Akan Membantu

Aku masuk ke rumah mencari ayahku, aku sama sekali tidak percaya perkataan rian. Aku menemukan ayahku yang sedang mandi di kamar. Aku menunggu beberapa menit, setelah ayahku selesai, aku menghampirinya.

"Yah, apa benar ayah menyuruhku menginap di rumah rian?" Tanyaku langsung to the point.

"Tetangga baru itu?"

"Jadi benar apa yang di katakannya?" Tanyaku membulatkan mata. Aku sama sekali tidak percaya, tetapi melihat ekspresi ayahku, semuanya seperti benar.

"Tunggu dulu, bu fatma tetangga baru kita meminta izin pada ayah agar kau menginap menemani anaknya. Tentu saja ayah tidak setuju, terlebih anaknya adalah laki-laki".

Aku sedikit lega mendengarnya, sudah aku katakan jika ayahku tidak mungkin mengizinkannya. Aku belum terlalu akrab dengan tetangga baru.

"Tetapi, ayah mengatakannya kenapa tidak anaknya saja yang ke rumah menginap? Kasian sendirian di rumah barunya"

Aku sedikit kecewa mendengar perkataan ayahku, seharusnya tidak perlu melakukannya. Rian laki-laki, harus terbiasa berada di rumahnya walau sendirian.

"Kenapa ayah mengatakannya?" Tanyaku yang tidak terima.

"Kau ini kenapa? Kita sebagai tetangga harus saling membantu. Jika nanti ayah ada urusan dan terpaksa pergi, kita bisa meminta tetangga untuk menemanimu" Kata ayahku dengan meninggikan suaranya.

"Cepat pergi beritahu anaknya bu fatma untuk menginap di rumah kita" Perintah ayahku.

Aku melangkahkan kakiku dengan malas, perasaanku tidak senang dengan tetangga baruku. Keluarga mereka seperti mempunyai banyak rahasia. Sejak kedatangannya, kampung kami jadi terasa aneh.

Tepat di depan pintu rumah rian, aku mengetuk berkali-kali tetapi tidak ada sahutan dari dalam. Aku mengintip lewat jendela hitam, yang terlihat samar-samar. Tetapi tunggu dulu, aku seperti melihat seseorang yang duduk di ruang tamu.

"Sialan sih rian, dari tadi aku mengetuk, tidak di buka. Padahal dia kan ada di dalam" Umpatku penuh kemarahan.

Aku mengetuk pintu dengan kencang, berharap rian membuka pintu. Karena tidak ada pergerakan, kesabaranku sudah habis. Aku memutuskan pergi saja dari rumahnya. Bodoh amat dia mau menginap atau tidak, salahnya sendiri yang tidak membuka pintu walau aku mengetuk dengan kencang.

Baru beberapa langkah, rian muncul di depanku sambil membawa sekantung makanan ringan. Aku terkejut dan mematung sesaat.

"Apa ini kau rian?" Tanyaku sambil meraba-raba wajahnya dan tubuhnya. Aku takut, bagaimana jika dia sama seperti adikku yang aku lihat berubah.

"Kau ini kenapa? Barusan dari rumahku?"

Aku mengangguk masih dalam keadaan terkejut. Tetapi aku melihat bayangan rian di belakang. Berarti rian yang berdiri di depanku adalah rian yang asli.

"Aku barusaja dari rumahmu, aku pikir kau berada di dalam. Aku melihat seseorang di dalam" Kataku terus terang.

"Seseorang siapa? aku mengunci rumahku. Tidak ada orang di dalam" Kata rian sambil memperlihatkan kunci rumahnya.

Rian melangkah dan membuka pintu kemudian berkata:

"Lihat tidak ada siapa-siapa, mana ada seseorang di rumahku"

Aku melihat ke dalam rumah rian, benar tidak ada siapapun di sana. Mungkin aku hanya halusinasi. Tetapi orang tersebut terlihat jelas.

"Kau mau masuk?" Tanya rian yang membuat aku sadar dari lamunanku.

"Tidak perlu, jika kau sudah selesai beres-beres, langsung ke rumahku sebelum magrib. Jika terlambat, aku tidak akan membuka pintu" Kataku kemudian berlari menuju rumahku.

Aku menutup rapat pintu rumahku. Seseorang yang berada di rumah rian barusan membuat pikiranku tidak tenang.

"Bagaimana jika dia makhluk tak kasat mata, aku sudah mengetuk dengan keras dan tidak sopan. Dia pasti akan mencariku" Gumanku penuh kekhawatiran.

"Luis, kau sudah memanggil anaknya bu fatma?" Ayahku berteriak ketika melihatku berdiri mematung di belakang pintu.

"Sudah yah"

"Kau tidak perlu menutup pintu, dia bisa tersinggung nanti"

Aku kembali membuka pintu. Adikku, idar datang menghampiriku.

"Kakak punya uang lima puluh ribu kan?"

"Untuk apa?"

"Aku mau membayar uang kelompok. Bezok terakhir pengumpulan dana" Kata adikku dengan lemah. Dia sangat tahu betul jika aku tidak punya uang. Apalah dayaku yang hanya mengandalkan pertanian sebagai lahan pencari uang.

"Nanti aku tanya ayah, mungkin dia masih punya uang" Kataku walau aku tau ayahku juga tidak punya uang. Aku yang mengelolah keuangan, setiap ayahku mendapat uang, dia berikannya padaku.

"Oke kak, aku dengar juga jika pak imam meninggal. Mayatnya bergerak sendiri, aku jadi ngeri"

"Kau tau dari mana?" Tanyaku, aku tidak pernah memberitahu adikku. Tetapi kenapa dia bisa tau.

"Oh, teman-temanku ramai membicarakannya di grup chat. Kakak dari melayat tadi? apa kakak melihatnya?"

Ini yang membuat aku khawatir, jika adikku tau yang sebenarnya, dia bisa ketakutan dan tidak mau di tinggalkan sendirian di rumah.

"Tidak perlu di pikir kan, itu semua khendak Allah Swt. Kita hanya perlu berserah diri padanya saja" kataku sambil berlalu di depan adikku.

Aku juga bingung, bagaimana menjelaskannya pada adikku. Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.

Ayahku sudah janji akan menceritakannya padaku. Aku temui ayahku dan mengajaknya bicara ketika hanya kami berdua. Rasa penasaranku terlalu besar. Ini pertama kalinya kejadian aneh terjadi di kampung kami.

"Yah, apa yang sebenarnya terjadi pada almarhum pak imam?"

Ayahku menoleh ke sana kemari, mungkin memastiakan sesuatu. Kemudian menyuruhku duduk. Aku menurut.

"Apa kau merasakan hal aneh akhir-akhir ini?" Ayahku malah balik bertanya dan tidak menjawab pertanyaanku.

"Benar, aku sering melihat penampakan yang tidak jelas"

"Malam ini, ketua Rt memanggilmu ke rumahnya. Kita akan pergi ke sana"

"Untuk apa ayah?" Aku semakin penasaran.

"Ini menyangkut hantu yang sering meneror kita. Lagian, rian ada di sini. Dia bisa menjaga adik-adikmu dan kita bisa pergi. Jika dia bertanya, katakan saja jika kau ada urusan dengan temanmu"

"Apa hanya aku saja yang dipanggil ketua Rt?"

"Tidak, semua orang yang bisa melihat hantu juga di panggil. Kau termasuk salah satunya" Kata ayahku yang memperkecil suaranya.

"Tapi ayah, aku takut. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada keluarga kita? ana pernah memperingatkan padaku untuk tidak ikut campur. Ayah tau kan, mata batin ana jauh lebih kuat dariku. Dia bisa melihat kejadian yang akan datang" Kataku penuh kekhawatiran.

"Kau harus membantu. Jika tidak, banyak korban yang akan berjatuhan termasuk keluarga kita"

Aku sebenarnya sangat ingin membantu, mencari jalan keluar. Tetapi aku takut dengan perkataan ana untuk tidak ikut campur. Aku yakin ana mengetahui sesuatu.

Terlebih, penampakan yang sering aku lihat membuatku penasaran. Semakin lama, penampakan tersebut selalu muncul di depanku seolah menakutiku.

Aku tidak mau terus-terusan berurusan dengan mereka, salah satu cara yang terbaik adalah mengusir mereka.

"Baik yah, kita akan ke rumah pak Rt nanti malam" jawabku mantap.

Terpopuler

Comments

@krhmd24_

@krhmd24_

oke,

2023-07-04

0

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

aku merinding bacanya

2022-07-12

0

Yuli

Yuli

luiiiiissss aku ikuuuuttt ke rmh pak RT. 🤣🤣🤣🤣

2022-07-08

1

lihat semua
Episodes
1 Kedatangan Tetangga Baru
2 Di teror
3 Memasuki Rumah Tetangga
4 Kematian Pertama
5 Meminta Menginap
6 Akan Membantu
7 Bermain Dengan Makhluk Tak Kasat Mata
8 Berkomunikasi
9 Janji yang harus di tepati
10 Dikejar Hantu
11 Kedatangan Hantu
12 Pertanda Bahaya
13 Kesurupan
14 Ada Apa Dengan Fani?
15 Apakah lumpuh?
16 Dalam Perjalanan
17 Berlari Menyelamatkan Diri
18 Ayah kembali
19 Kesembuhan Adikku
20 Lemparan Batu
21 Menjengguk Fani
22 Berpetualang di kuburan
23 Sang Penyelamat
24 Rian Yang Datang
25 Ketukan Pintu Di Malam Hari
26 Ketakutan Ketika Anjing Menggaung
27 Panggilan Seram
28 Malu Karena Ketahuan
29 Mayat Yang Membusuk
30 Nenek Terkena Santet
31 Ucapan Selamat Tinggal Untukku
32 Maafkan Aku Rian
33 Bertemu Pocong
34 Siapa Kakek Tua Ini?
35 Berhasil Sampai Di Desa Seberang
36 Desa Yang Lebih Menyeramkan
37 Bertemu Kuntilanak
38 Rian Sudah Tidak Ada
39 Siapa Yang Dilihat Adikku?
40 Ke Rumah Ana
41 Kejelasan Tentang Marni
42 Rain, kembaran Rian
43 Boneka Rian
44 Aku Tumbal Luis
45 Fani Or Dion
46 Uji Nyali, Berakhir Menakutkan
47 Marni Di Jadikan Tumbal
48 Mimpi Adikku
49 Hantu Luis
50 Kesurupan
51 Kehilangan Adik
52 Mayat Siapa?
53 Sikap Rian berubah
54 Boneka Rian Yang Hilang
55 Meminta Bantuan
56 Datang Ke Sekolah Malam-malam
57 Bertemu Putri
58 Kemurkahan Hantu Boneka
59 Surat Misterius
60 Menjadi mangsa
61 Tersadarkan
62 Keluarga Rian Penyebab Masalah
63 Mengunjungi Rumah Putri
64 Hantu Di Angkot
65 Luis Yang Bersalah
66 Siapa Dia?
67 Tersudutkan
68 Bertemu Pelaku Yang Sebenarnya
69 Tidak Tahu Harus Berbuat Apa?
70 Di Usir Warga
71 Keadaan Kampung Setelah Kepergian Luis
72 Kedatangan Pak Rt
73 Menjadi Detektif
74 Mimpi Tentang Marni
75 Petunjuk Di Rumah Marni
76 Di Jebak
77 Masuk Ke Dimensi Lain
78 Bukan Waktu Yang Tepat
79 Telepon Dari Ibu Ratna
80 Bertemu Nenek-Nenek
81 Hantu Boneka Rian Kembali
82 Mendadak Tidak Bisa Bicara
83 Bicara Dengan Warga
84 Di Jengguk
85 Menyelamatkan Diri Sendiri
86 Ballerina Make Me Love
87 Penolakan Rian
88 Mencari Tahu Kebenaran
89 Datang Meminta Bantuan
90 Terungkap Tuyul Marni
91 Kalung Pelindung
92 Nenek Ana
93 Rencana Yang Akan Di Jalankan
94 Roh
95 Panggilan Orang Mati
96 Panik
97 Kesedihan Rian
98 Rain Pembunuh Marni
99 Bertemu Ibu Ratna
100 Perkelahian
101 Jatuh Cinta
102 Menerobos Masuk
103 Roh Hitam
104 Akan Membantu
105 Kepanikan
106 Apa Yang Terjadi Dengan Adikku?
107 Bunuh Diri
108 Akhir Dari Sebuah Cerita
109 Karya Baru
110 Cs Terjerat Cinta Pemimpin Vampire
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Kedatangan Tetangga Baru
2
Di teror
3
Memasuki Rumah Tetangga
4
Kematian Pertama
5
Meminta Menginap
6
Akan Membantu
7
Bermain Dengan Makhluk Tak Kasat Mata
8
Berkomunikasi
9
Janji yang harus di tepati
10
Dikejar Hantu
11
Kedatangan Hantu
12
Pertanda Bahaya
13
Kesurupan
14
Ada Apa Dengan Fani?
15
Apakah lumpuh?
16
Dalam Perjalanan
17
Berlari Menyelamatkan Diri
18
Ayah kembali
19
Kesembuhan Adikku
20
Lemparan Batu
21
Menjengguk Fani
22
Berpetualang di kuburan
23
Sang Penyelamat
24
Rian Yang Datang
25
Ketukan Pintu Di Malam Hari
26
Ketakutan Ketika Anjing Menggaung
27
Panggilan Seram
28
Malu Karena Ketahuan
29
Mayat Yang Membusuk
30
Nenek Terkena Santet
31
Ucapan Selamat Tinggal Untukku
32
Maafkan Aku Rian
33
Bertemu Pocong
34
Siapa Kakek Tua Ini?
35
Berhasil Sampai Di Desa Seberang
36
Desa Yang Lebih Menyeramkan
37
Bertemu Kuntilanak
38
Rian Sudah Tidak Ada
39
Siapa Yang Dilihat Adikku?
40
Ke Rumah Ana
41
Kejelasan Tentang Marni
42
Rain, kembaran Rian
43
Boneka Rian
44
Aku Tumbal Luis
45
Fani Or Dion
46
Uji Nyali, Berakhir Menakutkan
47
Marni Di Jadikan Tumbal
48
Mimpi Adikku
49
Hantu Luis
50
Kesurupan
51
Kehilangan Adik
52
Mayat Siapa?
53
Sikap Rian berubah
54
Boneka Rian Yang Hilang
55
Meminta Bantuan
56
Datang Ke Sekolah Malam-malam
57
Bertemu Putri
58
Kemurkahan Hantu Boneka
59
Surat Misterius
60
Menjadi mangsa
61
Tersadarkan
62
Keluarga Rian Penyebab Masalah
63
Mengunjungi Rumah Putri
64
Hantu Di Angkot
65
Luis Yang Bersalah
66
Siapa Dia?
67
Tersudutkan
68
Bertemu Pelaku Yang Sebenarnya
69
Tidak Tahu Harus Berbuat Apa?
70
Di Usir Warga
71
Keadaan Kampung Setelah Kepergian Luis
72
Kedatangan Pak Rt
73
Menjadi Detektif
74
Mimpi Tentang Marni
75
Petunjuk Di Rumah Marni
76
Di Jebak
77
Masuk Ke Dimensi Lain
78
Bukan Waktu Yang Tepat
79
Telepon Dari Ibu Ratna
80
Bertemu Nenek-Nenek
81
Hantu Boneka Rian Kembali
82
Mendadak Tidak Bisa Bicara
83
Bicara Dengan Warga
84
Di Jengguk
85
Menyelamatkan Diri Sendiri
86
Ballerina Make Me Love
87
Penolakan Rian
88
Mencari Tahu Kebenaran
89
Datang Meminta Bantuan
90
Terungkap Tuyul Marni
91
Kalung Pelindung
92
Nenek Ana
93
Rencana Yang Akan Di Jalankan
94
Roh
95
Panggilan Orang Mati
96
Panik
97
Kesedihan Rian
98
Rain Pembunuh Marni
99
Bertemu Ibu Ratna
100
Perkelahian
101
Jatuh Cinta
102
Menerobos Masuk
103
Roh Hitam
104
Akan Membantu
105
Kepanikan
106
Apa Yang Terjadi Dengan Adikku?
107
Bunuh Diri
108
Akhir Dari Sebuah Cerita
109
Karya Baru
110
Cs Terjerat Cinta Pemimpin Vampire

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!