada satupun yang berani membahas perempuan itu
Ketukan yang terlihat sangat jelas membuat Felix melihat kearah pintu
Pintu itu terbuka, muncul sosok wanita cantik dengan pakaian seksi
Delia
Permisi pak! Saya mau memberikan dokumen ini, bapak harus menandatangani dokumen ini.
Felix tanpa menatap kearah Delia, ia hanya memfokuskan dirinya ke satu dokumen yang diberikan Delia
Felix Antonio
Ada yang ingin kamu sampaikan Delia? Kenapa kamu masih ada di sini?
Pertanyaan Felix membuat Delia tersadar. Lagi dan lagi ia tidak fokus memandang wajah tampan bosnya ini tapi ia tidak bisa merayu apalagi mendapatkannya.
Delia bukan berniat untuk menggoda Felix tapi ia tidak tahan dengan pahatan seluruh tubuh lelaki itu
Delia memberanikan diri untuk mendekat tanpa diketahui oleh pria itu. Tidak di sangka malah seorang Felix merespon sentuhan Delia
Felix menghentikan tangan nakal Delia dan tersenyum dengan cara menggoda
Felix Antonio
Kamu sudah berani ya macam-macam dengan saya! Kamu tidak takut kalau nanti saya akan memecat kamu?
Delia tersenyum dengan perkataan Felix.
Dengan gerakan dari mana Felix menarik tangan Delia untuk mendekat
Felix Antonio
Kamu yakin ingin melakukannya di sini sayang?
begitu seksual dengan bibir tepat di telinga walaupun hanya beberapa senti saja
Delia
Kalau tuan Felix bersedia saya akan menemani anda!
Felix Antonio
Baik, asalkan kamu mau bekerjasama dengan saya Delia.
Di kantor tepat di ruangan Felix mereka berdua asik bermain dengan berbagai gaya. Baginya tubuh indah Delia bukan untuk di jadikan pajangan tapi sentuhan
Sentuhan demi sentuhan di rasakan keduanya sampai waktu menunjukan pukul 02 siang, waktunya makan siang malah mereka menghabiskan untuk bertempur
Perkataan Delia untuk menghentikan aksi nakal Felix tidak bisa di dengar oleh lelaki itu, malah Felix semakin gencar untuk memperdalam permainannya
Delia
Pak! Waktunya makan siang. A-apa bapak tidak sa–rapan?
Pertanyaan Delia begitu terbata-bata sampai dirinya saja masih menikmati sentuhan hangat Felix
Felix Antonio
Tunggu sampai saya puas baru saya hentikan sayang!
Waktu makan siang sudah berakhir sampai telepon kantor berbunyi membuat mereka terhenti
Felix Antonio
Ck. Siapa yang berani menggangu momen indah ini
Kesal Felix, bahwa seseorang itu sudah mengganggu aktivitasnya
Delia
Angkat saja dulu pak siapa tahu penting
Felix mengangkat telepon tersebut dengan tangan satunya terus meraba paha mulus Delia
Felix Antonio
Baik saya akan kembali
Delia
Why? Apa ada masalah?
Felix Antonio
Maaf sayang aku harus pergi. Kita lanjut nanti ya! Aku masih ada urusan penting
Delia
Yah! Kamu sudah membuatku kecewa
Tangan Felix menyentuh dagu Delia dan dia berani mencium bibir tebal itu
tidak cukup dengan satu ciuman, ia malah memperdalam ciumannya
Felix Antonio
Sudah jangan manyun begitu, setelah urusanku selesai kita akan melanjutkannya.
Delia menatap Felix saat lelaki itu memanggilnya dengan suara menggoda
Delia
Yes! Oke! Aku izinkan kamu pergi setelah itu kamu harus hubungi aku saat pekerjaanmu itu.
Kecupan itu hanya mendarat di kening Delia, sebelum pergi Delia sudah merapikan penampilannya
Comments
Liza chia Chia
Lajut lgi
2024-05-16
1
......
lanjut kak semangat!!!
2022-05-05
1