Berlari Menyelamatkan Diri

MASIH POV RIAN

"Kau mau apa datang ke sini?" tanya genderuwo yang menatap tajam ke arah kami.

"Om, tatapannya begitu menusuk. Dia tidak akan memakan kita kan?" bisik rian.

"Om, jadikan dia teman om. Aku yakin dia tidak akan mau memakan kita" perkataan konyol rian.

"Kau diam saja, tetap di sini jangan bergerak. Aku akan menghampirinya" kata om tamrin yang membuat aku khawatir.

"Bagaimana jika dia tidak membiarkan om tamrin lolos, aku bisa sendirian di sini" gumanku dalam hati.

"Om, aku ikut. Aku juga bisa melawan genderuwo" kataku berbohong, yang jelas aku tidak sendirian.

"Untuk apa kalian menghalangi jalanku?" tanya om tamrin dengan serius.

Aku berdiri di belakang om tamrin, berjaga-jaga jika ada yang menusuk dari belakang.

"Rian, kau sebaiknya pulang saja. Biar aku saja sampai di desa seberang" kata om tamrin yang membuat aku khawatir.

"Kenapa sekarang baru om bilang, aku tidak bisa pulang sendirian" kataku tidak terima.

Ini pertama kalinya aku datang ke sini, berjalan di tengah malam tentu membuatku merasa takut. Terlebih sudah banyak jenis hantu di depanku.

"Rian, aku minta maaf. Tetapi jika kamu masih di sini, om tidak bisa menjamin keselamatanmu" kata om tamrin sambil menatapku dengan sendu.

"Om, apa aku harus meninggalkan om sendirian di sini?" tanyaku tidak percaya. Aku pergi bersama dengan om, tetapi jika pulang sendirian luis akan sangat marah padaku.

"Om, luis menyuruhku untuk menjaga om. Jika dia melihatku pulang sendirian, dia pasti akan sangat marah"

"Pentingkan dulu keselamatanmu, urusan luis bisa kamu urus nanti" kata om dengan menekankan suarannya. Dia seolah menyuruhku untuk segera pergi dari sini.

"Tetapi om-" perkataanku terjeda ketika melihat sosok kuntilanak mencekik leher om tamrin.

"La..ri.. ri..an" kata om tamrin dengan wajah menahan rasa sakit.

Sosok genderuwo berlari ke arahku, karena rasa takut, aku berlari pulang.

Di tengah perjalanan aku terus berteriak meminta pertolongan. Entah siapa yang akan datang, karena tidak ada satupun rumah di sekitar sini.

"Tolong... siapapun tolong aku..." teriakku tidak henti.

Aku melihat sosok kakek yang menggunakan tongkat berjalan di depanku.

"Aku harus minta bantuan pada kakek tersebut" gumanku dalam hati sambil berlari ke arah kakek yang berjalan menggunakan tongkat.

"Kakek, tolong aku kek. Aku di kejar hantu yang sangat menyeramkan. Dia juga mencekik leher omku, kakek harus membantu kami" kataku ketika tepat berada di belakangnya.

Kakek tersebut tidak menoleh padaku, dia tetap berjalan. Mungkin perkataanku kurang kencang.

"Kakek, tolong aku. Aku di kejar hantu..." teriakku dengan suara keras.

Tetapi tetap saja, tidak ada respon pada sang kakek. Karena penasaran, aku membalikkan badannya. Betapa terkejutnya aku ketika melihat kakek tersebut tidak mempunyai wajah. Tidak ada hidung, mata, dan mulut.

"Ah...." teriakku sambil berlari kembali. Betapa mengerikannya hantu tersebut. Dia saja tidak mempunyai wajah.

Kakiku merasa lelah, sudah berlari sejauh mungkin. Aku istirahat sebentar di sebuah gubuk kecil sambil memikirkan keadaan om tamrin.

Malam semakin sunyi, burung di sekitarku berbunyi. Mataku ingin sekali terpejam. Tiba-tiba seseorang laki-laki menepuk pundakku. Karena terkejut, aku memukul dengan keras wajahnya.

"Maaf pak, aku pikir siapa" kataku membantu dirinya bangun.

"Anak muda, tengah malam masih berada di sini. Kau tidak takut di sini sendirian?" tanyanya yang langsung berdiri.

"Aku sudah sangat ketakutan pak. Barusan aku di kejar hantu, ada genderuwo dan seorang kakek tanpa wajah" kataku bernafas lega.

"Kau orang baru di sini, makanya takut bertemu mereka?"

"Iya pak, baru beberapa hari keluargaku pindah ke sini" kataku dengan jujur.

"Kau dari mana dan mau ke mana?" dia seperti mempunyai banyak pertanyaan. Tetapi aku masih lega, tengah malam bertemu seseorang bukan hantu.

"Aku dari desa sebelah, mau ke desa seberang. Aku bersama om, tetapi dia malah di cekik kuntilanak mengerikan. Aku lari karena di kejar genderuwo, lalu bertemu hantu yang tidak punya wajah. Ternyata di desa sangat mengerikan dan menakutkan yah pak?" kataku menjelaskan semua kejadian yang aku alami barusan.

"Benar, desa ini sunggu mengerikan. Aku sangat mengerikan, aku bisa saja mencekikmu juga" katanya sambil tertawa.

Kenapa suara tertawanya sangat familiar di telingaku, seperti aku pernah mendengarnya. Aku menoleh dan sudah tidak melihat pak tua yang aku barusan ajak bicara.

"Kemana dia, larinya cepat sekali" kataku sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari keberadaannya.

"Kau mencariku anak muda?" tanyanya yang berada di belakangku.

Aku menoleh, tetapi mendadak aku ketakutan. Dia adalah sosok kuntilanak, pantes suara tertawanya begitu familiar.

"Hahaha, kau membuat aku kaget kuntilanak. Seharusnya beri salam dulu" kataku sedikit gugup.

Tatapan kuntilanak sangat tajam padaku, sebelum di cekik, aku lebih dulu berlari.

"Kembali anak muda, kau tidak bisa kabur dariku" teriaknya yang membuat aku semakin mempercepat langkah kakiku.

"Begitu sial aku, selalu bertemu hantu. Di sini memang kebanyakan hantu dari pada manusia" gumanku terus berlari walau kakiku terasa sakit.

Aku baru teringat dengan motorku. Sudah sangat jauh aku berlari, tetapi tidak melihat motorku juga. Bahkan pohon yang tumban belum aku lewati, padahal aku barusaja melangkah, tidak jauh dari pohon tumban, aku bertemu kuntilanak dan genderuwo. Sekarang kenapa belum sampai juga, padahal aku sudah berlari berjam-jam.

"Mana mungkin bukan aku berputar di tengah jalan, atau aku mungkin salah jalan? tetapi aku tidak melihat jalan yang bercabang atau bagaimana" kataku sambil berpikir.

Aku tidak peduli, aku terus berlari itu yang penting. Yang jelas aku tidak bertemu kuntilanak dan tidak di cekik.

"Hei, kau rian bukan?" suara seseorang menghentikan langkah.

"Kalian siapa?"

"Ah benar, dia rian. Anak tetangga baru yang baru pindah itu" katanya yang membuat aku semakin bingung.

"Darimana dia mengenalku?" gumanku dalam hati.

"Kau sedang apa di sini rian, kenapa keluar tengah malam seperti ini?" tanya salah seorang diantara mereka.

"Kalian siapa?" tanyaku lagi. Aku tidak mau tertipu dengan hantu lagi jika mereka memang benar sosok hantu.

"Kami ini yang sering berjaga tengah malam di desa sebelah. Tetapi kami malah melihat dirimu yang ketakutan berlari. Apa terjadi sesuatu padamu?" tanyanya yang semakin mendekat.

"Kalau begitu, tolong antar aku ke rumahku"

"Ya sudah, kami akan mengantarmu" katanya sambil berjalan di depanku.

Mereka berdua sekarang berada di depanku, aku mengikuti dari belakang. Aku memperhatikan, takut jika mereka menipuku. Tetapi semakin ke sini, aku melihat banyak rumah di sekeliling. Apa aku sudah sampai?, pikirku.

Tetapi sejak aku berlari, aku tidak pernah melihat pohon tumban dan motorku. Apa aku saja yang tidak memperhatikan?

to be continue...

Terpopuler

Comments

Yudi Christian

Yudi Christian

motor lu jngan lupa Rian ..sayang

2025-02-03

0

Nurhalimah Al Dwii Pratama

Nurhalimah Al Dwii Pratama

semoga ayah luis selamat sma rian

2022-06-14

2

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Tetangga Baru
2 Di teror
3 Memasuki Rumah Tetangga
4 Kematian Pertama
5 Meminta Menginap
6 Akan Membantu
7 Bermain Dengan Makhluk Tak Kasat Mata
8 Berkomunikasi
9 Janji yang harus di tepati
10 Dikejar Hantu
11 Kedatangan Hantu
12 Pertanda Bahaya
13 Kesurupan
14 Ada Apa Dengan Fani?
15 Apakah lumpuh?
16 Dalam Perjalanan
17 Berlari Menyelamatkan Diri
18 Ayah kembali
19 Kesembuhan Adikku
20 Lemparan Batu
21 Menjengguk Fani
22 Berpetualang di kuburan
23 Sang Penyelamat
24 Rian Yang Datang
25 Ketukan Pintu Di Malam Hari
26 Ketakutan Ketika Anjing Menggaung
27 Panggilan Seram
28 Malu Karena Ketahuan
29 Mayat Yang Membusuk
30 Nenek Terkena Santet
31 Ucapan Selamat Tinggal Untukku
32 Maafkan Aku Rian
33 Bertemu Pocong
34 Siapa Kakek Tua Ini?
35 Berhasil Sampai Di Desa Seberang
36 Desa Yang Lebih Menyeramkan
37 Bertemu Kuntilanak
38 Rian Sudah Tidak Ada
39 Siapa Yang Dilihat Adikku?
40 Ke Rumah Ana
41 Kejelasan Tentang Marni
42 Rain, kembaran Rian
43 Boneka Rian
44 Aku Tumbal Luis
45 Fani Or Dion
46 Uji Nyali, Berakhir Menakutkan
47 Marni Di Jadikan Tumbal
48 Mimpi Adikku
49 Hantu Luis
50 Kesurupan
51 Kehilangan Adik
52 Mayat Siapa?
53 Sikap Rian berubah
54 Boneka Rian Yang Hilang
55 Meminta Bantuan
56 Datang Ke Sekolah Malam-malam
57 Bertemu Putri
58 Kemurkahan Hantu Boneka
59 Surat Misterius
60 Menjadi mangsa
61 Tersadarkan
62 Keluarga Rian Penyebab Masalah
63 Mengunjungi Rumah Putri
64 Hantu Di Angkot
65 Luis Yang Bersalah
66 Siapa Dia?
67 Tersudutkan
68 Bertemu Pelaku Yang Sebenarnya
69 Tidak Tahu Harus Berbuat Apa?
70 Di Usir Warga
71 Keadaan Kampung Setelah Kepergian Luis
72 Kedatangan Pak Rt
73 Menjadi Detektif
74 Mimpi Tentang Marni
75 Petunjuk Di Rumah Marni
76 Di Jebak
77 Masuk Ke Dimensi Lain
78 Bukan Waktu Yang Tepat
79 Telepon Dari Ibu Ratna
80 Bertemu Nenek-Nenek
81 Hantu Boneka Rian Kembali
82 Mendadak Tidak Bisa Bicara
83 Bicara Dengan Warga
84 Di Jengguk
85 Menyelamatkan Diri Sendiri
86 Ballerina Make Me Love
87 Penolakan Rian
88 Mencari Tahu Kebenaran
89 Datang Meminta Bantuan
90 Terungkap Tuyul Marni
91 Kalung Pelindung
92 Nenek Ana
93 Rencana Yang Akan Di Jalankan
94 Roh
95 Panggilan Orang Mati
96 Panik
97 Kesedihan Rian
98 Rain Pembunuh Marni
99 Bertemu Ibu Ratna
100 Perkelahian
101 Jatuh Cinta
102 Menerobos Masuk
103 Roh Hitam
104 Akan Membantu
105 Kepanikan
106 Apa Yang Terjadi Dengan Adikku?
107 Bunuh Diri
108 Akhir Dari Sebuah Cerita
109 Karya Baru
110 Cs Terjerat Cinta Pemimpin Vampire
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Kedatangan Tetangga Baru
2
Di teror
3
Memasuki Rumah Tetangga
4
Kematian Pertama
5
Meminta Menginap
6
Akan Membantu
7
Bermain Dengan Makhluk Tak Kasat Mata
8
Berkomunikasi
9
Janji yang harus di tepati
10
Dikejar Hantu
11
Kedatangan Hantu
12
Pertanda Bahaya
13
Kesurupan
14
Ada Apa Dengan Fani?
15
Apakah lumpuh?
16
Dalam Perjalanan
17
Berlari Menyelamatkan Diri
18
Ayah kembali
19
Kesembuhan Adikku
20
Lemparan Batu
21
Menjengguk Fani
22
Berpetualang di kuburan
23
Sang Penyelamat
24
Rian Yang Datang
25
Ketukan Pintu Di Malam Hari
26
Ketakutan Ketika Anjing Menggaung
27
Panggilan Seram
28
Malu Karena Ketahuan
29
Mayat Yang Membusuk
30
Nenek Terkena Santet
31
Ucapan Selamat Tinggal Untukku
32
Maafkan Aku Rian
33
Bertemu Pocong
34
Siapa Kakek Tua Ini?
35
Berhasil Sampai Di Desa Seberang
36
Desa Yang Lebih Menyeramkan
37
Bertemu Kuntilanak
38
Rian Sudah Tidak Ada
39
Siapa Yang Dilihat Adikku?
40
Ke Rumah Ana
41
Kejelasan Tentang Marni
42
Rain, kembaran Rian
43
Boneka Rian
44
Aku Tumbal Luis
45
Fani Or Dion
46
Uji Nyali, Berakhir Menakutkan
47
Marni Di Jadikan Tumbal
48
Mimpi Adikku
49
Hantu Luis
50
Kesurupan
51
Kehilangan Adik
52
Mayat Siapa?
53
Sikap Rian berubah
54
Boneka Rian Yang Hilang
55
Meminta Bantuan
56
Datang Ke Sekolah Malam-malam
57
Bertemu Putri
58
Kemurkahan Hantu Boneka
59
Surat Misterius
60
Menjadi mangsa
61
Tersadarkan
62
Keluarga Rian Penyebab Masalah
63
Mengunjungi Rumah Putri
64
Hantu Di Angkot
65
Luis Yang Bersalah
66
Siapa Dia?
67
Tersudutkan
68
Bertemu Pelaku Yang Sebenarnya
69
Tidak Tahu Harus Berbuat Apa?
70
Di Usir Warga
71
Keadaan Kampung Setelah Kepergian Luis
72
Kedatangan Pak Rt
73
Menjadi Detektif
74
Mimpi Tentang Marni
75
Petunjuk Di Rumah Marni
76
Di Jebak
77
Masuk Ke Dimensi Lain
78
Bukan Waktu Yang Tepat
79
Telepon Dari Ibu Ratna
80
Bertemu Nenek-Nenek
81
Hantu Boneka Rian Kembali
82
Mendadak Tidak Bisa Bicara
83
Bicara Dengan Warga
84
Di Jengguk
85
Menyelamatkan Diri Sendiri
86
Ballerina Make Me Love
87
Penolakan Rian
88
Mencari Tahu Kebenaran
89
Datang Meminta Bantuan
90
Terungkap Tuyul Marni
91
Kalung Pelindung
92
Nenek Ana
93
Rencana Yang Akan Di Jalankan
94
Roh
95
Panggilan Orang Mati
96
Panik
97
Kesedihan Rian
98
Rain Pembunuh Marni
99
Bertemu Ibu Ratna
100
Perkelahian
101
Jatuh Cinta
102
Menerobos Masuk
103
Roh Hitam
104
Akan Membantu
105
Kepanikan
106
Apa Yang Terjadi Dengan Adikku?
107
Bunuh Diri
108
Akhir Dari Sebuah Cerita
109
Karya Baru
110
Cs Terjerat Cinta Pemimpin Vampire

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!