Dikejar Hantu

Kuntilanak sudah datang, dia sangat marah ketika melihat tawananya tidak ada. Dia murka membuat petir terus menyambar di langit.

Aku terus mencari jalan keluar, seperti yang dikatakan hantu nenek-nenek. Tetapi sangat sulit untuk menemukannya.

"Luis, kita istirahat dulu. Aku capek mengendong rahmat" Keluh dion.

"Aku juga capek, kau pikir fani tidak berat?" kali ini ana yang mengeluh.

Harus bagaimana lagi, terpaksa kami membawa paksa fani dan rahmat dalam keadaan tidak sadarkan diri. Jika tidak, kami bisa ketahuan oleh kuntilanak.

"Oke, kita istirahat. Tetapi hanya lima menit saja. Takut si kuntilanak mengetahui keberadaan kita" kataku sambil duduk melepas lelah juga.

"Aku pikir semudah itu mencari tau apa yang di mau kuntilanak tersebut, ternyata sangat sulit" Kata ana.

"Apa yang kuntilanak itu katakan?" Tanya dion.

Aku juga tidak tau, karena aku di bawa kabur hantu nenek-nenek. Sementara dion, fani, dan rahmat tidak sadarkan diri. Jadi hanya ana yang berurusan dengan kuntilanak.

"Aku sudah bertanya padanya apa yang di mau, dia hanya menjawab kita semua yang di incar" Kata ana yang semakin membuat aku penasaran. Untuk apa si kuntil mengincar kita.

"Aku bicara baik-baik padanya, tetapi dia seperti meyepelekan perkataanku" Lanjut ana.

"Aku pikir kita bisa menyelesaikan masalah ini, ternyata apa yang kita lakukan salah" Kata dion seketika.

"Tidak, kita harus keluar dari sini sebelum semakin banyak hantu menyadari kedatangan kita. Kita bisa di perebutkan mereka semua" Kataku tidak mau berlama-lama di kampung hantu yang tidak aku kenal.

"Jalan pulangnya bagaimana luis?" Tanya dion.

"Aku tau, kita tinggal menemukan tempat di mana kita pertama kali datang" Kataku dengan yakin. Karena itu yang dikatakan hantu nenek-nenek tersebut.

"Kau yakin itu jalan pulangnya?" Dion seperti tidak percaya padaku.

"Nanti aku jelaskan, tetapi kali ini kau harus percaya padaku" Kataku sambil menoleh mencari jalan berikutnya.

Tidak lama, terdengar suara tertawa kuntilanak yang membuat aku, dion, dan ana terkejut. Dion mencari sumber suara tersebut.

"Kita ketahuan si kuntil, kita harus segera pergi dari sini" kata dion setelah mencium bau kuntil.

"Bagaimana dengan rahmat dan fani, dia belum sadarkan juga" kata ana yang mulai panik.

"Tinggalkan saja dia, salah sendiri tidak sadarkan diri" Kata dion yang sudah berlari lebih dulu.

"Dion, kita tidak mungkin meninggalkannya di sini. Kita tidak akan kembali jika tidak membawa mereka. Ingat, tubuh kita saling terikat" Teriakku yang menghentikan langkah dion. Kini dion kembali.

"Lalu harus bagaimana, mau di tangkap kuntilanak lagi?" Tanyanya dengan suara tinggi.

"Bawa dia, aku akan cari jalan keluarnya" Kataku walau diriku belum tau harus berjalan kamana.

Ana mulai mengendong fani dan dion mengendong rahmat. Aku sebagai penunjuk jalan, walau tidak mengendong siapapun, aku yang mempunyai tanggung jawab besar.

"Kita jalan lurus saja, aku seperti pernah melalui jalan ini" kataku dengan berani.

Dion dan Ana mengikut di belakang, ternyata feelingku benar. Kami akhirnya sampai di hutan yang pertama kali kami membuka mata.

"Akhirnya kita sampai juga, cepat kita ke sana" kata dion yang berlari lebih dulu.

Aku menyusul dion, tetapi suara ana yang berteriak di belakang membuat aku berhenti berjalan. Ana di tahan oleh hantu lain yang tadi aku temui.

"Lepaskan dia, kau harus pergi dari sini" Teriakku dari kejauhan.

"Sudah aku duga jika kau manusia. Makanya kau tidak bisa melihat jalan. Kau tidak bisa mengbohongiku. Kau pikir aku tidak pernah sekolah, hantu juga punya sekolah sendiri" Teriak hantu tersebut tidak mau mengalah.

Ana kehilangan energi, rupanya hantu itu menarik semua energi ana dan akan membuat dia pingsan. Begitulah trik hantu, setelah pingsan baru membawa kami pergi bersamanya.

"Luis, tinggalkan saja dia. Kita selamatkan diri kita dulu" teriak dion kemudian menghilang. Dion sudah sampai di dunia kami.

"Tidak, aku tidak mungkin meninggalkan ana. Aku bukan tipe orang yang tidak setia kawan" Kataku perlahan.

Aku melangkah maju menghampiri hantu tersebut. Tetapi dia malah tertawa melihat tingkahku.

"Kau sepertinya tidak bersekolah, makanya bertingkah bodoh seperti ini. Kau sendiri yang mengantarkan dirimu padaku"

Aku mengerti yang aku lakukan salah, tetapi jika aku meninggalkan ana dan fani, aku tetap salah. Lebih baik aku bersama ana dan mencari jalan keluar lagi.

Hantu tersebut berhasil menangkapku dengan mudah, ana langsung pingsan setelah energinya habis di hisap. Kini hantu tersebut menghisap energiku. Aku mulai merasa lemas, tiba-tiba segerombolan hantu datang menolongku. Aku melihat hantu nenek-nenek yang tidak jauh dariku.

"Cepat lari, pergi dari sini dan selamatkan temanmu" Teriaknya. Dia kemudian maju melawan hantu tersebut.

Ternyata kekuatan mereka di bawah dari hantu yang mereka lawan. Hanya satu kali terkena, hantu yang datang bersama hantu nenek-nenek langsung hilang.

"Terima kasih sudah mau membantu kami sebelumnya. Tetapi kau tidak perlu melakukannya lagi setelah keluar dari sini. Kami sudah tidak ada" Teriak hantu nenek yang menggunakan tongkatnya untuk menahan serangan hantu yang menjadi lawannya.

Aku ingin sekali menangis mendengarnya, ternyata masih banyak hantu yang baik di alam ini. Tidak semuanya jahat walau mereka mengerikan.

Aku menarik ana dan fani ketempat di mana kami berkumpul. Aku melihat hantu nenek tersebut untuk terakhir kalinya. Dia terlihat tersenyum sebelum menghilang karena tidak kuat lagi. Hanya debu yang tersisa.

Hantu tersebut berlari ke arahku berusaha menangkapku kembali. Aku juga melihat si kuntilanak datang dan ingin menangkap kami lagi. Tetapi aku dan teman-temanku sudah kembali ke duniaku.

Aku terkaget ketika merasa tubuhku seperti di tiup anging kencang, pikiranku menjadi kosong dan langsung pingsan. Tidak lama, di saat aku bangun, aku melihat ayahku dan para warga berkerumun di belakangku. Aku juga melihat dion dan rahmat.

"Luis, kau selamat" kata ayahku sambil memelukku. Aku tidak bisa menahan air mataku jatuh. Aku pikir tidak akan bertemu ayahku dan adik-adikku, setelah memutuskan menghampiri ana dan menyerahkan diri pada hantu sialan itu. Siapa sangka, perbuatan baikku di balas oleh hantu yang baik.

"Luis tidak apa-apa yah, ayah tidak perlu menangis" Kataku sambil menghapus air mata ayahku. Sepertinya, ayahku sudah menangis dari tadi. Matanya bahkan sudah sembab.

"Maaf kan aku, karena aku kalian hampir saja menjadi korban" Kata pak Rt dengan rasa bersalah.

"Benar pak Rt, tidak semua masalah di selesaikan seperti ini. Kan tidak semua hantu mau berdamai dengan kita, terlebih dia hantu yang suka mengambil tumbal. Jika dia mau berdamai, dia pasti akan mengajukan syarat yang membuat dia untung" kata ayahku.

Terpopuler

Comments

Yudi Christian

Yudi Christian

wow sekalah hantu dmana tuh penasaran /Grin//Grin//Grin/

2025-02-03

0

@krhmd24_

@krhmd24_

wkwk... lanjutkan terus thor... gini kan enak

2023-07-04

0

Edi yuzzardy

Edi yuzzardy

aduh kok cetita seram..jdi cerita komedi begini wkwk...pamit mundur aza ah...jdi kesan horor ny berkurang..yg tdi nya semanget baca , lhsg ciuuut utk baca terusannya..pamit mundur thorrr🙏

2022-10-04

0

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Tetangga Baru
2 Di teror
3 Memasuki Rumah Tetangga
4 Kematian Pertama
5 Meminta Menginap
6 Akan Membantu
7 Bermain Dengan Makhluk Tak Kasat Mata
8 Berkomunikasi
9 Janji yang harus di tepati
10 Dikejar Hantu
11 Kedatangan Hantu
12 Pertanda Bahaya
13 Kesurupan
14 Ada Apa Dengan Fani?
15 Apakah lumpuh?
16 Dalam Perjalanan
17 Berlari Menyelamatkan Diri
18 Ayah kembali
19 Kesembuhan Adikku
20 Lemparan Batu
21 Menjengguk Fani
22 Berpetualang di kuburan
23 Sang Penyelamat
24 Rian Yang Datang
25 Ketukan Pintu Di Malam Hari
26 Ketakutan Ketika Anjing Menggaung
27 Panggilan Seram
28 Malu Karena Ketahuan
29 Mayat Yang Membusuk
30 Nenek Terkena Santet
31 Ucapan Selamat Tinggal Untukku
32 Maafkan Aku Rian
33 Bertemu Pocong
34 Siapa Kakek Tua Ini?
35 Berhasil Sampai Di Desa Seberang
36 Desa Yang Lebih Menyeramkan
37 Bertemu Kuntilanak
38 Rian Sudah Tidak Ada
39 Siapa Yang Dilihat Adikku?
40 Ke Rumah Ana
41 Kejelasan Tentang Marni
42 Rain, kembaran Rian
43 Boneka Rian
44 Aku Tumbal Luis
45 Fani Or Dion
46 Uji Nyali, Berakhir Menakutkan
47 Marni Di Jadikan Tumbal
48 Mimpi Adikku
49 Hantu Luis
50 Kesurupan
51 Kehilangan Adik
52 Mayat Siapa?
53 Sikap Rian berubah
54 Boneka Rian Yang Hilang
55 Meminta Bantuan
56 Datang Ke Sekolah Malam-malam
57 Bertemu Putri
58 Kemurkahan Hantu Boneka
59 Surat Misterius
60 Menjadi mangsa
61 Tersadarkan
62 Keluarga Rian Penyebab Masalah
63 Mengunjungi Rumah Putri
64 Hantu Di Angkot
65 Luis Yang Bersalah
66 Siapa Dia?
67 Tersudutkan
68 Bertemu Pelaku Yang Sebenarnya
69 Tidak Tahu Harus Berbuat Apa?
70 Di Usir Warga
71 Keadaan Kampung Setelah Kepergian Luis
72 Kedatangan Pak Rt
73 Menjadi Detektif
74 Mimpi Tentang Marni
75 Petunjuk Di Rumah Marni
76 Di Jebak
77 Masuk Ke Dimensi Lain
78 Bukan Waktu Yang Tepat
79 Telepon Dari Ibu Ratna
80 Bertemu Nenek-Nenek
81 Hantu Boneka Rian Kembali
82 Mendadak Tidak Bisa Bicara
83 Bicara Dengan Warga
84 Di Jengguk
85 Menyelamatkan Diri Sendiri
86 Ballerina Make Me Love
87 Penolakan Rian
88 Mencari Tahu Kebenaran
89 Datang Meminta Bantuan
90 Terungkap Tuyul Marni
91 Kalung Pelindung
92 Nenek Ana
93 Rencana Yang Akan Di Jalankan
94 Roh
95 Panggilan Orang Mati
96 Panik
97 Kesedihan Rian
98 Rain Pembunuh Marni
99 Bertemu Ibu Ratna
100 Perkelahian
101 Jatuh Cinta
102 Menerobos Masuk
103 Roh Hitam
104 Akan Membantu
105 Kepanikan
106 Apa Yang Terjadi Dengan Adikku?
107 Bunuh Diri
108 Akhir Dari Sebuah Cerita
109 Karya Baru
110 Cs Terjerat Cinta Pemimpin Vampire
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Kedatangan Tetangga Baru
2
Di teror
3
Memasuki Rumah Tetangga
4
Kematian Pertama
5
Meminta Menginap
6
Akan Membantu
7
Bermain Dengan Makhluk Tak Kasat Mata
8
Berkomunikasi
9
Janji yang harus di tepati
10
Dikejar Hantu
11
Kedatangan Hantu
12
Pertanda Bahaya
13
Kesurupan
14
Ada Apa Dengan Fani?
15
Apakah lumpuh?
16
Dalam Perjalanan
17
Berlari Menyelamatkan Diri
18
Ayah kembali
19
Kesembuhan Adikku
20
Lemparan Batu
21
Menjengguk Fani
22
Berpetualang di kuburan
23
Sang Penyelamat
24
Rian Yang Datang
25
Ketukan Pintu Di Malam Hari
26
Ketakutan Ketika Anjing Menggaung
27
Panggilan Seram
28
Malu Karena Ketahuan
29
Mayat Yang Membusuk
30
Nenek Terkena Santet
31
Ucapan Selamat Tinggal Untukku
32
Maafkan Aku Rian
33
Bertemu Pocong
34
Siapa Kakek Tua Ini?
35
Berhasil Sampai Di Desa Seberang
36
Desa Yang Lebih Menyeramkan
37
Bertemu Kuntilanak
38
Rian Sudah Tidak Ada
39
Siapa Yang Dilihat Adikku?
40
Ke Rumah Ana
41
Kejelasan Tentang Marni
42
Rain, kembaran Rian
43
Boneka Rian
44
Aku Tumbal Luis
45
Fani Or Dion
46
Uji Nyali, Berakhir Menakutkan
47
Marni Di Jadikan Tumbal
48
Mimpi Adikku
49
Hantu Luis
50
Kesurupan
51
Kehilangan Adik
52
Mayat Siapa?
53
Sikap Rian berubah
54
Boneka Rian Yang Hilang
55
Meminta Bantuan
56
Datang Ke Sekolah Malam-malam
57
Bertemu Putri
58
Kemurkahan Hantu Boneka
59
Surat Misterius
60
Menjadi mangsa
61
Tersadarkan
62
Keluarga Rian Penyebab Masalah
63
Mengunjungi Rumah Putri
64
Hantu Di Angkot
65
Luis Yang Bersalah
66
Siapa Dia?
67
Tersudutkan
68
Bertemu Pelaku Yang Sebenarnya
69
Tidak Tahu Harus Berbuat Apa?
70
Di Usir Warga
71
Keadaan Kampung Setelah Kepergian Luis
72
Kedatangan Pak Rt
73
Menjadi Detektif
74
Mimpi Tentang Marni
75
Petunjuk Di Rumah Marni
76
Di Jebak
77
Masuk Ke Dimensi Lain
78
Bukan Waktu Yang Tepat
79
Telepon Dari Ibu Ratna
80
Bertemu Nenek-Nenek
81
Hantu Boneka Rian Kembali
82
Mendadak Tidak Bisa Bicara
83
Bicara Dengan Warga
84
Di Jengguk
85
Menyelamatkan Diri Sendiri
86
Ballerina Make Me Love
87
Penolakan Rian
88
Mencari Tahu Kebenaran
89
Datang Meminta Bantuan
90
Terungkap Tuyul Marni
91
Kalung Pelindung
92
Nenek Ana
93
Rencana Yang Akan Di Jalankan
94
Roh
95
Panggilan Orang Mati
96
Panik
97
Kesedihan Rian
98
Rain Pembunuh Marni
99
Bertemu Ibu Ratna
100
Perkelahian
101
Jatuh Cinta
102
Menerobos Masuk
103
Roh Hitam
104
Akan Membantu
105
Kepanikan
106
Apa Yang Terjadi Dengan Adikku?
107
Bunuh Diri
108
Akhir Dari Sebuah Cerita
109
Karya Baru
110
Cs Terjerat Cinta Pemimpin Vampire

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!