Kesembuhan Adikku

"Nek, yah, kok kaki idar terdapat darah?" tanyaku yang kurang percaya, dengan apa yang aku lihat.

"Nak, apa yang di katakan uztad?" tanya nenekku.

"Di bilang bu, idar kena santet salah sasaran. Dia ingin menyantetku, malah anakku yang kena," kata ayahku dengan bersedih.

"kau sudah tau, siapa orangnya?" tanya nenekku balik.

"Siapa lagi kalau bukan dia nek, selama ini, aku sudah bersabar. Almarhuma istriku sudah sangat baik padanya, tetapi dia tetap saja mengambil nyawahnya,"

"Aku sama sekali tidak mengerti dengan anakku yang satu itu, apa yang sebenarnya dia mau, kemarin aku sudah memberi dia sawah untuk di urus." kata nenekku dengan tatapan sedih.

"Yah, jadi kapan idar bisa berjalan lagi?" tanyaku yang memotong pembicaraan ayahku dengan nenek.

"Kita lihat saja nanti, jika tidak ada perubahan, terpaksa aku harus kembali lagi ke desa seberang," kata ayah yang penuh harapan.

"Maaf nih om, luis, dan nenek. Bukannya tidak sopan, menganggu pembicaraan keluarga, tetapi aku harus memberitahu hal penting." kata rian dengan sopan.

"Apa rian, katakan saja, kau tidak perlu malu-malu?" tanya ayahku.

"Begini om, jika nanti om ke desa seberang, jangan panggil aku lagi yah om, aku benar tidak mau ke sana lagi," kata rian dengan ekspresi ketakutan.

"Huh, kau takut ternyata," kataku berusaha menahan tawa.

"Bukan takut, aku benar lebih dari takut,"

"Iya rian, terima kasih banyak, kau kemarin sudah mengantarku. ngomon-ngomon, om tidak melihat motorku di depan?"

"Oh, itu om, motorku ketinggalan. Kemarin sempat ketakutan karena di kerjar kuntilanak,"

"Sebentar kamu ambil motormu, takut ada yang mengambilnya nanti,"

"Tapi di temani kan om, soalnya aku takut sendirian," kata rian sambil memohon.

"Jelas, tetapi jika kau berani pergi sendiri, tidak masalah," jawab ayahku.

"Tidak-tidak om, aku tidak akan pergi, jika tidak di temani," kata rian dengan cepat sambil menggeleng kepalanya.

"Takut..." Ejekku.

Di saat kami asyik mengobrol bersama, sebuah mobil terdengar berhenti di depan rumah rian. Oh, keluarganya sudah datang.

"Om, luis, dan nek, aku permisi dulu. Keluargaku sudah pulang," kata rian sambil mencium tangan nenek dan ayahku. Dia juga mengulurkan tangan ke arahku, aku yang melihatnya jadi heran.

"Rian, kau ingin mencium tangan luis juga?" tanya ayahku, rian menjadi malu. Segera dia berlari keluar tanpa mengatakan apapun.

"Dia mungkin lupa," ucap nenek dengan tersenyum.

"Kak, aku laper," kata idar yang terbangun dari tidurnya. Dengan cepat, aku berlari ke dapur mengambil kan makanan.

"Ini dek, jangan lupa, habiskan," kataku yang menyodorkan sepiring makanan.

"Obatnya di minum juga," kata nenekku sambil menuangakn air yang di bawah ayahku.

"Nek, bezok apa aku sudah sembuh? bezok aku ujian," kata adikku masih terlihat lemah.

"Sabar yah dek, aku doakan, semoga bezok sudah sembuh," kataku memberi harapan pada adikku.

Untuk saat ini, aku hanya bisa menenangkannya. Seorang ibu, sudah pergi meninggalkan kami semua. Aku sebagai anak tertua, terpaksa mengambil alih pekerjaan ibu. Mau tak mau dan terpaksa, semua harus aku lakukan.

"Iya, semoga saja," kata nenekku.

Nenekku yang menjaga adikku, sementara aku mencuci pakaian dan menjemurnya. Di saat menjemur, aku merasa seseorang berdiri di belakangku. Tetapi saat menoleh, aku tidak mendapati siapapun.

"Mungkin hanya perasaanku saja," gumanku, menepis hal buruk.

Suara langkah kaki, terdengar jelas di telingaku. Aku berdiam diri, mencoba mendengarnya kembali.

Tak..Tak...Tak...

Suaranya sangat jelas aku dengar, aku menghela nafas. Mungkin ada orang yang mengerjaiku. Tetapi ketika menoleh ke belakang, terdapat bercak darah. Aku yang melihatnya, menjadi terkaget.

"Darah, darah siapa ini?" tanyaku yang penuh keherangan.

Terpopuler

Comments

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

like 👍

2022-07-17

0

Wina Yuliani

Wina Yuliani

itu tetangga baru tiap kali datang bukannya bwa oleh 2 malah bawa hantu

2022-06-14

2

Maria Wildan Wmb

Maria Wildan Wmb

lanjut thorr😊

2022-06-01

2

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Tetangga Baru
2 Di teror
3 Memasuki Rumah Tetangga
4 Kematian Pertama
5 Meminta Menginap
6 Akan Membantu
7 Bermain Dengan Makhluk Tak Kasat Mata
8 Berkomunikasi
9 Janji yang harus di tepati
10 Dikejar Hantu
11 Kedatangan Hantu
12 Pertanda Bahaya
13 Kesurupan
14 Ada Apa Dengan Fani?
15 Apakah lumpuh?
16 Dalam Perjalanan
17 Berlari Menyelamatkan Diri
18 Ayah kembali
19 Kesembuhan Adikku
20 Lemparan Batu
21 Menjengguk Fani
22 Berpetualang di kuburan
23 Sang Penyelamat
24 Rian Yang Datang
25 Ketukan Pintu Di Malam Hari
26 Ketakutan Ketika Anjing Menggaung
27 Panggilan Seram
28 Malu Karena Ketahuan
29 Mayat Yang Membusuk
30 Nenek Terkena Santet
31 Ucapan Selamat Tinggal Untukku
32 Maafkan Aku Rian
33 Bertemu Pocong
34 Siapa Kakek Tua Ini?
35 Berhasil Sampai Di Desa Seberang
36 Desa Yang Lebih Menyeramkan
37 Bertemu Kuntilanak
38 Rian Sudah Tidak Ada
39 Siapa Yang Dilihat Adikku?
40 Ke Rumah Ana
41 Kejelasan Tentang Marni
42 Rain, kembaran Rian
43 Boneka Rian
44 Aku Tumbal Luis
45 Fani Or Dion
46 Uji Nyali, Berakhir Menakutkan
47 Marni Di Jadikan Tumbal
48 Mimpi Adikku
49 Hantu Luis
50 Kesurupan
51 Kehilangan Adik
52 Mayat Siapa?
53 Sikap Rian berubah
54 Boneka Rian Yang Hilang
55 Meminta Bantuan
56 Datang Ke Sekolah Malam-malam
57 Bertemu Putri
58 Kemurkahan Hantu Boneka
59 Surat Misterius
60 Menjadi mangsa
61 Tersadarkan
62 Keluarga Rian Penyebab Masalah
63 Mengunjungi Rumah Putri
64 Hantu Di Angkot
65 Luis Yang Bersalah
66 Siapa Dia?
67 Tersudutkan
68 Bertemu Pelaku Yang Sebenarnya
69 Tidak Tahu Harus Berbuat Apa?
70 Di Usir Warga
71 Keadaan Kampung Setelah Kepergian Luis
72 Kedatangan Pak Rt
73 Menjadi Detektif
74 Mimpi Tentang Marni
75 Petunjuk Di Rumah Marni
76 Di Jebak
77 Masuk Ke Dimensi Lain
78 Bukan Waktu Yang Tepat
79 Telepon Dari Ibu Ratna
80 Bertemu Nenek-Nenek
81 Hantu Boneka Rian Kembali
82 Mendadak Tidak Bisa Bicara
83 Bicara Dengan Warga
84 Di Jengguk
85 Menyelamatkan Diri Sendiri
86 Ballerina Make Me Love
87 Penolakan Rian
88 Mencari Tahu Kebenaran
89 Datang Meminta Bantuan
90 Terungkap Tuyul Marni
91 Kalung Pelindung
92 Nenek Ana
93 Rencana Yang Akan Di Jalankan
94 Roh
95 Panggilan Orang Mati
96 Panik
97 Kesedihan Rian
98 Rain Pembunuh Marni
99 Bertemu Ibu Ratna
100 Perkelahian
101 Jatuh Cinta
102 Menerobos Masuk
103 Roh Hitam
104 Akan Membantu
105 Kepanikan
106 Apa Yang Terjadi Dengan Adikku?
107 Bunuh Diri
108 Akhir Dari Sebuah Cerita
109 Karya Baru
110 Cs Terjerat Cinta Pemimpin Vampire
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Kedatangan Tetangga Baru
2
Di teror
3
Memasuki Rumah Tetangga
4
Kematian Pertama
5
Meminta Menginap
6
Akan Membantu
7
Bermain Dengan Makhluk Tak Kasat Mata
8
Berkomunikasi
9
Janji yang harus di tepati
10
Dikejar Hantu
11
Kedatangan Hantu
12
Pertanda Bahaya
13
Kesurupan
14
Ada Apa Dengan Fani?
15
Apakah lumpuh?
16
Dalam Perjalanan
17
Berlari Menyelamatkan Diri
18
Ayah kembali
19
Kesembuhan Adikku
20
Lemparan Batu
21
Menjengguk Fani
22
Berpetualang di kuburan
23
Sang Penyelamat
24
Rian Yang Datang
25
Ketukan Pintu Di Malam Hari
26
Ketakutan Ketika Anjing Menggaung
27
Panggilan Seram
28
Malu Karena Ketahuan
29
Mayat Yang Membusuk
30
Nenek Terkena Santet
31
Ucapan Selamat Tinggal Untukku
32
Maafkan Aku Rian
33
Bertemu Pocong
34
Siapa Kakek Tua Ini?
35
Berhasil Sampai Di Desa Seberang
36
Desa Yang Lebih Menyeramkan
37
Bertemu Kuntilanak
38
Rian Sudah Tidak Ada
39
Siapa Yang Dilihat Adikku?
40
Ke Rumah Ana
41
Kejelasan Tentang Marni
42
Rain, kembaran Rian
43
Boneka Rian
44
Aku Tumbal Luis
45
Fani Or Dion
46
Uji Nyali, Berakhir Menakutkan
47
Marni Di Jadikan Tumbal
48
Mimpi Adikku
49
Hantu Luis
50
Kesurupan
51
Kehilangan Adik
52
Mayat Siapa?
53
Sikap Rian berubah
54
Boneka Rian Yang Hilang
55
Meminta Bantuan
56
Datang Ke Sekolah Malam-malam
57
Bertemu Putri
58
Kemurkahan Hantu Boneka
59
Surat Misterius
60
Menjadi mangsa
61
Tersadarkan
62
Keluarga Rian Penyebab Masalah
63
Mengunjungi Rumah Putri
64
Hantu Di Angkot
65
Luis Yang Bersalah
66
Siapa Dia?
67
Tersudutkan
68
Bertemu Pelaku Yang Sebenarnya
69
Tidak Tahu Harus Berbuat Apa?
70
Di Usir Warga
71
Keadaan Kampung Setelah Kepergian Luis
72
Kedatangan Pak Rt
73
Menjadi Detektif
74
Mimpi Tentang Marni
75
Petunjuk Di Rumah Marni
76
Di Jebak
77
Masuk Ke Dimensi Lain
78
Bukan Waktu Yang Tepat
79
Telepon Dari Ibu Ratna
80
Bertemu Nenek-Nenek
81
Hantu Boneka Rian Kembali
82
Mendadak Tidak Bisa Bicara
83
Bicara Dengan Warga
84
Di Jengguk
85
Menyelamatkan Diri Sendiri
86
Ballerina Make Me Love
87
Penolakan Rian
88
Mencari Tahu Kebenaran
89
Datang Meminta Bantuan
90
Terungkap Tuyul Marni
91
Kalung Pelindung
92
Nenek Ana
93
Rencana Yang Akan Di Jalankan
94
Roh
95
Panggilan Orang Mati
96
Panik
97
Kesedihan Rian
98
Rain Pembunuh Marni
99
Bertemu Ibu Ratna
100
Perkelahian
101
Jatuh Cinta
102
Menerobos Masuk
103
Roh Hitam
104
Akan Membantu
105
Kepanikan
106
Apa Yang Terjadi Dengan Adikku?
107
Bunuh Diri
108
Akhir Dari Sebuah Cerita
109
Karya Baru
110
Cs Terjerat Cinta Pemimpin Vampire

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!